Dari Para Pendekar


Batas Kota Magelang (dkptkotamagelang.wordpress.com)

Sudah beberapa tahun terakhir ini, Kota Magelang gencar mempromosikan slogan baru mereka, yaitu 'Magelang Kota Sejuta Bunga'. Slogan Kota Magelang sebelumnya adalah 'Magelang Harapan', yang merupakan akronim dari Hidup, Aman, Rapi, Asri dan Nyaman.

Pergantian slogan baru ini mengacu pada Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Magelang yang berorientasi pada terwujudnya Kota Magelang sebagai kota yang bersih, indah, tertib, dan nyaman.

Ndilalah, Bunga dianggap sebagai simbol yang pas untuk merepresentasikan kebersihan, keindahan, ketertiban, dan kenyamanan. Hal ini didukung dengan sejarah Kota Magelang yang sejak zaman Kolonial telah dikenal sebagai Tuin Van Java (kebun/tamannya tanah Jawa). Maka, diputuslah "Magelang Kota Sejuta Bunga" sebagai branding slogan kota Magelang yang baru.

Entah mengapa, slogan baru ini sangat cepat menyebar dan menjadi sangat populer.

Slogan Magelang Kota Sejuta Bunga ini saya akui cukup membuat saya kewalahan. Karena banyak sekali kawan atau kenalan yang bertanya tentang asal muasal serta filosofi slogan baru ini kepada saya, hal ini mungkin ini tak terlepas dari nama akun twitter saya, @AgusMagelangan, sehingga banyak yang mengira, saya banyak tahu soal Magelang, padahal belum tentu.

Biasanya kalau ada yang tanya soal penjelasan slogan ini, saya langsung jawab dengan lugas, "Aku ora ngerti, kuwi urusane pak Walikota!". Bagi saya, itu jawaban yang paling aplikatif, karena saya paling malas kalau harus menjawab pertanyaan ini. Alasannya dua, pertama, karena saya butuh waktu yang cukup lama dengan penjelasan yang lumayan njlimet untuk menjelaskan asal-muasal slogan ini, kedua, saya sejatinya bukan berasal dari kota Magelang, melainkan dari Kabupaten Magelang, sehingga secara geografis, saya tidak punya beban moral ataupun kewajiban untuk menjelaskan soal yang bagi saya sangat remeh ini. (Slogan Kabupaten Magelang adalah 'Magelang Gemilang')

Paling males lagi kalau sampai ada yang menanyakan sangkut paut antara slogan kota ini dengan nasib asmara saya, "Katanya Magelang Kota Sejuta Bunga, kok sampai sekarang sampeyan masih belum punya pacar gus?"

Verdomme!!!, Ini pertanyaan sengak yang sering ditanyakan kepada saya, dan selalu sukses membuat saya gregetan. Ayolah, Magelang memang kota Sejuta bunga, tapi perlu sampeyan tahu, Kumbangnya ada dua juta.

((( Njur aku kumanan apane buosss? )))

Diterbitkan pertama kali di situs Mojok.co edisi 6 September 2014

Mbah dukun di Muntilan Kabupaten Magelang ini selain membuka jasa konsulitasi urusan paranormal ternyata nyambi juga transaksi narkoba. Haryadi (50) digelandang kepolisian sektor Kabupaten Magelang setelah tertangkat basa membawa narkoba jenis sabu-sabu. Mbah dukun yang berasal dari Gondosuli Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang ini di grebek setelah baru saja melakukan transaksi barang haram tersebut. Seperti dijelaskan […]

Lebih lengkap artikel tentang "Mbah Dukun “Nyambi” Transaksi Narkoba Diciduk Polisi Di Magelang" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Seperti diketahui Tim Sepakbola asal Kota Magelang, PPSM Sakti Magelang sesuai kesepakan akan dibuabrkan terkait dengan habisnya masa kontrak pemain dan pelatih. Namun hal tersebut sepertinya akan mundur mengingat gaji yang belum dilunasi oleh pihak manajemen tim. Semua pemain,pelatih hingga jajaran tim PPSM Sakti Magelang dikontrak satu musim kompetisi setelah itu manajemen akan melakukan persiapan […]

Lebih lengkap artikel tentang "Gaji Lunas, PPSM Sakti Magelang Baru Bubar" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

3 pekerja bangunan proyek jembatan di Glagah, Mujen, Mertoyudan Kabupaten Magelang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian oleh Tim SAR yang dibantu warga sekitar. Walaupun beberapa waktu setelah kejadian ketiga korban tidak terlihat karena reruntuhan tebing setinggi 10 meter, ketiga pekerja tersebut berhasil diselamatkan. 2 dari 3 pekerja korban longsor mengalami patah kaki. Citro (45) dan […]

Lebih lengkap artikel tentang "Tiga Pekerja Korban Longsor Jembatan Di Magelang Selamat" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Tiga pekerja bangunan sebuah proyek jembatan di Glagah, Banjarnegoro atau sering disebut dengan jembaran Mujen, Kabupaten Magelang tertimbun longsor bangungnan pondasi. Hingga siang tadi evakuasi masih berusaha dilakukan oleh regu penyelamat dibantu warga setempat. Kedua pekerja jembatan masih terjepit dalam reruntuhan bangunan jembatan dan besi-besi pondasi yang menopang struktur jembaran. Regu penyelamat menjelaskan bahwa kedua […]

Lebih lengkap artikel tentang "Jembatan Longsor Timbun 3 Pekerja Di Magelang" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Imogiri1Entah atas dorongan kejiwaan apa, semenjak ijir dan bisa mikir, si Ponang kecil selalu antusias bertanya tentang makam. Dia akan lebih excited jika benar-benar diajak ke suatu makam. Di samping makam para mbah buyut leluhurnya, tercatat ia pernah bersambang ke beberapa makam yang memiliki nilai sejarah tinggi, seperti Makam Kyai Raden Santri Gunungpring, Makam Sunan Ampel Surabaya, Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Makam Sunan Kudus di belakang Masjid Menara, Makam Sunan Muria di Gunung Muria, Makan Sunan Gunungjati Cirebon, Kuburan Cina Gremeng, dan yang terakhir pasca lebaran yang lalu ke Makam Raja-raja Mataram di bukit Imogiri.

Adalah pagi itu, kami berkendara roda dua menyusuri sebuah ruas jalan yang menjauhi kota Jogja ke arah tenggara. Jalanan saat matahari naik ke angkasa dipenuhi para warga yang berangkat menuju tempat aktivitas masing-masing. Ada para pedagang yang menuju pasar, ada pegawai kantoran yang berangkat ngantor, ada para pelajar yang menuju sekolah, bahkan deretan sepeda onthel yang mengantarkan para buruh berangkat makarya. Banyak pula pak tani yang tengah menuju sawah ladang di bulak-bulak tepian jalan. Bahkan ada pula gerobak sapi yang berjalan tersendat tertinggal oleh modernitas perubahan jaman. Jalanan yang padat ramai tersebut memberikan nuansa gambaran gerak hidup para manusia yang tengah menyonsong jalan rejekinya masing-masing.

Setelah berkendara kurang lebih setengah jam menapaki jalanan beraspal yang berkelok, tibalah kami di daerah Imogiri. Imogiri merupakan salah satu wilayah administrasi kecamatan di bawah Pemerintahan Kabupaten Bantul. Letaknya di sisi tenggara dan berbatasan dengan wilayah barat daya Kabupaten Gunung Kidul. Wilayah ini terdiri atas tanah perbukitan kars yang merupakan kesatuan deretan Pegunungan Seribu yang membentang hingga wilayah Pacitan di sisi barat pantai selatan Jawa Timur.

Kunjungan kami kala itu memang sudah melampaui lebih dari seminggu pasca lebaran. Di samping itu, waktu itu bukan merupakan hari-hari yang khusus banyak kunjungan peziarah seperti malam Selasa Kliwon maupun Jum’at Kliwon. Maka sangat wajar jika suasana sepi nan lengang kami temukan di seputaran terminal yang biasa menjadi titik kedatangan para peziarah. Hal yang sama juga kami rasakan pada saat memasuki pos parkiran para abdi dalem sebelum jalanan menanjak. Di pos ini hanya nampak dua-tiga orang para simbah abdi dalem yang tengah duduk-duduk sambil bercakap ringan. Kepada salah seorang dari mereka saya numpang permisi untuk menitipkan parkir motor.

Dengan berjalan santai, si Ponang kecil nampak bersemangat menapaki jalanan berundak dengan anak tangga yang lebar-lebar. Pelan namun pasti jalanan berundak yang melingkar di sisi kaki bukit tersebut kian menanjak. Di sisi kanan jalanan kami melihat deretan warung-warung sederhana yang mulai berbenah di pagi itu. Sementara sisi sebelah kiri merupakan lereng bukit yang masih asri dengan rimbunan pepohonan berwarna-warni. Di beberapa sisi lereng mulai berderetan batu nisan – batu nisan yang berderet dalam pagar nan rapi. Dugaan saya, makam-makam tersebut merupakan makam para abdi dalem atau kerabat jauh, atau bisa juga makam warga dusun Pajimatan secara turun temurun.

Imogiri2   Imogiri3

Tak lebih dari sepuluh menit berjalan, di sisi kiri ujung jalanan berundak terbentang gerbang yang menghadap pelataran datar yang cukup luas. Lurus di tengah pelataran berderetan anak tangga-anak tangga yang menanjak menghubungkan langsung ke area pemakaman utama di atas bukit. Di sisi kiri terdapat bangunan masjid bercorak arsitektur khas Jawa dengan atap tumpang tiga sebagai perlambang Islam, iman dan ikhsan. Bangunan masjid berada pada ketinggian sekitar tiga meter dari pelataran utama yang dihubungkan dengan anak tangga. Antara tangga naik dan pendopo masjid terbentang kolam yang ditujukan untuk bersuci bagi siapapun yang akan memasuki masjid.

Sedangkan di sisi kanan pelataran terdapat pendopo dimana dua orang abdi dalem nampak duduk lesehan. Keduanya berpakaian khas seorang abdi dalem keraton berupa baju beskap dan kain jarik lengkap dengan blangkon. Menilik pakaian mereka, keduanya merupakan perwakilan abdi dalem dari Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Dengan gupuh dan ramah, kedua simbah itu menyalami kami. Sejenak kamipun terlibat perbincangan seputar asal-usul dan keberadaan Makam Imogiri.

Di sudut kiri tangga utama, terdapat miniatur tugu golong-gilig yang melambangkan manunggaling kawulo lan gusti, kebersamaan antara raja sebagai pemimpin dan rakyatnya. Pada bagian atas tugu sisi bagian terdapat radyalaksana sebagai simbol Kasunanan Surakarta dengan tulisan PB X di bawahnya. Tugu tersebut dipuncaki dengan mahkota raja. Tugu peninggalan Paku Buwono X tersebut seolah menjadi penanda bahwa makam-makam para raja Kasunan Surakarta menempati sisi barat area pemakaman utama Imogiri.

Tepat di sisi belakang tugu golong-gilig tergantung sebuah peta silsilah raja-raja yang menurunkan Dinasti Mataram Islam, hingga keberadaan Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X dan tentu saja juga Ingkang Sinuwun Paku Buwono XII saat ini. Pada peta silsilah para raja tersebut terpasang lambang larpraba atau mahkota bersayap yang merupakan simbol Kasultanan Yogyakarta. Keberadaan simbolisasi radyalaksana dan larpraba seolah mengukuhkan bagaimanapun Mataram Islam terpecah akibat tipu daya bangsa penjajah, namun sesungguhnya mereka adalah satu trah, satu darah, satu kerabat keluarga besar. Maka semenjak dari sangkan hingga paran, dari bibit leluhur, dari lahir hingga meninggal, trah agung itu tetap dipersatukan di area pemakaman yang sama.

Imogiri7   Imogiri8

Untuk mencapai area pemakaman para raja di atas bukit, peziarah harus menapaki  tangga selebar 5 meter yang menanjak hingga kemiringan 45º. Satu per satu anak tangga harus ditapaki dengan penuh rasa dan makna. Menapaki anak tangga dari bawah menuju ke atas seolah kita sedang menjalani perjalanan dunia menuju akhirat, dari alam fana menuju alam kekal, dari alam jagad bawah menuju ke jagad atas. Tidak hanya pengembaraan rasa, namun proses yang sedang dijalani sekaligus merupakan perjalanan raga yang sangat menguras tenaga. Jumlah anak tangga yang konon mencapai 409 merupakan ujian kekuatan fisik dan raga. Dibutuhkan stamina dan nafas yang prima jika kita ingin benar-benar mencapai atas bukit. Anak tangga dan perjalanan yang harus ditempuh juga bermakna kerja keras, usaha dan ikhtiar yang harus dilalui oleh setiap insan manusia jika ingin menggapai kemuliaan.

Area pemakaman Raja-raja Mataram di Imogiri dibangun atas prakarsa Sultan Agung Hanyokrokusumo pada tahun 1632. Beliau adalah raja Mataram yang ke-tiga. Ia adalah cucu dari Panembahan Senopati yang merupakan raja Mataram pertama. Sultan Agung merupakan raja Mataram terbesar. Di bawah pemerintahannya, wilayah Mataram hampir meliputi keseluruhan Pulau Jawa. Ia juga dikenal sebagai raja yang gigih melawan penjajahan bangsa Kompeni Belanda. Pasukannya pernah menyerang Batavia berturut-turut pada tahun 1625 dan 1626. Serangan tersebut bahkan berhasil menewaskan Gubernur Jenderal J.P Coen.

Imogiri4Area pemakaman raja-raja di Imogiri ini dibagi menjadi tiga area utama, masing-masing makam Sultan Agung Hanyokrokusuma di bagian tengah, makam raja-raja Kasultanan Yogyakarta di sisi timur, serta makam raja-raja Kasunanan Surakarta di sisi barat. Area makam ditandai dengan keberadaan gerbang gapuro berbentuk bentar yang terbuat dari batu bata merah. Bentuknya yang khas mengingatkan kita kepada gaya bangunan gerbang warisan Majapahit. Memasuki gerbang pertama makam, kita akan berada di sebuah pelataran yang tida begitu luas yang di kanan-kirinya terdapat pendopo para juru kunci makam, masing-masing merupakan abdi dalem Kasultanan dan Kasunanan.

Antara pelataran dan gerbang makam Sultan Agung dihubungkan dengan tangga menanjak. Area dalam makam dibatasi dengan pintu gerbang yang tidak setiap saat dibuka. Di lereng kedua sisi anak tangga tersebut tepat di bawah kerindangan pohon asem terdapat masing-masing sepasang gentong air yang bernama Kyai Mendung, Nyai Siyem, Kyai Danumaya, serta Nyai Danumurti. Gentong ini biasa diisi air untuk bersuci bagi peziarah yang akan sowan ke atas. Pada Selasa Kliwon atau Jum’at Kliwon minggu pertama bulan Suro, gentong-gentong tersebut akan dikuras sekaligus dibersihkan. Air kurasan banyak diyakini membawa berkah tersendiri.

Imogiri5   Imogiri6

Pada hari-hari biasa, pengunjung hanya bisa sampai di luar tembok pagar makam. Peziarah diperkenankan memasuki area dalam makam hanya khusus pada hari-hari tertentu, semisal Senin pukul 10.00-13.00, Jum’at pukul 13.30-16.00, tanggal 1 dan 8 Syawal pukul 10.30-13.00, dan untuk tanggal 10 Besar pukul 10.30-13.00. Untuk masuk ke dalam makam, peziarah harus mengenakan pakaian adat peranakan yang telah ditentukan oleh masing-masing juru kunci. Mengingat makam, mengingat kematian adalah salah satu cara manusia untuk belajar mempersiapkan bekal kelak di alam baka.

Ngisor Blimbing, 11 September 2014

 


Filed under: Jagad Religi Tagged: Kasultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, kerajaan mataram islam, Makam Imogiri, wisata religi, Yogyakarta, ziarah makam

Hari-hari ini proses penerimaan cpns dibuka hampir bersamaan di seluruh Indonesia, baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Animo masyarakat untuk melamar setiap tahunnya semakin bertambah. Dengan penuh harapan mereka antusias untuk mengikuti tahapan demi tahapan dalam proses seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil ini.

Saya adalah salah satu manusia yang paling beruntung di dunia ini. Pasalnya ketika teman-teman saya sedang sibuk untuk mengikuti seleksi cpns ini, alhamdulillah tiga tahun yang lalu saya sudah diterima menjadi salah satu cpns di salah satu pemerintah daerah. Saya sangat bersyukur karena Allah telah memberikan kemudahan pada saya dalam menapaki setiap batu loncatan untuk mendapatkan pekerjaan yang menurut saya lebih baik. Alhamdulillah hampir bisa dikatakan semenjak lulus SMK saya belum pernah menjadi pengangguran sama sekali. Mungkin karena keinginan kuat saya untuk selalu bekerja, sehingga Allah membukakan jalan terbaik bagi saya. (cerita lengkap dapat dibaca di Doaku Terkabul Setelah Empat Tahun)

Bulan Oktober 2010 saya dinyatakan lulus kuliah. Beberapa hari kemudian tepatnya bulan November 2010 saya mendapat informasi tentang penerimaan cpns daerah di seluruh Jawa Tengah. Segera saya menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan dan saat itu pula saya segera mempersiapkan diri untuk memaksimalkan usaha agar bisa diterima menjadi cpns.

Saya pernah berkata pada teman saya bahwa 50% dari takdir adalah usaha. Maksudnya meskipun takdir itu hak prerogatif Allah, namun kita sebagai hamba Allah harus berjuang dengan maksimal. Jika toh nanti hasilnya nihil, kita tidak salah karena telah berjuang dengan sekuat tenaga. Namun ketika tidak memaksimalkan usaha berarti ibarat kita ingin melangkah seribu, kita hanya santai-santai berada di langkah ke sepuluh saja. Mana mungkin sampai ke tujuan.

Saat itu saya benar-benar berharap ingin menjadi cpns. Bagaimana tidak, saat itu saya sudah mempunyai seorang pacar (meski saat ini saya menganjurkan kepada orang lain untuk tidak pacaran) dan ingin segera menikah. Padahal saya hanya seorang tenaga honorer biasa yang notabene gajinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri. Maka, dengan segala cara (tentunya yang cara yang halal) saya bulatkan tekat untuk segera mengerahkan segala kemampuan yang dapat saya lakukan. Termasuk dengan berbagai macam riadhoh/tirakat.

Pertama-tama saya memohon ijin kepada kedua orang tua saya terutama ibu. Saya memohon kepada bapak ibu untuk mendoakan saya sehabis sholat malam. Saya yakin doa orang tua terutama ibu amat sangat mustajab. Apalagi jika dilakukan pada sepertiga malam terakhir sehabis sholat tahajut.

Saya berusaha untuk sholat dhuha dan tahajut. Selain itu saya berusaha berdoa pada saat-saat dan keadaan dimana doa-doa akan dikabulkan. Diantaranya adalah ketika azan dan iqomah, ketika duduk diantara dua khutbah jum’ah, pada sepertiga malam terakhir, doa ketika berpuasa, juga doa ketika sehabis minum air zamzam. Saya berusaha melakukan secara kontinyu dengan penuh harapan agar bisa diterima.

Selain berdoa saya juga mencoba bernazar, jika saya diterima saya lunaskan hutang-hutang teman-teman saya. Saat itu tidak banyak uang yang dipinjam teman saya, namun tetaplah jumlahnya berarti bagi saya yang berpenghasilan kecil. Saya juga bernazar jika saya diterima saya akan membelikan buku tes cpns kepada beberapa teman saya jika saya diterima.

Ide lainpun bermunculan untuk menyempurnakan ikhtiar saya. Saya mencoba untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik lainya. Mulai dari memfotokopikan soal-soal cpns kepada beberapa teman, saya juga dengan senang hati mengantarkan berkas beberapa teman saya ke kantor pos. Berharap Allah akan membalas dengan sebaik-baik balasan. (terlalungarep.com).

Terakhir saya menyempatkan i’tikaf setiap malam ketika tes selesai dilaksanakan sampai dengan hasil diumumkan. Hampir setiap malam, saya berusaha tidur di masjid. :)

Disamping usaha secara batiniah, tak kelupaan saya mempersiapkan usaha secara lahiriah. Mulai dari download soal-soal cpns, saya juga memfotokopi beberapa buku cpns yang saya anggap bagus (untuk beli, saat itu masih terasa berat). Buku tersebut menyajikan beberapa materi yang berkaitan dengan tes cpns juga menyediakan banyak latihan soal beserta jawaban dan cara penyelesaianya (untuk matematika). Dari situ saya dapat berlatih satu persatu soal juga penyelesaianya. Saya juga berusaha menghafalkan UUD 1945 dan beberapa wawasan kebangsaan lain dengan membuat bagan peta pikiran dengan software main mapping.

Usaha demi usaha telah saya lalukan, dan kini saatnya saya pasrah kepada kehendak Allah. Saya meyakini jikalau penentu diterima atau tidaknya itu murni keputusan Allah. Bukan karena usaha saya. Saya berusaha dengan maksimal hanya karena ingin berusaha menjadi hamba Allah yang baik dengan memaksimalkan ikhtiar. Saya percaya bahwa dalam hal ini tidak ada hukum sebab akibat. Oleh karena itu saya berusaha untuk pasrah dan tidak menggantungkan pada usaha saya.

Alhasil setelah proses demi proses saya lalui, akhirnya saya dinyatakan lulus menjadi cpns. Meski banyak pertanyaan yang mencerca saya “harus bayar berapa?” dan sejenisnya, Alhamdulillah saya lolos tanpa perlu menyuap.

Dan kini setelah jadi pns saya berusaha untuk bersyukur dengan berusaha menjadi hamba yang baik, terus belajar menjadi orang baik, agar senantiasa dapat mempersembahkan karya terbaik saya kepada Allah SWT.

Akhirnya, segala keinginan, impian dan harapan membutuhkan ikhtiar yang maksimal. Setelah itu berharaplah hanya pada Allah, bukan pada usaha kita. Dan setelah takdir berlaku, alangkah baiknya kita pasrah dan ikhlas, karena sejatinya kehendak Allah itulah yang terbaik bagi kita. InsyaAllah.

Demikian sepotong cerita ini, silakan ambil hikmahnya jika bermanfaat dan tinggalkan sekiranya tidak berguna.

Magelang, 12 September 2014

Ujian kita

-

Mastop Story

on 2014-9-12 12:00am GMT

Sering terlintas dalam pikiran saya adalah sebuah kesederhanaan. Hidup tanpa tetek bengek. Tanpa banyak kesibukan keduniaan. Dan hanya lebih memikirkan keagungan Allah, Tuhan semesta alam.

Namun dunia tak semudah itu untuk ditipu. Dunia tetaplah angkuh. Ia tetap menari-nari dihadapan kita. Seolah-olah terus mengajak kita untuk meraihnya. Ia ingin kita menjadi raja. Namun nyatanya ia hanya akan menjadikan kita sebagai budaknya.

Dunia hanya sebuah kelas kecil untuk ujian kita. Kita selalu dalam pengawasan-Nya. Perilaku kita akan dinilai. Dan pada akhirnya kita akan memperoleh hasilnya.

Tujuan kita disini hanyalah satu. Mencari nilai terbaik dari sisi-Nya.


Pembahasan 10 Soal TOEFL #2

-

Hamasah!

on 2014-9-11 12:29pm GMT


1.
     

Violence on America campuses has abated___
a.       after 1970
b.      in 1970
c.       for 1970
d.      since 1970
pembahasan              : has abated adalah present perfect. Adverb of time dari presemt perfect biasanya adalah for dan since. Nah, bedanya apa dong?
For : amount of time, misalnya a week, two months, three years, intinya jumlah waktu.
Since: past time, waktu lampau misalnya last week, years ago.
2.       Ancient civilizations such as the Phoenicians and the Mesopotamians_____goods rather than use money.
a.       use to trade
b.      is used to trade
c.       used to trade
d.      was used to trade
pembahasan              : kenapa ya used to trade? Kuncinya tu ancient=zaman kuno, artinya terjadi pada waktu lampau. Bentuk past-nya use adalah used.
3.       Most Americans don’t object ____them by their names.
a.       that I call
b.      to my calling
c.       for calling
d.      that I am call
pembahasan              : rumus dari penggunaan object adalah -> object + to
4.       North Carolina is well known not only for the Great Smoky Mountains National Park _____for the Cherokee Indian settlements.
a.       also
b.      and
c.       but also
d.      because of
pembahasan              : rumus dari- not only...........but also... artinya=tidak hanya.....tapi juga...
5.       General Grant had General Lee ______him at Appomattox to sign the official surrender of the Confederate forces.
a.       to meet
b.      met
c.       meet
d.      meeting
pembahasan              : rumus dari causative, have+verb 1.
6.       If a ruby is heated it ______ temporarily lose its color.
a.       would
b.      will
c.       does
d.      has
pembahasan              : rumus dari if clause tipe 1, adalah...If.....will
7.       _____small specimen of the embryonic fluid is removed from a fetus, it will be possible to determine whether the baby will be born with birth defects.
a.       a
b.      that a
c.       if a
d.      when it is a
pembahasan              : rumus dari if clause tipe 1, adalah...if..will..
8.       All the people at the AAME conference are___
a.       mathematic teachers
b.      mathematics teachers
c.       mathematics teacher
d.      mathematic’s teachers
Ternyataa...dari sananya tu..mathematics ya mathematics, dikasih huruf s. Sama halnya dengan physics (fisika).
9.       To generate income, magazine pubishers must decide whether to increase the subscription price or ____
a.       to sell advertising
b.      if they should sell advertising
c.       selling advertising
d.      sold advertising
pembahasan              : kalimat ini adalah kalimat paralel, sehingga jika to..ya to to to..hehehe.
10.   If it____more humid in the desert Southwest the hot temperatures would beunbearable.
a.       be
b.      is
c.       was
d.      were
pembahasan              : kalimat ini merupakan if clause tipe dua, rumusnya cuma were, jadi ngga boleh was.


semangat belajar! :)


 Pembahasan 10 Soal TOEFL #1

Pemilik usaha hotel kelas melati di Kota Magelang merasa keberatan dengan sering dilakukannya razia hotel melati di Magelang. Hal ini semakin memperparah tingkat okupansi hotel melati yang setiap harinya. “Banyak pemilik hotel resah dan protes kok sering banget ada razia. Padahal tidak semua tamu hotel melati yang menginap melakukan tindak asusila seperti yang menjadi alasan […]

Lebih lengkap artikel tentang "Razia Hotel Melati Resahkan Pengusaha Hotel Di Magelang" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Para pengamen jalanan yang biasanya setiap hari mangkal dan mencari nafkah di area pusat kuliner Alun-Alun Kota Magelang akan segera kehilangan lahan rejekinya. Seperti diketahui pemerintah Kota Magelang mulai melakukan penertiban lokasi operasi mereka karena dinilai semakin menganggu kenyamanan pengunjung. “Kurang nyaman kalau pas makan disini selalu saja ada pengamen, apalagi tidak ada habisnya yang […]

Lebih lengkap artikel tentang "Pengamen Alun-Alun Kota Magelang Mulai Ditertibkan" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Dua pengguna narkoba jenis sabu-sabu dibekuk oleh satuan narkoba Polres Kota Magelang. Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita 3,5 gram sabu-sabu, lengkap beserta alat hisap. Bahkan, salah satu pelaku menyembunyikan narkoba itu di saku celananya. 2 pengguna narkoba sejenis sabu-sabu yang disinyalir juga menjadi bandar narkoba wilayah Magelang dibekuk pihak kepolisian Kota Magelang. Dari tersangka […]

Lebih lengkap artikel tentang "Kantongi Sabu, 2 Pemuda Di Magelang Dibekuk" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Iseng-iseng Googling cari cara membuat bioplastik. Dapat beberapa video berikut:


Seorang wanita digelandang aparat Polres Muntilan setelah kedapatan mencuri tas di RSUD Muntilan, Kabupaten magelang, Jawa Tengah. Kapolsek Muntilan, AKP Gedhe Mahardika menjelaskan pelaku bernama Sulastri Ningsih (46), warga Dusun Kebo Kuning, Desa Soko, Kecamatan Bagelen, Purworejo. Kapolsek mengatakan pelaku tertangkat tangan saat mencuri sebuah tas jinjing milik Sofiatun (48) warga Kalangan, Blondo. Korban berada […]

Lebih lengkap artikel tentang "Nekat Embat Tas Di Muntilan, Ningsih Di Gelandang Aparat" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Pengadaan CPNS Pemerintah Kota Magelang Formasi Tahun 2014 – diadakan secara online untuk melihat syarat-syarat dan cara pendaftaran silahkan mengunduh di web site kota Magelang. Dalam rangka mewujudkan Pegawai Negeri Sipil yang profesional, berkualitas, dan bertanggung jawab, diperlukan Pegawai Negeri Sipil yang kompeten melalui sistem pengadaan yang transparan dan akuntabel serta bebas dari korupsi, kolusi […]

Lebih lengkap artikel tentang "CPNS Pemerintah Kota Magelang Formasi Tahun 2014" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Ini adalah postingan Pageblug Kucingisme part 2 , untuk lebih memudahkan alur, saya sarankan kepada anda untuk membaca postingan Part 1 terlebih dahulu yang bisa anda baca disini.

***

Beberapa waktu yang lalu, Bunga kembali hamil, jelas saya tak tahu siapa yang menghamili, yang jelas saya berharap, dia yang berbuat adalah kucing jantan yang cakap dan bertanggung jawab. Ok, skip.

Setelah cukup lama berperut buncit, Bunga pun akhirnya melahirkan. Kuartet anak kucing yang lucu berhasil keluar dari rahim sucinya. Empat anak kucing ini begitu menyenangkan hati. Satu berwarna hitam penuh, satu berwarna kembang telon, sedangkan dua sisanya berwarna coklat.


Bunga bersama empat jagoan kecilnya


Seminggu pasca melahirkan, kuartet anak kucing sudah agak besar


Kuartet anak Kucing bersama mbakyunya, Bunga Junior

Punya empat anak kucing yang lucu-lucu memang masa-masa yang menyenangkan, Bunga sudah berkali-kali hamil dan melahirkan, namun setiap kehamilan dan kelahirannya selalu menjadi momen yang layak untuk ditunggu. Tak terkecuali untuk kelahiran empat anaknya kali ini.

Namun rupanya kebahagiaan saya atas kelahiran empat anak bunga yang mungil ini tak bisa saya nikmati penuh. Karena mendadak, si Jane meninggal dunia.

Besar kemungkinan si Jane memang sudah mengidap penyakit serius, karena beberapa waktu sebelum Jane meninggal, perutnya terlihat sangat buncit. Ia juga sering menunjukkan perilaku yang aneh, yaitu selalu menghisap puting susunya sendiri.


Jane yang sudah terbaring kaku

Tentu hal ini cukup membuat saya sedih, terlebih saya menyaksikan sendiri bagaimana detik-detik Jane meregang nyawa. Saya menyaksikan sendiri bagaimana ia tersengal-sengal nafasnya sesaat sebelum ia meninggal.


Wajah terakhir, semoga tenang di alam sana


Penguburan yang sederhana, tanpa iringan, apalagi tembakan salvo

Belum habis duka saya kehilangan Jane, saya kembali harus menelan pil maha pahit. Kali ini, Bunga yang meninggal, ya Bunga. Kucing betina yang sudah saya pelihara lama, kucing betina kesayangan saya yang sudah memberikan beberapa anak untuk saya. Kucing betina yang selalu saya sayang dan saya manjakan.

Dan lagi-lagi, kepiluan harus meyertai kematiannya, karena saya kembali harus menyaksikan bagaimana si Bunga meregang nyawa.

Paman saya menemukan Bunga dalam keadaan yang sedemikian lemas di dalam rak bajunya. Saking lemasnya bahkan untuk berdiri pun Bunga tak mampu. Dugaan saya, Bunga keracunan. Saya sempat berusaha meminumkan air ion kelapa untuk Bunga sesaat sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan harapan racun yang ada di dalam tubuhnya bisa dinetralisir. Namun apa daya, Bunga akhirnya mati. Ya, Kucing kesayangan saya itu akhirnya mati.


Beberapa saat sebelum Bunga mati. Kondisi lemas parah


Mencoba mencekoki dengan air ion kelapa


Setengah jam sebelum mati, nafasnya berat


Akhirnya benar-benar menghembuskan nafas terakhir


Wajah cerianya hilang seketika setelah menjadi jasad

Saya memakamkan Bunga persis di depan rumah saya. Kebetulan tetangga depan rumah saya juga memakamkan anjing peliharaannya di depan rumahnya, jadi biar pas gitu. Di kiri ada kuburan anjing, di kanan ada kuburan kucing.


Paman saya menggali liang kubur untuk Bunga


Bunga Junior, menyaksikan liang lahat yang dibuat untuk jasad ibunya. Ironis


Terbaring di liang lahat, menghadap kiblat

Kematian Bunga begitu membuat saya terpukul. Betapa tidak, setelah kehilangan Yolanda, Kini saya harus kehilangan Bunga.

Di luar itu, saya juga bingung, karena keempat anak Bunga yang masih kecil masih dalam masa persusuan. Saya bingung setengah mati, bagaimana cara merawat keempat anak kucing kecil nan imut ini.


Empat kuartet bersaudara, kini mereka piatu

Seorang kawan kemudian menyarankan saya untuk memberikan susu kepada keempat anak kucing kecil ini dengan menggunakan pipet atau suntikan.

Namun ternyata bukan hal yang mudah mengurus keempat anak kucing kecil yang masih nyusu ini, betapa tidak, berkali-kali si kucing tidak mau minum susu yang saya berikan, karena setiap kali saya menyuntikkan susu ke mulutnya, selalu saja dimuntahkan kembali. Saya sempat frustrasi.

Kondisi keempat kucing kecil ini pun semakin memburuk, dengan asupan gizi yang teramat kurang, gerakan mereka kemudian mulai lemas, kelincahan mereka sewaktu Bunga masih hidup hilang seketika. Saya mulai khawatir dengan kesehatan mereka.

Dan akhirnya, sesuatu yang sangat saya takutkan pun akhirnya terjadi. Tiga hari setelah Bunga meninggal, tepat di pagi hari, dua anak Bunga pun mati menyusul induknya.


Jasad si coklat dan kembang telon kecil


Menggali kubur untuk dua anak kecil malang ini


Terbaring bersama, dalam satu liang lahat

Dua anak kucing ini pun saya makamkan bersama dalam satu liang lahat.

Kini, anak kucing yang saya miliki hanya tinggal dua, Si Hitam pekat, dan si Coklat.


Dua tersisa, si hitam condromowo, dan si coklat

Namun apa lacur pembaca. Dua anak kucing yang tersisa ini pun akhirnya menyusul saudaranya jua. Si Hitam pekat dan Si Coklat akhirnya meninggal juga, masing-masing berselang sehari, dan dua hari. Duh, benar-benar seperti Pageblug. Saya harus kehilangan enam ekor kucing dalam tempo waktu yang singkat.


Akhirnya mati juga


Penguburan sederhana


Dan si Hitam pun akhirnya menyusul


Sekali lagi, penguburan sederhana

Ah... Nelangsa

Praktis, setelah kematian enam kucing saya itu, kini hanya tinggal Bunga Junior lah, satu-satunya kucing yang saya pelihara.

Jelas saya sedih, namun mau bagaimana lagi, lha wong sudah terjadi, toh, mau disesali juga keenam kucing saya itu ndak bakalan hidup lagi. Jadi, saya pasrah saja, dan fokus untuk mengurus Bunga Junior, agar bisa tumbuh dan berkembang menjadi kucing dewasa yang baik, ganas, trengginas, dan mampu menjaga diri. Syukur-syukur kalau sampai bisa hamil dari hasil hubungan dengan kucing jantan yang cakap dan bertanggung jawab.

Alhamdulillah, Bunga Junior ini begitu lulut sama saya. Boleh percaya boleh ndak, Setiap kali saya dari kamar dan turun ke bawah untuk ke toilet untuk kencing, si Bunga Junior ini selalu ikut dan menunggui saya di depan pintu toilet. So sweet sekali bukan?. Tanda kepatuhan dan kesetiaan yang cukup tulus bagi saya. Semoga bisa menjadi Hachiko-nya kucing.

Baiklah Bunga Junior... Mari kita tatap hari esok.


In agusmulyadi.web.id, i trust


Berat sekali berpaling darimu, tapi kau memaksaku untuk melakukan itu


Kini ku kembali padamu


Indahnya saat berada dalam dekapanmu, Mas Agus


Mental Rembol, tidur bisa dimana saja, termasuk di kantong Torabika


Makan dulu bero, biar kuat, sehat, dan tabah dalam menghadapi demokrasi


Lebar ngupil, jilat sithik ah


Sleep Under the books, and Dream under knowledges

???????????????????????????????Lain dulu memang lain sekarang. Lain sekolah jaman dahulu, tentu saja lain pula sekolah jaman sekarang. Terlebih dengan gonjang-ganjing gonta-gantinya kurikulum yang membingungkan banyak orang. Bagi para guru pengampu pelajaran, mungkin mereka telah mendapatkan sosialisasi yang memadai meskipun saya ragu apakah mereka benar-benar paham dan mengerti untuk mengimplementasikannya di ruang kelas.

Lewat kurikulum baru, tentu saja banyak hal yang baru pula. Khusus untuk kelas satu SD misalnya. Orang tua sekarang tentu saja tidak akan menjumpai nama-nama mata pelajaran yang sama dengan jaman sekolahnya dulu. Diantara nama mata pelajaran yang masih asing adalah pelajaran T-E-M-A-T-I-K. Coba bayangkan gek isi pelajarannya tentang apa hayo?

Membayangkan sebuah nama, mungkin memang tidak mudah. Tetapi kita mungkin akan lebih cepat paham tatkala melihat contoh-contoh dari pembelajaran dalam mata pelajaran tematik ini, sebagaimana pengalaman si Ponang di SD Panunggangan pada suatu hari. Dalam suatu pembelajaran tematik, dalam halaman buku catatannya yang bersampul depan bertuliskan TEMATIK tersebut terdapat  catatan nama-nama tarian daerah yang disalin dari tulisan Bu Guru di papan tulis. Tari Serimpi berasal dari Jawa Tengah. Tari Kecak berasal dari Bali. Tari Saman berasal dari Aceh. Tari Topeng berasal dari Betawi (bener?). Tari Tor-tor berasal dari Sumatera Utara. Tari Ngremo berasal dari Jawa Timur. Tari Bondan berasal dari Jawa Tengah.

Selepas Isya’ si Ponang mulai bertanya-tanya kepada Kanjeng Romo, “Pak, yang namane tari bondan itu kayak opo to?”

Mendengar tari bondan, dalam benak Kanjeng Romo ada semacam file memori yang antara tahu dan tidak, antara ya dan tidak, ya antara ingat dan lupa. “Rasa-rasane pernah dengar nama tari bondan. Tetapi yang seperti apa persisnya ya?” demikian kurang lebih suara hati yang seolah bergejolak kala itu.

Tetapi dalam kebimbangan rasa lupa yang benar-benar mendera akut tersebut, tiba-tiba seolah terbersit seberkas cahaya yang melesat dari sudut memori. Sejurus kemudian, antara yakin dan ragu yang bercampur, Kanjeng Romo spontan menjawab, “Oooo…..yang kayak ditarikan Bude saat kecil!”

Sembil menjawab singkat itu, sebenarnya di dalam benak Kanjeng Romo terbayang kakak perempuan sulungnya yang di masa kecil pernah menari di teras depan rumah tatkala ada rombongan priksanan Posyandu dari kecamatan yang menyambangi kampung halamannya. Kala itu, sang kakak mengenakan kebaya sederhana. Rambut setengah bahunya digelung rapi dengan ditempeli sanggul yang sedikit masih kebesaran kala itu. Kemudian di pundaknya tersampir selendar sampur warna kuning yang di kedua ujungnya bermotif batik merah yang sangat khas.

Yang terbayang soal tari bondan, adalah sang kakak dengan pakaian adat itu menggendong sebuah boneka jabang bayi yang dilengkapi popok serta kemben. Sambil menggendong boneka bayi, si penari membawa payung untuk melindungi si jabang bayi dari panasnya terik matahari maupun rintik-rintik hujan gerimis yang mungkin turun. Selain itu, tangan yang satunya lagi menjinjing sebuah kendi tanah liat yang menjadi simbol bekal minum untuk ibu beserta bayinya. Inilah gambaran mengenai tari bondan yang seketika itu terlintas.

Akhirnya daripada menggantungkan rasa penasaran si Ponang yang sedang excited, maka malam itu anak-bapak itupun kemudian bertandang ke rumah mayanya Mbah Geogle. Jaman memang telah memberikan karunia kemajuan teknologi yang mampu mempermudah berbagai kebutuhan hidup manusia modern. Bandingkan dan bayangkan jika hal yang sama kita pertanyakan kepada bapak-ibu kita dua puluh atau tiga puluh tahun silam. Tentu tidak banyak pilihan. Paling banter mungkin hanya membuka kepekan dari halaman buku sakti RPUL atau HPUL.

Tidak puas hanya dengan melihat beberapa gambar dan foto para gadis cilik berpose menarikan tari bondan, si Ponang meminta dicarikan video tari bondan. Akhirnya lewat lapaknya Mbak Youtube malam itu terputarlah tarian khas Jawa Tengah yang sudah hampir terlupakan tersebut. Ndalem Ngisor Blimbing terhanyut nglangut dalam alunan gendhing yang mendayu haru biru. Duuhhhh Gusti…….rasane itu lho?

Oalah dalah, pelajaran T-E-M-A-T-I-K itu lha apa ya? Mbuh lah!

Ngisor Blimbing, 10 September 2014


Filed under: Jagad Kenyung Tagged: tari bondan

Puisi Koplak

-

Vampir Magelang | @BosVampir

on 2014-9-10 12:18pm GMT

HARUSKAH AKU?; Sebuah Tanya untuk Cinta Haruskah aku menjadi cermin? Agar bisa menatap wajahmu meski hanya bayangan yang kurasa. Haruskah aku menjadi sepatu Fladeo atau tas LV agar selalu kau buru dan kau bangga-banggakan? Atau aku harus menjadi indomie, agar menjadi seleramu? Apakah aku wajib belajar 9 tahun? Agar terdidik untuk menghafal semua kebiasaanmu? Haruskah […]

The post Puisi Koplak appeared first on Vampir Magelang | @BosVampir.

Semua orang yang pernah memelihara hewan peliharaan pasti punya cerita menarik tersendiri perihal hewan peliharaannya. Nah, sebagai salah satu orang yang juga pernah memelihara hewan peliharaan, saya ingin menuliskan sedikit cerita saya dengan hewan peliharaan saya, yaitu Kucing. Mungkin ini adalah postingan curhatan, namun tak apalah, bukankah blog memang salah satunya fungsinya adalah sebagai tempat untuk menampung curhatan?. Oh ya, karena cerita tentang hewan peliharaan ini terlalu panjang, maka akan saya buat menjadi dua part, part 1 dan part 2. Ini adalah part 1 dari cerita saya. Silahkan dibaca, dan syukur-syukur kalau mau berkomentar.

***

Saya adalah seorang pecinta kucing (eh, yg tepat pecinta atau pencinta sih?), kata banyak orang, pria yang mudah sayang sama kucing adalah pria yang romantis. Saya ndak tahu siapa yang pertama kali menghembuskan pameo ini, tapi yang jelas, kalau saya berkaca pada diri saya, saya memang merasa kalau saya ini romantis. Yah, walaupun sampai sekarang saya belum punya pasangan yang bisa dijadikan sebagai pelampiasan keromantisan saya. Tapi setidaknya, anda tahu dulu, kalau saya ini adalah pria yang romantis.

Di rumah saya, dulu saya banyak memelihara kucing, namun karena muncul protes spartan yang bertubi-tubi dari mbah dan emak saya, jadinya saya hanya boleh memelihara beberapa.

Pertengahan tahun 2010, adalah awal mula saya mulai memelihara kucing, kucing pertama saya sebenarnya adalah kucing tetangga, namun karena sering saya kasih makan, sang kucing jadi betah dan sering nongkrong di rumah saya. Setelah meminta izin kepada empunya kucing, akhirnya saya diperbolehkan untuk mengakuisisi kepemilikan kucing tersebut dengan banderol "komitmen".

Saya tak punya nama khusus untuk kucing betina ini. Hanya sering saya panggil sebagai "Pus", panggilan lazim untuk seekor kucing. Saya tak suka memberi nama kucing peliharaan seperti kebanyakan orang. Tapi untuk memudahkan cerita, selanjutnya, kucing ini akan saya sebut sebagai Yolanda.


Salah satu Foto Yolanda yang masih tersisa

Si Yolanda ini jenisnya kucing kampung, katanya. Saya sendiri ndak tahu kenapa bisa dipangil kucing kampung, padahal setahu saya, kucing model Yolanda ini juga sering saya temukan di kota-kota besar, bukan hanya di kampung-kampung.

Yolanda ini kelihatannya memang kucing binal dan genit. Doyan kawin, dan mudah sekali hamilnya. Subur sekali. Mungkin ini salah saya karena ndak pernah mengajak dia konsultasi dengan bidan ahli kontrasepsi.

Saking seringnya Yolanda hamil, saya sampai pernah dapat momen untuk mengabadikan detik-detik proses persalinannya. Bahkan sempat pula saya posting di Tumblr saya.


Bagi yang ndak kuat atau ndak tega, sila lambaikan tangan ke kamera

Setiap kali Yolanda melahirkan, nenek saya selalu melarang untuk memelihara seluruh anak kucingnya, sehingga setelah dirasa cukup besar, anak-anaknya lantas diberikan kepada tetangga yang sudi merawatnya. Ketentuan ini berlaku sampai beberapa kali lahiran.

Sekitar setahun yang lalu, Yolanda mati, dugaan saya, Yolanda keracunan. Kematian Yolanda membuat saya begitu terpukul. Betapa tidak, ia mati dengan begitu mengenaskan, setelah sempat muntah-muntah dan kejang, Yolanda ini lalu kabur entah kemana, dan tiga hari berselang, Yolanda ditemukan sudah meregang nyawa, dengan kondisi sebagian kepalanya sudah habis, kemungkinan dimakan tikus. Kondisi yang sangat mengerikan, saya sampai tak tega melihatnya, adik saya bahkan sampai menangis sejadi-jadinya. Saking ngerinya kondisi jasad Yolanda, saya sampai tak tega untuk menguburkannya, pada akhirnya, saya menyuruh tetangga saya untuk menghanyutkan jasadnya di sungai.

Itu adalah pertama kalinya saya begitu terpukul karena kehilangan kucing.

Dulu saya pernah menganggap bahwa pria yang menangis karena kucingnya mati itu adalah pria yang lebay, namun setelah saya sendiri mengalaminya, agaknya saya jadi mengerti, betapa sedihnya kehilangan hewan peliharaan yang sudah lama dipelihara, bahkan sudah dianggap seperti anggota keluarga sendiri.

Gusti Alloh rupanya tak membiarkan saya bersedih berlarut-larut, Tak berselang lama setelah kematian Yolanda, saya mendapatkan kucing baru yang bisa saya pelihara. Kucing ini adalah kucing neko, alias kucing yang tiba-tiba mampir dan kemudian betah tinggal di rumah saya.

Ndilalah kelir bulu dan postur tubuh Kucing baru ini sama persis dengan Yolanda, Yaitu kembang Telon, alias tiga warna (coklat, hitam, putih)

Salah satu tetangga bahkan ada yang bilang kalau Kucing baru ini adalah anaknya Yolanda. Entah benar atau tidak, namun saya sedikit banyak percaya, karena dalam edisi lahiran beberapa waktu yang lalu, Yolanda memang sempat melahirkan anak yang warnanya sama persis.


Yolanda bersama anak-anaknya

Sama seperti pendahulunya, Si Kucing baru inipun tidak pernah saya beri nama, hanya sering saya panggil dengan panggilan "Pus", namun sekali lagi, untuk memudahkan cerita, kedepannya si kucing baru ini akan saya sebut sebagai Bunga.

Berikut ini adalah beberapa penampakan si Bunga


Gugahen jam papat esuk yo mas, meh subuhan aku.


Bahkan tidur pun mengambil posisi kuda-kuda, sungguh Kucing yang defensif


Piye mas, seh penak ngeongku tho?

Bunga adalah salah satu kucing terlama yang pernah saya pelihara, Saya banyak menghabiskan waktu saya di rumah bersama Bunga. Saya bahkan menuliskan bab khusus tentang Bunga di buku saya Jomblo Tapi Hafal Pancasila.


Kisah si Bunga di Buku Jomblo Tapi Hafal Pancasila


Kalau sudah bersama Bunga, dunia serasa milik berdua (yang lain cuma ngontrak)

Seperti pendahulunya, Yolanda, Bunga ini rupanya juga mudah sekali hamil. Begitu subur, mungkin tak kalah binal dan genit dibandingkan Yolanda.

Namun jelas, setiap kali Bunga melahirkan, saya tak bisa memelihara seluruh anak-anaknya, karena seperti kebiasaan lama, setiap anak-anak Bunga yang lahir dan beranjak dewasa, maka harus diberikan kepada tetangga yang berkenan untuk merawatnya.

Jadi untuk jangka waktu yang lama, bisa dibilang, saya hanya memelihara bunga seorang, sedangkan belasan anak-anak bunga yang pernah lahir hanya saya pelihara sampai minimal sudah tidak nyusu lagi, karena selanjutnya akan diberikan kepada tetangga atau kawan yang sudi merawatnya.

Dalam salah satu kesempatan, Bunga melahirkan anak dengan kelir bulu seperti dirinya, yaitu kembang Telon. Saya merengek kepada nenek saya agar kali ini diperbolehkan untuk memelihara si anak kucing Kembang Telon ini. Dan alhamdulillah, nenek mengizinkan. Entah mengapa, saya selalu merasa punya chemistri tersendiri dengan kucing yang punya kelir kembang telon.

Jadilah sejak itu, saya resmi memelihara dua ekor kucing (yang permanen), Bunga, dan -sebut saja- Bunga Junior.


Bunga bersama Bunga Junior, beberapa hari setelah proses kelahiran


Tatapanmu itu lho, mencurigakan, rumangsamu kowe ayu po?


Akur dalam kebersamaan, salah satu indikasi keluarga harmonis tanpa konflik


Give me your hottest and wettest kiss, baby !!


Tetaplah dalam kedamaian, Kandhani og


Sini nak, biarkan ibu memelukmu erat, aku tak ingin bajingan itu melukaimu


Kadang saya berimajinasi, Mungkin inilah asal-usul logo Mozilla Firefox


Memang benar, Buah jatuh ndak jauh dari pohonnya


Karena Torabika diciptakan untuk seluruh makhluk.

Oh ya, saya hampir lupa cerita, saya punya satu lagi kucing peliharaan tetap. Dia adalah satu-satunya kucing peliharaan yang punya kelir bulu bukan kembang telon. Kucing berwarna coklat ini saya temukan di jalan, kondisinya begitu kumal dan kusut. Besar kemungkinan, dia sengaja dibuang oleh pemiliknya.

Sewaktu saya temukan, dia begitu lapar, sampai-sampai nasi putih yang saya hidangkan di hadapannya ia lumat habis tak bersisa, tandas. Oh ya, Untuk memudahkan cerita, kedepannya, akan saya sebut kucing ini dengan nama panggilan "Jane".


Jane, beberapa saat setelah saya temu

Saya bawa Jane ini ke rumah, lalu saya suruh adik saya untuk memandikannya. Yah, minimal agar tampilan kumal nya berkurang sedikit, jadi biar ndak kelihatan gembel-gembel amat.

Kali itu, saya lagi-lagi memberanikan diri untuk memohon kepada nenek dan emak agar diperbolehkan memelihara si Jane, dan agaknya, wajah melas saya masih cukup ampuh dan persuasif. Saya diizinkan untuk memelihara Jane sampai besar.

Ndilalah, Jane ini kucing yang nurut dan cepat beradaptasi dengan lingkungan. Bahkan tak sampai hitungan jam, Jane sudah bisa akrab dengan Bunga Junior, dan sudah mau bermain bersama serta berbagi makanan.


Bermain dan beradu cakar dengan Bunga Junior yang statusnya lebih senior


Berbagi makanan, salah satu penerapan pelajaran PMP: Tenggang rasa

Yang paling membuat gemes adalah, Jane ini suka sekali tidur di sela-sela kedua kaki saya. Jadi gini, Karena komputer saya komputer lesehan, jadi setiap kali komputeran, saya harus duduk bersila. Nah, biasanya kalau sudah agak malam, si Jane ini biasanya ndesel numpang tidur di sela-sela kaki saya.


Ndesel-ndesel, mencari celah yang bisa dimasuki

Mungkin ini bentuk baktinya kepada saya karena telah memungut dan merawatnya... Mungkin lho ya, mungkin.

Nah, kehadiran si Jane ini membuat saya terpaksa meralat pernyataan saya di atas tentang jumlah kucing yang saya pelihara. Jadi dengan adanya si Jane, maka jumlah kucing yang saya pelihara permanen adalah 3 ekor: Bunga, Bunga junior, dan Jane.

***

Bersambung ke Part 2
Salam Pramuka!
Perkemahan Pramuka Salaman Binangun yang berlangsung tanggal 5 – 7 September 2014 berlangsung cukup meriah. Tempat yang luas memberikan rasa nyaman bagi semua peserta perkemahan. Terlebih karena dua regu putra putri dalam satu sekolah dijadikan satu lokasi. Hal ini memudahkan koordinasi sekolah masing-masing kepada peserta perkemahan.
Agenda tahunan yang diselenggarakan di lapangan tembak Plempungan ini tentunya memberikan kesan tersendiri bagi SDN Salaman 1. Selain dari bentuk tendanya yang bermodel baru, sampai pada fasilitas perkemahan yang meminjam milik AKMIL Magelang.
Selamat para peserta dari SDN Salaman 1, walaupun baru memperoleh juara harapan, semangat harus tetap menyala. Juara bukanlah tujuan. Teruslah maju, tingkatkan kreatifitasmu!!! Jossss!
Foto-foto kegiatan:











































Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang

Di suatu siang yang panas, sembari mengantri mie ayam, terbesitlah hasrat untuk menikmati gorengan yang melambai dari balik gerobak disebrang sana. Sayapun memutuskan membeli beberapa jenis gorengan seperti tahu dan tempe gembus sebagai pelengkap mie ayam. Tak ada yang aneh dari gorengan tersebut, semua tampak nikmat, gurih-gurih nyoy, dan masih hangat. Tetapi ada satu hal yang menyita perhatian saya, yaitu bungkus gorengan.

Bungkus gorengan tersebut adalah fotokopi ijazah SMP seorang warga kabupaten Magelang tahun ajaran 2011/2012. Entah kenapa rasanya hati saya langsung cenat-cenut tidak karuan saat memandang foto seorang remaja yang masih kinyis-kinyis terpampang di bungkusan tersebut, meskipun hasrat menikmati tempe gembus masih memuncak. Padahal, bukan kali pertama saya melihat hal ini. Ya, memang hanya selembar kertas fotokopi yang harganya mungkin tidak lebih dari 200 rupiah, tetapi kalau dibayangkan, untuk mendapat ijazah aslinya saja butuh uang berjuta-juta dan waktu bertahun-tahun, bukan?. Terus, piye rasane nek kopian ijazahmu dadi bungkus gorengan?. Tahu sendiri kan di ijazah tersebut ada namamu, nama orangtua, nama sekolah, tanggal lahir, dan beberapa data penting lain. Pantaskah?.

Hal ini cukup membuat saya parno. Tak terbayang seandainya fotokopi ijazah yang saya gunakan untuk melamar kerja atau lainnya yang menurut pihak bersangkutan sudah tidak terpakai, lalu dijual ke pengepul, dan tiba-tiba saya atau oranglain melihatnya menjadi pembungkus gorengan, bah….. sakitnya tuh disini *tunjuk dada kiri*.

“Eh Ki, tadi aku lihat kamu lho!”

“Oh ya? dimana cuy?”

“Di bungkus gorengan”

“Lha kok iso?”

“Lha wong bungkus gorengannya fotokopi ijazah kamu kok”

Jleb jleb jleb…… ngga elit banget gitu lhoooo. Sakiiiit..

Apalagi untuk ababil yang doyan ngece nama orangtua. Ketahuan deh nama orangtuanya siapa. Beuh..

Kok ya rasanya kurang pantas jika fotokopian berkas penting menjadi bungkus gorengan, kacang rebus, dan bungkus-bungkus apapun.

Secuil saran untuk perusahaan, sekolah, atau perorangan yang menemukan tumpukan fotokopian berkas penting, alangkah baiknya jika berkas-berkas yang sudah tidak terpakai tersebut dibakar saja daripada dijual ke pengepul. Kalau mau dijual, jual saja tumpukan revisi skripsi yang sudah tidak terpakai toh lebih bermanfaat (bisa makan gorengan sambil belajar flowchart misalnya). Atau dijadikan bubur kertas dan dibuat kerajinan. Sama-sama menghasilkan uang dengan cara yang lebih kreatif kan?.

Sudahlah, ini sekedar celotehan disaat selo saja. Terlepas dari kontroversial atau bukan biarlah kacamata masing-masing yang menilainya, saya mau berburu mie ayam saja. Ojo serius-serius banget toh lek.

Menentukan KTA Terbaik Untuk Kelangsungan Masa Depan
Semakin kompleksnya kehidupan manusia, menyebabkan semakin tinggi pula kebutuhan manusia akan hal-hal yang dulunya hanya dianggap sebagai keperlun sekunder. Meningkatnya kebutuhan ini, tentu saja diiringi oleh meningginya biaya hidup seseorang. Keterbatasan seseorang akan penghasilan, dan tentu saja membuatnya memutar otak untuk dapat memenuhi biaya hidup yang meninggi. Bagi yang mempunyai modal besar, masalah ini adalah sebuah peluang usaha untuk membuat KTA terbaik yang dapat dimanfaatkan oleh semua orang.

KTA atau yang sering disebut sebagai kredit tanpa agunan adalah sebuah fasilitas yang saat ini dimiliki oleh perbankan di Indonesia, untuk menyediakan jasa pembiayaan bagi pribadi ataupun badan tanpa menggunakan jaminan atas kepemilikan suatu aset maupun inventaris atau agunan dalam bahasa perbankan. Saat ini, banyak bank-bank di Indonesia yang mempunyai fasilitas KTA ini sehingga membuat para calon nasabah bebas untuk menentukan mana yang paling baik untuk di apply. Tapi dengan banyaknya fasilitas KTA tersebut juga harus membuat anda berhati-hati, karena tidak semua kredit tersebut sesuai dengan anda.

Berikut ini akan disodorkan beberapa hal yang patut anda pertimbangkan, ketika anda memutuskan
untuk memilih KTA terbaik untuk membiayai kebutuhan mendesak anda. Sehingga anda tidak merasa terbebani atas keputusan anda mengambil kredit tersebut, pun juga tidak akan merepotkan anda di kemudian hari.

Memilih Prioritas Kebutuhan

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah menentukan prioritas kebutuhan anda. Tidak semua
kebutuhan harus mendapat pembiayaan dari fasilitas kredit. Beberapa kriteria dari prioritas kebutuhan
yang memang layak untuk dibiayai fasilitas kredit adalah:

   - Kebutuhan sangat mendesak (misalnya saja keperluan anak kuliah atau sekolah, perbaikan rumah
     yang memang segera memerlukan penanganan dll);
   - Jumlah biaya yang dibutuhkan relatif besar bila dibandingkan dengan jumlah uang yang ada di             rekening tabungan anda saat ini;
   - Kebutuhan yang diperuntukkan kelangsungan hidup maupun usaha anda.
    
Jangka Waktu Kredit Yang Sediakan

Setelah menentukan kebutuhan mana yng jadi prioritas utama, anda harus memperkirakan jangka waktu yang disediakan oleh pemberi kredit. Semakin panjang jangka waktu yang diberikan maka, semakin ringan angsuran yang harus anda tanggung tiap bulan dan tentu saja anda juga lebih leluasa untuk memenuhi kebutuhan lain setelah dikurangi jumlah angsuran yang anda harus bayar. Beberapa pemberi kredit yang bisa anda pertimbangkan seperti :

  - CIMB Niaga, memberikan waktu maksimal pinjaman sampai dengan 4 tahun saja;
  - Standard Chartered Bank, memberikan keleluasaan angsuran sampai dengan limit 5 tahun;
  - Bank Mandiri, memberi jangka waktu maksimum angsuran sampai dengan 5 tahun.

Besaran Nominal Maksimal Yang Bisa Dikucurkan

Tidak semua bank mampu mengucurkan dana pembiayaan sesuai dengan yang anda inginkan, mereka tentu saja melihat dari kemampuan anda secara finansial melalui dokumen administrasi yang anda lampirkan ketika melakukan apply kredit. Namun secara aturan, penyedia kredit juga memiliki limit tertentu atas nominal yang akan mereka berikan. Ada yang hanya sampai puluhan juta, namun juga banyak yang memberikan limit sampai dengan ratusan juta rupiah. Beberapa bank yang patut anda pertimbangkan untuk dipilih karena mempunyai limit kredit tinggi adalah:

  - Bank Mandiri, Standard Chartered, CIMB Niaga mampu menyediakan dana segar pembiayaan
    kepada anda sampai dengan Rp. 200 juta. Tentu saja apabila anda dianggap mampu memenuhi
    syarat yang mereka tentukan;
 - HSBC mampu memberikan uang pembiayaan kepada anda maksimal hanya senilai Rp. 125 juta.

Aku tak bisa

-

Vampir Magelang | @BosVampir

on 2014-9-09 12:10pm GMT

 Aku tak bisa tertawa pada humor yang sama. Aku tak bisa sedih pada kepedihan yang sama. Tapi aku selalu jatuh cinta pada orang yang sama; kamu.

The post Aku tak bisa appeared first on Vampir Magelang | @BosVampir.

Kucing merupakan hewan yang sangat lazim untuk dipelihara kebanyakan orang selain anjing dan burung. Selain lucu dan menggemaskan kucing memiliki daya tarik tersendiri bagi peminatnya. Kucing bisa membuat pemiliknya menjadi rileks dan senang dengan memelihara kucing. Tidak sedikit juga yang menjadi hobi kucing sebagai penghasilan tambahan mengingat kucing memiliki harga yang relatif tinggi untuk beberapa […]

Lebih lengkap artikel tentang "Magelang Beloved Cats (MBC), Komunitas Pecinta Kucing di Magelang" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Senerek1Tidak semua hal peninggalan bangsa penjajah selalu jelek bagi bangsa yang pernah dijajahnya. Pernah mendengar kata senerek? Konon senerek berasal dari kesleonya lidah wong Jowo ketika menyebutkan kata snert. Snert dalam bahasa Belanda berarti kacang polong hijau. Jenis kacang ini dimasak menjadi menu snert soup untuk menghangatkan badan pada musim dingin. Menu ini turut dibawa ke Nusantara pada saat tuan-tuan menir dan noni-noni Belande menjajah negeri kita.

Adalah Magelang, sebuah kota yang sengaja dirancang untuk mendidik calon militer Belanda. Di Kota Tentara pada dataran tinggi yang beriklim sejuk ini para Bule Londo tersebut tentu saja merasa kangen dengan menu sajian di kampung halaman Holand. Mereka teringat snert soup, maka dikenalkanlah sop istimewa ini dalam sajian-sajian menu keseharian maupun di kala pesta dansa-dansi para noni. Menu snert soup dibuat dari kacang polong rebus yang dipadukan dengan irisan daging babi lengkap dengan kuah kaldunya, ditambah dengan irisan kentang, wortel, dan bawang bombai.

Lambat laun, tentu saja melalui juru masak warga pribumi, terjadilah pribumisasi menu snert soup tersebut. Ketiadaan kacang polong sebagaimana yang banyak terdapat di wilayah Holand digantikan dengan kacang merah. Unsur daging dan kaldu babi yang haram bagi sebagian besar wong Jowo yang menganut Islam diganti dengan daging dan kaldu sapi atau ayam. Kata snert-pun dilipat dengan lidah Jawa menjadi senerek. Maka kacang merah dengan bintik-bintik merah tua hingga merah marun disebut sebagai kacang senerek.

Senerek2Secara lengkap dalam menu sop senerek, di samping tentu saja unsur kacang senerek, sop ini dilengkapi dengan irisan atau suwiran daging. Kita dapat memilih antara daging sapi atau daging ayam sesuai dengan selera masing-masing. Menemani daging, hadir pula rebusan daun bayam hijau, irisan wortel dipadu dengan gurih dan harumnya bawang merah goreng yang digelar sepapan di atas hamparan nasi putih yang menggugah citarasa. Semua komposisi nasi sop senerek direndam dalam kuah kaldu gurih yang akan semakin memancing selera bersantap kita. Hidangan mantap ini semakin terasa menggigit lidah karena dihadirkan dari proses masak yang sepenuhnya menggunakan perapian kayu bakar yang menambah sensasi rasa alami. Ah, tentu saja rasane makyuss habis wis!

Sop kacang senerek kini menjadi menu kuliner khas Kota Magelang. Diantara warung makan penjual sop senerek, adalah warung senerek Bu Atmo merajai menu ini di Magelang. Tidak saja bagi masyarakat lokal Magelang, senerek Bu Atmo sudah kondhang-kaloka alias terkenal hingga ke luar daerah. Jangan merasa pernah singgah atau pergi ke Kota Magelang jika belum sempat merasakan nikmatnya sajian sop senerek Bu Atmo.

Senerek3 Senerek4

Penasaran dengan warung senerek Bu Atmo, monggo mampir di bilangan deretan warung yang berada di Jalan Mangkubumi, kawasan Jendralan, Kota Magelang. Tidak sulit menemukan lokasi tempat ini karena keberadaannya sangat dekat dengan Gedung Eks Karesidenan Kedu yang memiliki nilai sejarah sebagai tempat dilakukaknnya perundingan antara Pangeran Diponegoro dan Jenderal de Kock yang mengakhiri Perang Jawa (1825-1830).

Bu AtmoWarung Bu Atmo buka melayani para penggemar sop senerek khusus pada jam pagi hingga sore hari, biasanya antara pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Makan kenyang, penuh paduan protein nabati dan hewani yang berimbang, menjadikan sop senerek sangat baik untuk kesehatan tubuh kita. Sebagai hidangan pendukung, disajikan pula lauk-pauk berupa tempe bawang goreng, tahu bacem, sate usus dan jeroan, plus krupuk yang mak kriuk. Hidangan semakin lengkap jika ditemani srutupan es beras kencur yang seger meger-meger. Menu ini akan paling cocok untuk bersantap di kala gerahnya suasana tengah hari.

Di samping menu utama sop senerek, di warung Bu Atmo juga menyediakan menu lain, seperti nasi rames, brongkos dan gudeg. Semua hidangan dimasak secara tradisional menggunakan perapian dari kayu bakar yang alami. Tindak Magelang, atau sempat singgah, bahkan sekedar lewat Magelang, jangan pernah ragu untuk menikmati sajian khas sop senerek di Warung Bu Atmo Kawasan Jendralan. Monggo sedoyo!

Senerek5Ngisor Blimbing, 8 September 2014

Warung Sop Serenek Bu Atmo
Jl Mangkubumi No 3 Magelang Jawa Tengah 085868201616

Carut marutnya Pemerintahan Dusun Seneng I Banyurojo Mertoyudan Magelang tempat dimana saya lahir, tinggal dan besar, membuat beberapa pejabat pemerintahan sekelas RT dan RW saling bertukar pikiran bagaimana supaya pemerintahan Dusun yang ada dapat sehat kembali pun tak ada Kepala Dusun seperti saat ini lantaran harus di tunjuk PJ sementara.

Obrolanku bersama seorang kawan mengerucut, bagaimana cara yang tepat melengserkan posisi kepemimpinan Kadus saat ini atas sebab yang nyata merugikan warga dan terang mendzalimi seluruh masyarakat yang di pimpinnya dengan kesalahan yang kembali diulang. Huusst…jangan anggap ini pemberontakan atas manhajnya para khawarij !, karena upaya damai dengan landasan kebaikan dan sabar telah ditempuh dimana siempunya jabatan masih ndableg dan enggan untuk diajak maju menuju kebaikan seperti yang diinginkan warga.

Apa saja beberapa hal yang jelas-jelas merugikan warga dan mendzalimi masyarakat ? Silahkan Sampeyan tanyaken ke warga Dusun Seneng 1 Banyurojo yang semoga saja mereka mau berkata jujur dengan apa yang di rasakan, dilihatnya, dan kerap di bicarakannya bersama para warga lainnya atas fakta yang terjadi.

Oiya, baru-baru ini info Bantuan Propinsi turun senilai Rp. 40 Juta dimana sosialisasinya kepada warga masih mengkal hingga masyarakat awam terhadap informasi terkait.

Tak ingin gegabah serta tonjolkan nafsu yang ada, terbesit keinginan belajar bagaimana prosedural terhadap seluk beluknya dan Hukum Online membantu dalam memahami beberapa masalah terkait apa yang kami bicarakan malam ini.

Pramesti, S.H dalam Hukum Online menjelaskan pengertian Dusun dapat kita jumpai dalam Pasal 1 huruf c Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa (“UU Pemerintahan Desa”):

“Dusun adalah bagian wilayah dalam Desa yang merupakan lingkungan kerja pelaksanaan pemerintahan Desa.”

Kemudian, di dalam Pasal 16 ayat (1) UU Pemerintahan Desa disebutkan bahwa untuk memperlancar jalannya pemerintahan Desa dalam Desa dibentuk Dusun yang dikepalai oleh Kepala Dusun sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri.

Dari ketentuan-ketentuan tersebut dapat kita ketahui bahwa Dusun merupakan bagian dari desa yang dipimpin oleh Kepala Dusun yang membantu tugas-tugas pemerintahan Desa, dimana Kepala Dusun itu sendiri adalah unsur pelaksana tugas kepala Desa dengan wilayah kerja tertentu yang diangkat dan diberhentikan oleh Camat atas nama Bupati/Walikota madya Kepala Daerah Tingkat II atas usul Kepala Desa (Pasal 16 ayat (1) dan ayat (2) UU Pemerintahan Desa).

Karena itulah atas sebab Kepala Dusun diangkat dan diberhentikan oleh Camat atas nama Bupati/Walikota madya Kepala Daerah Tingkat II atas usul Kepala Desa, maka upaya prosedural untuk melengserkan Kepala Dusun haruslah dengan mengajak warga masyarakat bersama unsur pemerintah yang ada (RT serta RW) STOP serentak dalam bekerja, hingga Kepala Desa / Lurah saat ini mau untuk memfasilitasi keinginan warganya yang berujung pemberhentian Kepala Dusun oleh Camat atas nama Bupati/Walikota madya Kepala Daerah Tingkat II dengan rekomendasi Kepala Desa / Lurah, dan menunjuk PJ Kadus untuk mengisi kekosongan sementara.

Apakah dapat berjalan dengan lancar ?, berharap semoga demikian tentunya dalam iringan doa dibarengi liputan berbagai media tersebut koran, juga update kicauan Twitter serta status facebook yang kian ramai disusul tulisan online via blog atau website.

_______

Sebelumnya hal serupa pernah terjadi, eh..di ulang kembali. Yah, sekedar upaya nyata yang berharap kampungku makin sejahtera, adil, aman dan sentausa dalam kepemimpinan Kepala Dusun yang penuh iman serta taqwa di masa depan. Akhir kalimat, Kadus lama istirahatlah…jangan kau tumpuk dosa dengan keserakahan juga pendzaliman warga yang seakan engkau menutup mata atas kejadian selama ini pun terus kau ulang-ulang tanpa terlihat beban.

(Ngisor Rambutan, 9 September 2014 / Sepertiga malam akhir)

Senerek1Tidak semua hal peninggalan bangsa penjajah selalu jelek bagi bangsa yang pernah dijajahnya. Pernah mendengar kata senerek? Konon senerek berasal dari kesleonya lidah wong Jowo ketika menyebutkan kata snert. Snert dalam bahasa Belanda berarti kacang polong hijau. Jenis kacang ini dimasak menjadi menu snert soup untuk menghangatkan badan pada musim dingin. Menu ini turut dibawa ke Nusantara pada saat tuan-tuan menir dan noni-noni Belande menjajah negeri kita.

Adalah Magelang, sebuah kota yang sengaja dirancang untuk mendidik calon militer Belanda. Di Kota Tentara pada dataran tinggi yang beriklim sejuk ini para Bule Londo tersebut tentu saja merasa kangen dengan menu sajian di kampung halaman Holand. Mereka teringat snert soup, maka dikenalkanlah sop istimewa ini dalam sajian-sajian menu keseharian maupun di kala pesta dansa-dansi para noni. Menu snert soup dibuat dari kacang polong rebus yang dipadukan dengan irisan daging babi lengkap dengan kuah kaldunya, ditambah dengan irisan kentang, wortel, dan bawang bombai.

Lambat laun, tentu saja melalui juru masak warga pribumi, terjadilah pribumisasi menu snert soup tersebut. Ketiadaan kacang polong sebagaimana yang banyak terdapat di wilayah Holand digantikan dengan kacang merah. Unsur daging dan kaldu babi yang haram bagi sebagian besar wong Jowo yang menganut Islam diganti dengan daging dan kaldu sapi atau ayam. Kata snert-pun dilipat dengan lidah Jawa menjadi senerek. Maka kacang merah dengan bintik-bintik merah tua hingga merah marun disebut sebagai kacang senerek.

Senerek2Secara lengkap dalam menu sop senerek, di samping tentu saja unsur kacang senerek, sop ini dilengkapi dengan irisan atau suwiran daging. Kita dapat memilih antara daging sapi atau daging ayam sesuai dengan selera masing-masing. Menemani daging, hadir pula rebusan daun bayam hijau, irisan wortel dipadu dengan gurih dan harumnya bawang merah goreng yang digelar sepapan di atas hamparan nasi putih yang menggugah citarasa. Semua komposisi nasi sop senerek direndam dalam kuah kaldu gurih yang akan semakin memancing selera bersantap kita. Hidangan mantap ini semakin terasa menggigit lidah karena dihadirkan dari proses masak yang sepenuhnya menggunakan perapian kayu bakar yang menambah sensasi rasa alami. Ah, tentu saja rasane makyuss habis wis!

Sop kacang senerek kini menjadi menu kuliner khas Kota Magelang. Diantara warung makan penjual sop senerek, adalah warung senerek Bu Atmo merajai menu ini di Magelang. Tidak saja bagi masyarakat lokal Magelang, senerek Bu Atmo sudah kondhang-kaloka alias terkenal hingga ke luar daerah. Jangan merasa pernah singgah atau pergi ke Kota Magelang jika belum sempat merasakan nikmatnya sajian sop senerek Bu Atmo.

Senerek3  Senerek4

Penasaran dengan warung senerek Bu Atmo, monggo mampir di bilangan deretan warung yang berada di Jalan Mangkubumi, kawasan Jendralan, Kota Magelang. Tidak sulit menemukan lokasi tempat ini karena keberadaannya sangat dekat dengan Gedung Eks Karesidenan Kedu yang memiliki nilai sejarah sebagai tempat dilakukaknnya perundingan antara Pangeran Diponegoro dan Jenderal de Kock yang mengakhiri Perang Jawa (1825-1830).

Bu AtmoWarung Bu Atmo buka melayani para penggemar sop senerek khusus pada jam pagi hingga sore hari, biasanya antara pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Makan kenyang, penuh paduan protein nabati dan hewani yang berimbang, menjadikan sop senerek sangat baik untuk kesehatan tubuh kita. Sebagai hidangan pendukung, disajikan pula lauk-pauk berupa tempe bawang goreng, tahu bacem, sate usus dan jeroan, plus krupuk yang mak kriuk. Hidangan semakin lengkap jika ditemani srutupan es beras kencur yang seger meger-meger. Menu ini akan paling cocok untuk bersantap di kala gerahnya suasana tengah hari.

Di samping menu utama sop senerek, di warung Bu Atmo juga menyediakan menu lain, seperti nasi rames, brongkos dan gudeg. Semua hidangan dimasak secara tradisional menggunakan perapian dari kayu bakar yang alami. Tindak Magelang, atau sempat singgah, bahkan sekedar lewat Magelang, jangan pernah ragu untuk menikmati sajian khas sop senerek di Warung Bu Atmo Kawasan Jendralan. Monggo sedoyo!

Senerek5Ngisor Blimbing, 8 September 2014

Warung Sop Serenek Bu Atmo
Jl Mangkubumi No 3 Magelang Jawa Tengah 085868201616


Filed under: Jagad Magelangan Tagged: kuliner khas Magelang, sop senerek, warung Bu Atmo Magelang

Smart phone or smart user

-

Mastop Story

on 2014-9-08 2:05pm GMT

Perkembangan teknologi ponsel memang sudah berkembang dengan begitu pesatnya. Saat ini kita bisa menemukan berbagai jenis ponsel. Dan tentunya kita bisa menemukan ponsel dengan tingkat kecanggihan yang luar biasa.

Namun sayangnya masih banyak orang yang tak begitu paham bagaimana cara mengoptimalkan kecanggihan yang disematkan kedalam ponsel tersebut. Kebanyakan dari mereka tersebut hanya mengutamakan gaya terlebih dahulu. Ini sangat disayangkan fitur canggih yang ada dalam ponsel tersebut hanya sebagai pajangan saja.

Namun ada juga sebagian yang mampu mengoptimalkan kemampuan ponselnya. Mungkin ponsel yang digunakanya hanya biasa saja. Namun karena dia mengoptimalkan kemampuan ponselnya maka bisa saja ponselnya akan menjadi lebih canggih daripada ponsel yang mahal.


image


Baca catatan buku yang lain: BUKU

Berfikir kreatif adalah sebuah ketrampilan. Seperti halnya ketrampilan-ketrampilan yang lain, ketrampilan berfikir pun bisa dilatih. Berbagai metode berfikir untuk melahirkan ide-ide kreatif disampaikan oleh para ahli berfikir. Salah satunya metode yang diuraikan oleh Robert W. Olson.

Saya membeli buku ini ketika masih sekolah SMA dulu, lebih dari 20 tahun yang lalu. Saya baca dan coba saya praktekkan. Menarik. Saya perlu mencoba berulang2 dan bertahun2 agar terbiasa mempraktekannya. Buku itu pernah ‘raib’ entah ke mana, sampai saya menemukan kembali pada tahun 2000 di sebuah pameran buku. Alhamdulillah.

Buku ini menarik karena metodenya mudah dipraktekkan. Berbeda dengan buku2 Erward D. Bono yang sulit bagi saya untuk mempraktekannya.

Buku ini diawali dengan konsep tentang kreatif. Definisi kreatif bisa saja berbeda2 untuk setiap orang, setiap bangsa, mungkin juga setiap kepala. Mengapa ada orang yang dijuluki kreatif? Kemudian apa yang disebut apa yang disebut ide kreatif.

Bahasan berikutnya adalah hambatan2 untuk berfikir kreatif. Seringkali hambatan itu ada di dalam diri kita sendiri. Parahnya sulit bagi kita untuk mengenali dan mengetahuinya.

image

Selanjutnya adalah tentang proses kreatif yang disengaja. Banyak orang yang menyangka kalau ide2 kreatif datang dari langit atau wangsit. Proses kreatif dan ide kreatif bisa dihasilkan secara sengaja dan sadar. Proses kreatif bisa dilakukan secara individu, kelompok, maupun perusahaan. Itulah tujuan utama buku ini.

Buku ini menguraikan tentang katalisator untuk merangsang dan melahirkan ide-ide kreatif. Robert menyebutnya sebagai Katalisator 4 M.

Jika Anda ingin tahu apa itu 4M. Bacalah buku ini……hehehehe….
Selamat membaca.
 


Nilai mapel Sejarahku tak pernah lebih dari 7. Itu karena aku dipaksa mengingat sejarah hidup orang lain, bangsa lain. Yang mungkin mereka sendiri telah lupa. Kau pun kelak ‘kan melupakan sejarahmu sendiri. Dan bila saat itu tiba, datanglah padaku. Aku ingat semua tentangmu. Karena, telah kuhabiskan masa depanku untuk menyusuri masa lalumu. Aku mengenali semua […]

The post Nilai Sejarah appeared first on Vampir Magelang | @BosVampir.

Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengembangkan 57 obyek wisata unggulan, baik kategori alam, budaya, religi, maupun minat khusus, yang tersebar di berbagai tempat. Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah bersiap untuk melakukan pengembangan terhadap 57 objek wisata unggula baik dari wisata budaya, religi hingga wisata khusus yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Magelang. Tidak hanya Candi […]

Lebih lengkap artikel tentang "57 Objek Wisata Unggulan di Kabupaten Magelang Siap Dikembangkan" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Tim PKK Kabupaten Magelang Jawa Tengah memberikan secara gratis alat bantu penglihatan dalam bentuk kacamata kepada 113 siswa SD di daerah setempat yang mengalami gangguan penglihatan dalam kegiatan belajar mengajar. Program ini diusahakan agar berlanjut kedaerah-daerah lain khususnya di Magelang. Hal ini disampaikan oleh ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang. Para penerima bantuan kacamata ini […]

Lebih lengkap artikel tentang "Kacamata Gratis Untuk Ratusan Siswa di Magelang" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Setelah kembali ke rumah lamaku, kini saya bisa melanjutkan lagi hobi saya nanam-menanam. Ketika pertama kali pulang, banyak tanaman saya yang merana. Daun2nya menguning, kurus, dan tidak terawat. Pohon rambutan depan rumah pun daunnya banyak yang berguguran.

Saya coba rawat kembali tanaman2 itu. Daun2 yang kuning saya pangkas. Beberapa pot tanaman saya ganti tanahnya. Bebrapa keladi-keladian saya potong dan saya stek lagi. Perlahan tanaman2 itu mulai tumbuh lagi.

Saya jugan meminta beberapa tanaman dari mertua dan teman. Kadang2 cari di kebun atau ladang ketika main sepeda. Saya menanam paku tanduk rusa, paku sarang burung, suplir, dan juga kemuning. Saya juga coba tanam Zingiber. Dan minta tanaman Ficus elastica dari temen kantor.

Nah tanaman yang terakhir ini cukup unik. Kalau di kampung namanya wit Ipik atau beringin karet. Pohon ini bisa tumbuh sangat besar seperti pohon beringin.  Daunnnya mirip beringin tetepi sangat besar, hijau, dan tebal. Karena itu saya suka beringin karet ini.o

Ternyata bukan cuma saya yang suka tanaman Ficus elastica ini.  Yusuf juga senang dengan tanaman ini. Kadang Yusuf memeluknya, mengelus-elus daunnya, menciumnya dan mengajaknya mengobrol. Yusuf juga suka menyirami tanaman ini.

Sore atau malam kami biasanya duduk2 lesehan di teras rumah, bercanda, membaca buku, atau sekedar ngobrol sama anak2.

image

Membaca buku di teras depan

(Foto2 menyusul)


image

Tulisan lain tentang stevia klik di STEVIA

Stevia bukanlah tanaman asli Indonesia. Stevia yang mengandung pemanis alami ini berasal dari belahan dunia lain, Amerika Selatan. Asalnya dari distrik Amambai dan Iquaqu, yaiti daerah sekitar perbatasan Paraguay-Brazil-Argentina di Amerika Selatan. Tanaman ini tumbuh liar tetapi ada juga yang ditanam oleh penduduk setempat. Nama lokalnya adalah Caa-he-he, Caa-enhem atau Kaa he-e. Saya coba cari daerah asalnya dg Google Maps belum ketemu.

Oleh penduduk setempat stevia sudah digunakan sebagai pemanis makanan atau minuman. Mungkin bangsa-bangsa kolonial jaman dulu, termasuk Mbah Bertoni dan Mbah Rebaudi, yang ikut memperkenalkan stevia ini ke dunia luar. Hingga pada akhirnya sampai juga ke negeri kita Indonesia.

Stevia diintroduksikan ke negeri matahari terbit, Jepang, pada tahun 1970. Tanaman ini segera populer di Jepang dan kemudian menyebar ke belahan dunia lainnya. Dari Jepang stevia menyebar ke Korea, China, Taiwan, Filipina, Thailand, Malaysia, Papua Nugini, dan Indonesia.

Menurut catatan yang ada, stevia masuk ke Indonesia tahun 1977, tujuh tahun setelah masuk ke Jepang. Saya duga, di tahun2 ini stevia pastilah sedang naik daun dan gencar sekali diperkenalkan ke seluruh dunia. Entah siapa yang membawa biji stevia ini pertama kali ke Indonesia. Mungkin kalau di bongkar2 arsip deptan/badan litbang deptan bisa tahu siapa dulu yang membawa bijinya ke Indonesia.

Penanaman stevia pertama kali dilakukan di Tawangmangu, Solo.  Stevia yang ditanam berasal dari biji. Setelah ditanam ternyata banyak variasi dari tanaman stevia ini.

Lembaga yang kemudian ditunjuk untuk meneliti stevia secara mendalam adalah BPP Bogor (Balai Penelitian Perkebunan) di awal tahun 80-an. Penelitian intensif dilakukan, termasuk seleksi klon2 unggul. Tahun 1983 stevia di tanam di Garut Selatan (PT Garsela Raya). Kemudian di tanam juga di kebun percobaan Ciomas dan Pasir
Sarongge.

Stevia mengandung pemanis alami dan rasa manisnya 200-300 kali gula pasir. Namun, stevia memiliki cacat rasa yang kurang disukai konsumen, yaitu rasa langu dan sepet. Saya masih ingat ketika pertama kali minum ‘jus’ stevia sekitar 13 tahun lalu; cairannya berwarna coklat dan rasa manisnya ‘aneh’. Kalau gula pasir rasa manis diujung lidah. Gula stevia manisnya terasa di bagian tengah dan belakang lidah. Memang masih ada rasa langu dan sepet. Aneh.

Mungkin karena itu popularitas stevia kemudian menurun dan seperti lenyap di telan angin. Meskipun begitu popularitas stevia di dunia internasional masih ada dan stevia dipakai untuk produk2 makanan, minuman, dan obat/herbal.

Kini ketika penyakit diabetes banyak menyerang orang, pamor stevia mulai bersinar lagi. Penelitian stevia terus dilanjutkan dan klon2 baru dikeluarkan. Stevia klon baru lebih ‘enak’ rasa manisnya. Rasa langunya sudah berkurang drastis. Meski belum menyamai ‘enaknya’ gula pasir.

Pengolahan paska panen juga gencar dilakukan. Seduhan daun stevia tidak lagi coklat, tapi lebih mirip teh hijau. Semoga rasa manisnya semakin enak dan nikmat.

Saya menduga pamor stevia akan semakin bersinar. Apalagi kalau manisnya bisa mengantikan pemanis sintetik. Orang pintar pasti akan lebih memilih pemanis alami dan organik ini.

Sumber:
Tulisan2 lama dari Pak Amin, Pak Lalang, Pak Oskari, Pak Dedy, dan Pak Tahardi.


di alfamart A. Yani Magelang
Bagi anda yang memiliki anak balita usia 6-9 bulan dan usia 3-5 tahun, bisa mengikuti Alfamart Mom & Contest 2014 yang di adakan di beberapa kota di Indonesia. Pendaftarannya gratis, setiap peserta hanya wajib melampirkan copy Kartu AKU, Kartu Keluarga dan Akta kelahiran.

Adapun kategori yang di lombakan adalah lomba merangkak untuk anak usia 6-9 bulan, Lomba Fashion Show untuk anak usia 3-5 tahun dan Lomba Mom & Kids Fotogenik Contest untuk semua peserta.

Untuk lomba merangkak juara 1 akan mendapat Thropy, piagam, Goodiebag, uang tunai Rp.300.000.-, Juara II akan mendapatkan thropy, Goodiebag, uang tunai RP. 300.000,-, Juara III mendapat Thropy, Piagam, Goodiebag, uang tunai Rp.100.000,-, sementara untuk juara harapan 1,2 dan 3 akan mendapatkan Goodiebag.

Sementara untuk lomba fashion show,  juara  juara 1 akan mendapat Thropy, piagam, Goodiebag, uang tunai Rp.1000.000.-, Juara II akan mendapatkan thropy, Goodiebag, uang tunai RP. 750.000,-, Juara III mendapat Thropy, Piagam, Goodiebag, uang tunai Rp.500.000,-, sementara untuk juara harapan 1,2 dan 3 masing-masing akan mendapatkan uang tunai Rp.250.000,-, piagam dan  Goodiebag.

Sementara untuk lomba Mom & Kids Fotogenik Contest,  juara 1 akan mendapat Thropy, piagam, Goodiebag, uang tunai Rp.500.000.-, Juara II akan mendapatkan thropy, Goodiebag, uang tunai RP. 300.000,-, Juara III mendapat Thropy, Piagam, Goodiebag, uang tunai Rp.200.000,-, sementara untuk juara harapan 1,2 dan 3 masing-masing akan mendapatkan uang tunai Rp. 100.000,-  dan Goodiebag.

Salah satu kota pelaksanaan Mom & Kids Contest di Jawa tengah adalah kota Magelang, pelaksanaan lombanya tanggal 11 September 2014, jam 09.00 sampai selesai di Rumah Albi Alfamart A. Yani Magelang, Jl. A. Yani No. 300 Magelang, Telp 0815-8506-6314. Formulir pendaftaran bisa di dapatkan di Alfamart A. Yani Magelang dengan menghubungi crew yang sedang bertugas.

Kamu Menulis Buat Apa? (!)

-

Hamasah!

on 2014-9-07 12:10pm GMT
Konteks "menulis" di sini bukan nulis catetan pelajaran, nulis PR dari guru, melainkan nulis yang lain. Yep, nulis di sosial media, blog, atau media lain (misal koran atau majalah).
Tulisan-tulisan lahir dari pikiran, mulai dari remeh-temeh sampe nasehat-nasehat filsafatis. But, di balik itu semua, 24 jam yang lalu, saya ngetwit :
untuk apa kamu menulis? buat apa? (!)

Buat saya sendiri. Saat saya ngerjain sesuatu, seiring dengan itu muncullah pertanyaan: buat apa. Iya, buat apa? Buat apa saya capek-capek? Apakah saya sedang berjuang tapi atas nama apa?
Mungkin saja saya pengen terkenal, itu bodoh.
Mungkin saja saya pengen dapet uang, iya sih pernah kepikiran buat beli pulsa.
Mungkin saja saya iseng aja, itu buang-buang waktu.
Mungkin saja saya ngeluh, itu bodoh.
Atau apa? There's a reason. Ndak mungkin ndak ada alasan. Puncak tertinggi alasan, setelah saya pikir-pikir (emang bisa mikir ya) dan ini cuma didapet sama orang yang powerful adalah:
semua karena Allah, diniatkan untuk ibadah.

Saya tahu ini berat. Tapi, kalo saya udah sampe titik ini-ikhlas-mungkin, mungkin, smeuanya terasa mudah. Ya iya lah, kan legowo. Legowo bukan karena nerima kekalahan, namun saya ngga peduli hasilnya. Mau orang baca tulisan saya, ngehujat saya, terserah. Semua karena niat. Biar saya dan Allah saja yang tahu sebagaimana dosa, ya cuma saya dan Allah yang tahu.

Sekali lagi, mungkin, yah mungkin saja, ini pertanyaan sekaligus tanda pentung gede buat mukul diri saya. Biar tahu, apa yang sebenarnya saya kejar. Apaan emang? Dasar saya cuma makhluk hina, ngapain riya'?
Dasar hina dan bodoh.

image

Stek stevia

Tulisan lain tentang stevia klik di STEVIA

Menurut klasifikasi tanaman, stevia diklasifokasikan sebagai berikut: (sumber: wikipedia)

Klasifikasi Stevia rebaudiana

Domain: Eukaryota
Kingdom: Plantae
(unranked): Angiosperms
(unranked): Eudicots
(unranked): Asterids
Order: Asterales
Family: Asteraceae
Tribe: Eupatorieae
Genus: Stevia
Species: S. rebaudiana
Binomial name
Stevia rebaudiana
(Bertoni) Berton

Nama stevia sendiri mengabadikan dua orang ahli botani jaman baeula, yaitu Mbah Dr. Moises Bertoni (1899) dan Eyang Dr. Ovidio Rebaudi (1905).

Stevia adalah terna tahunan, berbentuk perdu basah, tingginya tidak seberama cuma sekitar 60-70 cm saja. Stevia memiliki percabangan yang banyak. Duduk daunnya berhadapan, bentuknya sederhana, lonjong dan langsing. Pinggiran daun bergerigi. Proporsi gerigi daun ada yang 1/3 sampai 3/4 bagian daun. Kromoson stevia 2n=22. Tanaman stevia ini tahan dipangkas. Setelah dipangkas akan muncul tunas2 baru.

Bunga stevia adalah aktinomorf, hermaphrodit. Mahkota bunganya berbentuk tabung. Tanaman stevia merupakan tanaman berhari pendek. Artinya tanaman stevia akan berbunga dan berbuah bila pabjang siang hari kurang dari 12 jam.

Tanaman stevia memiliki dua sistem perakaran, yaitu perakaran halus di dekat permukaan tanah dan perajaran lebat dengan akar2 yang tebal dan kasar menembus ke dalam tanah.

Sumber:
1. Wikipedia
2. Tanya Mbah Google
3. Tulisan lama Pak Amin Tjasadihardja (1982)
4. Tulisan lama dari Pak Dedy Suhendi


Senin (1/9) yang lalu Menag Lukman Hakim S resmi melepas keberangkatan Kloter Pertama Jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci, sebanyak 4.605 orang dari 11 Kloter akan mendarat pertama kali di Tanah Suci guna menunaikan Rangkaian Ibadah Haji tahun ini. Indonesia termasuk negara dengan jumlah jamaah haji terbanyak tiap tahunnya karena mayoritas umat islam dan semangat […]
Dari Pekan raya Magelang 2014
Pekan raya Magelang kembali di gelar tahun ini, dan masih seperti tahun-tahun sebelumnya Pekan raya Magelang tahun ini juga di gelar di gedung Tri Bhakti yang berada di jalan Jendral Sudirman Magelang. Pekan raya Magelang 2014 berlangsung dari tanggal 03 sampai 07 september besok.

Kebetulan tadi sore saya sempat lewat di Jalan Sudirman, dan saya sempatkan mampir sejenak melihat-lihat stand yang ada, terlihat masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. seperti stand otomotif, pakaian, buku, kuliner, elektronik, properti dan kerajinan tangan. Yang menarik untuk tahun ini salah satu peserta pekan raya Magelang adalah adanya stand Militer dari TNI Rindam IV Diponegoro Magelang. Jarang sekali institusi militer ikut pameran, apalagi yang di selenggarakan oleh sipil bukan institusi militer. 

Dan dari sekian banyaknya stand yang ada, stand militer yang banyak menarik perhatian pengunjung, karena selain jarang sekali institusi militer ikut pameran seperti pekan raya Magelang ini. Terlihat pengunjung antusias mengamati berbagai persenjataan dan peralatan tempur yang terpajang di stand pameran, di stand militer ini kita selain bisa melihat-lihat berbagai peralatan yang ada kita juga bisa bertanya tentang seluk beluk persenjatan yang ada sama bapak-bapak anggota TNI yang jaga stand militer ini. 

Stand militer di Pekan raya Magelang 2014
Bagi anda yang suka foto-foto tak perlu khawatir untuk mengambil gambar di stand militer ini, karena kita di perbolehkan untuk mengambil gambar. karena katanya menurut undang-undang masyarakat sipil tidak di perbolehkan untuk mengambil gambar di kawasan militer. TNI ikut meramaikan pekan raya Magelang tahun ini menjadi suatu yang sangat menarik.

Semoga di pekan raya Magelang tahun-tahun berikutnya pihak TNI ikut meramaikan dengan buka stand, karena Magelang terkenal selain sebagai kota Gethuk juga terkenal dengan sebutan kota Militer karena Akademi Militer berada di Magelang, yang dari Akademi Militer inilah banyak melahirkan para pemimpin negri ini salah satu contohnya adalah Pak SBY, Presiden RI yang ke-6, yang berhasil menjadi presiden dua periode berturut-turut. 

Dalam pekan raya Magelang ini pihak TNI selain menampilkan berbagai persenjataan jaman dahulu sampai yang paling moderen, juga menampilkan beberapa kendaraan perang seperti Meriam dan Panser. Bagi anda yang tertarik melihat meriam dan panser dari dekat, atau malah menaikinya. Jangan lupa datang ke Pekan raya Magelang di gedung Tri bakti, dan besok adalah hari terakhir.
Meriam dan panser di stand militer Pekan raya Magelang 2014



BTABagi warga Amerika Serikat, bahkan mungkin juga seluruh masyarakat dunia, belum sepenuhnya melupakan Black September 2001. 11 September 2001, tepat 13 belas tahun silam, sebuah tragedi kemanusiaan meluluhlantakkan simbol supremasi ekonomi dunia. Gedung Menara Kembar World Trade Center di New York, dihantam dengan dua buah pesawat terbang yang membawa korban meninggal lebih dari 3.000 jiwa. Peristiwa tersebut juga populer dituliskan sebagai tragedi 911.

Momentum tersebut seolah menjadi penanda ditabuhnya genderang perang Amerika Serikat terhadap apa yang dinamakan oleh mereka sebagai teroris. Tidak saja mengkhususkan pengejaran terhadap kelompok Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden yang konon bertanggung jawab di balik peristiwa tragedi 911, pemerintah Amerika Serikat sebagai adikuasa tunggal juga kebablasan mendendam kepada ummat Islam. Tidak sedikit masyarakat barat yang kemudian memiliki pandangan bahwa ummat Islam adalah teroris, dan agama Islam identik dengan terorisme. Sebuah pemikiran yang super ngawur dan sangat membahayakan cita-cita perdamaian dunia. Semua akibat propaganda pemerintah George W. Bush Junior.

Terkisahkan Phillipus Brown, seorang CEO sebuah perusahaan swasta yang berkantor di lantai 74 Gedung WTC Menara Utara. Pada saat kejadian yang tidak masuk akal itu terjadi, bayangkan sebuah pesawat penumpang menabrakkan diri pada sebuah gedung pencakar langit, ia tengah memulai rutinitas pekerjaannya. Seketika semua orang panik dan kebingungan oleh guncangan akibat hantaman pesawat yang menabrak. Sirine bahaya langsung meraung-raung. Peringatan dari speaker yang mengharapkan tetap tenang, tidak panik dan diam di tempat seolah tidak digubris sama sekali oleh semua orang. Semua berlangsung sangat cepat.

Dalam hitungan detik, semua orang menghambur ke tangga darurat. Sesuai dengan prosedur, dalam kondisi darurat lift gedung memang tidak akan berfungsi dan satu-satunya jalur penyelamatan adalah tangga darurat. Bisa dibayangkan, ribuan manusia kemudian saling berebut untuk turun melalui tangga darurat dalam waktu serentak dan dalam suasana kepanikan yang sangat luar biasa. Akibatnyapun menjadi sangat luar biasa. Manusia saling berebut, berdesakan, saling sikut, bahkan saling injak untuk menyelamatkan diri masing-masing.

Ada ide gila Ibrahim Hussein alias Abe, seorang karyawan baru yang baru bekerja pada hari naas itu, bersama Joane, Phillip turun lewat lift yang tersisa. Maksud hati langsung turun sampai lantai dasar, namun Tuhan menghendaki lift tertahan di lantai 50. Dengan susah payah, pintu lift berhasil dibuka, dan mereka bertiga kembali berada di ruang perkantoran. Bersamaan denga itu kembali  terjadi guncangan yang sangat hebat. Awan panas hitam legam menghambur dari atas ke bawah. Jeritan manusia-manusia yang tengah meregang nyawa sangat menyayat jiwa.

Dalam kondisi di ujung maut, tidak sedikit dari para manusia di gedung naas tersebut berada pada titik puncak putus asa. Banyak diantara mereka yang tidak memiliki pegangan kepasrahan dan keikhlasan bahwa mereka sedang menjalani jalan takdir Tuhan. Sebuah keadaan dimana tangan-tangan manusia sedemikian lemah untuk bersikap sombong akan ketentuan-Nya. Sementara di sisi lain, mereke sebelumnya sedemikian larut dalam kefanaan dunia sehingga mereka seolah akan hidup kekal dan tidak akan pernah menjumpai saat-sataa datangnya maut.  Merasa sia-sia saling berebut jalan tangga darurat, tak sedikit diantara anak manusia tersebut yang memilih berputus asa, bahkan kemudian langsung terjun bebas. Ya, mereka bunuh diri pada titik ketiadakpercayaan akan keajaiban Tuhan bagi siapapun yang dikehendakinya.

Hal yang demikian juga mendera Joane. Wanita profesional penderita asma tersebut berada pada puncak kekalutan. Ia nekad melompat melalui kaca jendela yang pecah terbuka. Meski Abe dan Phillip sudah berusaha mempertahankan genggaman tangan Joanne, namun sebuah guncangan susulan yang dahsyat tidak dapat terelakkan. Joanne jatuh bebas pada garis gaya gravitasi yang tiada terlawan.

Kembali atas kenekatan pikiran Abe, Phillips dan Abe nekad meluncur turun lewat jalur kabel-kabel instalasi gedung yang menghubungkan sistem listrik dan data antar lantai. Rupanya Tuhan masih belum mentakdirkan mereka langsung tiba di lantai dasar. Mereka berdua terdampar di lantai 10.

Setelah berhasil memecahkan tabung kaca yang membatasi jalur kabel-kabel, Abe dan Phillip dengan terpaksa harus menempuh kembali jalur tangga darurat. Masih sama sebagaimana kondisi di lantai-lantai yang lebih atas, manusia saling menumpuk dan berebut selamat juga terjadi, bahkan semakin parah. Di tengah himpitan ribuan manusia yang bertumpukan sempat terjadi guncangan dahsyat kembali. Kali ini di samping mempercepat gedung menuju keruntuhan, awan panas hitam menggelegar dan menimbulkan banyak percikan api. Abe yang senantiasa melindugi Phillip justru terterjang gumpalan api dan terjangan serpihan kaca dan materi bangunan. Akibatnya Abe mengalami luka bakar parah dan pendarahan di bagian kepalanya.

Bukannya memikirkan diri sendiri, Abe bersikeras agar Phillip segera meninggalkannya. Phillip yang bersikeras akan membopong tubuh Abe, justru dihardik. Bahkan Abe sempat mendorong dan menendang Phillip agar segera turun meninggalkannya. Abe merasa ia sudah sampai pada batas puncak ikhtiarnya kepada Tuhan.

BTA2Dengan perasaan kalut tak menentu, Phillip merasa mengkhianati pahlawan yang telah memandunya hingga mendekati titik pendaratan di lantai dasar. Abe, karyawan baru yang kebetulan seorang muslim, baginya adalah sosok manusia luar biasa yang tulus ikhlas mendahulukan keselamatan orang lain dibandingkan nyawanya sendiri. Bahkan orang lain yang baru sesaat dikenalnya pada saat-saat terjadinya tragedi naas itu. Itulah kesan mendalam Phillip terhadap Abe, terhadap seorang muslim, terhadap Islam. Islam menebar keselamatan bagi siapapun, bagi semesta alam.

Akhirnya Tuhan mentakdirkan Phillip selamat dari Tragedi 911. Dalam masa karir selanjutnya ia sukse menjadi seorang millyuner yang kemudian banyak mendermakan hartanya untuk misi kemanusiaan. Ia sadar betul bahwa supremasi WTC atas ekonomi dunia, langsung maupun tidak langsung telah merampas hak hidup banyak manusia di belahan bumi yang lain. Atas kekaguman dan rasa hutang budi terhadap Abe, ia sangat percaya dengan the power of giving.

Meski ia bukan seorang muslim, ia menjadi pengamal sedekah dan infak. Iapun sangat percaya bahwa para muslim pelaku pengeboman WTC hanyalah oknum teroris yang sama sekali berperilaku dengan nilai ajaran Islam yang sejati. Islam tidak pernah mengajarkan tindak teror. Islam bukanlah terorisme. Sebuah aksi teror adalah tindakan apapun yang melukai nilai peri kemanusiaan, siapapun pelakunya. Muslim dan Islam tidak bisa dikatakan sebagai teroris atau terorisme hanya karena ada oknum ummatnya yang melakukan tindakan teror.

Delapan tahun berlalu meninggalkan luka dan derita pagi para keluarga korban Tragedi 911. Michael Jones, suami Joanne hanyut dalam dendam kepada setiap muslim, kepada Islam. Pada saat terkabar akan dibangunnya sebuah masjid di Ground Zero, lokasi bekas WTC beridiri, ia menjadi koordintor aksi demo penolakan rencana tersebut. Baginya Islam telah merenggut orang dicintainya. Apapun yang berkaitan dengan Islam dibencinya mati-matian.

Di sisi lain, Azima istri Ibrahim Hussein, terpuruk dalam depresi ketersudutan stereotip Islam adalah terorisme, muslim adalah teroris. Ia menjadi korban masyarakat yang sinis memandang para muslim atas nama Islamphobia yang berkembang semakin akut. Ibunya, orang tua kandung yang tersisa sepeninggal ayahnya, yang seorang katholik alim, juga menjadi pengutuk Islam. Ia yang sebelumnya sudah merasa kehilangan anaknya yang terengkuh keimanan agama lain menjadi semakin tertekan hingga menderita alzaimer akut. Demi kecintaan akan ibundanya, Azima terpaksa menyamarkan hijabnya di bawah sebuah wig rambut palsu dalam kesehariannya. Sebuah pilihan hidup yang teramat berat.

Delapan tahun berlalu, Tuhan mengutus suami-istri Rangga-Hanum yang datang ke Amerika Serikat atas misi dari bosnya masing-masing. Melalui takdir Tuhan yang berliku, pada acara penobatan CNN TV Heroes, dipertautkanlah Phillip, Azima dan Michael. Melalui kisah pengakuan jujur mengenai latar belakang Phillip memilih jalan kedermawanan, hati Michael yang dibalut kebencian terhadap Islam luluh. Dendam kesumat di hatinya lenyap sudah. Dari kisah yang sama, Azima menemukan serpihan penggal akhir hayat Abe yang tetap kaffah menggenggam Islam. Mereka ditautkan dalam tali kasih cinta sejati indahnya persaudaraan anak manusia.

Di mata Hanum-Rangga, rekonsiliasi tersebut adalah sebuah keajaiban, bahkan mukjizat. Delapan tahun kesalahpahaman masyarakat barat terhadap Islam dijawab dengan tuntas oleh Tuhan melalui Azima, Phillip, dan Michael. Islam menampakkan cahaya rahmatan lil ‘alamin-nya. Islam yang cinta damai sebagaimna makna kata islam itu sendiri.

Keajaiban, ya sebuah mukjizat yang ditampakkan oleh Sang Maha Penuh Misteri. Peristiwa penampakan mukjizat itu bagaikan terbelahnya rembulan sebagai mukjizat Kanjeng Nabi Muhammad sebagai jawaban kesangsian para kafir akan dakwah dan risalah yang diembannya.

Penggalan kisah di atas merupakan bagian kisah Bulan Terbelah di Langit Amerika. Sebuah buku novel yang sangat inspiratif karya suami-istri Hanum Rais – Rangga Almahendra. Sebagai kisah yang digali dari perjalanan di New York dan Washington, Hanum ingin melanjutkan kembali misi menjadi agen muslim yang baik sebagaimana ditulisnya dalam kisah 99 Cahaya Islam di Eropa yang dituliskannya sebelumnya. Bagi mereka, kesalahpahaman bahkan kebencian masyarakat barat terhadap Islam tidak lepas dari akhlak ummat Islam. Jika setiap ummat Islam mengemban misi untuk menampilkan keluhuran akhlaknya, pasti masyarakat barat akan paham bahwa Islam sama sekali bukan terorisme, bahkan ajaran Islam sangat menentang tindakan teror siapapun pelakunya. Dengan demikian Islam akan nampak sebagai cahaya rembulan yang teduh, Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Buku Bulan Terbelah di Langit Amerika menjadi salah satu berlian berharga yang dapat memancarkan cahaya Islam ditengah gelombang jaman yang memandang Islam dan Kanjeng Nabi Muhammad dalam kelamnya kesalahpahaman atas nama fanatisme agama yang sangat sempit. Islam adalah rahmat bagi semua ummat manusia. Buku menjadi salah satu rujukan mengenai bagaimana bersikap sebagai agen muslim yang baik. Monggo dibaca kisanak.

Ngisor Blimbing, 6 September 2014


Filed under: Jagad Sastra Tagged: 911, Bulan Terbelah di Langit Amerika, Hanum Rais, Tragedi 11 September 2001, WTC

image


Baca catatan buku yang lain: BUKU

Jangan anggap remeh buku mungil ini. Meski ukurannya kecil, tapi buku ini adalah salah satu buku luar biasa. Andaikan ada penghargaan tentang buku paling laris sepanjang abad, buku yang dicetak ulang beribu-ribu kali, buku yang paling banyak dibaca, buku yang paling banyak dihafal, buku yang paling mendunia, dan buku yang paling banyak diterjemahkan, buku kecil ini layak mendapatkannya.

Buku kecil karya Imam Nawawi ini adalah salah satu karya monumental beliau. Imam Nawawi menuliskannya pada tahun 6.. H atau …. M. Artinya ditulis ….. tahun yang lalu. 

Hadits-hadits ini dikumpulkan berdasarkan sebuah hadits dari Rasulullah, bahwa Rasulullah bersabda:
“Barang siapa di antara umatku menghafal empat puluh hadits tentang agamanha maka dia akan dibangkiykan Allah pada hari kiamat bersama golongan ahli-ahli figh dan para ulama.”

Banyak ulama-ulama sebelumnya yang mengumpulkan empat puluh hadits. Namun, kita empat puluh hadits Imam Nawawi ini yang paling terkenal dan paling banyak dipelajari oleh Umat Islam di seluruh dunia.

Diceritakan oleh Ustad bahwa ketika memilih hadits-hadits yang akan dimasukkan ke dalam kumpulan hadits ini Imam Nawawi melakukan sholat istikhoroh berkali-kali. Beliau memilih dari ribuan hadist Rasulullah berdasarkan ilmu yang beliau kuasai. Namun, Imam Nawawi tetap ‘berkonsultasi’ kepada Allah untuk diberi petunjuk memilih hadits yang benar. Hadits2 di dalam buku kecil itulah hasilnya. Subhanallah.

Sungguh luar biasa amal jariyah dari Imam Nawawi itu. Pahala amal itu terus mengalir dari dulu hingga sekarang dan mungkin akan terus mengalir sampai hari kiamat nanti.


image


Baca catatan buku yang lain: BUKU

Para pecinta novel, khususnya novel triller terjemahan, mungkin tidak asing lagi dengan nama Stephen King. Ya..dia adalah salah satu penulis novel triller top. Bukunya banyak dan sebagian sudaj difilmkan. Miriplah dengan penulis/akhtor triller Alfred Hitcok.

Saya tertarik membeli dan membaca buku ini bukan karena cerita-cerita trillernya. Bahkan saya tidak punya buku novel Stephen King yang lain. Saya tertarik membaca buku ini karena isinya bukan novel dan bukan cerita horor/triller. Buku ini menceritakan tentang proses kreatif Stephen King dalam melahirkan novel-novelnya.

Gaya penulisan buku ini masih seperti gaya penulisan cerita novel. Kita seperti sedang mendengarkan Stephen King bercerita tentang dirinya sendiri. Di awali dengan kecelakaan yang dialaminya yang membuat dia mesti terbaring di tempat tidur. Pada saat itulah dia menulis buku ini.

Di rak buku saya ada beberapa buku tentang menulis. Sebagian saya yang membelinya dan sebagian lagi istri saya yang membeli. Kalau buku2 lain isinya ‘pelajaran menulis’ atau ‘tips-tips menulis’, buku ini berbeda. Buku ini sama sekali tidak ‘mengurui’ orang tentang menulis dan menjadi penulis hebat. Buku ini lebih persuasif agar kita bersemangat untuk menulis.

Kalau Anda suka menulis atau sedang belajar menulis, buku ini cocok untuk Anda baca.

Selamat membaca.


image


Baca catatan buku yang lain: BUKU

Buku ini terlupakan begitu lama. Saya membelinya beberapa tahun yang lalu di sebuah pameran buku. Sejak saya beli buku itu hanya memenuhi rak buku saja. Belum pernah saya baca. Tengah malam ini entah angin apa yang merayu saya, buku itu saya saya baca.

Suuueerrr…..ternyata buku itu buku yang bagus. Sungguh menyesal kenapa saya tidak membacanya dari dulu-dulu. Buku itu adalah kumpulan tulisan tentang kritik sistem pendidikan kita. Kumpulan tulisan aktivis pendidikan jaman dulu Roem Topatimasang.  Tulisan-tulisan yang bersikap kritis bahkan memberontak terhadap sistem pendidikan kita.

Tulisan-tulisannya renyah dan enak dibaca. Gaya penulisannya sederhana dan mencoba menghubungkan gagasan2 pendidikan yang melawan arus.

Meskipun tulisan2 itu dibuat dulu sekali ketika saya masih SD – SMP, tapi sistem pendidikan yang dia kritik masih tegak sampai sekarang. Meski selama beberapa periode pemerintahan sistem pendidikan kita gonta-ganti ‘acara’. Seperti halnya kurikulum 2013 yang benar2 baru. Guru-guru pada bingung, apalagi murid dan orang tua/wali murid. Istri saya saja sampai nyerocos menyerang metode tematik di kurikulum baru ini.

Beberapa tulisannya yang menarik adalah ketika menjelaskan akar kata dan asal muasal kata Sekolah. Ternyata dalam bahasa aslinya (latin) arti kata schola adalah waktu luang. Lalu ada sedikit ulasan tentang larangan siswi sekolah pakai jilbab. Kasus ini pernah heboh sepanjang tahun 1978-1983. Bahkan pass foto ijazah pun harus kelihatan telinganya. Kini siswi sekolah pakai jilbab adalah hal yang lumrah. Mungkin kasusnya mirip dengan polwan yang dilarang pakai jilbab yang kini ramai. Saya rasa dalam beberapa tahun ke depan akan banyak ditemui polwan dan kowad yang memakai jilbab.

Saya rasa buku ini perlu dibaca oleh pelaku dunia pendidikan kita, para guru, dosen, dan juga ‘pejabat yang berwenang’. Namun, berhati2 membacanya. Meski buku ini adalah buku kritik, Anda perlu kritis membacanya. Anda boleh saja sepaham atau tidak sepaham. Terserah pada diri Anda sendiri.

Para guru yang sudah membaca buku ini mungkin akan menata kembali cara mengajar mereka. Sekolah bukan wahana untuk ‘mencekoki’ murid. Sekolah adalah sarana mengisi waktu luang.

Selamat membaca.


image

Buku import tentang tanaman-tanaman rumahan. Buku panduan setebal 319 halaman ini memang pantas dimiliki oleh orang yang hobi menanam maupun untuk praktisi tanaman hias. Isinya cukup lengkap. Hampir semua tanaman yang biasa kita temui di halaman rumah dan indoor ada di dalam buku ini. Buku ini disertai petunjuk praktis perawatan masing-masing tanaman itu.

[Masih lanjut lagi]

image

image


Stave Mc Curry juga membuat beberapa buku. Jika Anda menyukai fotografi dokumenter atau fotografi jurnalistik, buku-buku Steve Mc Curry sebaiknya Anda miliki. Buku-bukunya berbahasa Ingris dan Anda bisa membelinya di toko online terbesar Amazon.com.

Berikut beberapa buku Steve Mc Curry yang dijual di Amazon. Harganya masih terjangkau. Silahkan!


image

Ketika kecil dulu Bapak sering bercerita ke saya. Bukan membaca buku cerita, karena Bapak buta huruf. Bapak bercerita tentang perjalanan hidupnya. Cerita-cerita itu sangat berkesan. Saya pun ingin melestarikan kebiasaan ini ke anak-anak saya; Royan, Abim, & Yusuf.

anak2 membaca itu asik

Saya sering membelikan buku anak untuk mereka. Royan & Abim sering memilih buku2nya sendiri. Royan suka membeli buku tentang mobil, mesin, motor, dan pesawat. Kalau Abim suka membeli buku tentang dinosaurus, binatang, monster, dan karakter2 aneh lainnya. Kadang2 saya membacakan buku-buku itu ke mereka. Kadang2 saya bercerita tentang kisah hidup Mbah Magelang atau cerita2 saya ketika masih kecil dulu.

Kini ketika anak ketiga kami, Yusuf,  hadir di tengah2 keluarga kami, kami pun membacakan buku-buku cerita untuk Yusuf. Tapi, kami jarang membeli buku baru. Buku cerita yang kami bacakan adalah buku cerita warisan kakak-kakaknya.

image

Anak kecil suka buku yang gambarnya menarik. Gambar2nya besar dan warnanya mencolok. Begitu juga tulisannya sedikit. Buku2 seperti itu membebaskan orang tua untuk bercerita. Bercerita dengan bahasa sendiri asalkan tidak melenceng dari alur cerita. Yusuf pun mendengarkan dengan wajah penuh ekspresi.

Cerita itu diulang2 sampai Yusuf hafal dengan isi ceritanya. Seringkali Yusuf yang gantian bercerita dan kami yang jadi pendengarnya. Semalam Yusuf bisa minta dibacakan 2-3 buku. Wadeehhhh….. capek deh….

image

Banyak buku yang dia suka; Timun Emas, Creole, Frangklin si kura2, Semut dan Pak Tani, Madu Libi, Pelahap Muffin, dan lain2.

image

image

Mas Royan membaca buku dengan Adik Yusuf


daun stevia pemanis alami

Daun stevia pemanis organik alami yang aman untuk penderita diabetes


Meningkatnya penderita diabetes melitus (diabet) atau kencing manis membuat banyak orang yang takut dengan gula, namun masih tetap ingin makan/minum dengan yang ‘manis-manis’. Karena itu kemudian banyak beredar gula alami yang rendah kalori, seperti produk yang dibuat dari gula jagung. Sebenarnya di Indonesia sudah ada tanaman yang menghasilkan pemanis alami dan sangat rendah kalori, yiatu: stevia.

Nama latinnya adalah Stevia rebaudiana Bertoni M. Tanaman Stevia berasal dari distrik Amambai dan Iguaqu, yaitu daerah perbatasan Paraguay-Brasil-Argentina di Amerika Selatan. Nama lokalnya adalah Caa-he-he, Caa-enhem atau Kaa he-e. Tanaman ini mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 60-an. Kala itu stevia sudah mulai dibudidayakan namun sayangnya kurang diterima oleh pasar dalam negeri. Karena stevia jaman dulu masih ada rasa langu dan sepet-nya. Pamor stevia sebagai pemanis alami redup lagi. Sekarang, orang mulai mencari lagi pemanis-pemanis organik yang alami yang rendah kalori dan aman untuk penderita diabet maupun orang-orang yang khawatir dengan penyakit kencing manis.

Rasa manis dari stevia berasal dari kandungan steviosida dan Rebaudosiosida-A. Rasa manisnya 200-300 kali sukrosa (gula pasir). Jadi kalau kita biasa minum teh dengan satu sendok teh penuh gula, dengan stevia cukup seujung sendok teh. Hebatnya lagi, stevia tidak/sangat rendah kandungan kalorinya. Stevia populer di daerah asalnya sebagai pemanis alami. Di Jepang, Korea, dan Taiwan steviosida sudah umum dipakai.

Bagian tanaman yang dipanen dari stevia adalah daunnya. Namun bagian batangnya pun masih memiliki kandungan steviosida. Daun yang baru dipanen dikeringkan pada suhu rendah agar daun tidak menjadi kecoklatan. Daun kering inilah yang dipakai sebagai pemanis. Daun kering yang dipotong-potong kecil/remah lebih banyak menghasilkan rasa manis daripada daun yang utuh.

Sirup stevia bisa juga dibuat dengan mengekstrak kasar daun stevia. Daun stevia diseduh dan diblender kemudian cairannya disaring. Gula stevia yang diperoleh bisa digunakan sebagai pemanis.

Pemanis alami steviosida/rebaudiosida-A bisa diekstrak dan dikristalkan untuk pemanis alami. Kristal stevia ini yang banyak dimanfaatkan untuk industri makanan, obat, jamu, atau makanan.

Rasa langu dan sepat daun stevia saat ini sudah bisa diatasi dengan mengembangkan klon unggul stevia dan pengolahan paska panen. Klon unggul stevia saat ini memiliki cita rasa yang lebih baik dan lebih bisa diterima oleh masyarakat.


Keris1Berbicara tentang keris tentu saja tidak bisa dipisahkan dari adat dan tradisi manusia Jawa. Keris bukan satu-satunya warisan tradisi yang lahir dan hadir hanya dalam khasanah kebudayaan suku Jawa saja, suku bangsa yang lain juga mengenal keris dengan corak atau ragam khas masing-masing. Namun harus diakui bahwa pemaknaan historis dan filosofis bagi manusia Jawa relatif lebih mendalam kalau tidak bisa dikatakan kompleks alias njlimet.

Lebih dari sekedar sebagai senjata tradisional, keris merupakan piandel. Piandel berarti sesuatu yang menjadikan seseorang menjadi lebih kendel, lebih berani namun juga bisa bermakna sebagai perisai atau tameng. Sebagai sebuah piandel, seorang pemegang keris sebenarnya sangat pantang menggunakannya dalam pembelaan diri, kecuali dalam situasi yang sangat mendesak dan sebagai sebuah plihan terakhir. Keris menjadi senjata pamungkas. Dengan demikian, keris lebih berposisi sebagai perlambang pelindung dan puncak kemampuan olah budi maupun olah kanuragan seseorang yang direpresentasikan dalam wujud pamor.

Secara historis kita mungkin telah mengenal berbagai nama keris. Ada keris mPu Gandring di awal berdirinya Kerajaan Singasari. Ada kisah legenda keris Nogososro yang berlatar pemerintahan Kasultanan Demak Bintoro. Keris Brongot Setan Kober yang menjadi senjata utama Adipati Arya Penangsang dan justru merenggut jiwa pemiliknya sendiri pada sebuah pertempuran di Bengawan Sore. Bahkan Keraton Jogjakarta masih terang dengan pamor dari keris Joko Piturun atau Kyai Slamet yang termakhsyur.

Sebagai sebuah hasil karya kriya, keris menjadi puncak pencapaian evolusi teknologi penempaan logam bagi manusia Jawa. Mulai dari penemuan atau pemilihan bahan, cara pembakaran, cara penempaan, hingga cara menghadirkan pamor sebuah keris merupakan sebuah proses fisik dan spiritual yang kaya makna ataupun simbolisasi. Perpaduan antara dimensi fisika dan metafisika, jagad lahir dan batin, material dan spiritual, hingga antara jagad mikrokosmos dan makrokosmos hadir mengisi utuh luk dan pamor sebuah keris. Kompleksitas dimensi sebuah keris menghadirkan berjuta misteri yang terlampau sulit untuk bisa dipahami secara kasat mata, terlebih oleh manusia awam. Tidak mengherankan berbagai keistimewaan keris telah menjadikannya sebagai salah satu warisan adiluhung peradaban manusia yang telah diakui oleh UNESCO.

Keris3Antara keris dan Magelang, adakah hubungannya? Sebagai bagian dari kelompok masyarakat Jawa, manusia Magelang sudah pasti telah mengenal keris dalam kurun waktu yang panjang. Semenjak keberadaan Mataram Kuno di bawah pemerintahan Dinasti Sanjaya maupun Syailendra, terpahat di berbagai relief candi kegagahan para raja dan ksatria yang menyandang senjata keris di pinggangnya. Bahkan kegigihan perjuangan Pangeran Diponegoro dalam melawan imperialisme Kompeni Belanda diabadikan menjadi sebuah patung sang pangeran yang gagah menunggang kuda, dan tak lupa menyandang sebilah keris pusaka di pinggang depannya.

Hanya itu? Tentu saja tidak sedulur. Di sisi barat Kota Magelang, sejajar dengan bentangan Kali Progo, terdapat sebuah ruas jalan yang diberi nama Jalan Senopati. Di samping memang berarti seorang panglima perang, nama Senopati juga memiliki tautan yang sangat erat dengan sosok Panembahan Senopati ing Ngalaga yang juga bernama Sutawijaya. Dialah sosok raja pertama Mataram Islam yang bangkit setelah kejayaan Pajang surut.

Lalu kaitannya Jalan Senopati dengan keris apa? Nah itu dia! Begini sedulur semua, di salah satu tepian ruas Jalan Senopati Kota Magelang inilah kini hadir sebilah keris raksasa yang tegak menunjuk angkasa raya. Dari segi ukuran, keris dimaksud tentu bukan keris yang bisa disandangkan di pinggang. Bayangkan sebuah keris dengan ketinggian tidak kurang dari 12 meter! Berada tepat di sisi gerbang sebuah kawasan hunian baru, keris Senopati ini hadir menjadi sebuah ikon atau landmark baru di sisi barat Kota Magelang. Mungkin juga keris raksasa tersebut disebut sebagai Monumen Keris Senopati.

Tidak tahu persis latar belakang kawasan hunian baru tersebut menghadirkan sebuah ikon keris raksasa. Namun demikian bisa juga keris tersebut sengaja dihubungkan dengan nama Jalan Senopati yang mengacu kepada Panembahan Senopati yang memiliki piandel sebuah keris bergelar Setan Kober yang dilungsurnya dari Adipati Arya Jipang yang tewas di tangannya.

Bagaimanapun asal-usulnya, keberadaan Monumen Keris Senopati di Kota Magelang harus menjadi inspirasi bagi masyarakat setempat untuk menghargai, nguri-uri dan melestarikan semua bentuk warisan adat, tradisi, dan budaya adiluhung yang diwariskan para leluhur di masa lalu. Dan keris menghadirkan simbolisasi dan pamor nilai-nilai luhur tersebut. Monggo sedoyo!

Lor Kedhaton, 4 September 2014

Keris1Berbicara tentang keris tentu saja tidak bisa dipisahkan dari adat dan tradisi manusia Jawa. Keris bukan satu-satunya warisan tradisi yang lahir dan hadir hanya dalam khasanah kebudayaan suku Jawa saja, suku bangsa yang lain juga mengenal keris dengan corak atau ragam khas masing-masing. Namun harus diakui bahwa pemaknaan historis dan filosofis bagi manusia Jawa relatif lebih mendalam kalau tidak bisa dikatakan kompleks alias njlimet.

Lebih dari sekedar sebagai senjata tradisional, keris merupakan piandel. Piandel berarti sesuatu yang menjadikan seseorang menjadi lebih kendel, lebih berani namun juga bisa bermakna sebagai perisai atau tameng. Sebagai sebuah piandel, seorang pemegang keris sebenarnya sangat pantang menggunakannya dalam pembelaan diri, kecuali dalam situasi yang sangat mendesak dan sebagai sebuah plihan terakhir. Keris menjadi senjata pamungkas. Dengan demikian, keris lebih berposisi sebagai perlambang pelindung dan puncak kemampuan olah budi maupun olah kanuragan seseorang yang direpresentasikan dalam wujud pamor.

Secara historis kita mungkin telah mengenal berbagai nama keris. Ada keris mPu Gandring di awal berdirinya Kerajaan Singasari. Ada kisah legenda keris Nogososro yang berlatar pemerintahan Kasultanan Demak Bintoro. Keris Brongot Setan Kober yang menjadi senjata utama Adipati Arya Penangsang dan justru merenggut jiwa pemiliknya sendiri pada sebuah pertempuran di Bengawan Sore. Bahkan Keraton Jogjakarta masih terang dengan pamor dari keris Joko Piturun atau Kyai Slamet yang termakhsyur.

Sebagai sebuah hasil karya kriya, keris menjadi puncak pencapaian evolusi teknologi penempaan logam bagi manusia Jawa. Mulai dari penemuan atau pemilihan bahan, cara pembakaran, cara penempaan, hingga cara menghadirkan pamor sebuah keris merupakan sebuah proses fisik dan spiritual yang kaya makna ataupun simbolisasi. Perpaduan antara dimensi fisika dan metafisika, jagad lahir dan batin, material dan spiritual, hingga antara jagad mikrokosmos dan makrokosmos hadir mengisi utuh luk dan pamor sebuah keris. Kompleksitas dimensi sebuah keris menghadirkan berjuta misteri yang terlampau sulit untuk bisa dipahami secara kasat mata, terlebih oleh manusia awam. Tidak mengherankan berbagai keistimewaan keris telah menjadikannya sebagai salah satu warisan adiluhung peradaban manusia yang telah diakui oleh UNESCO.

Keris3Antara keris dan Magelang, adakah hubungannya? Sebagai bagian dari kelompok masyarakat Jawa, manusia Magelang sudah pasti telah mengenal keris dalam kurun waktu yang panjang. Semenjak keberadaan Mataram Kuno di bawah pemerintahan Dinasti Sanjaya maupun Syailendra, terpahat di berbagai relief candi kegagahan para raja dan ksatria yang menyandang senjata keris di pinggangnya. Bahkan kegigihan perjuangan Pangeran Diponegoro dalam melawan imperialisme Kompeni Belanda diabadikan menjadi sebuah patung sang pangeran yang gagah menunggang kuda, dan tak lupa menyandang sebilah keris pusaka di pinggang depannya.

Hanya itu? Tentu saja tidak sedulur. Di sisi barat Kota Magelang, sejajar dengan bentangan Kali Progo, terdapat sebuah ruas jalan yang diberi nama Jalan Senopati. Di samping memang berarti seorang panglima perang, nama Senopati juga memiliki tautan yang sangat erat dengan sosok Panembahan Senopati ing Ngalaga yang juga bernama Sutawijaya. Dialah sosok raja pertama Mataram Islam yang bangkit setelah kejayaan Pajang surut.

Lalu kaitannya Jalan Senopati dengan keris apa? Nah itu dia! Begini sedulur semua, di salah satu tepian ruas Jalan Senopati Kota Magelang inilah kini hadir sebilah keris raksasa yang tegak menunjuk angkasa raya. Dari segi ukuran, keris dimaksud tentu bukan keris yang bisa disandangkan di pinggang. Bayangkan sebuah keris dengan ketinggian tidak kurang dari 12 meter! Berada tepat di sisi gerbang sebuah kawasan hunian baru, keris Senopati ini hadir menjadi sebuah ikon atau landmark baru di sisi barat Kota Magelang. Mungkin juga keris raksasa tersebut disebut sebagai Monumen Keris Senopati.

Tidak tahu persis latar belakang kawasan hunian baru tersebut menghadirkan sebuah ikon keris raksasa. Namun demikian bisa juga keris tersebut sengaja dihubungkan dengan nama Jalan Senopati yang mengacu kepada Panembahan Senopati yang memiliki piandel sebuah keris bergelar Setan Kober yang dilungsurnya dari Adipati Arya Jipang yang tewas di tangannya.

Bagaimanapun asal-usulnya, keberadaan Monumen Keris Senopati di Kota Magelang harus menjadi inspirasi bagi masyarakat setempat untuk menghargai, nguri-uri dan melestarikan semua bentuk warisan adat, tradisi, dan budaya adiluhung yang diwariskan para leluhur di masa lalu. Dan keris menghadirkan simbolisasi dan pamor nilai-nilai luhur tersebut. Monggo sedoyo!

Lor Kedhaton, 4 September 2014


Filed under: Jagad Budaya Tagged: keris, warisan tradisi

"Truk aja gandengan, masa kamu nggak? Sandal aja ada pasangannya, masa kamu nggak?"

Sumpah, itu adalah stereotipe sindiran basi untuk kaum bujangan yang pernah sangat popular dan ndilalah sering saya dengar (karena memang sering ditujukan kepada saya). Sangat menyebalkan. Seolah-olah harga diri saya ini jauh lebih rendah daripada truk atau sandal.

Tukang sindir yang sering menggunakan sindiran truk dan sandal ini seolah-olah ingin mengatakan kepada si tersindir: "Ini lho, saya bisa punya pacar, kapan sampeyan punya pacar!". Sepintas terdengar sangat motivatif, tapi di satu sisi, juga terdengar sangat pamer.

Ya, Saya tahu, bahwa sindiran ini hanya bermaksud sebagai bahan ledekan saja, namun jika itu kemudian ditanyakan terus menerus, saya sebagai salah satu obyek yang sering disindir pun tentu lama-lama akan muak juga.

Seorang kawan pernah berkata kepada saya, bahwa tidak punya pasangan itu secara umum terbagi atas dua sebab, pertama karena kepepet dengan keadaan, alias karena memang susah dapat pacar, dan yang kedua karena pilihan, pilihan karena yang bersangkutan merasa nyaman dengan kesendiriannya.

Nah, menurut saya, apapun sebab kebujanganan seseorang, rasanya kok ya tetep ndak etis untuk disindir terus-menerus, apalagi dengan sindiran yang konteksnya membandingkan seseorang dengan truk atau sandal.

Ayolah, mbok ya selo sedikit, tak usah terlalu mengurusi status hubungan orang lain. Biarkan masing-masing pribadi menjalani kehidupan asmaranya tanpa intervensi yang tak perlu. Kalau tak bisa membantu, minimal jangan menganggu. Kalau ndak bisa bantu mencarikan, minimal jangan manas-manasi kawan yang masih bujangan.

Lagipula, bukankah kesuksesan tak sepenuhnya dipengaruhi oleh punya atau tidaknya pasangan.

Oke, Truk memang gandengan, Tapi mungkin kita lupa, bahwa ada yang namanya truk box, truk yang lebih gesit dan efektif jika tanpa gandengan.

Oke, Sandal memang ada pasangannya, tapi mungkin kita lupa, bahwa di jagad persandalan, ada yang namanya Sandal Joger, Sandal yang selen dan terkesan dipaksakan, ia sandal yang tidak berorientasi pada keserasian, melainkan pada keunikan dan sekedar gaya-gayaan.

Jadi Please, Biarkan masing-masing orang untuk memilih, ingin jadi truk model apa, dan ingin jadi sandal jenis apa.

Artikel ini dimuat pertama kali di situs Mojok.co edisi 27 Agustus 2014
Semua berawal dari keisengan gue mengirim pesan di dinding Facebook Agus Mulyadi untuk membuat komunitas Nonton Magelang, ya.. sama lah seperti komunitas nonton bareng, kaya di kota-kota besar, misalnya di Jakarta ada @Nontonjkt, atau di Jogja ada komunitas @NontonYK, yang bertujuan sama, yaitu sebagai wadah bagi para pecinta film dan yang pasti nonton anti piyambakan. Emang kalau nonton

Sabtu kemarin handphone Asus Zenfone 5 hang at Asus Logo. Setelah aku coba matikan dan hidupkan lagi ternyata hasilnya sama masih hang pada Asus logo. Aku coba dengan cara factory reset dan reboot secara fisik dan hasilnya juga sama.
Tanpa berfikir panjang handphone tersebut lantas aku bawa ke ke kedai. Tapi selang 5 jam dapat telpun dari mereka; dan mereka kagak bisa.

Terus aku bawa ke Asus Pusat Servis dan problemnya pada motherboard. Servisnya cepat cuman 1 hari.

Entah mengapa beberapa hari ini banyak kata “Kalimantan” terucap dalam obrolan bersama teman-teman yang pada akhirnya merujuk ke kata “Lalimantan”. Entah kawan saya itu sedang berjuang melupakan mantannya, entah karena hal lain. Yang pasti hal ini membuat pikiran ngawur saya olab1. Mungkin memang ada korelasi antara kata “Kalimantan” dan “Lalimantan”. Dan ini sangat berguna untuk kamu (khususnya teman saya) yang ingin melupakan mantannya.

Menurut Mbah Jambrong, Kali dalam bahasa Jawa artinya sungai. Sungai adalah tempatnya air mengalir yang pada akhirnya ‘dibuang’ ke laut. Mantan disini anggaplah mantan atau bekas apapun (kekasih, istri, suami, bos, musuh, sakarepmu). Jadi, Kalimantan adalah sungai yang berfungsi sebagai perantara untuk membuang mantan ke laut.

Terus hubungannya dengan Lalimantan apaan??

Kita mulai dari kata “Lali” dan “Mantan”. Dalam bahasa Jawa, lali memiliki arti “lupa”. Sedangkan mantan sama seperti arti mantan diatas. Jadi, lalimantan adalah lupa mantan.

Korelasinya adalah Kalimantan bisa membuat lalimantan, yang artinya (mungkin) dengan pergi ke Kalimantan kamu bisa melupakan mantanmu. Karena dengan ‘melarutkan mantan’ disungai lalu membiarkannya terbawa ke laut hingga tenggelam didasarnya, maka kamupun dapat melupakannya.

Kok melarutkan mantan di sungai? Memangnya garam bisa dilarutkan?

Lha kan Kalimantan juga banyak sungai. Kamu bisa melewati setiap detiknya dengan membuang sisa-sisa kenangan bersama mantan di sungai. Menuju ke pulaunya pun harus melewati laut. Kalau perlu saat berada di atas pesawat, buang deh segala hal yang berbau mantan ke laut. Lagipula, konon katanya gadis Kalimantan cantik-cantik, begitu juga prianya ganteng-ganteng *entah kata siapa*. Siapa tahu ada yang membuatmu terpikat atau jodohmu disana. Nah ini makna sebenarnya dari “Kalimantan membuatmu Lalimantan”. Ngooook.

Jadi, sudah jelaskan maksud hubungan kata Kalimantan dan Lalimantan. Do yo wanna try? Trust me it’s (maybe) work!.

Oke guys, semua yang ada di postingan ini hanya fiktif dan imajinasi semata yang bertujuan untuk hiburan yang ngga nyambung (kalau terhibur sih, kalau ngga juga ga apa-apa, saya ngga maksa kok). Dan postingan ini ngga ada penelitian resminya. Jadi plis banget postingan ini jangan dimasukin hati, mendingan masukin duit seratus ribuan ke dompet saya. Apalagi sampai digiring ke hotel prodeo, jangan dooong, mending ajak saya nginep di hotel Amanjiwo GRATIS *maunya.

Semoga kamu cepat melupakan mantanmu dan membuka hati untuk orang baru yaaa..

 ————————————————————————————————————————————————————-

1Muntah kecil dalam Bahasa Sunda

Kapan anda terakhir mengkonsumsi jamu? dalam pikiran kita ketika mendengar kata jamu adalah minuman pahit yang ketika akan meminumnya harus ada segelas penawarnya, padahal menurut saya pengertian jamu itu sangat luas, tidak melulu harus yang mengandung tanaman pahit seperti Brotowali, tapi juga yang mengenakkan dan menyegarkan seperti seduhan jahe dengan gula aren. Sejarah jamu sudah […]

Pesona Posong

-

Li-sin's Blog

on 2014-9-02 6:57am GMT

IMG_20140831_103241Pernahkah panjenengan mendengar kata Posong? Atau, barangkali masih asing di telinga panjenengan?

Posong adalah salah satu destinasi wisata di Kabupaten Temanggung, tepatnya berlokasi di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung. Lokasi wisata yang masih tergolong baru ini menyuguhkan pemandangan alam yang cantik nan eksotis. Lokasinya yang berada di atas ketinggian, dengan hamparan lahan pertanian penduduk yang berada di bawahnya, membuat kita seakan-akan berada di negeri atas awan. Di samping kanan dan kirinya berdiri gagah menjulang Gunung Sumbing dan Sindoro yang nampak dari dekat. Beberapa gazebo didirikan untuk tempat beristirahat, atau sekedar ngopi dan ngobrol sambil menikmati indahnya langit Posong.

IMG_20140831_095712Posong masih tergolong perawan. Tidak seperti kebanyakan wisata alam lain, Posong masih memberi kesan alami dan bersih. Untuk sampai ke sana kita harus melewati jalan kampung yang terbuat dari batu yang tertata rapi. Jalannya yang tidak halus dan menanjak membuat kita harus ekstra berhati-hati.

Hari ini, saya sempatkan bersama istri dan anak mencoba menikmati pesona posong. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 WIB. Butuh sekitar 1 jam perjalanan dari tempat kami tinggal. Kami berangkat dari Parakan, Temanggung, melewati jalan arah Wonosobo. Sampai di Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, kita akan menjumpai Gapura yang tidak terlalu besar bertuliskan Welcome To Posong. Dari gapura itu kita masuk sekitar 100 m, maka akan menjumpai pos pembelian tiket. Harga tiket perorang Rp. 4.000,- ditambah biaya parkir Rp.2.000,-. Dari pos pendaftaran kita masih harus menempuh perjalan sekitar 3 km untuk menuju lokasi wisata Posong.

IMG_20140831_102650Kami berangkat menggunakan sepeda motor Supra X 125. Terhitung dua kali motor kami berhenti di tengah tanjakan dan terpaksa istri dan anak saya harus turun dari motor. Jadi disarankan untuk menggunakan kendaraan yang siap untuk medan tanjakan. Kalo tidak ya terpaksa harus jalan kaki sampai ke atas. Lumayan lelah, berjalan menggendong anak di jalan yang menanjak. Namun begitu kami tiba di atas, rasa lelah itu terbayar sudah dengan keindahan posong yang memesona. Jika kita berada di sana saat sunset atau sunrise, pasti suasananya akan lebih eksotis.

Panjenengan tertarik? Monggo datang ke Posong.

Temanggung, 1 September 2014

 

IMG_20140831_110123

IMG_20140831_105913

IMG_20140831_103751

IMG_20140831_103146

Novel terjemahan The Thief of Baghdad

Novel terjemahan The Thief of Baghdad


Saya sebenarnya jarang sekali membeli buku novel. Apalagi novel terjemahan. Entah mengapa waktu saya ‘refreshing’ di toko buku saya tertarik dengan buku saku bersampul merah ini. Judulnya ‘The Thief of Baghdad’ karangan Alexander Romanoff. Bukunya berukuran kecil, jadi saya pikir cocok untuk menjadi ‘teman dalam perjalanan’.

Pikiran yang terlintas di kepala ketika membaca judul buku ini adalah kisah tentang Aladin di negeri 1001 malam, atau film “The Prince of Persia”. Apalagi nama penerbitnya adalah Dastan, sama seperti nama tokoh utama dalam film The Prince of Persia. Ceritanya pasti tidak jauh berbeda, pikir saya.

Saya baca buku ini dalam ‘acara mudik mingguan’ ke Bogor-Pati. Buku ini menjadi teman setia untuk membunuh waktu di dalam kereta. Ternyata asik juga baca buku cerita heroik seperti ini.

Novel ini bercerita tentang Ahmad yang berprofesi sebagai pencuri di Bagdad. Kisahnya berlatar belakang negeri Persia yang perkasa. Persia jaman dulu adalah negera adidaya bersama dengan Romawi. Kalau Romawi berkuasa di Barat, Persia kekuasaannya di Timur. Kerajaannya makmur.

Syahdan Khalifah Bagdad akan menikahkan putrinya. Pangeran2 berdatangan dari negeri2 tetangga. Ahmad si pencuri pun menyamar menjadi pangeran dan ikut melamar. Ahmad dan tiga pangeran yang lain merebutkan cinta sang putri.

Malapetaka pun terjadi. Kekhalifahan Bagdad jatuh ke tangan pasukan Mongol yang kejam. Dari kekacauan tersebut siapakah yang berhasil mendapatkan cinta sang putri dan membebaskan Bagdad dari tangan bangsa Mongol.

image


Sudah bertahun-tahun saya mendambakan bioskop layak kunjung di Magelang. Sebelumnya Magelang memang punya bioskop (sebelum akhirnya tutup), sayangnya filmnya sangat tidak uptodate. Bayangkan saja, film yang diputar adalah film yang sudah agak kadaluarsa di kota lain. Alhasil kalau teman-teman di luar kota saling bercerita film yang mereka tonton, saya hanya planga plongo. Selain itu, semenjak saya tinggal di Magelang, modal yang harus dikeluarkan untuk nonton film sangatlah besar, baik modal waktu, tenaga, dan biaya. Maklum, karena nontonnya harus ke kota tetangga.

Ya, meskipun saya bukan film mania, tetapi sebagai anak muda yang masih kinyis-kinyis tentu sesekali butuh hiburan layar lebar yang menampilkan aktor aktris kesayangan *meski aktor aktrisnya ngga sayang sama saya*. Makanya sesekali saya nekat nonton ke kota sebelah dengan diantar bis ramayana atau mustika demi melihat aksi mereka.

Dan akhirnya, setelah sekian lama berharap, akhirnya Kotaku tercinta punya bioskop lagi! Hore!. Sayapun tak sabar untuk mencicipinya. Sluuuurp.. Tepatnya hari Minggu, 31 Agustus 2014, tiga pemuda-pemudi jomblo dari Pendekar Tidar (Komunitas Blogger Magelang), yaitu Saya, Agus Magelangan, dan Kokoh Ahmad berhasil ‘nggruduk’ bioskop teranyar di Magelang, yaitu Platinum Cineplex. Dan film yang kami tonton adalah Teenage Mutant Ninja Turtle.

Sedikit review, menurut saya pribadi, Platinum Cineplex sudah sangat nyaman, ngga kalah dari bioskop-bioskop lain yang pernah saya jamah di beberapa kota besar. Bahkan dari segi ruang tunggu, Platinum memang lebih nyaman karena ada beberapa sofa empuk serta layar-layar yang menampilkan trailer dari film yang sedang diputar. Biasanya kan kalau di bioskop lain yang nempel di dinding hanya poster filmnya saja dan ruang tunggunya juga lesehan. Tak hanya diluar, didalam studio pun nyaman, cukup luas, dan soundnya cetar mebahana syalala. Dan yang paling penting adalah HTM-nya yang sangat terjangkau bagi wong ndeso seperti saya. Hahahahaha…

platinum cineplex 300x225 Hore, Akhirnya Magelang Punya Bioskop Lagi!

HTM Platinum Cineplex Artos Mall Magelang berbeda-beda untuk weekdays, Friday, dan weekends. Weekdays Rp. 30.000 (free softdrink / popcorn), Friday Rp. 35.000 (free soft drink / pop corn), Weekend Rp. 40.000 (free soft drink / pop corn). Untuk jadwal filmnya, langsung buka aja webnya platinumcineplex.co.id atau kepoin twitter @Platinum_MGL dan fanpage Platinum Cineplex.

Emm kalau kekurangannya sih filmnya masih sedikit. Eh ini bukan kekurangan ding, wajarlah baru dibuka jadi filmnya belum banyak. Lama-lama juga pasti banyak filmnya, apalagi bakal ada studio 3D. Wiiih makin mantap kan!. Ssst… Mbak-mbak penjaganya juga ramah lho. Buat para lelaki, tolong mbak-mbaknya jangan digodani nggih.

Okelah, semoga dengan adanya tambahan hiburan seperti bioskop ini, Magelang semakin ramai dikunjungi dan menjadi tujuan wisata warga se-karesidenan Kedu dan daerah lainnya. Yang paling penting HIBURANKU GAK BERAT DI ONGKOS LAGI!. Hehehehehe… maju terus Magelang-ku!

PS:

*Kalau ada yang mau ngajak nonton bareng saya mau banget lho. Apalagi kalau gratis.

**Mugo-mugo Platinum baca postingan ini njuk aku entuk tiket gratis.

***Next time kalau kesana lagi saya mau foto-foto deh biar lebih lengkap. Maklum kemarin hampir telat jadi ga sempat foto-foto di luar studio, alhasil fotonya cuma satu thok.

Demikian menduduki jenjang sekolah dasar, pembawaan si Ponang dalam belajar memang sedikit banyak ada perubahan. Konon di bangku sekolah yang baru, siswa semakin dituntut untuk lebih aktif dan mandiri dalam belajar. Terlebih tahun-tahun ini masih merupakan transisi bahkan “percobaan” penerapan kurikulum pendidikan tahun 2013 yang masih kontroversial itu.

Bukan mau mengulas panjang-lebar soal kurikulum yang menjadi bagiannya para pemikir dan jajaran petinggi negeri ini, tetapi saya hanya ingin sekedar cerita pengalaman si Ponang mengerjakan sebuah tugas dari guru kelasnya. Kelas satu SD memang merupakan tangga transisi dari pola pembelajaran taman kanak-kanak ke SD. Oleh karena itu konsep belajar dengan bermain masih akan nampak dengan kental.

Suatu hari si Ponang mengerjakan suatu tugas di dalam kelas. Tugasnya sebenarnya cukup sederhana. Setiap siswa diminta menghubungkan sebuah kata benda yang merupakan bagian dari anggota tubuh kita dengan sebuah kata kerja yang menyatakan suatu aktivitas tertentu. Contohnya kata ‘mata’, bisa dihubungkan dengan aktivitas ‘membaca’.

Nah, diantara deretan kata yang menunjukkan anggota tubuh manusia yang disimbolkan dengan gambar, ada gambar ‘mata’, ‘kaki’, ‘hidung’, ‘tangan’ ada juga kata ‘mulut’. Sementara di pada deretan yang lain terdapat pilihan gambar kegiatan, seperti ‘membaca’, ‘menulis’, ‘bersepeda’, ‘seikat bunga’, ‘kue lapis’, juga ‘bola’. Perintahnya cukup jelas, setiap siswa diminta menghubungkan deretan gambar di sisi kiri dan kanan.

Perintah dari sang guru cukup jelas dan mungkin sangat sederhana. Tetapi, namanya para bocah jaman komputer modern, penafsiran atas perintah justru bisa beragam. Hal inilah yang kemudian terjadi dengan hasil pengerjaan si Ponang. Untuk gambar mata, si Ponang langsung menghubungkannya dengan membaca, menulis,  dan bersepeda. Untuk gambar kaki dihubungkan dengan bersepeda dan bola. Adapun tangan dihubungkan dengan membaca, menulis, bersepeda, seikat bunga, kue lapis, termasuk bola. Untuk hidung dihubungkan dengan seikat kembang dan kue lapis. Sedangkan mulut dihubungkan dengan membaca dan kue lapis.

Lalu bagaimana hasil penilaian dari gurunya? Semua dicoret oleh guru dengan tegas. Nol besar, alias salah semuanya! Nilai berbentuk bulat telur diberikan kepada si Ponang pada jam pelajaran tersebut. Namanya juga anak kecil dan siswa masih baru lagi, si Ponang tentu saja belum berani protes. Hanya saja nalar dan logikanya menyimpan tanda tanya besar. Kenapa hasil pekerjaaan disalahkan semua sama Bu Guru.

Barulah pada sore hari ketika Ibuke pulang kerja, si Ponang berkisah dengan nada protes. Kok saya menjawab soal disalahkan semua oleh Bu Guru, begini, begini….bla…bla….bla. Untungnya Ibuke mau telaten mendengarkan keluh-kesah buah hatinya. Akhirnya buku tugas si Ponang dibuka bersama-sama.

Pelan-pelan Ibuke mencermati coretan-coretan di atas tugas yang dikerjakan anaknya. “Mata…gambar ini kamu hubungkan membaca, menulis,  dan bersepeda, kenapa kamu hubungkan ke tiga gambar kegiatan itu Le?” tanya Ibuke pelan.

Si Ponang nyerocos tegas, “Lha kan membaca pakai mata. Menulis juga pakai mata, kalau tidak bagaimana cara nulisnya? Bersepeda juga tetep pakai mata to? Kalau naik sepeda tidak pakai mata, bagaimana melihat jalannya? Kan pasti nabrak to?”

Gubrak, Ibuke mlongo setengah pingsan.

Si Ponang terus berargumen, ” Nah kalau tangan, saat membaca kan butuh tangan untuk memegang buku atau koran kan Buk? Menulis pasti pakai tangan dan mata juga to? Tangan dipakai saat bersepeda untuk memegang stang. Tangan dipakai pada saat mengikat bunga. Kita juga mengambil kue lapis dengan tangan untuk dimakan pakai mulut kan? Bola juga ditangkap dengan tangan. Kenapa salah ya?”

Nah-nah ini dia benang merahnya sudah mulai nampak. Bu Guru memberikan perintah dengan logika pikir parsial. Melihat sesuatu hanya dengan satu sudut pandang. Sedangkan si Ponang menggunakan logika pikir yang total menyeluruh sebagai sebuah keutuhan sistem. Jawaban yang diharapkan Bu Guru hanya memasangkan satu gambar dengan satu gambar lainnya. Siapa yang salah, siapa yang benar jika demikian?

Kenapa pada saat mengoreksi jawaban, si Bu Guru tidak menanyakan alasan kenapa si Ponang memberikan jawaban yang di luar yang diharapkan Bu Guru. Kenapa hal tersebut tidak dijembatani dengan sebuah komunikasi intensif dari seorang pendidik kepada siswanya? Dan kenapa harus langsung dipersalahkan? Di titik inilah mungkin Bu Guru harus lebih bijaksana untuk bisa ngemong siswanya dengan cara saling bertukar pendapat dan memahami sudut pandang muridnya yang kebetulan berbeda dengan dirinya tersebut. Bukankah dengan jembatan komunikasi akan dapat diberikan penjelasan dan pengertian yang masuk akal dalam batas-batas yang disepakati bersama?

Meskipun seolah kurikulum 2013 mengundang berbagai keraguan atau malah rasa pesimis di kalangan masyarakat, namun semenjak saya duduk di SD dulu ada satu pegangan yang seolah tidak pernah berubah, abadi dan tak lekang oleh perubahan jaman. Apakah itu? Ya, CBSA. Cara belajar siswa aktif. Dari dulu, siswa selalu didorong untuk senantiasa aktif dalam proses pembelajaran. Ya aktif bertanya ini-itu di dalam kelas. Aktif mengerjakan tugas dan PR di rumah. Ya termasuk aktif mencari bahan pembelajaran dari berbagai sumber tambahan. Jika, siswa dituntut aktif, terus bagaimana dengan sang guru?

Sudah pasti jawabannya. Gurupun harus juga aktif dalam memotivasi, menggali minat bakat, termasuk membuat suasana proses pembelajaran yang menyenangkan dan menggembirakan. Suasana kelas yang cair akan membuat peserta didik menjadi nyaman. Hal ini tentu akan mendorong proses pembelajaran yang lebih kondusif. Bandingkan jika suasana kelas gaduh dan ribut, bagaimana bisa para siswa berkonsentrasi? Bagaimana para siswa bisa tenang dan fokus untuk berpikir secara jernih, bagaimana siswa bisa menyerap setiap materi pelajaran yang diberikan, hal ini menjadi tanggung jawab utama seorang pendidik. Di sinilah peranan guru yang harus bisa digugu lan ditiru di dalam kelas. Menjadi sebuah rule model, panutan sekaligus contoh bagi peserta didik. Guru yang aktif dalam menciptakan suasana kondusif merupakan sebuah keniscayaan dalam proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

Nah perihal keaktifan guru inilah yang saya rasakan sedikit berbeda daripada jaman dahulu. Guru jaman sekarang cenderung memberikan sedikit dari hal yang mungkin juga sedikit mereka miliki. Sangat jarang ditemukan guru yang masih terus aktif untuk belajar menguasai materi dan mengembangkan muatan, metode, dan pola pembelajaran yang efektif sesuai dengan perkembangan jaman saat ini. Bisa dihitung dengan jari, guru yang masih mau menimba pengetahuan untuk meluaskan wawasan dan pengalamannya. Jika siswa masih terus dituntut untuk aktif, justru kebanyakan guru berhenti di titik kemalasan karena alasan kurikulum yang terus berubah, karena teknologi yang semakin maju, karena inilah – itulah. Semoga hal ini menjadi koreksi dan pembelajaran bagi kita bersama demi kemajuan dunia pendidikan kita.

Lor Kedhaton, 1 September 2014


Filed under: Jagad Kenyung Tagged: anak didik, bocah, guru, Kenyung, kurikulum 2013, sekolah, si Ponang

Males atau kurang kreatif ??

-

Mastop Story

on 2014-9-01 12:00am GMT

Sudah beberapa waktu saya tak merawat blog ini. Dan sepertinya saya tak begitu sibuk. Namun tetap saja tulisan tak mampu saya buat.

Kemungkinan besar saya terjangkit penyakit malas. Malas untuk berbagi. Atau juga saya kurang kreatif saat mendapatkan inspirasi sebuah tulisan. Ah….entahlah


Bukan isu belaka jika Jokowi sukses masuk ring 1 RI populasi Cina di Indonesia bakal mbludak sebagaimana di prediksi kebanyakan orang tak kecuali saya. Info anget kabarkan bahwa gelombang kedua kedatangan imigran cina besar-besaan sudah stand by masuk ke negara kita. Tak lewat pintu utama sebagaimana tamu resmi berpaspor dengan pengurusan administrasinya yang konon ribet, justru pintu masuk imigran cina adalah via Batam, Entikong, Tanjung Balai, dan beberapa pintu tikus tak bertuan yang nyata keberadaannya.

Tahukah sampeyan jika mereka bakal nyengkuyung 15 juta orang cina di Indonesia agar semakin kuat. Kedatangan imigran cina ini bukan sekonyong-koyong, modus lama yang semakin ciamik mereka hadir difasilitasi mafia-mafia cina, dibiayai, dengan suap ke aparat imigrasi sebagai senjatanya.

Setelah sukses hantarkan bonekanya jadi RI 1, suplai orang-orang cina lewat berbagai pintu ini merupakan tahap kedua rencana cina menguasai serta menjajah indonesia dalam wujud anyar pun tak dirasakan sebagian dari kita. Melihat hebatnya strategi juga rencana mereka menguasai Indonesia. sebagian ronin yang getol perjuangkan kemerdekaan Indonesia justru berpikir positif sedikit nyelen ; ada baiknya Cina ini dikasih kesempatan sebagai penguasa RI lewat bonekanya.

Berprasangka baik aja, mungkin RI lebih baik ditata, dikelola, diurus, diatur, diperintah oleh cina, asing , antek dan bala kurawanya. Nrimo ing pandum, kita yang notabene pribumi asli tinggal menunggu dan melihat hasilnya. “Wait and See” pun sebenarnya kita tahu Cina Indonesia jaman penjajahan jadi kolabolator, jaman Orde Lama jadi PKI, jaman Orde Baru perampok BLBI, dan masa Reformasi hingga saat ini kuasai RI lewat Proxy.

(Ngisor Rambutan, 1 September 2014)

Ditolak

Apa yang dirasakan oleh seorang pria kala dia mengungkapkan cintanya kepada wanita yang ia suka, dan kemudian si wanita menerima cintanya begitu saja? Bahagiakah? Tentu, siapa yang tak bahagia kalau wanita yang disukai ternyata mau menjadi sang kekasih.

Namun apa yang dirasakan oleh pria yang sudah pernah ditolak cintanya dua kali oleh wanita yang sama, dan kemudian baru diterima setelah penembakan yang ketiga? Bahagiakah? Sekali lagi, Tentu, namun di luar itu, sang pria juga pasti merasa begitu bergairah. Karena cintanya diterima setelah melewati perjuangan yang begitu berat, ia harus merasakan penolakan dua kali, sebelum akhirnya cintanya diterima.

Mengapa si pria pantas untuk bergairah? Karena dalam proses pengungkapan cintanya, ada sesuatu yang sangat terasa untuk diperjuangkan, ada adrenalin yang terpacu, ada proses kegagalan yang harus dilalui.

Cinta bukan melulu soal bahagia, namun juga soal gairah.

Saya jadi ingat quote yang pernah keluar dari mulut guru bahasa Indonesia saya sewaktu SMP, Pak Busrowi namanya, kata beliau: "Cinta akan terasa nikmat kalau kau jatuh bangun untuk meraihnya!". Quote ini agaknya sejalan dengan uraian yang saya sampaikan di atas.

Saya sendiri sudah pernah beberapa kali mengungkapkan perasaan saya kepada wanita yang saya suka, hasilnya, seperti yang sudah bisa anda duga: beberapa menolak, dan sisanya menolak dengan tegas. Tentu saya sedih, namun tak berlarut-larut, karena saya sadar, tujuan saya tidak hanya untuk mencari kebahagiaan, melainkan juga untuk mencari Gairah. Dan untuk mencapainya, saya harus merasakan penolakan terlebih dahulu. #Taeeek.

Dalam dunia asmara, Penolakan tak selamanya menjadi puncak kegagalan. Penolakan bahkan kadang menjadi titik balik untuk mencapai kebahagiaan yang lebih tinggi. Ibarat free style dalam ajang BMX, seorang rider akan butuh turunan yang curam untuk bisa mendapatkan jump flip yang lebih tinggi.

Tapi tentu tak selamanya seperti itu. Saya pernah iseng bertanya kepada seorang kawan, tentang apa yang akan ia lakukan jika ia ditolak wanita yang ia suka.

"Aku ini bukan tipe pria yang gampang menyerah, jadi kalau aku nembak cewek dan ndilalah ditolak, aku akan berusaha untuk terus mengejar cintanya dan menembaknya lagi lain waktu!", kata kawan saya.

"kalau di usaha penembakan yang kedua masih juga ditolak, Mau bagaimana?", tanya saya sekali lagi.

"yo usaha lagi, mencoba lebih perhatian lagi, dan bakal tak tembak lagi!"

"kalau masih juga ditolak?"

"usaha lagi, dan tak tembak lagi", jawabnya kukuh.

"kalau masih ditolak juga?"

"Tak Perkosa!", jawabnya singkat dan lugas.
Semarak Agustusan desa Krasak salaman Magelang
Semarak Agustusan desa Krasak salaman Magelang
Semarak Agustusan desa Krasak salaman Magelang
Semarak Agustusan desa Krasak salaman Magelang
Minggu (31/08/2014) Warga desa Krasak dan sekitarnya memadati halaman Balai Desa Krasak, Salaman, Magelang untuk melihat karnaval pembangunan atau yang lebih di kenal dengan istilah Agustusan. Karnaval pembangunan atau Agustusan sebagaimana di  desa-desa lain di Kabupaten Magelang di laksanakan setelah tanggal 17 agustus untuk menyemarakan dan memperingati Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Karnaval atau Agustusan di desa Krasak tahun ini cukup semarak dan meriah, tidak kalah dengan tahun-tahun sebelumnya, walaupun desa tetangga Sriwedari dan Ngargosari melaksanakan agustusan berbarengan di hari ini. Karnaval di Desa Krasak hari ini di ikuti oleh Dusun dan sekolah yang ada di wilayah desa Krasak, juga tak lupa kesenian Tradisional seperti Kubro Siswo, Jathilan, Dayakan, serta kesenian tradisional Angklung dari desa Krumpakan Kajoran ikut serta menyemarakan Agustusan tadi pagi.

Pernahkah kita bekerja dengan orang yang sukanya hanya bercerita kesana kemari, namun pekerjaanya tak kunjung usai? Atau, pernahkan kita bekerja dengan rekan kerja yang sering lalai terhadap tanggung jawabnya? Namun anehnya ketika saat pembagian honor tiba, teman kita di atas justru dengan semangat menerima honor tanpa merasa malu sedikitpun. Pernahkan kita menjumpainya? Jika kita seorang PNS, pasti pernah.

Suatu hari salah seorang teman saya bercerita ikhwal temannya yang sering mengabaikan tanggungjawabnya. Namun ketika giliran hak atas pekerjaan tersebut diberikan, dengan enaknya dia menerima meski sebenarnya orang tersebut tak pernah mengerjakannya sekalipun. Ia jadi merasa iri dengan temannya. Pasalnya, berkeringat atau tidak, bekerja atau tidak toh honor atau gajinya sama saja. Bahkan hal itu kadang membuat teman saya justru ingin menirunya. Atau setidaknya hal itu membuat semangat teman saya semakin memudar.

Sahabat, jika dilihat dari kacamata dunia pasti akan membuat kita sakit hati. Namun jika kita melihat dari sesuatu yang terkandung di dalam apa yang kita terima maka hal di atas tidak berpengaruh apa-apa terhadap diri kita. Kata Pak Kyai, rejeki itu jangan dilihat dari jumlahnya saja, tapi dilihat dari berkahnya juga.

Kendati keberkahan ini tidak kasat mata, namun saya meyakini keberkahan ini selalu ada. Berkah artinya bertambah dalam kebaikan. Apapun yang diperoleh dengan cara yang baik dan benar, sedikit atau banyak, insyaAllah akan mengandung keberkahan. Dimakan jadi “enak”, kalau menjadi daging akan senantiasa mengajak kita ke arah kebaikan, kalau diberiakan pada anak istri akan membuat mereka semakin berprilaku terpuji, pikiran jadi tenang dst. Sebaliknya sesuatu yang diperoleh dengan cara yang tidak baik dan benar insyaAllah tidak akan mengandung keberkahan, meskipun jumlahnya banyak. Efeknya jika kita makan rasanya “tidak enak”. Jika jadi daging akan senantiasa mengarahkan kita ke hal-hal negatif, jika dikasihkah anak istri membuatnya semakin berani pada kita, pikiran jadi kacau dan lain sebagainya.

Dan yang jelas, sesuai janji Allah kelak di akhirat akan ditanya dari mana harta kita dapatkan dan ke mana harta kita belanjakan. Siapkah kita dengan pertanyaan itu?

Jadi niatkanlah kerja untuk ibadah. Bagaimanapun sikap rekan kerja kita, tidak akan membuat kita terpengaruh. Kalau bisa, kita nasehati, kalau sungkan setidaknya kita doakan agar segera sadar. Sedangkan kita akan tetap bekerja sesuai dengan apa yang menjadi tanggung jawab kita. Tak perlu risau. Bukankan Allah Maha Adil?

Terus bagaimana dengan mereka yang korupsi? Bagaimana dengan mereka yang sering datang terlambat? Bagaimana dengan mereka yang sering bermain-main dengan uang kantor?
Menurut saya, sedikit tapi berkah jauh lebih nikmat dan menentramkan dari pada banyak tapi bermasalah.

Kita doakan semoga orang-orang seperti di atas segera sadar dan bertaubat, sebelum Allah yang langsung menegurnya.

Temanggung, 31 Agustus 2014

Karnaval pembangunan kota Magelang 2014

Karnaval pembangunan kota Magelang 2014
Karnaval pembangunan kota Magelang 2014
Karnaval pembangunan kota Magelang 2014
Karnaval pembangunan kota Magelang 2014
Karnaval pembangunan kota Magelang 2014
Hari ini (Sabtu, 30/08/2014) puluhan ribu masyarakat Magelang memenuhi sepanjang Alun-alun  dan sepanjang Pecinan Magelang untuk menyaksikan Karnaval pembangunan tahun 2014 dalam rangka menyemarakan HUT Republik Indonesia yang ke-69. Acara di mulai sekitar jam 13:00, di ikuti oleh instansi pendidikan, swasta dan pemerintah yang ada di kota Magelang. para peserta Karnaval menampilkan berbagai hasil pembangunan di kota Magelang, Drum band, kesenian tradisional khas Magelang. 

Kopi Ireng

-

Mas Ivan

on 2014-8-29 4:39pm GMT

Bukan pecinta kopi akut memang, namun tak apalah karena tersuguh gratis setiap hari di tempat kerja bersanding dengan teh celup, selanjutnya masuklah si hitam ini jadi salah satu menu harian yang tak luput dari incaran.

Ambil gelas sesuai selera, masukkan kopi ireng bersama dengan gula, seduh air panas, dan aduk hingga merata.

Salam kopi ireng kepada seluruh pecinta kopi di tanah air ! Apapun kopi Anda, berapa-pun harga yang menjadi patokan standart konsumsi sruputan saat ini, kopi ireng podo wae kopi yang berampas dan butuh seduhan air panas plus gula.

(Ngisor Ringin, 29 Agustus 2014)

Kliping Kompas tgl 29 Agustus 2014, hal 14, kol 1-2

Kliping Kompas tgl 29 Agustus 2014, hal 14, kol 1-2

Ngapain pemerintah repot-repot menyiapakan lahan untuk menyediakan biomassa, lha wong biomassa yang tersedia saja belum tergarap.

Hari ini saya baca sebuah berita kecil di Harian Kompas, tgl 29 Agustus 2014, halaman 7, kolom 1-2. Judulnya menarik bagi saya: Energi Terbarukan; Lahan Pengembangan Biomass Disiapkan. Ketika saya membaca berita itu sedikit senang, karena pemerintah punya keinginan untuk mengembangan energi alternatif yang terbarukan. Akan tetapi saya akan mengkritisi kebijakan pemerintah ini.

Saya sudah mendengar desas-desus akan pengembangan energi dari biomassa ini. Kebutuhannya memang sangat besar, khususnya untuk pasar export. Konon kabarnya Korea sudah melarang penggunaan batubara dan mengantinya dengan biomassa. Artinya, kembali ke jaman baheula lagi. Kasarnya begini; energi biomassa = kayu bakar. Karena yang dibakar sama-sama kayu, cuma namanya sekarang sedikit mentereng: energi biomassa.

Korea adalah negeri yang industrinya maju, tentu saja sangat membutuhkan banyak energi untuk menjalankan industrinya itu. Nah, mereka kan tidak punya lahan yang luas. Datanglah mereka ke Indonesia mencari lahan untuk menanam ‘kayu bakar’. Menurut kabar desas-desus lagi yang tidak jelas kebenarannya; investor korea sudah menanam ribuah hektar tanaman ‘kayu bakar’ di Indonesia, di wilayah Indonesia Timur dan Kalimantan.

Saya tidak tahu apakah ini sudah direncanakan matang-matang atau sekedar ikut-ikutan. Menurut berita Kompas di atas pemerintah akan menyiapkan lahan untuk penanaman ‘kayu bakar’. Kata kabar berita itu lagi, konon, Indonesia membutuhkan 2 juta ha lahan untuk menanam ‘kayu bakar’.

Ngapain pemerintah repot-repot menyiapkan lahan untuk ‘kayu bakar’ seluas itu. Lha wong Indonesia punya banyak limbah biomassa yang melimpah ruah dan tidak termanfaatkan. Barangnya tinggal ambil saja, tidak usah menanam, bahkan ‘mungkin’ tidak usah beli. Tinggal ongkos angkut saja. Ini saya tahu sendiri, karena lama saya mengelutinya, yaitu: Limbah biomassa KELAPA SAWIT. (Baca: Potensi Limbah Biomassa Sawit)

Indonesia adalah negera produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Produksi minyak sawit menurut data dari BPS tahun 2013 diperkirakan mencapai 26,9 juta ton CPO. Kalau dihitung secara kasar produksi CPO sebanyak itu akan menghasilkan limbah biomassa yang ruuuaaarrr biaya besar zekali; yaitu:

TANKOS: 30.93 juta ton
FIBER dan Cangkan: 25.5 juta ton
Limbah Cair: 94.15 juta ton

Total biomassa (Tankos, fiber, cangkang): 56.43 juta ton.
(Ini hitungan kasar ….lho….)

Neraca Massa Kelapa Sawit

Menurut berita kompas itu lagi 1 ha lahan ‘kayu bakar’ bisa menghasilkan 64 ton ‘kayu bakar’. Ini artinya limbah sawit itu equivalent dengan 882 187 ha lahan ‘kayu bakar’ atau dua kali lipat luas lahan yang akan dibangun di Madura itu.

Konversi energinya juga sangat besar. Dari Tankos, cangkang, dan fiber bisa dihasilkan energi listrik, sedangkan dari limbah cair bisa dihasilkan biogas. Angka perkiraan kasarnya adalah:

Listrik: 16 152 mega watt
Biogas: 2 692 m3.

Ini jumlah anergi yang sangat-sangat besar. Ini belum limbah biomassa yang lain yang dari agroindustri, seperti: bagas tebu, jerami padi, serbuk gergaji, batok kelapa, limbah kotoran ternak, dll. Masih banyak sekali.

Saya tahu, itu hanya itung-itungan di atas kertas. Merealisasikannya tidak mudah. Namun, mbok yao…pemerintah itu juga memikirkan potensi-potensi biomassa yang sudah ada di lapangan. Saya tahu sendiri, limbah biomassa sawit masih ‘terbengkalai’ dan tidak termanfaatkan.

Beberapa kali saya mencoba diskusi dengan pengusaha sawit dan menyampaikan ide ini. Bagi pengusaha sawit, mereka kurang tertari memanfaatkan limbah biomassa sebagai energi. Lha mereka sediri sudah kecukupan energi dari limbah cangkan saja. Bahkan sisa. Apalagi kalau disuruh repot-repot membuat biogas segala. Mereka enggan berinvestasi.

Kalau pun mereka bisa memproduksi listrik dan dijual ke pe-el-en, itungan-itungan mereka masih ‘masuk’. Masalahnya, pe-el-en maunya harganya super murah. Bagaimana pengusaha bisa untung.

Di sini sebenarnya peran pemerintah. Menjebatani antara pengusaha dan kebutuhan masyarakat. Yang butuh energi itu masyarakat luas. Pengusaha punya ‘limbah biomassa’ yang tidak termanfaatkan dan mereka tidak tertarik untuk memanfaatkannya. Posisis pemerintah adalah ditengah-tengahnya. Jadi ‘jembatan’ itu dengan regulasi maupun kebijakan lainnya.

Contoh sederhana, misalnya; pemerintah memberikan subsidi untuk pengusaha yang bisa menyediakan listrik untuk masyarakat. Maksudnya, memberikan harga yang layak bagi pengusaha. Atau memberikan keringanan pajak, infrastruktur dll, sehingga pengusaha tetap bisa mendapatkan keuntungan dari usaha itu.Masih banyak contoh-contoh bentuk dukungan riil pemerintah untuk pemanfaatkan biomassa dari limbah perkebunan di Indonesia.

Seandainya ide ini berjalan, krisis energi akan bisa diatasi. Indonesia memiliki potensi biomassa yang besar dan lahan yang luas.
Kalau hanya sekedar ‘Kayu bakar’ tinggal ambil saja. Tinggal kemauan (good will) dari pemerintah untuk mendorong pemanfaatan ‘kayu bakar’ ini.

Kita tunggu saja kiprah pemerintahan baru ke depan. Apakah masih pro-rakyat atau justru mau mengail di atas penderitaan rakyat.

walllahu’alam.


Masih bingung memilih Travel Umroh yang Terpercaya? bingung memilh paket umroh 2015 dengan pelayanan yang profesional? Pastikan anda memilih tidak berdasarkan asal murah! Rencanakan perjalanan ibadah umroh 2014 atau umroh 2015 anda dengan travel umroh yang menjamin keberangkatan ibadah anda, kami travel Madina Prima Indonesia profesional dalam memberangkatkan jamaah. Alhamdulillah sejak berdiri sampai saat ini […]

Lebih lengkap artikel tentang "Biro Travel Umroh dan Haji Plus Madina Prima Indonesia" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Isu kenaikan harga BBM memanas seiring meredananya suhu politik negeri pasca Pilpres 2014 yang amburadul. Alih-alih untuk stabilitas ekonomi pasar serta kemakmuran negara, permasalahan klasik seputar kenaikan BBM pun kembali muncul dimana antrean para pecandu Bahan Bakar Minyak (BBM) makin meluas di sejumlah daerah dan mengular sebagaimana di Magelang.

Selasa malam (26/08/2014) antrian panjang saya rasakan guna penuhi isi tangki yang saat itu telah mulai keroncongan. Masif, konsisi sperti ini terjadi menyeluruh si persada nusantara. Dan kali ini tercium sebab lantaran Pemerintah melakukan pembatasan kuota premium dan solar bersubsidi untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) secara pro-rata.

Juntrungnya kebijakan ini menjadi dilema tersendiri bagi rakyat pun sebenarnya inilah imbas nyata masa transisi Presiden RI sah ke Presiden terpilih Jokowi – JK yang rentan akan kepentingan.

20140826_193216 20140826_192619 20140826_193318 20140826_193117 20140826_191753
© Image by. Mas Ivan and Google
© Image by. Mas Ivan and Google

© Image by. Mas Ivan

Tak ingin berlama-lama dengan kondisi saat ini sejumlah pihak meminta agar pemerintah mengatasi krisis BBM ini dengan segera. Dua cara ditawarkan, pertama dengan menaikkan harga BBM secara gradual setiap bulan hingga mencapai harga internasional, sedangkan yang kedua menambah kuota BBM subsidi.

Risiko jelas ada terhadap dua opsi tersebut. Selain akan ada penolakan sebagian masyarakat, APBN bakal semakin tertekan karena subsidi energi justru akan semakin membengkak.

Terkait hal ini angin surga datang dari Pemerintah melalui menteri Perekonomiannya dimana Pemerintah berjanji segera atasi krisis BBM dalam 3 hari hingga tak akan ada lagi antrean.

“Dalam waktu kurang dari tiga hari tidak boleh lagi ada antrean yang tidak perlu,” kata Menko Perekonomian Chairul Tanjung dilansir situs Sekretaris Kabinet, Rabu pagi (27/8/2014).

Yah semoga saja seperti yang diharapkan, lantaran beginilah Ngeri-ngeri BBM NKRI yang syarat tipu daya serta kepentingan. Jelas, BBM bener-bener musibah bagi bangsa INDONESIA :)

(Ngisor Rambutan, 28 Agustus 2014)

Ngeri-ngeri BBM NKRI

-

Mas Ivan

on 2014-8-28 12:51am GMT

Ada yang menarik dengan kondisi saat ini pun INDONESIA diketahui sebagai negeri kaya dengan ladang sumber daya energi yang luar biasa. Bayangkan saja, cadangan minyak RI menipis meski sebenarnya produksi minyak terpenuhi (1 juta bpd), dan ini lantaran sebab.

Pengeboran minyak di Sulawesi Barat Hasil akhir setelah proses produksi Kilang Minyak Yang Masih Beroperasi

© Image by. Mas Ivan and Google

Sekedar kalkulasi sederhana saja, setiap hari Indonesia konsumsi 1.41 juta barel minyak, dimana kapasitas kilang untuk olah minyak berkapasitas 900.000 barel per day (BPD), ditambah ada kilang minyak kita namanya PT TPPI mampu memproduksi 250.000 barel minyak produk, yang sengaja dibikin rusak sejumlah pihak.

900.000 bpd ditambah 250.000 bpd berjumlah 1.15 juta barel per hari, dan ini jelas memenenuhi kuota konsumsi rutin harian Indonesia. Ngenes, saat ini kondisi bertolak belakang hingga INDONESIA samapai terkena krisis berkepanjangan yang berdampak kerugian negara serta warga.

Ngeri, produksi 400.000 barel per day (BPD) diakui 350.000 bpd, sedangkan sisanya menguap tanpa bekas yang akhirnya kembali dibeli meski sebenarnya hasil curian yang diselundupkan. Ngeri, kilang minyak yang harusnya mampu produksi 250.000 barel minyak produk dibikin rusak, dan kita harus impor BBM produk dalam jumlah besar untuk penuhi kekurangan konsumsi perhari.

Tahukah kita, rata-rata INDONESIA sehari impor 650.000 bpd BBM produk dan 200.000 crude (minyak mentah) dengan total hampir 1 juta barel, dimana semua pembelian tersebut lewat Petral atau PES. Dan jika kita mau tahu perhitungan duitnya, total impor BBM kita adalah US$ 33 miliar atau Rp 350 triliun.

Semakin ngeri lagi cadangan minyak RI disebutkan hanya tinggal 8 tahun lagi ( 2022 habis). Benarkah demikian ataukah ini akal-akalan semata agar bebas dicuri sejumlah pihak serta kalangan ?  Sungguh, ngeri-ngeri BBM NKRI lantaran BBM Bener-Bener Musibah.

(Ngisor Rambutan, 28 Agustus 2014)

Angklung1Bambu, siapa yang tidak mengenal tanaman khas Indonesia yang satu ini. Bagi para sedulur yang tinggal di pedesaan, mungkin sangat akrab dengan tanaman beruas-ruas ini. Bahkan pada umumnya, keberadaan sebuah padusunan dipagari dengan tumbuhan bambu di pinggirannya. Ada jenis bambu petung yang besar-besar.  Ada bambu apus yang biasa digunakan untuk anyam-anyaman. Ada pula bambu wulung dengan khas warna hitam mengkilatnya. Ada lagi bambu gading dengan kulit kuning gadingnya. Masih ada bambu ampel, ori, dan tentu saja masih sangat banyak jenis yang tidak bisa disebut satu per satu.

Di samping banyak ragam dan jenisnya, bambu juga memiliki banyak kegunaan. Sebut saja hasil kerajinan tangan yang terbuat dari bambu, semisal wakul atau bakul nasi, tampah, tedho, kalo, irik, enthik, tenggok, krombong, kronjot, kranjang, juga capil. Ada juga perlengkapan bangunan rumah yang dapat dibuat dari batang bambu, mulai dari gedhek sebagai dinding pembatas, saka atau tiang, blandar, bahkan usuk dan reng untuk memasang genteng.

Selain itu, bambupun bisa dibuat menjadi peralatan musik. Anda percaya? Monggo diingat, ada seruling bambu, angklung, celung, karinding, celempung, genggong, termasuk arumba alias alunan rumpun bambu yang bisa disebut juga sebagai gambang bambu. Tentu saja masih banyak khasanah alat musik tradisional Nusantara yang terbuat dari batang bambu.

Khusus alat musik angklung, masyarakat sudah sangat mengenalnya sebagai alat musik tradisional asli Jawa Barat. Tidak begitu jelas sejarah asal-muasal alat ini, namun Suku Baduy dalam konon telah menggunakannya secara turun temurun untuk mengiringi upacara persembahan kepada Dewi Sri pada saat musim tanam padi maupun ketika memasukkan panenan padi ke dalam lumbung penyimpanan. Sejarah kemudian mencatat kemunculan angklung buncis pada tahun 1795 di kampung Cipurut, Desa Baros, daerah Arjasari, Bandung. Masa-masa berikutnya angklung mengalami perkembangan yang cukup pesat, terbukti dengan kehadiran jenis angklung seperti angklung gubrag, bungko, hingga angklung modern atau padaeng. Jenis angklung terakhir ini dikembangkan oleh Daeng Soetigna yang kemudian dinobatkan sebagai Bapak Angklung Dunia.

Membicarakan angklung di Kota Bandung, tentu tidak bisa dilepaskan dari Saung Angklung Udjo. Udjo Ngalagena, demikianlah nama lengkapnya, adalah sosok pelestari dan pengembang alat musik tradisional angklung khas Jawa Barat. Dialah sosok yang mempelajari secara seksama musik angklung dari maestro Daeng Soetigna.

Pada tahun 1966, Mang Udjo bersama Uum Sumiati (istri) mendirikan sebuah sanggar atau padhepokan seni angklung yang kini dikenal sebagai Saung Angklung Udjo. Saung yang terletak di Jalan Padasuka 118, Kota Bandung sisi timur,  merupakan perwujudan nyata Mang Udjo terhadap tanaman bambu dengan segala potensi kegunaannya. Di berbagai sudut halaman atau pekarangan saung tumbuh dengan teduh berbagai macam jenis tanaman bambu, diantaranya ada bambu wulung, gombong, gading, ori, serta ampel. Keberadaan rumpun bambu inilah yang menjadikan suasana sejuk nan sepoi senantiasa dirasakan oleh setiap pengunjung yang datang.

Pada kesempatan akhir Agustus lalu, saya berkesempatan turut berkunjung ke Saung Angklung Udjo. Di tengah teriknya panas matahari Kota Bandung, kami diantar dengan sebuah bus memasuki pelataran Saung Angklung. Suasana panas yang semula menyengat, perlahan namun pasti berkurang menjadi semakin sejuk tatkala kami memasuki halaman Saung Angklung yang dipagari dengan berbagai jenis tanaman bambu. Kedatangan rombongan kami disambut dengan sangat hangat oleh pihak saung. Satu persatu tamu yang datang disambut dengan senyuman para neng geulis sambil mengalungkan sebuah angklung mini.

Ruang terdepan dari Saung Angklung merupakan sebuah ruang workshop hasil berbagai kerajinan tangan yang terbuat dari bambu, juga segala macam merchandise yang berkaitan dengan Saung Angklung. Ada kaos dengan berbagai motif khas saung. Ada miniatur wayang golek, kalung, gantungan kunci, peralatan main tradisional, beberapa jenis batik, dan yang sudah pasti aneka angklung baik yang dijual sebagai satuan maupun dalam wujud seperangkat angklung lengkap hingga beberapa oktaf atau rentang nada. Dibandingkan dengan keunikan maupun proses pembuatan yang memerlukan ketekunan dan ketelitian yang ekstra, berbagai produk souvenir karya seni di saung tersebut tentu saja tergolong relatif murah.

Sambil menunggu waktu pertunjukan, kami serombongan dijamu dengan hidangan makan siang di saung dapur. Meski menu yang disajikan cukup mengundang selera, namun sayang seribu sayang kami sama sekali tidak menemukan sajian khas sayur rebung maupun lumpia isi irisan rebung yang menurut kami sangat identik dengan bambunya Saung Angklung.

Tiba giliran menu utama Saung Angklung disajikan. Apalagi jika bukan sajian pertunjukan seni musik angklung yang sudah mendunia lewat Saung Angklung Udjo. Sebagai tambahan informasi, bersama dengan Saung Angklung Udjo, musik angklung telah dipentaskan di berbagai penjuru dunia, baik di Asia, Eropa, maupun Amerika. Bahkan, melalui UNESCO, PBB telah menetapkan angklung sebagai salah satu warisan budaya dunia asli Nusantara. Bukankah kita semua sepatutnya turut bangga dengan angklung, warisan agung dari nenek moyang kita sendiri.

Mengawali rangkaian pertunjukan, sepasang MC muda-mudi memberikan berbagai penjelasan dan informasi yang berkaitan dengan angklung, Saung Angklung, dan beberapa seni tradisi serta budaya khas Sunda atau Jawa Barat. Rangkaian pertunjukan angklung siang itu terdiri atas demonstrasi wayang golek, helaran, tari topeng, arumba, bermain angklung bersama, angklung orkestra, serta menari bersama.

Dari keseluruhan rangkaian pertunjukan angklung, setiap sesi memberikan kesan yang sangat mendalam di sanubari masing-masing penonton. Betapa setiap orang hanyut, terlarut hingga menjadi satu kesatuan bagian dari pertunjukan itu sendiri. Inilah barangkali mukjizat bahwa angklung bisa menyatukan manusia dari beragam latar belakang menjadi sesama saudara dalam paduan sebuah kebersamaan yang terbalut dalam semangat dan suasana yang sangat harmonis, sebagaimana dicita-citakan para penggiat angklung. Bukankah kita sangat beruntung memiliki beragam aset kekayaan seni budaya? Bagaimana mungkin justru kita seringkali kehilangan jati diri dan lebih mengagungkan produk budaya dari luar negeri yang belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa kita? Mohon monggo kita renungkan kembali.

Bandung, 27 Agustus 2014


Filed under: Jagad Budaya Tagged: anglung, bambu, Bandung, paris van java, saung angklung ujo

Tanggal 11 November 2011 atau yang lebih dikenal sebagai triple eleven (11-11-11) adalah tanggal yang mungkin tak akan pernah terlupakan bagi segenap insan pencinta film Magelang, sebab di tanggal yang unik tersebut, dua bioskop terakhir yang tersisa di Magelang, yaitu Magelang Theater dan Tidar Theater resmi ditutup.

Selepas tanggal tersebut, warga Magelang yang ingin menonton film-film terbaru mau tak mau harus hijrah sejenak ke Jogja. Kalau memang enggan ke Jogja, nikmati saja Bioskop Trans TV atau Big Movies Global TV.

Harapan akan munculnya gedung bioskop baru di Magelang akhirnya terangkat seiring dengan pembangunan mall baru Armada Town Square (Artos). Di Pusat perbelanjaan yang konon terbesar di seantero Kedu ini konon akan dibangun sebuah bioskop modern dengan kapasitas yang mumpuni. Berdasarkan kabar yang saya dapat dari kawan-kawan yang bekerja di Artos, pihak manajemen Artos berencana akan menggandeng kerjasama dengan jaringan bioskop 21. Namun kabar inipun rupanya masih simpang siur.

Kepastian akan dibangunnya sebuah Bioskop di Artos akhirnya terjawab. Namun ternyata bukan melalui kerjasama dengan jaringan bioskop 21, melainkan dengan Jaringan Bioskop Multivision, yaitu Platinum Cineplex.

Pembangunan Bioskop ini sudah dimulai sejak tahun 2013, dan direncanakan sudah mulai beroperasi per bulan Mei 2014.

Namun sayang, hingga penghabisan bulan Mei 2014, Bioskop baru ini rupanya belum juga beroperasi, pembangunannya belum seratus persen selesai. Jadwal peluncurannya pun terus diundur hingga beberapa kali. Hingga akhirnya, per tanggal 27 Agustus 2014 kemarin, Bioskop ini benar-benar beroperasi, yang ditandai dengan acara Grand Opening Platinum Cineplex Magelang di Artos Magelang.

Platinum Cineplex Magelang
Welcome to Platinum Cineplex Magelang

Saya termasuk beruntung karena bisa hadir dalam acara Grand Opening Platinum Cineplex Magelang ini. Saya bersama kawan saya Aam turut hadir sebagai tamu undangan mewakili komunitas NontonYK.

Platinum Cineplex Magelang
Dua Tiket undangan mewakili Komunitas NontonYK

Saya berangkat dari rumah jam sepuluh kurang seperempat, karena berdasarkan undangan, acara dimulai pukul sepuluh. Jarak dari rumah ke Artos cukup dekat, hanya sepeminuman kopi perjalanan menggunakan angkutan umum.

Sesampainya di Platinum, sudah banyak sekali tamu undangan yang hadir, mulai dari pejabat, para pengusaha, wartawan, sampai para tokoh masyarakat.

Seperti layaknya acara peresmian tempat baru, acara pembukaan dipenuhi dengan aneka sambutan, remeh-temeh, pembacaan doa, pemotongan tumpeng, hingga pemukulan gong. Acara yang sangat normatif, dan jujur tak terlalu menarik bagi saya pribadi (dan mungkin bagi kebanyakan orang). Saya sendiri memilih duduk di luar sambil menikmati kudapan yang telah disediakan oleh panitia sambil mengobrol dengan para tamu yang mungkin sama-sama tak menyukai acara normatif ini.

Platinum Cineplex Magelang
Suasana grand opening Platinum Cineplex Magelang

Singkat kata, tepat jam 12 siang, Platinum Cineplex Magelang resmi dibuka. Dan selepas itu, Acara kemudian dilanjutkan dengan tour singkat.

Para tamu undangan diajak berkeliling melihat-lihat isi Platinum Cineplex secara keseluruhan, mulai dari lobby, ruang ticketing, concenssion, ruang tunggu, hingga masuk ke salah satu studio (hall).

Platinum Cineplex Magelang
Tour singkat, mengenal daleman Platinum Cineplex

Platinum Cineplex Magelang
Bergaya sejenak di ruang tunggu bersama Aam sang penakluk

Kendati sudah diresmikan sejak jam 12, namun pemutaran film pertama baru dimulai jam 3 sore, tiket sudah bisa dibeli sejak jam 1 siang, sedangkan untuk para tamu undangan, tiket bisa didapatkan dengan menukarkan undangan grand opening yang didapat dari panitia.

Oh ya, sebagai informasi, harga tiket Platinum Cineplex Magelang ini 30 ribu di hari biasa, dan 40 ribu di akhir pekan. Trus untuk tempatnya, Platinum Cineplex berada di Upper Ground Artos, bersebelahan dengan foodcourt, persis di atas Electronic city.

Sekitar jam setengah 4, pintu studio 5 pun dibuka, Saya dan Aam langsung masuk untuk menonton film yang sudah kami pilih, Guardian Of The Galaxy.

Platinum Cineplex Magelang
Salah satu studio di Platinum Cineplex Magelang

Di dalam studio, dinginnya setengah mati, mungkin karena AC-nya yang masih baru, atau mungkin karena memang saya yang terlalu ndeso dan tak biasa dengan AC. Ah, persetan.

Saking dinginnya, Selama film diputar, saya dengan susah payah menahan kencing. Untunglah filmnya sangat lucu dan menghibur, sehingga saya bisa bertahan hingga titik urin penghabisan. Adik kecil saya ini rupanya masih cukup kooperatif dengan keadaan.

Hhh, Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan, menjadi barisan penonton pertama yang ngreyen bioskop modern pertama di Magelang. Kendati harus menahan dingin yang begitu menusuk tulang.

Platinum Cineplex Magelang
Fun for Everyone (kalau nontonnya sendirian, jadinya Fun for Piyambakan)

Platinum Cineplex Magelang
Berpose binal, sesaat sebelum memasuki studio

Platinum Cineplex Magelang
Diwawancarai sama Mbak Wartawan Jawa Pos yang cetar membahana

Jadi, untuk seluruh makhluk Magelang, kapan sampeyan akan menyambangi bioskop baru ini?

Dan ya, Untuk para gadis Magelang yang merasa piyambakan, kalau mau menonton dengan sensasi punya pasangan, monggo hubungi saya di menu Kontak di sebelah kiri blog ini, Insha Alloh saya siap menemani anda nonton. Tarif normal, tidak berlaku untuk kelipatan.

Post Scriptum : Kalau ndilalah sampeyan tertarik untuk baca sejarah bioskop di Magelang, monggo bisa membaca postingan yang dibuat oleh kawan saya Mas Hamid Anwar Disini atau bisa juga di postingan yang dibuat sama tetangga saya Mas Sahrudin Disini.

image

Saya suka baca cerita-cerita lucu. Ada beberapa koleksi buku2 bergenre humor di rak buku saya. Namun, dari sekian banyak buku humor yang saya miliki buku humor yang paling lucu adalah bukunya Bang Arham Kendari.

Pertama kali saya beli buku ini ketika ada pameran buku di JCC (jogja convention centre). Saya ngublek2 semua stand buku di pameran itu, meski harus rela merogoh kocek rp. 5000. Sampailah saya di standnya Yusuf Agensi, stand buku murah yang sudah diafkir. Di balik kerumuman orang itulah saya menemukan buku “Jakarta Undekompor”-nya Bang Arham.

Saya baca buku itu sampai terkencing2 karena tidak kuat menahan tawa. Buku itu benar2 lucu. Hebatnya lagi, meski saya baca berulang2, tetap saya tertawa terpingkal-pingkal. Cerita yang paling saya suka adalah cerita tentang kacang mede.

Bang Arham punya urat humor yang istimewa. Kemampuan menulis dibarengi dengan keahlian mengolah foto dengan sotosop dan mengambar. Gambar2nya lucu2. Ini contohnya.

image

image

Buku Bang Arham adalah kumpulan tulisan2 yang ditulis di blognya. Dan ternyata Bang Arham juga punya akun di media sosial; facebook, twitter, kompasiana, dll. Hebatlah pokoknya.

Untuk Anda yang suka cerita humor wajib memiliki buku2nya Bang Arham. Sudah beberapa buku yang beliau terbitkan. Atau minimal kunjungi akun FB, blog, folow twitternya.

Blog: Arham Kendari
Kompasiana: Arham Kendari

FB: Arham Kendari
Twitter: Arham Kendari

image

image

image

image

image

image


image

Rhizobium yang bersimbiosis dengan tanaman kacang2an sudah sejak lama diteliti dan terbukti bisa meningkatkan produktivitas tanaman kacang-kacangan. Rhizobium banyak dimanfaatkan sebagai mikroba aktif biofertilizer. Ada banyak produk biofertilizer di pasaran yang mengandung Rhizobium. Bahkan, beberapa pupuk cair pun diperkaya dengan Rhizobium.

Buku kecil ini sangat bermanfaat dan penting untuk orang2 yang bekerja dengan Rhizobium. Meskipun tipis tetapi isinya lengkap. Mulai dari pengambilan sampel di lapang hingga pengujiannya.


Namanya juga jaman kalabendu. Jaman edan, dunia penuh kegilaan. Segala aturan, tata nilai, norma, pranata, dan juga segala bentuk keteraturan sudah sasar-susur, jungkir balik, berantakan, berserakan. Bubar bin mawut tidak karuan. Yang salah bisa dianggap benar atas nama suara terbanyak. Yang benar justru dipersalahkan jika tidak berani untuk bersikap wani piro. Yang baik kadang tersamar dan lebih nampak sebagai suatu keburukan. Sebaliknya yang buruk justru diagungkan secara berjamaah menjadi sebuah nilai kebaikan baru atas nama kebersamaan. Inilah negeri Nusantara saat ini. Negeri gonjang-ganjing terombang-ambing dalam masa goro-goro.

Bayangkan saja sedulur! Belum negeri yang apunjung wukir, subur-makmur gemah ripah loh jinawi ini bising dengan gegap-gempita dan hingar bingar pesta demokrasi oleh berbagai arak-arakan pawai jalanan, kemudian disusul gugat-menggugat sengketa hasil pesta, kini di masa transisi rejim penguasa, dan juga isu-isu meresahkan mengenai ISIS, justru rakyat dipusingkan dengan urusan pembatasan BBM bersubsidi.

Lho ada to BBM bersubsidi. Ya asal BBM yang dimaksudkan bukan black berry massenger, ya jelas ada to! Ya nggak? Of course, kita sedang ngobrol soal kelangkaan bahan bakar minyak, khususnya premium bersubsidi yang memang dibatasi menurut pemerintahan yang tinggal memerintah untuk beberapa hari ke depan ini. Simak saja berita-berita terkini yang paling hangat dan menjadi headline. Isu soal BBM ini seolah sudah menggeser isu berita mengenai gugatan pilpres maupun ISIS.


Filed under: Jagad Bubrah Tagged: BN2012, perubahan bangsa

Belum lama ini media nasional maupun internasional dipenuhi dengan aksi gerakan ISI (Islamic State of Iraq Syria) yang semakin meresahkan dihampir seluruh negara islam di dunia khususnya Indonesia. Berita tentang gerakan radikal ini semakin panas dengan berita terbaru yang tentang ancaman ISIS akan menghancurkan Candi Borobudur. Dengan cepat berita ini memenuhi seluruh surat kabar nasional […]

Lebih lengkap artikel tentang "ISIS Ancam Ratakan Candi Borobudur" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

image

Smarphone Android memiliki banyak fungsi dengan aplikasi-aplikasi tambahan. Salah satunya adalah fungsi untuk scan dokumen. Scan dokumen adalah salah satu pekerjaan rutin di kantor. Seringkali kita perlu mengirimkan dokumen dalam bentuk file pdf/image ke rekan kerja atau klien. Jaman dulu pekerjaan ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan scanner. Saat ini bisa dilakukan hanya dengan menggunakan smarptphone Andorid. Caranya sangat mudah.

Banyak aplikasi scanner document yang tersedia di Google play store. Banyak aplikasi yang gratis dan ada juga yang berbayar. Yang berbayar pun harganya sangat murah sekali.

Cara kerja aplikasi ini sangat sederhana dengan memanfaatkan kamera smartphone untuk memindai dokumen. Hasil fotonya selanjutnya diolah menjadi file pdf. Simple.

Screenshots_2013-11-04-14-14-09

1. Cara penggunaannya juga mudah. Dokumen yang akan kita scan diletakkan di meja atau di posisi yang datar dan cukup mendapatkan cahaya.
2. Kemudian kita foto dengan posisi tegak lurus terhadap dokument. Usahakan agar dokumen tidak terkena bayangan tangan kita. Sebaiknya alas yang digunakan juga kontras dengan dokumen yang akan discan. Kemudian ambil fotonya.

3. Aplikasi akan memuat foto dokumen. Ada beberapa pilihan untuk meng-cropping foto sehingga tepat dengan posisi dokumen. Ada juga menu-menu untuk memparbaiki kualitas fotonya; misalnya membuat lebih cerah, lebih terang, lebih kontras, hitam-putih, dll.

4. Langkah selanjutnya adalah mengkonversi ke file pdf.

Kita bisa menambahkan banyak halaman dokumen dalam satu file. File pdf yang dihasilkan juga bisa dikirim atau dishare ke teman/kolega via email, cloud, dll. Mudah sekali.

Kini dengan smartphone Android Anda tidak perlu membeli scanner lagi, karena smartphone Android bisa digunakan untuk meng-scan dokumen.

Berikut beberapa aplikasi scanner dokumen yang tersedia di Google Play Store:

image

image

image

image


Komunitas Koeta Toea magelang (KTM) sebagai salah satu komunitas pecinta bangunan tua di Magelang yang paling aktif kali ini mengadakan acara jelajah yang sedikit berbeda. Jika biasanya acara jelajah yang dilakukan lebih banyak berjalan kaki, kali ini anggota KTM yang berjumlah puluhan orang menjelajahi Borobudur dengan menggunakan sepeda tua. Bukan KTM kalau acara jelajahnya tidak […]

Lebih lengkap artikel tentang "KTM Gelar Jelajah di Borobudur" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Sebuah artikel lama bersumber Majalah CULTURAL yang terbit Desember 2012 – Januari 2013 dengana judul “Tak Ada Bukti Ilmiah Minyak Sawit Tidak Sehat” rasanya cukup menjadi referensi kita terkait dampak serta kebenaran minyak sawit dan seluk beluknya.

Tersaji ringkas dan informatif, poin yang disampaikan melalui 9 paragraf berisi tersebut ternyata gamblang memaparkan bahwa isu yang berkembang saat ini hanyalah black campign semata untuk kepentingan bisnis tanpa dibarengi bukti ilmiah yang jelas.

  • Biji Sawit Berkualitas - © Image by. bumn.go.id
  • Bentangan Lahan Sawit di Area Baru - © Image by. vibiznews.com
  • Dampak Pembukaan Perkebunan Kelapa Sawit Baru di Hutan Gambut
  • Rusaknya Lahan Gambut Hilangkan Habitat Untuk Orang Utan

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, di Nusa Dua, Bali dalam acara ‘8th Indonesian Palm Oil Conference and 2013 Price Outlook’ mengatakan ; “Black campaign soal sawit itu karena kepentingan bisnis”. Selanjutnya Mentan mengemukakan, pihaknya telah bekerjasama dengan beberapa negara termasuk Amerika Serikat untuk melakukan penelitian terkait minyak sawit terhadap kesehatan. Namun yang beliau justru mengkhawatirkan, “jika dipublikasikan saat itu, mereka para pembuat black campaign akan mencari celah untuk menghantam Indonesia (soal sawit). Dan hal seperti ini di luar negeri banyak dilakukan oleh (Lembaga Swadaya Masyarakat) (LSM) lingkungan tanpa disertai pertimbangan ilmiah, yang lebih cenerung kearah bisnis.

Namun terlepas dari kebenaran isu ilmiah Minyak Sawit terhadap kesehatan, lebih dalam saya menilai bahwa perkembangan produksi Minyak Sawit yang merangkak naik, terlihat dengan tambah luasnya area tanam pohon sawit hingga saaat ini, haruslah dibarengi dengan peremajan lingkungan serta ekosistemnya, mengacu kearifan lokal yang ada.

Dan salut jika saat ini masih ada perusahaan-perusahaan yang selalu konsisten menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan sekitarnya, tanpa menutup mata pun kucuran rupiah mengalir deras siempunya.

TAHUKAH KITA ?

Tahukah kita, pangsa pasar Minyak Sawit terbesar Indonesia adalah India dan Cina, dimana tak lama lagi investasi dari keduanya bakal mbanjir secara bertubi-tubi dalam kepemimpinan Presiden terbaru Jokowi – JK (jika sempat dilantik).

Tahukah kita, sekitar tahun 2012 Prancis berencana menaikkan pajak Minyak Sawit sebesar 300% yang diistilahkan dengan pajak Nutella. Sebuah alasan terkait ini, sebab bahaya gizi dari lemak nabati kelapa sawit yang digunakan sebagai bahan utama dalam hazelnut coklat favorit dan bahan makanan di negara itu sehingga dinaikkan pajaknya. Tujuannya, untuk mengurangi konsumsi luas di negara tersebut dimana rata-rata konsumsi Minyak Sawit pertahun 2 kg atau 126.000 ton.

Tahukah kita, selain black campaign melalui bahaya Minyak Sawit, pihak yang anti-Minyak Sawit juga kampanyekan deforestasi yang meluas di Kalimantan serta Sumatera, mengusur dan membunuh populasi orang utan yang terancam punah karena pembukaan lahan perkebunan sawit yang edan-edanan.

_______

Ingat, apapun yang berlebihan tidak baik untuk kemaslahatan. Pun pendapatan negara akan bertambah dibarengi bertambahnya tenaga kerja (mungkin), produksi Minyak Sawit yang berlebihan berimplikasi langsung pada perluasan hutan serta ekosistem hutan tersebut yang jelas mengikis kearifan lokal di daerah tersebut.

Konsumsi Minyak Sawit yang berlebihan punya dampak negatif terhadap kesehatan penikmatnya, meski kadar kolesterolnya minim atau sama sekali non kolesterol (kalo ada).

[Ngisor Rambutan, 25 Agustus 2014]

Kuda 2 Mata

-

Mas Ivan

on 2014-8-25 9:59am GMT

Tak sekedar pondasi, sketsa rumah serta perencanaan lain yang matang dalam membangun rumah merupakan paket utuh yang harus dipersiapkan. Berawal dari ketertarikan akan film seputar dunia para telik sandi seperti SALT, ngalir aja ingin diri ini menjadi salah satu bagian yang turut merasakan bagaimana serunya pun tak ada afiliasi pada lembaga apapun, organisasi apapun atau orang per-orang yang berkepentingan terkait keinginan ini.

Rapi, terjadwal dan disiplin. Kiranya tiga hal tersebut yang harus teramu utuh dengan segenap konsekwensi tak remeh lantaran nyawa menjadi taruhannya. Tak hanya itu, ada beberapa metode terapan yang butuh kerja keras ekstra dan tentu perlu teori yang panjang untuk menjelaskannya.

Sungguh, secuil harapan dapat membantu pertahankan bangsa dan negara agar merdeka dengan sebenarnya. Itulah hal mendasar mengapa saya ingin turut campur dan membaur, namun jangan sampai melebur yang justeru akan membuat pelakunya kerap kali tersandera dan hancur.

Masih belajar dan akan selalu bejalar terkait hal ini. Tentunya karena ada keyakinan bahwa semua orang mampu menjadi bagian dari para telik sandi negara dengan mencermati detail berbagai upaya yang dapat menghancurkan negara dari berbagai lini dengan rangkaian yang tak dapat terpisahkan satu dengan lainnya.

Kuda 2 mata, demikian saya menyebutnya seiring rencana matang yang kudu disempurnakan semenjak kini.

Telah keluar dari persembunyiannya. Mengamati, mencermati, dan siap membela negara dengan segala konsekwensinya meski nyawa taruhannya.

Kenapa tulisan ini ada ?

Kenapa juga Anda membacanya jika tak ada kepentingan apapun terhadap apa yang saya sampaikan.

INDONESIA bisa, dan kita harus mampu jadi kuda 2 mata untuk pertahankan kemerdekaan INDONESIA yang sebenarnya dari campur tangan Asing, Aseng dan Antek yang berpadu dengan para komunis endhas gonteng baju PKI.
_______

Ngisor Rambutan, 25 Agustus 2014

image

image

Ketika menjajah Indonesia dulu ternyata Belanda telah melakukan pendataan yang lengkap. Buku statistik ini buktinya.

Tidak banyak yang bisa saya sampaikan. Soalnya, saya tidak bisa bahasa Belanda.


image

Buku ini salah satu koleksi buku ‘kuno’ yang ada di rak buku kami. Judulnya “Islam dan Kebatinan” karangan Prof. Dr. H. M. Rasjidi. Buku ini ditulis 47 tahun yang lalu. Pertama kali buku ini saya dapatkan ada di tumpukan bawah meja tahu rumahnya Pak Arifin Mukti. Ternyata isinya menarik dan tidak saya dapatkan di buku2 keislaman kontemporer. Lalu, buku ini saya minta bersama dengan beberapa buku kuno yang lain. Isi buku ini menarik karena membahas tentang beberapa aliran kebathinan yang ada di masyarakat dan sebagian “bercampur aduk” dengan Islam.

Realitanya kebathinan memang eksis dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika SMA dulu saya pernah membeli sebuah buku terjemahan dari bahasa jawa. Judulnya: Kitab Gatoloco dan Kitab Darmogandul. Buku itu dijual di toko buku Cahaya yang ada di samping masjid Agung Magelang. Toko buku ini adalah toko buku Islam yang paling besar dan paling lengkap waktu itu. Saya tertarik membelinya karena di pengantarnya tertulis bahwa buku ini menceritakan tentang sejarah masuknya Islam di Indonesia. Bukunya cukup unik, karena dicetak dalam dua bahasa; satu sisi bahasa jawa dan sisi yang lain terjemahannya.

Saya mulai membaca buku itu. Ternyata isinya benar2 diluar dugaan saya. Isi buku itu bukannya tentang cerita sejarah Islam di Indonesia, tapi justru isinya melecehkan ajaran Islam. Saya tidak meneruskan membaca buku itu. Beberapa bulan kemudian saya mendengar di tvri kalau peredaran buku itu dilarang. Saya jadi ingat dan saya cari buku2 itu lagi. Tidak ketemu. Entah saya buang ke mana buku2 itu. Beberapa tahun kemudian baru saya tahu kalau buku itu merupakan salah satu kitabnya orang kebathinan.

Ketika kuliah saya pernah menginap di rumah teman saya di lereng gunung Sumbing. Bapak teman saya memiliki beberapa koleksi buku di ruang tamunya. Iseng2 saya baca satu buku. Saya terkejut ketika membaca isinya; isinya tentang ibadah yang campur2 dan tentang kitab kejadian manusia. Ternyata bapak teman saya adalah penganut aliran kebathinan.

Ketika KKN saya tinggal di desa terpencil di lereng pegunungan Dieng di Kab. Banjarnegara. Warga di desa saya ada dua kelompok penganut agama; Islam dan Hindu. Ternyata; di desa itu atau di kecamatan itu ada juga penganut aliran kebathinan.

Ketika saya menemukan buku ini baru saya memahami jika orang2 tersebut adalah penganut aliran kebathinan atau aliran kepercayaan. Di KTP mereka mungkin saja tertulis Islam, tapi mereka tidak menjalankan syariat Islam. Mereka beribadah denga cara lain. Ya…kebathinan itu.

Budaya manusia akan saling mempengaruhi. Dalam kasus kebathinan ini entah Islam yang mempengaruhi ‘kebathinan’ orang dulu atau justru ‘kebathinan’ yang mengotori ajaran Islam. Sesudah ratusan tahun Islam masuk ke Indonesia, masih ada beberapa kelompok orang Islam yang mencampur adukkan antara ajaran Islam dengan kebathinan. Akan lebih baik jika orang-orang ini mengikuti dan memilih salah satu saja. Dalam Islam, syirik adalah dosa yang tidak terampuni. Saya rasa demikian juga dalam ‘kepercayaan’ lain. Kalau tidak ‘murni’ tidak akan ‘diterima’ amalannya.

Buku karya Prof. Rasjidi ini sangat membantu saya dalam memahami tentang ‘kebathinan’ itu. Untung saja saya tidak melanjutkan sampai selesai ketima membaca kitab Gatoloco dan Darmogandul. Namun, saya kecewa karena kedua buku itu hilang dan tidak pernah saya temukan sampai sekarang.

Salam membaca.


image

Kelompok buku yang juga memenuhi rak buku kami adalah buku cerita anak. Ada banyak buku cerita yang kami miliki mulai dari kisah2 nabi, sahabat, atau cerita2 saduran dari luar negeri. Salah satu buku cerita anak yang disukai anak-anak adalah Creole.

Creole adalah buku cerita bergambar. Ceritanya sederhana dan tersirat nilai2 kemanusiaan. Dikisahkan tentang kehidupan di hutan di tepi rawa. Kehidupan di rawa itu awalnya tenang dan damai hingga suatu ketika lahirlah seekor binatang yang sangat jelek rupanya. Namanya Creole.

Binatang2 lain ditempat itu membenci dan takut dengan Creole. Mereka takut dan berburuk sangka karena fisik Creole yang buruk dan menakutkan. Binatang2 itu beranggapan bahwa mahluk yang rupanya buruk pasti juga buruk dan jahat.

Creole justru sebaliknya. Creole berhati lembut dan penyayang. Hati dan perangainya lembut dan baik. Selama ini penghuni rawa itu telah berburuk sangka dengan Creole. Kecuali satu binatang anak buaya yang tidak takut kepada Creole.

Melalui anak buaya itu akhirnya Creole bisa diterima dan berkawan dengan binatang2 lain penghuni rawa.

Buku itu sudah kami miliki sejak Royan dan Abim masih kecil. Dulu Abim yang jadi Creolenya. Sekarang Yusuf yang suka dengan cerita itu dan sering menceritakan kembali dengan gayanya yang lucu.

image


Setelah resmi berstatus ‘Negeri’ pada 1 April 2014, Universitas Tidar Magelang langsung menjadi salah satu universitas yang masuk dalam daftar kampus yang diperhitungkan didunia pendidikan. Efek dari pe-negerian Universitas Tidar Magelang pun sudah terlihat dari semakin meningkatnya jumlah pendaftar atau mahasiswa baru pada tahun akademik 2014-2015. Tidak kurang peningkatan mencapai 50% dari tahun lalu. Universitas […]

Lebih lengkap artikel tentang "Berapa Biaya Kuliah di Universitas Negeri Tidar Magelang Tahun 2014?" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

image

Buku ini salah satu koleksi buku lama yang ada di rak buku kami. Sebuah buku sastra, kumpulan cerpen karya Djamil Suherman. Saya baca buku ini beberapa kali. Ceritanya menarik.

Meskipun berupa kumpulan cerpen, tapi ceritanya sambung menyambung menjadi seperti sebuah novel. Ceritanya berkisar tentang kehidupan santri di sebuah pesantren di Jawa Timur. Ceritanya sederhana, tapi menarik. Konon cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi penulisnya yang memang dari santri.

Buku ini diberi ulasan/pengantar oleh HB Yassin, salah satu tokoh sastra Indonesia jaman itu. HB Yassin memuji karya sastra ini. Artinya buku ini memang bermutu, layak untuk dibaca dan layak menjadi koleksi.

Selamat membaca.


Tentang Pipa HDPE

-

Agus Mulyadi

on 2014-8-24 10:18am GMT
Dalam dunia konstruksi, kita mengenal dua jenis pipa yang sangat populer, yaitu Pipa PVC dan Pipa HDPE. Tentu kita sudah sangat akrab dengan yang namanya Pipa PVC, karena memang pipa ini sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan pipa HDPE, biasanya hanya orang-orang konstruksi saja yang paham. Nah, dalam postingan singkat ini, saya akan sedikit membahas tentang Pipa HDPE.

Pipa HDPE

Pipa HDPE adalah Pipa bertekanan yang terbuat dari High Density Polyethylene (HDPE), sebuah materi termoplastik polietilena yang terbuat dari minyak bumi. Pipa yang terbuat dari HDPE ini biasanya digunakan untuk konstruksi kelas tinggi, karena memang daya tahannya jauh lebih kuat dibandingkan pipa PVC.

Pipa HDPE dikenal karena kekuatannya. Materinya tak mudah pecah serta mempunyai kepadatan yang tinggi. Selain anti korosi, Pipa ini juga mampu bertahan di suhu yang tinggi (bisa bertahan pada suhu 120° C untuk jangka pendek, dan 110° terus menerus), sehingga sangat cocok digunakan sebagai pipa air ataupun pipa gas.

Karena ketahanan dan kekuatannya, pipa ini sering digunakan dalam konstruksi bawah tanah seperti penanaman kabel, atau saluran air bawah tanah.

Beberapa merk Pipa HDPE yang populer diantaranya adalah Pipa HDPE Wavin, Pipa HDPE Maspion, dan Pipa HDPE Unilon


Sempat gagal torehkan coretan kata menjadi kalimat utuh dalam sebuah paragraph ringkas pun seabrek ide mengumpul di umbun-umbun kepala. Seputar dinamika politik negeri nan semakin ngeri, kisah menggelindingnya roda dalam rangkaian touring ke Telaga Warna. Hingga cerita kenalan baru di kantor yang cukup membuat hati terpingkal-pingkal ingin tertawa berpadu sedih lantaran berbumbu dosa.

Bukan males dan bukan pula sok sibuk kenapa konsistensi menulis harus tertunda. Mengumpulkan remah-remah pahala dari sudut terdekat sosok ini pijakkan kakinya, ndilalah semua justeru bikin agenda molor, dan merusak rencana awal yang harus segera hijrah kerencana kedua.

Peramban malam mini tawarkan jasanya menjelajah dunia maya dan sukses tambatkanku dengan tembang Mahameru besutan Dewa 19 lantaran liriknya yang berisi. Mungkin tidak untuk Anda, namun bagiku begitu menderu-deru di qalbu, dan benar-benar picu anthusiasme diri untuk kuatkan azzam agar segera dapat wujudkan impian. Takhlukkan Mahameru, puncak abadi para dewa, yang sebetulnya pucak abadi sang Maha Pencipta.

Mahameru

Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut Ranu Kumbolo…

Menatap jalan setapak
Bertanya – tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Reff :
Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa (Alloh Ta’ala)

Masihkah terbersit asa
Anak cucuku mencumbui pasirnya
Disana nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia
Puncak abadi para dewa (Alloh Ta’ala)…

_______

Secuil ralat untuk konsumsi pribadi aja bukan bermaksud merusak lirik atau merendahkannya. Terang bukan seperti ini seharusnya ; Puncak abadi para dewa (Alloh Ta’ala)…

Sore ini, kawan-kawan Geng Koplo akan berangkat menuju stadion Madya, mendukung tim sepakbola kebanggaan wong Magelang, PPSM.

Kali ini Bukan partai biasa, karena PPSM Magelang akan menjamu Persis Solo. Bagi PPSM, partai sore ini adalah partai krusial, karena PPSM butuh poin penting agar terhindar dari jurang degradasi Divisi utama. Di sisi lain, bagi Persis, ini adalah partai ongkang-ongkang, karena menang atau kalah, toh Persis tetap jadi pemuncak klasemen.

Kalau boleh jujur, Panasnya partai ini sebenarnya bukan soal penentuan degradasi atau tidak, namun lebih kepada rivalitas panas antara kedua kubu supporter tamu dan tuan rumah.

Sudah bukan rahasia lagi, bahwasanya Pasoepati (sebutan untuk pendukung Persis Solo) dengan Simolodro (sebutan untuk pendukung PPSM Magelang) punya riwayat gesreh yang cukup tajam. Yah, walaupun tidak setajam The Jack dan Viking. Dalam setiap pertemuan, pasti selalu ada saja keributan, baik itu di Kandang Persis ataupun di Kandang PPSM. Perjanjian damai yang pernah ditandatangani oleh kedua pihak pun seakan hanya menjadi euforia damai sesaat.

Pun demikian dengan partai kali ini. Atmosfer panas sudah sangat terasa sedari awal pertandingan. Banyak yang menduga, bahwa partai ini pasti akan jadi partai rusuh. Dan nyatanya benar.

Pertanda rusuh agaknya mulai terlihat di menit 60, saat pemain PPSM dilanggar pemain Persis dan PPSM mendapat hadiah tendangan penalti. saat itu kedudukan masih 0-1 untuk keunggulan Persis. Hadiah penalti tersebut mampu dikonversi dengan baik menjadi gol oleh pemain pengganti Rossi Gutawa. Kedudukan menjadi imbang, 1-1.

"Wah, wasite disogok kuwi!", teriak salah satu Pasoepati yang kemudian disusul dengan sahutan dan sumpah serapah oleh anggota Pasoepati lainnya.

Seakan tak terima, salah seorang Simolodro pun menjawab dengan teriakan ketus, "Ha pancen kok, wong wasit ro pemaine we larang wasite je, meh ngopo kowe?"

Sejurus kemudian, adu caci pun terjadi, dan bisa ditebak, hanya dalam hitungan menit, adu caci kemudian melebar menjadi aksi yang lebih brutal, saling lempar botol antara Simolodro dan Pasoepati pun tak terhindarkan.

Tensi semakin panas saat para supporter Pasoepati meneriakkan serapah: "Degradasi... Degradasi... degradasi...!!!".

Menit 82, Pemain PPSM Faisol Arif menyarangkan gol cantik ke gawang Persis Solo. Kedudukan berubah menjadi 2-1. Gol ini semakin memanaskan tensi.

Hingga akhir pertandingan, kedudukan tak jua berubah. PPSM Magelang memetik 3 poin atas tamunya. Rekor tak pernah terkalahkan milik Persis akhirnya tumbang di Kandang PPSM. Kemenangan ini membawa PPSM naik ke peringkat 5 divisi utama grup 4 dan lolos dari jurang degradasi, sedangkan Persis Solo tetap kokoh bertengger di puncak klasemen. Hasil yang kondusif, karena PPSM lolos dari degradasi, sedangkan Persis lolos ke 16 besar.

Hasil yang tak terlalu buruk bagi kedua tim ini nyatanya tak menghindarkan kerusuhan antar kedua supporter yang sudah terjadi beberapa puluh menit sebelumnya. Kerusuhan akhirnya berlanjut hingga di luar stadion. Panpel tak mampu berbuat banyak. Jika di dalam stadion aksi rusuh antar dua kubu supporter hanya saling lembar botol, maka kali ini, di luar stadion, objek yang dilempar adalah batu.

Kedua kelompok supporter saling melemparkan batu dari jarak yang cukup dekat, sekitar 20-30 meter. Beberapa supporter dari kedua kubu nampak terluka karena terkena lemparan batu. Aksi tawur berlangsung selama kurang lebih setengah jam.

Tak dinyana, Kawan Saya Marcopolo tampil sebagai salah satu ujung tombak Simolodro, ia maju dan berada dalam barisan terdepan Simolodro yang meladeni lemparan-lemparan batu dari Pasoepati. Tanpa rasa takut (mungkin karena pengaruh ciu), ia maju ke depan sambil melempari barisan Pasoepati dengan beberapa buah batu.

"ojo kemajon su, kowe ki ra nggo helm, keno watu bocor ndasmu", kata Paijo kawan saya mencoba memperingatkan Marcopolo.

"Mati-urip ki nang tangane Gusti Alloh, ora nang tangane Pasoepati su!", teriak Marcopolo singkat sambil kembali melemparkan sisa-sisa batu yang masih ada di tangannya.

Saya nyengir, antara prihatin dan kagum. Mungkin ini yang dinamakan Tawakal Kaum Gentho.

Ah, semoga Persis Solo tak lolos ke Liga Super tahun depan, biar bisa rusuh lagi. Hehehe, Bercanda lho mas, Bercanda.

Meskipun tahun pelajaran baru bagi siswa sekolahan sudah dimulai di pertengahan bulan puasa yang lalu, tetapi si Ponang justru baru di minggu ke-2 bulan Agustus mulai sekolah. Ya dimana lagi jika tidak di SD Panunggangan 5. SD yang masuk kategori sebagai SD Indonesia Hebat. Setidaknya bagi Kanjeng Romo yang memang dengan tekad bulat memilih sekolah terdekat untuk putra sulungnya. Percaya nggak? Wis, sing penting teko manut wae.

Kok bolehnya ngalembana sekolahannya si Ponang optimistik. Lha memang menilik peningkatan solah bawane sang anak dalam menapai beberapa hari sekolahannya, nampak terjadi perubahan-perubahan yang signifikan je. Bukan sekedar nggege mangsa atau terlampau dini jika si Ponang semenjak di taman kanak-kanak sudah mulai cas-cis-cus mbacanya tulisan. Bagaimana tidak, lha wong nguntal bangku sekolah TK-nya tiga tahun lebih!

Kemampuan si Ponang dalam dunia baca-membaca memang ngedap-edapi bagi bocah sebayanya, terutama teman-teman sekelasnya. Namun hal yang sama sedikit tidak sejalan dengan kemampuannya dalam olah kanuragan tulis-menulis. Tulisan tangannya masih lebih mirip cekeran pitik. Penuh huruf abstrak, atau kadang bahkan lebih mirip huruf-huruf di batu prasasti kuno peninggalan Dinasti Sanjaya dan Syailendra.

Namanya juga tulisan anak yang baru belajar nulis. Harus dimaklumi jika bentuk huruf masih acak kadut, sering terbalik-balik, besar-kecilnya kapital masih suka-suka, apalagi soal spasi dan tanda baca. Semua masih dalam permulaan sebuah proses yang tidak pendek. Masih perlu waktu dan juga ketekunan yang harus terus disemai. Huruf demi huruf yang digoreskan seorang bocah memang berkembang sesuai dengan perkembangan usianya. Sayapun percaya dengan teori tersebut.

Di luar hal yang sebenarnya cukup wajar bagi perkembangan tulis-menulis seseorang tersebut, dalam beberapa kesempatan justru si Ponang menampakkan kreativitas yang berhubungan sangat erat dengan proses pembelajaran tulis-menulis yang kini tengah ditempuhnya. Entah secara naluri atau mungkin meniru perilaku dari siapa, tetapi akhir-akhir ini di beberapa sudut rumah kami muncul tempelan plakat-plakat kertas kecil buah tangannya. Ada di pintu, ada dinding, ada di jendela, ada di pintu kulkas, bahkan juga di pintu kamar mandi. Ada yang dibuat dari kertas terus ditempel dengan isolasi. Ada pula yang dibuat pada kertas post it kuning khas itu.

Lha kok elok, terus geknya plakat-plakat itu isi tulisannya apa hayo? Tentu saja bukan protes sembako mahal atau penolakan penghapusan subsidi BBM. Bukan pula protes keras hasil pilpres kemarin. Lha terus gek plakat itu mangsud dan tujuannya apa coba? Coba tengok beberapa contoh tulisan di dalam plakat-plakat mini tersebut.  Satu diantaranya, “Silahkan masuk. Anda boleh masuk setelah membunyikan angklung. Angklung ada di sebelah kanan.” Demikian sebuah kertas putih kecil yang terpampang di jendela depan teras yang tepat berada di sisi pintu masuk ruang tamu rumah kami.


Filed under: Jagad Kenyung Tagged: si Ponang

- AGENDA KTM – Minggu, 24 AGUSTUS 2014 Pesona Borobudur tidak hanya berupa Candi Borobudur dan Candi Pawon saja. Suasana desa, sawah, perbukitan, sungai, alamnya berpadu dengan kehidupan manusianya membentuk pesona alam yang luar biasa. Perbukitan Menoreh dan Sungai Progo menjadi batas alam wilayah ini. Di mana pesona alam itu bagaikan mutiara yang harus terus […]

Negeri tanpa kedewasaan

-

Mastop Story

on 2014-8-23 12:00am GMT

Sepertinya sikap dewasa sulit dipraktekan dinegeri ini. Contoh mudahnya adalah masalah pilpres. Sangat jelas sekali sikap kekanak-kanakan calon pimpinan negeri ini. Tidak menerima keputusan dengan legowo itu kan sifat anak-anak.

Saya rasa sangat memalukan sekali jika seorang capres saja tidak bisa mencerminkan sikap dewasa. Sikap ksatria. Seharusnya mereka memberi contoh kepada kita. Namun sayang sekali, contoh yang mereka berikan tak sesuai. Nah jika calon pimpinan negeri ini sudah tak dewasa bagaimana dengan rakyatnya.

Sepertinya kita memang masih belum cukup umur untuk menjadi negara yang baik. Kita masih harus banyak belajar. Dan tentunya gak banyak pamer seperti timnas u19.


Bagaimanapun juga komitmen penikmat demokrasi di Indonesia harus berbangga setelah MK putuskan bahwa hasil sidang yang rangkaiannya digelar berhari-hari tetapkan KPU tak bersalah dengan menolak pengaduan kecurangan Pilpres yang Terstruktur, Sistematis dan Masif hasil aduan kubu Prabowo – Hatta.

Terang banyak pihak kecewa dengan hasil putusan pun kecurangan terasa nyata berbumbu bukti setumpuk yang puncaknya DKPP putuskan bahwa KPU mendapat teguran berulang-ulang dengan sebagian anggotanya di pecat lantaran kesalahan yang masif dan terencana. Merugikan pengadu jelas, namun kerugian yang sebenarnya adalah bagi warga Indonesia yang sebagian besar meerupakan golongan menengah kebawah dengan ekonomi gonjang-ganjing lantaran kerjaan tak tentu imbas dari permainan para elit, antek, asing dan aseng.

Dan beginilah ketika hukum manusia dibuat yang jelas penuh kekuarangan sana-sini berbeda dengan hukum Alloh yang keadilannya nyata dan tak perlu edisi revisi dari masa kemasa. Terkait kecurangan Pilpres 2014, MK masih koma lantaran titik mutlak kuasa-Nya.

Kita belajar saja sejenak dari Yusril Ihza Mahendra yang tak kaget dengan putusan MK dimana mereka tolak gugatan Prabowo – Hatta.

Apa katanya ?

Dilangsir rmol.co, keputusan MK merupakan hasil maksimal yang bisa dicapai. Karena itu Yusril-pun berkata, “Sejak awal saya sudah menduga MK akan mengambil putusan demikian. Waktu yang tersedia bagi Prabowo-Hatta untuk menyusun permohonan dan mengemukakan alat bukti dalam persidangan sangatlah terbatas,” tulis Yusril dalam pesan elektroniknya yang dipancarluaskan lewat blackberry massanger system, sesaat lalu (Kamis, 21/8).

Tentu saja, Yusril yang sempat jadi ahli dalam sidang gugatan Pilpres 2014 di MK usulan Prabowo – Hatta, apa yang terjadi saat ini bisa terjadi juga pada siapa saja yang jadi pemohon dalam sengketa Pilpres. Pakai logika nalar, waktu untuk memeriksa Pemilukada walikota sama dengan waktu yang tersedia untuk memeriksa sengketa Pilpres. Karenanya Yusril-pun berkata, MK takkan pernah mampu memeriksa perkara sengketa pilpres dengan mendalam.

“Jadi sesungguhnya, mungkin saja apa yang didalilkan Prabowo-Hatta mengandung kebenaran, tapi masalahnya, waktu untuk membuktikannya sangatlah terbatas. Namun demikian, putusan MK final dan mengikat, maka apa boleh buat, semua pihak harus menerimanya sebagai hasil maksimal yang bisa dicapai,” ungkap Yusril.

Karena itulah salah satu poin bagi pendamba demokrasi yang sekaligus jadi penikmatnya, “Biarlah Masyarakat yang Menilai Putusan MK dengan segenap konsekwensinya”. Indonesia bakal lebih maju, adil dan bermartabat itu harapan kita. Namun jika hak konstitusi rakyat dikebiri yang juntrungnya balkanisasi negeri diikuti bangkitnya PKI, itu lantaran polah tingkah elit, antek , asing dan aseng dalam wujud Konspirasi Global dengan paket bonekanya.

Sebut saja quote : “NKRI harga mati jika iman tertambat di hati dan Islam tak jadi buih di negeri sendiri.”

_______

Ngisor Ringin, 22 Agustus 2014

Kicauan SBY jelang putusan MK

-

Mas Ivan

on 2014-8-22 10:45am GMT

Lama tak singgah ke sangkar maya SBY selaku Presiden INDONESIA yang sah hingga dilantiknya Presiden baru oktober mendatang (insyaAlloh), saya tertarik dengan kicauannya menjelang putusan MK diambil terkait kecurangan Pilpres dengan gaya bahasa khas ;

“Pemimpin dimanapun adlh mereka yg mau berjuang, bekerja keras, mau berkorban, memiliki semangat utk membangun negeri.

SBY 1

Nah lho, apa sebenarnya maksud kicauan tersebut ?

Menjelang akhir masa jabatan, jelas Pak SBY ingin mengingatkan kepada kita bahwa pemimpin negeri mendatang haruslah mereka yang mau berjuang, bekerja keras, mau berkorban, dan memiliki semangat untuk membangun negerinya sendiri bukan sebaliknya.

Tak boleh kita anggap sepele, mengingat beberapa bulan lagi Presiden terpilih akan dilantik, karenanya Presiden baru kudu tanggap sasmito dan konsisten dengan janji serta tanggung jawabnya sebagai kepala negara, yang secara langsung bertugas ngayomi masyarakat tanpa meninggalkan sejengkalpun tanah air tercinta.

Belum titik karena masih koma, kicauan selanjutnya pun turut silaukan mata lantaran Presiden terpilih sepertinya enggan diajak bekerjasama dengan Presiden sah saat ini (SBY).

Buktinya mana ?

Original tanpa meminta ikhlas siempunya sangkar maya, berikut langsiran kicauan Pak SBY menjelang putusan MK di sampaikan :

Hari ini saya menerima sejumlah pesan yang bernada negatif. Saya tahu hal ini juga beredar di sejumlah kalangan. *SBY*

— S. B. Yudhoyono (@SBYudhoyono) 21 Agustus 2014

Pesan negatif itu berbunyi “SBY & PD jangan ngrecoki Jokowi”. Artinya, SBY jangan mengganggu atau mengatur-atur Jokowi. *SBY*

— S. B. Yudhoyono (@SBYudhoyono) 21 Agustus 2014

Saya tidak paham apa yang dimaksud dengan “ngrecoki” itu. Tidak ada niat & pikiran sedikit pun untuk mengganggu Pak Jokowi. *SBY*

— S. B. Yudhoyono (@SBYudhoyono) 21 Agustus 2014

FLG XIIIHadiri dan nikmati rangkaian acara pentas seni dalam pagelaran Festival Lima Gunung XIII di Dusun Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Magelang, 23 – 24 Agustus 2014

Berikut rangkaian acara selengkapnya.

Monggo: JADWAL_FLG XIII_web

Ahli saja tanpa Saksi

-

Mas Ivan

on 2014-8-21 8:00pm GMT

Mulai laris disantap penikmatnya setelah Yusril Ihza Mahendra yang cukup lihai dibidang hukum menjadi ahli yang ditunjuk kubu Prabowo-Hatta dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara kecurangan Pilpres yang Terstruktur, Sistematis & Masif.

Tak ada sanggahan sama sekali dari pihak Termohon ataupun Terkait tatkala Yusril membacakan dan mengemukakan pandangannya terkait Pilpres berdasar keilmuannya.

Perlu diketahui, pun dihadirkan oleh kubu Prabowo – Hatta sebagai ahli, Yusril tetap dalam posisi netral dan akan berbicara apa adanya baik pihak yang meminta KPU, Jokowi – JK ataupun Prabowo Hatta seperti beberapa hari lalu. Sebelumnya sempat niat baiknya ini diamiini Jokowi selaku pihak Terkait, dimana sempat doi berbincang-bindang melalui telephone sebagaimana yang disampaiakan Yusril kepada media.

Aneh bin ajaib cibiran serta cemoohan yang kerap disapa bully mbanjir ke akun twitternya hingga beliau meluruskannya dengan berbagi sejumput ilmu terkait pengertian Saksi dan Ahli. Yang jelas dalam hal ini beliau hadir sebagai Saksi bukannya Saksi Ahli seperti yang banyak dikonsumsi publik setelah digoreng media baik cetak maupun elektronik.

36 Kicauan di suarakannya yang berharap masyarakat semakin paham dan dewasa. Otentik, berikut saya langsir tanpa ijin langsung dari akun twitter resminya yang telah dirangkum melalui Cripstory.com :

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:06:52 AM UTC
1. Gini deh supaya nggak bingung, saya terangkan arti saksi dan ahli dalam sidang MK

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:09:15 AM UTC
2. Saksi adalah orang yang mengetahui terjadinya suatu peristiwa baik melihat, mendengar atau mengalaminya sendiri secara langsung

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:10:38 AM UTC
3. Keterangan saksi terkait dengan fakta tentang terjadinya sesuatu yg dia lihat, dengar atau alami, bukan opininya mengenai suatu peristiwa

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:11:43 AM UTC
4. Sebelum memberikan keterangan, saksi wajib disumpah lebih dulu. Bila terbukti dia memberikan keterangan palsu, dia diancam pidana

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:12:46 AM UTC
5. Pasal 36 ayat 1 UU MK menyatakan bahwa keterangan saksi adalah alat bukti yang sah dalam persidangan

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:14:21 AM UTC
6. Digunakan atau tidak keterangan seorang saksi dalam pertimbangan hukum MK, tergantung pada penilaian majelis hakim. Bisa digunakan bs tdk

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:15:28 AM UTC
7. Ahli adalah orang yang mempunyai kepakaran di bidang ilmu pengetahuan tertentu, yg keterangannya diperlukan dalam persidangan MK

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:16:32 AM UTC
8. Ahli tidak menerangkan fakta atau peristiwa, tetapi ia menerangkan sesuatu yg ditanyakan dalam sidang sesuai keahliannya

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:18:03 AM UTC
9. Sebelum memberikan keterangan ahli wajib diambil sumpah menurut agamanya, atau berjanji di hadapan majelis hakim dalam persidangan

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:20:29 AM UTC
10. Dalam sumpahnya, ahli menyatakan dia akan menerangkan sesuatu yang diminta sesuai dengan keahliannya dalam ilmu yg dikuasainya

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:22:21 AM UTC
11. Ahli bisa dihadirkan oleh para pihak yg berperkara, pihak terkait maupun atas inisiatif majelis hakim MK sendiri

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:28:37 AM UTC
12. Ketika dihadirkan dlm sidang, ahli boleh ditanya oleh majelis hakim, pemohon, termohon maupun pihak terkait

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:29:49 AM UTC
13. Ketika ditanya oleh pihak manapun dalam sidang, ahli wajib menjawab sesuai ilmu dan kepakarannya. Ahli tdk boleh berpihak pada siapapun

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:31:05 AM UTC
14. Keterangan ahli yg baru saja diucapkannya, bisa disanggah oleh para pihak yg tdk setuju dengan keterangannya, dan ahli wajib menjawabnya

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:33:28 AM UTC
15. Bisa sj keterangan ahli menguntungkan/merugikan kepentingan salah satu pihak yg berperkara, termasuk merugikan pihak yg menghadirkannya

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:34:33 AM UTC
16. Berdasarkan Ps 36 UU MK, keterangan ahli adalah alat bukti dalam persidangan

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:35:28 AM UTC
17. Layak atau tidaknya keterangan seorang ahli utk dijadikan sbg pertimbangan dlm mengambil keputusan, tergantung penilaian hakim

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:37:46 AM UTC
18. Dari penjelasan tadi, jelas bhw ahli” bukanlah “saksi” dlm hukum acara MK. Istilah “saksi ahli”yg digunakan media dan twtr jelas ngawur

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:40:24 AM UTC
19. Saya hadir sebagai ahli di MK atas permintaan kuasa hukum Pemohon (Prabowo-Hatta). Saya bkn saksi, apalagi “kuasa hukum”/ lawyer Pemohon

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:41:30 AM UTC
20. Bagi saya, kalau saya dihadirkan sbg ahli baik oleh MK, oleh Jokowi JK atau oleh Prabowo-Hatta, keterangan ahli saya akan sama saja

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:43:02 AM UTC
21. Keterangan ahli saya, saya publikasikan secara terbuka kpd publik, agar bisa menilai apakah keterangan saya netral dan obyektif/ tidak

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:45:38 AM UTC
22. Kenyataannya baik KPU dan kuasanya maupun kuasa hukum Jokowi-JK tdk mengajukan pertanyaan atau menyanggah apa yg sy terangkan dlm sidang

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:47:08 AM UTC
23. Ketika break, saya tanya kuasa hukum Jokowi JK, Sirra Prayuna, apakah akan menanyakan atau menyanggah keterangan yg telah saya bacakan

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:48:20 AM UTC
24. Sirra Prayuna katakan “tidak, keterangan tadi ilmiah dan obyektif”. Dan tim kuasa hukum Jokowi JK memang tdk bertanya atau menyanggah

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:49:24 AM UTC
25. Banyak komentar tdk proporsional atas keterangan saya, saya kita disebabkan ketidakpahaman awam tentang fungsi ahli dlm sidang MK

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:50:43 AM UTC
26. Ada yga mengira, saya menjadi “pembela” atau berpihak kepada Prabowo Hatta. Saya tegaskan, saya berpihak pd hukum dan konstitusi

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:51:50 AM UTC
27. Komentar yg tdk proporsional juga disebabkan mereka tdk baca keterangan ahli saya, tapi membaca berbagai sumber berita yg terkadang bias

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:53:58 AM UTC
28. Malam hari sebelum memberikan keterangan di MK, secara kebetulan Jokowi menelpon saya gunakan HP Mangara Sirait

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:54:52 AM UTC
29. Jokowi mengatakan bhw dia berterima kasih atas berbagai statemen yg saya buat selama ini, yang menurut penilaiannya obyektif

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:57:55 AM UTC
31. Jokowi mengatakan “Ya Prof. Saya paham sikap Prof. Gak masalah”

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:58:49 AM UTC
32. Saya juga beritahu Jokowi bahwa esok saya akan hadir sbg ahli di MK atas permintaan kuasa hukum Prabowo Hatta

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:59:50 AM UTC
33. Saya katakan sbg ahli, saya akan beri keterangan sesuai keahlian saya secara obyektif, netral dan tidak memihak pada pasangan manapun

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 11:02:20 AM UTC
34. Jokowi jawab “Ya Prof. Monggo, sIlahkan”. Saya sdh bersikap terbuka, baik kepada Jokowi maupun pd Hashim adik Prabowo yg jg menelpon sy

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 11:03:42 AM UTC
35. Bahwa ada pendukung Jokowi yg menyerang saya di twtr, saya maafkan saja. Kayaknya mereka belum berkomunikasi langsung dg Jokowi

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:55:45 AM UTC
30. Saya katakan pd Jokowi, dalam pilpres sekarang ini saya mengambil sikap netral dan tdk berpihak kepada salah satu pasangan

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 11:04:07 AM UTC
36. Demikian penjelasan saya. Salam hormat.

FLG XIIIHadiri dan nikmati rangkaian acara pentas seni dalam pagelaran Festival Lima Gunung XIII di Dusun Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Magelang, 23 – 24 Agustus 2014

Berikut rangkaian acara selengkapnya.

Monggo: JADWAL_FLG XIII_web


Filed under: Jagad Budaya Tagged: FLG XIII, Komunitas Lima Gunung, Tanto Mendut
Merdeka!!!

Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Kecamatan Salaman yang dilaksanakan  Rabu,  20 Agustus 2014 berlangsung cukup meriah. Hampir semua elemen masyarakat ikut berperan serta memeriahkannya. Tak ketinggalan SDN Salaman 1 yang menyuguhkan beberapa siswanya diantaranya  finalis lomba pidato tingkat nasional, dan juara.
















Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang

Mahalnya rasa aman

-

Mastop Story

on 2014-8-20 12:00am GMT

Aman adalah hal yang paling penting dalam kehidupan. Apapun yang kita miliki takan mempunyai arti jikg tidak ada rasa aman. Aman adalah kebutuhan pokok bagi kita.

Dan akhir-akhir ini saya benar-benar merasakan pentingnya rasa aman. Itu disebabkan daerah saya sedang tidak aman.

Efek dari keadaan itu semua orang tidak bisa tidur dengan nyaman. Harus berjaga tiap malam. Huh…semoga lekas aman