Dari Para Pendekar

image

Angkot kota Bogor (Sumber:
New Bogor Geulis)

Bogor located in south of Jakarta. Bogor is satellite city of Jakarta together with other cities around Jakarta that called Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi). Most people work in Jakarta are living in Jabodetabek. Because they just living in Jakarta during the day and then back to Bodetabek after work, they called ‘day citizen’ in Jakarta and ‘night citizen’ in Bogor.

Bogor is very busy city. Bogor population is 987.448 peoples (2012) and 8.838 peoples per km2. For transportation, citizen of Bogor use bicycles, motorcycle or car, but mostly use motorcycles. And, for public transportation there are ‘angkot’ and small bus.

image

Angkot. Sumber: Ngabeb.blogspot.

Angkot or angkutan kota is small car with green paint. The route of angkot almost go to every places in Bogor. So, there are several routes with number code. For example: angkot number 2 is Sukasari to Bubulak terminal,  angkot Number 3 is Baranangsiang Terminal to Bubulak Terminal, and so on. Some codes added by small letter for alternate route in the same direction. For example: 2A and 5A. The angkot are mostly available 24 hours per day.

There are three terminal for angkot, i.e.: Baranangsiang, Bubulak, and Laladon. But, Laladon Terminal belong to Kabupaten Bogor and located just one kilometer from Bubulak.

Officially angkot population in Bogor city are 3.412 cars (Data from: http://megapolitan.kompas.com/read/2014/05/07/1524472/Bima.Arya.Ingin.Hapus.Citra.Bogor.sebagai.Kota.Sejuta.Angkot ). But, in reality the angkot population could be higher than these official data, because one angkot licence may be used by several cars. There are also a lot of angkot come from Kabupaten Bogor that almost 4.000 cars. It is a lot. So, Bogor also famous as the one million angkot city.

Even angkot serve the citizen to go to anywhere around Bogor, but sometimes it is not the easier way. Why? Because, for example, if I want to go to downtown I have to use two different angkot. First, I go by angkot no.5 and then continued by angkot no. 3 or no. 2, whereas the distance is no more than eight km. The worse is it need one hour, sometimes more than one hours. Crazy….

Angkot also give other problem. Angkot often stopped in discriminate. Specially when there are no policeman in the road. The angkot will prevent another car or vehicles to pass away. It could be a starting for traffic jam. There are a lot traffic jam location around Bogor. In my route, these are in front of Bogor Palace, Bogor Train Station, Merdeka Street, Gunung Batu intersection, Pasirkuda intersection,  Pintu Ledeng intersection and Ciomas/Panggugah. Sometimes the  traffic jam is very worse at Gunung Batu intersection. It could happen for several hours without any car can move even for one meters.

Government recently release most crowded cities in Indonesia. And the winner is Bogor. Bogor is the most crowded and most traffict jam city in Indonesia. See: http://m.detik.com/finance/read/2014/10/21/161434/2725620/4/2/ini-kota-termacet-di-ri-bogor-nomor-1-dan-bekasi-nomor-6. Average speed in Bogor is 15 km/h. V/C ratio is 0.86. It is mean that the road capacity will full with vehicles.

I personally prefer to use motorcycles than angkot, car or bicycle to go to my office. Distance of my home to my office are 6.8 km. Not so far. But, I use car or angkot it takes almost one hours. If I use motorcycle it just take 15 minutes. I have tried to use bicycle, but it is not good alternative. I will very sweaty and wet. I will also inhale a lot of dirty smoke.

I am dreaming that someday Bogor will be like Göteborg, Sweden or Melbourne, Aussie. The city road are almost free with car or angkot. The park will be beautiful and clean. The air will be fresh.

I hope …. someday it will be come true.


Rondo Semoyo kipahit

Rondo Semoyo (Tithonia diversifolia), tanaman gulma yang memiliki banyak manfaat. (Sumber: Wikipedia)

Tanaman ini banyak tumbuh di belakang rumah saya di Magelang, di sepanjang Kali Bening. Bapak saya menyebutnya Rondo Noleh atau Rondo Semoyo. Tanaman ini tumbuh cepat, subur, dan sulit dikendalikan. Kalau diperhatikan dengan seksama daun-daun tanaman ini mulus dan tidak ada ulat atau serangga yang memakannya. Kata Bapak, daun Rondo Semoyo ini bagus untuk obat gatal-gatal atau kudis. Caranya menggunakannya sederhana saja, daun direbus sebentar dengan air panas kemudian digunakan untuk mandi. Daunnya dipakai untuk mengosok bagian kulit yang gatal atau kena kudis dan eksim. Bisanya kudis dan eksim akan cepat mengering dan kemudian sembuh.

Rondo Semoyo kipahit

Rondo Semoyo (Tithonia diversifolia), tanaman gulma yang memiliki banyak manfaat.

Tanaman ini ternyata cukup banyak tumbuh di tempat-tempat lain dan dengan nama daerah yang lain juga. Waktu saya ke NTT, orang NTT menyebutnya tanaman bunga kuning. Kalau di Sunda disebut dengan kipahit. Tanaman ini memiliki banyak manfaat, salah satunya digunakan untuk pestisida nabati. Menurut saya memang benar, tanaman ini sangat tahan serangan hama dan penyakit. Tanamannya tidak dimakan serangga atau ulat. Daunnya mulus tidak ada lubang-lubang. Setahu saya juga tidak ada penyakit yang menyerang Rondo Semoyo ini.

Mungkin kemampuan ini dikarenakan tanaman ini memiliki kandungan senyawa yang tidak disukai penyakit atau beracun bagi hama serangga, sehingga tidak ada hama dan penyakit yang bisa menyerangnya. Senyawa ini bisa diekstrak dan dimanfaatkan sebagai bahan untuk pestisida nabati. Saya memiliki resep pemanfaatan daun Rondo Semoyo untuk pestisida nabati. Lihat linknya di sini: Resep Pestisida Nabati.

Khasiat kipahit atau nama ilmiahnya Tithonia diversifolia ternyata tidak hanya sebagai pestisida nabati. Tanaman ini juga bisa digunakan untuk mengatasi penyakit kencing manis atau diabetes. Karena itu tanaman ini juga dikenal sebagai tanaman insulin. Tanaman ini bisa mengendalikan kandungan gula darah selayaknya insulin. Menurut beberapa berita di internet ekstrak tanaman ini memang bisa dipakai untuk mengatasi gula darah. Bahkan ada beberapa testimoninya.

Berikut ini resep pemanfaatan daun Rondo Semoyo untuk mengatasi kencing manis:
1. 10 lembar daun Rondo Semoyo
2. Rebus dengan 4 gelas air hingga tinggal satu gelas.
3. Minum 1 gelas x 3 kali sehari. Jadi sisa airnya diminum pagi hari, siang hari, dan sore hari.

Untuk pengobatan diminum 3 kali sehari. Jika sudah mulai membaik dapat diturunkan sekali atau dua kali sehari.



Markopolo (jongkok di tengah, kaos hitam)

Sore itu, Saya, Markopolo, dan Duwek asyik bercengkerama sambil mabuk (saya ndak ikut mabuknya lho ya) di buk perempatan jalan dekat rumah saya. Yah, hitung-hitung menghabiskan sore hari sambil menunggu kawan-kawan lain pulang kerja.

Sambil ngobrol, Sesekali, Markopolo dan Duwek bergantian minum ciu dari botol aqua ukuran sedang yang sudah dihilangkan labelnya. Maklum, karena hanya dua orang, mabuknya pun tidak dibandari (dituang di gelas sloki dan diputar sesuai giliran minum), melainkan ditenggak langsung dari botolnya secara bergantian.

Entah bagaimana ceritanya, obrolan kami tiba-tiba menyasar tentang Aini, gadis tetangga desa yang baru saja pasang behel di giginya.

“Untu wis apik-apik, kok seh dikawat, warnane biru sisan, malah koyo pager kantor PLN!”, celoteh Markopolo.

“Haiyo, jan koyo kurang gawean, ha nek kowe gus, minat ra pasang kawat untuk koyo mono? Mbok menowo mrongosmu kelong sithik-sithik”, tanya Duwek pada saya.

“Ah, ra minat aku, wis teko ngene wae, rasah dikawat-kawat barang, teko narimo ing pandum wae tho, rasah aneh-aneh, mrongos yo mrongos”, jawab saya agak bangga dengan kemrongosan saya.

Sesaat, saya jadi takabur, saya merasa menjadi orang yang paling bersyukur di dunia.

“Bener gus, ra usah aneh-aneh pasang kawat untu, untumu ki kan wis dadi ciri khas, rasah diubah-ubah. Yo mbok menowo suk kowe mati nang ndalan lak polisine njuk gampang le ngidentifikasi, ra perlu main otopsi, cukup ndelok cocotmu!” kata Markopolo sengak.

“Ndiasmu mlocot kuwi su!” umpat saya. Dan kami bertiga pun tertawa terbahak-bahak.

“Sek, tak nang warung dilit!”, kata saya seraya bangkit dari duduk dan melangkah ke warung mas Andri yang lokasinya hanya beberapa langkah dari tempat kami ngobrol.

“Gus, Signature loro gus!”, kata Marcopolo sambil memicingkan sebelah matanya dengan sangat genit, Signature merujuk pada salah satu varian rokok milik Gudang Garam: Gudang Garam Signature.

“Ha duite endi?”, tanya saya.

“Hayo melu kowe tho, ngono kok yo seh takon lho, ha nek aku nduwe duit ra bakal aku nembung ro kowe!”

“Asu, wegah, duitku meh entek, nek ra nduwe duit yo wis, rasah ngudud!”

“Lha dhewe ki nek omong-omongan ngene trus ra ono rokok’e ki jan njuk koyo wong padu je!”

“hahaha”, saya tertawa kecil, saya sudah hafal, ini siasat basa-basi Marcopolo kalau minta dibelikan rokok, basa-basi yang teramat garing kerontang, namun sering sukses membuat saya luluh. Saya pun melangkah ke warung dan membelikan dua batang rokok signature sesuai pesanan Marcopolo.

“Nyoh!”, kata saya sambil melemparkan dua batang rokok pesanan Markopolo. “Le mbayar sesuk yo ra popo!”, kata saya menggoda Markopolo. Yang digoda hanya nyengir nglegani.

Markopolo pun langsung meraih satu batang rokoknya dan langsung menyalakannya.

Belum habis seperempat batang, tiba-tiba muncul mas Trimbil dengan mengendarai motor Astrea Grand kesayangannya. Mas Trimbil adalah seorang Dept Collector yang ngontrak di dekat rumah Markopolo.

Mas Trimbil berhenti di dekat tempat Saya, Markopolo, dan Duwek ngobrol

“Rokok ko?”, kata Mas Trimbil menawari Markopolo rokok.

“Wah, rasah mas, matursuwun, ki wis nduwe rokok kok!”, kata Markopolo sambil menujukkan rokoknya yang masih belum habis, mencoba menolak dengan halus pemberian rokok dari Mas Trimbil.

“Halah, iki, teko jupuk wae, turahan kok!”, kata mas trimbil memaksa sambil mengulungkan sebungkus rokok Dji Sam Soe kepada Markopolo. “Jupuk kabeh wae!”, tambahnya.

Markopolo rikuh, dan dengan agak sungkan, tapi mau bagaimana lagi, ia pun kemudian mengambil sebungkus rokok yang ditawarkan oleh Mas Trimbil. Saya tahu, dalam hati, sebenarnya Markopolo girang bukan main karena diberi rokok oleh Mas trimbil ini. Hanya mungkin, Markopolo masih punya gengsi yang agak mumpuni.

“Matursuwun lho mas, matursuwun!”

“Yo,” kata mas Trimbil singkat sambil berlalu.

Begitu dilihatnya mas Trimbil sudah cukup jauh dan dirasa cukup aman, Markopolo langsung memeriksa bungkusan rokok yang ada di tangannya, dilihatnya dengan seksama. “Wah, jan lumayan tenan, isine seh akeh, mung gek kelong papat!”.

“Oalah, jan rejekine wong mabuk ki ono wae, Gusti Alloh ki cen apikan, wong mabukan we seh dikei rejeki rokok, isine meh sak bungkus sisan!” Kata Markopolo.

Saya tercekat dengan kalimat Markopolo, kali ini saya merasa menjadi orang yang paling tidak bersyukur di dunia.

JKJKLazimnya sebagai ummat beragama, setiap langkah kerja senantiasa diawali dengan doa. Dalam tuntunan Islam, bahkan setiap kerja dapat diniatkan sebagai amal ibadah. Pada titik inilah bisa jadi doa menjadi benang merah penghubung dimensi kehidupan duniawi dan ukhrawi, antara dimensi horisontal dan vertikal, sebuah pijakan transedental antara manusia dengan Tuhannya.  Jika setiap kerja senantiasa dilaksanakan pada pijakan transendetal diharapkan tidak ada penyalahgunaan kerja yang dapat menimbulkan kerugian atau ketidakmanfaatan bagi manusia, bagi alam, dan tentunya untuk Tuhan. Kerja adalah sebuah karya untuk memperbesar kemanfaataan sebagaimana tuntunan Tuhan. Alangkah indahnya dunia. Anda sepakat? Nah, bagaimana jika justru sebuah kerja dimulai dengan pesta?

Secara formal, mungkin pesta sebelum bekerja tidak menjadi masalah. Tetapi mungkin dari segi aspek moral, etika, budaya, atau agama sebagaimana telah terpapar dalam uraian sebelumnya, apakah hal tersebut sudah tepat? Dalam khasanah tradisi keseharian, baik di lingkungan keluarga, kerja, ataupun kelompok masyarakat yang lebih luas, setidaknya kita mengenal syukuran atau tasyakuran, di samping ada pula “selametan“. Apakah ada relevansinya dengan pesta?

Istilah pesta, mungkin lebih identik dengan suka ria, bergembira ria, bahkan bersenang-senang, hura-hura hingga lupa aturan, lupa daratan, lupa diri dlsb. Intinya pesta ya identik dengan ekspresi kebebasan yang sebebas-bebasnya, tanpa kendali, tanpa batasan. Pesta jenis ini merupakan pesta yang sama sekali tidak produktif dan membawa kepada tindak kemudharatan atau kemaksiatan. Contoh nyatanya ya apa yang kita dengar sebagai pesta sabu-sabu, pesta arak, pesta sex, ataupun pesta kumpul kebo. Bukankah yang nampak hanyalah pemuasan nafsu yang akan menuntun manusia kepada kesesatan serta kerusakan moral?

Dalam konteks lain ada juga pesta padi, pesta buku, pesta kebun, pesta ulang tahun, pesta pernikahan, ada juga pesta rakyat. Untuk model pesta yang ke dua ini, konteksnya lebih tepat sebuah ungkapan rasa syukur terhadap karunia nikmat Tuhan. Dalam pesta juga dijalin hubungan harmonis terhadap sesama makhluk Tuhan. Dari suatu benih atau niat kebaikan, harapannya kemudian ditanam, dirawat, ditumbuhkembangkan lebih meluas menjadi nilai kebaikan yang akan benar-benar bermanfaat bagi semua.

Kembali kepada konteks syukuran atau tasyakuran, jenis pesta dengan spirit kebaikan sebagaimana contoh ke dua merupakan hal yang sepatutnya kita tumbuh kembangkan bersama dengan pemaknaan sebuah pesta merupakan wujud rasa syukur untuk memohon ridlo agar kenikmatan yang telah diberikan bisa lebih bermakna di masa depan. Syukuran merupakan ungkan rasa terima kasih kepada Tuhan setelah kita melakukan, menjalani, atau melampaui sebuah peristiwa, juga kerja, dengan selamat atas bimbingan-Nya, jauh dari halangan dan rintangan. Kenikmatan baru akan menjadi sejatinya kenikmatan jika kenikmatan tersebut dipergunakan sebenar dan sebesar-besarnya untuk mendukung jalan ketaatan kepada Tuhan.

Jadi setelah bekerja baru pesta? Demikianlah semestinya menurut saya. Bukankah berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian? Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian? Bekerja keras terlebih dulu, baru kemudian memetik hasil atas jerih upaya tersebut? Lalu bagaimana saat pemimpin baru dilantik, justru malah rakyat berpesta dalam pesta rakyat?

Pertama, dalam konteks pribadi seorang pemimpin baru, saat pelantikan adalah titik awal ia mengemban amanah rakyat. Di sinilah beban berat seorang pemimpin sejatinya baru dimulai. Pada momentum seperti ini, nenek moyang kita justru mengajarkan lelaku selametan. Dalam sebuah prosesi selametan, bukan ucapan atau ungkapan selamat bahwa seseorang telah berhasil menduduki jabatan pimpinan. Lha wong kerja baru akan mulai kok sudah bicara berhasil! Dalam sebuah selametan yang dikedepankan justru pemanjatan doa agar si pemimpin dilapangkan jalan ke depan, dihindarkan dari segala macam bentuk halangan, diberikan petunjuk mulia, diberikan kesabaran luas, dan segala macam harapan kebaikan agar amanah yang telah diberikan oleh rakyat bisa diemban dengan sebaik-baiknya. Selamat sampai tujuan dalam memangku jabatan.

Kedua, dalam khasanah sejarah kepemimpinan ummat Islam, titik pelantikan jabatan oleh Sahabat Abu Bakar as Siddiq justru dilihat sebagai sebuah musibah. Ia justru mengucapkan kalimat “inna lillahi wa inna ilaihi roji’un“, segalanya berasal dari-Nya dan segalanya akan kembali juga kepada-Nya. Kalimat yang sering diidentikkan dengan peristiwa kematian ini menunjukkan bahwa sebuah amanah jabatan kepemimpinan merupakan sebuah cobaan yang tidak ringan. Jabatan, pangkat dan kedudukan lebih dilihat sebagai musibah dibandingkan sebagai anugerah. Apakah masih ada pemimpin yang memiliki prinsip yang sama?

Ketiga, jika syukuran dikaitkan dengan keberhasilan seseorang dalam mengemban sebuah tugas, amanah, jabatan atau kursi kepemimpinan, maka yang layak menggelar tasyakuran mestinya adalah pihak yang telah paripurna memegang tampuk kepemimpinan. Apakah ia berhasil atau tidak menjalankan amanah rakyat selama memangku jabatan, tentu rakyat sudah sangat cerdas untuk memberikan penilaiannya.

Lalu bagaimana dengan pesta? Pesta rakyat? Setidaknya kita masih bisa berbaik sangka bahwa semoga pesta yang ada memang perwujudan atau bentuk rasa syukur atas anugerah seorang pemimpin yang memberikan harapan hari depan yang lebih baik. Namun demikian, batas-batas pesta agar tidak menjurus kepada tindakan berlebihan, berboros ria, pesta pora hura-hura yang menjadi pegangan bersama. Bagaimanapun sebuah harapan masih memerlukan proses pengujian ruang dan waktu yang tidak instan, jangka panjang, bahkan mungkin antar generasi.

Karena istilah pesta rakyat sudah sedemikian salah kaprah yang menjadi kabur batasannya dengan tradisi tasyakuran maupun selametan, paling tidak marilah kita arahkan pesta tersebut untuk lebih mendekati makna yang semestinya. Selamat bertugas dan bekerja “sangat keras” untuk kepemimpinan nasional kita yang baru. Semoga Indonesia benar-benar menuju era baru yang lebih baik dari masa lalu. Semoga tuhan merahmati cita-cita kita bersama. Kerja kita masing sangat panjang.

Lor Kedhaton, 20 Oktober 2014

 


Filed under: Jagad Bubrah Tagged: Jokowi, Jokowidodo, Presiden Baru
Maksud hati ingin segera pulang setelah membeli beberapa kebutuhan bangunan, eh ternyata kendaraan tidak bisa di starter. Kecurigaan pertama pada aki yang baru saja di ganti. Setelah beberapa kali coba saya yakin kalau Aki bukan penyebab dari masalah tersebut. Kemudian dicoba dengan di dorong, ternyata tetep saja tidak mampu untuk menghidupkan mesinnya. Akhirnya telpon saja Honda Experience dan

Mango Season

-

Berbagi Tak Pernah Rugi

on 2014-10-19 5:48pm GMT

image

This month is mango season in Indonesia. It is between October until December. Mango is delicious fruit: sweet, little sour and fresh. There are several different kind of mango, such as: mana lagi, gedong, arum manis, gadung, golek and kopyor. If you come to Indonesia in this month, you should to try mango. You will not disappointed. Guaranteed.

My father of law has more than three mango trees in Pati (a small town on Central Java). We always happy and never get tired to eat mango. We likes mango ‘arum manis’. ‘Arum manis’ mean fragrant and sweet. It smell is fragrant and strong. And the color of the pulp is yellow or orange. The taste is sweet without any sour even in young fruit. Arum manis mango is big, relatively bigger than other mango.

Gadung mango is smaller and round like a ball than Arum Manis. Gedong mango is not as sweet as Arum manis and little bit sour specially when young. But, we also likes this mango. Sometimes we eat young mango, we  eat with ‘sambel lotis’ or chilli caramel sauce. Most japanese people like ‘lotis’. ‘Lotis’ is combination taste of sour, spicy, and sweet. You should to try also.

Kopyor mango is name given by my father in law. We eat this mango with different way than usual. We hit the mango fruit with hand until crush. Than, we make a small hole on the end/tip. We eat from this hole.

image

There are a lot of mangos sell in the local market. Mango is very cheap no more US$ 1 until 1.5 per kilo. There are also some mango seller in road verges. But, in supermarket the price is higher.


Kadang dalam kesendirian, saya merasakan kemirisan yang teramat dalam. Betapa tidak, di usia saya yang sudah menginjak 22 tahun ini, saya belum juga diberikan momongan, eh, pendamping maksudnya. Pokoknya ngenes. Dua adik perempuan saya sudah kenal yang namanya pacaran, adik pertama saya malah sudah gonta-ganti pacar. Sedangkan saya? Persis seperti absensi kelas satu SD, NIHIL.

Kawan-kawan seangkatan saya rata-rata sudah pada punya pacar, beberapa ada yang sudah berumah-tangga, dan bahkan segelintir diantaranya malah sudah punya anak, untung saja ndak ada satupun teman seangkatan saya yang sudah punya cucu.

Nah, atas dasar itulah beberapa tetangga dan kerabat sering meledek saya, "Kapan kamu mau kawin?", dan biasanya saya jawab dengan enteng, "Saya masih mencoba mencari wanita terbaik, karena selama ini, wanita-wanita yang mendekati saya hanya mengincar tubuh saya semata" #Hassuk.

"Saya ini kan kerjanya belum mapan, belum punya kapabilitas untuk berumah tangga, lha wong masang regulator tabung gas saja saya masih belum cakap kok. Ibarat buah, saya ini masih belum gemading ataupun matang, saya ini masih mentah,"

"Lho, tapi kan buah mentah bisa dimatengkan lebih cepat, pakai karbit misalnya, Hayo!, jadi kapan kamu mau nikah gus!", sanggah kerabat saya.

Ah, pokoknya kalau sudah urusan nikah, saya pasti kalah omong. Selalu kena skak mat dan kehabisan kata-kata untuk menyanggah. Padahal kalau sudah ngomongin hal lain, mulut saya ini sudah bagaikan magazine yang pelurunya berebutan untuk keluar.

Dikiranya saya ini ndak pengin nikah apa? Saya ini sebenarnya juga sudah pengin nikah, Imron saya sudah bergejolak sejak lama. Tapi hanya belum ada saja calon yang bersedia cocok. Jadi mau gimana lagi, ya harus sabar. Sabar sampai Alloh mempertemukan jodoh saya kepada saya. Toh saya sudah berusaha, mulai dari stalking sampai ngegombal. Berdoa juga ndak ketinggalan. Padahal dalam hal kriteria wanita idaman, saya ndak menuntut kriteria yang tinggi-tinggi kok, Cantik ndak papa, yang penting kaya dan sholekhah.

Dan juga sebagai laki-laki, saya ini baik hati, pinter, rajin nabung, bukan tapol, punya blackberry lagi (walau bekas dan ndak pernah saya paketin). Hayo, kurang apa lagi coba? kan ya cuman kurang cakep aja tho?

Nah, untuk para wanita lajang yang kebetulan baca blog ini, saya kasih tahu satu hal. Kalau anda nikah sama pria cakep, putih, tinggi, kaya, lagi baik hati, yakinlah, setiap ditinggal suami, maka anda akan senantiasa was-was, takut suami anda dicolek perempuan lain. Tapi kalau anda nikahnya sama pria yang mukanya minoritas (saya contohnya), maka anda akan tetap tenang dan istiqomah di rumah saat ditinggal suami. Boro-boro dicolek perempuan lain, setan mau ndulit juga sungkan.

Nah, jadi, untuk para perempuan, sudahkah anda minum yakult hari ini?

Artikel ini juga Diulas di Yahoo, Silahkan Dibaca Disini

WiFi Huawei 5372s Bolt 4G merupakan modem buatan Huawei berteknologi 4G yang telah bundling dengan Bolt 4G. Video ini menunjukkan cara memasang ulang (setelah dibongkar) WiFi Mini Portable Router Huawei 5372s Bolt 4G. WiFi Mini Router unlocked, sebagai contoh dalam video diisi dengan kartu Indosat (HSDPA).

Note: Video ini tidak menunjukkan cara unlock WiFi Router Bolt 4G Huawei 5372s.

Malam ini adalah malam terakhir pak SBY menjadi pemimpin negeri ini.Karena esok presiden yang baru akan dilantik.Beliau adalah pak Joko Widodo alias Jokowi.

SBY kini akan menjadi kenangan kita. Segala kebijakan yang telah beliau keluarkan akan menjadi kenang-kenangan untuk kita. Seperti apapun kebijakanya kita tetap akan mengenangnya. Dan ucapan terima kasih rasanya pantas untuk kita ucapkan.

Dan kedepan kita akan menyongsong hari-hari baru bersama pemimpin baru. Jokowi adalah harapan baru kita. Dan semoga beliau benar-benar sesuai untuk negeri kita ini.


Joget Reggae
Joget Reggae (Source: kainhitampresent.blogspot.com)

Obrolan di Warung mas Andri siang itu terasa sangat asyik. Kami membahas tentang rencana untuk menyaksikan konser Reggae esok hari. Saya bersama Gembus, Paijo, Marcopolo, Komplong, dan kawan-kawan lain memang berencanan untuk menghabiskan malam minggu dengan menyaksikan konser reggae yang dihelat di salah satu gedung pertemuan tak jauh dari kampung kami. Konser yang diselenggarakan oleh salah satu produsen minuman suplemen ini menghadirkan satu band reggae terkenal dan belasan band reggae lokal.

Kami memang sering berkumpul di Warung mas Andri, oleh banyak orang disebut begitu, karena memang si empunya warung namanya Andri.

Di warung ini, bukan hanya anak-anak muda yang sering nongkrong, namun juga ada orang-orang tua berusia di atas kepala tiga bahkan kepala empat. Ada Pak Naryo, supir pro yang sudah malang melintang di dunia persupiran. Ada Mas Yus, pendaki gunung yang masih sangat setrong kendati umurnya sudah hampir kepala empat, ada Pak Tete, kretekus gaek yang sangat doyan ngopi, dan masih banyak lagi golongan tua yang juga sering nongkrong di warung Andri. Di warung inilah anak-anak muda dan bapak-bapak bisa ngobrol santai lepas dengan bahasa yang super ngoko. Warung ini menjadi semacam rendezvous bagi “golongan Wikana” dan “golongan Ahmad Soebardjo” di ranah per-gentho-an.

“Aku ndak ikut ke konser ah!!”, kata Sastro tiba-tiba. Hal ini tentu mengejutkan, karena Sastro dikenal sebagai kawan yang paling enggan menolak untuk ikut dalam event konser, bahkan ia kerap menjadi kompor kalau-kalau ada kawan yang ndak bisa ikut ke konser.

“Lha kenapa ndak ikut tro? wong yang lain saja pada ikut kok!”, tanya Marcopolo

“Ndak berani gelut kalau nanti rusuh po?”, Paijo menimpali

Wah, ra cengli tenan, memangnya ada apa tro?” tanya Gembus.

“Sebenarnya pengin sih mbus, tapi kalau reggae, aku ndak bisa njogetnya!”, jawab Sastro.

Demi mendengar jawaban super polos dari Sastro, kawan-kawan langsung meledak tawanya. Bahkan pak Naryo yang ndilalah ada di situ pun ikut tertawa terbahak-bahak. “Oalah tro.. tro... kemana-mana naik vespa, tapi njoget reggae saja ndak bisa, kilokke wae vespamu!!” seloroh Pak Naryo.

“Njoget Reggae itu susah pak, kaya orang lari-lari, tapi posisinya ndak maju-maju, kelihatannya simpel, tapi rumit, saya sudah pernah coba njoget reggae di depan kaca, tapi kok kelihatannya saya ndak luwes je pak”, kata Sastro masih tetap dengan kepolosannya.

Jawaban itupun kemudian kembali kembali gelak tawa seisi warung, bahkan lebih gempita dari tawa sebelumnya.

Ketidakbisaan Sastro untuk njoget reggae itu kemudian menjadi bahan guyonan dan cercaan. Sastro jadi bulan-bulanan, Sastro pun hanya bisa nyengir menahan malu dengan bibir yang terasa sangat kurang sedap untuk dipandang.

Sejujurnya, Sastro adalah penjoget yang handal. Njoget dangdut, mosing hardcore, ajojing disko, tari jatilan dan kubro siswo, bahkan sampai goyang poco-poco pun mungkin bisa ia jabani, tapi kalau njoget reggae, Sastro angkat tangan.

Yo wis, besok kamu ndak usah ikut joget, cukup berdiri sambil gerakkan badan saja!”, kata Paijo mencoba untuk membujuk sastro agar tetap ikut.

Akhirnya, Setelah diyakinkan dan dibujuk dengan aneka rupa bujukan, Sastro pun luluh dan bersedia untuk ikut. Dengan catatan, ia tak mau ikut maju ke depan panggung, hanya melihat saja dari belakang.

“Besok kumpul disini, jam tujuh, kita berangkat bareng pakai motor masing-masing, yang punya baju reggae, silahkan dipakai!!”, Kata Marcopolo memberi pengumuman yang sejurus kemudian langsung disepakati oleh kawan-kawan.

Besoknya, jam setengah tujuh, alias setengah jam sebelum jam keberangkatan, Sastro sudah sampai di warung Mas Andri, dandanannya sangat Reggae, bajunya klombor khas baju barong bali warna rasta, celana pendek, dan tak lupa ia memakai topi rajut merah kuning hijau. Wajahnya kumal (menurut Sastro, semakin kumal semakin reggae).

Warung mas Andri ternyata masih sepi, hanya ada Pak Naryo yang sedang asyik menyeruput kopi sambil sms-an.

“Pak, anak-anak mana? kok kosong melompong begini, katanya mau lihat konser reggae!”

“Di rumahnya Gembus, sedang pada latihan!”, jawab Pak Naryo singkat

“Lho, latihan apa pak?”

Ha yo latihan njoget reggae tho, rumangsamu cuma kamu thok yang ndak bisa joget reggae?, yang lain juga sama!”

Woooooo, telek!!!”

Sejurus kemudian, Sastro pun langsung meluncur ke rumah Gembus. Di wajahnya, terpancar jelas nafsu membunuh yang begitu besar.

Air dan Api

-

Sang Nananging Jagad

on 2014-10-18 2:11pm GMT

Panas! Dimana-mana serasa panas. Tidak siang, tidak malam, sepanjang hari kok rasanya kemrangsang. Kita serasa dimasukkan ke dalam oven. Tidak hanya sekedar keringat bercucuran, segala sendi dan tulang menjadi sedemikian tidak nyamannya. Apa iya dunia memang sudah berubah menjadi neraka? Bukankah yang serba panas, yang serba api itu konon hanya ada di neraka.

Kemarau tahun ini memang sudah sedemikian panjangnya. Bulan ber-ber, mulai September, Oktober, November, dan Desember konon dulunya sangat identik dengan tingginya curah hujan. Ber-ber, menandakan masa puncak mengalirnya sumber-sumber air. Sepanjang hari, sepanjang minggu dan selama beberapa bulan di penghujung tahun biasa diwarnai dengan hujan, hujan dan hujan. Tetapi lain dulu, lain kini. Hitungan ber-ber seolah sudah meleset jauh, Jangankan hujan, lha sekedar mendung saja seringkali hanya menghampiri sesaat seolah sengaja memberi harapan palsu. Manusia seolah sedang di-php. Benar nggak sih?

Akibat dari masa musim panas yang sudah sangat berkepanjangan tentu saja tidak hanya sekedar rasa haus di kerongkongan kita. Memang kita dalam beraktivitas sehari-sehari dalam kondisi suhu udara yang tinggi, lebih-lebih jika dilakukan di luar ruangan, seringkali menjadikan ngap-ngapan, cepat berkeringat, cepat haus, dan pastinya menjadi cepat lelah pula. Bayangkan saja jika suhu tengah hari bisa mencapai 38-40 derajat! Kondisi yang sudah pasti sudah di luar batas kenormalan yang wajar. Walhasil, aktivitas tentu saja menjadi tidak optimal dibandingkan pada kondisi normal.

Tidak hanya manusia yang terganggu dengan kemarau yang panjang ini, alampun mengalami dampak yang juga tidak kalah parahnya. Musim panas tentu saja menjadikan persediaan air berkurang sangat drastis. Sumber-sumber mata air mengecil. Sumur-sumur dan sungai-sungai juga mengering. Danau, rawa, bahkan laut juga surut airnya. Hal ini tentu saja menjadikan tata keseimbangan alam terganggu.

Maka dapat dibayangkan jika kemudian dimana-mana terjadi krisis air. Tanaman, pepohonan dan segala macam tumbuhan menjadi kekurangan air, layu, kering dan akhirnya mati. Padi-padi tidak dapat tumbuh dengan sempurna, dan banyak yang puso dan gagal panen. Demikian halnya dengan tanama sayuran maupun buah-buahan.  Akibatnya panenan menurun. Berawal dari krisis air, permasalahan merembet kepada krisis pangan.

Masalah terhenti di situ? Tentu saja tidak! Kondisi reremputan, tanaman semak, hamparan ilalang, hingga pepohonan yang mengering sangat rentan terdapat percikan api, sekecil apapun percikan tersebut. Faktor alamiah, kecerobohan, hingga tindakan sengaja manusia dalam keadaan demikian telah banyak menimbulkan bencana kebakaran. Bukankah banyak lahan, ladang ataupun hutan-hutan yang terbakar di berbagai penjuru tanah air. Bahkan akibat asap yang terbentuk dari berbagai kebakaran tersebut telah menimbulkan gangguan terhadap berbagai aktvitas manusia. Nafas sesak, mata pedih, hingga kabut asap telah melumpuhkan kegiatan manusia di beberapa daerah. Sekolah libur, para pekerja dirumahkan sementara, bahkan berbagai jalur penerbangan juga terganggu. Asap, bahkan sudah “terekspor” hingga ke beberapa negara tetangga.

Air dan api memang sama-sama dibutuhkan oleh manusia. Tetapi porsi kebutuhan manusia terhadap air dan api berada pada takaran tertentu. Air dan api yang sangat kurang akan menimbulkan masalah atau krisis. Namun sebaliknya, jika air dan api berlimpah ruah melebihi kebutuhan manusia juga tetap akan menjadi bencana. Apapun menjadi baik bagi manusia jika hadir  dalam ruang dan waktu yang tepat dengan porsi yang pas pula, barulah sesuatu itu akan memberikan manfaat dan menjadi sahabat yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Bukankah demikian?

Ngisor Blimbing, 18 Oktober 2014


Filed under: Jagad Alam Tagged: air, api, kabut asap, kemarau panjang

Aku sadar, pertanyaan yang kutanyakan lewat pesan chat di facebook itu memang pertanyaan yang ora mbois, ya maklumlah, namanya juga pertanyaan pemancing, sekedar pelicin agar aku bisa say hello. Dan beruntungnya diriku, karena rupanya dirimu punya segudang rasa rikuh, sehingga dirimu masih mau menjawab pertanyaan-pertanyaan ora mbois-ku itu. Yah, walaupun jawabanmu sangat-sangat normatif, terkesan begitu nglegani.

Tolong dimaklumi, habis mau bagaimana lagi, bagiku, itu adalah satu-satunya cara yang mungkin bisa aku lakukan untuk terus intens berkomunikasi dengan dirimu.

Aku masih terus teguh dengan pepatah jawa 'witing tresno jalaran seko kulino', walau agaknya sampai kini, hanya aku yang tresno, sedangkan dirimu masih sebatas kulino. Tapi tak apa, memang sudah jadi tugasku untuk mengkonversi kulino-mu itu menjadi tresno. 

Jujur, rasanya sangat bahagia saat di kolom chat facebook tertulis namamu dengan lingkaran kecil berwarna hijau disampingnya. Saat itulah fikiranku menerawang, mencoba mencari pertanyaan yang sebisa mungkin agak mbois dan memungkinkan untuk aku tanyakan kepada dirimu.

Kadang aku merasa seperti panitia cerdas cermat yang berfikir keras hanya untuk menyiapkan pertanyaan bagi para peserta, bedanya, dirimu tak perlu jadi wanita cerdas untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaanku itu. Dirimu cukup jadi wanita rikuhan. Itu saja.

Aku tak berani pasang target tinggi, asal dirimu jawab pertanyaanku dengan jawaban yang cukup panjang saja ─setidaknya dua kali enter, aku sudah sangat berbahagia. Apalagi kalau dirimu sudi membalas tanya, duuuh, itu benar-benar kenikmatan yang hakiki.

Duhai dirimu yang duduk 507 kilometer dari tempatku mengetikkan pertanyaan, tolong jangan bosan untuk terus menjawab pertanyaan-pertanyaanku. Jaga terus sikap rikuh-mu, aku masih perlu itu, entah sampai berapa lama lagi.

Ah, andai dirimu tahu, di antara pertanyaan-pertanyaanku yang teramat ora mbois, terselip rasa cinta yang begitu tulus dan kinyis-kinyis.
Tempuyung

Tempuyung

Tanaman ini sering saya lihat dan saya pikir hanya tanaman semak biasa. Sampai suatu hari ada pensiunan kantor yang bilang kalau tanaman ini tanaman obat.
“Ah masak….?”
“Iya.”
“Untuk obat apa, Pak?”
“Untuk obat batu ginjal. Daunnya yang dipakai untuk obat.”

Tanaman itu bentuknya perdu. Tingginya tidak seberapa, kira-kira sepinggang saya. Daunnya memanjang dan melonjong. Bunganya kuning. Bentuknya mengingatkanku pada bunga dendelion.

Saya tidak tahu nama tanaman ini sampai beberapa bulan kemudian. Beberapa minggu yang lalu saya membeli buku tentang tanaman obat terbitan LIPI Kebun Raya Bogor. Tanaman itu masuk dalam salah satu koleksi tanaman obat. Namanya Tempuyung (Sanchusbarvensis L.). Waktu kecil dulu seingat saya juga pernah dengar nama ini.

Tempuyung memang tanaman yang biasa digunakan untuk obat. Daun tempuyung bisa digunakan untuk peluruh batu ginjal dan memperlancar air seni. Sedangkan daun dan batangnya bisa digunakan untuk penyakit bisul.


Gus Mul jagongan bareng Sule! Tenanan? Darimana tahunya? Dari sebuah foto yang dipajang Gus Mul di fanpagenya. Anda percaya? Sayapun seketika langsung geleng-geleng kepala, alias nggumun. Lha bagaimana tidak nggumun, saya semakin kagum dengan hasil editan sotosopnya Gus Mul. Tampang ndesonya yang lugu sangat nature di hadapan Sule menyamping. Sebuah gambar yang teramat sempurna untuk sebuah hasil editan dengan software apapun.

Bagi Anda yang belum sempat mengenal atau berkenalan dengan Gus Mul, mungkin tidak ada salahnya Anda menelusurnya di sini.

Kembali ke gambar Gus Mul berbincang riang dengan Sule, saya justru menjadi super penasaran. Pasalnya meski Gus Mul dulu menjadi tenar dan menggemparkan dunia maya berkat reka-reka editan foto-fotonya maupun foto pesanan yang seringkali disandingkan dengan tokoh maupun selebriti, tetapi setahu saya ia sudah insaf bahkan semenjak dua-tiga bulan ia baru memulai karya-karyanya. Lha kok ini tiba-tiba saja, tanpa ada badai dan topan, tanda guguran lava wedhus gembel Gunung Merapi, ia nampang di salah satu acara yang sedang naik daun di salah satu stasiun tivi yang tergolong masih baru. Apakah tangannya kembali umat sehingga utak-atik sotosop kembali?

Rasa penasaran itu demikian memuncak hingga saya kehabisan bahan pikir. Dalam sebuah kesempatan komunikasi jarak jauh dengan Gus Mul pada malem Jum’at Pahing kemarin, saya lontarkan pertanyaan yang sebenarnya juga penuh dengan keraguan, Gus, sotosop ro Sule kuwi tenanan? Nada saya ketika bertanya sebenarnya tidak tega.

Gus Mul di seberang mengirim jawaban, “Hahaha… ora mas, kuwi asli… wingi aku bar seko Jakarta, syuting Ini Talkshow NET. tv”

Ha? Saya langsung tercengang! Terkejut bin surprise bukan kepalang ajar. Jadi dia memang sudah benar-benar insaf dari dolanan sotosopnya. Bagaimanapun pikiran saya tidak bisa lepas dari sebuah prasangka burut bahwa ia main sotosop lagi. Jujur, saya jadi sedikit merasa bersalah telah sejenak ragu dengan pertobatan Gus Mul soal sotosop. Namun demikian, saya segera meluncurkan pertanyaan susulan, “Ngobrol opo wae terusan?

Yo ngobrol tentang isu lama mas…. edit foto ro buku….”, jawab Gus Mul to the point. Lha lak tenan, sayapun sedikit menduga Sule dan krunya mengendus kenakalan Gus Mul di waktu lalu. Sayapun semakin salut kepada putra Pak Trimo dari kampung Seneng yang mulai menemukan perjodohan-perjodohan nasib yang lebih baik meskipun ia belum benar-benar menemukan jalan yang semakin terang ke arah kenya bidadari jodohnya di pelaminan kelak.

Terbersit sebuah pertanyaan yang lain, bagaimana Gus Mul bisa nge-link ke Sule dan IniTalkShow-nya itu. Saya awalnya menduga ia dihubungkan oleh seseorang yang kemungkinan besar masih berhubungan dengan tim kreatif buku Jomblo Hapal Pancasila-nya. Tetapi justru, menurut pengakuan yang bersangkutan ia tiba-tiba saja dikontak oleh salah seorang tim kreatifnya Sule. Ia pun merasa heran dan masih tak habis pikir bagaimana ia seolah-olah mendapatkan jugrugan gunung Tidar. Tidak ada angin, tidak ada hujan, ia benar-benar tidak sedang bermimpi.

Akhirnya, sebagai sesama wong Magelang dan selaku sedulur yang ketemu tua, saya tentu saja turut mendoakan agar gerbang kesuksesan masuk tivi ini bisa terus berlanjut dengan tangga-tangga kesuksesan selanjutnya dan wal hasil Gus Mul bisa menanggalkan status jomblonya suatu masa kelak nanti. Ditunggu hari tayangnya nggih. Monggo dados!

Ngisor Blimbing, 17 Oktober 2014

Foto dipinjam dari FB-ne Gus Mul.


Filed under: Jagad Tokoh Tagged: Gus Mul, IniTalkShow, Jomblo Hapal Pancasila, Sule
Bertepatan dengan lomba blog yang diselenggarakan oleh PLN dan Blogdetik maka saya ingin curhat terkait pelayanan PLN, baiklah tanpa berpanjang lebar saya akan langsung bercerita. Kira-kira sebulan yang lalu, saya dan bapak mendatangi PLN UPJ Warung Kondang Cianjur untuk mengajukan pemasangan baru listrik 450VA untuk rumah orang tua yang baru dibangun ditanah kami, saat datang […]

Super Gadget

-

Berbagi Tak Pernah Rugi

on 2014-10-16 6:57am GMT

Ding-dong……!!!!

Suara bel dipencet seseorang. Hari ini hari sabtu, saya sedang santai di rumah dan tidak sedang menunggu tamu. Aneh. Siapa yang memencet bel , tanya saya dalam hati.

Ding-dong….!!!!
Bel dipencet lagi.
Dengan sedikit malas saya menuju ruang depan. Saya intip dari balik gorden jendela. Seseorang sedang menunggu di depan pintu pagar, pakai motor dan seragam biru. Saya menuju pintu dan segera menemuinya tanpa membuka pintu pagar.

“Ada apa, Mas?”
“Saya dari TIKIL, Titipan Kilat, Ada paket untuk Bapak.”
Anak muda itu menyerahkan kotak kecil yang dibungkus plastik. Lalu dia meminta saya menandatangani kolom penerima.

Kiriman dari siapa ya? Saya sedikit penasaran. Di halaman depan memang tertulis kepadanya untuk saya. Di balik bungkusnya hanya tertulis kode angka dan huruf. Entah dari siapa.

Paket itu hanya seukuran kotak mungkus rokok, tapi lebih tebal sedikit. Lalu saya buka kertas pembungkusnya. Di dalamnya ada kemasan kotak berwarna biru tua metalik. Di bagian depan kotak itu ada logo buah mangga yang sedang di makan ulat. Logo perusahaan gadget paling top saat ini.

Saya coba ingat-ingat apa yang pernah saya lakukan beberapa waktu yang lalu. Saya pakai kartu Telkomsel dan Telkomsel sedang gencar-gencarnya menyebar undian berhadiah. Mungkin saya pernah ikut lotre atau ikut quiz berhadiah itu. Seingat saya tidak. Lalu kenapa saya mendapatkan paket ini? Atau mungkin paketnya salah kirim? Banyak pertanyaan muncul di kepala. Entahlah.

Nama dan alamat penerimanya benar saya. Jadi mungkin memang benar paket ini untuk saya. Apa salahnya dapat rejeki nomplok.

Saya buka pelindung plastiknya dengan ujung kuku. Desain kotak ini unik. Beda dengan kotak kemasan produk lain. Seperti tidak ada jepitan atau lem penguncinya. Perlu waktu cukup lama bagi saya untuk menemukan pembukanya. Ternyata untuk membuka kotak ini ada tombol kecil di sisi kanan kotak. Tombolnya hampir-hampir tidak dikenali, semua rata seperti bukan tombol. Saya baru meyadarinya setelah terlihat ada seperti celah berbentuk kotak.

Saya pencet tombol itu. Whoola…. tiba-tiba bagian atas dan sisi kotak terbuka sedikit. Lalu ketika saya tarik, semua sisi kotak terbuka seperti bunga yang sedang merekah. Menajubkan. Desain kotak yang unik.

Keheranan saya tidak berhenti di situ. Di bagian tengah kotak ada tabung kecil berwarna putih. Panjangnya sekitar 5 cm dan diameternya kurang dari 5 mm. Tabung itu diletakkan di tempat plastik berwarna merah metalik. Tidak ada barang lain. Di bawah kotak itu ada buku-buku kecil. Buku panduan; instruction manual. Tidak ada barang lain: tidak ada baterai, tidak ada kabel, tidak ada cassing. Hanya tabung kecil itu saja.

Saya belum yakin ini sebuah gadget.

Saya buka buku manual itu. Saya cari buku yang berbahasa Indonesia, sayangnya tidak ada. Bahasa lain yang agak saya mengerti adalah bahasa Inggris. Saya baca manual ini saja.

Buku manual itu cukup sederhana dan banyak gambarnya. Jadi mudah diikuti tanpa perlu tahu bener bahasanya. Saya ikuti saja petunjuk gambar-gambarnya.

Di salah satu sisi ujung tabung ada lubang berbentuk memanjang seukuran kartu SIM. Oke. Saya ikuti petunjuknya. Kartu SIM AS dari Telkomsel saya masukkan ke dalam lubang itu.

Saya kebingunggan kok tidak ada baterai dan kabel2, apalagi charger. Bagaimana gadget ini bisa hidup. Lebih aneh lagi tidak terlihat ada tombol dan layarnya. Bagaimana cara memakainya?

Saya buka lagi buku manualnya.

Petunjuk berikutnya adalah membuka layar. Di tabung itu ada sedikit tonjolan di kedua ujungnya. Tombol ini ditarik. Layarnya setipis kertas, transparan, tapi kuat dan permukaannya mengkilat. Ketika ditarik lurus, layarnya akan tegak lurus. Sampai langkah ini layarnya masih kosong.

Buka lagi buku manual.

Di buku manual tertulis kalau gadget ini memanfaatkan energi dari panas tubuh manusia, cahaya, dan gerakan. Jadi kalau gadget kena tubuh manusia, maka panas dari kulit manusia akan diubah menjadi energi listrik. Begitu juga jika terkena sinar matahari, gadget akan merubah energi sinar menjadi energi listrik. Sumber energi berikutnya adalah energi gerak. Jika tabung itu digerakkan, gadget akan merubah energi gerak menjadi energi listrik. Energi yang dibutuhkan untuk menghidupkan gadget sangat kecil. Energi yang dikumpulkan dari panas tubuh, sinar, dan gerak sudah mencukupi. Pantas saja tidak ada kabel dan charger.

Untuk menghidupkan gadget, langkah pertama adalah mengisi energi. Salah satunya adalah dengan menjemur atau mengerak-gerakkan gadget. Ketika energinya cukup. Di sisi tabung akan muncul cahaya merah kecil. Jika energinya banyak, sinarnya berubah menjadi hijau. Tidak ada tombol on-off. Gadget akan menyala sendiri ketika energinya cukup. Hebat.

Waktu booting cukup cepat. Layarnya terlihat cukup terang dan tajam. Ada tampilan ikon yang sudah saya kenal: telepon, pesan, internet, kamera. Ada juga beberapa ikon yang masih asing.

Buka lagi buku manual. Cara menelpon. Gadget ini bisa diperintah dengan suara untuk melakukan panggilan. Untuk menelpon tinggal bilang “Call!”.

Call!” perintah saya.
Gadget itu merespon singkat; “Who or enter number.”
Suaranya perempuan, merdu dan jelas.
Meski tidak pinter bahasa Inggris tapi saya tahu maksudnya.
Saya lanjutkan pakai bahasa Indonesia; “Tiga Nol Tiga Nol.”
Di layar muncul angka 3030. Hebat, bisa ngerti bahasa Indonesia. Saya diam beberapa detik. Gadget itu melakukan panggilan. Saya segera matikan. Saya tidak menelpon siapa-siapa. Nomor itu entah nomor siapa.

Saya buka lagi buku manualnya.

Ternyata gadget ini bisa ditekuk dan dibuat seperti gelang. Ujung layarnya bisa diselipkan ke sisi lain tabung. Saya coba tekuk layarnya. Luar biasa. Layarnya bisa digulung tanpa rusak. Saya coba pakai gelang gadget itu. Keren. Sekarang ada tampilan jam digital dan tanggal saat ini.

Dalam posisi ini untuk melakukan panggilan bisa dilakukan dengan cara unik. Posisi tangan seperti isyarat untuk menelpon; jempol di dekat telingga dan jari kelingking di dekat mulut. Saya coba. Ternyata bisa. Suaranya juga jernih.

Saya masih penasaran bagaimana caranya memainkan multimedia, seperti melihat film atau mendengarkan musik/audio secara on-line. Saya pakai paket internet Telkomsel yang kualitasnya lumayan untuk melihat video on-line. Buka-buka lagi buku manual.

Ternyata cukup mudah, tinggal bilang: “Music!” Gadget menampilkan daftar file audio yang ada. Saya pilih salah satu. Di layar terlihat jika file audio sedang dimainkan. Sayangnya saya tidak mendengar apa-apa. Ada suara tapi pelan. Pasti ada yang salah nih, pikir saya.

Buka-buka lagi buku manual. Rupanya speaker belum diaktifkan. Penutup salah satu ujung tabung di tarik sedikit. Hanya keluar sekitar 1 mm. Suara mulai ada, terdengar jernih dan lumayan keras.

Masih ada cara lain untuk mendengarkan audio. Tutup tabung yang tadi saya lepaskan. Tutup itu terikat dengan benang kecil. Tutup ini ditempelkan ke kulit di dekat nadi tangan. Saya tempelkan sesuai instruksi. Bener. Saya jadi mendengar suara audio itu. Cara ini bisa juga digunakan untuk menelpon.

Buka-buka lagi buku manual. Gadget ini gadget hebat. Gadget ini bisa digunakan untuk macam-macam. Bisa disinkronisasi dengan alat-alat elektronik yang ada di rumah sehingga bisa menjadi remote control. Semua bisa dikontrol. Termasuk saklar lampu pun bisa dihidupkan dengan gadget ini.

Saya coba singkronisasi sesuai instruksi. Kebetulan di rumah ada home theater, jadi bisa jadi ajang ujicoba. Saya suka sport, khususnya naik sepeda. Saya ingin coba multimedia sport. Lampu ruangan saya gelapkan. Lalu saya pilih sport>bike>cross country.

Gadget langsung terhubung dengan home theather. Suasana tiba-tiba berubah menjadi seperti di hutan. Saya naik sepeda gunung yang ringan dengan 10 speed di gir belakang dan 1 speed di gir depan. Sepeda fullsus. Mantap.

Saya naiki sepeda itu dan mencoba trak di depannya. Saya ikuti jalan setapak yang menuruni bukit. Tanpa saya sadari jalannya berubah menjadi berbatu-batu terjal. Saya coba jaga keseimbangan dan terus mengayuh. Keringat mulai keluar. Kaos saya basah kuyup oleh keringat.

Di turunan yang terjal saya kehilangan keseimbangan. Roda depan tergelincir dan saya terjauh. Brrukkk…..!!!!

Aduh…..saya meringis kesakitan. Lutut saya yang kena batu-batu. Berdarah. Saya pegangi lutut saya kuat-kuat untuk mengurangi rasa sakitnya. Mata terpejam dan mulut meringgis. Kepala saya terasa sakit dan berkunang-kunang. Saya meringkuk dan mengulingkan badan mencari posisi. Tanah berbatu itu terasa lebih dingin dan datar.

Saya buka mata pelan-pelan. Cahaya terlihat remang-remang. Di atas plafon triplek terlihat lampu lima watt menggantung. Di sebelah lampu ada cicak yang sedang mengintai mangsanya. Mata saya menjelajah di sekeliling plafon dan kamar. Di sudut ada bekas hitam selebar piring dan berjamur. Aku kenal bekas bocor ini. Dinding kamar dari papan. Ada kalender dari toko bangunan pinggir jalan. Ada poster pemandangan alam. Ini kamarku.

Aku mencoba bangkit sambil menahan sakit di lutut. Aku duduk di pinggir ranjang. Lututku benar-benar bengkak. Aku menengok ke lengan kiri tanganku, ke jam tangan G-Force yang aku beli di kali lima dekat stasion. Jam dua, 25 menit.

Semprul…..!!!!

Aku rebahkan badan di dipan papanku dan berharap agar mimpi indah itu berlanjut lagi.


Bagi penggemar komputasi, software package dari Intel yang satu ini bisa jadi cukup berguna untuk membantu “mempercepat” dalam running eksekusi program. Parallel Studio XE 2011 dari Intel menyediakan compiler dan debugger untuk bahasa Fortran dan C/C++ yang merupakan bahasa pemrograman favorit dalam komputasi. Intel Parallel Studio tidak menyediakan versi gratis untuk pengguna sistem operasi Windows. Beruntung bagi pengguna Linux yang ternyata Intel menyediakan versi gratis (non-commercial) untuk “alat bantu” yang satu ini.

Untuk melakukan instalasi paket Parallel Studio XE 2011 di Linux bisa dikatakan cukup mudah, hanya perlu mendaftarkan di website intel software development selanjutnya download package sesuai sistem operasi yang digunakan. Registrasi dilakukan supaya kita bisa memperoleh lisensi (non-commercial) gratis. Setelah melakukan registrasi, selanjutnya serial number dan license file akan dikirim ke alamat email yang telah didaftarkan sekaligus didalam email juga terdapat link download paket software Intel Parallel Studio XE 2011.

Bagi pengguna CentOS, hal yang perlu diperhatikan sebelum instalasi adalah men-disable SELinux terlebih dahulu.

Parameter Insalasi:

  1. lokasi file package ada di: /home/user/Parallel_Studio_XE_2011_U2.tgz
  2. lokasi lisensi diletakkan di: /home/user/license/NCOM_L_NT-36.lic
  3. lokasi program ada di: /opt/intel/
  4. software administrator: root

Buka console selanjutnya masuk sebagai root.

$ su root
# cd /home/user
# tar -xvf Parallel_Studio_XE_2011_U2.tgz
# cd parallel_studio_xe_2011_update2
# sh install.sh

Selanjutnya tinggal mengikuti perintah yang muncul, ikuti perintah yang ada. Bila ditanyakan lisensi, arahkan ke lisensi file /home/user/license/NCOM_L_NT-36.lic.

Untuk konfigurasi pertama kali pindah ke folder bin dari program parallel studio, misal instalasi ada di /opt/intel/composerxe-2011.4.1.191

# cd /opt/intel//opt/intel/composerxe-2011.4.1.191/bin
# source compilevars.sh intel64 (gunakan intel64 jika 64-bit, ia32 jika 32-bit)

Untuk memastikan compiler sudah berjalan bisa dengan mencoba menggunakan contoh program yang sudah disertakan.

# cd /opt/intel/composerxe-2011.4.191/Samples/en_US/Fortran/vec_samples
# ls (untuk melihat isi file, harusnya ada file matvec.f90 dan driver.f90)
# ifort -real-size 64 -O1 -vec-report1 matvec.f90 driver.f90 -o MatVector

Output dari compiler bernama MatVector berada pada folder yang sama (silakan cek dengan mengetikkan perintah ls). Untuk melakukan eksekusi ketikkan perintah:

# ./MatVector

Hasil keluarannya adalah waktu yang diperlukan untuk eksekusi program yang baru saja dibuat.

Beberapa fungsi tambahan yang ada dalam software package adalah debugger. Silakan pindah ke folder /opt/intel/composerxe-2011.4.191/bin/intel64 (penggunaan intel64 atau ia32 tergantung OS yang digunakan).

# cd /opt/intel/composerxe-2011.4.191/bin/intel64
# ./idb

Selanjutnya jika Java Runtime (JRE) telah terinstall maka akan muncul window Intel Debugger yang dapat digunakan untuk debugging software yang baru saja dibuat.

Selamat RUNNING!

Kartu memory

-

Mastop Story

on 2014-10-16 12:00am GMT

Beberapa hari ini saya dipusingkan dengan kartu memory ponsel.Saya berencana mencari kartu memory untuk ponsel lawas saya, nokia n73.Kartu memorynya tentu yang lawas juga.Namanya minisd.

Dan ternyata setelah saya mencari-cari saya tak menemukanya lagi.Hmmm…saat ini semua sudah menggunakan microsd.Jadi memory yang saya cari tersebut sudah menjadi barang langka.Mungkin saya harus mencarinya di musium.


Penyebab Gagal Move On

-

AmaliaRizki.com

on 2014-10-15 12:46pm GMT

Putus cinta?? Patah hati? Korban PHP? Kata Cita Citata “sakitnya tuh disini…” Iya disini… DISINIIIII *silahkan tunjuk bagian mana yang terasa sakit*.Memang begitulah cinta, ketika kejatuhan rasanya bagai menelan pil koplo, mabuk kepayang. Namun bila terjatuh rasanya bagai ngemut daun jambu biji, pahit sembribit.

Konon katanya obat paling mujarab putus cinta adalah jatuh cinta lagi. Eits, tunggu dulu, untuk jatuh cinta lagi tentu ada syaratnya. Apa syaratnya??? Apa hayo apa?? Ya move on dong, kak!.

Tapi move on ga gampang, kak..

Memang sih move on ga segampang ngupil, tapi kalau tekadmu bulat pasti bisa cepat move on kok. Yang susah itu kalau kamu masih ngelakuin hal-hal kayak gini:

Masih Berkomunikasi

Niat hati tak ingin memutus tali silaturahmi, realitanya kamu lagi masang tali buat gantung diri. Percaya atau tidak, komunikasi (apalagi intens) bisa menyebabkan timbul rasa nyaman, rasa nyaman menghasilkan benih-benih suka, kemudian tumbuh bunga-bunga cinta, pada akhirnya muncul keinginan untuk memiliki (lagi). Kalau sudah begitu, dijamin kamu bakal gagal move on. Ujungnya? Sakit hati lagi deh. *kemudian backsoundnya lagu yovie nuno – sakit hati*

Sebenarnya komunikasi sah-sah aja kok, asal hati kamu udah stabil.

Masih Ngarep

Komunikasi intens juga menyebabkan rasa ‘ngarep’ untuk bisa merajut lagi benang-benang cinta yang terurai *aiiih, situ pejuang move on apa tukang jait?*. Ini serius lho. Kalau jauh di lubuk hati masih ngarep, gimana mau move on?.

C’mon guys, masih banyak lelaki atau wanita lain bertebaran diluar sana. Sudahlah jangan mengharap orang yang sudah mengecewakanmu, ga baik untuk kesehatan hatimu, kak. *pukpuk*.

Di Tarik Ulur

Penyebab gagal move on lainnya adalah ketika si mantan masih menarik ulur hatimu. Saat kamu memutuskan meninggalkannya, ia melakukan segala cara agar tak kehilangan perhatianmu (karena belum dapat penggantimu). Dia kembali mendekatimu, tapi disaat kamu menanggapinya ternyata dia hanya ingin berteman. Nah lho…. Sakitnya tuh dimana?

Kalau kata Pak Mario Teguh, kalau begitu kamu ga bakal nikah. Laki-laki/wanita baik mana yang mau sama kamu kalau kamu masih main-main sama mantanmu? Kamu merusak hubunganmu sendiri dengan yang akan datang #jlebjlebjleb.

Ndablek

Nah ini penyebab gagal move on paling dahsyat. Udah berkali-kali sakit hati, kecewa, ditarik ulur, masih komunikasi, dan masih ngarep pula. Duh dek, nyebur sungai ciliwung aja yuk.
Katanya sih karena terlanjur cinta buta. Hellooooo cinta mah ga buta cin, tapi mata, hati, dan pikiranmu aja yang buta. Udah tau dia patut ditinggalkan, eh masih aja ngarep. Gagal move on plus plus deh.

So, kalau kamu memang mau move on, bulatkan tekadmu. Hilangkan dulu semua hal yang berhubungan sama si dia. Cari kegiatan yang bermanfaat dan positif, dijamin bakal cepat move on.

Mbak Hana aja bisa lho meninggalkan Mas Bram, masa kamu ngga sih? Ngahahahaha

*just for fun yah*

Sejak saya mulai merantau dulu, alat transportasi yang sering saya pakai adalah bis malam. Alasannya sederhana; paling mudah dan murah. Di Magelang tidak ada stasion kereta apalagi bandara dan pelabuhan. Kalau mau naik kereta atau pesawat mesti pergi Yogya atau Semarang dulu. Repot.

Ada banyak bis jurusan Mgl-Jobodetabek, baik bis yang ‘asli’ Mgl atau bis-bis lain yang punya trayel lewat Mgl. Bis asli Magelang antara lain: Santoso, Handoyo, dan Ramayana. Bis-bis malam lain yang juga lewat Magelang diantaranya Safari Dharma Raya, Lorena, Mulyo Indah dan Rosalia Indah. Saya pernah mencoba hampir semua bis malam itu.

Bis yang nyaman dinaiki Mulyo Indah dan Rosalia Indah. Rosalia Indah makannya enak. Bis Ramayana lumayan. Kalau bis Handoyo biasa2 saja. Bis Santoso sebenarnya termasuk yang biasa-biasa saja. Bisnya sudah cukup berumur, tapi semuanya Mercy uang terkenal tangguh. Kalau dilihat dari kondisi bis dan pelayanan mungkin Bis Santoso rangking bawah.

Saya memilih naik bis ini karena yang paling pagi sampai ke Bogor. Jaman dulu jam 4 pagi sudah sampai dan saha sempat sholat subuh di rumah dan tidur sejenak. Bis yang lain tidak pernah sampainya pagi.

Bis Santoso juga lewat jalur yang sedikit beda. Umumnya bis malam lewat Semarang baru masuk jalur pantura. Bis Santoso lewat parakan dan weleri.

Meski kondisi bisnya sudah jelek, bis Santoso cukup bandel. Mesin Mercynya memang mantap. Di jalan tanjakan dan belokkan Bis Santoso selalu menang jika lawan bis Hino.

Kadang2 kalau sedang pulang kampung sendirian dan tidak dapat tiket pesawat atau kereta, saya memilih naik bis Santoso. Saya jadi seperti menyusuri kembali masa-masa lalu, 10 tahun yang lalu. Bis ini masih melewati jalur yang sama, warung makan yang sama.

Cuma sekarang sampainya di Bogor tidak bisa pagi. Jalur pantura selalu macet. Kali ini macet juga karena ada perbaikan jalan di daerah Jabar. Sampai di Bogor matahari sudah tinggi, pukul 06.45. Kalau kondisi jalan lancar, sampai di Bogor paling cepat pukul lima lebih.

Bis Santoso juga jadi sarana kami mengirim barang dari dan ke Magelang. Kalau cuma satu kardus biasanya kami lebih suka dititipkan ke awak bis. Sampainya lebih cepat. Cuma kami mesti nungguin bisnya. Apalagi kalau ke Magelang, kadang-kadang bis sampai Magelang jam tiga pagi.


Kenangan TK ABA Polengan

-

Pendekartidar

on 2014-10-15 6:32am GMT

TK Polengan1   TK Polengan1

Kala itu umur saya kiranya baru genap lima tahun lebih beberapa bulan. Suatu pagi, pagi-pagi sekali saya diantar ibu saya ke sebuah taman kanak-kanak. Lokasi sekolah pra-SD itu berada di tengah-tengah dusun tetangga. Di depan sekolah sederhana terbentang luas sebuah pelataran alun-alun sebuah bangunan joglo anggun. Konon bangunan joglo satu-satunya yang tersisa di desa kami tersebut milik Pak Lurah yang memerintah kala itu. Tepat di sisi barat laut berdiri dengan anggun sebuah masjid terbesar di desa kami. Itulah Masjid Al Ikhlas.

Nama bangku sekolah yang pertama kali saya masuki tersebut adalah TK ABA Polengan. Melihat kependekan ABA, mungkin diantara para sedulur ada yang langsung paham bahwa sekolah tersebut berada di bawah pengelolaan salah satu ormas terbesar di tanah air. Bagi yang masih belum nyambung, ABA merupakan kependekan dari Aisyiah Bustanul Athfal.

Hari pertama sekolah memang diantar oleh ibu saya, sekedar untuk mendaftarkan kepada guru sekolah semata. Hari-hari selanjutnya, sebagaimana umumnya anak-anak desa, kami berangkat ke sekolah bebarengan dengan teman-teman yang lain. Jadi tidak musim, anak sekolah di jaman itu pake diantar-antar oleh orang tua. Mungkin itu sisi kemandirian anak kecil yang sudah tergembleng semenjak usia sangat dini. Bahkan beberapa bulan berselang, saya harus sekolah sambil momong dua adik kembar saya yang umurnya dua tahun di bawah saya. Meski pada awal hanya meunggui saya di luar kelas, pada akhirnya adik-adik saya tersebut resmi diterima di kelas nol kecil. Sementara saya, semenjak pertama kali masuk langsung bergabung dengan kelas nol besar, meskipun umur saya di bawah teman-teman sekelas saya yang lain.

Kira-kira menjelang pukul setengah tujuh pagi pintu ruang kelas mulai dibuka. Biasanya yang membukakan adalah anak dari Kepala Sekolah yang memang tinggal tidak seberapa jauh dari sekolahan. Begitu pintu-pintu terbuka, beberapa perangkat permainan dikeluarkan dari ruang kelas untuk dipasang di sekitar halaman sekolah. Tak seberapa lama berselang, guru-guru kami mulai datang. Sebenarnya kami pada waktu itu hanya memiliki dua orang ibu guru. Adalah Bu Sri Umiyati yang bertindak sebagai guru kelas nol besar merangkap kepala sekolah, dan Bu Dalifah yang mengasuh kelas nol kecil.

TK PolenganSekolah TK, tentu saja sangat menyenangkan. Hari-hari kami senantiasa diisi dengan permainan yang memberdayakan otak kami. Pagi sebelum masuk kelas, di halaman sekolah telah tergelar berbagai perlengkapan permainan anak-anak. Ada ayun-ayunan di bawah pohon kamboja. Ada plosotan di samping masjid. Besi-besi rangka untuk panjat-memanjat dan tlusuban. Ada pula jungkat-jungkit di sebelah timur kelas, dan beberapa mainan anak-anak yang lain.

Begitu dentang lonceng dibunyikan, semua murid langsung masuk ke dalam kelas. Meskipun di dalam kelas, tetapi pola pengajaran yang diterapkan juga lebih banyak dengan metode belajar sambil bermain. Memasang passel, memancing ikan kayu, bongkar pasang balok-balokan kayu sering kami lakukan. Kadang-kadang kamu juga diberi kerta warna krem merah, kuning, hijau ataupun biru untuk dilipat-lipat menjadi berbagai bentuk karya yang inspiratif. Seni lipat inilah yang di kala dewasa baru saya tahu bernama origami dan berasal dari negeri sakura.

Bernyanyi dan menari tentu saja tidak pernah ketinggalan. Bahkan meski masih kecil pada beberapa kesempatan kami sudah diajari berdeklamasi. Menulis huruf latin, tentu saja mulai diajarkan dan kami sedikit-dikit baru mengenal nama-nama huruf tetapi sama sekali tidak menghafal. Angka juga mulai diperkenalkan cara penulisannya, namun belum sampai kepada operasional matematis.

Tentang seragam sekolah. Tentu saja kami hanya mengenal satu seragam. Warna kuning krem dengan bawahan dan rompi warna hijau lumut. Itupun hanya kami kenakan untuk hari Senin dan Selasa. Selebihnya, ya kami berpakaian bebas tapi rapi dan sopan.

Hari Sabtu merupakan hari yang lebih santai dan sangat menggembirakan. Hari Sabtu biasanya dimulai dengan aksi bebersih lingkungan. Istilahnya kerja bakti atau gotong royong. Menyapu halaman sekolah bersama-sama. Membersihkan rumput di beberapa sudut. Memangkas tanaman hias dan bunga-bunga. Bahkan membersihkan lumut di dinding-dinding pagar sekolah. Selesai dengan kerja bakti, semua murid diajari membasuh tangan dan menggosok gigi bersama-sama. Masing-masing kami telah memiliki sikat gigi yang dilengkapi dengan cangkir kaleng. Hari Sabtu barangkali memang dirancang untuk menanamkan pentingnya menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat.

Masih di hari Sabtu. Selesai bebersih lingkungan dan bebersih diri, kami biasa makan bersama. Setiap Sabtu, satu per satu wali murid digilir untuk urunan menu makanan untuk disantap bersama. Biasanya mereka memberikan sumbangan dalam wujud beras dan gula jawa. Urusan masak-memasak biasa diurusi oleh keluarga ibu kepala sekolah. Sajian yang biasa kami santap mulai dari bubur kacang hijau, sego megono (nasi urap kelapa), juga kolak ketela atau pisang.

Hal yang paling unik dan menjadi kenangan yang tidak pernah terlupakan hingga kini pada saat kembul bujono atau makan bersama adalah tatkala para murid yang bertubuh besar menghabiskan jatah makanannya lebih cepat. Mereka kemudian bertanya bahkan saling teriak, “sopo sing ora entek?” Siapa yang tidak mampu menghabiskan jatah makanannya? Begitu ada murid yang biasanya bertubuh lebih kecil dengan nafsu makan yang tidak sehebat para murid besar, maka sisa makannya segera beralih ke piring si murid besar. Semua saling berbagi dengan ikhlas. Sebuah penanaman nilai kebersamaan yang sangat luar biasa.

Hari puncak yang menjadi kebanggaan kami semua adalah Hari Perayaan. Apakah Hari Perayaan? Hari Perayaan merupakan peringatan HUT Aisyiah (kalau tidak salah). Pada hari tersebut, TK ABA se-kecamatan biasanya dikumpulkan pada salah satu TK untuk memperingati Hari Perayaan yang biasa diisi dengan berbagai macam lomba anak-anak. Lomba yang biasa digelar seperti lomba bernyanyi, puisi, tari, dan beberapa cabang olah raga anak-anak. Uniknya, karena keterbatasan sarana transportasi, para murid seringkali digiring dalam long march yang sangat panjang ke suatu sekolah yang menjadi tuan rumah Hari Perayaan. Meskipun lelah tapi kami sangat bahagia, terlebih kami juga mendapat nasi bungkus daun pisang yang dilengkapi sekedar telur pindang serta sayur kentang, tempe krecek.

Setelah satu tahun duduk di TK ABA Polengan, saya digiring bu guru untuk pindah ke SD di belakang desa. Umur saya baru enam tahun lewat dua bulan. Sementara teman-teman sekelas saya pada umumnya berumur satu atau dua tahun di atas saya. Bagaimanapun, taman yang paling indah hanya taman kami. Taman yang paling indah taman kanak-kanak (ingat dengan lagu ini).

Ngisor Blimbing, 27 September 2014

     Hari ini SDN Salaman 1 kedatangan rombongan tamu penting yang memang sudah teragendakan. Bukan tamu biasa tetapi rombongan team penilai lomba Sekolah Sehat. Dalam hal ini SDN Salaman 1 telah ditunjuk mewakili tingkat kawedanan dalam keikutsertaan lomba tersebut.
     Persiapan memang sudah dilakukan pihak sekolah sejak beberapa hari yang lalu, tetapi SDN Salaman 1 ingin tampil apa adanya atau tidak akan mengada-ada. Dengan harapan apapun hasilnya akan menjadikan sumber inspirasi dikemudian hari dan akan menjadikan pembelajaran yang Insya Allah bermanfaat khususnya di bidang menjaga kesehatan bagi semua elemen warga sekolah.

Kegiatan penilaian dimulai sekitar pukul 10.15 menit dengan diawali para team penilai berkeliling sekolah melakukan pengamatan langsung. Dalam pelaksanaan penilaian ini hampir dikatakan tidak ada hambatan yang berarti. Semua berjalan lancar sesuai harapan. Bagaimana hasilnya? Wallahu a’lam. Kita tunggu saja.









Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang
Jalan-jalan ke Candi Gedong songo di Kabupaten Semarang
Beberapa waktu yang lalu saya bersama teman-teman satu kerjaan pergi liburan bareng ke kawasan Candi Gedong songo yang ada di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Kawasan Candi Gedong songo tidak kalah menarik dengan komplek Candi yang ada di pegunungan Dieng, Wonosobo, kata teman-teman yang sudah berkunjung kesana. Karena penasaran yang tinggi, akhirnya kami putuskan untuk pergi ke Candi Gedong songo, dari rencana semula ke pantai Indrayanti di Jogja.

after wed di Candi Gedong songo Kabupaten Semarang
Kami berangkat dari Magelang sekitar jam 09:00 pagi dan baru sampai Gedongsongo 2 jam kemudian. Jalan dari Magelang ke Gedong songo yang berkelok-kelok membuat sebagian dari kami ada yang pusing-pusing dan mabuk berat, suatu hal yang lumrah karena mereka jarang naik angkutan umum setiap harinya. Tapi rasa lelah, pusing dan mabuk selama dalam perjalanan sedikit terobati setelah sampai di Komplek Candi Gedong songo, Suasana yang masih sejuk walau sudah siang hari dan semilir angin pegunungan Gedong songo, membuat kami sejenak bisa melupakan beban berat di tempat kerja yang setiap hari harus di hadapi.

Tak lengkap rasanya kalau mengunjungi suatu daerah tanpa mencicipi kuliner khas daerah tersebut, begitu tiba kami langsung menuju warung makan yang berjejer di sepanjang pintu kmasuk Komplek Candi Gedong songo. Kuliner khas Gedong songo adalah sate kelinci, selain Sate kelinci warung-warung di sini juga tersedia aneka hidangan lain seperti Mie Ayam, Nasi Goreng, Soto dll, dan yang paling penting harga makanan di sini termasuk murah.
Jalan-jalan ke Candi Gedong songo di Kabupaten Semarang
Setelah kenyang dengan berbagai kuliner khas Gedong songo, Acara kami lanjutkan dengan menelusuri jalan setapak naik menuju ke Candi-candi yang ada di komplek Gedong songo. Untuk menuju Candi Gedong songo 1, kami harus berjalan kurang lebih 200 meter, Bagi yang tidak biasa jalan bisa memanfaatkan Jasa Naik Kuda Candi Gedong songo yang tarifnya sekitar Rp. 50.000- Rp.70.000,-/ orang. Diperlukan waktu kurang lebih 1 jam untuk bisa mengelilingi satu candi ke candi yang lainnya yang tersebar di Lereng Gunung Ungaran.

Pemandangan Lereng Gunung Ungaran dimana Candi-candi Gedong songo berada sangat indah, di sepanjang jalan terdapat pohon pinus, dan di saat-saat tertentu kabut tipis sering turun. Di antara Candi 3 dan 4 ada sumber air panas alami yang mengandung belerang yang cukup tinggi, dengan kepulan asap yang cukup tebal. Kita juga bisa mandi di pemandian air panas yang letaknya tidak jauh dari sumber air panas alami.
Jalan-jalan ke Candi Gedong songo di Kabupaten Semarang
Candi Gedong songo terletak di ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut, Komplek Candi Gedong songo di temukan pertama kali oleh Loten. Pada tahun 1804 Raffles menamai Komplek Candi ersebut dengan nama Candi Gedong pitoe, Karena hanya ada tujuh bangunan candi. Candi-candi tersebut terkenal dengan sebutan Candi Gedong songo setelah Friederich dan Hoopermans seorang arkeolog dari Belanda memuat tulisan tentang Candi Gedong songo pada tahun 1865.

Nama Gedong songo berasal dari Kata Gedong yang berarti bangunan dan Songo yang artinya sembilan. Gedong songo merupakan candi Hindu peninggalan dinasti Sanjaya sekitar abad ke-8 Masehi. Letak candi yang berada di perbukitan, karena Umat Hindu pada waktu itu Gunung di anggap sebagai khayangan atau surga tempat para dewa berada. Candi Gedong songo telah mengalami dua kali pemugaran, tahun 1928-1929 oleh pemerintah Hindia Belanda dan tahun 1972-1982 oleh pemerintah Indonesia.
Kepala Toko Alfamart Jalan-jalan ke Candi Gedong songo di Kabupaten Semarang

Soal besar dan kecil, tentu kita sadari bahwa keberadaan dua hal yang berbeda serta terkesan kontradiktif tersebut justru merupakan sebuah wujud sunatullah yang menyangga gerak roda kehidupan. Besar dan kecil, tak ubahnya ada dan tidak ada, kaya dan miskin, siang dan malam, tinggi dan rendah, pandai dan bodoh, sehat dan sakit, laki-laki dan perempuan, tua dan muda, fana dan kekal, semua hadir berpasang-pasangan sebagai sebuah keniscayaan dunia. Masing-masing pasangan tersebut akan selalu ada dan hadir sebagai syarat sebuah keseimbangan atau harmonisasi kehidupan manusia.

Dalam kesempatan ini saya ingin berbincang mengenai besar dan kecil dalam konteks keakuan, kedirian, cinta, dan juga sikap kepemimpinan seseorang. Secara naluri kemanusiaan, seseorang tentu saja memiliki egosentris untuk mengutamakan dan mengedepankan kepentingan dirinya sendiri. Tanpa pengendalian yang tepat, egoisme yang muncul bisa berakibat menjadi perbuatan memanfaatkan, memperalat, bahkan mengeksploitasi orang lain untuk kepentingan diri sendiri.

Ketika seseorang mulai mencintai orang lain, katakanlah seseorang yang diharapkan bisa menjadi pelabuhan hatinya, sesungguhnya dorongan mencintai tersebut berasal dari kebutuhan rasa disayang dan dicintai. Suatu bentuk kebutuhan diri sendiri dengan mendapatkan sesuatu dari orang lain. Adalah naluriah manusia akan senang apabila ia mendapatkan perhatian, cinta, dan kasih sayang. Sebuah keseimbangan hubungan yang harmonis akan terwujud apabila kedua belah pihak kemudian dapat saling bertepuk seirama untuk saling mengasihi, saling mencintai, saling memberi, serta saling menerima.

Namun apabila cinta tersebut bertepuk sebelah tangan, yang sering terjadi kenapa justru rasa benci akibat cinta yang tertolak? Kejadian ini sebenarnya sebuah bukti nyata bahwa cinta yang awal bersemi tersebut bisa jadi merupakan sebuah pemaksaan rasa yang timbul dari ego seseorang terhadap orang lain. Ia berharap bahwa orang lain akan membalas rasa cintanya, kemudian memberikan perhatian, rasa kasih dan sayangnya kepada dirinya. Bukankah hal ini sebuah bentuk egoisme dimana seseorang lebih mementingkan pemenuhan rasa di hatinya sendiri dan berharap orang lain memberikannya? Aku yang ada barulah sebatas aku kecil. Aku diri sendiri. Sesungguhnya cintanya baru sampai kepada kecintaan terhadap dirinya sendiri.

Namun sebaliknya, jika rasa cinta bergayung sambut, maka rasa berbunga-bunga akan membuncah dari kedua belah pihak yang kemudian saling mencurahkan rasa cinta dan kasih sayang. Dunia seolah berseri dan indah sekali. Setiap saat, setiap detik hanya bayangan dia yang hadir di pelupuk mata. Segala angan, cita dan rasa hanya penuh dengan sosok si dia yang dicinta. Seolah semua rasa telah lebur, menyatu, manunggal dari dua hati insan yang berbeda.

Apabila kemudian ada orang lain mengganggu atau menyakiti seseorang yang kita cinta, kitapun akan merasakan terganggu dan juga rasa sakit itu. Kita akan membela orang yang kita cinta, bahkan jika perlu sampai titik darah penghabisan. Inilah bentuk totalitas sebuah cinta. Cinta sudah meluas dari cinta terhadap diri sendiri menjadi cinta terhadap kebersamaan dengan seseorang dicinta. Aku sudah mulai meluas.

Demikian halnya ketika telah hadir anak-anak sebagai buah kasih cinta suami-istri. Seorang suami sekaligus seorang ayah akan mengayomi istri dan anak-anaknya. Bila adal seseorang yang mengganggu anak-anaknya, ia akan tampil membela dengan sekuat tenaga. Ia bekerja, ia mencari nafkah, ia berjuang, ia bernafas, ia hidup sudah tidak lagi semata-mata demi dirinya sendiri. Ia ada untuk keluarga. Ia ada untuk anak-anak dan istrinya. Dalam konteks ini, makna cinta telah lebih meluas lagi.

Cinta telah berkembang di luar batas cinta kepada diri sendiri dan cinta kepada seseorang yang istimewa, tetapi cinta telah melingkupi sebuah keluarga. Di sinilah peranan seorang ayah sebagai sosok pemimpin yang bertanggung jawab terhadap keluarganya. Ia sisihkan rasa ego diri sendiri, ia akan kesampingkan rasa cinta kepada istrinya, jika dibandingkan rasa cintanya kepada anak-anak dan keluarganya sebagai sebuah wujud perluapan rasa cinta. Diri sendiri semakin mengkerdil, mengecil, menihil, lenyap bahkan sirna. Aku kecil mulai sirna dan tumbuh menjadi aku yang lebih besar. Di sinilah sebuah kebesaran yang sejati mulai tumbuh.

Dalam konteks pemimpin pemerintahan atau negara, filosofi sirnanya aku kecil dan tumbuhnya aku besar, bahkan aku yang lebih besar harus menjadi pijakan setiap pemimpin. Ketika ia telah memangku jabatan seorang pemimpin, maka ia harus melebar-luaskan rasa cintanya dari kecintakan terhadap diri sendiri, cinta terhadap pasangan hidup, cinta terhadap anak-anak, cinta terhadap keluarga, cinta terhadap kelompoknya, cinta terhadap partainya, menjadi cinta yang tak terbatas untuk seluruh rakyat yang menjadi tanggung jawabnya. Pemimpin sejati akan merasa sakit apabila rakyatnya tersakiti. Pemimpim akan merasa susah hidupnya jika rakyat yang dipimpinya mengalami kesusahan hidup. Rakyat kelaparan, pemimpin juga kelaparan. Rakyat menderita, pemimpin juga tidak ketinggalan merasakan derita yang sama. Inilah penjelmaan makna kesadaran manunggaling kawula lan gusti, kebersamaan, kesatuan, senasib-sepenanggungannya pemimpin dengan rakyatnya.

Adakah kita masih memiliki bibit-bibit pemimpin sejati yang melebih-luaskan aku besarnya di atas aku kecilnya, bahkan meniadakan aku kecilnya?

NB: tulisan ini merupakan pengembangan bebas dari diskusi yang menghadirkan Noe Letto sebagai narasumber dalam Kenduri Cinta edisi Oktober 2014.

Lor Kedhaton, 15 Oktoberc 2014


Filed under: Jagad Maiyyah Tagged: Emha Ainun Nadjib, kenduri cinta, kepemimpinan, maiyyah, Noe Letto

Selamat pagi

-

Mastop Story

on 2014-10-15 12:36am GMT

Setelah libur panjang tiga hari, pagi ini sudah memulai bekerja.Rasanya masih capek.Tapi aku kudu semangat.


Masih berbangga dengan gelimangnya harta dan jabatan yang saat ini memikat mata ?, sungguh pengalaman istri siang ini betul-betul patut mendapat apresiasi penuh lantaran tersemat pelajaran berharga syarat akan makna.

©

Tak sembarang berpikir akan hal ini, dan saat kita jumpai penjajak mainan entah siapa dia punya nama, prasangka baik istri sederhana “dalam payah dan lemah sosoknya ia ingin rejeki yang halal dari bekerja bukan meminta”. Segera dibelinya dua buah mainan dalam bungkusan lusuh, setelahnya beberapa kawanpun turut mengikutinya dan si penjual mampu tersenyum yang menawarkan kesahajaan, ia tak ingin di kasihani, karena ia masih mampu untuk berusaha dan bersyukur dengan apa yang ia punya.

Dan benar adanya, merekalah sosok-sosok langka saat ini yang bersama kepayahan kondisi secara kasat mata, kebahagiaan balasan atas kesabaran menantinya dari Sang Pencipta “Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Kalimat bijak pernah terangkai dari Abu Hudzaifah dalam bukunya Sedekah Orang Miskin ; “Berbahagialah, karena Anda miskin !, kaya tak mesti mulia, dan miskin tak selamanya hina”. Bahkan jika kita tahu, minimnyaharta bisa membuahkan surga, gerigi kuncinya dengan bersabar, berbahagia dan jangan pernah kita berputus asa.

Ingatkah kita sebuah nasihat lawas yang menentramkan hati pendengarnya, “Yakinlah, surga lebih mencintai kita jika kita selalu bertakwa kepadaNya”. Dan Rasul Sholallohu’alaihi wasallam turut menegaskannya ; “Aku berdiri dipintu surga, ternyatayang paling banyak masuk surga adalah orang-orang miskin. Adapun orang-orag kaya masih tertunda (masuk surga). Sementara itu penghuni neraka sudah diperintahkan masuk kedalam neraka”. (HR. Bukhori dan Muslim).

Sekedar mengingatkan diri yang mungkin bermanfaat juga untuk Anda, hidup layaknya putaran roda dimana ritmenya mengalir sekehendak pemainnnya dengan tetap pada skenario utuh tersebut takdir yang hanya mampu dirubah dengan doa. Bersukurkah, bertakwalah dan jangan ada terbesit putus asa karena kita masih mampu untuk berusaha.

_______

Pak Tua  lusuh dan payah tak sempat tunjukkan kecewa, akankan kita mandeg dan enggan untuk berusaha padahal sukses terbentang didepan mata ?

Ngisor wit rambutan, 14 Oktober 2014

Nasib timnas u19

-

Mastop Story

on 2014-10-14 12:00am GMT

timnas u19

Setahun ini penggemar sepak bola Indonesia dibanggakan dengan kehadiran timnas u19.Keterpurukan sepak bola Indonesia sedikit tertutupi dengan kehadiran tim ini.Bahkan mereka sempat meraih juara piala AFF serta lolos ke Piala Asia.

Cerita berlanjut ketika persiapan piala asia dilakukan.Puluhan ujicoba dilakukan.Kemampuan tim ini begitu dipuja-puji disana sini.

Dan benar saja,dalam berbagai ujicoba timnas u19 bermain dengan luar biasa.Mereka banyak memenangkan pertandingan.PSSI kemudian menargetkan merela lolos ke piala dunia.Dengan kata lain mereka harus menjadi semifinalis piala asia.

Namun apa mau dikata, pedang tajam u19 terlalu banyak digunakan berlatih.Hingga saat berperang pedang mereka telah tumpul.Jangankan semifinalis,di babak penyisihan grup mereka sudah dibenamkan Usbekistan dan Australia.
Ujicoba dan persiapan berbulan-bulan tak berarti apa-apa.Sepertinya timnas u19 terlena.Terlalu nyaman dipuji.Mereka belumlah bermental juara.

Mereka mencontoh gaya permainan Eropa.Namu perkara mental bukanlah sesuatu yang gampang dicontoh.Perkara mental adalah perkara niat,perkara batin dan semangat.

Ah,sepertinya kita para pengemar harus berpuasa lebih lama lagi.Dan entah kapan akan menyaksikan timnas kita mengakat piala.


Bos facebook ke Indonesia

-

Mastop Story

on 2014-10-14 12:00am GMT

zukenberg

Sebenarnya saya cukup telat menulis tentang kedatangan bos facebook ini.Dia sudah datang ke Indonesia sejak beberapa hari yang lalu.Dan dia sempat mampir kedesaku.Sayang gak mampir kerumahku hehe…

Mungkin orang ini adalah orang yang cukup mempengaruhi dunia internet Indonesia.Bahkan menurut saya facebook lebih menarik perhatin orang Indonesia daripada raksasa internet Google.

Saat ini pengguna facebook Indonesia adalah salah satu yang paling aktif didunia.Itu artinya kita juga salah satu penyumbang terbesar kekayaan zukenberg.


Tahun ini adalah penyelenggaraan yang ke #8 untuk event Tlatah bocah dengan tagline : “Bocah Dudu Dolanan, Bocah Kudu Dolanan”; acara tahunan yang diinisiasi oleh komunitas Rumah Pelangi di Magelang ini sungguh keren dan selalu menghadirkan variasi acara yang berbeda setiap tahunnya. Rangkaian acaranya pun berjalan lumayan panjang, mulai September- Desember, seperti berikut ini : 1. […]

Google juga punya aplikasi yang sama dengan MS Excel, yaitu Google Spreadsheet. Fungsinya mirip dengan MS Excel meski lebih sederhana. Jadi ingat dengan MS Excel di Windowa 1.1 dulu.

Sebagian fungsi dasar spreadsheet bisa dilakukan dengan Google Spreadsheet. Kotak-kotak kecil atau cell bisa diisi dengan data yang berupa angka atau text. Operasi2 terhadap data tersebut juga tersedia. Jadi kita bisa melalukan operasi2 matematika pada tabel Google Spreadsheet.

Cuma di versi mobile Google Spreadsheet belum bisa menambahkan graphic atau chart. Mungkin dalam beberapa tahun mendatang fungsi ini akan tersedia.

Meski masih sederhana Google Spreadsheet sangat berguna. Data2 bisa dimasukkan di Google Spreadsheet. Jika perlu pengolaha lebih lanjut bisa diexport ke file excel dan kemudian diolah dengan MS Excel.


Satu lagi keluarga aplikasi office besutan Google, Google Slide. Dari namanya sudah diduga kalau aplikasi ini adalah aplikasi untuk presentasi saingan MS PowerPoint. Google Slide bisa digunakan untuk menampilkan file presentasi ppt atau membuat presentasi sederhana.

Google slide memiliki dua tampilan. Pertama tampilan edit dan tampilan show. Salah satu kemampuan Google Slide adalah menampilkan animasi dan custom animation yang dibuat dengan MS PowerPoint. Misalnya: animasi perpindahan slide (slide transtition), animasi huruf, dan lain-lain.

Tampilan show ini mungkinkan untuk melakukan presentasi tanpa menggunakan komputer atau laptop. Apabila smartphone dilengkapi dengan colokan HDMI akan bisa menampilkan presentasi dengan layar televisi atau tayangan lainnya.

Slide presentasi bisa diedit pada tampilan edit. Misalnya untuk melakukan sedikit perubahan pada teks atau proses perbaikan lainnya.

Google Slide juga bisa untuk membuat slide presentasi sederhana. Google Slide baru bisa menambahkan teks. Google slide belum bisa menambahkan foto, gambar, atau file multimedia lainnya.


Prambanan1Ratu Boko sangat lekat dengan legenda Roro Jonggrang. Ratu, dalam khasanah bahasa Jawa mengacu kepada sebutan pemimpin sebuah ke-ratu-an atau keraton. Dengan demikian makna ratu sejajar dengan raja yang merujuk pemimpin kerajaan. Ratu juga tidak merujuk gender lelaki atau perempuan. Begitu halnya dengan sebutan Ratu Boko. Ia juga kerap disebut sebagai Prabu Boko.

Prabu Boko merupakan raja yang beristana di sisi timur Kali Opak. Namanya tenar seantero tanah Jawa. Konon ia memiliki puteri yang cantik jelita bernama Roro Jonggrang. Kecantikan sang puteri menjadikan banyak pangeran dan raja dari negeri lain ingin mempersuntingnya untuk dipermaisurikan.

Di samping banyak negeri yang mengagumi Kerajaan Boko, namun tak sedikit pula kerajaan lain yang ingin menguasai Boko. Boko merupakan wilayah dataran luas yang terhampar di sisi selatan Gunung Merapi. Abu dari gunung yang sangat aktif tersebut merupakan pupuk alam yang menyuburkan tanah Boko. Kesuburan itu masih ditambah dengan hadirnya aliran Kali Opak yang menjadi sumber pengairan. Maka tidaklah mengherankan jika Boko menjelma menjadi sebuah negeri yang ijo royo-royo, subur makmur, gemah ripah loh jinawi.

Tersebutlah Bandung Bondowoso, seorang pangeran dari wilayah Pengging. Dengan segenap pasukannya yang perwira, ia melakukan penyerangan terhadap Kerajaan Boko. Dalam sebuah pertempuran yang dahsyat, ia berhasil menewaskan Prabu Boko. Namun demikian Boko belum sama sekali takhluk karena kepemimpinan Boko kemudian dilanjutkan oleh Roro Jonggrang.

Melihat kecantikan rupa Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso langsung jatuh hati. Sebenarnya hal yang sama juga dirasakan oleh Roro Jonggrang. Namun demi sumpah setia kepada ayahnya dan segenap rakyat Boko, ia mengesampingkan semua perasaannya. Maka tatkala Bandung melamarnya dan berniat menggabungkan kedua kerajaan, Roro Jonggrang mengatur strategi untuk menolak lamaran tersebut dengan siasat halus. Jikalau Bandung bisa membangun seribu candi dalam waktu satu malam sampai batas waktu terbit fajar, ia bersedia menjadi permaisurinya.

Kita semua tahu kisah selanjutnya. Usaha Bandung Bondowoso yang hampir berhasil digagalkan oleh siasat Jonggrang yang “menghadirkan pagi” lebih awal. Mengetahui siasat Jonggrang, betapa marahnya Bandung sehingga ia mengutuk Jonggrang menjadi sebuah patung batu untuk menggenapi seribu candi yang hanya kurang satu.

Ratu Boko2Di samping kemegahan kompleks Candi Prambanan yang megah dan masih dapat disaksikan hingga kini, kita juga dapat menelusuri jejak sejarah Kerajaan Boko dengan mengunjungi sisa-sisa reruntuhan keraton yang terletak di atas bukit Boko. Bukit ini berada di sisi selatan Prambanan, kurang lebih hanya berjarak 5 km.

Pengunjung yang ingin mengunjungi Keraton Boko dapat mengambil satu paket kunjungan dengan Candi Prambanan. Dengan shuttle elf, pengunjung akan diantar ke atas bukit Boko. Begitu membeli tiket gabungan, biasanya pengunjung dianjurkan untuk terlebih dahulu menuju Boko.

Dengan kendaraan yang tersedia, pengunjung dibawa menyusuri sebuah jalanan beraspal di sisi timur Kali Opak ke arah selatan. Tidak seberapa lama pengunjung akan menikmati pemandangan petakan sawah tegalan di bawah sebuah bukit. Dengan melingkari bukit, kendaraan mulai mendaki dari sisi selatan bukit Boko melalui jalan berkelok yang hanya selebar satu mobil. Begitu tiba di atas bukit, nampak sebuah pelataran parkiran luas dengan gapura yang merupakan gerbang awal Keraton Ratu Boko.

Ratu Boko3   Ratu Boko4

Untuk memasuki kawasan petilasan Keraton Ratu Boko, pengunjung harus mengenakan kain penutup pakaian bawah yang disediakan secara gratis oleh pengelola setempat. Untuk mencapai Keraton Boko, pengunjung harus terlebih dahulu menapaki tataran berundak yang lumayan banyak. Keberadaan tataran berundak ini semakin menampakkan keanggunan dan keagungan Keraton Boko yang seolah di puncak bagian puncak sebuah bukit.

Setelah menempuh ratusan anak tangga tataran, akan nampaklah sebuah gerbang candi batu dengan sisi kanan dan kirinya terbentang panjang bangunan tembok atau benteng pembatas sisi luar dan dalam istana. Gerbang tersebut merupakan gerbang pada sisi luar. Gerbang luar ini terdiri atas satu gerbang utama di tengah dengan dua gerbang yang berukuran lebih kecil di masing-masing sisi kanan dan kirinya. Gerbang masing-maisng sisi tersebut beratap struktur batu berbentuk limas segi empat, mirip dengan struktur puncak piramida. Adapun gerbang tengah justru sudah tidak dilengkapi dengan bagian struktur atap alias segi empat terbuka.Mungkin bentuk yang sudah tidak utuh ini belum bisa direkontsruksi hingga kini.

Untuk melintasi gerbang ini, kita harus menaiki bagian tataran tangga yang justru lebih menanjak. Hal ini sebagai petanda bahwa tanah di sisi dalam keraton memang dirancang dengan ketinggian yang lebih daripada tanah di luar lingkaran beteng. Filosofi struktur bangunan punden berundak benar-benar mewujud nyata dalam keseluruhan kompleks Keraton Ratu Boko yang konon memang menganut kepercayaan Hindu Dharma.

Ratu Boko5Selepas gerbang pertama, terdapat teras tanah datar di sisi kanan dan kiri jalur utama. Setelah beberapa langkah, maka akan terdapat tanjakan tataran ke dua yang sekaligus ditandai dengan gerbang utama sisi dalam. Struktur dan gaya gerbang dalam sangat mirip dengan gerbang luar. Setelah melintasi gerbang dalam inilah, pengunjung disuguhi dengan pelataran utama petilasan Keraton Ratu Boko. Pelataran berumput hijau yang luas ini dulunya merupakan bagian utama dimana gedung-gedung utama bagian istana berdiri. Diantara bagian perlengkapan kawasan istana yang masih dapat kita lihat sisa-sisanya diantaranya candi pembakaran, kiara pandang, ataupun bekas sendang keputren.

Berkeliling di pelataran berumput tentu saja akan teras lebih lengkap jika kita sekaligus menaiki sisi utara bukit dimana di atasnya terdapat sebuah bangunan joglo terbuka dengan patung Dewa Shiwa di tengah-tengahnya. Dari atas bukit ini kita bisa memandang secara keseluruhan kompleks petilasan Keraton Ratu Boko di sisi selatan dan juga hamparan dataran rendah Prambanan dengan puncak-puncak candinya di sisi sebelah utara bukit. Dengan hembusan angin sejuk yang sepoi-sepoi, setiap pengunjung dapat menghanyutkan diri ke masa beberapa abad silam hingga seolah-olah tengah berada di masa Roro Jonggrang hidup. Benar-benar sebuah pengalaman yang dapat semakin memperkaya pengetahuan dan rasa batin manusia untuk senantiasa menyelami serta belajar kepada perjalanan sejarah manusia yang penuh dengan seribu satu romantika.

Ratu Boko1  Ratu Boko6

Lor Kedhaton, 13 Oktober 2014


Filed under: Jagad Wisata Tagged: Prambanan, Ratu Boko, Roro Jonggrang

Rebana merupakan salah satu kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan di SDN Salaman 1. Kegiatan latihan yang diampu guru agama Islam ini rutin dilaksanakan setiap hari kamis, namun tidak menutup kemungkinan latihan dilaksanakan dua kali dalam seminggu apabila menghadapi even-even tertentu seperti adanya lomba dan penampilan. Agar lebih efektifnya latihan maka kegiatan ini juga mendatangkan pelatih dari luar sekolah.






Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang
Untuk menjaga kesehatan, siswa dan guru melakukan senam pagi bersama setiap hari Jumat pagi sebelum pembelajaran dimulai. Kegiatan ini dilakukan oleh semua siswa darim kelas 1 sampai kelas 6 dihalaman sekolah.
Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang
Untuk meningkatkan ketakwaan siswa kepada Allah s.w.t. setiap Selasa dan Rabu pagi semua siswa membaca dan melafalkan Asmaul Khusna yang juga dipimpin oleh seorang siswa. Kegiatan ini rutin dilaksanakan dengan bimbingan Guru Agama Islam.

Seorang siswa memandu bacaan Asmaul Khusna

Seluruh siswa di kelasnya masing masing melafalkan Asmaul Khusna



Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang
Santapan rokhani untuk para siswa dilaksanakan pada jumat pagi minggu pertama. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan membekali para siswa SDN Salaman 1 mengenai permasalahan yang berkenaan dengan agama dan moral sehingga siswa diharapkan dapat melaksanakan kewajibannya sebagai insan beragama dan bermasyarakat.

Ibu Endang (Guru Agama), berinteraktif dengan salah satu siswa.

Ceramah dari Guru Agama

Para siswa mendengarkan penuh antusias.

Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang

Jangka sorong

-

Mastop Story

on 2014-10-12 12:00am GMT

Salah satu peralatan yang paling penting dalam dunia teknik adalah jangka sorong.Jangka sorong berfungsi untuk mengetahui ukuran dimensi suatu benda kerja.Jangka sorong memiliki ketelitian perseratus milimeter.Dan mampu mengukur dimensi luar dan dalam.

jangka sorong

Ada beberapa macam jangka sorong.Diantaranya adalah

1.Jangka sorong analog
Jangka sorong jenis ini adalah yang paling banyak dijumpai.Jangka sorong jenis ini masih menggunakan cara-cara manual untuk membacanya.Dan tentunya memerlukan ketelitian dari penggunanya.

jangka sorong analog

Namun jangka sorong analog ada yang sudah dilengkapi dengan jarum penunjuk.Jangka sorong jenis ini lebih mudah dalam pembacaanya.

jangka sorong jarum

2.Jangka sorong digital.
Jangka sorong ini adalah yang paling mudah penggunaanya.Namu tetap saja harus mempunyai keahlian dalam menggunakanya.Karena jangka sorong ini sangat sensitiv terhadap tekanan kita.

caliper digital


Salah satu segmen kisah petualangan bergurunya Nabi Musa kepada Nabi Khidzir adalah ketika mereka berdua sampai pada sebuah perkampungan yang dihuni oleh orang-orang yang tidak bersahabat, berperilaku tercela, pokoknya para pelaku kemaksiatan kelas wahid wis. Nah pada saat keduanya menjumpai sebuah rumah kosong, sudah mau roboh, pagar dan dindingnya miring, justru Khidzir mengajak Musa untuk membenahi, terutama menegakkan pagar yang miring.

Meskipun Musa menuruti semua perintah Khidzir tetapi ia tidak kuasa untuk menahan rasa ingin tahunya. Akhirnya Musa lupa dengan pantangan tidak boleh menanyakan apapun pada saat ia bersama Khidzir. Apabila Musa menanyakan sesuatu yang dikerjakan Khidizir hingga tiga kali, maka di saat itulah waktu perpisahan telah tiba. Akhirnya menjelang perpisahan sebagaimana telah menjadi perjanjian mereka berdua, Khidzir mbabar rahasia setiap hal yang dikerjakannya yang senantiasa seolah bertentangan dengan nalar logikanya Musa.

Mengenai pekerjaan menegakkan pagar tadi, Khidzir berujar,” Saya menegakkan pagar, membenahi rumah yang hampir roboh itu dikarenakan di bawah rumah tersebut tersimpan harta karun yang menjadi hak waris anak yatim-piatu. Dengan harta warisan itu, kelak para anak-anak tersebut dapat mempergunakannya sebagai bekal hidup di jalan Tuhan.” Musa manggut-manggut, ia baru paham dan memang mengakui bahwa ilmu pengetahuannya tidaklah sekedar setitik debu dibandingkan keluasan dan kedalaman ilmu Khidzir.

Menegakkan Pagar Miring sengaja diangkat menjadi tema diskusi Kenduri Cinta edisi Oktober 2014 kemarin. Berangkat dari kisah Nabi Musa dan Nabi Khidzir segenap jamaah didorong untuk menggali kembali mengenai apa dan bagaimana keadaan kehidupan kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

Ibrah atau pelajaran menegakkan pagar miring di atas sebenarnya sangat kontekstual dengan keadaan di negara kita yang tengah terombang-ambing dalam badai prahara kehidupan yang tak kunjung usai saat ini. Bagaimana tidak kacau, para pemimpin negara ini harusnya bekerja dan berjuang untuk kepentingan segenap rakyat dan anak cucu kelak di kemudian hari, tetapi justru mereka merampok segala sumber daya hak milik para penerus bangsa. Minyak dijual murah. Batubara, timah, tembaga, pasir besi, semuanya hanya “dimakan” segelintir orang dan kelompoknya.Kita seolah sangat serakah dan tidak lagi menyisakan bagian anak cucu kita di masa datang.

Tidak terhenti hanya pada soal sumber daya alam, martabat dan kehormatan bangsa juga telah banyak digadaikan ke luar negeri. Kita menjadi bangsa yang inverior, minder, rendah diri dan selalu memandang ke atas terhadap segala apapun yang datang dari luar negeri. Kita telah kehilangan kesadaran diri dan pondasi jati diri. Kita tidak lagi mandiri sebagai sebuah bangsa yang hebat. Kita memang hanya tinggal menunggu panennya kehancuran demi kehancuran sebagai buah perbuatan yang kita lakukan.

Namun demikian sebenarnya Tuhan akan senantiasa menolong siapapun hamba-Nya yang masih mau memperjuangkan nasib. Kitapun tidak perlu berkecil hati karena sesungguhnya nenek moyang kita telah banyak mewariskan bekal pengetahuan, nilai luhur, kebijaksanaan, ataupun kearifan lokal yang senantiasa relevan sepanjang jaman. Kita harus menggali kembali, mengenali kembali, dan mempelajari kembali ilmu-ilmu “kuno” tersebut untuk dikontekstualisasikan dengan perkembangan masa kini.

Tiga kisah utuh pengembaraan Musa yang berguru kepada Khidzir, mulai dari segmen menegakkan pagar miring, membocori perahu penyebrangan, serta pembunuhan terhadap seorang bocah pada hakekatnya merupakan penggambaran keluasan ilmu Khidzir yang menembus dimensi waktu masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dari mana kita berasal, di mana kini kita berada, dan ke mana kita akan melangkahkan tujuan hidup. Carut marut persoalan bangsa dan negara kita harus didekati pemecahannya dengan memetakan masa lalu, masa kini, dan masa depan yang ingin kita tuju.

Dalam kerangka kajian Kenduri Cinta, berbagai warisan berharga dari para pendahulu tidak boleh sembarangan dieksploitasi, dikuras habis, bahkan dijual murah kepada bangsa lain karena pada hakekatnya warisan tersebut adalah titipan untuk anak cucu generasi penerus bangsa yang akan datang. Warisan tersebut dapat berupa apapun yang berharga dari bangsa kita, bisa kepribadian, nilai dan pranata luhur, adat dan tradisi, seni, hingga kekayaan alam, bahan tambang, minyak bumi, batu bara, tembaga, timah, emas dan lain sebagainya. Pada titik kesadaran pikir inilah diharapkan segenap Lingkaran Maiyyah Nusantara memerankan peranan pentingnya. Semoga.

Ngisor Blimbing, 11 Oktober 2014


Filed under: Jagad Maiyyah Tagged: Emha Ainun Nadjib, kenduri cinta, maiyah, Noe Letto

          Setelah sekian lama menunggu datangnya buku baru kurikulum 2013, akhirnya tercapai sudah harapan tersebut dengan datangnya  buku tersebut di SDN Salaman 1 pada tanggal 10 Oktober 2013. Walaupun kondisi belumlah komplit untuk kebutuhan 1 tahun tetapi setidaknya sudah memberikan sedikit ketenangan khususnya para guru kelas 1, 2, 4, dan 5.
          Pengecekan barang dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Alhasil, semua sesuai dengan data. Dengan kata lain, jumlah buku dengan berita acara serah terima buku tidak ada perbedaan.
          Kini agenda selanjutnya adalah bagaimana memanfaatkan buku tersebut dalam pembelajaran yang harus mampu diselesaikan dalam semester 1 ini. Mengingat banyaknya kegiatan yang harus dilakukan dalam pembelajarannya, mau tidak mau para guru harus memutar otak bagaimana porsi yang sudah ditentukan tersebut dapat selesai sesuai waktu yang tersedia.




Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang


Setiap makhluk hidup tak terkecuali manusia dilahirkan di dunia sudah dibekali dengan keistimewaan masing-masing. Tentunya semua keistimewaan tersebut dipersiapkan untuk bekal kehidupanya. Bahkan manusia lahir kembar pun di dunia ini tidak ada yang sama dipandang dari segi manapun. Semua memiliki keistimewaan masing-masing. Itulah kebesaran dan kemurahan Allah atas semua makhluknya.
Manusia sebagai makhluk berakal pun memiliki keistimewaan sendiri-sendiri, misalkan  dalam hal kecerdasan. Manusia lahir sudah dibekali berbagai jenis kecerdasan yang akan membawanya kedalam kesuksesan jika mereka sendiri mampu memanfaatkan. Jadi manusia lahir sudah membawa kecerdasan masing-masing. Bahkan menurut para ahli, manusia di dunia ini tidak ada yang bodoh. Benarkah demikian? Jika ukuran bodoh dinilai dari matematika atau fisika mungkin jawabannya tidak, tetapi bidang ilmu bukan hanya dua hal tersebut. Masih banyak bidang yang mungkin justru lebih memerlukan penekanan. Permasalahannya, pengembangan kecerdasan-kecerdasan tersebut sudahkan terakomodasi di dunia pendidikan kita?
Pendidikan dengan pendekatan saintifik dalam kurikulum 2013 yang sedang getol-getolnya dilaksanakan ini seakan membawa angin segar dalam menumbuhkembangkan berbagai kecerdasan tersebut. Namun sayangnya banyak kendala yang menghadang. Pendekatan saintifik yang menjadi ruh dari kurikulum 2013 ini terancam gagal jika tidak konsisten melaksanakannya. Apa gendalanya? Salah satunya adalah kompetisi bidang akademi. Silahkan direnungkan.

Menurut ahli, kecerdasan manusia dibedakan menjadi beberapa bidang, misalnya :
1.  Kecerdasan matematik – logis, mencakup kemampuan penalaran, menghitung, dan pemikiran logis. Orang yang memiliki kecerdasan ini kita temui pada ahli matematika, ilmuwan, penyelidik, akuntan, pemburu binatang.
2.   Kecerdasan Lingustik, mencakum kemampuan berbicara atau menulis.  Hal ini sering kita jumpai pada Novelis, panyair, penulis iklan, orator, editor, jurnalis, dll.
3.     Kecerdasan visual – spasial, mencakup kemampuan melukis, memotret, atau mematung. Hal ini sesuai untuk pekerja arsitek, pelukis, pemahat, navigator, pemain catur, ahli fisika, ahli strategi perang.
4.    Kecerdasan Musikal, kemampuan menggubah lagu, bernyanyi, dan bermain alat music. Hal ini sering kita jumpai pada penggubah lagu, pemain sandiwara, konduktor, penikmat music, dll.
5.     Kecerdasan Kinetetis, yaitu kecerdasan dalam hal keterampilan mengolah anggota tubuh dan gerak, hal sering kita jumpai pada olah ragawan, penari, actor, ahli bedah, ahli mekanis, dll
6.  Kecerdasan Interpersonal, yaitu kempuan berhubungan dengan orang lain sehingga sering disebut kecerdasan sosial. Hal ini sesuai dengan pekerja sebagai guru, polisi, pemimpin religius, penasehat, motivator dll.
7.   Kecerdasan Intrapersonal, yaitu kemampuan mengelola perasaan dan kesadaran diri sendiri. Hal ini sering kita jumpai pada novelis, penasehat, filosof, guru dll.

Penulis : S. Joko N. (Guru SDN Salaman 1)
(diambil dari beberapa sumber)
Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang

Suka olahraga? UseeTV bikin kompetisi video lagi dengan tema olahraga nih. Kali ini hadiah utamanya mobil! Yuk rekam aktivitas olahraga kalian dalam video berdurasi maksimal 60 detik. Cek info lengkapnya di useetv.com/wow60

Saya sendiri sudah bikin satu video nih. Temanya olah raga ekstrim parkour. Ini teasernya.

Durasi video ini aslinya 3 menitan. Tapi karena ketentuan lombanya mengharuskan video berdurasi maksimal 60 detik, maka terpaksa saya harus membuang banyak adegan. Video versi panjangnya akan segera saya upload di Youtube saya. Sedangkan untuk versi 60 detiknya ada di sini.  Ayo bantu vote video ini biar menang dengan cara mengeklik icon jempol yang ada di tautan ☛ ini. 

Screen-Shot-2014-10-11-at-1.32.53-AM6 Screen-Shot-2014-10-11-at-1.32.53-AM4 Screen-Shot-2014-10-11-at-1.32.53-AM2 Screen-Shot-2014-10-11-at-1.32.53-AM1 Screen-Shot-2014-10-11-at-1.32.53-AM7 Screen-Shot-2014-10-11-at-1.32.53-AM8

Ayo semua ikutan dan kita saling vote!

The post Lomba Video Tema Sport Berhadiah Mobil! appeared first on GoenRock's VLog®.

Rumah kami tidak begitu luas. Hanya ada dua kamar, satu kamar utama dan satunya kamar anak-anak. Posisi kedua kamar bersebelahan. Jadi kalau ada sesuatu atau suara-suara akan gampang terdengar.

Royan dan Abim sudah cukup besar. Mestinya mereka punya kamar sendiri-sendiri. Kami belum mampu membangun kamar baru, jadi mereka masih berbagi kamar. Seringnya salah satunya tidur di kasur di ruang keluarga.

Entah mulai kapan, kami tidak menyadarinya. Malam-malam kadang-kadang saya bangun untuk sekedar buang air kecil atau minum, lalu kembali lagi ke kamar. Dalam kondisi setengah bangun setengah tidur, saya seperti mendengar sesuatu dari kamar sebelah. Kebetulan Royan yang tidur di kamar.

Suaranya seperti laci meja yang ditarik lalu dimasukkan kembali. Di kamar itu memang ada dua meja jati kecil untuk belajar anak-anak. Awalnya saya biarkan saja. Suara itu muncul lagi.

Pagi sebelum subuh saya bangunkan Royan. Saya tanya dia:
“Tadi malam kamu bangun, Mas Royan?”
“Enggak.”
“Bener?”
“Bener.”

Dari sorot mata dan bahasa tubuhnya saya tahu Royan tidak bohong.

Ternyata tidak cuma sekali suara-suara aneh itu muncul. Istri saya juga pernah mendengarnya. Bahkan suaranya seperti kursi yang digoyang-goyang.

Gludak..gludek…..
Srek..srek….duk..duk…

Suara itu jelas sekali.

Malam hari memang suaranya hening. Suara-suara pelan saja bisa terdengar. Kami masih ragu-ragu apakah suara-suara itu dari kamar sebelah atau bahkan dari luar.

Rumah depan kami adalah rumah yang dijadikan gudang penyimpanan sepatu. Sepertinya rumah itu jarang ditiduri atau paling hanya seorang penjaga saja. Sedangkan rumah sampingnya baru saja dibangun selema beberapa bulan. Kami tidak begitu yakin apakah suara-suara itu dari depan rumah kami.

Entahlah.


Ada banyak operator telepon seluler di Indonesia. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Setelah mencoba berbagai macam operator, ada yang satu yang selalu saya pakai sampai sekarang.

Pertama kali saya punya ponsel sekitar tahun 2000an, awal-awal reformasi. Waktu itu hanya ada satu operator: Telkomsel. Harga kartunya sangat mahal untuk ukuran sekarang. Kalau tidak salah ingat Rp. 150rb. Muahal. Saat ini kartu dibagi-bagi gratis. Harga ponselnya saja juga mahal, sekitar Rp. 2jtan. Merek ponsel pertama saya adalah Almarhum Siemen yang layarnya masih biru.

Beberapa tahun kemudian muncul operator-operator baru. Harga pulsa dan kartu pun kian murah. Teman saya banyak yang kemudian baralih memakai operator lain. Ada cerita menarik ketika saya ditugaskan melakukan survei kopi ke gunung-gunung di daerah terpencil. Kami semua berempat. Dua orang pakai Telkomsel, termasuk saya. Dan dua lainnya pakai operator yang berbeda. Jadi ada tiga operator. Karena di daerah terpencil, sinyal adalah barang yang langka. Kami mesti mencari tempat yang tinggi sambil mengacungkan ponsel untuk mendapatkan sinyal. Dari tiga operator harus diakui kalau sinyal saya yang paling kuat dan lebih banyak daerah yang ada sinyalnya. Teman saya sering mengeluh:
“Sinyal saya byar pet aja nih!”

Operator semakin banyak dan persaingan semakin keras. Konsumen yang diuntungkan, karena harga pulsa semakin murah. Harga ponsel pun juga semakin terjangkau. Tapi, operator melancarkan strategi pemasaran yang jitu. Kalau telepon ke operator sesama harganya sangat murah, tapi kalau telepon ke operator yang lain harganya berkali-kali lipat. Akibatnya mungkin tidak diduga para operator. Orang memilih punya lebih dari satu kartu meski ponselnya cuma satu. Kalau mau nelpon kartunya diganti sesuai dengan kartu yang akan ditelepon. Teman saya ada yang punya sampai 5 kartu. Ketika harga ponsel semakin murah, orang membeli lebih dari satu ponsel dengan operator yang berbeda.

Saya pun akhirnya membeli ponsel kedua dan memakai kartu yang berbeda. Operator utama saya tetap Telkomsel, ponsel yang satunya lagi saya isi kartu dari operator yang lain. Hampir semua operator pernah saya coba.

Ketika ponsel bisa buat internetan, GPRS namanya waktu itu. Operator pun berlomba-lomba menawarkan fitur internet ini. Ada operator baru yang menawarkan paket internet sangat murah. Saya pun membeli paketnya. Bener-bener murah, kenceng lagi. Namun, rupanya kencengnya cuma sesaat. Ketika banyak orang yang memakai paket itu, kecepatannya turun drastis. Saya sampai frustasi nunggu loading halaman website. Saya cari operator yang menawarkan paket internet yang lebih murah lainnya. Maklum mahasiswa, suka yang murah-murah. Ada harga ada rupa. Harga memang murah, tapi kualitasnya ‘murah’ juga.

Yang paling menyebalkan adalah ketika saya tinggal di kost-kostan yang tempatnya rendah. Saya tinggal di kota besar, mestinya coverage-nya tidak masalah bagi operator. Cuma di kamar kost saya tidak ada sinyal internet. Payah. Kalau saya pingin internetan, saya mesti keluar kamar cari-cari sinyal. Menyebalkan.

Saya coba ganti beberapa operator. Hanya satu yang sinyalnya lancar jaya di tempat saya, yaitu Telkomsel. Meski paketnya relatif lebih mahal dari operator lain, pilihan saya tetap jatuh sama. Mau bagaimana lagi.

Kini saya masih setia pakai Telkomsel. Semua anggota keluarga saya pakai operator yang sama. Biar murah kalau mau menelpon.

Cuma sekarang ada yang sedikit menyebalkan dari layanan Telkomsel. Pertama, SMS Promosi. Sebel banget. Apalagi kalau SMSnya tengah malam. Ketika sedang asik-asiknya tidur, tiba-tiba terbangun oleh SMS gombal. Asem tenan. Dalam sehari saya mendapatkan banyak SMS iklan, SMS notifikasi, SMS promo, SMS diskon dan banyak lagi.

Kedua, iklan serobot di paket internetnya. Ketika mau masuk ke halaman website tertentu, tiba-tiba dibelokan ke halaman Promosi. Meski tidak berbiaya, tetap saja menyebalkan. Saya ikut petisi untuk memprotes iklan serobot ini.

Operator seluler semakin banyak dengan banyak pilihan harga dan kualitas. Kalau Telkomsel tidak pandai-pandai memanjakan pelanggan setia seperti saya ini, bukan tidak mungkin saya akan pindah ke operator seluler lainnya.

image


Sudah lama rasanya saya pengen ikut kegiatan berbau kepenulisan, hanya saja terkadang waktunya tidak tepat atau keberanian saya belum muncul. Mungkin perlu semedi di Gunung Tidar dulu baru bisa muncul.

Dan kali ini keajaiban terjadi *ngok*. Keberanian akibat rasa penasaran pun muncul. Saya memutuskan ikut kegiatan menulis gratis dari Akademi Bercerita Bentang Pustaka. Gratisan gitu loooh!. Sebenarnya saya pengen ikut dari gelombang pertama, sayangnya kala itu saya harus ke Bandung. Saat ini pun saya hanya bisa ikut 3x pertemuan karena setelah itu saya harus melakukan perjalanan mencari kitab suci *sungokong kali*.

Awal mula acara dimulai rasanya deg-degan banget loh. Merasa asing di tempat baru. Tetapi seiring berjalannya waktu, suasana mencair. Saya sangat menikmati kegiatan ini. Dari perkenalan, membahas materi, dan tiba-tiba seisi ruangan dikagetkan oleh tugas dadakan menulis bebas dalam waktu 15 menit. Pikiran blank, entah mau nulis apa. Akhirnya saya memutuskan menulis tentang kegiatan saat itu, yaa semacam curcol cyiiin. Tulisan asal tulis pun akhirnya jadi meski tak beraturan.
Ini tulisan saya saat itu.

——————————————–

Kunyalakan komputer tuaku yang bernama Jambrong. Awalnya hanya sekedar untuk memutar musik penyemangat pagi. Entah kenapa tiba-tiba hasrat onlineku memuncak. Lalu, dengan perlahan-lahan mulai kutancapkan modem di badan jambrong. Ya, perlahan-lahan karena jika kasar sedikit saja maka Jambrong akan hang.

Setelah modem terpasang, mulailah kuselami dunia maya menjenguk facebook yang mulai dijejali curhatan-curhatan manusia galau. Membosankan memang. Tetapi ada satu status yang menarik perhatianku, status berbau kepenulisan dari kawan dunia maya.

Tulisan itu berisi pemberitahuan tentang kegiatan menulis gratis dari akademi bercerita bentang pustaka. Sontak aku pun antusias menanyakan detil acara tersebut.

Hanya berselang beberapa jam aku pun mulai bersiap-siap agar bisa mengikuti acara tersebut. Acara ini adalah momen menarik dimana aku dapat belajar bagaimana cara menulis kreatif yang baik dan bagaimana agar tulisan kita dapat diterbitkan.

Tepat jam 1 aku tiba di lokasi, kulihat masih tampak sepi, nyenyet, seperti tak berpenghuni. Aku hampir lupa kalau ini perpustakaan.

———————————————

Absurd kan? Ahhaaha ya begitulah namanya juga belajar. Yang penting saya sudah berusaha semaksimal mungkin dan semampu saya.

Tujuan saya ikut kegiatan ini tentu saja ingin belajar tentang dunia kepenulisan. Pengen banget belajar menulis fiksi meskipun lebih tertarik non fiksi. Ya pokoe apapun itu pengen banget belajar. Siapa tau suatu saat bisa nerbitin buku sendiri. Aamiin Ya Allah… *antara ngarep dan berdoa*.

HAJAT SENI 2014

-

TLATAH BOCAH

on 2014-10-10 6:51am GMT

Hajat seni merupakan sebuah rangkaian Festival Tlatah Bocah dalam bentuk perayaan kesenian tradisi untuk mengkampanyekan secara bersama tentang hak anak (hak hidup, tumbuh kembang, pendidikan, partisipasi). Komunitas yang terlibat terdiri dari komunitas seni anak-anak lereng Merapi, Sumbing, Sindoro, dan perbukitan Menoreh serta beberapa daerah lain.

 

Pada tahun ini tuan rumah Hajat Seni adalah dusun Ngargotontro (desa Sumber, kecamatan Dukun, kabupaten Magelang) bertepatan dengan rangkaian ritual Suran di dusunnya.  Rangkaian acar yang disajikan dapat diikuti siapa saja tanpa dipungut biaya. Adapun agenda Hajat Seni tersebut terdiri dari:

 

- Pasang sesaji & kenduri,

- Orasi budaya,

- Sarasehan,

- Penyerahan Penghargaan pada anak-anak yang 7 kali berturut-turut mengikuti Festival Tlatah Bocah

- Penyerahan Beasiswa Merapi

- Instalasi seni dan pameran karya kolaborasi anak-anak di Jawa dan Australia,

- Pentas seni tradisi.

 

==============

 

JADWAL ACARA

 

Sabtu, 1 November 2014

SURAN NGARGOTONTRO

 

Jam 06.00–07.00

1. Pasang Sesaji

 

jam 07.00–09.00

2. Jathilan Papat

 

jam 13.00–17.00

3. Pentas Topeng Ireng (SDK Sumber)

4. Jathilan Bocah (Ngargotontro – Merapi)

5. Warok Bocah (Ngargotontro – Merapi)

6. Angguk Rame (Ngargotontro – Merapi)

 

Jam 17.00–17.30

7. Kenduri

 

Jam 19.30–23.00

8. Tari Merak (Ngargotontro – Merapi)

9. Tari Girang–girang (Ngargotontro – Merapi)

10. Kaori Okado (Jepang)

11. Soreng  (Ngargotontro – Merapi)

12. Teater (Salatiga)

13. Reog Kolaborasi

 

==============

 

Minggu, 2 November 2014

PERAYAAN TLATAH BOCAH 8

 

Jam 09.30–11.30

1. Sarasehan: “Anak, Seni, dan Komunitas (Refleksi)”

 

Jam 13.00–17.00

2. Arak-arakan

3. Campur (Bangun Budaya – Sumber – Merapi)

4. Penyerahan Penghargaan

pada anak-anak yang 7 kali berturut-turut mengikuti Festival Tlatah Bocah

5. Padat Karya (Joko Tarub – Klakah Tengah – Merapi)

6. Kuda Lumping (Bansari – Temanggung – Sindoro)

7. Penyerahan Beasiswa Merapi

8. Kobro Siswo (Remaja Muda – Sengi – Merapi)

9. Tanpa Aran (Omah Ngisor – Sambak – Sumbing)

 

Jam 19.30–23.00

10. Wayang Bocah (Tjipta Boedaja – Tutup Ngisor – Merapi)

11. Reog Bocah (Baratha Muda Jaya – Gumuk – Merapi)

12. Teater Anak (Bocah Ilalang – Bebengan – Menoreh)

13. Musik (Salatiga)

 

Pelaksana : Singo Ngumboro

Peserta : Komunitas
Publik : Penonton (gratis)
Hari – Tanggal : Sabtu, 1 November – Minggu, 2 November 2014
Lokasi : Dusun Ngargotontro, Desa Sumber, Kecamatan Dukun,
Kabupaten Magelang

 

denah HAJAT SENI 2014 dalam ukuran besar

 

Anda dapat berpartisipasi aktif untuk mensukseskan Festival Tlatah Bocah ke 8 dengan cinderamata yang kami sediakan untuk Anda.

 

Mari berpartisipasi dukung kampanye hak anak dan seni tradisi.

 

Klik: CINDERAMATA

JANGAN SAMPAI KECEWA

-

TLATAH BOCAH

on 2014-10-10 4:05am GMT

Masih mau kecewa karena terlewat / tidak hadir seperti tahun lalu pada perayaan anak dengan berbagai seni tradisinya?

 

HAJAT SENI (Festival Tlatah Bocah 8) segera hadir di awal bulan lo, tepatnya:

 

hari / tanggal:
Sabtu-Minggu / 1-2 Nov 2014

 

lokasi:
Dusun Ngargotontro, desa Sumber, kec Dukun,
kab Magelang
(lereng Merapi)

 

Rangkaian acara:
- Pasang sesaji & kenduri,
- Orasi budaya,
- Sarasehan: “Anak, seni, & komunitas (refleksi)”,
- Penyerahan penghargaan pada anak-anak yang 7 kali berturut-turut mengikuti Festival Tlatah Bocah
- Penyerahan Beasiswa Merapi
- Instalasi seni dan pameran karya kolaborasi anak-anak di Jawa dan Australia,
- Pentas seni 20 kesenian (90% anak-anak)

 

Ajak keluarga dan tetangga beramai-ramai…

 

INFO: 

p: 0818 – 0272 3030

t: @TlatahBocah | f: Tlatah Bocah | e: [email protected]

Baru-baru ini, publik dikejutkan oleh Qian Fenglei, seorang miliarder China yang membagi-bagikan iPhone 6 kepada teman-teman sekelasnya di SMA dalam sebuah acara reuni. Bagi banyak orang, hal ini mungkin sangat fenomenal, mengingat iPhone 6 sendiri seperti yang kita ketahui merupakan salah satu ponsel dengan banderol termahal saat ini, namun bagi si Qian, bagi-bagi iPhone ini layaknya ritual bagi-bagi biasa yang tak terlalu spesial, pasalnya, ia memang terkenal sebagai miliarder yang nyah-nyoh bin bloboh alias dermawan. Tahun lalu, saja, Dalam acara reuni serupa, Qian membagi-bagikan iPhone 5 kepada teman-teman SMA-nya.

Saya jadi teringat dengan kisah (hampir) serupa yang terjadi pada bapak saya.

Beberapa tahun yang lalu, bapak saya diundang ke Bangka Belitung untuk menghadiri acara reuni oleh salah seorang kawan sekelas sewaktu SMP. Undangan yang jelas sangat haram untuk ditolak, karena seluruh akomodasi tiket pesawat dan penginapan sudah disediakan oleh si pengundang. Acara reuni tersebut kelak menjadi tonggak sejarah bagi bapak saya, karena melalui jalan reuni itulah, bapak saya akhirnya bisa kesampaian naik pesawat untuk pertama kalinya. Pengalaman naik pesawat tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pamer dan olok-olok bapak kepada saya karena saya sama sekali belum pernah naik pesawat. (Saya baru kesampaian naik pesawat setengah tahun setelahnya, dan itu lebih dari sekali, sehingga olok-olok soal naik pesawat justru berbalik pada bapak).

Ada sekitar 40 orang yang diundang dalam acara reuni tersebut, dan hanya sekitar 30 orang yang bisa hadir.

Si pengundang, sebut saja Pak Marcopolo sengaja mengundang kawan-kawan satu kelas semasa SMP karena terdorong oleh rasa rindu yang sedemikian besar sekaligus untuk menyambung tali silaturahmi. Seluruh akomodasi reuni ditanggung pribadi oleh Pak Marcopolo. Pak Marcopolo kala itu menjabat sebagai salah satu petinggi Kepolisian di Bangka Belitung, jadi tak heran jika ia mampu merogoh kocek yang cukup besar untuk mengagendakan acara reuni tersebut.

Dalam reuni yang cukup meriah itu, Pak Marcopolo dengan entengnya membagi-bagikan 30 unit ponsel Blackberry Davis kepada seluruh peserta reuni, tak terkecuali bapak saya. Katanya sebagai cindera mata, sekadar kenang-kenangan atas pertemuan temu kangen generasi gaek yang sudah lama tak bertemu.

Sebagai manusia yang hanya dengan punya hape berlayar warna dan dering poliponik saja sudah cukup berbahagia, tentu bapak merasa bagai kejatuhan durian runtuh tatkala diberi satu unik Blackberry. Benar-benar acara reuni yang sangat tidak mengecewakan. Sudah diberikan akomodasi, disangoni, eh, masih dikasih hape Blackberry.

Setelah acara reuni usai, sesampainya di rumah, bapak langsung bercerita soal blackberry barunya itu, dan saya langsung antusias, namun bukan pada blackberry-nya, melainkan pada sosok pak Marcopolo-nya. Saya pun kemudian memaksa bapak untuk bercerita lebih jauh tentang Pak Marcopolo. Saya ingin tahu bagaimana kehidupan masa sekolah seorang Pak Marcopolo sang pejabat tinggi polisi yang begitu entengan mau membagikan blackberry pada ketigapuluh kawannya tersebut.

“Marcopolo itu dulunya siswa biasa-biasa saja, ndak menonjol, juga ndak pinter, tapi kalau dibandingkan sama bapakmu ini ya jelas masih pinteran dia,”

“Kalau ndak pinter dan juga ndak menonjol, Lha kok dia bisa jadi petinggi polisi pak? Apa pak Marcopolo punya kerabat atau orang dalam di kepolisian?”, Tanya saya penasaran.

“Lho-lho, kamu itu lho, kok gampang banget suudzon sama orang. Sejauh yang bapak tahu, sih, dia itu ndak punya kerabat orang dalam, yah, namanya juga nasib gus, sering ndak bisa disangka, Gusti Alloh kan maha berkehendak,”.

Saya pun mengamini apa kata bapak, kita memang susah menerka nasib, terlebih jika hanya berpatokan pada kehidupan masa kecil. Seseorang yang waktu kecilnya biasa-biasa saja, bisa jadi di waktu dewasanya justru tumbuh menjadi seseorang yang luar biasa. Sama halnya seperti Qian Fenglei yang dulu sewaktu SMA bukanlah seorang siswa yang brilian, bahkan malah pernah hampir putus sekolah, namun di usia dewasa, Qian justru tumbuh menjadi seorang pengusaha yang sukses dan makmur.

Orang Jawa bilang, 'duren-duren, roti-roti, mbiyen-mbiyen, saiki-saiki'.

Sewaktu kecil, mungkin kita mungkin hanya A, tapi saat dewasa, kita bisa saja menjadi Z. Kita tak akan pernah tahu, akan jadi apa kita dan orang-orang di sekitar kita di masa depan. Yang pasti, perubahan tersebut sering kali mengejutkan kita.

Sastro pernah begitu menyesal karena dulu sewaktu SMP pernah menolak adik kelas (sebut saja Bunga) yang dengan terang-terangan mengaku suka dengan Sastro.

“Dulu cintanya aku tolak mentah-mentah, dia itu ndak ada menarik-menariknya blas, gus. Udah item, cerewet lagi!”.

“Lha trus kenapa kamu nyesel?” Tanya saya mencoba memancing jawaban Sastro

“Lha sekarang dia itu beda jauh, gus. Ndilalah kemarin aku ketemu dia, dia nyapa aku gus, sekarang dia itu cantik banget, putih, montok, bibirnya merah dan semrutup, aku saja sampai sempat ndak percaya kalau dia itu si Bunga. Pokoknya aku nyesel berat gus, kalau tahu dia bakal tumbuh jadi cewek yang semledot seperti sekarang, pasti dulu sudah aku terima cintanya!”, Sastro kemudian mencecap lidahnya, “Ah, coba dia cantiknya sejak dulu!”, gerutu Sastro.

Saya hanya tersenyum kecil, mencoba sedikit memahami rasa penyesalan yang sedang Sastro alami.

“Ya kalau dia sudah cantik sejak dulu, mungkin waktu itu yang dia suka bukan kamu tro, tapi kakak kelas lain yang jauh lebih ngganteng dan lebih besus dari kamu, dia kan berani suka sama kamu karena dulu dia sadar bahwa dia ndak terlalu cantik, lagipula adik kelas yang bisa suka sama kamu itu kemungkinannya cuma dua, kalau bukan karena saking pasrahnya, pasti karena saking khilafnya, hahaha,”

“Asuuuuuu”

Mitos gerhana bulan

-

Mastop Story

on 2014-10-09 4:06pm GMT

Gerhana adalah sebuah peristiwa alam.Dan baru-baru ini terjadi didaerah saya.

Dan ada kejadian unik yang terjadi.Yaitu banyak orang yang klotekan(bahasa indonesianya apa ya?).Pokoknya membunyikan alat-alat seperti cangkul,kentongan dsb.

Sebenarnya saya kurang tau tujuan membunyikan alat-alat tersebut.Namun saya pernah mendengar cerita beberapa orang.Jadi ceritanya saat gerhana terjadi mereka bilang bulan ditelan raksasa.Hmmm…

Entah siapa yang memulai cerita itu.Namun dalam masyarakat cerita itu kian berkembang.Dan sampai sekarang masih diingat.Hmmm…biarlah…


Berbeda dengan saat saya masih kecil, sekarang saya jarang sekali bermimpi saat tidur. Saya bermimpi hanya saat sadar. Saya ingin sekali bermimpi saat tidur. Bermimpi saat sadar itu melelahkan. Kita dibuat meraih sesuatu yang belum jelas. “Mimpi-mimpi Sadar” ini mencegah kita untuk tidur. Dia mengharuskan kerja keras dibalut strategi agar dia terwujud. Capek bukan? Karena itu, saya ingin […]

The post Nikmatnya Bermimpi appeared first on Vampir Magelang | @Pengkarya.

Napak Tilas Stasiun Secang

-

Pendekartidar

on 2014-10-09 6:31am GMT

Stasiun Secang   Stasiun Secang1

Secang merupakan sebuah kota kecil di sisi utara Kabupaten Magelang. Kota ini merupakan titik penghubung jalur utama Jogja-Semarang dengan jalur tengah Jawa Tengah yang menembus Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, hingga Purwokerto. Posisi yang sangat strategis ini sudah semenjak jaman penjajahan Belanda diperankan oleh Kota Secang. Di samping jalur transportasi jalan raya yang sudah ada semenjak pemerintahan Mataram, pada masa Belanda, Secang menjadi titik perlintasan jalur kereta api yang sangat penting.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bagian tengah wilayah Jawa Tengah sebagian besar merupakan dataran tinggi dengan hamparan gunung-gunung vulkanik yang memberikan kesuburan tanah yang tiada tara. Tidaklah mengherankan jika wilayah ini menjadi sentra budidaya pertanian, perkebunan, dan tentu saja kehutanan. Berbagai produk pertanian penting dihasilkan dari wilayah ini, seperti padi, sayur-mayur, tembakau, kopi, teh, serta aneka buah-buahan. Demikian halnya hasil peternakan, semisal lembu, kerbau, kambing, serta beragam hewan unggas.

Sebagai wilayah produsen berbagai komoditas pertanian yang penting, Belanda memandang perlu untuk membangun jalur transportasi yang berguna untuk membawa produk dari daerah pedalaman menuju kota-kota besar maupun pelabuhan utama untuk keperluan ekspor ke negara lain. Salah satu moda angkutan massal yang mampu membawa barang dalam kuantitas yang besar adalah kereta api. Inilah alasan utama mengapa Belanda membangun jaringan rel kereta api yang menghubungkan poros utara-selatan antara Jogja-Semarang, serta poros barat-timur antara Secang-Purwokerto pada masa itu.

Secang di masa Belanda memang sudah berbeda dengan Secang di era kemerdekaan saat ini. Meskipun di masa kini Secang tetap memerankan posisi strategis penghubung transportasi poros utara-selatan dan barat-timur, namun keberadaan jalur kereta api sudah tidak difungsikan lagi. Namun demikian, bagi siapapun yang masih ingin bernostalgia ataupun menyusur bekas rel kereta api yang pernah jaya di masanya, di Secang masih terbentang beberapa ruas sisa-sisa rel yang semakin menampakkan ketuaannya.

Stasiun Secang2Apabila kita ingin menelusuri sisa-sisa jalur rel kereta api ataupun jejak-jejak sejarah kejayaan kereta api yang melintasi Kota Secang, tidaklah salah jika kita memulainya dari titik bekas Stasiun Secang. Area sisa Stasiun Secang terletak di sisi belakang Kantor Koramil Secang yang tepat berada di pinggiran Jalan Raya Jogja-Semarang. Dengan menyusuri gang sempit beraspal kita dapat menemukan sebuah bangunan tua dengan genteng tua yang bolong di beberapa bagian. Bangunan yang semakin rapuh namun nampak gagah tersebut di berbagi sisi dindingnya sudah nampak kusam, bahkan telah banyak plesteran semen coklat yang terkelupas. Di bagian halaman depan maupun belakang, sisa pelataran tua yang terhampar nampak ditumbuhi rumput liar yang menandakan sangat minimnya tindakan perawatan. Sekilas bangunan stasiun tersebut justru nampak seperti rumah tua tanpa penghuni yang angker dengan mitos hantu gendruwo penunggunya.

Di samping jalur masuk sebagaimana telah diutarakan di atas, bangunan bekas Stasiun Secang juga dapat dicapai melalui jalan sempit di sisi barat pasar, tepat di seberang Masjid Kauman Secang ke arah selatan. Dari mulut jalan hingga lokasi yang turut menorehkan sejarah transportasi kereta api tua ini kurang lebih hanya berjarak 300 meter.

Dalam posisinya seperti saat ini, Stasiun Secang seolah memiliki sisi depan di bagian timur yang berdekatan atau sejajar dengan jalanan raya. Namun bila menilik dari bekas-bekas jalur rel atau peron tempat pemberhentian kereta api, kemungkinan justru bagian depan stasiun justru terletak di sisi sebelah barat. Hal ini nampak dengan keberadaan lima lajur jalur rel yang masih tersisa hingga kini.

Saat ini Stasiun Secang memang hanya bisa dikenang. Namun apabila wacana untuk mengaktifkan kembali jalur rel kereta api Jogja-Semarang benar-benar terlaksana, pastinya Stasiun Secang akan menggeliat lagi dan menjadi titik transisi yang sangat ramai.

Ngisor Blimbing, 19 September 2014

Genduk1Sedikit-sedikit, sebagai orang Jawa, tentu saya pernah menyimak lakon wayang “Ruwat Murwa Kala”. Di dalam kisah wayang yang sering dipentaskan pada hajatan ruwatan tersebut Ki Dalang pasti medhar sabda mengenai keadaan-keadaan yang karena sebab-sebab tertentu harus menjalani ritual ruwat. Ruwat dalam bahasa Arab disepadankan dengan kata tahlukah, artinya penebusan dosa. Dalam makna yang lebih luas, ruwat bisa saja dimaknai dengan upaya pembersihan diri untuk membuang anasir negatif atau kesialan hidup.

Nah salah satu ciri seseorang, terutama sewaktu masih usia bocah, yang wajib menjalani ritual ruwatan adalah bocah yang terlahir secara sungsang. Maksud dari kelahiran sungsang, adalah posisi si jabang bayi dalam proses persalinan yang terbalik dari kebanyakan kelahiran bayi pada umumnya. Jika bayi secara normal terlahir dengan keluarnya bagian kepala terlebih dahulu, maka bayi sungsang justru terlahir dengan bagian kaki atau bagian bawah tubuh yang keluar dari dalam rahim terlebih dahulu.

Adalah sekedar sebuah kebetulan jika si Genduk memang terlahir dalam posisi sungsang. Pada masa usia kehamilan menginjak delapan bulan, janin si Genduk terbalik dengan posisi kaki di bagian bawah. Berbagai upaya telah dilakukan, namun posisi janin tidak berubah hingga hari-hari menjelang kelahirannya. Hal tersebut terjadi karena di samping posisi sudah sungsang, tali pusar atau plasenta janin juga melilit pada lingkar leher. Atas petunjuk dari dokter, kelahiran si Genduk harus dipersiapkan dengan operasi caesar.

Kala itu sekitar sepertiga malam yang akhir hari Sabtu Kliwon, air ketuban tumpah sudah. Dengan bergegas saya antarkan Ibuke Genduk ke rumah sakit terdekat. Maka segera segala daya upaya usaha dipersiapkan untuk proses persalinan secara caesar tadi. Terbaring kesakitan di ruang operasi, Ibuke Genduk terus menahan rasa yang semakin tidak bisa tahan lagi. Akhirnya, apa yang tergariskan harus terjadi benar-benar terjadi. Rencana operasi tinggallah sebuah rencana, karena sampai detik dokter yang akan mengoperasi belum datang, saat kelahiran itu tidak bisa ditunda lagi. Akhirnya terlahirlah si Genduk dengan posisi pantat keluar terlebih dahulu. Proses kelahiran bayi sungsang yang sangat mendebarkan siapapun yang menyaksikan atau bahkan sekedar mendengar kisahnya. Dialah si Genduk yang kini dikenal para tetangga sebagai bocah sungsang.

si GendukEntah sekedar gugon tuhon atau gosip para ibu-ibu, tersebarlah kisah tentang tuah si bocah sungsang. Menurut kepercayaan tradisi di sekitaran Ndalem Ngisor Blimbing, seseorang yang terlahir sungsang akan memiliki keistimewaan-keistimewaan, bahkan tuah yang tidak main-main. Saya sendiri tidak tahu persis hal tersebut benar atau hanya sekedar isapann jempol. Namun dalam perkembangan pertumbuhannya, si Genduk benar-benar menjadi idola ibu-ibu tetangga. Khususnya di waktu sore, para ibu berkumpul reriungan di bawah pohon blimbing kami. Tak lupa di tengah obrolan ngalor-ngidul yang seringkali tak jelas, mereka bergiliran mbopong, nggendhong, ataupun sekedar ngudang si Genduk.

Satu ketika ada salah satu bocah tetangga yang makan berlauk ikan. Entah karena teledor atau tergesa, tiba-tiba duri ikan tersangkut di kerongkongan si bocah dan mengakibatkannya tersedak. Tentu saja hal tersebut membuat ia sangat kesakitan dan terganggu saluran pernafasannya. Ia menjadi tersengal-sengal. Dengan sedikit panik si ibu bocah segera memberinya minum air putih sebanyak-banyaknya. Maksudnya sudah pasti agar tulang yang nyangkut tersebut tergelontor dengan air dan tidak lagi menyumbat kerongkongan serta saluran pernafasan. Berkali-kali dan bergelas-gelas air digelontorkan, tetapi usaha tersebut belum juga membuahkan hasil.

Dengan tergesa, si ibu segera membawa bocahnya ke padhepokan kami. Kebetulan para ibu sedang berkumpul merubungi si Genduk. Melihat si bocah tersedak yang semakin tersengal-sengal nafasnya, salah satu ibu-ibu berinisiatif mengambilkan segelas air putih. Dengan komat-kamit bacaan bismilah dan fatihah, tangan si Genduk segera dimasukkan ke dalam air pada gelas tersebut. Tangan si Genduk diobok-obokkan pada air putih dalam gelas itu. Sejenak kemudian, air putih tersebut diminumkan kepada si bocah tersedak. Setelah beberapa teguk air masuk, nampak si bocah lega dan nafasnya lancar kembali. Keadaan telah teratasi. Peristiwa ini menambah keyakinan para ibu tentang tuah si bocah sungsang!

Kisah tuah si Genduk bocah sungsang tidak terhenti hingga di situ, Budhe tetangga yang turut mengasuh si Genduk sering membawa Genduk ke rumahnya pada saat siang hari. Biasanya selepas mandi pagi, menjelang jam 10-an si Genduk bobok hingga waktu kira-kira sekitar Dzuhur. Nanti agak lingsir matahari hingga Ashar ia juga bobok untuk sesi ke dua.

Di samping mengasuh si Genduk, Budhe ini juga sesekali menerima orderan untuk membuatkan kue ataupun hidangan keteringan. Biasalah, jika ada tetangga, kerabat, kenalan ataupun temannya punya hajatan, semisal ulang tahun, syukuran, slametan, sunatan bahkan hingga pernikahan, Budhe biasa menerima order. Bikin kue ulang tahun lah, kue lapis, kue sus, juga beberapa macam roti basah – roti kering. Bikin lemper, semar mendem, nagasari, wajik, jenang, krasikan, termasuk klemet juga pernah. Untuk paket pesanan besar ya ubarampe jamuan prasmana juga dikerjakannya. Nah, anehnya setelah ia sering momong si Genduk bahkan menidurkannya di rumahnya, pesanan kue dan makanan semakin banyak. Kalau dulu hanya sekali-sekali dalam dua-tiga minggu, kini hampir tiap minggu, bahkan pernah seminggu mengerjakan pesanan dua hingga tiga kali.

Nah, pengalaman Budhe inipun menjadi buah bibir di kalangan ibu-ibu tetangga kanan-kiri Ndalem Ngisor Blimbing. Tersebarlah cerita bahwa si Genduk memang ngrejekeni alias membawa datangnya rejeki bagi Budhe. Semakin teballah keyakinan para ibu tentang tuah si bocah sungsang. Saya sendiri tidak mampu mencernanya dengan nalar pemikiran yang logis, tetapi itulah fakta yang telah mendapatkan kesaksian tidak sedikit para tetangga kami. Saya hanya bisa meyakini bahwasanya segala kebaikan turunnya dari Tuhan. Satu-satunya tugas manusia adalah menyebarluaskan benih-benih kebaikan itu ke lingkungan sekitar keluarga masing-masing. Hanyalah manusia yang memberikan manfaat kepada sesama makhluk-Nya, dialah yang tergolong sebagai manusia yang sebaik-baiknya manusia. Khairunnas, anfauhum linnas.

Ngisor Blimbing, 8 Oktober 2014


Filed under: Jagad Kenyung Tagged: bayi sungsang, Ngisor Blimbing, ruwatan

Lagu pagi ini

-

Mastop Story

on 2014-10-08 12:48am GMT

Sampai ditempat kerja masih terlalu pagi.Belum ada yang datang.Hanya ada beberapa teman yang tinggal di mes.Mereka masih sibuk dengan kegiatanya.Mandi,masak,makan dsb.

Namun ada yang menarik disela-sela kegiatan mereka.Lantunan lagu-lagu Iwan Fals.Begitu nyaman.Nikmat didengarkan sambil menikmati rasa kantuk.Sepertinya harus ditambah segelas kopi.Mumpung masih sepi, bikin dulu ah…


Keberadaan Festival Tlatah Bocah selama 7 tahun ini merupakan perwujudan gotong royong.

 

Bagaimana itu bisa terjadi?

 

Dusun yang menjadi rumah festival menyediakan ribuan konsumsi untuk pelaku seni yang pentas dan juga tamu-tamu yang hadir. Setiap keluarga dari dusun tuan rumah bersemangat untuk menyiapkannya sesuai kemampuan. Selain itu juga mereka meluangkan banyak waktu untuk persiapan tempat pertunjukan, transit peserta serta tamu, dan lain-lain.

 

Belasan komunitas anak-anak berminggu-minggu latihan seni tradisi di komunitasnya untuk tampil terbaik. Mereka pentas bukan karena tanggapan (berbayar) namun kebanggaan karena mendapatkan kesempatan mengekspresikan diri dan kelompoknya dalam kampanye hak anak.

 

Mari berperan dalam perayaan itu.

 

Bagaimana caranya?

 

Anda dapat donasikan barang layakpakaimu untuk dijual dalam pasar murah di dusun-dusun komunitas seni untuk mendukung kebutuhan transportasi dalam festival komunitas seni yang bersangkutan,

 

Kawan-kawan dapat juga memesan cinderamata (tas & kaos) yang kami buat sendiri untuk dukungan sewa soundsytem, lampu, dan peningkatan kapasitas listrik, dll kebutuhan festival.

 

Hal yang paling mudah dan sederhana adalah menyebarkan info ini pada kawan-kawan lain yang sekiranya suka aktivitas anak-anak dan seni tradisi.

 

Kami yakin kawan-kawan sangat mendukung kampanye hak anak melalui festival ini.

 

nb: Bagi kawan-kawan sekitar Jawa Barat, Banten, dan sekitarnya yang ingin banyak berpartisipasi pada Festival Tlatah bocah dapat pula menghubungi Majelis Nasional Pemuda Berbudaya (bapak Tubagus Saptani Suria di 081112280). Terimakasih.

 

INFO PARTISIPASI: 

p: 0818 – 0272 3030

t: @TlatahBocah | f: Tlatah Bocah | e: [email protected]

Bagi pecinta arung jeram, musim kemarau adalah musim yang menyedihkan. Akan tetapi ada trip arung jeram yang dapat dilalui dalam segala musim, yaitu trip sungai Elo. Selain kali Progo, Magelang juga dilalui oleh kali Elo. Walau kalah seru dibanding arung jeram di kali Progo, menyusuri keindahan kali Elo dapat menjadi obat tersendiri bagi pecinta wisata […]

Lebih lengkap artikel tentang "Menyusuri Keindahan Kali Elo bersama Progo Rafting" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Konon hidup memang penuh main-main dan permainan. Namun dalam sebuah permainanpun tetap diperlukan perhitungan-perhitungan. Tentu saja perhitungan-perhitungan tersebut dimaksudkan agar manusia meraih untung. Kalau bisa ya sebanyak-banyaknya keuntungan dan sesedikit mungkin mengalami kerugian. Ibarat untung selalu ingin diraih, buntung senantiasa dijauhi.

Malam itu selepas tahlil dan doa untuk almarhum tetangga samping rumah Ndalem Ngisor Blimbing. Berpiring-piring hidangan kue basah dan uba rampenya segera mengalir membanjiri kalangan. Di antara piring-piring kue, hadir kue unti atau nagasari. Kue dari tepung beras diisi dengan irisan pisang raja dan dibalut daun pisang itu segera menarik minat hadirin untuk menyantapknya.

Cerita punya cerita, sang ustadz berkelakar tentang jasa kue unti. Menurutnya, kue unti tersebut pernah sangat berjasa menolongnya dari “kematian”(tepatnya sih kelaparan berat). Waktu itu serombongan orang kampung mendapat undangan untuk hadir mengantarkan seorang calon pengantin pria tetangga kami. Dikarenakan tempat akad nikah dan walimahan di rumah keluarga mempelai perempuan cukup jauh, maka rombongan tersebut harus berangkat pagi-pagi benar.

Meski berangkat esuk mruput, para ibu-ibu sudah memperingatkan agar semua rombongan sarapan dulu untuk mengganjal perut. Tidaklah baik berangkat ke suatu tempat dalam keadaan perut kosong, meskipun rombongan tersebut memang berasal dari Kampung Kosong. Namun hitung punya hitung, karena sedikit tergesa berangkat maka hampir seluruh rombongan tidak sempat sarapan. Dengan enteng mereka berpikir, ah nantinya pasti selepas akad nikah selesai biasa didahului makan-makan sarapan dulu. Nggak sarapan di rumah berarti nggak masalah lah.

Sesampai di lokasi akad nikah, memang serangkaian seremonial segera digelar. Acara pembuka, inti, terus kemudian dilanjutkan baca Qur’an, dilanjutkan pembacaan syair barjanzi, diteruskan sholawatan, dilanjutkan doa-doa, terus dan belum menampakkan ujung akhir. Walhasil, para tamu rombongan pengiring pengantin pria yang tidak sarapan tersebut semakin merasakan lilitan perut yang keroncongan. Berharap acara segera purna dan hidangan selekasnya keluar, namun justru rangkaian acara seakan tiada putus-putusnya. Waduh…..terus gimana dong?

Didera rasa lapar yang semakin tak tertahankan, satu per satu rombongan nylenthir keluar kalangan. Beberapa diantara mereka ada yang langsung menyerbu warteg. Ada yang langsung mborong bakul bakso. Ada yang cari nasi udug. Semua berhamburan tak teratur ke pinggir jalanan demi mengisi perut masing-masing.

Celaka dua belas bagi para pemimpin rombongan, termasuk para ustadz. Mereka tentu saja tidak bisa semau gue nyelonong sebagaimana anggota rombongan yang lain. Dengan amat sangat terpaksa, mereka harus terus bersabar di hadapan para wakil tuan rumah yang tidak akan melepas mereka untuk turut menyerbu warteg di pinggiran jalan. Namun sekuat-kuatnya mereka menahan rasa lapar, merekapun juga manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Akibatnya ada yang lemes tubuhnya, ada yang mulai pusing kepala, ada yang gemeter tangannya, bahkan ada yang mulai berkunang-kunang pandangan matanyanya.

Sayang sungguh seribu sayang. Pucuk dicinta, ulam ternyata tak kunjung tiba. Harap segenap hidangan pesta segera dikeluarkan oleh si tuan rumah. Rombongan itu baru ngeh, ternyata lain ladang lain belalang. Lain lubuk, lain ikannya. Lain tempat lain pula adat istiadatnya. Di kampung sendiri rangkaian acara yang panjang biasa disela dengan jeda hidangan makanan, bahkan makan besar. Ini benar-benar di luar perhitungan.

Setelah sekian lama rangkaian acara tak ada hentinya, akhirnya batin-batin hadirin yang bertanya-tanya terus kapan makanan dikeluarkan mendapatkan jawabanya. Pelan-pelan, hidangan mulai unjuk gigi. Pertama sekali keluar justru buah rambutan. Seger bener itu buah. Merah-merah bersemburat kekuningan. Nampak sudah sangat matang rambutan-rambutan itu melambai-lambaikan rambutnya. Tetapi teramat sayang seribu sayang, dikarenakan sebagian hadirin belum sarapan tentu saja mereka takut menyantap buah yang asam-asam manis tersebut. Sudah pasti perut yang kosong sangat tidak sehat jika langsung menyikat buah rambutan. Salah-salah perut bisa berabe.

Sesaat kemudian, sedikit-sedikit kue-kue dikeluarkan. Nah diantara kue basah yang hadir, beberapa rombongan yang tidak sempat turut turun ke jalanan mencari sarapan menemukan kue berbungkus daun pisang. Kue inilah yang menjadi sasaran pelampiasan rasa lapar para hadirin. Kue itulah kue unti atau nagasari yang disinggung di depan. Tanpa ba-bi-bu dan rasa malu, akhirnya empat piring kue unti langsung ludes tanpa bekas. Barulah pucuk dicinta ulam tiba!

Seiring berjalannya waktu, tibalah saat-saat jam makam siang. Lagi-lagi rombongan tersebut berhitung, atau lebih tepatnya berangan. Selazimnya acara hajatan, makan besar biasa disajikan secara prasmanan dengan banyak menu pilihan yang in the hoy. Namun sekali lagi mereka tetap harus menelan ludah. Mereka salah hitung lagi! Boro-boro nasi sebakul besar dengan lauk-pauk, sayur, krupuk, dan lain-lainnya, justru yang nongol adalah besek. Apes bener nasib mereka! Nasi sudah dalam besek, gimane mau makannya. Akhirnya rombongan tersebut segera undur diri dengan membawa oleh-oleh nasi dalam besek. Barulah di atas mobil mereka menyantap nasi besek dengan menggeleng-gelengkan kepala. Salah hitung jadinya buntung!

Pelajaran terpenting dari rombongan pengombyong pengantin tersebut, lain kali kau mau pergi kondangan tetep di rumah meski makan dulu, harus sarapan dulu. Jangan terlalu mengharapkan di sana akan disuguh ini-itu, terlebih jika adat dan kebiasaan setempat berbeda dengan di kampung sendiri. Manusia boleh berhitung, namun takdir Tuhan bisa sangat berlainan dengan harapan manusia. Kisah ini mungkin hanya sebuah contoh kecil dari banyak pengalaman manusia yang kaya akan rencana dan keinginan. Tak jarang karena terlalu yakin telah menghitung akhirnya salah hitung dan jadi buntung. Bukankah Tuhan Maha Penghitung yang sangat teliti akan rencana-rencana rahasia-Nya? Moga kita belajar.

Ngisor Blimbing, 7 Oktober 2014


Filed under: Jagad Ngisor Blimbing Tagged: kue unti, nagasari, Ngisor Blimbing

Sore tadi saya dikejutkan dengan kabar bahwa Maria akan pulang kampung besok. Dia akan pulang ke Natuna dan (sepertinya) tidak akan kembali lagi ke sini. Maria Fauzi ini adalah salah satu rekan kantor saya. Tadinya kami satu perusahaan-satu kantor. Dua bulan ini saya pindah kantor meski masih di perusahaan yang sama. Dan mulai besok, kami […]

The post Perginya Maria Fauzi si Dewi Natuna appeared first on Vampir Magelang | @Pengkarya.

Pengolah kata (word processor) sudah menjadi aplikasi yang wajib ada di Smartphone Android. Smartphone bisa dipakai untuk membaca, membuat, dan mengedit dokumen. Aplikasi semacam ini sudah mulai ada sejak beberapa tahun yang lalu, dan kini Mbah Google pun meramaikan Google Play dengan aplikasi Word Processor besutannya sendiri, namanya Google Doc. Namanya sama seperti versi on-line.

Aplikasi ini akan sangat berguna bagi pengguna Smartphone Android yang banyak bekerja dengan tulis menulis, seperti: sastrawan, wartawan, penulis, dosen, mahasiswa dan pengajar. Pekerjaan menulis yang dulu dikerjakan dengan mesin tik bisa dikerjakan dengan Google  Doc. Meskipun sederhana aplikasi ini memiliki fitur2/menu untuk mengatur font, paragraf, dan bisa membuat table. Tapi belum bisa menambahkan foto dan gambar.

Salah satu kelebihan aplikasi Google Doc adalah terintegrasi dengan Google Drive. Dokumen yang kita buat bisa disimpan langsung di Google Drive, bisa berbagi dengan kolega, dan bisa diakses di mana saja dengan platform yang berbeda-beda. Syaratnya tentu harus terhubung dengan internet.

Misalnya Anda membuat dokumen ketika dalam perjalanan dengan menggunakan Google Doc. Dokumen tersebut bisa disimpan di Drive dan kemudian di download untuk diedit dengan PC atau laptop.

Wordprocessor Google Doc ini masih sederhana. Fitur2 dan menu2nya belum selengkap Microsoft Word atau aplikasi dekstop lainnya. Namun fitur2 dasar sudah tersedia seperti: pengaturan font (jenis huruf, ukuran, bold, italic), pengaturan paragraf dan pengaturan numbering dan index. Google Doc mampu menambahkan tabel di dalam dokumen. Namun belum bisa menyisipkan gambar/image.

Seiring dengan berjalannya waktu, saya yakin aplikasi Google Doc atau aplikasi lain semacamnya akan semakin berkembang. Fitur2nya akan semakin lengkap. Smartphone Android akan menggantikan peranan NetBook.


Now I'm in 3rd grade. I followed a test in my school, 19th Augs 2014. For the first time, I heard there is a university called "President Univ" in Indonesia. LOL. Wow, I thought that it is great with international university system.

I did bussiness mathematic, english, and psychotest. Hmm..I chose communication major lol. Kak Yandri, as speaker in my class said that we had to keep our test code. The code will be used to login in PresUniv's site (for scholarship announcement). My code: E700153.

Then this Oct, I looked for my result.

LOL.
How can I get second scholarship...bzz. But yeah. I don't know I will pick it or not. I think I should sell this city to pay this tuition wkokkok

But at least, learning in a international environment will give great experience! *ahah*

image

Saya ingat sekali dengan tanaman Tapak Dara ini. Waktu kecil dulu banyak rumah2 di kampung saya yang menanam tapak dara di pekarangan rumah. Saya pikir tanaman ini hanya sebagai tanaman hias saja. Ternyata tidak. Tapak dara bisa untuk mengobatk bermacam2 penyakit.

Tapak dara mudah tumbuh dan seringkali tumbuh liar di pingir selokan atau sungai. Warna bunganya juga ada beberapa macam: merah jambu, merah, putih, atau unggu.

image

image

Meskipun tampaknya seperti tanaman liar, tapak dara memiliki beragam manfaat obat. Daunnya bermanfaat untuk obat disentri, batuk, dan sariawan. Akarnya bisa untuk mengobati malaria. Batang dan akarnya bisa untuk mengatasi demam dan gangguan pencernaan. Kabarnya tapak dara sedang diteliti untuk obat kangker. Hebat kan.


Setelah musim lalu dan diawal musim berkutat dipapan tengah, akhirnya malam tadi MU kembali menghuni 4 besar.Mereka memastikanya setelah mengalahkan Everton 2-1.

Namun posisi tersebut masih sangat sementara.Musim masih sangat panjang.Mereka harus lebih konsisten untuk mempertahankan ataupun naik keperingkat yang lebih tinggi.


I will marry a girl, next Saturday.


I read it this evening and what should I do for you? Nothing.
Its not an invitation, but, juts a notification.
I should stop.

Meneladani Nabi Ibrahim

-

Mastop Story

on 2014-10-05 1:24pm GMT

Masih tentang Idhul Adha.Berbicara Idhul Adha, tentunya kita tak bisa meninggalkan cerita Nabi Ibrahim a.s.Seorang nabi yang sangat pantas kita teladani.

Ketakwaan Nabi Ibrahim memang sangat luar biasa.Beliau begitu taat terhadap perintah-perintah Allah.Bahkan menyembelih putranya pun dilakukan.Walaupun putranya diganti kambing oleh Allah, beliau tetap berniat untuk menaatinya.

Dan kita sekarang juga harus menaati perintah-perintah Allah juga.Dan tentunya tak seberat yang harus dilakukan Nabi Ibrahim.Setidaknya kita harus melaksanakan rukun Islam dengan sebaik-baiknya.


Rusdi Mathari

Tadi malam, lewat pesan chat di facebook, seorang kawan ─yang kalau dilihat dari tekstur kulit keriputnya, beliau seharusnya lebih cocok jadi pakdhe saya─, Rusdi Mathari, atau yang lebih akrab dipanggil Cak Rusdi, bertanya pada saya perihal tanggapan saya tentang Malinda Dee. Ya, Malinda Dee, sosok yang dulu pernah heboh karena kasus pembobolan uang nasabah bank itu.

“Gus, kamu ngikuti soal Malinda Dee, sing silikone pecah Gus?”, tulis cak rusdi dalam pesan chatnya, bagi saya, ini sejenis pertanyaan pancingan, tipikal pertanyaan seorang wartawan.

“Cuma sekilas baca cak, tapi ndak terlalu mengikuti,” balas saya singkat dan cukup diplomatis, saya tak berani menjawab lebih jauh, karena saya masih mencoba meraba, kira-kira pertanyaan apa lagi yang bakal Cak Rusdi ajukan setelah ini.

“Apa pendapatmu soal tubuh indah yang dibuat-buat seperti itu?”, tanya Cak Rusdi, agaknya, ini adalah pertanyaan inti, karena selepas pertanyaan tersebut, Cak Rusdi tak lagi memberikan pertanyaan lain terkait Malinda Dee. Saya agak masygul, karena Cak Rusdi langsung memberikan pertanyaan inti hanya setelah satu pertanyaan pancingan. Sangat tidak interaktif, tadinya saya berfikir, sebagai seorang wartawan yang sudah 24 tahun berkecimpung dalam dunia jurnalistik, Cak Rusdi harusnya bisa sedikit bermain intermezzo. Sedikit berbasa-basi lah. Tapi tak apa, anggap saja sebagai anomali jurnalistik karena faktor usia sang jurnalis :)

Saya sebenarnya ingin langsung menuliskan tangapan saya perihal si Malinda Dee itu, tapi sejurus kemudian, saya berfikir ulang, saya mencoba menjernihkan akal sehat saya. Saya tahu, kalau saya memberikan pendapat saya, besar kemungkinan Cak Rusdi akan menulis artikel tentang tanggapan saya itu, dan saya sadar, itu artinya saya akan kehilangan satu bahan tulisan. Nah, daripada tanggapan saya perihal Malinda ditulis oleh Cak Rusdi, tentu akan lebih baik kalau saya sendiri yang menulis. Sehingga konsepnya bisa agak mirip dengan konsep demokrasi: “Dari saya, oleh saya, dan untuk saya”.

Maka akhirnya saya putuskan untuk menjawab pertanyaan Cak Rusdi tersebut dengan jawaban yang tuntas, “Aku ndak punya pendapat cak!”, tentu agar saya bisa mengelak dan bisa langsung menulis tanggapan saya lewat artikel ini.

Jujur, saya aslinya ndak terlalu tertarik dengan insiden pecah silikon pada wanita pelaku implan. Tapi karena kali ini yang jadi pelaku (atau korban ya?) adalah Malinda Dee, maka saya sebagai laki-laki Indonesia kekinian merasa terpanggil untuk membahasnya. Tentu karena Malinda Dee bukan sosok sembarangan, ia sosok wanita karir yang demi apapun, saya yakin, anda (pria) pasti akan mengambil korelasi sosok dirinya dengan sesuatu bernama payudara. Tak heran, ia memang lekat dengan itu. Bahkan mungkin, hanya Malinda Dee lah wanita yang mampu membuat benang merah yang menghubungkan antara dunia perbankan dengan payudara. (Tolong jangan googling gambar Malinda Dee, ingat, itu termasuk zina mata, dosanya besar)

Kasus pembobolan uang nasabah bank sejatinya bukan kasus yang luar biasa (karena memang sudah sering terjadi), setidaknya tak perlu menjadi headline media selama lebih dari beberapa pekan. Namun Kasus pembobolan uang nasabah oleh Malinda Dee tentu terasa spesial, spesial karena dilakukan oleh seorang karyawan bank berwajah cantik.

Kita semua tahu, bahwa segala sesuatu yang menyangkut wanita cantik akan selalu punya porsi yang lebih besar untuk berkembang menjadi hal yang fenomenal. Polwan itu biasa, tapi kalau polwan-nya Briptu Eka, itu baru luar biasa. Atlet volley wanita itu biasa, tapi kalau yang jadi atlet volley-nya Sabina, itu baru istimewa. Mengendarai mobil sambil mabuk dan menabrak orang itu biasa, tapi kalau yang menabrak itu Novi Amelia, itu baru layak berita.

Kalau untuk kasus Malinda Dee ini, tentu kadar fenomenalnya berlipat ganda, Karena sang tokoh bukan hanya punya paras cantik, namun juga punya ukuran payudara yang jauh di atas ukuran rata-rata wanita Indonesia. Sangat over cemekel kalau kata saya. Payudara yang belakangan diketahui sebagai hasil implan silikon.

Gara-gara kasus pembobolan uang nasabah itu, Malinda Dee akhirnya divonis 8 tahun penjara dalam persidangan tahun 2012 lalu.

Kini, setelah dua tahun tenggelam dalam pemberitaan. Namanya kembali mencuat ke permukaan. Kali ini karena rumor perlakuan khusus yang ia dapat di LP Sukamiskin, dimana tersiar kabar bahwa ia sering tak tinggal di sel-nya karena sakit dan harus menjalani perawatan. Malinda Dee dikabarkan justru lebih banyak menghabiskan waktunya di Klinik ketimbang di sel napi.

Usut punya usut, ternyata Malinda Dee memang sedang menjalani perawatan. Penyebabnya karena silikon yang terpasang di payudaranya meleleh akibat kanker payudara, selain itu, silikon yang ada di pantatnya juga bermasalah, sehingga terpaksa diangkat. “Bokongnya itu sudah tidak punya daging, jadi kulit ketemu tulang. Dokter menganjurkan, untuk mengurangi rasa sakit, silikon harus dipasang,” kata Sri Ulina, Dokter Lembaga Pemasyarakatan Wanita Sukamiskin Bandung.

Konon biaya operasi penyembuhan untuk payudara dan bokongnya itu mencapai ratusan juta dan itu harus ditanggung sendiri oleh Malinda Dee. Itupun ukuran payudaranya tak bisa kembali besar seperti sedia kala, karena kini silikonnya terpaksa diganti dengan ukuran normal. Dan untuk sekedar duduk dan tidur pun, Malinda Dee harus memperhatikan betul posisi tubuhnya.

Payudara besar dan pantat bohai yang dulu menjadi magnet utama penarik perhatian itu kini justru berubah menjadi perkara bagi Malinda Dee.

Sebagai pria waras dengan kadar birahi yang wajar, saya tak menampik bila saya memang lebih menyukai wanita dengan ukuran dada yang cenderung besar, terlebih bila didukung dengan tubuh yang sintal lagi proporsional. Sangat menggairahkan pastinya. Mungkin itu sudah sifat naluriah laki-laki.

Namun menurut saya, ketertarikan semacam itu hanya sebatas pada birahi. Sedangkan di tingkat Hati, tentu laki-laki lebih menyukai wanita yang tampil apa adanya, tanpa permakan, tanpa dempulan pupur, tanpa silikon. Pokoknya tanpa kepalsuan.

Lagipula, Sejauh yang saya tahu, menurut agama yang saya anut, permak atau rombak bagian tubuh adalah sesuatu yang diharamkan, karena itu termasuk dalam perbuatan yang mengubah ciptaan Allah. Permak tubuh tersebut baru bisa berubah hukumnya menjadi boleh, dengan catatan perombakan tersebut sifatnya adalah untuk memperbaiki. Jadi urgensinya fungsional. Misal, penambalan gigi geraham yang growong agar mulut bisa tetap bisa mengunyah makanan dengan lancar.

Intinya, mengubah keadaan tubuh hukumnya dibolehkan hanya jika tujuannya dalam rangka pengobatan, atau mengembalikan pada kondisi normal, dan haram hukumnya jika dilakukan untuk tujuan memperindah penampilan. Dan lagi, apa yang bisa dibanggakan dari bentuk tubuh indah namun manipulatif?

Ingat, Kalau Wanita paling suka dengan kepastian, maka laki-laki paling benci dengan kepalsuan.

Jadi untuk para perempuan di luar sana, izinkan saya untuk memberikan sedikit wejangan. Percaya dirilah dengan fisik yang anda punya sekarang, Tak usah berkecil hati karena anda tak punya tubuh sintal, tak usah malu kalau payudara anda kurang montok, tak usah merasa rendah hanya karena bentuk bokong anda kurang indah. Camkan, Pria memang suka memacari wanita dengan tubuh seksi, tapi akan berfikir dua kali untuk menikahi.

Percayalah, keshalihan, akhlak, kecakapan, dan kecerdasaan jauh lebih utama bagi seorang wanita di mata laki-laki ketimbang tubuh yang sintal dan menggoda.

Ndak seksi ndak apa, yang penting beriman dan bertaqwa, syukur-syukur kalau hafal Pancasila. Hehehe.

Sambil menulis kata-kata terakhir di artikel ini, lamat-lamat saya teringat akan pertemuan saya dengan Cak Rusdi beberapa hari yang lalu, dimana dalam kesempatan itu, beliau mengajari saya teknik ampuh memperbesar penis dengan metode urut.

Saya belum tahu, apakah memperbesar penis termasuk hal yang dilarang atau diperbolehkan. Tapi yang jelas, saya masih belum bisa berbangga diri dengan ukuran penis saya yang sekarang. Jadi, sambil menunggu hasil googling “hukum memperbesar penis”, agaknya ilmu memperbesar penis dari cak Rusdi untuk sementara belum bisa saya amalkan. Setidaknya, sampai waktu yang masih belum bisa ditentukan.

Eh, btw, adakah pembaca yang tahu hukum pasang behel untuk mengurangi tingkat kemrongosan gigi?

selamat hari raya idhul adha

-

Mastop Story

on 2014-10-05 4:49am GMT

Kembali hadir satu hari yang suci bagi umat islam.Idhul adha.Saatnya kita berkurban.

Selamat merayakan Hari Raya Idhul Adha.Semoga kurban kita diterima Allah swt.Amin.


Filed under: Related Post, Tips & Tricks, Videos

Ngeblok dengan ponsel java

-

Mastop Story

on 2014-10-03 5:45am GMT

Setelah sembilan minggu yang lalu saya membeli Asus Zenfone 5 dengan sistem operasi 4.3 a.k.a Jelly Bean dan tadi pagi baru dapat pemberitahuan untuk pembaruan OS dari Jelly Bean ke Android Kitkat 4.4.2.

Bagi pembaca yang kebetulan memiliki Asus Zenfone series silahkan update OSnya ke Kitkat caranya melalui Over The Air (OTA) FYI; Sebelum melakukan update pastikan koneksinya stabil atau bisa menggunakan akses WiFi karena filenya sekitar setengah gigabytes.

Overall selama aku menggunakan Asus Zenfone 5 cukup puas. Penggunaan harian, seperti akses media sosial dengan cukup intens menggunakan notifikasi secara aktif, serta sesekali browsing tanpa menggunakan untuk telepon, nyatanya cukup menguras baterai ZenFone 5. Dengan kapasitas hanya 2.110 mAh, baterai tersebut mampu menghidupi ZenFone 5 antara 11-14 jam. Namun perlu dicatat, durasi tersebut ditorehkan ketika menggunakan dua SIM card sekaligus dan aktif secara bersamaan. Selain itu yang aku sukai dari Zenfone 5 adalah kualitas layarnya yang menawan dengan ZenUI yang responsif dan sedap dipandang.

Namanya lahir, jodoh, dan kematian diyakini sebagai garis takdir yang menjadi rahasia Tuhan ketika manusia belum memahaminya. Soal kematian misalnya, manusia tidak akan tahu bagaimana ia akan meninggal. Apakah melalui sakit, apakah karena kecelakaan, atau bahkan tanpa sebab yang pasti sekalipun. Demikian halnya mengenai waktu kematian. Meskipun pada umumnya manusia meninggal pada usia tua, namun tidak sedikit pula manusia yang dipanggil-Nya pada saat kelahiran, usia kanak-kanak, anak-anak, remaja, bahkan muda-mudi.

Adalah seorang tetangga Ndalem Ngisor Blimbing yang hari kemarin pulang ke haribaan Tuhan. Ia, yang sekedar karyawan kecil pada sebuah pabrik, sudah sekian tahun menderita sakit yang cukup berat. Gagal ginjal!

Gagal ginjal memang “penyakit orang kaya”, dalam pengertian membutuhkan biaya perawatan yang sangat mahal bagi orang papa. Jaman sekarang seolah penyakit sudah tidak mengenal kasta. Penyakit apapun bisa datang dan menghampiri siapapun tanpa pandang bulu apakah ia si kaya atau si miskin. Kita tidak tahu pasti apakah sudah ada kesepakatan diantara komuitas jenis penyakit tersebut yang mendeklarasikan bahwa setiap penyakit memiliki hak yang sama untuk menghampiri seseorang korbannya tanpa memandang status dan kelas ekonomi maupun sosial.

Kembali kepada gagal ginjalnya tetangga sebelah kami. Di tengah keterbatasan biaya untuk mendapatkan perawatan yang super mahal, untunglah pabrik tempat ia bekerja mau menanggung biaya perawatan, termasuk untuk cuci darah secara rutin. Bayangkan, berapa biaya cuci darah dua kali seminggu yang harus dilakukan secara terus-menerus. Tentu saja pembiayaan perusahaan juga melalui mekanisme jaminan kesehatan karyawan yang sudah dikerjasamakan dengan suatu perusahaan asuransi.

Namun apakah sekedar ditanggung biaya perawatan kemudian persoalan ekonomi rumah tangganya telah selesai. Nampaknya tidak demikian. Tetangga saya tersebut adalah kepala keluarga yang menjadi satu-satunya tulang punggung. Ia memiliki tiga orang anak yang masih sekolah. Bahkan si bungsu baru menapaki kelas 2 sekolah dasar. Tentu saja perjuangan hidup masih akan sangat panjang untuk menghantarkan anak-anaknya tersebut ke gerbang cita-cita untuk dapat hidup secara mandiri.

Gagal ginjal, cuci darah, apa yang terpikirkan oleh sebagian diantara kita? Apakah ada sebuah solusi permanen? Operasi cangkok ginjal? Mungkin! Tetapi tentu saja sangat mahal bagi orang biasa sebagaimana tetangga saya sehingga kemungkinan tersebut harus dibuang jauh-jauh. Cuci darah memang satu-satunya cara yang ditempuh untuk memperpanjang nafas. Namun sampai kapan? Bukankah gagalnya fungsi suatu organ biasanya juga akan diikuti dengan komplikasi disfungsi organ yang lain. Apakah memang hanya tinggal menghitung waktu?

Menderita gagal ginjal sudah pasti tidak hanya membutuhkan cuci darah. Masih banyak perawatan-perawatan lain yang juga membutuhkan biaya banyak. Dan ndilalahnya tidak semua pembiayaan tersebut ditanggung oleh pabrik tetangga saya tersebut. Akhirnya, demi menutup biaya perawatan dijuallah sepetak tanah di belakang rumah warisan dari orang tuanya. Konon tanah seluas seratusan meter persegi miliknya laku 200-an juta.

Seolah sadar bahwa kondisi kesehatannya berangsur memburuk, di samping digunakan untuk menutup biaya perawatan, uang yang didapatkannya dipergunakan untuk membangun sebuah rumah petak di sisi rumah tinggalnya. Mungkin ia berpikir kalaulah ia tidak lagi mendapatkan uluran biaya dari pabriknya, ia harus memiliki sumber pendapatan yang lain. Kos-kosan atau rumah kontrak menurut dia bisa memberikan penghasilan. Meski sempat tersendat-sendat, namun dalam waktu 5 bulan, rumah kontrakannya berdiri dan langsung ada penyewa yang menempatinya.

Tidak hanya membangun rumah kontrakan, tetangga tersebut juga merasa memiliki beban hutang “ibadah” yang belum tertunaikan. Ia dan segenap anak istrinya belum pernah diaqiqahi. Maka dengan ketulusan niat untuk menjalankan sunnah Rasul tersebut, menjelang Ramadhan lalu ia menyembelih 9 ekor kambing untuk seluruh keluarganya. Sembilan kambing tentu saja bukan jumlah uang yang sedikit.

Ada yang pro dan kontra diantara para tetangga dengan langkah beraninya di tengah berbagai kesempitan keuangan rela menyembelih 9 kambing untuk dibagi-bagikan kepada para tetangga sekitar. Ada yang berpendapat sayang dengan uang yang tidak sedikit itu dan akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk keperluan masa depan anak-anaknya, atau untuk modal usaha sampingan. Ada yang berpandangan ia benar-benar mengutamakan perintah Tuhan. Ada yang berpikir, teganya ustadz yang memberikan saran kepada orang yang berada pada posisi sulit untuk “berkurban” kambing sembilan.

Saya sendiri merasa sangat hormat dengan kesabaran dan ketabahan tetangga saya tersebut dalam menjalani hari-hari gagal ginjalnya. Setelah sekian lama mondar-mandir masuk rumah sakit untuk cuci darah seminggu dua kali, akhirnya Tuhan memanggilnya juga. Inna lillah wa innailaihi roji’un. Segalanya berasal dari-Nya, dan segalanya akan kembali jua kepada-Nya. Dan lebih salut lagi, sebelum kepergiannya, ia masih sempat menitipkan dua kambing untuk kurban Idhul Adha kali ini.

Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kelapangan dan kesabaran dalam menjalani perjuangan hidup yang masih akan sangat panjang.

Lor Kedhaton, 3 Oktober 2014


Filed under: Jagad Ngisor Blimbing Tagged: gagal ginjal, hewan kurban, Idul Adha

Setelah memulai tayang perdana di Youtube sejak 7 bulan yang lalu, akhirnya #SOShort memasuki produksi ke-5.  Webseries yang ndak jelas maunya apa dan lucunya di mana ini, sampai saat blogpost ini ditulis sudah rilis sebanyak 27 episode.

Di produksi ke-4 & 5, saya memutuskan menjajal kemampuan kamera mirrorless bersensor full frame terbaru dari Sony untuk digunakan memproduksi webseries. Yaitu Sony A7s.

My A7s

Langsung ditonton saja yuk salah satu episodenya yang disyut menggunakan kamera ini. Tonton di kualitas HD ya!

Dua alasan utama kenapa saya memutuskan memproduksi SOShort dengan A7s:

  1. Low Light Performance. Kamera ini memiliki kemampuan ISO tertinggi sampai dengan ISO409600. Wow!  Sampai kamera ini pun terkenal dengan julukannya Low Light Monster. Belum ada kamera lain yang mampu mengalahkan performanya di ISO tinggi. Di bawah ini hasil screen capture dari footage yang saya shot dengan A7s di ISO32000 (bukan 3200 lho ya).  Gila, ISO segitu masih usable footage-nya. Beda banget dengan DSLR/DSLM merk lain yang saya pakai sebelumnya, di ISO1600 saja sudah bikin kethar-kethir karena sudah noisy.
    a7s ISO32000

    Klik untuk melihat ukuran asli

    Footage aslinya bisa diunduh di sini.  Dengan kemampuan low light segila ini, saya jadi bisa lebih menghemat video light yang dipakai. Ndak perlu lagi sewa lighting yang gedhe-gedhe semacam Kinoflo. Cukup pakai LED video light kalau hanya untuk produksi webseries.

  2. Dynamic Range. Kamera ini mempunyai kemampuan  14+ stops dynamic range dengan mengaktifkan S-Log2 Picture Profile. Jauh di atas kemampuan rata-rata dynamic range DSLR merk lain yang hanya sekitar 10-11+ stops. Dynamic range adalah sejauh mana kemampuan (sensor) kamera untuk menampilkan detail informasi bagian gelap (shadow) sampai bagian paling terang (highlight), dan terutama terlihat dalam kondisi pencahayaan yang kontras. Dengan kemampuan dynamic range setinggi ini, artinya saya bisa lebih percaya diri ketika harus syut pada kondisi subyek dengan pencahayaan latar yang jauh lebih terang seperti di screenshot di bawah ini.
    Screen Shot 2014-10-03 at 2.25.02 AMSaya ndak perlu lagi khawatir background jadi washed out atau subyek jadi underexposed. Gambar jadi lebih berasa  cinematic. Saya juga bisa lebih leluasa melakukan color grading.

 

Kemampuan lain dari A7s yang saya suka:

  1. 4K ready. Kamera ini bisa merekam output 4K 4:2:2 8bit pada resolusi QFHD (3840×2160) ke external recorder seperti Atomos Shogun via HDMI. Saya membayangkan pada suatu saat nanti, dengan resolusi 4K saya bisa  mendapatkan fleksibilitas lebih saat post production. Dengan cukup 1 (satu) shot 4K, setidaknya bisa saya crop menjadi 3 (tiga) shot size berbeda untuk output FullHD. Istilah untuk teknik ini adalah axial cutting. Dengan demikian, waktu produksi menjadi lebih hemat.
  2. Body-nya kecil. Saya bisa bawa kamera ini ke mana-mana walau cuma pakai tas selempang (jika pakai lensa pancake). Bisa buat stealthy shooting. Hehehe… Oke ini ilegal.
  3. EVF. Electronic View Finder A7s ini membantu banget untuk syuting outdoor dengan kondisi cahaya matahari terik. Coba kalau pakai DSLR, mau ndak mau harus pakai LCD karena Optical View Finder-nya ndak bisa buat mode video. Kecuali kalau mau repot-repot pasang EVF tambahan.
  4. Bisa mengunduh aplikasi-aplikasi keren langsung ke kamera dengan koneksi Wi-Fi! photo 2Kita bisa membeli aplikasi (ada yang gratis juga kok) dengan kartu kredit, atau dengan PlayStation Network Card. Satu aplikasi bisa diinstal ke maksimal 10 kamera. Dua aplikasi yang paling saya suka adalah Motion Shot dan Smooth Reflection. Bisa membuat efek seperti foto di bawah ini.

    photo 1

    Atas: Motion Shot app. Bawah: Smooth Reflection app.

  5. Slow Motion 60fps (1080p) dan 120fps (720p).  DSLR lain hanya mampu 60fps di 720p.
  6. XAVC S Codec. Ini codec yang sungguh cakep! Dengan bitrate yang  tidak terlalu besar (50Mbps), mampu menghasilkan detail gambar jauh di atas codec rata-rata yang dipakai kamera lain (AVCHD). Untuk diedit pun masih ringan.

 

Sedangkan yang  ndak saya suka dari A7s:

  1. Batere. Iya, boros banget.  Tapi bukan karena kameranya yang boros, melainkan karena dimensi baterainya yang memang kecil (setengah dari rata-rata dimensi batere DSLR lain). Tapi untunglah harga baterenya cukup murah. Dan lagi pula, ada solusi bisa charge batere dengan powerbank.
  2. Tombol record yang kecil dan letaknya sungguh nyeleneh. Entah apa maksudnya Sony menaruh tombol rekam video di posisi ini dan sekecil ini.photo-2
  3. Body. Untuk urusan durabilitas body, saya masih mengagumi Nikon, Canon, bahkan Panasonic dengan GH4-nya. Baru kepakai syuting masih hitungan jari, body A7s saya sudah ada 2 bekas goresan. Hiks.

Lain kali, saya ingin mencoba Panasonic GH4 dengan kemampuan internal 4K video recording-nya. Ada yang mau minjemin? Hihihi…

Foto-foto behind the scenes.
Terimakasih teman-teman SOS Project dan RED Network yang sudah  bekerja bareng memproduksi SOShort!

Syuting di Kelly's Coffee bersama @ikramarki @hanibocil @koharotv @stupidoism @_iFad Di produksi ke-5, ada @koharotv yang menjadi camera operator IMG_9346 IMG_9360 Di produksi ke-5, ada @ikramarki juga lho. IMG_9395 IMG_9415 IMG_9466 IMG_9493 Di produksi ke-4, dibantu oleh teman-teman RED Network: @aulion @benakribo @vendryana, Brian dan juga ada @nonamerah. Syuting SOShort produksi ke-4 bersama RED Network. Terimakasih @Aulion @vendryana @heeelyrider @ifnhr @nonamerah @muhadkly @_iFad Syuting SOShort produksi ke-4 bersama @NCLYS @ifnhr dan @nonamerah

Dari sekian banyak video SOShort yang sudah dirilis di sini, episode mana yang menurut sampeyan paling oke? Atau kalau misalnya ndak ada yang oke, apa saran & kritik sampeyan?

Tautan:

The post WEBSERIES: SOSHORT PRODUKSI KE-4 & 5 DENGAN SONY A7S appeared first on GoenRock's VLog®.

USAI MERTI JIWO 2014

-

TLATAH BOCAH

on 2014-10-02 6:22pm GMT

Terimakasih atas doa & dukungannya pada Merti Jiwo di gunung Tidar (Minggu, 28 Sept 2014) sebagai pembuka Festival Seni Tradisi yang ke 8 sehingga berlangsung sukses & khidmat. (salah satu liputan dari Sinar Harapan: “Doa Malam di Gunung Tidar”)

 

Rangkaian festival Tlatah Bocah 8 berikutnya berupa:

 

1. HAJAT SENI

Sabtu-Minggu, 1-2 Nov 2014
Dusun Ngargotontro, desa Sumber, kec Dukun, kab Magelang
(lereng Merapi)

 

2. FESTIVAL FILM MERAPI

Sabtu-Minggu, 15-16 Nov 2014
Dusun Gowokpos, desa Sengi, kec Dukun, kab Magelang
(lereng Merapi)

 

3. LAKU LAMPAH

Minggu, 30 Nov 2014
Dusun Tarukan – desa Candisari – kec. Bansari – kab. Temanggung
(Lereng Sindoro)

 

4. LARUNG SUKERTA (penutupan)

Minggu, 7 Desember 2014
Pertemuan sungai Cacaban & sungai Lamat
(kec. Dukun – kab. Magelang).

 

Kawan-kawan dapat mendukung festival ini dengan memesan cinderamata (tas & kaos) yang kami buat sendiri untuk kebutuhan sewa soundsytem, lampu, dan peningkatan kapasitas listrik, dll.

 

 

Selain itu kami juga mengumpulkan barang layak pakai untuk dijual dalam pasar murah di dusun-dusun komunitas seni untuk mendukung kebutuhan transportasi dalam festival komunitas seni yang bersangkutan.

 

Kami yakin kawan-kawan sangat mendukung kampanye hak anak melalui festival ini.

Pernah merasakan sarana transportasi umum di ibukota Jakarta? Entah angkot, bus, maupun kereta api, semuanya hampir sekali tiga uang. Sangat sesak dengan manusia yang berhimpitan. Panas, bau keringat bercampur minyak wangi serta aneka parfum sudah menjadi hal yang biasa. Belum lagi soal keamanannya. Tidak sedikit kasus pencopetan, penjambretan, bahkan perkosaan banyak terjadi di angkutan umum. Intinya sarana transportasi umum tersebut masih sangat jauh dari rasa nyaman dan aman sebagaimana idaman banyak orang. Tentu saja kita semua juga prihatin dengan kondisi tersebut.

Keprihatinan kita nampaknya akan semakin menyesakkan dada tatkala perlakukan kru angkutan juga seringkali kurang nguwongke penumpang. Tidak sedikit dari mereka yang menganggap para penumpang hanya sekedar sebagai pendulang uang. Tidak mengherankan jika para penumpang yang notabene adalah manusia hanya diperhitungkan sebagai uang sewa. Jika ada calon penumpang berdiri di tepian jalan, sopir atau kru angkot atau bus langsung melotot dan melihatnya sebagai beberapa lembar uang ribuan. Setiap kepala dihitung sebagai sewa bagaikan pajak kepala semasa kerajaan dan jaman penjajahan dahulu.

Tidak hanya terhenti dengan istilah sewa untuk menggantikan manusia yang kebetulan menumpang, perlakuan mereka terhadap penumpang juga seringkali tidak berperikemanusiaan. Meski angkutan sudah sedemikian penuh sesak dengan penumpang, sering terjadi bahkan penumpang yang sudah berdiri terus dihimpit-himpit, didesak-desak, juga ditumpuk-tumpuk laksana barang. Yang ada di benak para kru tersebut hanya setumpuk lembaran uang. Tidak kurang dan tidak lebih.

Kalaupun para penumpang disebut sebagai sewa, mestinya mereka memang para penyewa yang memberikan sejumlah uang untuk mendapatkan jasa layanan transportasi umum yang layak, nyaman dan aman. Uang sewa yang diberikan harus dibalas dengan pelayanan yang ramah dan menyenangkan. Itu adalah timbal balik antara kewajiban dan hak yang timbul dari hubungan transaksional yang terjadi. Para penumpang sesungguhnya bukan hanya sekedar barang yang menumpang dengan gratisan. Oleh karena itu mereka sangat berhak untuk dimanusiakan.

Jaman memang benar-benar jaman edan. Bagaimana tidak, lha wong di jaman sekarang ini terang-terangan orang sudah memilih uang sebagai Tuhannya. Hidup senang atau susah sudah sangat tergantung dengan benda yang namanya uang. Orang dikatakan sukses atau gagal dalam hidupnya juga dinilai dari seberapa banyak uang yang dimilikinya.

Orang yang tidak pegang uang, ya sudah pasti dianggap kere, kelas rendah, orang susah, bahkan kasta rendahan. Maka jangan heran jika kemudian orang mati-matian mencari uang. Banting tulang, peras keringat siang malam, ibaratnya kepala sudah menjadi kaki dan kaki menjadi kepala! Semua sudah all out, totalitas setotal-totalnya untuk meraih uang. Jangankan yang halal, yang haram, yang dosa, yang jahat, yang menyusahkan orang lain, yang merugikan negara, yang korup, yang ngrampok, semua dilakukan atas nama uang. Kalau tidak bisa dengan cara halus, ya cara kasarpun harus ditempuh.

Nah, monggo kembali kepada diri kita masing-masing. Apakah dalam pusaran jaman edan ini kita memilih jalan untuk tetap eling lan waspada dengan ajaran agama dan perintah Tuhan. Ataukah kita justru memilih untuk turut ngedan dengan keyakinan jika tidak ikutan ngedan maka kita tidak akan keduman? Ah, pembicaraan sudah semakin ngelantur. Bicara soal sewa kepala para penumpang angkot, malah sampai soal tuhan uang. Sudahlah….

Ngisor Blimbing, 1  Oktober 2014

Manusia memang makhluk Tuhan yang memiliki derajat dan martabat paling tinggi. Manusia dilahirkan dengan dilekati hak-hak asasi sebagai sebuah sisi kemanusiaan manusia yang paling hakiki. Apabila hak asasi manusia diremehkan, diinjak, bahkan dirampas, maka sisi kemanusiaannyapun juga akan sirna. Manusia yang mengalami hal tersebut kemudian menjadi tidak lagi dimanusiakan. Tidak di-wongke, menurut orang Jawa.

Fenomena jaman yang justru menjadi semakin edan, seringkali menjadi suatu ironi ketika kecerdasan, pengetahuan, kesejahteraan dan semua parameter kemajuan jaman justru disertai dengan fenomena kemunduran akhlak, moral, kejujuran maupun segala hal parameter peradaban manusia sebagai makhluk yang mulia. Manusia akhirnya terjebak dalam keterasingan diri-sendiri. Manusia menjadi semakin tidak manusia lagi.

Banyak contoh


Filed under: Jagad Bubrah Tagged: angkot, Jakarta, jaman edan, kemacetan Jakarta, kereta api, transportasi masal
Yap, seperti judulnya kali ini gue bakalan ngasih tahu ke kalian, enam candi tersembunyi di Magelang. Yang gue maksud tersembunyi disini bukan berarti nggak kelihatan atau letaknya di bawah tanah ya, melainkan karena belum banyak orang yang mengetahui letak atau keberadaannya, temasuk orang Magelang sendiri. Bisa juga karena lokasinya sangat sulit dijangkau dan jauh dari pemukiman. Sebenarnya
Sesuatu yang baru akan menimbulkan reaksi baru juga. Tak ketinggalan dengan hadirnya kurikulum 2013 yang baru ini, reaksi berkembang menerpa para guru SD di Kecamatan Salaman. Dari yang masih kebingungan dalam proses pembelajarannya, sampai pada pembuatan penilaiannya.
Untuk mengatasi permasalahan para guru tersebut K3S bertindak cepat  mengantisipasi agar pembelajaran di sekolah tetap dapat berjalan normal dan baik. Salah satunya yaitu mengadakan seminar untuk para guru yang bertempat di SDN Salaman 1. Sasaran seminar yang dilaksanakan rutin setiap hari sabtu tersebut khususnya bagi kelas yang sudah melaksanakan kurikulum 2013 yaitu kelas 1, 2, 5, dan 6.
Seminar kali ini, 27 September 2014 mengagendakan pembuatan RPP untuk kelas 4 dan 5 dengan maksud para guru mampu memahami dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013.

 Peserta mendengarkan pengarahan



Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang
http://padamu.siap.web.id/

http://pintar.pdkjateng.go.id/

http://nisn.data.kemdiknas.go.id/page/data
Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang

MERTI JIWO 2014

-

TLATAH BOCAH

on 2014-9-30 5:26am GMT

3SA

Pembukaan Festival Tlatah Bocah #8

di Gunung Tidar – Kota Magelang

(denah)

Hari / Tanggal:

Minggu / 28 September 2014

Jam:

19.00 WIB -selesai

Agenda:

- Macapat,
- Sesaji,
- Doa antar iman,
- Eksplorasi,
- Dll.

Merti Jiwo merupakan laku bersih diri serta pembelajaran dalam memaknai budaya dalam khasanah seni para penggiat Tlatah Bocah.

Merti Jiwo tahun 2014 ini berlangsung di gunung Tidar setelah 4 Merti Jiwo sebelumnya ritual mengitari dusun-dusun di pelosok Merapi di 4 penjurunya, yakni:

2010 sisi barat di dusun Ngandong, kab Magelang,
2011 sisi utara di dusun Stabelan, kab Boyolali
2012 sisi timur di dusun Girpasang, kab Klaten
2013 sisi selatan di dusun Turgo, kab Sleman

Perjalanan ke 4 penjuru dengan 4 kabupaten yang mengitarinya adalah untuk mengenal diri sendiri (Merapi) / mikrokosmos / dunia kecil / diri kami sendiri.

Tidar merupakan persinggahan ke 5 terkait dengan filosofi Jawa: Sedulur papat, lima pancer (empat saudar kembar, kita sendiri sbg pusatnya) merupakan ajang pembelajaran kebudayaan.

Pilihan Gunung Tidar dikarenakan gunung ini dikenal sebagai paku / pusar nya tanah Jawa. Konon kalau Tidar terserabut pulau Jawa akan terombang-ambing.

Terletak di pinggir kota Magelang dg ketinggian ±500m dpl, hanya dapat dicapai dengan jalan kaki 20an menit dengan santai.

Selain pembelajaran diri sendiri / Merapi /mikrokosmos, kami juga merasakan makrokosmos melalui ritual Laku Lampah dengan menyambangi kawan-kawan di gunung-gunung yang mengitari Merapi (Menoreh, Sumbing, Sindoro, Merbabu, Lawu).

Mari selalu menjadi pembelajar.

Gusti Kang Peparing.

Kawula Sadermi Nglampahi.
Pinujia Gusti ing Salami-lami.
“Kalegan lan Tansah Eling”.

simbolisasi:

Rujak Degan Kolangkaling

info:

Gunawan;
p/wa: 081802723030

e: [email protected] | t: @TlatahBocah | f: Tlatah Bocah


Bapak saya, beberapa saat sebelum bertugas sebagai korps Hansip

Geger soal berita penghapusan hansip sebenarnya sudah menggema sejak beberapa minggu yang lalu, namun saya baru tahu kepastian berita tersebut beberapa hari yang lalu. Itupun tak sengaja karena saya dapat kiriman link dari seorang kawan.

Saya pun berusaha memeriksa kebenaran berita tersebut, dan ternyata benar. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi memang sudah menghapus Pertahanan Sipil per tanggal 1 September 2014 lalu. Penghapusan tersebut dilakukan melalui Perpres Nomor 88 Tahun 2014, yang mana Peraturan itu sekaligus mencabut Keputusan Presiden Nomor 55 Tahun 1972 tentang Penyempurnaan Organisasi Pertahanan Sipil (Hansip) dan Organisasi Perlawanan dan Keamanan Rakyat (Wankamra) dalam Rangka Penertiban Pelaksanaan Sistem Hankamrata.

Mengenai hal ini, saya iseng mencoba mencari tahu bagaimana reaksi bapak saya. Maklum, bapak saya sudah lebih dari satu dekade bertugas menjadi hansip.

“Katanya tahun besok sudah ndak ada Hansip lho, Pak. Hansip sudah dihapus sama Pak Esbeye,” kata saya kepada Bapak saat kami santai nonton televisi kemarin sore.

“Ah, yang bener? Kata siapa gus? Apa alasannya? Kok bapak malah belum tahu ya?” Seakan tak percaya dengan kabar yang saya berikan, beliau langsung memberondong saya dengan rangkaian pertanyaan.

“Bener, Pak. Lha wong aku lihat sendiri beritanya di internet. Di tivi juga sudah ada beritanya kok, Pak. Katanya sih karena fungsi hansip sekarang sudah tidak optimal, sudah tidak sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat zaman sekarang. Tapi ini katanya lho, Pak. Katanya. Aku sendiri juga masih kurang paham alasan pastinya!”

“Yang bener, Gus?” tanya Bapak masih juga belum percaya.

Kandhani kok ngeyel lho. Bener, Pak. Nih beritanya kalau ndak percaya!” kata saya sambil menujukkan berita dari ponsel.

“Oalah, Si Esbeye itu maunya apa sih?”

Saya pun tersenyum kecil. Geli saja rasanya saat mendengar Bapak mengganti ‘Pak Esbeye’ dengan ‘Si Esbeye’. Mungkin karena rasa kesalnya sama Pak SBY yang sudah menghapuskan hansip, korps yang menjadi kebanggaan Bapak selama lebih dari sepuluh tahun.

“Bukan mau menghapus, Pak. Tapi memang sudah dihapus!”.

Saya tahu, soal penghapusan hansip ini bagi Bapak bukan sesuatu yang enteng. Selain karena waktu bertugas yang sudah cukup lama, Bapak juga punya chemistry yang cukup intim dengan kesatuan ini. Bisa jadi, hansip adalah satu-satunya produk Orde baru yang sanggup membuat Bapak menjadi begitu bergairah.

“Kalau hansip dihapus, memang Bapak rugi ya, Pak?”

“Yo sebenarnya sih ndak rugi-rugi banget. Yo cuma kalau ada hansip kan bapakmu ini jadi punya penghasilan tambahan kalau pas ada coblosan atau hajatan! Lagipula, kapan lagi bapakmu ini bisa kelihatan gagah pakai seragam dan sepatu PDL kalau bukan pas jadi hansip? Iya, tho?”

“Iya juga sih, Pak!” jawab saya nglegani.

“Oalah, Si Esbeye itu maunya apa sih?” ketus Bapak kembali mengulangi kekesalannya.

“Hambok kalau berani, tanya saja langsung sama Pak Esbeye-nya, ” kata saya sambil terkekeh kecil.

Saya sendiri sebenarnya masih merasa rancu dengan penghapusan hansip ini. Soalnya di beberapa portal berita, ada yang menyebutkan bahwa penghapusan hansip ini sebenarnya hanya pengalihan fungsi. Di sisi lain, ada juga yang menyebutkan bahwa ini adalah murni penghapusan. Yang jelas, di mata saya perihal hansip ini masih cukup mengambang.

“Apa jangan-jangan karena hansip banyak menyedot anggaran negara, Gus?”

“Yo mungkin saja, Pak. Soalnya hansip kan dapat duit dari kelurahan. Nah, duit dari kelurahan itu bisa jadi adalah anggaran dari negara juga, Pak! Tapi itu mungkin saja lho pak, sekali lagi, mungkin saja.”

“Ya kalau memang hansip itu menyedot banyak anggaran negara, Bapak sih ikhlas saja.”

“Jadi bener nih, Bapak ikhlas kalau hansip dihapuskan?”

“Yo Ikhlas lah, Gus. Tapi..”

“Tapi apa pak?”

“Tapi Si Esbeye itu maunya apa sih?”

Diterbitkan pertama kali di situs Mojok.co edisi 22 September 2014

Isu berkembang telah beberapa pekan lalu yang implementasinya dimulai pertama oleh daerah Bandung dan termasuk berhasil. Parkir Meter, alat yang digunakan untuk mengukur waktu lama parkir dan menerima pembayaran uang parkir baik secara mekanis maupun elektronik, nyatanya efektif menjadi solusi ditengah carut marut kemacetan kota-kota besar dengan kisruhnya pendapatan daerah dari sektor pajak (tarif parkir).

Ada sekitar 1.850.000 hasil (0,39 detik) dalam pencarian Google dimana Parkir Meter laris diusung media dan jadi buah bibir perbincangan dunia maya hingga malam ini. Pagi tadi (Senin, 29 September 2014) tatkala TVone melakukan liputan terkait Parkir Meter dengan uji coba secara langsung (Live), sempat saya tertarik menyimaknya detail, lantaran ada beberapa hal yang perlu di cermati dan harus dibenahi dengan segera pun sosialisasi penggunaan Parkir Meter santer terproduksi beragam media, dan fakta suguhkan nyata tak seperti pemberitaannya.

Apa yang tersaji di Parkir Meter jalan Sabang tatakala pewarta TVone hendak memarkir mobilnya sesuai juknis (petunjuk teknis) merasakan kesulitan lantaran koin sejumlah 5 ribu (5 koin seribuan) tak langsung tercover dimana hanya satu koin saja senilai seribu rupiah yang masuk dan koin lainpun kembali keluar dan harus diulang beberapa kali yang jelas tak cukup waktu 2 hingga 3 menit sekali transaksi.

Catatan lain dari petugas parkir yang ada pun katanya punya gaji hingga 4 jutaan lebih perbulan, ternyata belum menyediakan koin untuk menukar uang konsumen, dan jelas ini menjadi kendala lain yang harus diperhatikan sebagai salah satu bentuk layanan meski hasil akhirnya ingin warganya disiplin, seperti yang diharapkan si Tuan.

Adalagi sejumput catatan kenapa juga parkir mekanis adopsi Tilpon koin bukannya ATM atau kartu dimana kedepannya bakal lebih tertib dan lancar.

Mengingat kabar kabur demokrasi mengalami kemunduran dengan disahkannya Pilkada via DPRD, nyatanya Parkir Meter secara mekanis sejurus koin Tilpon lawas menjadi simbol kemunduran yang sebenarnya dan harus maraton ditangani agar 2016 yang akan datang tujuan dapat tercapai optimal tanpa kendala.


_______

Ngisor wit rambutan, 29 September 2014

PRESTASI SISWA

PRESTASI SEKOLAH

Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang

Meskipun saya ini Vampir, saya tahu. Menjamu orang yang berpuasa akan membuat kita mendapat pahala yang sama dengan orang tadi. Oleh karena itu, saya senang membelikan teman-teman makanan untuk berbuka. Saya jarang puasa. Tak puasa pun saya susah dapet darah segar. Apalagi puasa? Bisa-bisa saya jadi Vampir anemia. Untunglah saya suka njajakke. Bila mood saya […]

The post Copi Paste alias Salin Tempel Pahala Puasa appeared first on Vampir Magelang | @Pengkarya.

Konon, manusia makhluk tersempurna. Tapi mengapa, manusia sering ingin seperti hewan. Mampu berlari secepat macan, berenang sedalam paus, dan terbang seperti burung. Tapi, apakah hewan ingin menjadi manusia? Atau justru karena sudah tinggi, inginnya menuju rendah? Bila iya, kenapa manusia pun, masih memaksa ingin lebih sempurna lagi. Misalnya, banyak manusia tanpa sadar ingin seperti Tuhan. […]

The post Pertanyaan untuk Tuhan dan ManusiaNya appeared first on Vampir Magelang | @Pengkarya.

Setiap orang punya cara yang berbeda untuk menghargai hidupnya agar lebih berarti. Begitupun sosok ringkih ini yang konon telah terkontaminasi aura positif dari para tokoh online maupun offline, dimana mereka sukses dengan usahanya sebagaimana yang mereka sukai dan nyaman dengan aktifitas harian yang mereka lakukan.

Sebut Yuswohady seorang jurnalis yang aktif menulis dan produktif menjadi provoAktor dalam meningkatkan minat generasi muda negeri ini dalam berbisnis dan lepas dari zona aman menuju kemerdekaan berusaha dengan mengelola hasil usahanya. Ada juga Salim A Fillah seorang penulis buku Islami yang nyambi jadi ustadz, dan beliau sukses juga dengan kenikmatan hidup memberdayakan orang lain agar tetap lurus dan semakin berarti.

Masih banyak sosok ampuh yang bisa menginspirasi dan terus menyuplai diri kita dalam menata hidup baik online maupun offline. Online dalam sebuah kerangka sederhana punya manfaat untuh di dunia maya baik melalui sosial media dalam rupa blog, mini blog (twitter), juga dalam bentuk lain seperti youtube. Juga dalam dimensi offline dimana kita harus mampu menjadi sosok produktif dan inspiratif, dan itu yang kita upayakan pun embel-embel Sarjana, Doktor, Manajer atau bahakan Bos tak kita sandang lantaran semua itu bukanlah patokan.

Kini menata diri online, berharap melalui blog, website dan rupa-rupa social media lainnya sedikit-demi sedikit berupaya punya konstruksi utuh, punya tujuan jangka panjang yang jelas, dan meski tak sesederhana yang banyak orang kira, satu demi satu harus dipaksa agar mampu terealisasi seperti mereka yang telah memulainya jauh-jauh hari dan bisa.

Sebuah contoh dalam membangun blog serta website pribadi. Tak sekedar membangun dengan sekedanya, contoh nyata memberikan pelajaran bahwa harus ada fokus serta spesialisasi, entah dalam pengangkatan tema, pemberian judul serta nama blog. Dan ini menyesuaikan dengan pencapaian jangka panjang kita, yang jelas tak bisa kita buat dengan sekonyong-konyong layaknya benih karbitan dengan bahasa keren sebuah pencitraan.

Blog serta website menjadi wajah dari sosok kita dan layaknya rupa Sandal.Jepit | Speak | Sinjai juga Versatile, seperti itulah diri ini yang lebih menyukai kesederhanaan, keindahan, futuristik dan unik, dan mungkin berbeda dengan Anda, yang lebih menyukai kemewahan, glamour, personal dan rupa-rupa lainnya.

Offline, jelas…harus ada asupan dalam setiap harinya dan ini semua tertuang menjadi barusan kata, huruf serta paragraf untuh, hingga kesemuanya sejalan dan saling bersinergi bukan tanpa paksaan lantaran nikmat dalam menjalaninya. Bismillah, tak ada tawar-menawar semua mulai saat ini juga.

_______

Ngisor wit rambutan, 29 September 2014.
Banyak cara untuk ungkakan isi hati pun orang lain tak harus mampu untuk mengerti. Sesederhana 2 + 3 = 5, dan 5 bisa juga 1 + 4 atau 7 – 2.

Jelas bukan penyuka film up to date lantaran kerap nonton setelah film tayang gratis di tipi-tipi swasta. Dan Film dengan judul Andriana yang pertama tayang di RCTI dari karya Fajar Nugros tentang Adriana (Eva Celia) yang selalu berteka-teki pada Mamen (Adipati Dolken) apabila ingin bertemu dengannya senantiasa melekatkan nilai-nilai history (sejarah) masa lalu terkait kota atau tokoh. Dari alur serta penokohannya apik untuk jadi tontonan karena ada bumbu tuntunan dari tokoh lawas negeri ini seperti Soekarno dan Hatta.

Mamen dalam film ini berusaha untuk menemukan selapis demi selapis sejarah dari Jakarta bersama dengan sahabatnya semasa SMA bernama Sobar (Kevin Julio) untuk memecahkan teka teki Adriana. Mereka pertama kali bertemu di sebuah lift Perpustakaan Nasional yang berakhir dengan romantis. Mamen berusaha untuk mengajak Adriana bertemu kembali, lalu diberi syarat oleh Adriana dengan sebuah teka-teki. Dari teka teki inilah yang kemudian dijadikan sebagai sebuah petunjuk tempat dan waktu pertemuan.

Mamen dan sahabatnya sangat menyukai sejarah. Namun ternyata masalah yang terjadi makin serius dan rumit karena muncul orang ketiga. Di saat yang bersamaan juga ia dikejutkan oleh sebuah teka-teki yang dilemparkan kepada dirinya dari orang misterius. Selanjutnya mereka bertiga yakni Adriana, Sobar dan Mamen mencari jawaban teka-teki tersebut lalu mereka bertiga terseret dalam sebuah sejarah zaman Soekarno, Mohammad Hatta serta Adriana Van Den Bosch.

Mereka bertiga menjelajah Jakarta dengan tujuan agar bisa menemukan jawaban atas teka-teki tersebut. Sebuah pelajaran penting yang mereka dapatkan adalah bahwa Jakarta merupakan sebuah kota yang menyimpan berbagai sejarah unik pada masa lalu. Selain itu juga menyimpan cinta serta impian yang tidak pernah padam.

Adriana ditampilkan sebagai sosok fiksi remaja yang tumbuh dengan bumbu cinta dan sejarah. Bagaimana akhir dari perjalanan mereka bertiga? Bagaimana teka teki itu terjawab ? Bagaimana pula akhir dari kisah Adriana ini ? Simak suguhan film bertema cinta, persaingan serta persahabatan dengan latar sejarah kota Jakarta tempo doeloe ini “tuntas”.

Bukan lantaran paras atau bahkan lekuk tubuh pun keduanya turut ambil peran. Sama-sama penikmat alam, saat photo dirinya naik Gunung Prahu melintas di facebook sontak ingin diri ini sedikit tau perihal sisi lain dirinya.

Seorang entertaint, juga pemusik bergenre Jazz sebagaimana sang Ayah yang puluhan tahun silam telah duluan berkiprah di bidangnya. Dan ada kenikmatan lain dari sosoknya saat mainkan alat musik juga tembangkan lagu dimana layak untuk kita dengarkan saat ini juga.

Eva Cesilia Lesmana feat Indra Lesmana “Ironi” of Lydia Imaniar with Gerald Situmorang(guitar), Jessi Mates(drums), Ankadiov(bass), Gabriella(Keys) and Galih Galinggis(electric guitar) in Mostly Jazz at Red White Jazz Lounge, Kemang, Jakarta, Indonesia on January 31st, 2014.

Seringnya, gelar CEO, Komandan, Ketua, itu tidak membuatmu mudah menyuruh orang. Justru kamu lebih mudah disalahkan. Bila kamu tidak berhati-hati dan sungguh-sungguh dalam melayani, melindungi, dan memberi keteladanan.

The post Gelarmu Kemudahanmu? appeared first on Vampir Magelang | @Pengkarya.

TK PolenganKala itu umur saya kiranya baru genap lima tahun lebih beberapa bulan. Suatu pagi, pagi-pagi sekali saya diantar ibu saya ke sebuah taman kanak-kanak. Lokasi sekolah pra-SD itu berada di tengah-tengah dusun tetangga. Di depan sekolah sederhana terbentang luas sebuah pelataran alun-alun sebuah bangunan joglo anggun. Konon bangunan joglo satu-satunya yang tersisa di desa kami tersebut milik Pak Lurah yang memerintah kala itu. Tepat di sisi barat laut berdiri dengan anggun sebuah masjid terbesar di desa kami. Itulah Masjid Al Ikhlas.

Nama bangku sekolah yang pertama kali saya masuki tersebut adalah TK ABA Polengan. Melihat kependekan ABA, mungkin diantara para sedulur ada yang langsung paham bahwa sekolah tersebut berada di bawah pengelolaan salah satu ormas terbesar di tanah air. Bagi yang masih belum nyambung, ABA merupakan kependekan dari Aisyiah Bustanul Athfal.

Hari pertama sekolah memang diantar oleh ibu saya, sekedar untuk mendaftarkan kepada guru sekolah semata. Hari-hari selanjutnya, sebagaimana umumnya anak-anak desa, kami berangkat ke sekolah bebarengan dengan teman-teman yang lain. Jadi tidak musim, anak sekolah di jaman itu pake diantar-antar oleh orang tua. Mungkin itu sisi kemandirian anak kecil yang sudah tergembleng semenjak usia sangat dini. Bahkan beberapa bulan berselang, saya harus sekolah sambil momong dua adik kembar saya yang umurnya dua tahun di bawah saya. Meski pada awal hanya meunggui saya di luar kelas, pada akhirnya adik-adik saya tersebut resmi diterima di kelas nol kecil. Sementara saya, semenjak pertama kali masuk langsung bergabung dengan kelas nol besar, meskipun umur saya di bawah teman-teman sekelas saya yang lain.

Kira-kira menjelang pukul setengah tujuh pagi pintu ruang kelas mulai dibuka. Biasanya yang membukakan adalah anak dari Kepala Sekolah yang memang tinggal tidak seberapa jauh dari sekolahan. Begitu pintu-pintu terbuka, beberapa perangkat permainan dikeluarkan dari ruang kelas untuk dipasang di sekitar halaman sekolah. Tak seberapa lama berselang, guru-guru kami mulai datang. Sebenarnya kami pada waktu itu hanya memiliki dua orang ibu guru. Adalah Bu Sri Umiyati yang bertindak sebagai guru kelas nol besar merangkap kepala sekolah, dan Bu Dalifah yang mengasuh kelas nol kecil.

Sekolah TK, tentu saja sangat menyenangkan. Hari-hari kami senantiasa diisi dengan permainan yang memberdayakan otak kami. Pagi sebelum masuk kelas, di halaman sekolah telah tergelar berbagai perlengkapan permainan anak-anak. Ada ayun-ayunan di bawah pohon kamboja. Ada plosotan di samping masjid. Besi-besi rangka untuk panjat-memanjat dan tlusuban. Ada pula jungkat-jungkit di sebelah timur kelas, dan beberapa mainan anak-anak yang lain.

Begitu dentang lonceng dibunyikan, semua murid langsung masuk ke dalam kelas. Meskipun di dalam kelas, tetapi pola pengajaran yang diterapkan juga lebih banyak dengan metode belajar sambil bermain. Memasang passel, memancing ikan kayu, bongkar pasang balok-balokan kayu sering kami lakukan. Kadang-kadang kamu juga diberi kerta warna krem merah, kuning, hijau  ataupun biru untuk dilipat-lipat menjadi berbagai bentuk karya yang inspiratif. Seni lipat inilah yang di kala dewasa baru saya tahu bernama origami dan berasal dari negeri sakura.

Bernyanyi dan menari tentu saja tidak pernah ketinggalan. Bahkan meski masih kecil pada beberapa kesempatan kami sudah diajari berdeklamasi. Menulis huruf latin, tentu saja mulai diajarkan dan kami sedikit-dikit baru mengenal nama-nama huruf tetapi sama sekali tidak menghafal. Angka juga mulai diperkenalkan cara penulisannya, namun belum sampai kepada operasional matematis.

Tentang seragam sekolah. Tentu saja kami hanya mengenal satu seragam. Warna kuning krem dengan bawahan dan rompi warna hijau lumut. Itupun hanya kami kenakan untuk hari Senin dan Selasa. Selebihnya, ya kami berpakaian bebas tapi rapi dan sopan.

Hari Sabtu merupakan hari yang lebih santai dan sangat menggembirakan. Hari Sabtu biasanya dimulai dengan aksi bebersih lingkungan. Istilahnya kerja bakti atau gotong royong. Menyapu halaman sekolah bersama-sama. Membersihkan rumput di beberapa sudut. Memangkas tanaman hias dan bunga-bunga. Bahkan membersihkan lumut di dinding-dinding pagar sekolah.  Selesai dengan kerja bakti, semua murid diajari membasuh tangan dan menggosok gigi bersama-sama. Masing-masing kami telah memiliki sikat gigi yang dilengkapi dengan cangkir kaleng. Hari Sabtu barangkali memang dirancang untuk menanamkan pentingnya menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat.

Masih di hari Sabtu. Selesai bebersih lingkungan dan bebersih diri, kami biasa makan bersama. Setiap Sabtu, satu per satu wali murid digilir untuk urunan menu makanan untuk disantap bersama. Biasanya mereka memberikan sumbangan dalam wujud beras dan gula jawa. Urusan masak-memasak biasa diurusi oleh keluarga ibu kepala sekolah. Sajian yang biasa kami santap mulai dari bubur kacang hijau, sego megono (nasi urap kelapa), juga kolak ketela atau pisang.

Hal yang paling unik dan menjadi kenangan yang tidak pernah terlupakan hingga kini pada saat kembul bujono atau makan bersama adalah tatkala para murid yang bertubuh besar menghabiskan jatah makanannya lebih cepat. Mereka kemudian bertanya bahkan saling teriak, “sopo sing ora entek?” Siapa yang tidak mampu menghabiskan jatah makanannya? Begitu ada murid yang biasanya bertubuh lebih kecil dengan nafsu makan yang tidak sehebat para murid besar, maka sisa makannya segera beralih ke piring si murid besar. Semua saling berbagi dengan ikhlas. Sebuah penanaman nilai kebersamaan yang sangat luar biasa.

Hari puncak yang menjadi kebanggaan kami semua adalah Hari Perayaan. Apakah Hari Perayaan? Hari Perayaan merupakan peringatan HUT Aisyiah (kalau tidak salah). Pada hari tersebut, TK ABA se-kecamatan biasanya dikumpulkan pada salah satu TK untuk memperingati Hari Perayaan yang biasa diisi dengan berbagai macam lomba anak-anak. Lomba yang biasa digelar seperti lomba bernyanyi, puisi, tari, dan beberapa cabang olah raga anak-anak. Uniknya, karena keterbatasan sarana transportasi, para murid seringkali digiring dalam long march yang sangat panjang ke suatu sekolah yang menjadi tuan rumah Hari Perayaan. Meskipun lelah tapi kami sangat bahagia, terlebih kami juga mendapat nasi bungkus daun pisang yang dilengkapi sekedar telur pindang serta sayur kentang, tempe krecek.

Setelah satu tahun duduk di TK ABA Polengan, saya digiring bu guru untuk pindah ke SD di belakang desa. Umur saya baru enam tahun lewat dua bulan. Sementara teman-teman sekelas saya pada umumnya berumur satu atau dua tahun di atas saya. Bagaimanapun, taman yang paling indah hanya taman kami. Taman yang paling indah taman kanak-kanak (ingat dengan lagu ini).

Ngisor Blimbing, 27 September 2014


Filed under: Jagad Magelangan Tagged: magelang, Merapi, Muntilan, Polengan, Srumbung
Mushola Al-Barokah Bawuran, Pleret, Bantul, Yogyakarta
Beberapa waktu yang lalu saya dan keluarga pergi ke Bantul, Yogyakarta, tepatnya di Desa Bawuran, Kecamatan Pleret. Saya sekeluarga datang ke Desa Bawuran dalam rangka silaturahmi, sekaligus nengokin keponakan saya yang baru. Kakak ipar saya baru saja mendapat momongan lagi untuk ketiga kalinya.

Rasa lelah dan capek jauh-jauh dari Magelang terobati setelah melihat keponakan kami sehat, tidak kurang suatu apapun. Apalagi sepanjang perjalanan ke Bawuran di kanan kiri jalan banyak tumbuh pohon jati, bahkan bisa di sebut juga hutan jati.  Rumah-rumah di Bawuran juga masih terbilang jarang, jarak dari satu rumah ke rumah yang lainnya lumayan jauh.

Salah satu yang menarik bagi saya di Desa Bawuran adalah adanya Mushola Al-Barokah, Mushola Al-Barokah tidak berbeda jauh dengan. Mushola-mushola lainnya yang ada di Bantul. Yang sedikit membedakan Mushola Al-Barokah dengan Mushola lainnya hanya bangunannya, Mushola ini tergolong mewah karena pembangunannya di biayai oleh pemerintah Uni Emirat Arab.

Mushola Al-Barokah di bangun tahun 2006 setelah terjadi gempa dahsyat yang menimpa Yogyakarta dan sekitarnya. Desa Bawuran di Kecamatan Pleret, salah satu desa di Pleret yang paling banyak terkena dampak gempan Yogya. Banyak bantuan datang, salah satunya dari pemerintah Uni Emirat Arab yang membantu dan membangun kembali masjid dan mushola yang rusak.

Dengan berdirinya Mushola Al-Barokah di harapkan warga yang terkena dampak gempa bisa lebih tabah dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setelah 8 tahun lamanya Mushola Al-Barokah berdiri, beberapa bangunannya ada yang mulai rusak di sana-sini, seperti tempat wudhu, bahkan seperti kelihatan tidak terawat. Semoga kedepannya Mushola Al-Barokah segera ada perbaikan, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadahnya dengan khusyuk.

Tak Kemana-mana

-

KOKOH ON THE BLOG

on 2014-9-27 8:55am GMT
Tak kemana-mana? Kaya judul lagunya Tangga aja. "Koh, kamu kemana aja sih. Kok blog kamu jarang di update?" Tanya teman gue beberapa waktu yang lalu. Emang gue udah lama sih nggak nulis apa-apa di blog ini, alasannya sih karena emang lagi nggak ada yang pengen gue tulis. Kalaupun dipaksakan takutnya tulisan gue malah acak-acakan nggak jelas, ya meskipun sekarang aja gue nulisnya emang masih
Sesuatu yang baru akan menimbulkan reaksi baru juga. Tak ketinggalan dengan hadirnya kurikulum 2013 yang baru ini, reaksi berkembang menerpa para guru SD di Kecamatan Salaman. Dari yang masih kebingungan dalam proses pembelajarannya, sampai pada pembuatan penilaiannya.
Untuk mengatasi permasalahan para guru tersebut K3S bertindak cepat  mengantisipasi agar pembelajaran di sekolah tetap dapat berjalan normal dan baik. Salah satunya yaitu mengadakan seminar untuk para guru yang bertempat di SDN Salaman 1. Sasaran seminar yang dilaksanakan rutin setiap hari sabtu tersebut khususnya bagi kelas yang sudah melaksanakan kurikulum 2013 yaitu kelas 1, 2, 5, dan 6.
Seminar kali ini, 27 September 2014 mengagendakan pembuatan RPP untuk kelas 4 dan 5 dengan maksud para guru mampu memahami dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013.

 Peserta mendengarkan pengarahan



Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang
Letak secara Geografis
Letak SDN Salaman 1 secara geografis berada di Kecamatan Salaman yang posisi wilayahnya diapit  beberapa kecamatan. Kecamatan Kajoran berada di arah barat daya,  Kecamatan Borobudur di timur, sedangkan  Kecamatan Tempuran berada di arah utara. Sebelah selatan Kecamatan Salaman merupakan perbukitan yang sebagian wilayahnya masuk di wilayah Kabupaten Purworejo.
SDN Salaman 1 yang berada di dusun Kauman, Desa Salaman, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini mudah dijangkau dengan kendaraan umum karena letaknya yang berada dipinggir jalan utama Magelang Purworejo sekitar Km 17.3, tepatnya di sebelah barat kantor POLSEK Salaman.

Peta Kecamatan Salaman:




Letak secara Astronomis
Secara astronomis, SDN Salaman 1 tepat berada pada 70 34’51.6” LS
dan 1100 07’45.1” BT






Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang

Sekedar turut menyimak hingar-bingar diskusi di linimasa seputar alotnya pembahasan UU Pilkada beberapa hari lalu, nampaknya beragam tanggapan dari berbagai kalangan dengan beragam sudut pandang pula. Suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju, realitas politik telah diputuskan bahwa kepala daerah, dalam hal ini gubernur, dan bupati/walikota untuk masa ke depan akan dipilih lagi oleh para wakil rakyat. Dengan demikian mekanisme pemilihan langsung kepala daerah tidak lagi diterapkan.

Realitas tersebut disebut oleh beberapa kalangan sebagai sebuah kemunduran demokrasi. Benarkah demikian? Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan demokrasi itu? Apakah kita semua telah paham dengan gamblang dengan apa yang dimaksud demokrasi? Pertanyaan ini tentu saja lebih terkhusus tertuju untuk diri penulis sendiri yang sebenarnya hingga saat ini masih belum paham makna demokrasi serta masih terus belajar untuk menemukan sebuah pemahaman yang utuh.

Perkenalan demokrasi tidak lepas dari perjalanan di bangku sekolah. Secara sederhana demokrasi dimaknai sebagai sebuah sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dibutuhkan suatu sistem pemerintahan untuk mewujudkan sistem yang menjamin kepentingan rakyat. Dalam sistem demokrasi, rakyat yang berjuta-juta jelas tidak mungkin secara langsung merumuskan, membahas, memutuskan hingga mengeksekusi program-program dalam rangka memenuhi kepentingan rakyat. Maka dari itu diperlukan sebuah sistem perwakilan. Ada wakil rakyat di legislatif yang membuat berbagai peraturan perundang-undangan. Ada pihak eksekutif yang mengeksekusi penerapan peraturan perundangan. Dan ada juga yudikatif yang bertugas melakukan penegakan hukum.

Kembali ke msalah pro-kontra pilkadal atau pemilihan kepala daerah secara langsung dalam pemilihan pimpinan daerah. Bagi rakyat, langsung ataupun tidak langsung harusnya tidak terlalu menjadi persoalan sepanjang bahwa para wakil rakyat yang memilih ataupun pemimpin yang akan dipilih benar-benar memiliki niat serta itikad untuk benar-benar mengabdi dalam rangka memajukan kesejahteraan rakyat. Jangankan kok hanya soal cara pemilihan kepala daerah yang langsung ataupun tidak langsung oleh rakyat, mau sistem pemerintahan yang diterapkan monarkhi, ologarki, diktator, atau hingga pemerintahan setan dan dajjal, asalkan rakyat benar-benar sejahtera apakah masalah?

Intinya, buat apa rakyat kecil, lapisan masyarakat bawah, wong cilik, turut ngotot-ngototan bicara politik hingga satu sama lain saling bersitegang bahkan bermusuhan karena perbedaan pandangan politik, sementara sebenarnya para elit negeri ini hanya sekedar sedang memperjuangan kepentingan partainya, kepentingan golongannya, bahkan kepentingan serta ambisi pribadinya masing-masing, sementara kita sepenuhnya tidak yakin dengan ketulusan itikad para wakil rakyat ataupun elit birokrat untuk mengutamakan kepentingan rakyat! Bukankah sangat terlihat bagaimana masing-masing pihak saling bersikukuh dengan pendapatnya yang semakin menunjukkan bahwa ambisi mereka hanyalah kekuasaan, hanyalah jabatan, hanyalah kesejahteraan bagi diri mereka masing-masing.

Mau pilkadal atau tidak pilkadal, toh yang kita peroleh tetap sama-sama kadal to? Kadal, terlebih kadal buntung terlanjur salah kaprah diasosiasikan sebagai sosok yang licik dan haus kekuasaan, lengkap dengan sifat khianat, korup, dusta, hingga sewenang-wenang. Mereka sama sekali tidak menyadari telah beruntung mendapatkan amanah rakyat, namun justru amanah itu dipergunakan untuk memperbodohi rakyat dan memperalat rakyat untuk kepentingannya sendiri. Mohon maaf untuk kadal yang sebenar-benarnya binatang kadal. Kalian semua sesungguhnya tidak tahu-menahu soal politik, terlebih politik di Indonesia tetapi naik baik kalian menjadi sedemikian tercemar dalam permainan demokrasi yang manipulatif. Maaf, beribu-ribu maaf!

Katanya demokratis, tetapi suara rakyat harus dibeli. Di lapisan elit sudah sangat tidak percaya diri bahwa yang diinginkan rakyat adalah pengabdian yang setulus-tuluskan untuk membangun kejahteraan bersama. Sementara di kalangan rakyat juga banyak yang prakmatis transaksional bahkan berkata “mau dipilih, wani piro?“, dan akhirnya benar-benar memilih siapa yang memberinya uang. Demokrasi macam apa jika tidak lagi dilandasi dengan kesucian hati nurani? Demokrasi kuda lumping yang mangan beling?

Jika demokrasi sudah sedemikan dimanipulasi hanya untuk kepentingan elit semata, apakah masih valid jargon bahwa demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat? Kelihatannya demokratis, bahkan banyak negara di dunia menyanjung-nyanjung setinggi langit kemajuan demokrasi di Indonesia, namun apakah realita kesejahteraan rakyat hari-hari ini dan seterusnya semakin meningkat? Bisa jadi kita tengah tertipu atau terlena dengan impian kosong tentang sebuah demokrasi yang sebenar-benarnya sama sekali bukan demokrasi. Kelihatannya demokrasi, bungkus luar serta kemasannya saja yang demokrasi, tetapi ruh sejatinya justru bertentangan dengan nilai demokrasi.

Pelajaran utama dari setiap bergulirkan proses politik di tanah air adalah bahwa rakyat harus semakin cerdas untuk membedakan mana semua dengan yang sejati, yang asli dengan yang palsu, yang pura-pura dengan yang sungguh-sungguh. Mana yang wingko mana yang kencono, mana yang sekedar kertas loyang dengan mana yang sebenar-benarnya emas. Untuk itu semua rakyat harus kembali kepada kesucian hati nuraninya, karena di dalam kesucian hati nurani rakyat yang sejati Tuhan senantiasa membimbing manusia untuk mencapai kesejahteraan, bahkan keluhurannya sebagai manusia yang beradab. Hanya dengan cara demikian rakyat akan mendapatkan para wakil dan juga para pemimpinya yang sejati pula. Para wakil dan pemimpin yang benar-benar amanah terhadap amanat rakyat!

Ngisor Blimbing, 27 September 2014


Filed under: Jagad Bubrah Tagged: demokrasi, pilkada langsung

Pada musim pilpres lalu, saya sempet sebel dengan update status temen2 dan berita2 soal pilpres yg lebih banyak membingungkan daripada mencerahkan. Lalu, saya coba berpikir seperti temen2 yg cerewet politik itu. Sisi cerewet saya berkata,”Sori sob kalo bikin sebel. Kirain status dan berita soal pemimpin bangsa kita tu penting. Ternyata malah ngeganggu kamu. Wajar. Kamu […]

The post Status Facebook Kala Musim Pilpres appeared first on Vampir Magelang | @Pengkarya.

Biji lerak kalau di Jawa biasanya untuk mencuci  batik. Emak saya biasa memakai lerak untuk mencuci jarik batiknya. Biji lerak mengandung saponin yang bersifat sebagai emulsifier. Dengan biji leran ini minyak dan air akan bisa membentuk emulsi.

Kandungan saponin dalam biji lerak ternyata juga bisa digunakan untuk pestisida nabati hama keong emas. Keong emas sering memakan tanaman padi yang masih muda. Padi yang baru di tanam bisa habis diserang keong.

Penggunaan lerak untuk menanggulangi keong emas cukup mudah. Larutkan lerak dengan air dan kemudian diencerkan secukupnya setelah itu disemprotkan ke lahan sawah. Keong emas akan berkurang dengan sendirinya.

Cara lain untuk menanggulangi hama keong emas secara organik adalah dengan menggunakan biji pinang. Biji pinang ditumpuk dan diencerkan dengan air. Airnya kemudian disemprotkan atau disiramkan ke sawah yang terserang keong emas.

Kurangi penggunaan racun kimia. Silahkan dicoba cara ini.

Artikel lain tentang pestisida nabati: PESTISIDA NABATI


Tanaman mimba (Azadirachta indica) adalah salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai peatisida nabati. Mimba memiliki beberapa keunggulan dibandingkan bahan pestisida nabati lainnya, antara lain: bersifat sistemik dan berspektrum luas. Senyawa aktif yang terkandung di dalamnya adalah azadirachtin (C35H44O16), selain itu juga mengandung meliantriol, nimbin, nimbidin, salanin dan komponen lainnya. Azadirachtin mengandung 17 komponen (Agus Kardinan, 2014).

Mimba efektif untuk mengendalikan sejumlah hama (OPT), seperti serangga, kutu, dan nematoda. Termasuk serangga yang masuk ke dalam jaringan tanaman, seperti penggerek batang, karena azadirahtin bersifat sistemik dan bisa masuk ke jaringan tanaman.

Bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai pestisida nabati adalah biji dan daun. Namun, kandungan senyawa aktif di dalam biji lebih banyak. Kandungan minyak dalam biji antara 35%-45%. Bagian biji ini yang lebih banyak dimanfaatkan.

Ada beberapa cara pemanfaatan mimba sebagai pestisida, yaitu: pengepresan, ekstraksi, penepungan, dan pasta.

Pengepresan
Pengepresan adalah cara paling sederhana untuk mengambil senyawa aktif mimba. Caranya, biji ditumpuk dengan alu atau alat lain sehingga berbentun seperti bubuk. Selanjutnya remahan biji mimba ini dipress hingga keluar minyaknya. Minyak ditampung dalam wadah. Minyak ini lah yang digunakan sebagai pestisida nabati. Efisiensi pengepresan bisa ditingkatkan dengan pemanasan. Alat pengeres dibuat sedemikian rupa sehingga bisa dipanaskan. Pemanasan akan memudahkan keluarnya minyak, karena minyak akan lebih encer.

Ekstraksi
Ekstraksi bisa dilakukan dengan menggunakan pelarur air atau pelarut organik (etanol, metanol, heksan, atau pelarut lainnya). Cara ekstraksi air adalah cara yang paling mudah dan dipraktekkan oleh petani. Pertama biji mimba ditumbuk, kemudian direndam dengan air , diaduk hingga tercampur merata, lalu selama satu malam. Padatan akan tenggelam. Airnya yang digunakan sebagai pestisida nabati.

Cara yang sama digunakan untuk pelarut organik, hanya airnya diganti dengan etanol, metanol, atau pelarut lainnya. Pelarut organik ini kemudian diuapkan untuk mengurangi konsentrasinya.

Bungkil sisa pengepresan dapat dimanfaatkan sebagai campuran kompos. Kompos yang mengandung bungkil biji mimba bermanfaat untuk mengendalikan OPT yang berada di tanah, seperti uret.

Tepung Biji Mimba
Pembuatan tepung biji mimba dilakukan dengan cara menumbuk/menggiling biji kering hingga menjadi tepung. Tepung biji mimba diaplikasikan ke tanah untuk mengendalikan hama/OPT yang menyerang dari dalam tanah.

Pasta Mimba
Biji yang masih basah mengandung banyak minyak mimba (30-40%). Biji mimba dilumatkan dengan menambahkan sedikit air akan menghasilkan pasta biji mimba. Aplikasinya dengan cara melarutkan pasta mimba dengan menambahkan bahan pengemulsi, seperti sabun, agar minyak dapat terlarut dalam air.

—–
Disarikan dari artikel & penjelasan Prof. Dr. Agus Kardinan.
—–

Artikel lain tentang pestisida nabati: PESTISIDA NABATI


Festival Film Merapi 2014

-

TLATAH BOCAH

on 2014-9-26 6:59am GMT

Festival Film MFestival Film Merapi 2014erapi adalah sebuah ikhtiar untuk melakukan dialog kultural tentang kearifan semesta secara luas dan gunung api Merapi secara khusus. Perayaan seni budaya ini mengakomodasi gerak manusia yang senantiasa ingin mencari, menemukan dan memberdayakan tanda-tanda alam untuk mengiringi kebutuhan hidupnya. Pada titik tertentu, hubungan yang diharapkan adalah harmonisasi antara gerak alam, manusia dan aktivitas hidupnya. Dasar dari semua ini adalah pemikiran, sikap dan laku “Eling lan Waspada” dan menjadi tema festival tahun ini.

 

Program / Kegiatan

1. Pemutaran Film

2. Mocopatan

3. Studi Alam (Camping, Tracking)

4. Sambung Rasa

5. Api Unggun

 

Waktu Pelaksanaan

Hari : Sabtu-Minggu

Tanggal : 15 – 16 November 2014

Pukul : 13.00 WIB – selesai

Tempat : dusun Gowok Pos, desa Sengi, kecamatan Dukun,

kabupaten Magelang, propinsi Jawa Tengah

 

Merapi tidak saja eksotik dari sisi fisik, tetapi juga memiliki ruang sublim untuk kegiatan yang sifatnya spiritual. Hamemayu Hayuning Bawana, atau dapat diartikan secara bebas sebagai memperindah keindahan dunia, adalah aksi kerja perbaikan lingkungan fisik dan spiritual. Laku multidimensi-spiritualitas budaya ini mewujud dalam upaya manusia untuk berbuat arif. Festival ini berusaha menjadi jembatan bagi para pihak untuk bekerja sama dalam Hamemayu Hayuning Bawana.

 

Festival Film Merapi merupakan Srawung Gunung untuk membangun pemahaman bersama atas dinamika kegunungapian di Indonesia. Sejarah, mitigasi, pemantauan dan sekitarnya atas gerak gunung api adalah informasi yang harus dipahami secara jernih. Pengetahuan ilmiah dan kearifan lokal harus dipahami dalam konteksnya masing-masing. Festival ini menjadi ruang belajar atas fenomena yang terus berkembang di sekitar gunung api, khususnya Merapi, sehingga menjadi penanda bersama bagi sikap eling lan waspada.

 

Tujuan & Manfaat

1. Mengelaborasi kearifan alam dan manusia untuk menciptakan harmonisasi kehidupan personal maupun komunitas .

2. Menjadi jembatan bagi para pihak untuk bekerja sama dalam kerangka eling lan waspada dan hamemayu hayuning bawana.

3. Menjadi ruang belajar bersama atas fenomena gunung api Merapi dari sisi pengetahuan ilmiah dan kearifan lokal.

4. Menumbuhkembangkan jaringan komunitas pelajar-mahasiswa-pecinta alam yang memiliki perhatian pada seni film dan kebudayaan seluas-luasnya.

5. Menjadi bagian dari hajatan Festival Tlatah Bocah di lingkungan komunitas gunung Merapi yang sudah diselenggarakan selama delapan kali semenjak 2007.

 

Ketentuan Peserta

1. Pendaftaran-kontribusi peserta Rp. 100.000,- (#seratus ribu rupiah#) per orang. Registrasi melalui akun email panitia disertai hasil scan/foto bukti transfer dan nama sesuai KTP/Kartu Pelajar-Mahasiswa yang akan mengikuti festival. Batas akhir pendaftaran online 1 Nopember 2014 pukul 23.59 WIB. Apabila pendaftar melebihi kuota dan sudah melakukan transfer, maka panitia akan mengembalikan uangnya maksimal 1 minggu setelah kegiatan selesai.

2. Peserta adalah pelajar (individu/kelompok) Sekolah Menengah Atas/setara dan Mahasiswa dari seluruh Indonesia, sehat jasmani dan rohani. Tiap kelompok maksimal 4 orang dan tidak harus membawa karya film.

3. Panitia membatasi maksimal 100 peserta (diprioritaskan berdasar urutan pendaftaran dan keterwakilan sekolah/kelompok/daerah).

4. Tiap peserta/kelompok membawa peralatan kemah/camping secara mandiri (termasuk obat-obatan dan konsumsi-snack pribadi). Jika terjadi hujan, panitia telah menyiapkan gedung sekolah dasar di sekitar lokasi kemah dan rumah-rumah warga sebagai tempat untuk menginap sekaligus melaksanakan kegiatan festival.

5. Tiap peserta/kelompok dihimbau untuk menyiapkan minimal sebuah tembang mocopat/lagu tradisional yang akan dipentaskan dengan kemampuan-kekhasannya masing-masing.

6. Peserta boleh membawa kamera foto, video dan peralatan lainnya. Peralatan-peralatan yang dibawa menjadi tanggung jawab pribadi.

7. Dilarang membawa dan menggunakan narkoba, minuman keras, senjata tajam, dll yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Panitia akan menyerahkan yang melanggar hal ini kepada pihak yang berwenang secara hukum.

8. Transportasi dari daerah asal ke Magelang (pulang pergi) ditanggung sendiri. Panitia akan melakukan penjemputan peserta di Terminal Muntilan, Magelang pada Sabtu, 15 Nopember 2014 mulai pukul 07.00-12.00 WIB, untuk kemudian diantar ke lokasi festival. Panitia akan mengantar kembali peserta ke Terminal Muntilan, Magelang pada Minggu, 16 Nopember 2014 antara pukul 13.00-15.00 WIB.

9. Keputusan panitia mutlak, tidak dapat diganggu gugat.

 

Ketentuan Karya Eksebisi

1. Kategori karya BEBAS.

2. Tema seputar Gunung Api Merapi atau Gunung Api lainnya di Indonesia.

3. Durasi maksimal 30 (tiga puluh) menit (sudah termasuk opening dan credit title).

4. Tahun produksi/pembuatan BEBAS.

5. Karya dibuat individu/kelompok, dalam satu sekolah/kampus yang sama/berbeda, dan dikirimkan atas nama sekolah/kampus yang diikuti sutradara.

6. Tim produksi pelajar/mahasiswa aktif (dibuktikan dengan scan-photocopy kartu pelajar/mahasiswa terbaru).

7. Karya berbahasa lokal wajib diberi subtitle bahasa Indonesia.

8. Boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) karya.

9. Karya yang pernah mengikuti festival lain, boleh diikutsertakan.

10. Karya dikirimkan via pos dalam bentuk cakram DVD dengan file .AVI atau MPEG4 atau .mp4 paling lambat 1 Nopember 2014 (cap pos). Formulir pendaftaran dan kelengkapan karya boleh dikirimkan melalui email.

11. Musik/lagu dan materi lainnya (foto, video, cetakan/grafis, dll) yang digunakan dalam film tidak boleh menggunakan milik orang lain, kecuali ada ijin tertulis dari pembuatnya. Penggunaan musik/sound dari situs internet free/gratis wajib mencantumkan nama situs/websitenya di credit title. Peserta bertanggungjawab sepenuhnya atas hal ini jika ada tuntutan pihak lain di kemudian hari.

12. Hak cipta karya milik peserta. Khusus untuk kepentingan publikasi, penyelenggara dapat menggunakan karya (sebagian/utuh) untuk ditampilkan di website FilmPelajar.com dan media nirlaba lainnya.

13. Keputusan tim kurator adalah mutlak, tidak dapat diganggu gugat.

 

Tim Panitia

Merapi Kawedar – Gowok Pos | Tlatah BocahFilmPelajar.com Komunitas AGSA | Tim Relawan Festival Film Merapi

 

Kontak Panitia

Gunawan Julianto | 0818 – 0272 3030 | 0852 – 0055 1055

 

Email

[email protected]

 

Rekening

BCA No. 1040-3444-34

a/n R. Gambir Wismantoko

Pilkada tak akan dipilih langsung oleh rakyat. Menurut saya ada bagusnya juga. Gak perlu repot-repot lagi bolos kerja. Dan gak perlu lagi banyak main duit disana-sini. Toh pemimpin daerah yang dipilih langsung dan tidak, sikapnya kepada rakyat sama saja. Yaitu mereka gak mau tau. Hmmm…


Tentang Cinta

-

AmaliaRizki.com

on 2014-9-26 12:41am GMT

Cinta.. Ahay sekali-sekali bolehlah ya ngomongin soal cinta.. Kayaknya jarang banget cinta-cintaan di blog ini. Oke, cinta-cintaan kali ini random bin absurd karena emang ngalir begitu saja (bukan curhat juga lho). Eaaa.

Ehm.. Cinta… Katanya jatuh cinta berjuta rasanya. Hidup yang suram menjadi berwarna. Hati yang redup menjadi ceria. Tai kuda berasa gula-gula. Ya, memang seperti itu kenyataannya, tetapi syarat dan ketentuan berlaku lho, JIKA SI DIA MENYAMBUT CINTA KITA. CATET!. Lha, kalau bertepuk sebelah tangan? Tentu rasanya seperti brotowali. Pahit.

Cinta erat kaitannya dengan hati, bagian yang amat sensitif dari manusia. Tergores sedikit saja sulit untuk menyembuhkannya. Berbeda dengan jari yang teriris pisau, cukup diberi obat merah lalu sembuh dalam waktu 1-2 hari. Sampai-sampai ada istilah ‘daripada sakit hati lebih baik sakit gigi’. Kalau saya sih ga mau dua-duanya, podo sakite.

Cinta adalah perasaan. Perasaan yang sangat halus dan tulus. Muncul tanpa paksaan. Muncul tanpa alasan. Boleh saja kita tak menyambut cinta seseorang tapi jangan jadikan perasaannya sebagai permainan. Bisa ditarik ulur sesuka hati. Ya, terkadang kita tak menyadari hal itu. Menurut kita mungkin apa yang dilakukan biasa saja padahal ada hati yang tersakiti disebrang sana.

Apalah arti cinta tanpa tanggungjawab. Berani bercinta, berani bertanggungjawab. Berani berkomitmen. Siap menjaga fisik dan perasaan pasangan. Tak cukup dengan kata-kata, buktikan dengan tindakan. Tak siap berkomitmen? Jangan sekali-sekali merespon cinta seseorang. Kepalsuan hanya akan menyakiti pihak lainnya.

Cinta tak bersyarat. Ga harus punya mobil mewah, kuda 1 milyar, jet pribadi, bajaj pribadi, harus sixpack, harus se-seksi aura kasih, dan lain-lain. Tetapi kata Tulus, cinta juga jangan apa adanya, dalam arti ada tuntutan agar kedepannya lebih baik, seperti bekerja keras dalam mewujudkan cita-cita agar kelak bisa membahagiakan pasangan lahir batin. Ga mungkin kan makan cinta tok?

Cinta yang manis bikin mabuk kepayang. Cinta yang pahit bikin galau bukan kepalang.

Mencintai orang yang benar (kalau memang jodohnya) ? Bersyukurlah. Kemudian, seriuslah. Perjuangkanlah. Jangan sia-siakan kehadiran cinta tersebut.

Mencintai orang yang salah? No problemo. Salah adalah benar yang tertunda. Ambil saja hikmahnya. Kemudian, teguklah ba*gon. Hahaha.

Nikmatilah saat-saat jatuh cinta. Ikhlaskan dan maafkanlah saat-saat patah hati.

Cinta…..hmmm apalagi ya? Ada yang mau nambahin?

*bersambung….kapan-kapan

Desa Krasak merupakan salah satu desa di Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. letaknya cukup strategis karena di lalui jalan raya utama yang menghubungkan Magelang- Purworejo. Akses warga untuk bepergian lebih mudah karena desa Krasak di lewati jalan raya Propinsi yang menghubungkan Semarang-Purwokerto. Bus- bus besar jurusan Semarang-Purwokerto ataupun Semarang-Cilacap. 

Sebagian besar warga desa Krasak bekerja sehari-hari sebagai petani, pedagang, pekerja bangunan, kerja di sektor transportasi sebagai kernet dan sopir, dan sebagian lagi ada yang meratau ke kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Mereka pulang saat lebaran tiba atau pas ada acara keluarga atau hajat desa seperti Nyadran.

Mayoritas warga desa Krasak beragama Islam, tapi juga ada beberapa penganut Hindu, Kristen dan Katolik dan jumlahnya tidak seberapa banyak, kebanyakan mereka adalah para pendatang yang bekerja dan menetap di Desa Krasak, Walaupun agama Islam menjadi agama mayorias di desa ini, tidak sekalipun terjadi benturan di masyarakat yang berkaitan dengan agama. Mereka tetap hidup guyub rukun dalam kehidupan sehari-hari.

Dusun Karanganyar dan Margosari adalah dusun di Desa Krasak yang warganya masih begitu kuat memegang ajaran Islam, Dua dusun ini merupakan basis massa Nahdlatul Ulama dan Partai persatuan Pembangunan, Salah satu partai yang menjadikan Islam sebagai asasnya. Di dusun Margosari ada sebuah pondok pesantren yang menjadi rujukan bagi warga di Desa Krasak dan sekiarnya belajar agama Islam.

Dahulu di desa Krasak hanya ada satu buah Masjid untuk masyarakat warga desa shalat Jumat, tetapi sekarang hampir tiap dusun memiliki masjid sendiri, bahkan setiap RT di beberapa tempat memiliki Mushola sendiri. Selain untuk tempat ibadah sehari-hari, juga di gunakan sebagai tempat untuk musyawarah warga dan kegiatan sosial lainnya. 

Masjid Watughenuk merupakan Masjid pertama berdiri di Desa Krasak sekitar 200 tahun yang lalu. Masjid Watughenuk terletak di Dusun Krajan, letaknya persis di pinggir Jalan raya Magelang-Purworejo, saat jam-jam shalat tiba tidak hanya warga sekitar saja yang menggunakan untuk shalat tapi banyak juga orang yang sedang dalam perjalanan mampir untuk istrirahat dan shalat. 

Nama Watughenuk di ambil dari kata Watu yang berarti batu dan Genhuk yang berarti gemuk atau besar. Dahulu kala ada sebuah batu yang jatuh dari langit, dan batunya lumayan besar. Batu tersebut jatuhnya tepat dimana Masjid Watughenuk sekarang. Untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan misalnya tempat jatuhnya batu tersebut menjadi ajang kemusrikan, maka para ulama pada waktu itu membangun sebuah masjid tepat dimana batu tersebut jatuh. Watughenuk atau batu Ghenuk tadi akhirnya tertutup oleh bangunan masjid Watughenuk.

Masjid Watughenuk tercatat sudah tiga kali mengalami renovasi, Renovasi terakhir dilakukan sekitar tahun 90-an, Dalam renovasi terakhir ini masjid di buat dengan arsitektur moderen, tapi tetap tidak meninggalkan ciri khas Masjid yang usianya telah ratusan tahun, Empat tiang masjid yang sudah ada dan menjadi bagian dari Masjid Watughenuk puluhan tahun di pertahankan. Dan waktu itu Masjid Watughenuk merupakan masjid termegah yang ada di desa Krasak.

Setiap hari Jumat tiba, masjid selalu penuh oleh jamaah yang akan melaksanakan shalat Jumat, Bahkan ada banyak jamaah dari desa lain yang sengaja datang dan Jumatan di Masjid Watughenuk, Karena mereka percaya kalau shalat di Masjid yang usianya sudah ratusan tahun akan mendapat pahala yang berlipat ganda. Mungkin ada benarnya juga pendapat mereka, Dengan Shalat di masjid yang usianya ratusan tahun mereka bisa lebih khusuk daripada masjid biasa.

Lagi nyari tempat buka di Inggris. Ada rumah makan keren. Simply Bright Resto. Punya orang Indonesia. Ternyata artinya Rumah Makan Padang Sederhana.

The post RM Padang Sederhana appeared first on Vampir Magelang | @Pengkarya.

Originally posted on Mike Shinoda's Blog:
Andre Authority:Great cool Originally posted on Mike Shinoda's Blog: View originalFiled under: Related Post