Dari Para Pendekar

Kopi Ireng

-

Mas Ivan

on 2014-8-29 4:39pm GMT

Bukan pecinta kopi akut memang, namun tak apalah karena tersuguh gratis setiap hari di tempat kerja bersanding dengan teh celup, selanjutnya masuklah si hitam ini jadi salah satu menu harian yang tak luput dari incaran.

Ambil gelas sesuai selera, masukkan kopi ireng bersama dengan gula, seduh air panas, dan aduk hingga merata.

Salam kopi ireng kepada seluruh pecinta kopi di tanah air ! Apapun kopi Anda, berapa-pun harga yang menjadi patokan standart konsumsi sruputan saat ini, kopi ireng podo wae kopi yang berampas dan butuh seduhan air panas plus gula.

(Ngisor Ringin, 29 Agustus 2014)

Kliping Kompas tgl 29 Agustus 2014, hal 14, kol 1-2

Kliping Kompas tgl 29 Agustus 2014, hal 14, kol 1-2

Ngapain pemerintah repot-repot menyiapakan lahan untuk menyediakan biomassa, lha wong biomassa yang tersedia saja belum tergarap.

Hari ini saya baca sebuah berita kecil di Harian Kompas, tgl 29 Agustus 2014, halaman 7, kolom 1-2. Judulnya menarik bagi saya: Energi Terbarukan; Lahan Pengembangan Biomass Disiapkan. Ketika saya membaca berita itu sedikit senang, karena pemerintah punya keinginan untuk mengembangan energi alternatif yang terbarukan. Akan tetapi saya akan mengkritisi kebijakan pemerintah ini.

Saya sudah mendengar desas-desus akan pengembangan energi dari biomassa ini. Kebutuhannya memang sangat besar, khususnya untuk pasar export. Konon kabarnya Korea sudah melarang penggunaan batubara dan mengantinya dengan biomassa. Artinya, kembali ke jaman baheula lagi. Kasarnya begini; energi biomassa = kayu bakar. Karena yang dibakar sama-sama kayu, cuma namanya sekarang sedikit mentereng: energi biomassa.

Korea adalah negeri yang industrinya maju, tentu saja sangat membutuhkan banyak energi untuk menjalankan industrinya itu. Nah, mereka kan tidak punya lahan yang luas. Datanglah mereka ke Indonesia mencari lahan untuk menanam ‘kayu bakar’. Menurut kabar desas-desus lagi yang tidak jelas kebenarannya; investor korea sudah menanam ribuah hektar tanaman ‘kayu bakar’ di Indonesia, di wilayah Indonesia Timur dan Kalimantan.

Saya tidak tahu apakah ini sudah direncanakan matang-matang atau sekedar ikut-ikutan. Menurut berita Kompas di atas pemerintah akan menyiapkan lahan untuk penanaman ‘kayu bakar’. Kata kabar berita itu lagi, konon, Indonesia membutuhkan 2 juta ha lahan untuk menanam ‘kayu bakar’.

Ngapain pemerintah repot-repot menyiapkan lahan untuk ‘kayu bakar’ seluas itu. Lha wong Indonesia punya banyak limbah biomassa yang melimpah ruah dan tidak termanfaatkan. Barangnya tinggal ambil saja, tidak usah menanam, bahkan ‘mungkin’ tidak usah beli. Tinggal ongkos angkut saja. Ini saya tahu sendiri, karena lama saya mengelutinya, yaitu: Limbah biomassa KELAPA SAWIT. (Baca: Potensi Limbah Biomassa Sawit)

Indonesia adalah negera produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Produksi minyak sawit menurut data dari BPS tahun 2013 diperkirakan mencapai 26,9 juta ton CPO. Kalau dihitung secara kasar produksi CPO sebanyak itu akan menghasilkan limbah biomassa yang ruuuaaarrr biaya besar zekali; yaitu:

TANKOS: 30.93 juta ton
FIBER dan Cangkan: 25.5 juta ton
Limbah Cair: 94.15 juta ton

Total biomassa (Tankos, fiber, cangkang): 56.43 juta ton.
(Ini hitungan kasar ….lho….)

Neraca Massa Kelapa Sawit

Menurut berita kompas itu lagi 1 ha lahan ‘kayu bakar’ bisa menghasilkan 64 ton ‘kayu bakar’. Ini artinya limbah sawit itu equivalent dengan 882 187 ha lahan ‘kayu bakar’ atau dua kali lipat luas lahan yang akan dibangun di Madura itu.

Konversi energinya juga sangat besar. Dari Tankos, cangkang, dan fiber bisa dihasilkan energi listrik, sedangkan dari limbah cair bisa dihasilkan biogas. Angka perkiraan kasarnya adalah:

Listrik: 16 152 mega watt
Biogas: 2 692 m3.

Ini jumlah anergi yang sangat-sangat besar. Ini belum limbah biomassa yang lain yang dari agroindustri, seperti: bagas tebu, jerami padi, serbuk gergaji, batok kelapa, limbah kotoran ternak, dll. Masih banyak sekali.

Saya tahu, itu hanya itung-itungan di atas kertas. Merealisasikannya tidak mudah. Namun, mbok yao…pemerintah itu juga memikirkan potensi-potensi biomassa yang sudah ada di lapangan. Saya tahu sendiri, limbah biomassa sawit masih ‘terbengkalai’ dan tidak termanfaatkan.

Beberapa kali saya mencoba diskusi dengan pengusaha sawit dan menyampaikan ide ini. Bagi pengusaha sawit, mereka kurang tertari memanfaatkan limbah biomassa sebagai energi. Lha mereka sediri sudah kecukupan energi dari limbah cangkan saja. Bahkan sisa. Apalagi kalau disuruh repot-repot membuat biogas segala. Mereka enggan berinvestasi.

Kalau pun mereka bisa memproduksi listrik dan dijual ke pe-el-en, itungan-itungan mereka masih ‘masuk’. Masalahnya, pe-el-en maunya harganya super murah. Bagaimana pengusaha bisa untung.

Di sini sebenarnya peran pemerintah. Menjebatani antara pengusaha dan kebutuhan masyarakat. Yang butuh energi itu masyarakat luas. Pengusaha punya ‘limbah biomassa’ yang tidak termanfaatkan dan mereka tidak tertarik untuk memanfaatkannya. Posisis pemerintah adalah ditengah-tengahnya. Jadi ‘jembatan’ itu dengan regulasi maupun kebijakan lainnya.

Contoh sederhana, misalnya; pemerintah memberikan subsidi untuk pengusaha yang bisa menyediakan listrik untuk masyarakat. Maksudnya, memberikan harga yang layak bagi pengusaha. Atau memberikan keringanan pajak, infrastruktur dll, sehingga pengusaha tetap bisa mendapatkan keuntungan dari usaha itu.Masih banyak contoh-contoh bentuk dukungan riil pemerintah untuk pemanfaatkan biomassa dari limbah perkebunan di Indonesia.

Seandainya ide ini berjalan, krisis energi akan bisa diatasi. Indonesia memiliki potensi biomassa yang besar dan lahan yang luas.
Kalau hanya sekedar ‘Kayu bakar’ tinggal ambil saja. Tinggal kemauan (good will) dari pemerintah untuk mendorong pemanfaatan ‘kayu bakar’ ini.

Kita tunggu saja kiprah pemerintahan baru ke depan. Apakah masih pro-rakyat atau justru mau mengail di atas penderitaan rakyat.

walllahu’alam.


Masih bingung memilih Travel Umroh yang Terpercaya? bingung memilh paket umroh 2015 dengan pelayanan yang profesional? Pastikan anda memilih tidak berdasarkan asal murah! Rencanakan perjalanan ibadah umroh 2014 atau umroh 2015 anda dengan travel umroh yang menjamin keberangkatan ibadah anda, kami travel Madina Prima Indonesia profesional dalam memberangkatkan jamaah. Alhamdulillah sejak berdiri sampai saat ini […]

Lebih lengkap artikel tentang "Biro Travel Umroh dan Haji Plus Madina Prima Indonesia" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Isu kenaikan harga BBM memanas seiring meredananya suhu politik negeri pasca Pilpres 2014 yang amburadul. Alih-alih untuk stabilitas ekonomi pasar serta kemakmuran negara, permasalahan klasik seputar kenaikan BBM pun kembali muncul dimana antrean para pecandu Bahan Bakar Minyak (BBM) makin meluas di sejumlah daerah dan mengular sebagaimana di Magelang.

Selasa malam (26/08/2014) antrian panjang saya rasakan guna penuhi isi tangki yang saat itu telah mulai keroncongan. Masif, konsisi sperti ini terjadi menyeluruh si persada nusantara. Dan kali ini tercium sebab lantaran Pemerintah melakukan pembatasan kuota premium dan solar bersubsidi untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) secara pro-rata.

Juntrungnya kebijakan ini menjadi dilema tersendiri bagi rakyat pun sebenarnya inilah imbas nyata masa transisi Presiden RI sah ke Presiden terpilih Jokowi – JK yang rentan akan kepentingan.

20140826_193216 20140826_192619 20140826_193318 20140826_193117 20140826_191753
© Image by. Mas Ivan and Google
© Image by. Mas Ivan and Google

© Image by. Mas Ivan

Tak ingin berlama-lama dengan kondisi saat ini sejumlah pihak meminta agar pemerintah mengatasi krisis BBM ini dengan segera. Dua cara ditawarkan, pertama dengan menaikkan harga BBM secara gradual setiap bulan hingga mencapai harga internasional, sedangkan yang kedua menambah kuota BBM subsidi.

Risiko jelas ada terhadap dua opsi tersebut. Selain akan ada penolakan sebagian masyarakat, APBN bakal semakin tertekan karena subsidi energi justru akan semakin membengkak.

Terkait hal ini angin surga datang dari Pemerintah melalui menteri Perekonomiannya dimana Pemerintah berjanji segera atasi krisis BBM dalam 3 hari hingga tak akan ada lagi antrean.

“Dalam waktu kurang dari tiga hari tidak boleh lagi ada antrean yang tidak perlu,” kata Menko Perekonomian Chairul Tanjung dilansir situs Sekretaris Kabinet, Rabu pagi (27/8/2014).

Yah semoga saja seperti yang diharapkan, lantaran beginilah Ngeri-ngeri BBM NKRI yang syarat tipu daya serta kepentingan. Jelas, BBM bener-bener musibah bagi bangsa INDONESIA :)

(Ngisor Rambutan, 28 Agustus 2014)

Ngeri-ngeri BBM NKRI

-

Mas Ivan

on 2014-8-28 12:51am GMT

Ada yang menarik dengan kondisi saat ini pun INDONESIA diketahui sebagai negeri kaya dengan ladang sumber daya energi yang luar biasa. Bayangkan saja, cadangan minyak RI menipis meski sebenarnya produksi minyak terpenuhi (1 juta bpd), dan ini lantaran sebab.

Pengeboran minyak di Sulawesi Barat Hasil akhir setelah proses produksi Kilang Minyak Yang Masih Beroperasi

© Image by. Mas Ivan and Google

Sekedar kalkulasi sederhana saja, setiap hari Indonesia konsumsi 1.41 juta barel minyak, dimana kapasitas kilang untuk olah minyak berkapasitas 900.000 barel per day (BPD), ditambah ada kilang minyak kita namanya PT TPPI mampu memproduksi 250.000 barel minyak produk, yang sengaja dibikin rusak sejumlah pihak.

900.000 bpd ditambah 250.000 bpd berjumlah 1.15 juta barel per hari, dan ini jelas memenenuhi kuota konsumsi rutin harian Indonesia. Ngenes, saat ini kondisi bertolak belakang hingga INDONESIA samapai terkena krisis berkepanjangan yang berdampak kerugian negara serta warga.

Ngeri, produksi 400.000 barel per day (BPD) diakui 350.000 bpd, sedangkan sisanya menguap tanpa bekas yang akhirnya kembali dibeli meski sebenarnya hasil curian yang diselundupkan. Ngeri, kilang minyak yang harusnya mampu produksi 250.000 barel minyak produk dibikin rusak, dan kita harus impor BBM produk dalam jumlah besar untuk penuhi kekurangan konsumsi perhari.

Tahukah kita, rata-rata INDONESIA sehari impor 650.000 bpd BBM produk dan 200.000 crude (minyak mentah) dengan total hampir 1 juta barel, dimana semua pembelian tersebut lewat Petral atau PES. Dan jika kita mau tahu perhitungan duitnya, total impor BBM kita adalah US$ 33 miliar atau Rp 350 triliun.

Semakin ngeri lagi cadangan minyak RI disebutkan hanya tinggal 8 tahun lagi ( 2022 habis). Benarkah demikian ataukah ini akal-akalan semata agar bebas dicuri sejumlah pihak serta kalangan ?  Sungguh, ngeri-ngeri BBM NKRI lantaran BBM Bener-Bener Musibah.

(Ngisor Rambutan, 28 Agustus 2014)

Angklung1Bambu, siapa yang tidak mengenal tanaman khas Indonesia yang satu ini. Bagi para sedulur yang tinggal di pedesaan, mungkin sangat akrab dengan tanaman beruas-ruas ini. Bahkan pada umumnya, keberadaan sebuah padusunan dipagari dengan tumbuhan bambu di pinggirannya. Ada jenis bambu petung yang besar-besar.  Ada bambu apus yang biasa digunakan untuk anyam-anyaman. Ada pula bambu wulung dengan khas warna hitam mengkilatnya. Ada lagi bambu gading dengan kulit kuning gadingnya. Masih ada bambu ampel, ori, dan tentu saja masih sangat banyak jenis yang tidak bisa disebut satu per satu.

Di samping banyak ragam dan jenisnya, bambu juga memiliki banyak kegunaan. Sebut saja hasil kerajinan tangan yang terbuat dari bambu, semisal wakul atau bakul nasi, tampah, tedho, kalo, irik, enthik, tenggok, krombong, kronjot, kranjang, juga capil. Ada juga perlengkapan bangunan rumah yang dapat dibuat dari batang bambu, mulai dari gedhek sebagai dinding pembatas, saka atau tiang, blandar, bahkan usuk dan reng untuk memasang genteng.

Selain itu, bambupun bisa dibuat menjadi peralatan musik. Anda percaya? Monggo diingat, ada seruling bambu, angklung, celung, karinding, celempung, genggong, termasuk arumba alias alunan rumpun bambu yang bisa disebut juga sebagai gambang bambu. Tentu saja masih banyak khasanah alat musik tradisional Nusantara yang terbuat dari batang bambu.

Khusus alat musik angklung, masyarakat sudah sangat mengenalnya sebagai alat musik tradisional asli Jawa Barat. Tidak begitu jelas sejarah asal-muasal alat ini, namun Suku Baduy dalam konon telah menggunakannya secara turun temurun untuk mengiringi upacara persembahan kepada Dewi Sri pada saat musim tanam padi maupun ketika memasukkan panenan padi ke dalam lumbung penyimpanan. Sejarah kemudian mencatat kemunculan angklung buncis pada tahun 1795 di kampung Cipurut, Desa Baros, daerah Arjasari, Bandung. Masa-masa berikutnya angklung mengalami perkembangan yang cukup pesat, terbukti dengan kehadiran jenis angklung seperti angklung gubrag, bungko, hingga angklung modern atau padaeng. Jenis angklung terakhir ini dikembangkan oleh Daeng Soetigna yang kemudian dinobatkan sebagai Bapak Angklung Dunia.

Membicarakan angklung di Kota Bandung, tentu tidak bisa dilepaskan dari Saung Angklung Udjo. Udjo Ngalagena, demikianlah nama lengkapnya, adalah sosok pelestari dan pengembang alat musik tradisional angklung khas Jawa Barat. Dialah sosok yang mempelajari secara seksama musik angklung dari maestro Daeng Soetigna.

Pada tahun 1966, Mang Udjo bersama Uum Sumiati (istri) mendirikan sebuah sanggar atau padhepokan seni angklung yang kini dikenal sebagai Saung Angklung Udjo. Saung yang terletak di Jalan Padasuka 118, Kota Bandung sisi timur,  merupakan perwujudan nyata Mang Udjo terhadap tanaman bambu dengan segala potensi kegunaannya. Di berbagai sudut halaman atau pekarangan saung tumbuh dengan teduh berbagai macam jenis tanaman bambu, diantaranya ada bambu wulung, gombong, gading, ori, serta ampel. Keberadaan rumpun bambu inilah yang menjadikan suasana sejuk nan sepoi senantiasa dirasakan oleh setiap pengunjung yang datang.

Pada kesempatan akhir Agustus lalu, saya berkesempatan turut berkunjung ke Saung Angklung Udjo. Di tengah teriknya panas matahari Kota Bandung, kami diantar dengan sebuah bus memasuki pelataran Saung Angklung. Suasana panas yang semula menyengat, perlahan namun pasti berkurang menjadi semakin sejuk tatkala kami memasuki halaman Saung Angklung yang dipagari dengan berbagai jenis tanaman bambu. Kedatangan rombongan kami disambut dengan sangat hangat oleh pihak saung. Satu persatu tamu yang datang disambut dengan senyuman para neng geulis sambil mengalungkan sebuah angklung mini.

Ruang terdepan dari Saung Angklung merupakan sebuah ruang workshop hasil berbagai kerajinan tangan yang terbuat dari bambu, juga segala macam merchandise yang berkaitan dengan Saung Angklung. Ada kaos dengan berbagai motif khas saung. Ada miniatur wayang golek, kalung, gantungan kunci, peralatan main tradisional, beberapa jenis batik, dan yang sudah pasti aneka angklung baik yang dijual sebagai satuan maupun dalam wujud seperangkat angklung lengkap hingga beberapa oktaf atau rentang nada. Dibandingkan dengan keunikan maupun proses pembuatan yang memerlukan ketekunan dan ketelitian yang ekstra, berbagai produk souvenir karya seni di saung tersebut tentu saja tergolong relatif murah.

Sambil menunggu waktu pertunjukan, kami serombongan dijamu dengan hidangan makan siang di saung dapur. Meski menu yang disajikan cukup mengundang selera, namun sayang seribu sayang kami sama sekali tidak menemukan sajian khas sayur rebung maupun lumpia isi irisan rebung yang menurut kami sangat identik dengan bambunya Saung Angklung.

Tiba giliran menu utama Saung Angklung disajikan. Apalagi jika bukan sajian pertunjukan seni musik angklung yang sudah mendunia lewat Saung Angklung Udjo. Sebagai tambahan informasi, bersama dengan Saung Angklung Udjo, musik angklung telah dipentaskan di berbagai penjuru dunia, baik di Asia, Eropa, maupun Amerika. Bahkan, melalui UNESCO, PBB telah menetapkan angklung sebagai salah satu warisan budaya dunia asli Nusantara. Bukankah kita semua sepatutnya turut bangga dengan angklung, warisan agung dari nenek moyang kita sendiri.

Mengawali rangkaian pertunjukan, sepasang MC muda-mudi memberikan berbagai penjelasan dan informasi yang berkaitan dengan angklung, Saung Angklung, dan beberapa seni tradisi serta budaya khas Sunda atau Jawa Barat. Rangkaian pertunjukan angklung siang itu terdiri atas demonstrasi wayang golek, helaran, tari topeng, arumba, bermain angklung bersama, angklung orkestra, serta menari bersama.

Dari keseluruhan rangkaian pertunjukan angklung, setiap sesi memberikan kesan yang sangat mendalam di sanubari masing-masing penonton. Betapa setiap orang hanyut, terlarut hingga menjadi satu kesatuan bagian dari pertunjukan itu sendiri. Inilah barangkali mukjizat bahwa angklung bisa menyatukan manusia dari beragam latar belakang menjadi sesama saudara dalam paduan sebuah kebersamaan yang terbalut dalam semangat dan suasana yang sangat harmonis, sebagaimana dicita-citakan para penggiat angklung. Bukankah kita sangat beruntung memiliki beragam aset kekayaan seni budaya? Bagaimana mungkin justru kita seringkali kehilangan jati diri dan lebih mengagungkan produk budaya dari luar negeri yang belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa kita? Mohon monggo kita renungkan kembali.

Bandung, 27 Agustus 2014


Filed under: Jagad Budaya Tagged: anglung, bambu, Bandung, paris van java, saung angklung ujo

image

Saya suka baca cerita-cerita lucu. Ada beberapa koleksi buku2 bergenre humor di rak buku saya. Namun, dari sekian banyak buku humor yang saya miliki buku humor yang paling lucu adalah bukunya Bang Arham Kendari.

Pertama kali saya beli buku ini ketika ada pameran buku di JCC (jogja convention centre). Saya ngublek2 semua stand buku di pameran itu, meski harus rela merogoh kocek rp. 5000. Sampailah saya di standnya Yusuf Agensi, stand buku murah yang sudah diafkir. Di balik kerumuman orang itulah saya menemukan buku “Jakarta Undekompor”-nya Bang Arham.

Saya baca buku itu sampai terkencing2 karena tidak kuat menahan tawa. Buku itu benar2 lucu. Hebatnya lagi, meski saya baca berulang2, tetap saya tertawa terpingkal-pingkal. Cerita yang paling saya suka adalah cerita tentang kacang mede.

Bang Arham punya urat humor yang istimewa. Kemampuan menulis dibarengi dengan keahlian mengolah foto dengan sotosop dan mengambar. Gambar2nya lucu2. Ini contohnya.

image

image

Buku Bang Arham adalah kumpulan tulisan2 yang ditulis di blognya. Dan ternyata Bang Arham juga punya akun di media sosial; facebook, twitter, kompasiana, dll. Hebatlah pokoknya.

Untuk Anda yang suka cerita humor wajib memiliki buku2nya Bang Arham. Sudah beberapa buku yang beliau terbitkan. Atau minimal kunjungi akun FB, blog, folow twitternya.

Blog: Arham Kendari
Kompasiana: Arham Kendari

FB: Arham Kendari
Twitter: Arham Kendari

image

image

image

image

image

image


image

Rhizobium yang bersimbiosis dengan tanaman kacang2an sudah sejak lama diteliti dan terbukti bisa meningkatkan produktivitas tanaman kacang-kacangan. Rhizobium banyak dimanfaatkan sebagai mikroba aktif biofertilizer. Ada banyak produk biofertilizer di pasaran yang mengandung Rhizobium. Bahkan, beberapa pupuk cair pun diperkaya dengan Rhizobium.

Buku kecil ini sangat bermanfaat dan penting untuk orang2 yang bekerja dengan Rhizobium. Meskipun tipis tetapi isinya lengkap. Mulai dari pengambilan sampel di lapang hingga pengujiannya.


Namanya juga jaman kalabendu. Jaman edan, dunia penuh kegilaan. Segala aturan, tata nilai, norma, pranata, dan juga segala bentuk keteraturan sudah sasar-susur, jungkir balik, berantakan, berserakan. Bubar bin mawut tidak karuan. Yang salah bisa dianggap benar atas nama suara terbanyak. Yang benar justru dipersalahkan jika tidak berani untuk bersikap wani piro. Yang baik kadang tersamar dan lebih nampak sebagai suatu keburukan. Sebaliknya yang buruk justru diagungkan secara berjamaah menjadi sebuah nilai kebaikan baru atas nama kebersamaan. Inilah negeri Nusantara saat ini. Negeri gonjang-ganjing terombang-ambing dalam masa goro-goro.

Bayangkan saja sedulur! Belum negeri yang apunjung wukir, subur-makmur gemah ripah loh jinawi ini bising dengan gegap-gempita dan hingar bingar pesta demokrasi oleh berbagai arak-arakan pawai jalanan, kemudian disusul gugat-menggugat sengketa hasil pesta, kini di masa transisi rejim penguasa, dan juga isu-isu meresahkan mengenai ISIS, justru rakyat dipusingkan dengan urusan pembatasan BBM bersubsidi.

Lho ada to BBM bersubsidi. Ya asal BBM yang dimaksudkan bukan black berry massenger, ya jelas ada to! Ya nggak? Of course, kita sedang ngobrol soal kelangkaan bahan bakar minyak, khususnya premium bersubsidi yang memang dibatasi menurut pemerintahan yang tinggal memerintah untuk beberapa hari ke depan ini. Simak saja berita-berita terkini yang paling hangat dan menjadi headline. Isu soal BBM ini seolah sudah menggeser isu berita mengenai gugatan pilpres maupun ISIS.


Filed under: Jagad Bubrah Tagged: BN2012, perubahan bangsa

Belum lama ini media nasional maupun internasional dipenuhi dengan aksi gerakan ISI (Islamic State of Iraq Syria) yang semakin meresahkan dihampir seluruh negara islam di dunia khususnya Indonesia. Berita tentang gerakan radikal ini semakin panas dengan berita terbaru yang tentang ancaman ISIS akan menghancurkan Candi Borobudur. Dengan cepat berita ini memenuhi seluruh surat kabar nasional […]

Lebih lengkap artikel tentang "ISIS Ancam Ratakan Candi Borobudur" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

image

Smarphone Android memiliki banyak fungsi dengan aplikasi-aplikasi tambahan. Salah satunya adalah fungsi untuk scan dokumen. Scan dokumen adalah salah satu pekerjaan rutin di kantor. Seringkali kita perlu mengirimkan dokumen dalam bentuk file pdf/image ke rekan kerja atau klien. Jaman dulu pekerjaan ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan scanner. Saat ini bisa dilakukan hanya dengan menggunakan smarptphone Andorid. Caranya sangat mudah.

Banyak aplikasi scanner document yang tersedia di Google play store. Banyak aplikasi yang gratis dan ada juga yang berbayar. Yang berbayar pun harganya sangat murah sekali.

Cara kerja aplikasi ini sangat sederhana dengan memanfaatkan kamera smartphone untuk memindai dokumen. Hasil fotonya selanjutnya diolah menjadi file pdf. Simple.

Screenshots_2013-11-04-14-14-09

1. Cara penggunaannya juga mudah. Dokumen yang akan kita scan diletakkan di meja atau di posisi yang datar dan cukup mendapatkan cahaya.
2. Kemudian kita foto dengan posisi tegak lurus terhadap dokument. Usahakan agar dokumen tidak terkena bayangan tangan kita. Sebaiknya alas yang digunakan juga kontras dengan dokumen yang akan discan. Kemudian ambil fotonya.

3. Aplikasi akan memuat foto dokumen. Ada beberapa pilihan untuk meng-cropping foto sehingga tepat dengan posisi dokumen. Ada juga menu-menu untuk memparbaiki kualitas fotonya; misalnya membuat lebih cerah, lebih terang, lebih kontras, hitam-putih, dll.

4. Langkah selanjutnya adalah mengkonversi ke file pdf.

Kita bisa menambahkan banyak halaman dokumen dalam satu file. File pdf yang dihasilkan juga bisa dikirim atau dishare ke teman/kolega via email, cloud, dll. Mudah sekali.

Kini dengan smartphone Android Anda tidak perlu membeli scanner lagi, karena smartphone Android bisa digunakan untuk meng-scan dokumen.

Berikut beberapa aplikasi scanner dokumen yang tersedia di Google Play Store:

image

image

image

image


Komunitas Koeta Toea magelang (KTM) sebagai salah satu komunitas pecinta bangunan tua di Magelang yang paling aktif kali ini mengadakan acara jelajah yang sedikit berbeda. Jika biasanya acara jelajah yang dilakukan lebih banyak berjalan kaki, kali ini anggota KTM yang berjumlah puluhan orang menjelajahi Borobudur dengan menggunakan sepeda tua. Bukan KTM kalau acara jelajahnya tidak […]

Lebih lengkap artikel tentang "KTM Gelar Jelajah di Borobudur" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Sebuah artikel lama bersumber Majalah CULTURAL yang terbit Desember 2012 – Januari 2013 dengana judul “Tak Ada Bukti Ilmiah Minyak Sawit Tidak Sehat” rasanya cukup menjadi referensi kita terkait dampak serta kebenaran minyak sawit dan seluk beluknya.

Tersaji ringkas dan informatif, poin yang disampaikan melalui 9 paragraf berisi tersebut ternyata gamblang memaparkan bahwa isu yang berkembang saat ini hanyalah black campign semata untuk kepentingan bisnis tanpa dibarengi bukti ilmiah yang jelas.

  • Biji Sawit Berkualitas - © Image by. bumn.go.id
  • Bentangan Lahan Sawit di Area Baru - © Image by. vibiznews.com
  • Dampak Pembukaan Perkebunan Kelapa Sawit Baru di Hutan Gambut
  • Rusaknya Lahan Gambut Hilangkan Habitat Untuk Orang Utan

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono, di Nusa Dua, Bali dalam acara ‘8th Indonesian Palm Oil Conference and 2013 Price Outlook’ mengatakan ; “Black campaign soal sawit itu karena kepentingan bisnis”. Selanjutnya Mentan mengemukakan, pihaknya telah bekerjasama dengan beberapa negara termasuk Amerika Serikat untuk melakukan penelitian terkait minyak sawit terhadap kesehatan. Namun yang beliau justru mengkhawatirkan, “jika dipublikasikan saat itu, mereka para pembuat black campaign akan mencari celah untuk menghantam Indonesia (soal sawit). Dan hal seperti ini di luar negeri banyak dilakukan oleh (Lembaga Swadaya Masyarakat) (LSM) lingkungan tanpa disertai pertimbangan ilmiah, yang lebih cenerung kearah bisnis.

Namun terlepas dari kebenaran isu ilmiah Minyak Sawit terhadap kesehatan, lebih dalam saya menilai bahwa perkembangan produksi Minyak Sawit yang merangkak naik, terlihat dengan tambah luasnya area tanam pohon sawit hingga saaat ini, haruslah dibarengi dengan peremajan lingkungan serta ekosistemnya, mengacu kearifan lokal yang ada.

Dan salut jika saat ini masih ada perusahaan-perusahaan yang selalu konsisten menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan sekitarnya, tanpa menutup mata pun kucuran rupiah mengalir deras siempunya.

TAHUKAH KITA ?

Tahukah kita, pangsa pasar Minyak Sawit terbesar Indonesia adalah India dan Cina, dimana tak lama lagi investasi dari keduanya bakal mbanjir secara bertubi-tubi dalam kepemimpinan Presiden terbaru Jokowi – JK (jika sempat dilantik).

Tahukah kita, sekitar tahun 2012 Prancis berencana menaikkan pajak Minyak Sawit sebesar 300% yang diistilahkan dengan pajak Nutella. Sebuah alasan terkait ini, sebab bahaya gizi dari lemak nabati kelapa sawit yang digunakan sebagai bahan utama dalam hazelnut coklat favorit dan bahan makanan di negara itu sehingga dinaikkan pajaknya. Tujuannya, untuk mengurangi konsumsi luas di negara tersebut dimana rata-rata konsumsi Minyak Sawit pertahun 2 kg atau 126.000 ton.

Tahukah kita, selain black campaign melalui bahaya Minyak Sawit, pihak yang anti-Minyak Sawit juga kampanyekan deforestasi yang meluas di Kalimantan serta Sumatera, mengusur dan membunuh populasi orang utan yang terancam punah karena pembukaan lahan perkebunan sawit yang edan-edanan.

_______

Ingat, apapun yang berlebihan tidak baik untuk kemaslahatan. Pun pendapatan negara akan bertambah dibarengi bertambahnya tenaga kerja (mungkin), produksi Minyak Sawit yang berlebihan berimplikasi langsung pada perluasan hutan serta ekosistem hutan tersebut yang jelas mengikis kearifan lokal di daerah tersebut.

Konsumsi Minyak Sawit yang berlebihan punya dampak negatif terhadap kesehatan penikmatnya, meski kadar kolesterolnya minim atau sama sekali non kolesterol (kalo ada).

[Ngisor Rambutan, 25 Agustus 2014]

Kuda 2 Mata

-

Mas Ivan

on 2014-8-25 9:59am GMT

Tak sekedar pondasi, sketsa rumah serta perencanaan lain yang matang dalam membangun rumah merupakan paket utuh yang harus dipersiapkan. Berawal dari ketertarikan akan film seputar dunia para telik sandi seperti SALT, ngalir aja ingin diri ini menjadi salah satu bagian yang turut merasakan bagaimana serunya pun tak ada afiliasi pada lembaga apapun, organisasi apapun atau orang per-orang yang berkepentingan terkait keinginan ini.

Rapi, terjadwal dan disiplin. Kiranya tiga hal tersebut yang harus teramu utuh dengan segenap konsekwensi tak remeh lantaran nyawa menjadi taruhannya. Tak hanya itu, ada beberapa metode terapan yang butuh kerja keras ekstra dan tentu perlu teori yang panjang untuk menjelaskannya.

Sungguh, secuil harapan dapat membantu pertahankan bangsa dan negara agar merdeka dengan sebenarnya. Itulah hal mendasar mengapa saya ingin turut campur dan membaur, namun jangan sampai melebur yang justeru akan membuat pelakunya kerap kali tersandera dan hancur.

Masih belajar dan akan selalu bejalar terkait hal ini. Tentunya karena ada keyakinan bahwa semua orang mampu menjadi bagian dari para telik sandi negara dengan mencermati detail berbagai upaya yang dapat menghancurkan negara dari berbagai lini dengan rangkaian yang tak dapat terpisahkan satu dengan lainnya.

Kuda 2 mata, demikian saya menyebutnya seiring rencana matang yang kudu disempurnakan semenjak kini.

Telah keluar dari persembunyiannya. Mengamati, mencermati, dan siap membela negara dengan segala konsekwensinya meski nyawa taruhannya.

Kenapa tulisan ini ada ?

Kenapa juga Anda membacanya jika tak ada kepentingan apapun terhadap apa yang saya sampaikan.

INDONESIA bisa, dan kita harus mampu jadi kuda 2 mata untuk pertahankan kemerdekaan INDONESIA yang sebenarnya dari campur tangan Asing, Aseng dan Antek yang berpadu dengan para komunis endhas gonteng baju PKI.
_______

Ngisor Rambutan, 25 Agustus 2014

image

image

Ketika menjajah Indonesia dulu ternyata Belanda telah melakukan pendataan yang lengkap. Buku statistik ini buktinya.

Tidak banyak yang bisa saya sampaikan. Soalnya, saya tidak bisa bahasa Belanda.


image

Buku ini salah satu koleksi buku ‘kuno’ yang ada di rak buku kami. Judulnya “Islam dan Kebatinan” karangan Prof. Dr. H. M. Rasjidi. Buku ini ditulis 47 tahun yang lalu. Pertama kali buku ini saya dapatkan ada di tumpukan bawah meja tahu rumahnya Pak Arifin Mukti. Ternyata isinya menarik dan tidak saya dapatkan di buku2 keislaman kontemporer. Lalu, buku ini saya minta bersama dengan beberapa buku kuno yang lain. Isi buku ini menarik karena membahas tentang beberapa aliran kebathinan yang ada di masyarakat dan sebagian “bercampur aduk” dengan Islam.

Realitanya kebathinan memang eksis dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika SMA dulu saya pernah membeli sebuah buku terjemahan dari bahasa jawa. Judulnya: Kitab Gatoloco dan Kitab Darmogandul. Buku itu dijual di toko buku Cahaya yang ada di samping masjid Agung Magelang. Toko buku ini adalah toko buku Islam yang paling besar dan paling lengkap waktu itu. Saya tertarik membelinya karena di pengantarnya tertulis bahwa buku ini menceritakan tentang sejarah masuknya Islam di Indonesia. Bukunya cukup unik, karena dicetak dalam dua bahasa; satu sisi bahasa jawa dan sisi yang lain terjemahannya.

Saya mulai membaca buku itu. Ternyata isinya benar2 diluar dugaan saya. Isi buku itu bukannya tentang cerita sejarah Islam di Indonesia, tapi justru isinya melecehkan ajaran Islam. Saya tidak meneruskan membaca buku itu. Beberapa bulan kemudian saya mendengar di tvri kalau peredaran buku itu dilarang. Saya jadi ingat dan saya cari buku2 itu lagi. Tidak ketemu. Entah saya buang ke mana buku2 itu. Beberapa tahun kemudian baru saya tahu kalau buku itu merupakan salah satu kitabnya orang kebathinan.

Ketika kuliah saya pernah menginap di rumah teman saya di lereng gunung Sumbing. Bapak teman saya memiliki beberapa koleksi buku di ruang tamunya. Iseng2 saya baca satu buku. Saya terkejut ketika membaca isinya; isinya tentang ibadah yang campur2 dan tentang kitab kejadian manusia. Ternyata bapak teman saya adalah penganut aliran kebathinan.

Ketika KKN saya tinggal di desa terpencil di lereng pegunungan Dieng di Kab. Banjarnegara. Warga di desa saya ada dua kelompok penganut agama; Islam dan Hindu. Ternyata; di desa itu atau di kecamatan itu ada juga penganut aliran kebathinan.

Ketika saya menemukan buku ini baru saya memahami jika orang2 tersebut adalah penganut aliran kebathinan atau aliran kepercayaan. Di KTP mereka mungkin saja tertulis Islam, tapi mereka tidak menjalankan syariat Islam. Mereka beribadah denga cara lain. Ya…kebathinan itu.

Budaya manusia akan saling mempengaruhi. Dalam kasus kebathinan ini entah Islam yang mempengaruhi ‘kebathinan’ orang dulu atau justru ‘kebathinan’ yang mengotori ajaran Islam. Sesudah ratusan tahun Islam masuk ke Indonesia, masih ada beberapa kelompok orang Islam yang mencampur adukkan antara ajaran Islam dengan kebathinan. Akan lebih baik jika orang-orang ini mengikuti dan memilih salah satu saja. Dalam Islam, syirik adalah dosa yang tidak terampuni. Saya rasa demikian juga dalam ‘kepercayaan’ lain. Kalau tidak ‘murni’ tidak akan ‘diterima’ amalannya.

Buku karya Prof. Rasjidi ini sangat membantu saya dalam memahami tentang ‘kebathinan’ itu. Untung saja saya tidak melanjutkan sampai selesai ketima membaca kitab Gatoloco dan Darmogandul. Namun, saya kecewa karena kedua buku itu hilang dan tidak pernah saya temukan sampai sekarang.

Salam membaca.


image

Kelompok buku yang juga memenuhi rak buku kami adalah buku cerita anak. Ada banyak buku cerita yang kami miliki mulai dari kisah2 nabi, sahabat, atau cerita2 saduran dari luar negeri. Salah satu buku cerita anak yang disukai anak-anak adalah Creole.

Creole adalah buku cerita bergambar. Ceritanya sederhana dan tersirat nilai2 kemanusiaan. Dikisahkan tentang kehidupan di hutan di tepi rawa. Kehidupan di rawa itu awalnya tenang dan damai hingga suatu ketika lahirlah seekor binatang yang sangat jelek rupanya. Namanya Creole.

Binatang2 lain ditempat itu membenci dan takut dengan Creole. Mereka takut dan berburuk sangka karena fisik Creole yang buruk dan menakutkan. Binatang2 itu beranggapan bahwa mahluk yang rupanya buruk pasti juga buruk dan jahat.

Creole justru sebaliknya. Creole berhati lembut dan penyayang. Hati dan perangainya lembut dan baik. Selama ini penghuni rawa itu telah berburuk sangka dengan Creole. Kecuali satu binatang anak buaya yang tidak takut kepada Creole.

Melalui anak buaya itu akhirnya Creole bisa diterima dan berkawan dengan binatang2 lain penghuni rawa.

Buku itu sudah kami miliki sejak Royan dan Abim masih kecil. Dulu Abim yang jadi Creolenya. Sekarang Yusuf yang suka dengan cerita itu dan sering menceritakan kembali dengan gayanya yang lucu.

image


Setelah resmi berstatus ‘Negeri’ pada 1 April 2014, Universitas Tidar Magelang langsung menjadi salah satu universitas yang masuk dalam daftar kampus yang diperhitungkan didunia pendidikan. Efek dari pe-negerian Universitas Tidar Magelang pun sudah terlihat dari semakin meningkatnya jumlah pendaftar atau mahasiswa baru pada tahun akademik 2014-2015. Tidak kurang peningkatan mencapai 50% dari tahun lalu. Universitas […]

Lebih lengkap artikel tentang "Berapa Biaya Kuliah di Universitas Negeri Tidar Magelang Tahun 2014?" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

image

Buku ini salah satu koleksi buku lama yang ada di rak buku kami. Sebuah buku sastra, kumpulan cerpen karya Djamil Suherman. Saya baca buku ini beberapa kali. Ceritanya menarik.

Meskipun berupa kumpulan cerpen, tapi ceritanya sambung menyambung menjadi seperti sebuah novel. Ceritanya berkisar tentang kehidupan santri di sebuah pesantren di Jawa Timur. Ceritanya sederhana, tapi menarik. Konon cerita ini berdasarkan pengalaman pribadi penulisnya yang memang dari santri.

Buku ini diberi ulasan/pengantar oleh HB Yassin, salah satu tokoh sastra Indonesia jaman itu. HB Yassin memuji karya sastra ini. Artinya buku ini memang bermutu, layak untuk dibaca dan layak menjadi koleksi.

Selamat membaca.


Tentang Pipa HDPE

-

Agus Mulyadi

on 2014-8-24 10:18am GMT
Dalam dunia konstruksi, kita mengenal dua jenis pipa yang sangat populer, yaitu Pipa PVC dan Pipa HDPE. Tentu kita sudah sangat akrab dengan yang namanya Pipa PVC, karena memang pipa ini sangat mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan pipa HDPE, biasanya hanya orang-orang konstruksi saja yang paham. Nah, dalam postingan singkat ini, saya akan sedikit membahas tentang Pipa HDPE.

Pipa HDPE

Pipa HDPE adalah Pipa bertekanan yang terbuat dari High Density Polyethylene (HDPE), sebuah materi termoplastik polietilena yang terbuat dari minyak bumi. Pipa yang terbuat dari HDPE ini biasanya digunakan untuk konstruksi kelas tinggi, karena memang daya tahannya jauh lebih kuat dibandingkan pipa PVC.

Pipa HDPE dikenal karena kekuatannya. Materinya tak mudah pecah serta mempunyai kepadatan yang tinggi. Selain anti korosi, Pipa ini juga mampu bertahan di suhu yang tinggi (bisa bertahan pada suhu 120° C untuk jangka pendek, dan 110° terus menerus), sehingga sangat cocok digunakan sebagai pipa air ataupun pipa gas.

Karena ketahanan dan kekuatannya, pipa ini sering digunakan dalam konstruksi bawah tanah seperti penanaman kabel, atau saluran air bawah tanah.

Beberapa merk Pipa HDPE yang populer diantaranya adalah Pipa HDPE Wavin, Pipa HDPE Maspion, dan Pipa HDPE Unilon


image

Mungkin ada orang yang tidak percaya hantu, namun banyak juga orang yang mempercayainya. Bagi sebagian orang cerita-cerita hantu yang menyeramkan dan mistis menarik untuk di baca.

Buku horor pertama yang saya baca dulu berjudul “Penunggu Jenazah”; sebuh novel horor yang saya pinjam di sebuah penyewaan buku dekat alun-alun Magelang. Waktu itu saya masih SMP atau SD. Lupa, yang jelas saya masih kecil. Saya lupa nama pengarangnya.

Ceritanya tentang jaman dulu banget. Ada orang yang berprofesi sebagai pengurus jenazah merangkap jadi dukun. Hidupnya menyendiri dan misterius. Dia membawa jenazah dengan menggunakan gerobak kuda. Cerita pun berlanjut hingga tentang tumbal orang untuk pembagunan jembatan atau bangunan konstruksi lainnya.

Lalu cerita2 orang yang mati. Bagaimana mereka mati. Kondisi jasadnya.  Dan cerita2 mengerikan lainnnya.

Di rumahnya yang menyendiri ada satu ruangan khusus. Di ruangan itu ada tengkorak manusia. Pak Tua penunggu jenazah punya ritual meminum darah segar yang dikucurkan di atas tengkorak itu.

Hiii…… seram………

Kini kami kadang2 membeli atau meminjam buku-buku cerita horor, baik novel, kumpulan cerita, maupun komik horor. Misalnya saja: 4 Tahun Tinggal di Rumah Hantu, Penunggu Puncak Ancala, Sekolah-sekolah Berhantu, Blitz dan beberapa judul lain.

Menurut saya cerita-cerita di buku-buku itu biasa-biasa saja. Cerita hantu yang tidak menyeramkan. Ceritanya tidak bisa membuat saya bergidik dan bulu kuduk saya tidak berdiri. Berbeda ketika saya membaca kisah tentang pak tua penunggu jenasah. Bayangan kengerian muncul di kepala saya.

image

Satu buku horor yang menarik menurut saya adalah buku “4 Tahun Tinggal di Rumah Hantu”. Cerita horor berdasarkan kisah nyata ini cukup menarik. Kisahnya tentang sebuah keluarga yang membeli rumah di kawasan Depok. Rumah kuno yang asri itu ternyata menyimpan misteri hantu. Sejak hari pertama ganguan hantu sudah mulai terasa. Dari gangguan-gangguan kecil hingga lantai tanah yang menyembul menjadi kuburan. Seremmmmmm………

Buku cerita yang berjudul Blitz menurut saya cukup bagus. Ceritanya agak datar dan terpengaruh cerita zombie dari luar negeri. Lumayan menghibur.

Membaca cerita-cerita horor bisa menjadi selingan yang menyegarkan. Cerita horor ibarat bumbu penyedap ketika membaca buku-buku ‘berat’ lainnya.

Selamat membaca.

Baca juga : Catatan Buku.

image


image

Mungkin ada orang yang tidak percaya hantu, namun banyak juga orang yang mempercayainya. Bagi sebagian orang cerita-cerita hantu yang menyeramkan dan mistis menarik untuk di baca.

Buku horor pertama yang saya baca dulu berjudul “Penunggu Jenazah”; sebuh novel horor yang saya pinjam di sebuah penyewaan buku dekat alun-alun Magelang. Waktu itu saya masih SMP atau SD. Lupa, yang jelas saya masih kecil. Saya lupa nama pengarangnya.

Ceritanya tentang jaman dulu banget. Ada orang yang berprofesi sebagai pengurus jenazah merangkap jadi dukun. Hidupnya menyendiri dan misterius. Dia membawa jenazah dengan menggunakan gerobak kuda. Cerita pun berlanjut hingga tentang tumbal orang untuk pembagunan jembatan atau bangunan konstruksi lainnya.

Lalu cerita2 orang yang mati. Bagaimana mereka mati. Kondisi jasadnya.  Dan cerita2 mengerikan lainnnya.

Di rumahnya yang menyendiri ada satu ruangan khusus. Di ruangan itu ada tengkorak manusia. Pak Tua penunggu jenazah punya ritual meminum darah segar yang dikucurkan di atas tengkorak itu.

Hiii…… seram………

Kini kami kadang2 membeli atau meminjam buku-buku cerita horor, baik novel, kumpulan cerita, maupun komik horor. Misalnya saja: 4 Tahun Tinggal di Rumah Hantu, Penunggu Puncak Ancala, Sekolah-sekolah Berhantu, dan beberapa judul lain.

Menurut saya cerita-cerita di buku-buku itu biasa-biasa saja. Cerita hantu yang tidak menyeramkan. Ceritanya tidak bisa membuat saya bergidik dan bulu kuduk saya tidak berdiri. Berbeda ketika saya membaca kisah tentang pak tua penunggu jenasah. Bayangan kengerian muncul di kepala saya.

image

Membaca cerita-cerita horor bisa menjadi selingan yang menyegarkan. Cerita horor ibarat bumbu penyedap ketika membaca buku-buku ‘berat’ lainnya.

Selamat membaca.

Satu buku horor yang menarik menurut saya adalah buku “4 Tahun Tinggal di Rumah Hantu”. Cerita horor berdasarkan kisah nyata ini cukup menarik. Kisahnya tentang sebuah keluarga yang membeli rumah di kawasan Depok. Rumah kuno yang asri itu ternyata menyimpan misteri hantu. Sejak hari pertama ganguan hantu sudah mulai terasa. Dari gangguan-gangguan kecil hingga lantai tanah yang menyembul menjadi kuburan. Seremmmmmm………


image

Buku ini juga salah satu buku lama yang mengisi rak buku kami. Beberapa kali kami mensortasi isi rak buku dan menghibahkan beberapa buku yang jarang kami baca, namun buku kuno yang sudah sobek2 ini tetap kami pertahankan ada di rak buku.

Buku ini berjudul: Shag, Rusa Kutup Tak Kenal Mundur. Sebuah buku terjemahan karangan C. Bernard Rutley.  Sepertinya buku ini merupakan pengadaan diknas untuk anak2 sekolah.

Buku ini menceritakan tentang kisah kehidupan  Shag si rusa kutup mulai dari lahir hingga menjadi pemimpin kawanannya. Buku ini ditulis berdasarkan riset tentang kehidupan rusa kutup di alam liar. Rangkaian cerita, kondisi lingkungan, dan uraiannya dibuat seperti kehidupan rusa kutup itu sendiri.

Membaca cerita Shag seperti belajar tentang kehidupan rusa kutup. Cara belajar seperti ini menurut saya lebih mengena daripada pelajaran menghafal buku-buku teks pelajaran. Dengan membaca cerita seperti ini anak-anak juga dirangsang untuk mencintai lingkungan.

Jaman dulu, ketika saya masih kecil, ketika tv masih hitam putih dan jarang, membaca cerita adalah kegiatan yang mengasikkan. Anak-anak tidak terkacaukan dengan acara televisi, main game, atau internetan.

Saat ini kegiatan membaca anak kalah dengan acara televisi yang melenakkan. Jika acaranya mendidik sih tidak mengapa. Masalahnya banyak acara, film, atau iklan TV yang tidak mendidik dan tidak menambah informasi. Anak-anak menjadi malas membaca dan belajar. Waktunya lebih banyak dihabiskan di depan TV, atau gadget. Apalagi membaca buku-buku yang sudah lusuh, kusut, dan gambarnya kurang menarik.

Entah, saya juga binggung bagaimana caranya agar anak2 saya gemar membaca.

image

Baca juga : Catatan Buku.

image


Sempat gagal torehkan coretan kata menjadi kalimat utuh dalam sebuah paragraph ringkas pun seabrek ide mengumpul di umbun-umbun kepala. Seputar dinamika politik negeri nan semakin ngeri, kisah menggelindingnya roda dalam rangkaian touring ke Telaga Warna. Hingga cerita kenalan baru di kantor yang cukup membuat hati terpingkal-pingkal ingin tertawa berpadu sedih lantaran berbumbu dosa.

Bukan males dan bukan pula sok sibuk kenapa konsistensi menulis harus tertunda. Mengumpulkan remah-remah pahala dari sudut terdekat sosok ini pijakkan kakinya, ndilalah semua justeru bikin agenda molor, dan merusak rencana awal yang harus segera hijrah kerencana kedua.

Peramban malam mini tawarkan jasanya menjelajah dunia maya dan sukses tambatkanku dengan tembang Mahameru besutan Dewa 19 lantaran liriknya yang berisi. Mungkin tidak untuk Anda, namun bagiku begitu menderu-deru di qalbu, dan benar-benar picu anthusiasme diri untuk kuatkan azzam agar segera dapat wujudkan impian. Takhlukkan Mahameru, puncak abadi para dewa, yang sebetulnya pucak abadi sang Maha Pencipta.

Mahameru

Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut Ranu Kumbolo…

Menatap jalan setapak
Bertanya – tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Reff :
Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa (Alloh Ta’ala)

Masihkah terbersit asa
Anak cucuku mencumbui pasirnya
Disana nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia
Puncak abadi para dewa (Alloh Ta’ala)…

_______

Secuil ralat untuk konsumsi pribadi aja bukan bermaksud merusak lirik atau merendahkannya. Terang bukan seperti ini seharusnya ; Puncak abadi para dewa (Alloh Ta’ala)…

image

Kali ini saya ingin berbagi tentang buku yang lain yang tersimpan di ranjangku. Kadang-kadang saya  membaca buku sastra; cerita, novel, cerpen, dan kumpulan puisi. Buku ini adalah buku terjemahan kumpulan puisi dari Timur Tengah. Buku ini dulu saya ‘pinjam’ dari perpustakaan sekolah SMAku; SMANSA.

Ceritanya dulu saya langganan pinjam buku di perpus sekolah. Saking seringnya saya pinjam, petugas perpusnya membolehkan saya masuk ke ruangan koleksi dan meminjam buku-buku ‘Res’ yang ada tandanya merah. Banyak buku yang saya pinjam; baik yang resmi maupun yang ‘tidak resmi’. Ketika lulus buku-buku itu saya kembalikan, tapi ada beberapa buku yang ‘tetap saya pinjam’ sampai sekarang. (Hehehehe….maaaffff).

Penerjemah buku ini juga sastrawan Indonesia; Hartojo Andangdjaja. Ulasannya dan terjemahannya bagus. Saya suka sekali. Makanya buku ini tetap saya pinjam dan masih sering saya buka-buka sampai sekarang.

image

image


image

Buku klasik ini saya temukan di perpustakaan keluarga milik Bapak Mertuaku. Sampul bukunya sudah hilang entah ke mana. Warna kertasnya juga sudah coklat. Tapi, isinya tetap menarik untuk dibaca.

Buku tipis setebal 84 halaman ini adalah salah satu karya sastrawan besar bangsa ini; Prof. Buya HAMKA. Cetakan pertama buku ini tahun 1938 dan buku ini adalah cetakan yang ke-12 tahun 1976. Sudah cetak ulang selama 38 tahun. Luar biasa. Bahkan mungkin ada cetakan terbaru dari buku ini.

Seingat saya, saya pernah membaca buku ini waktu SD dulu. Pinjam dari perpustakaan sekolahku; SD Inpres Cacaban 2. Jaman dulu belum ada ruangan khusus perpustakaan. Bukunya juga masih sedikit. Ketika jam istirahat buku-bukunya akan digelar di atas meja di depan ruang kantor sekolah. Anak-anak mengerumininya, termasuk aku.

Buku ini bercerita tentang kisah tragis anak manusia yang berakhir sedih. Sebuah kisah cinta yang tak sampai dan berakhir dengan kematian.

Meskipun saya sudah beberapa kali membaca buku ini. Kadang2 saya ulangi lagi. Ketika membacanya saya seperti kembali ke masa-masa silam. Sekolahku yang di bawah gunung sukorini seperti hadir kembali. Teman-teman kecilku dulu muncul di kepalaku.

Kalau Anda suka membaca buku cerita, buku ini sebaiknya tidak Anda lewatkan.
Selamat membaca.
Baca juga : Catatan Buku.

image


Sore ini, kawan-kawan Geng Koplo akan berangkat menuju stadion Madya, mendukung tim sepakbola kebanggaan wong Magelang, PPSM.

Kali ini Bukan partai biasa, karena PPSM Magelang akan menjamu Persis Solo. Bagi PPSM, partai sore ini adalah partai krusial, karena PPSM butuh poin penting agar terhindar dari jurang degradasi Divisi utama. Di sisi lain, bagi Persis, ini adalah partai ongkang-ongkang, karena menang atau kalah, toh Persis tetap jadi pemuncak klasemen.

Kalau boleh jujur, Panasnya partai ini sebenarnya bukan soal penentuan degradasi atau tidak, namun lebih kepada rivalitas panas antara kedua kubu supporter tamu dan tuan rumah.

Sudah bukan rahasia lagi, bahwasanya Pasoepati (sebutan untuk pendukung Persis Solo) dengan Simolodro (sebutan untuk pendukung PPSM Magelang) punya riwayat gesreh yang cukup tajam. Yah, walaupun tidak setajam The Jack dan Viking. Dalam setiap pertemuan, pasti selalu ada saja keributan, baik itu di Kandang Persis ataupun di Kandang PPSM. Perjanjian damai yang pernah ditandatangani oleh kedua pihak pun seakan hanya menjadi euforia damai sesaat.

Pun demikian dengan partai kali ini. Atmosfer panas sudah sangat terasa sedari awal pertandingan. Banyak yang menduga, bahwa partai ini pasti akan jadi partai rusuh. Dan nyatanya benar.

Pertanda rusuh agaknya mulai terlihat di menit 60, saat pemain PPSM dilanggar pemain Persis dan PPSM mendapat hadiah tendangan penalti. saat itu kedudukan masih 0-1 untuk keunggulan Persis. Hadiah penalti tersebut mampu dikonversi dengan baik menjadi gol oleh pemain pengganti Rossi Gutawa. Kedudukan menjadi imbang, 1-1.

"Wah, wasite disogok kuwi!", teriak salah satu Pasoepati yang kemudian disusul dengan sahutan dan sumpah serapah oleh anggota Pasoepati lainnya.

Seakan tak terima, salah seorang Simolodro pun menjawab dengan teriakan ketus, "Ha pancen kok, wong wasit ro pemaine we larang wasite je, meh ngopo kowe?"

Sejurus kemudian, adu caci pun terjadi, dan bisa ditebak, hanya dalam hitungan menit, adu caci kemudian melebar menjadi aksi yang lebih brutal, saling lempar botol antara Simolodro dan Pasoepati pun tak terhindarkan.

Tensi semakin panas saat para supporter Pasoepati meneriakkan serapah: "Degradasi... Degradasi... degradasi...!!!".

Menit 82, Pemain PPSM Faisol Arif menyarangkan gol cantik ke gawang Persis Solo. Kedudukan berubah menjadi 2-1. Gol ini semakin memanaskan tensi.

Hingga akhir pertandingan, kedudukan tak jua berubah. PPSM Magelang memetik 3 poin atas tamunya. Rekor tak pernah terkalahkan milik Persis akhirnya tumbang di Kandang PPSM. Kemenangan ini membawa PPSM naik ke peringkat 5 divisi utama grup 4 dan lolos dari jurang degradasi, sedangkan Persis Solo tetap kokoh bertengger di puncak klasemen. Hasil yang kondusif, karena PPSM lolos dari degradasi, sedangkan Persis lolos ke 16 besar.

Hasil yang tak terlalu buruk bagi kedua tim ini nyatanya tak menghindarkan kerusuhan antar kedua supporter yang sudah terjadi beberapa puluh menit sebelumnya. Kerusuhan akhirnya berlanjut hingga di luar stadion. Panpel tak mampu berbuat banyak. Jika di dalam stadion aksi rusuh antar dua kubu supporter hanya saling lembar botol, maka kali ini, di luar stadion, objek yang dilempar adalah batu.

Kedua kelompok supporter saling melemparkan batu dari jarak yang cukup dekat, sekitar 20-30 meter. Beberapa supporter dari kedua kubu nampak terluka karena terkena lemparan batu. Aksi tawur berlangsung selama kurang lebih setengah jam.

Tak dinyana, Kawan Saya Marcopolo tampil sebagai salah satu ujung tombak Simolodro, ia maju dan berada dalam barisan terdepan Simolodro yang meladeni lemparan-lemparan batu dari Pasoepati. Tanpa rasa takut (mungkin karena pengaruh ciu), ia maju ke depan sambil melempari barisan Pasoepati dengan beberapa buah batu.

"ojo kemajon su, kowe ki ra nggo helm, keno watu bocor ndasmu", kata Paijo kawan saya mencoba memperingatkan Marcopolo.

"Mati-urip ki nang tangane Gusti Alloh, ora nang tangane Pasoepati su!", teriak Marcopolo singkat sambil kembali melemparkan sisa-sisa batu yang masih ada di tangannya.

Saya nyengir, antara prihatin dan kagum. Mungkin ini yang dinamakan Tawakal Kaum Gentho.

Ah, semoga Persis Solo tak lolos ke Liga Super tahun depan, biar bisa rusuh lagi. Hehehe, Bercanda lho mas, Bercanda.

image
Buku “Setan Angka”; foto koleksi pribadi.

Buku cerita petualangan yang menarik karya Hans Magnus Enzensberger. Buku cerita ini bukan buku cerita biasa, tetapi cerita yang syarat dengan ‘palajaran matematika’.  Hans menulis cerita yang menjadikan pelajaran matematika sebagai petualangan yang mengasikkan.

Dari nama pengarangnya buku ini jelas buku terjemahan. Mengeja namanya bisa membuat lidah keseleo. Hans Magnus Enzensberger adalah penulis terkenal di Spanyol. Bukunya ini sangat terkenal dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Di Jerman saja, konon, bukunya sudah laku 130rb exemplar.

Buku ini bukan buku baru. Saya menemukannya terselip di rak perpustakaan kota Bogor yang berdebu. Di halaman judulnya tertulis: cetakan pertama 2007, cetakan kedua 2007. Artinya terjemahan buku ini sudah berumur 7 tahun. Buku aslinya sendiri ditulis tahun 1996. Di kartu belakangnya tertulis kalau buku ini baru sekali di pinjam. Buku yang kurang laku. Saya adalah peminjam kedua.

Buku ini bercerita tentang Robert, seorang anak kecil yang tidak suka dengan pelajaran matematika. Robert selalu bermimpi yang menyeramkan setiap malam. Hingga suatu ketika Robert bermimpi bertemu dengan setan angka. Sekali lagi ‘setan angka’ bukan ‘angka setan’.

Setan angka mengajak Robert bermain dengan angka-angka alias matematika. Padahal Robert membenci pelajaran itu. Permainannya seperti tebak-tebakan sederhana. Cerita dimulai dengan kisah angkan 1 dan bilangan tak terhingga lainnya.

Mimpi Robert bersambung ke malam-malam berikutnya. Dan, Ronbert kembali berpetualang dengan lautan angka2.

Jangan khawatir, Anda tidak akan dijejali dengan perhitungan dan teori-teori yang ‘njlimet’. Justru kebalikannya. Bermain angka2 menjadi begitu mengasikkan. Anda akan diajak memahami tentang penjumlahan, pengurangan, pembagian, bilangan prima, dan lain2. Bahkan, Anda tidak perlu kalkulator untuk membaca buku ini.

Di dalam buku ini banyak ilustrasi matematika. Ada ilustrasi perhitungan2 sederhana dan teka-teki yang disampaikan dalam isi ceritanya. Sesekali kita perlu coret-coret untuk mengerjakan soal-soal matematika.

Setelah membaca buku ini akan terbuka wawasan kita dan (mungkin) akan merubah cara pandang pembacanya tentang matematika yang menakutkan.  Matematika dan permainan angka-angka menjadi mengasikkan.

Saya minta anak-anak saya untuk membaca buku ini. Meskipun awalnya mereka enggan membacanya, setalah membaca beberapa lembar mereka meneruskan membaca.

Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh orang tua, guru matematika, dan pelajar sekolah. Buku ini bisa memberikan pencerahan dalam proses pembelajaran matematika yang seringkali dianggap ‘momok’ bagi pelajar.

Selamat membaca.

Baca juga : Catatan Buku.

image


Meskipun tahun pelajaran baru bagi siswa sekolahan sudah dimulai di pertengahan bulan puasa yang lalu, tetapi si Ponang justru baru di minggu ke-2 bulan Agustus mulai sekolah. Ya dimana lagi jika tidak di SD Panunggangan 5. SD yang masuk kategori sebagai SD Indonesia Hebat. Setidaknya bagi Kanjeng Romo yang memang dengan tekad bulat memilih sekolah terdekat untuk putra sulungnya. Percaya nggak? Wis, sing penting teko manut wae.

Kok bolehnya ngalembana sekolahannya si Ponang optimistik. Lha memang menilik peningkatan solah bawane sang anak dalam menapai beberapa hari sekolahannya, nampak terjadi perubahan-perubahan yang signifikan je. Bukan sekedar nggege mangsa atau terlampau dini jika si Ponang semenjak di taman kanak-kanak sudah mulai cas-cis-cus mbacanya tulisan. Bagaimana tidak, lha wong nguntal bangku sekolah TK-nya tiga tahun lebih!

Kemampuan si Ponang dalam dunia baca-membaca memang ngedap-edapi bagi bocah sebayanya, terutama teman-teman sekelasnya. Namun hal yang sama sedikit tidak sejalan dengan kemampuannya dalam olah kanuragan tulis-menulis. Tulisan tangannya masih lebih mirip cekeran pitik. Penuh huruf abstrak, atau kadang bahkan lebih mirip huruf-huruf di batu prasasti kuno peninggalan Dinasti Sanjaya dan Syailendra.

Namanya juga tulisan anak yang baru belajar nulis. Harus dimaklumi jika bentuk huruf masih acak kadut, sering terbalik-balik, besar-kecilnya kapital masih suka-suka, apalagi soal spasi dan tanda baca. Semua masih dalam permulaan sebuah proses yang tidak pendek. Masih perlu waktu dan juga ketekunan yang harus terus disemai. Huruf demi huruf yang digoreskan seorang bocah memang berkembang sesuai dengan perkembangan usianya. Sayapun percaya dengan teori tersebut.

Di luar hal yang sebenarnya cukup wajar bagi perkembangan tulis-menulis seseorang tersebut, dalam beberapa kesempatan justru si Ponang menampakkan kreativitas yang berhubungan sangat erat dengan proses pembelajaran tulis-menulis yang kini tengah ditempuhnya. Entah secara naluri atau mungkin meniru perilaku dari siapa, tetapi akhir-akhir ini di beberapa sudut rumah kami muncul tempelan plakat-plakat kertas kecil buah tangannya. Ada di pintu, ada dinding, ada di jendela, ada di pintu kulkas, bahkan juga di pintu kamar mandi. Ada yang dibuat dari kertas terus ditempel dengan isolasi. Ada pula yang dibuat pada kertas post it kuning khas itu.

Lha kok elok, terus geknya plakat-plakat itu isi tulisannya apa hayo? Tentu saja bukan protes sembako mahal atau penolakan penghapusan subsidi BBM. Bukan pula protes keras hasil pilpres kemarin. Lha terus gek plakat itu mangsud dan tujuannya apa coba? Coba tengok beberapa contoh tulisan di dalam plakat-plakat mini tersebut.  Satu diantaranya, “Silahkan masuk. Anda boleh masuk setelah membunyikan angklung. Angklung ada di sebelah kanan.” Demikian sebuah kertas putih kecil yang terpampang di jendela depan teras yang tepat berada di sisi pintu masuk ruang tamu rumah kami.


Filed under: Jagad Kenyung Tagged: si Ponang

- AGENDA KTM – Minggu, 24 AGUSTUS 2014 Pesona Borobudur tidak hanya berupa Candi Borobudur dan Candi Pawon saja. Suasana desa, sawah, perbukitan, sungai, alamnya berpadu dengan kehidupan manusianya membentuk pesona alam yang luar biasa. Perbukitan Menoreh dan Sungai Progo menjadi batas alam wilayah ini. Di mana pesona alam itu bagaikan mutiara yang harus terus […]

Negeri tanpa kedewasaan

-

Mastop Story

on 2014-8-23 12:00am GMT

Sepertinya sikap dewasa sulit dipraktekan dinegeri ini. Contoh mudahnya adalah masalah pilpres. Sangat jelas sekali sikap kekanak-kanakan calon pimpinan negeri ini. Tidak menerima keputusan dengan legowo itu kan sifat anak-anak.

Saya rasa sangat memalukan sekali jika seorang capres saja tidak bisa mencerminkan sikap dewasa. Sikap ksatria. Seharusnya mereka memberi contoh kepada kita. Namun sayang sekali, contoh yang mereka berikan tak sesuai. Nah jika calon pimpinan negeri ini sudah tak dewasa bagaimana dengan rakyatnya.

Sepertinya kita memang masih belum cukup umur untuk menjadi negara yang baik. Kita masih harus banyak belajar. Dan tentunya gak banyak pamer seperti timnas u19.


Bagaimanapun juga komitmen penikmat demokrasi di Indonesia harus berbangga setelah MK putuskan bahwa hasil sidang yang rangkaiannya digelar berhari-hari tetapkan KPU tak bersalah dengan menolak pengaduan kecurangan Pilpres yang Terstruktur, Sistematis dan Masif hasil aduan kubu Prabowo – Hatta.

Terang banyak pihak kecewa dengan hasil putusan pun kecurangan terasa nyata berbumbu bukti setumpuk yang puncaknya DKPP putuskan bahwa KPU mendapat teguran berulang-ulang dengan sebagian anggotanya di pecat lantaran kesalahan yang masif dan terencana. Merugikan pengadu jelas, namun kerugian yang sebenarnya adalah bagi warga Indonesia yang sebagian besar meerupakan golongan menengah kebawah dengan ekonomi gonjang-ganjing lantaran kerjaan tak tentu imbas dari permainan para elit, antek, asing dan aseng.

Dan beginilah ketika hukum manusia dibuat yang jelas penuh kekuarangan sana-sini berbeda dengan hukum Alloh yang keadilannya nyata dan tak perlu edisi revisi dari masa kemasa. Terkait kecurangan Pilpres 2014, MK masih koma lantaran titik mutlak kuasa-Nya.

Kita belajar saja sejenak dari Yusril Ihza Mahendra yang tak kaget dengan putusan MK dimana mereka tolak gugatan Prabowo – Hatta.

Apa katanya ?

Dilangsir rmol.co, keputusan MK merupakan hasil maksimal yang bisa dicapai. Karena itu Yusril-pun berkata, “Sejak awal saya sudah menduga MK akan mengambil putusan demikian. Waktu yang tersedia bagi Prabowo-Hatta untuk menyusun permohonan dan mengemukakan alat bukti dalam persidangan sangatlah terbatas,” tulis Yusril dalam pesan elektroniknya yang dipancarluaskan lewat blackberry massanger system, sesaat lalu (Kamis, 21/8).

Tentu saja, Yusril yang sempat jadi ahli dalam sidang gugatan Pilpres 2014 di MK usulan Prabowo – Hatta, apa yang terjadi saat ini bisa terjadi juga pada siapa saja yang jadi pemohon dalam sengketa Pilpres. Pakai logika nalar, waktu untuk memeriksa Pemilukada walikota sama dengan waktu yang tersedia untuk memeriksa sengketa Pilpres. Karenanya Yusril-pun berkata, MK takkan pernah mampu memeriksa perkara sengketa pilpres dengan mendalam.

“Jadi sesungguhnya, mungkin saja apa yang didalilkan Prabowo-Hatta mengandung kebenaran, tapi masalahnya, waktu untuk membuktikannya sangatlah terbatas. Namun demikian, putusan MK final dan mengikat, maka apa boleh buat, semua pihak harus menerimanya sebagai hasil maksimal yang bisa dicapai,” ungkap Yusril.

Karena itulah salah satu poin bagi pendamba demokrasi yang sekaligus jadi penikmatnya, “Biarlah Masyarakat yang Menilai Putusan MK dengan segenap konsekwensinya”. Indonesia bakal lebih maju, adil dan bermartabat itu harapan kita. Namun jika hak konstitusi rakyat dikebiri yang juntrungnya balkanisasi negeri diikuti bangkitnya PKI, itu lantaran polah tingkah elit, antek , asing dan aseng dalam wujud Konspirasi Global dengan paket bonekanya.

Sebut saja quote : “NKRI harga mati jika iman tertambat di hati dan Islam tak jadi buih di negeri sendiri.”

_______

Ngisor Ringin, 22 Agustus 2014

Kicauan SBY jelang putusan MK

-

Mas Ivan

on 2014-8-22 10:45am GMT

Lama tak singgah ke sangkar maya SBY selaku Presiden INDONESIA yang sah hingga dilantiknya Presiden baru oktober mendatang (insyaAlloh), saya tertarik dengan kicauannya menjelang putusan MK diambil terkait kecurangan Pilpres dengan gaya bahasa khas ;

“Pemimpin dimanapun adlh mereka yg mau berjuang, bekerja keras, mau berkorban, memiliki semangat utk membangun negeri.

SBY 1

Nah lho, apa sebenarnya maksud kicauan tersebut ?

Menjelang akhir masa jabatan, jelas Pak SBY ingin mengingatkan kepada kita bahwa pemimpin negeri mendatang haruslah mereka yang mau berjuang, bekerja keras, mau berkorban, dan memiliki semangat untuk membangun negerinya sendiri bukan sebaliknya.

Tak boleh kita anggap sepele, mengingat beberapa bulan lagi Presiden terpilih akan dilantik, karenanya Presiden baru kudu tanggap sasmito dan konsisten dengan janji serta tanggung jawabnya sebagai kepala negara, yang secara langsung bertugas ngayomi masyarakat tanpa meninggalkan sejengkalpun tanah air tercinta.

Belum titik karena masih koma, kicauan selanjutnya pun turut silaukan mata lantaran Presiden terpilih sepertinya enggan diajak bekerjasama dengan Presiden sah saat ini (SBY).

Buktinya mana ?

Original tanpa meminta ikhlas siempunya sangkar maya, berikut langsiran kicauan Pak SBY menjelang putusan MK di sampaikan :

Hari ini saya menerima sejumlah pesan yang bernada negatif. Saya tahu hal ini juga beredar di sejumlah kalangan. *SBY*

— S. B. Yudhoyono (@SBYudhoyono) 21 Agustus 2014

Pesan negatif itu berbunyi “SBY & PD jangan ngrecoki Jokowi”. Artinya, SBY jangan mengganggu atau mengatur-atur Jokowi. *SBY*

— S. B. Yudhoyono (@SBYudhoyono) 21 Agustus 2014

Saya tidak paham apa yang dimaksud dengan “ngrecoki” itu. Tidak ada niat & pikiran sedikit pun untuk mengganggu Pak Jokowi. *SBY*

— S. B. Yudhoyono (@SBYudhoyono) 21 Agustus 2014

FLG XIIIHadiri dan nikmati rangkaian acara pentas seni dalam pagelaran Festival Lima Gunung XIII di Dusun Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Magelang, 23 – 24 Agustus 2014

Berikut rangkaian acara selengkapnya.

Monggo: JADWAL_FLG XIII_web

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

Bunga cantik merah nan menawan ini nama kerennya adalah Zingiber spectabile atau beehive ginger. Dari namanya saja sudah bisa ditebak kalau bunga ini masih kerabat dengan jahe-jahean. Daunnya yang menjulang memang mirip dengan daun jahe. Tetapi tanaman ginger ini tidak memiliki rimpang yang beraroma panas seperti jahe.

Keunikan dari bunga merah ginger ini adalah tandan bunganya yang besar dan berwarna menyolok. Ada beberapa varian warna, yaitu merah, kuning, dan hijau. Warna merah yang banyak disukai, karena menyolok dan terlihat cantik.

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

Keunikan bunga merah ginger ini yang lain adalah daya tahan bunga yang sangat lama. Bunga merah ginger berbunga pada bulan april sampai oktober. Jadi bunga merah ini bisa bertahan hingga kurang lebih 6 bulan. Hebat bukan. Bunga zingiber juga digunakan untuk dekorasi/ornamen rangkaian bunga. Bunga zingiber bisa bertahan sampai dua minggu.

image

Tanaman zingiber yang sedang berbunga sangat cocok juga digunakan sebagai tanaman indoor untuk mempercantik ruangan, lobby hotel, kantor, atau vila. Bunga merahnya yang bersar dan menyolok akan menjadi pusat perhatian di ruangan itu.

Bunga zingiber menarik juga ditanam di pekarangan rumah atau taman. Perawatan tanaman ini mudah dan tidak ribet. Tanaman zingiber bisa berbunga berkali-kali dan setiap rumpunnya bisa berbungga hingga 30 tangkai.

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

 

Keunikan lainnya lagi, tanaman zingiber ini bisa digunakan sebagai obat herbal. Konon tumbukan daunnya bisa untuk mengobati inflamasi, luka bakar, dan lain-lain. Ada beberapa artikel di jurnal ilmiah yang mengisolasi senyawa aktif dalam tanaman zingiber ini.

Anda tertarik menanamnya? Klik di sini Zingiber spectabile untuk informasi bibit.

image

image

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

Zingiber spectabile beehive ginger

Zingiber spectabile (beehive ginger) (Foto koleksi pribadi)

image

image


Ahli saja tanpa Saksi

-

Mas Ivan

on 2014-8-21 8:00pm GMT

Mulai laris disantap penikmatnya setelah Yusril Ihza Mahendra yang cukup lihai dibidang hukum menjadi ahli yang ditunjuk kubu Prabowo-Hatta dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara kecurangan Pilpres yang Terstruktur, Sistematis & Masif.

Tak ada sanggahan sama sekali dari pihak Termohon ataupun Terkait tatkala Yusril membacakan dan mengemukakan pandangannya terkait Pilpres berdasar keilmuannya.

Perlu diketahui, pun dihadirkan oleh kubu Prabowo – Hatta sebagai ahli, Yusril tetap dalam posisi netral dan akan berbicara apa adanya baik pihak yang meminta KPU, Jokowi – JK ataupun Prabowo Hatta seperti beberapa hari lalu. Sebelumnya sempat niat baiknya ini diamiini Jokowi selaku pihak Terkait, dimana sempat doi berbincang-bindang melalui telephone sebagaimana yang disampaiakan Yusril kepada media.

Aneh bin ajaib cibiran serta cemoohan yang kerap disapa bully mbanjir ke akun twitternya hingga beliau meluruskannya dengan berbagi sejumput ilmu terkait pengertian Saksi dan Ahli. Yang jelas dalam hal ini beliau hadir sebagai Saksi bukannya Saksi Ahli seperti yang banyak dikonsumsi publik setelah digoreng media baik cetak maupun elektronik.

36 Kicauan di suarakannya yang berharap masyarakat semakin paham dan dewasa. Otentik, berikut saya langsir tanpa ijin langsung dari akun twitter resminya yang telah dirangkum melalui Cripstory.com :

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:06:52 AM UTC
1. Gini deh supaya nggak bingung, saya terangkan arti saksi dan ahli dalam sidang MK

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:09:15 AM UTC
2. Saksi adalah orang yang mengetahui terjadinya suatu peristiwa baik melihat, mendengar atau mengalaminya sendiri secara langsung

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:10:38 AM UTC
3. Keterangan saksi terkait dengan fakta tentang terjadinya sesuatu yg dia lihat, dengar atau alami, bukan opininya mengenai suatu peristiwa

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:11:43 AM UTC
4. Sebelum memberikan keterangan, saksi wajib disumpah lebih dulu. Bila terbukti dia memberikan keterangan palsu, dia diancam pidana

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:12:46 AM UTC
5. Pasal 36 ayat 1 UU MK menyatakan bahwa keterangan saksi adalah alat bukti yang sah dalam persidangan

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:14:21 AM UTC
6. Digunakan atau tidak keterangan seorang saksi dalam pertimbangan hukum MK, tergantung pada penilaian majelis hakim. Bisa digunakan bs tdk

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:15:28 AM UTC
7. Ahli adalah orang yang mempunyai kepakaran di bidang ilmu pengetahuan tertentu, yg keterangannya diperlukan dalam persidangan MK

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:16:32 AM UTC
8. Ahli tidak menerangkan fakta atau peristiwa, tetapi ia menerangkan sesuatu yg ditanyakan dalam sidang sesuai keahliannya

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:18:03 AM UTC
9. Sebelum memberikan keterangan ahli wajib diambil sumpah menurut agamanya, atau berjanji di hadapan majelis hakim dalam persidangan

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:20:29 AM UTC
10. Dalam sumpahnya, ahli menyatakan dia akan menerangkan sesuatu yang diminta sesuai dengan keahliannya dalam ilmu yg dikuasainya

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:22:21 AM UTC
11. Ahli bisa dihadirkan oleh para pihak yg berperkara, pihak terkait maupun atas inisiatif majelis hakim MK sendiri

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:28:37 AM UTC
12. Ketika dihadirkan dlm sidang, ahli boleh ditanya oleh majelis hakim, pemohon, termohon maupun pihak terkait

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:29:49 AM UTC
13. Ketika ditanya oleh pihak manapun dalam sidang, ahli wajib menjawab sesuai ilmu dan kepakarannya. Ahli tdk boleh berpihak pada siapapun

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:31:05 AM UTC
14. Keterangan ahli yg baru saja diucapkannya, bisa disanggah oleh para pihak yg tdk setuju dengan keterangannya, dan ahli wajib menjawabnya

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:33:28 AM UTC
15. Bisa sj keterangan ahli menguntungkan/merugikan kepentingan salah satu pihak yg berperkara, termasuk merugikan pihak yg menghadirkannya

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:34:33 AM UTC
16. Berdasarkan Ps 36 UU MK, keterangan ahli adalah alat bukti dalam persidangan

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:35:28 AM UTC
17. Layak atau tidaknya keterangan seorang ahli utk dijadikan sbg pertimbangan dlm mengambil keputusan, tergantung penilaian hakim

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:37:46 AM UTC
18. Dari penjelasan tadi, jelas bhw ahli” bukanlah “saksi” dlm hukum acara MK. Istilah “saksi ahli”yg digunakan media dan twtr jelas ngawur

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:40:24 AM UTC
19. Saya hadir sebagai ahli di MK atas permintaan kuasa hukum Pemohon (Prabowo-Hatta). Saya bkn saksi, apalagi “kuasa hukum”/ lawyer Pemohon

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:41:30 AM UTC
20. Bagi saya, kalau saya dihadirkan sbg ahli baik oleh MK, oleh Jokowi JK atau oleh Prabowo-Hatta, keterangan ahli saya akan sama saja

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:43:02 AM UTC
21. Keterangan ahli saya, saya publikasikan secara terbuka kpd publik, agar bisa menilai apakah keterangan saya netral dan obyektif/ tidak

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:45:38 AM UTC
22. Kenyataannya baik KPU dan kuasanya maupun kuasa hukum Jokowi-JK tdk mengajukan pertanyaan atau menyanggah apa yg sy terangkan dlm sidang

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:47:08 AM UTC
23. Ketika break, saya tanya kuasa hukum Jokowi JK, Sirra Prayuna, apakah akan menanyakan atau menyanggah keterangan yg telah saya bacakan

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:48:20 AM UTC
24. Sirra Prayuna katakan “tidak, keterangan tadi ilmiah dan obyektif”. Dan tim kuasa hukum Jokowi JK memang tdk bertanya atau menyanggah

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:49:24 AM UTC
25. Banyak komentar tdk proporsional atas keterangan saya, saya kita disebabkan ketidakpahaman awam tentang fungsi ahli dlm sidang MK

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:50:43 AM UTC
26. Ada yga mengira, saya menjadi “pembela” atau berpihak kepada Prabowo Hatta. Saya tegaskan, saya berpihak pd hukum dan konstitusi

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:51:50 AM UTC
27. Komentar yg tdk proporsional juga disebabkan mereka tdk baca keterangan ahli saya, tapi membaca berbagai sumber berita yg terkadang bias

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:53:58 AM UTC
28. Malam hari sebelum memberikan keterangan di MK, secara kebetulan Jokowi menelpon saya gunakan HP Mangara Sirait

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:54:52 AM UTC
29. Jokowi mengatakan bhw dia berterima kasih atas berbagai statemen yg saya buat selama ini, yang menurut penilaiannya obyektif

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:57:55 AM UTC
31. Jokowi mengatakan “Ya Prof. Saya paham sikap Prof. Gak masalah”

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:58:49 AM UTC
32. Saya juga beritahu Jokowi bahwa esok saya akan hadir sbg ahli di MK atas permintaan kuasa hukum Prabowo Hatta

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:59:50 AM UTC
33. Saya katakan sbg ahli, saya akan beri keterangan sesuai keahlian saya secara obyektif, netral dan tidak memihak pada pasangan manapun

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 11:02:20 AM UTC
34. Jokowi jawab “Ya Prof. Monggo, sIlahkan”. Saya sdh bersikap terbuka, baik kepada Jokowi maupun pd Hashim adik Prabowo yg jg menelpon sy

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 11:03:42 AM UTC
35. Bahwa ada pendukung Jokowi yg menyerang saya di twtr, saya maafkan saja. Kayaknya mereka belum berkomunikasi langsung dg Jokowi

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 10:55:45 AM UTC
30. Saya katakan pd Jokowi, dalam pilpres sekarang ini saya mengambil sikap netral dan tdk berpihak kepada salah satu pasangan

Yusril Ihza Mahendra @Yusrilihza_Mhd 17/Aug/2014 11:04:07 AM UTC
36. Demikian penjelasan saya. Salam hormat.

FLG XIIIHadiri dan nikmati rangkaian acara pentas seni dalam pagelaran Festival Lima Gunung XIII di Dusun Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Magelang, 23 – 24 Agustus 2014

Berikut rangkaian acara selengkapnya.

Monggo: JADWAL_FLG XIII_web


Filed under: Jagad Budaya Tagged: FLG XIII, Komunitas Lima Gunung, Tanto Mendut
Merdeka!!!

Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Kecamatan Salaman yang dilaksanakan  Rabu,  20 Agustus 2014 berlangsung cukup meriah. Hampir semua elemen masyarakat ikut berperan serta memeriahkannya. Tak ketinggalan SDN Salaman 1 yang menyuguhkan beberapa siswanya diantaranya  finalis lomba pidato tingkat nasional, dan juara.
















Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang

Mahalnya rasa aman

-

Mastop Story

on 2014-8-20 12:00am GMT

Aman adalah hal yang paling penting dalam kehidupan. Apapun yang kita miliki takan mempunyai arti jikg tidak ada rasa aman. Aman adalah kebutuhan pokok bagi kita.

Dan akhir-akhir ini saya benar-benar merasakan pentingnya rasa aman. Itu disebabkan daerah saya sedang tidak aman.

Efek dari keadaan itu semua orang tidak bisa tidur dengan nyaman. Harus berjaga tiap malam. Huh…semoga lekas aman


Workshop #SahabatJKN yang diselenggaran Pusat Komunikasi Publik Kementrian Kesehatan kali ini dengan sengaja mengundang Netizen atau Blogger, menurut saya ini langkah brillian karena sudah ada Kementerian yang mulai melirik Netizen/Blogger sebagai target Sosialisasi program. Bertempat di Hotel Harris Jakarta Selatan, Workshop #SahabatJKN berlangsung selama 2 hari, tanggal 13-14 Agustus 2014, ada  dua sesi penting yang […]

image
Sate Maranggi dengan bumbu oncom dan ketan bakar.

Saya sering makan sate, tapi baru kali ini ketemu dengan kuliner sate yang ‘anti mainstream’. Umumnya sate dibuat dari daging ayam atau kambing dengan bumbu kacang atau kecap. Sate Maranggi Cianjur ini beda sendiri, karena dibuat dari daging sapi dan sambal oncom plus ketan bakar.

Sebelumnya saya pernah makan sate Maranggi yang di jalan Cikopo-Purwakarta. (Baca di sini: Sate Maranggi). Daging satenya memang daging sapi, tetapi bumbunya tetap bumbu kacang dan kecap. Mirip dengan sate-sate yang lain.

Ketika ke Cianjur saya diajak makan sate Maranggi yang berbeda. Lokasinya di jalan sawojajar (kalau tidak salah ingat). Warungnya kecil dan biasa-biasa saja, tetapi pembelinya ramai. Saya menunggu lebih dari setengah jam baru mendapatkan bagian.

image

Awalnya saya berfikir kalau satenya mirip dengan sate yang saya makan di Cikopo. Rupanya saya keliru. Menu satenya sedikit berbeda. Awalnya saya sedikit curiga; kok di bakaran satemya ada ketan yang di bakar. Kata temen saya kalau cara makan yang khas di sini makannya dengan ketan bakar. Saya jadi semakin penasaran dan tidak sabar menunggu pesanan sate saya datang.

Saya lebih heran lagi ketika melihat sambalnya kok tidak seperti biasanya. Dari kenampakan visual mirip sambal sambal yang biasa buat makan. Saya tanyak ke teman saya; “sambalnya apa itu?”
“Sambal oncom.”
“Sambal oncom?”
“Di sini memang makannya dengan sambal oncom.”
“Ooo……hhmmmm.”
Saya semakin penasaran.

image

Akhirnya pesanan saya datang juga. Tidak sabar saya pingin mengigitnya. Porsi satenya kecil2 dan dalam satu tusuk hanya ada sekitar 3 potong daging saja. Pertama saya cobain satenya dulu. Rasa dagingnya beda. Menurut saya lebih mirip rasa dendeng sapi dan sedikit manis. Kata penjualnya memang sate ini direndam dulu dengan bumbu semalaman sebelum di bakar.

Lalu saya coba colek satenya ke sambal oncom.
Hhmmmm……
Enak. Citarasanya beda. Lain dengan sate2 yang pernah saya makan sebelumnya. Sambal oncomnya tidak terlalu pedas. Di menunya juga tidak disediakan potongan tomat dan bawang merah mentah.

Lalu saya coba ketan bakarnya. Ketan bakar dicolekkan ke sambal oncom baru dimasukkan ke mulut.
Nyam…nyam…nyam….
Ternyata enak.
Saya ulangi sekali lagi. Tapi kali ini saya makan juga satenya.
Semua makanan; ketan, sambal oncom, dan sate sapi; saya kunyah bareng2 di mulut. Lumer jadi satu. Citarasanya pun melebur. Rasa legit ketan bakar, sambal oncom, dan daging sapi bakar berbumbu, menyatu membentuk citarasa nikmat. Saya nimakti setiap gigitan sate Maranggi.

Kalau Anda kebetulan sedang lewat Cianjur. Saya sarankan mencoba sate Maranggi ini.

Salam ngeces…..!!!!!
image


Panjat Pinang alias Menek Jambe, sejenis lomba tujuh belasan paling khas nomor dua setelah lomba makan krupuk. Sebuah konsep lomba yang cukup nracak, karena harusnya, Dipinang dulu, baru boleh dipanjat, bukan sebaliknya.

Sudah dua tahun ini, Kampung saya mengadakan lomba Panjat Pinang untuk memeriahkan perayaan acara HUT Kemerdekaan Indonesia. Katanya lomba ini menyedot cukup banyak animo warga, sehingga panitia HUT Kemerdekaan Dusun saya ketagihan untuk menyelenggarakannya kembali tahun ini.

Sebenarnya agak kurang tepat juga sih kalau dibilang Panjat Pinang, karena tiang pancang yang digunakan bukan dari batang pohon pinang, melainkan bambu petung, jadi lomba ini sejatinya lebih tepat kalau disebut sebagai Panjat Petung. Tapi yah, mau bagaimana lagi, Pinang memang sudah kadung nge-brand sebagai ajang panjat-panjatan di Agustusan, mungkin sama ngebrand-nya seperti Aqua untuk air mineral atau Sanyo untuk mesin penyedot air. Jadi untuk kedepannya, saya akan tetap menggunakan istilah Panjat Pinang ya.

Lomba Panjat pinang ini agaknya mendapat porsi perhatian yang lebih di kampung saya, hal ini terlihat dari aturan baku yang mewajibkan masing-masing RT untuk mengirimkan delegasinya untuk mengikuti lomba panjat pinang ini. Satu RT minimal enam orang.



Sayang, untuk RT kami, jumlah enam orang ini adalah jumlah mati yang sangat susah untuk dipenuhi. Disaat RT lain mengirimkan 8-10 orang, RT kami justru kesulitan mencari pemain, karena setelah didata, hanya ada 5 pemuda yang bersedia untuk mewakili RT kami menjadi peserta.

Dengan pertimbangan yang sedemikian rumit, akhirnya panitia memberikan keringanan untuk tim dari RT kami untuk ngebon satu pemain asing alias pemain luar. Maka, Kuncung, tetangga saya beda RW pun akhirnya dinasionalisasi dan didaulat untuk menjadi salah satu peserta mewakili RT kami.

Bukan hal yang mudah untuk meyakinkan kuncung agar mau menjadi bagian dari Tim Panjat Pinang RT kami, Kuncung butuh ditipu terlebih dahulu dengan iming-iming hadiah beberapa ekor cempe (anak kambing) sebagai hadiah utama lomba Panjat Pinang, padahal aslinya, untuk hewan ternak, panitia hanya menyediakan beberapa ekor ayam pedaging sebagai hadiah.

Tim dari RT kami sempat menjadi bahan nyinyiran, maklum saja, sebab dari enam peserta yang mewakili, lima diantaranya punya tato, Tato si Kuncung bahkan hampir penuh di sekujur tubuh.

"Wah, RT residivis, RT Nusakambangan!", kata salah seorang warga yang kemudian disambut dengan gelak tawa warga lainnya. Saya agak kesal dengan cibiran itu, tapi saya pun mau tak mau memang harus mengamininya, karena saat seluruh anggota tim dari RT kami berbaris, sungguh tak ubahnya seperti narapidana yang sedang menunggu panggilan aparat.



Singkat kata, perlombaan pun dimulai. Masing-masing perwakilan regu mengambil nomor undian dan mulai mencoba menaklukkan si batang petung yang sudah dilumuri dengan oli.

Satu per satu regu bergantian mencoba untuk membentuk tangga manusia agar bisa mencapai ujung tiang petung. Namun satu per satu pula regu yang mencoba bertumbangan. Agaknya memang tak mudah untuk bisa mencapai pucuk petung dalam durasi waktu yang ditentukan. Batang yang keras dan licin itu benar-benar tak mudah untuk ditaklukan. Sungguhpun dengan aksi yang begitu hardcore dan spartan.

Hampir satu jam, tak jua ada regu yang berhasil mencapai ujung petung. Para penonton terus saja bersorak tiap kali ada regu yang gagal. Sorakan penonton akan semakin menggila saat ada pemain yang celananya terkoyak sampai nampak bongkahan pantat hitamnya.

Tim RT kami boleh dibilang adalah salah satu tim dengan performa terbaik. Kuncung tampil amat gemilang, ia beraksi bak tupai kelaparan. Sayang, beberapa personel lain agaknya tak bisa mengimbangi kegemilangan Kuncung, hingga sampai beberapa kali percobaan, ujung petung belum jua bisa dicapai.


Panitia akhirnya memberi kelonggaran durasi, yang tadinya hanya satu setangah menit per angkatan, sekarang ditambah menjadi dua menit per angkatan.

Penambahan waktu ini rupanya memberi pengaruh yang cukup besar. Dengan waktu dua menit, ada beberapa regu yang hampir mencapai puncak petung, satu regu bahkan sudah sempat menyentuh cabang bambu yang digunakan sebagai penggantung hadiah.

Akhirnya, setelah berlangsung persaingan yang cukup ketat dan spartan, RT 2 pun keluar menjadi juara setelah menjadi regu pertama yang mampu memanjat sampai ujung petung dan meraih bendera merah putih yang dipasang di puncak tiang pancang.

Seremoni kemenangan begitu meriah, personel yang sudah berada di puncak tiang disuruh untuk menyalakan kembang api yang sudah ditaruh di atas. Sejurus kemudian, adegan lempar tangkap hadiah pun tak terhindarkan. Mulai dari Kaos, Tas, Panci, uang, hingga voucher makan.

Tim RT kami hanya bisa memandang lesu penuh kecemburuan. Rasanya begitu pahit melihat tim lain berbahagia mengumpulkan hadiah.

Tak mau rasa cemburu semakin membesar, segenap personel tim kami langsung pulang dengan langkah gontai.

"Mangkanya jangan kirim kontingen yang bertato, hari Kemerdekaan sering kurang ramah dengan pria bertato!", ejek kawan saya dari RT yang ndilalah menyabet gelar juara disertai dengan tawa ejekan yang begitu kecut. Saya pun hanya bisa melenguh pelan dengan sedikit senyum formalitas.

Ah, tak apa, setidaknya dari lomba panjat pinang ini saya belajar satu hal, kenapa dulu Indonesia bisa merdeka?, mungkin salah satu sebabnya karena Bung Karno dan Bung Hatta tak pernah punya Tato.

Mungkin lho ya, mungkin...

Negaraku, selamat berulang tahun. Monggo ditiup lilinnya, ndak usah sungkan, anggap saja rumah sendiri

Hobi Baru Yang Gak Baru

-

KOKOH ON THE BLOG

on 2014-8-17 11:21am GMT
Dua hari yang lalu, gue jalan ke toko buku Jendela, yang terletak di JL. Tentara Pelajar, Bayeman, Kota Magelang. Gue pengen nyari buku Jomblo Tapi Hafal Pancasila-nya Agus Mulyadi. Karena gak dapet apa yang gue cari akhirnya, gue beli bukunya Wahyu Aditya, Kreatif Sampai Mati! Gue juga sempet nanya ke mbak-mbak penjaga toko tersebut dan katanya gak ada. Bukunya keren abis! Akhir-akhir

Pitulsan Srb1Kemerdekaan Republik Indonesia adalah milik bersama segenap bangsa Indonesia. Tidak hanya Presiden, para Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, anggota Dewan, bahkan juru parkir, pedagang kali lima, petani, nelayan, serta semua wong cilik adalah pemilik kemerdekaan negeri ini. Kemerdekaan tidak hanya menjadi milik mereka yang mengikuti upacara bendera.

Lazimnya, upacara bendera sebagai peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan memang terbatas dilaksanakan di instansi formal, seperti kantor-kantor dan sekolahan. Dengan demikian warga masyarakat yang berprofesi di luar institusi formal dan sudah tidak lagi menjadi siswa-siswi sekolah pasti tidak pernah lagi berkesempatan mengikuti upacara bendera Hari Kemerdekaan RI tersebut.

Tetapi nanti dulu sedulur! Lazimnya upara bendera memang hanya diikuti para pegawai formal, seperti PNS, Polisi, Tentara, ataupun pegawai perusahaan nasional terkemuka, juga para siswa. Akan tetapi hal tersebut sepertinya tidak mutlak berlaku di Kecamatan Srumbung, wilayah Tepi Merapi tempat tinggal kami. Meskipun tidak masuk ke dalam barisan formal, warga masyarakat biasa juga turut hikmat mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI di lapangan Kecamatan Srumbung.

Pitulasan SrbBagi warga masyarakat Srumbung, secara tradisi lokal HUT Kemerdekaan RI merupakan sebuah puncak perayaan bersama yang lazim disebut perayaan Agustusan atau Pitulasan. Menyambut 17 Agustus setiap tahunnya, masyarakat sudah terbiasa bekerja bakti secara gotong-royong untuk menghias pedusunan masing-masing. Gapura sebagai gerbang desa dihias atau diperbarui kembali. Pagar-pagar halaman rumah dicat lagi. Umbukl-umbul dan serba-serbi hiasan bernuansa merah putih di pasang hampir di sepanjang jalanan. Dan semakin mendekati hari-H, setiap rumah mengibarkan bendera merah putih di halaman mukanya.

Tidak terhenti pada persiapan fisik desa, warga juga terbiasa menyelenggarakan aneka ragam perlombaan, baik untuk anak-anak, remaja, hingga para orang tua dan manula dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan. Ada lomba permainan balap karung, menangkap balon, membawa kelereng, memecah balon, makan kerupuk, balap bakiak, lari memindah bendera, memasukkan pensil ke dalam botol, dan lainnya. Ada juga lomba olah raga, semisal jalan sehat, sepeda gembira, bola voli, sepak bola, badminton, tenis meja, catur, termasuk tarik tambang. Sebagai puncaknya berlombaan digelar lomba panjat pinang dengan berbagai hadiah yang sangat menarik.

Masih ada lagi gerakan masyarakat dalam menyongsong datangnya hari bersejarah bagi bangsa Indonesia ini, yaitu acara tasyakuran atau tirakatan. Khusus acara ini biasanya diselenggarakan pada malam hari menjelang Hari-H Peringatan Proklamasi. Khusus warga masyarakat kaum pria yang terdiri bapak-bapak, para remaja dan pemuda biasanya berkumpul bersama di rumah kepala dukuh ataupun bahkan di tanah lapang untuk begadang sambil merenungkan kembali sekaligus napak tilas kisah-kisah kepahlawanan dalam rangka mewariskan dan menanamkan nilai kejuangan dari generasi tua kepada para penerusnya. Dalam kesempatan tersebut, para sesepuh yang dulu pernah ikut angkat senjata berjuang merebut dan menegakkan kemerdekaan bercerita tentang lika-liku perjuangan mereka.

Memasuki Hari-H peringatan Kemerdekaan RI, warga masyarakat berbondong-bondong menuju lapangan kecamatan. Lelaku-perempuan, tua-muda, bapak-bapak, ibu-ibu, kakek-nenek, pakde-mbokde, semua bergegas melangkah menuju satu tujuan. Di masa lalu pada saat kendaraan masih terbatas, warga tersebut berjalan kaki sejauh 3-4 km menuju pusat kecamatan, maka tidak mengherankan jika kemudian di pinggiran jalan utama menuju kecamatan muncul para pedagang dadakan yang menjajakan aneka minuman dan makanan kecil, serta berbagai gorengan maupun aneka rupa makanan tradisional.

Semenjak di pagi hari, lapangan utama kecamatan sebagai tempat puncak peringatan 17 Agustusan sudah dibandjiri ribuan warga masyarakat. Di samping kesibukan persiapan untuk melaksanakan upcara, sekeliling lapangan juga dipenuhi dengan pedagang yang menjajakan makanan, minuman, hasil kerajinan, hasil bumi, dan sudah tentu beragam permainan anak-anak dari yang sederhana, tradisional hingga yang yang mahal dan canggih. Tepian lapangan kecamatan seolah tersulap menjadi pasar dadakan yang meriah.

Pelaksanaan upacara bendera melibatkan sekolah-sekolah SD, MI, SMP, serta MTs di seluruh pelosok Kecamatan Srumbung. Khusus untuk siswa SD, setiap sekolah biasanya mengirimkan regu utama yang terdiri atas siswa kelas V dan VI untuk bergabung mengikuti upcara. Selain komponan anak sekolah, ada juga kelompok pramuka, polsek, koramil, PMR, pamong, hansip dan unsur karang taruna.

Rangkaian upacara Peringatan Kemederkaan biasanya dipimpin langsung oleh Camat Srumbung yang menjadi inspektur upacara. Puncak upara yang paling heroik adalah pada saat detik-detiak akan dibacakannya naskah proklamasi, biasanya tepat pukul 10.00 pagi. Pada detik tersebut, sirine di menara kantor kecamatan yang fungsi utamanya untuk peringatan bencana gunung Merapi berbunyi meraung-raung. Bersamaan dengan itu, para siswa yang memegang kentongan juga memperdengarkan bunyi titir dari kentongan yang dipukul. Sungguh sebuah suasana yang sangat syahdu nan mengharu biru.

Setelah rangkaian upacara bendera selesai, masyarakat tidak langsung begitu saja bubar. Berbagai kelompok kesenian dari penjuru Kecamatan Srumbung menampilkan aksi pertunjukannya. Ada janthilan, campur, kobra siswa, reog, dan sudah pasti lutungan alias panjat pinang tradisional. Dulu tontonan favorit yang paling saya senangi adalah penampilan kesenian campur dari dusun Cabean Wetan atau Mandungan.

Pitulsan Srb2Bersamaan dengan pelaksanaan pentas seni, di sudut lain (biasanya di kantor PDK atau SD Srumbung) digelar bazar murah dengan menampilkan stand dari berbagai sekolah dan organisasi kewanitaan, remaja dan petani. Dagangan yang biasa menjadi rebutan pada bazar tersebut adalah berbagai perlatan rumah tangga, mulai dari sapu lidi, irus, sapu ijuk, centong, ataupun bakul. Ada juga dagangan berbagai peralatan permainan tradisional semisal angkrek, egrang batok, otok-otok, plembungan, barongan, buto-butonan, gangsingan, bulus-bulusan, atau kitiran. Di samping itu, stan makanan berupa olahan daun talas yang disebut buntil, biasanya menjadi menu yang paling laris manis.

Untuk menu makanan khas Agustusan di Kecamatan Srumbung sudah pasti kupat tahu di warungnya Mbah Harjo, tepat di depan Puskesmas Srumbung. Racikan bumbu kacang, kecap, merica dan cabe dipadu irisan kupat, tahu goreng setengah matang, kubis serta tauge menhadirkan sensasi hidangan yang menjadikan ribuan warga sabar mengantri bagaikan ular naga yang panjang sekali. Kelezatan kupat tahu terasa lengkap dan klop ditambah dengan seger pedesnya wedang jahe yang melegakan kerongkongan warga yang kehausan di tengah terik matahari.

Akan selalu kehabisan kata-kata untuk sekedar melukiskan keindahan suasana peringatan Perayaan Agustusan di kampung halaman saya tersebut. Sekian tahun berlalu, saya sudah tidak berkesempatan lagi menikmati langsung kemeriahan sebuah perayaan kebangsaan di wilayah Tepi Merapi tersebut. Namun demikian, beberapa sedulur sempat berbagi foto-foto yang menggambarkan masih meriahnya Perayaan Agustusan di Srumbung. Meski dari jauh, namun jujur, saya turut menikmatinya seolah-olah saya berada langsung di lokasi kemeriahan yang ada.

Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-69. Merdesa!

Ngisor Blimbing, 17 Agustus 2014

Pitulsan Srb1Kemerdekaan Republik Indonesia adalah milik bersama segenap bangsa Indonesia. Tidak hanya Presiden, para Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, anggota Dewan, bahkan juru parkir, pedagang kali lima, petani, nelayan, serta semua wong cilik adalah pemilik kemerdekaan negeri ini. Kemerdekaan tidak hanya menjadi milik mereka yang mengikuti upacara bendera.

Lazimnya, upacara bendera sebagai peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan memang terbatas dilaksanakan di instansi formal, seperti kantor-kantor dan sekolahan. Dengan demikian warga masyarakat yang berprofesi di luar institusi formal dan sudah tidak lagi menjadi siswa-siswi sekolah pasti tidak pernah lagi berkesempatan mengikuti upacara bendera Hari Kemerdekaan RI tersebut.

Tetapi nanti dulu sedulur! Lazimnya upara bendera memang hanya diikuti para pegawai formal, seperti PNS, Polisi, Tentara, ataupun pegawai perusahaan nasional terkemuka, juga para siswa. Akan tetapi hal tersebut sepertinya tidak mutlak berlaku di Kecamatan Srumbung, wilayah Tepi Merapi tempat tinggal kami. Meskipun tidak masuk ke dalam barisan formal, warga masyarakat biasa juga turut hikmat mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI di lapangan Kecamatan Srumbung.

Pitulasan SrbBagi warga masyarakat Srumbung, secara tradisi lokal HUT Kemerdekaan RI merupakan sebuah puncak perayaan bersama yang lazim disebut perayaan Agustusan atau Pitulasan. Menyambut 17 Agustus setiap tahunnya, masyarakat sudah terbiasa bekerja bakti secara gotong-royong untuk menghias pedusunan masing-masing. Gapura sebagai gerbang desa dihias atau diperbarui kembali. Pagar-pagar halaman rumah dicat lagi. Umbukl-umbul dan serba-serbi hiasan bernuansa merah putih di pasang hampir di sepanjang jalanan. Dan semakin mendekati hari-H, setiap rumah mengibarkan bendera merah putih di halaman mukanya.

Tidak terhenti pada persiapan fisik desa, warga juga terbiasa menyelenggarakan aneka ragam perlombaan, baik untuk anak-anak, remaja, hingga para orang tua dan manula dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan. Ada lomba permainan balap karung, menangkap balon, membawa kelereng, memecah balon, makan kerupuk, balap bakiak, lari memindah bendera, memasukkan pensil ke dalam botol, dan lainnya. Ada juga lomba olah raga, semisal jalan sehat, sepeda gembira, bola voli, sepak bola, badminton, tenis meja, catur, termasuk tarik tambang. Sebagai puncaknya berlombaan digelar lomba panjat pinang dengan berbagai hadiah yang sangat menarik.

Masih ada lagi gerakan masyarakat dalam menyongsong datangnya hari bersejarah bagi bangsa Indonesia ini, yaitu acara tasyakuran atau tirakatan. Khusus acara ini biasanya diselenggarakan pada malam hari menjelang Hari-H Peringatan Proklamasi. Khusus warga masyarakat kaum pria yang terdiri bapak-bapak, para remaja dan pemuda biasanya berkumpul bersama di rumah kepala dukuh ataupun bahkan di tanah lapang untuk begadang sambil merenungkan kembali sekaligus napak tilas kisah-kisah kepahlawanan dalam rangka mewariskan dan menanamkan nilai kejuangan dari generasi tua kepada para penerusnya. Dalam kesempatan tersebut, para sesepuh yang dulu pernah ikut angkat senjata berjuang merebut dan menegakkan kemerdekaan bercerita tentang lika-liku perjuangan mereka.

Memasuki Hari-H peringatan Kemerdekaan RI, warga masyarakat berbondong-bondong menuju lapangan kecamatan. Lelaku-perempuan, tua-muda, bapak-bapak, ibu-ibu, kakek-nenek, pakde-mbokde, semua bergegas melangkah menuju satu tujuan. Di masa lalu pada saat kendaraan masih terbatas, warga tersebut berjalan kaki sejauh 3-4 km menuju pusat kecamatan, maka tidak mengherankan jika kemudian di pinggiran jalan utama menuju kecamatan muncul para pedagang dadakan yang menjajakan aneka minuman dan makanan kecil, serta berbagai gorengan maupun aneka rupa makanan tradisional.

Semenjak di pagi hari, lapangan utama kecamatan sebagai tempat puncak peringatan 17 Agustusan sudah dibandjiri ribuan warga masyarakat. Di samping kesibukan persiapan untuk melaksanakan upcara, sekeliling lapangan juga dipenuhi dengan pedagang yang menjajakan makanan, minuman, hasil kerajinan, hasil bumi, dan sudah tentu beragam permainan anak-anak dari yang sederhana, tradisional hingga yang yang mahal dan canggih. Tepian lapangan kecamatan seolah tersulap menjadi pasar dadakan yang meriah.

Pelaksanaan upacara bendera melibatkan sekolah-sekolah SD, MI, SMP, serta MTs di seluruh pelosok Kecamatan Srumbung. Khusus untuk siswa SD, setiap sekolah biasanya mengirimkan regu utama yang terdiri atas siswa kelas V dan VI untuk bergabung mengikuti upcara. Selain komponan anak sekolah, ada juga kelompok pramuka, polsek, koramil, PMR, pamong, hansip dan unsur karang taruna.

Rangkaian upacara Peringatan Kemederkaan biasanya dipimpin langsung oleh Camat Srumbung yang menjadi inspektur upacara. Puncak upara yang paling heroik adalah pada saat detik-detiak akan dibacakannya naskah proklamasi, biasanya tepat pukul 10.00 pagi. Pada detik tersebut, sirine di menara kantor kecamatan yang fungsi utamanya untuk peringatan bencana gunung Merapi berbunyi meraung-raung. Bersamaan dengan itu, para siswa yang memegang kentongan juga memperdengarkan bunyi titir dari kentongan yang dipukul. Sungguh sebuah suasana yang sangat syahdu nan mengharu biru.

Setelah rangkaian upacara bendera selesai, masyarakat tidak langsung begitu saja bubar. Berbagai kelompok kesenian dari penjuru Kecamatan Srumbung menampilkan aksi pertunjukannya. Ada janthilan, campur, kobra siswa, reog, dan sudah pasti lutungan alias panjat pinang tradisional. Dulu tontonan favorit yang paling saya senangi adalah penampilan kesenian campur dari dusun Cabean Wetan atau Mandungan.

Pitulsan Srb2Bersamaan dengan pelaksanaan pentas seni, di sudut lain (biasanya di kantor PDK atau SD Srumbung) digelar bazar murah dengan menampilkan stand dari berbagai sekolah dan organisasi kewanitaan, remaja dan petani. Dagangan yang biasa menjadi rebutan pada bazar tersebut adalah berbagai perlatan rumah tangga, mulai dari sapu lidi, irus, sapu ijuk, centong, ataupun bakul. Ada juga dagangan berbagai peralatan permainan tradisional semisal angkrek, egrang batok, otok-otok, plembungan, barongan, buto-butonan, gangsingan, bulus-bulusan, atau kitiran. Di samping itu, stan makanan berupa olahan daun talas yang disebut buntil, biasanya menjadi menu yang paling laris manis.

Untuk menu makanan khas Agustusan di Kecamatan Srumbung sudah pasti kupat tahu di warungnya Mbah Harjo, tepat di depan Puskesmas Srumbung. Racikan bumbu kacang,  kecap, merica dan cabe dipadu irisan kupat, tahu goreng setengah matang, kubis serta tauge menhadirkan sensasi hidangan yang menjadikan ribuan warga sabar mengantri bagaikan ular naga yang panjang sekali. Kelezatan kupat tahu terasa lengkap dan klop ditambah dengan seger pedesnya wedang jahe yang melegakan kerongkongan warga yang kehausan di tengah terik matahari.

Akan selalu kehabisan kata-kata untuk sekedar melukiskan keindahan suasana peringatan Perayaan Agustusan di kampung halaman saya tersebut. Sekian tahun berlalu, saya sudah tidak berkesempatan lagi menikmati langsung kemeriahan sebuah perayaan kebangsaan di wilayah Tepi Merapi tersebut. Namun demikian, beberapa sedulur sempat berbagi foto-foto yang menggambarkan masih meriahnya Perayaan Agustusan di Srumbung. Meski dari jauh, namun jujur, saya turut menikmatinya seolah-olah saya berada langsung di lokasi kemeriahan yang ada.

Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-69. Merdesa!

Ngisor Blimbing, 17 Agustus 2014


Filed under: Jagad Magelangan Tagged: agustusan, HUT Kemerdekaan, Merapi, perayaan pitulasan, proklamasi, Srumbung

image

Toni kini mendapat pekerjaan yang lebih baik setelah mendapatkan musibah.

Seringkali kita berburuk sangka kepada Allah, Tuhan Seluruh Alam. Ketika diberi musibah, kita merasa menjadi orang yang paling malang di dunia. Padahal belum tentu musibah itu membawa keburukan. Percayalah selalu ada hikmah di balik semua ketetapan Allah, termasuk takdir yang kita anggap sebagai musibah.

Ini adalah kisah nyata dari temanku, dan ceritanya ini aku juga ketahui sendiri. Namun, untuk menjaga perasaan orang2, cerita ini sedikit saya samarkan.

Ini adalah cerita tentang sekuriti yang bekerja di sebuah perusahaan. Sebut saja namanya Tony. Tony sudah mengabdi selama delapan tahun sebagai karyawan tidak tetap. Gajinya kecil, meski dalam menjalankan tugas nyawa adalah taruhannya. Sekuriti bertanggung jawab terhadap keamanan seluruh kantor. Ini tidak mudah. Banyak orang jahat yang mengintai dan jika terjadi sesuatu sekuriti harus menanggungnya.

Kondisi kantor sedang tidak baik. Beberapa kali dia minta diangkat sebagai pegawai tetap, namun tidak pernah dikabulkan oleh manajemen. Dia tetap bertahan dengan segala kekurangannya hingga bertahun-tahun.

Terjadi perubahan struktural  manjemen di kantor tempat Tony bekerja. Beberapa fasilitas fisik direnovasi. Banyak proyek2 perbaikan di kantor. Ini tentu saja menambah beban pekerjaan sekuriti. Sayangnya perubahan ini tidak membawa perubahan berarti bagi dirinya. Justru sebaliknya.

Suatu malam Tony mendapat giliran jaga malam. Malam itu Tony dan temannya bekerja seperti biasa. Kontrol dan patroli keliling kantor seperti malam-malam yang lain. Tidak ada kejadian atau sesuatu yang janggal di malam itu. Semua berjalan baik-baik saja.

Namun, esoknya ketika Tony sudah ganti giliran kerja. Karyawan yang lain sudah mulai bekerja. Orang2 proyek juga sudah mulai bekerja. Terjadi keributan di kantor. Pemborong yang mau bekerja melaporkan kehilangan kayu. Kurang lebih ada 1m3 kayu yang raib dari tempatnya. Ributlah suasana kantor hari itu.

Hari-hari berikutnya menjadi hari buruk bagi Toni. Dia menjadi salah satu ‘tersangka’ dalam kasus kehilangan kayu itu. Meski tidak pernah ketemu siapa sebenarmya yang telah mencuri kayu2 itu dan kayu2nya pun tidak pernah ditemukan. Kasus itu menjadi catatan buruk bagi Toni.

Toni tidak lagi bisa bekerja dengan tenang. Manajemen kantor menaruh curiga padanya. Tentu saja dia tidak lagi menikmati pekerjaannya seperti malam2 sebelumnya. Hari2 terasa semakin buruk bagi Toni.

Toni sedih, kecewa, dan marah. Tentu saja dan bisa dimaklumi. Harapannya untuk diangkat sebagai karyawan kantor semakin kabur dan lenyap. Dia putus asa untuk bisa ‘hidup’ lebih baik. Kondisi ini berlangasung beberapa bulan. Toni kerja dengan hampa.

Suatu hari dia mendapat telepon dari saudaranya yang bekerja di sebuah kebun buah2an eropa (strawbery, blueberry, blackberry, dan Rossberry). Perusahaan ini adalah perusahaan PMA. Semua produknya diimpor ke eropa. Saudaranya itu mengabarkan kalau perusahaan iti sedang mencari karyawan baru untuk manajer teknis di rumah kaca. Toni menyeletuk:
“Saya saja atuh, kumaha bisa teu?”

Singkat cerita akhirnya Toni melamar kerja dan diterima. Kini dia mendapat pekerjaan yang lebih baik dari pekerjaan sebelumnya. Lebih baik dari sisi gaji maupun lingkungan. Dia bisa bekerja dengan senang dan gembira.

Justru kini Tony bersyukur karena mendapatkan musibah pencurian itu. Karena peristiwa itu, Allah memberi jalan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

***
Ketika bertemu dengannya hampir2 saya tidak mengenalinya lagi. Kulitnya lebih hitam dan memakai kacamata sport. Jenggotnya dipelihara. Meski jadi lebih kelam, dia tampak ceria. Saya diajak berkeliling ke rumah kaca tempat penanaman rossberry dan buah berry-berryan yang lain. Tanaman buah2an itu ditanam dengan teknologi tinggi. Tanaman yang asalnya dari daerah dingin bisa tumbuh di Indonesia yanh daerah tropis. Bahkan bisa berbuah sepanjang tahun. Luar biasa.

image

image

####


Hari Sabtu (16/08/2014) warga kampung Tidar Krajan, kelurahan Tidar utara, kecamatan Magelang selatan mengadakan malam tirakatan dan pentas seni dalam rangka memperingati Hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-69.

Seperti pada umumnya kampung-kampung lain di Magelang, setiap tahunnya warga Kampung Tidar Krajan tak ketinggalan mengadakan malam tirakatan dalam rangka HUT RI, sebagai wujud terima kasih terhadap para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Acara tirakatan di mulai jam 19:00 WIB, di rumah bapak Suyanto Hs. Salah satu tokoh masyatakat kamping Tidar Krajan. Selain di hadiri oleh warga Kampung Tidar Krajan, acara tirakatan juga di hadiri oleh para pelaku usaha yang ada di kampung Tidar Krajan. Saya sendiri hadir di acara tirakatan tersebut atas undangan panitia, karena tempat saya bekerja masih termasuk wilayah kampung Tidar Krajan.

Tirakatan di kampung Tidar Krajan ini berlangsung sangat meriah. Fashion show balita, penyerahan hadiah lomba tujuh belasan, pentas seni antar rt, beberapa acara yang cukup memeriahkan acara tirakatan tadi malem, selain acara inti renungan kemerdekaan yang di sampaikan oleh para tokoh masyarakat kampung Tidar Krajan.

Dalam renungannya para sesepuh masyarakat kampung Tidar Krajan mengajak segenap masyarakat untuk mensyukuri kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69 ini untuk tetap berjuang sebagai mana halnya dulu para pahlawan berjuang dan mempertahankan kemerdekaan. Tentu berjuangnya berbeda, tidak lagi berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah. Tapi berjuang mengisi kemerdekaan dengan menjadi warga negara yang baik dan ikut aktif mensukseskan program pembangunan. Berjuang memajukan keluarga, masyarakat sekitar dan bangsa negara.

Acara tirakatan berakhir jam 23:00 di tutup dengan doa bersama. Setelah itu acara di lanjutkan dengan hiburan kesenian tradisional kuda lumping Sawung Budoyo.  Sawung Budoyo sendiri merupakan salah satu kesenian tradisional kuda lumping yang ada di kampung Tidar Krajan.

Acara tirakatan menyambut HUT RI ke-69 di Magelang cukup semarak, hampir setiap rt dan kampung mengadakan malam tirakatan. Saya sebagai warga Magelang turut bangga melihat antusias warga menyambut HUT RI. Semoga semangat mereka tidak hanya di hari-hari menjelang peringatan kemerdekaan saja. Tapi juga berlanjut setiap hari, semangat mengisi kemerdekaan dengan menjadi warga negara yang baik dan aktif mensukseskan program pembangunan dari pemerintah.

Dirgahayu Republik Indonensia yang ke-69. Merdekaaa.....

Dirgahayu HUT RI Ke-69! Rupanya bangsa ini sudah sekian dasawarsa mengenyam nikmat kemerdekaannya. Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, bangsa Indonesia mampu lepas dari belenggu penjajahan selama lebih dari tiga setengah abad. Api revolusi dan keinginan luhur para pejuang negeri ini telah membuahkan satu jembatan emas bagi cita-cita luhur untuk menggapai kesejahteraan secara adil dan merata. Namun apakah di hari ini segenap komponen bangsa, terkhusus wong cilik yang hidup di akar rumput, telah benar-benar mengenyam manisnya buah kemerdekaan?

Lihatlah sekeliling kita! Tengoklah setiap sudut dan penjuru Nusantara! Jelajahilah dusun dan desanya! Apakah benar rakyat telah merdeka? Merdeka dari kemiskinan, merdeka dari kebodohan, dari kelaparan, dari ketidakadilan, dari kesewenang-wenangan penguasa. Tanyakanlah pertanyaan maha penting ini ke dalam lubuk hati dan dasar nurani terdalam kita!

Sang Kiai Mbeling bersabda, “Negeri ini telah cukup lama merdeka hingga lupa bagaimana mengerjakan kemerdekaan itu. Sekian lama pandangan kita senantiasa kabur atas nilai kehidupan, hingga kita kemudian tidak memiliki pegangan nilai yang hakiki dalam menjalani hidup.”

Manusia Indonesia yang sudah merdeka ternyata kemudian hanya terjebak kepada pramagtisme hidup. Hidup sedemikian tereduksi hanya sekedar menggapai kejayaan material tanpa mempedulikan unggah-ungguh tata pergaulan manusia. Kekayaan adalah segala-galanya cita-cita luhur dan telah dituhankan oleh banyak kalangan diantara kita. Para penguasa negara tidak lagi berorientasi bagaimana mewujudkan kesejahteraan dan keadilan yang serata-ratanya bagi segenap rakyat yang dipimpinnya, melainkan bagaimana kekuasaan digenggamnya erat-erat untuk pemenuhan ambisi pribadi dan memperkaya diri sendiri. Maka sesungguhnya, dalam arti yang sejati, negeri ini terjajah oleh bangsanya sendiri.

Merdeka adalah lepasnya sebuah bangsa dari belenggu ketertindasan penjajahan bangsa lain. Merdeka diambil dari kata “mardikers”, sebutan bagi suatu kelompok pejuang yang menuntut kemerdekaan(persamaan derajat) di Eropa pada abad 18. Dalam hal ini makna kemerdekaan lebih sebagai suatu kebebasan berpolitik untuk menentukan nasibnya sendiri. Sebuah bangsa yang merdeka adalah sebuah bangsa yang mampu berdikari, berdiri di kaki sendiri, untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan negara dalam memakmurkan segenap komponen anak bangsa.

Namun apakah sebuah bangsa yang dibentuk dengan sistem yang secara sistematis memperkaya segolongan dan kelompok tertentu, sementara di sisi lain secara sistematis pula memiskinkan dan memarjinalkan kelompok anak bangsa yang lain, bisa disebut sebagai bangsa yang merdeka? Ataukah hal ini bisa disebut sebagai penjajahan sekelompok anak bangsa terhadap kelompok anak bangsa yang lain? Ataukah ini memang penjajahan gaya baru, sebuah penindasan modern melalui suatu sistem yang seolah-olah terlegitimasi namun sesungguhnya terjadi pengingkaran nilai demokrasi?

 

Kalangan para pejuang kemanusiaan  di awal dan pertengahan abad 20 terbelah menjadi dua aliran besar. Aliran pertama menempuh jalur struktural dengan melenyapkan pemerintahan penjajah dan menggantikannya menjadi suatu negeri yang berkedaulatan secara politik. Puncak perjuangan kelompok ini adalah tercapainya kemerdekaan. Kemerdekaan adalah jembatan emas sekaligus pintu gerbang untuk mensejahterakan rakyat secara lebih adil dan merata. Termasuk dalam kelompok ini adalah Soekarno, Hatta, Nehru, Kemal Atatur, Che Guavara, Josef Bros Titto, hingga Fidel Castro.

Adapun kelompok kedua lebih fokus kepada gerakan kultural atau budaya. Perjuangan utama adalah mengangkat harkat dan martabat menusia untuk mendudukkan hak asasi secara sederajat diantara sesama manusia. Puncak cita-cita perjuangan kemanusiaan dirumuskan sebagai “merdesa”. Merdesa mengandung makna yang lebih luas daripada merdeka. Merdesa berarti kemerdekaan yang membebaskan, kemerdekaan yang mensejahterahkan, kemerdekaan yang mencerdaskan, memakmurkan, meratakan keadilan dan segala hal yang menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan.

Merdesa diambil dari makna desa secara sosiologis antropologis, dimana masyarakat desa dalam banyak sisi, ternyata lebih mempertahankan nilai dan sikap kemanusiaan. Tepo sliro, gotong royong, kebersamaan, keguyuban, welas asih, dan seribu satu kebajikan yang lain. Gerakan merdesa lebih luas dan mendalam cakupan perjuangannya, tidak hanya khusus dalam bidang sosial budaya, namun sesungguhnya mencakup politik, ideologi, ekonomi, dan lain sebagainya. Bahkan kerasulan dan kenabian yang turun di muka bumi bertujuan untuk mencerahkan manusia sesuai kodrat dan hak asasi yang telah diberikan oleh Tuhan, manusia yang berperikemanusiaan.

Pelopor gerakan merdesa di abad 19 dan 20-an diantaranya Mahatma Gandhi, Ahmad Dahlan, hingga Hasyim Asyhari. Bahkan di era saat ini tokoh seperti Gus Dur, Romo Mangun, Rendra, Buya Syafii, Emha, Gus Mus, Paus, Bunda Theressa dan lainnya menggebrak penyadaran manusia akan hakikat menusia di ranah gerakan sosial budaya. Bagaimanapun Nusantara secara “politik” memang telah menikmati kemerdekaannya, namun dalam arti kedaulatan manusia atas hak asasinya, kita sama sekali belum “merdesa”.

Nusantara adalah negeri seribu satu impian yang dianugerahi limpahan curahan surgawi. Bagaimana bumi, air, udara dan segala sumber daya alam yang terkandung di dalamnya sangat berlimpah ruah dan sangat berpotensi untuk menjadikan bumi Nusantara sebagai bangsa besar pengusung kemajuan peradaban manusia sebagaimana nenek moyang kita di masa peradaban bangsa Atlantis dan Lemurian mencapai masa keemasannya. Nusantara adalah sang perkasa rajawali sakti, garuda raksasa yang sanggup menjelajahi dimensi ruang dan waktu, memiliki pandangan visi dan misi yang tajam menembus segala jaman.

Namun sayang seribu sayang, bangsa ini baru mencapai sebagian “kemerdekaannya”! Hal ini yang kemudian “mengempritkan” sang rajawali sakti. Bagaimana sebuah bangsa yang besar hanya bersikap laksana burung emprit di percaturan pergaulan antar bangsa di dunia? Kita terlalu menunduk dan dibodohi oleh banyak bangsa lain di belahan bumi atas nama kepentingan sekelompok elit tertentu. Kita menjadi bangsa yang seolah loyo karena digerogoti pengkhianatan anak bangsanya sendiri. Maka mulai detik ini bersikaplah dengan sepenuh kepercayaan diri untuk lebih mandiri dan berdaulat. Moga kita akan “merdesa” di masa yang tidak terlalu lama lagi! Merdesa bangsaku, jayalah negeriku!

Ndalem Peniten, 16 Agustus 2010

Share this:


Filed under: Jagad Budaya Tagged: agustusan, HUT Kemerdekaan RI, merdeka, merdesa

Merdekaaa…

-

Mastop Story

on 2014-8-16 12:00am GMT

Tak terasa kita sudah merasakan kemerdekaan selama 69 tahun. Berbagai perubahan telah dilakukan. Dan semua proses itu tidak lain agar kita menjadi bangsa yang lebih dewasa.

Namun sepertinya 69 tahun belumlah cukup membuat kita dewasa. Kita masih dipenuhi keserakahan,kesemrawutan dan kekanak-kanakan. Kita belumlah lepas dari bangsa lain.

Dan kali ini kita yang masih diberi kesempatan menemui hari kemerdekaan, marilah merenung. Kapan kita akan benar-benar dewasa?


By: Sahrudin – @SahrudinSaja LOCATED a few dozen meters east of Tidar Hill, Gotong-Royong is one of several biggest “pasar(s)” (traditional markets) in Magelang Municipality and Regency. Like other traditional […]

Menurut kabar di media massa, lalu-lintas mudik tahun ini yang paling parah dibandikan tahun-tahun sebelumnya. Ketika berangkat saya mesti menempuh perjalanan hingga 30 jam, dua kali lipat lebih daripada hari-hari biasa. (Baca di : Cataran Mudik Bagian Pertama).

Minggu, 27 Juli 2014
Dini hari
Saya capek luar biasa. Begitu sampai kami langsung sahur. Setelah sholat subuh saya langsung tidur. Badan capek luar biasa. Praktis saya dua hari tidak tidur.

Minggu malam
Saya panggil tukang pijet langganan saya untuk datang ke rumah. Habis sholat isya’ dia baru datang. Namanya Gatot, tetangga kampung sebelah. Dia seumuran dengan adikku. Dulu neneknya yang jadi tukang pijat. Namanya Mbah Gito. Keahlian memijat ini menurun dari neneknya.

Gatot kalau mijitin lama, bisa satu jam lebih. Bahkan kadang-kadang saya tertidur waktu dipijit. Pijitannya sakit, tapi nyaman setelahnya.

Senin, 28 Juli 2014
Kami sholat Ied di Masjid Agung Magelang. Jamaah kali ini sangat ramai, lebih ramai dari tahun lalu. Jamaahnya sampai meluber ke alun-alun. Kami kebagian sholat di alun2.

Selesai sholat, seperti biasa kami silaturahim. Pertama, tentunya sungkem ke Emak. Lalu dengan keluarga sendiri.

Di kampungku punya tradisi salam-salaman dengan orang sekampung. Orang2 berdiri di pinggir jalan utama. Kemudian dari ujung kampung tempel sari berjalan memutar dan berujung di masjid As Sofyan. Selesai silaturahim dengan orang sekampung lalu kami pergi ke rumah Simbah dan beberapa famili di desa.

Sore baru pulang ke rumah dan langsung ‘tepar’ lagi. Pinginnya malam ini langsung berangkat ke Eyang Pati alias Nano. Tapi badan sepertinya belum mau diajak pergi. Insya Allah besok baru berangkat.

Selasa, 29 Juli 2014
Selasa pagi kami sudah siap2 berangkat ke Pati. Rencananya kamk mau berangkat lewat Jogja sambil pingin silaturahim ke beberapa sahabat dan kerabat.

Kami pingin mampir ke rumah P Muslikhin dan Bu Ria, terus klo bisa ke Bu Siti sekalian. Sudah lama kami juga tidak mampir ke P Hartono, Bapak kos saya dulu. Lanjut klo sempat juga mampir ke Kang Cessi. Dari status di FB sepertinya beliau sedang balik ke kampung Macanan. Tidak lupa juga mampir ke Piyungan, ke tempat saudara jauh kami.

Tapi ternyata semua berjalan di luar rencana. Konon kabarnya jalan2 Jogja-Solo macet. Jalan di jogja memang biasanya macet kalau lebaran. Akhirnya kami merubah rencana dan langsung belok via Selo-Boyolali. Jalur ini sering kami lewati. Jalur yang melewati tengah2 dua gunung; Gunung Merapi dan gunung Merbabu. Jalannya memang berkelak-kelok, tapi pemandangannya asik.

Sampai di Boyolali, ambil kanan menuju Solo. Kira2 15 km sebelum pertigaan Kartosuro Waze


Dua puluh satu tahun merupakan rentang waktu yang lumayan panjang. Waktu itulah yang telah saya dan teman-teman seangkatan lewati selepas tuntas menyelesaikan bangku SMP. Sebuah SMP sederhana di ujung Jalan Pemuda Muntilan yang tepat bersebelahan dengan Toko Tape Ketan. Sampeyan tahu SMP 1 Muntilan? Di sanalah dulu saya sempat nyantrik selama tiga tahun.

SMP 1 MuntilanSekolah saya itu konon merupakan sekolah tingkat SMP tertua di Kabupaten Magelang. Bayangkan saja sedulur, sekolah kami berdiri sejak 1945. Hanya beberapa saat setelah Proklamasi Kemerdekaan RI dilakukan oleh Bung Karno – Bung Hatta. Oleh karena itu tidak berlebihan jika di masa lalu SMP 1 Muntilan lebih populer sebagai SMP Perintis. Sebagai sekolah tertua, sejarah memang kemudian mencatatkan sekolah kami menjadi sekolah terdepan dalam prestasi pembelajaran, bahkan hingga saat ini. Maka tidak berlebihan jika sekolah tersebut hingga kini masih menjadi sekolah favorit di wilayah Kabupaten Magelang.

Tiga tahun bergumul di bangkus SMP tentu saja menyisakan banyak kenangan haru biru ala anak putih biru. Mulai kisah klasik tentang sesama teman sekolah, para guru, dan segala sesuatu suasana, peristiwa, ataupun kejadian-kejadian unik masih terpatri kuat di ingatan saya. Soal teman-teman sekelas, paling tidak saya masih ingat dengan nama-nama maupun alamat rumah mereka. Sebut saja nama-nama seperti Marjiono, Kuntaryadi, Haryana, Handoyo, Erwin, Johan, Gunawan, Mahbub, Heru, Muhtar, Sarip, Rolid, Irwan, Doni, Triyono, Makruf, Isnaeni, Ibnu, Ratno, Agung, juga Beni Himawan. Untuk nama-nama siswa putri tentu saya masih ingat dengan nama-nama Etika, Erni, Sita, Ida, Siti, Yuni, Purwati, Almum, Nanik, Winarsih, Indria, Riyanti, Maya, Nila, bahkan tentu saja nama Islamiyah. Mungkin masih ada yang kelewat, tetapi pada intinya nama-nama sebagian besar diantara teman sekelas hingga kini masih teringat.

Bergaul sekian lama dengan teman-teman seperjuangan dalam menuntut ilmu tentu saja menorehkan seribu satu kisah. Ada kisah tentang keluguan para bocah ndeso yang baru mengenal kota. Ada cerita tentang mbolos pelajaran, cerita tentang nggarapi guru, cerita tentang hukuman guru BP, kisah tentang saling contek pada saat ulangan, juga guru yang ngambek tidak mau masuk kelas kami. Semua kisah itu menjadi catatan sejarah yang tidak akan pernah terhapus dari rekam jejak setiap tahapan kehidupan kami masing-masing.

Dalam kesempatan lebaran tahun ini, bebera rekaman abadi tersbeut sempat terputar kembali seolah baru terjadi hari-hari kemarinnya. Ceritanya begini sedulur!

KunMenjelang seminggu lebaran bergulir, saya sengaja menyambangi Kuntaryadi yang kini tinggal di Bakalan, dekat Terminal Bus Muntilan. Rencana semula, saya ingin juga bersilaturahmi ke rumah Marjiono dan Haryana di Tersan Gede.  Namun pada kesempatan justru, mereka sedang plesiran angon bocah di Gembiro Loka. Akhirnya saya siang selepas Dzuhur mendarat di rumah Kun yang sudah didiaminya hampir dua tahun ini. Sebelumnya, Kun yang masih bujang kerja di Semarang dan hanya sesekali pulang ke rumah orang tuanya (seringkali bahkan hanya pada saat lebaran saja). Fakta kisah perjodohannya justru ia yang bekerja di Semarang mendapatkan istri asli Semarang yang bekerja di Muntilan. Akhirnya wira-wirilah Kun setiap akhir pekan Semarang – Muntilan.

Nah, semenjak kunjungan saya ke tempat Kun di Bakalan tahun lalu, saya langsung mengingatkannya kepada nama-nama teman SMP yang asli anak Bakalan. Ada nama-nama seperti Sarip, Ibnu, dan Kristi. Pada kesempatan saya mengingatkan kembali nama-nama tersebut, Kun langsung tergugah untuk menyambangi rumah Sarip. Konon ia pernah selintas bertemu wajah Sarip di toko bangunan Pak Kuri yang ada di ujung gang rumahnya.Dari pemilik toko, ia sempat diberikan ancer-ancer tempat tinggal Sarip.

Akhirnya selepas Ashar, kami berdua memasuki sebuah gang yang mengarah ke rumah Sarip. Ketika sempat bertanya-tanya kepada seorang remaja tentang nama Sarip, justru remaja tersebut balik bertanya, “Sarip BRI nggih Mas?”

Sarip BRI, ah tentu saja kami kurang tahu. Tetapi yang kami ingat kawan kami tersebut memiliki nama lengkap Sarip Lukmawan. Akhirnya kami berdua diantar ke sebuah rumah mesteran setengah jadi yang di depan terasnya terdapat sebuah sumur timba kecil. Setelah seorang perempuan muda keluar dari balik pintu, kami bertanya apakah benar rumah tersebut tempat tinggal Sarip. Si Mbake justru membenarkannya. Jadilah kemudian kami berdebar menunggu apakah Sarip yang akan keluar menemui kami adalah Sarip yang benar-benar Sarip kawan kami.

Sejurus kemudian mbedunduk nongol sesosok wajah. Muka bulat agak lonjong dengan perawakan tinggi ramping, dan belahan rambut sisir tengah. Tak salah memang, dialah Sarip teman kami. Dengan serta-merta ia tentu saja langsung dapat mengenali Kun yang notabene kini menjadi tetangga seberang jalan. Nah ketika sengaja dia saya pancing untuk mengingat saya, diapun tanpa terlalu lama berpikir langsung bisa menyebutkan nama saya. Kamipun berjabat erat setelah dua puluh satu tahun sama sekali tidak pernah bertemu. Sungguh pada saat itu saya merasakan sebuah kenikmatan terjalinnya tali silaturahmi yang menentramkan hati kami masing-masing.

SMP 1 MuntilanCerita punya cerita, ternyata selepas kelulusan SMP sempat nyangkut sekolah di STM Muhammadiyah Blabak. Setahun di sana ia justru ndaftar sekolah ulang di STM Cawang. Lulus dari sana ia sempat bekerja pada sebuah perusahaan elektronika. Namun malang tak dapat ditolak, bersamaan dengan goro-goro krismon, perusahaannya gulung tikar hingga iapun kehilangan pekerjaan. Sempat ngalor-ngidul mencoba berbagai usaha, kini Sarip menjadi penjaga malam di BRI Unit Blondo. Jadilah ia manusia malam, sang penganut ilmu kelelawar sakti dari cerita Babad Tanah Leluhur.

Hanyut ngobrol ngalor-ngidul tentang perjalanan hidup kami masing-masing dan tentu saja tentang nostalgia masa sekolah dulu menjadikan kami sedikit melupakan waktu. Sejenak setelah menikmati hidangan nasi goreng gurih-pedas buatan istri Sarip, saya dan Kun ngglandhang Sarip untuk turut menemani ke sebuah butik pakaian di samping toko Pak Kuri. Kono di sanalah tempat tinggal kawan kami yang lain, Kristi atau dipanggil juga Yulis.

Tak seberapa lama beranjak dari rumah Sarip, kami segera ketok pintu pada sebuah toko pakaian di pinggir jalan utama kampung Bakalan. Ibarat kisah kepancal sepur, Ibuke dan saudara Kristi yang menjumpai kami justru menceritakan bahwa anaknya baru balik kembali ke Jakarta tengah hari beberapa saat sebelumnya. Meski kami sedikit kecewa tidak menjumpai teman lama, tetapi setidaknya kami bisa berkenalan dengan keluarga teman kami dan yang pasti kini kami sudah tahu pasti dimana tempat tinggalnya. Mudah-mudah pada kesempatan lain kami bisa dipertemukan.

Selepas dari Bakalan, Sarip menantang untuk sowan ke Bu Yayuk, guru bahasa Inggris kami. Guru kami tersebut menurut Sarip kini tinggal di perumahan Taman Agung yang hanya beberaka jengkal dari Kampung Bakalan. Hanya perlu bertanya sekali kepada tetangga Bu Yayuk, akhirnya senja itu kami dipertemukan kembali dengan salah seorang guru yang cukup favorit bagi siswa-siswinya.

Bu Yayuk   Erwin

Bu Guru yang satu ini nampak tidak banyak berubah. Dari raut muka, postur tubuh, bahkan gerak-gerik serta ucapannya masih serupa dengan dua puluh satu tahun yang lalu. Hanya saja ia kini sudah menjadi seorang hajah yang tentu saja menambah kelembutan tata bahasa dan perilakunya. Satu per satu kami ditebak-tebak buah manggis oleh Ibu Guru kami. Beruntung setelah dengan beberapa pancingan cerita, Ibu dapat juga menganali saya. Untuk Kun dan Sarip, akhirnya Ibu menyerah dan meminta keduanya ngaku nama masing-masing.

Tepat bedug Maghrib kami bertiga mohon diri setelah sebelumnya sempat meminta berfoto mengabadikan silaturahmi kami. Selepas Maghrib, anjangsana dilanjutkan ke belakang SD Gunungpring 4. Di sanalah kami menjumpai Erwin, sang mantan ketua kelas kami. Dengan Erwin kamipun ngobrol menuntaskan rasa kangen setelah sekian lama. Tanpa terasa hari kian larut dan kamipun saling berpisah untuk menjalani rutinitas masing-masing kembali. Duh Gusti, moga paseduluran kami tetap senantiasa terjaga sepanjang masa.

Lor Kedhaton, 14 Agustus 2014


Filed under: Jagad Magelangan Tagged: magelang, Muntilan, reuni smp, SMP 1 Muntilan, sosial budaya, tape ketan

Rabu, 13 Agustus 2014 siswa kelas 6 SDN Salaman 1 melakukan kunjungan ke area olah keterampilan “Rick-rock” di Borobudur. Belajar membatik diantaranya, yang selama ini hanya teori yang didapat dari kelas kini bisa mepraktekkan langsung dengan bimbingan ahlinya. Hal lain yang juga dipraktekkan adalah membuat gerabah dari tanah liat dan merakit pensil. Pengalaman langsung seperti inilah yang selayaknya diterima siswa sebagai pembelajar yang kedepan mampu menumbuhkan kreatifitasnya dalam menapaki kehidupan nyata. Selamat untuk semua siswa.




 Proses pembuatan gerabah
 Hasil setengah jadi


 Para guru juga mencoba



 Proses membatik



Kenang-kenangan dari penyelenggara
Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang
Tadi malam, kawan saya mampir ke rumah dan bercerita tentang rencananya membuka usaha fotocopy, ia meminta tolong saya untuk mencarikan daftar harga mesin fotocopy yang bagus dan murah. Saya pun langsung browsing dan berusaha mencari data daftar harga yang diinginkan.

Sebenarnya ada banyak sekali produk Mesin fotocopy yang beredar di pasaran, namun, dari sekian banyak produk, yang paling populer adalah produk besutan Canon dan Xerox.

Berikut ini adalah Daftar Harga Mesin Fotocopy Canon dan Xerox

Canon IR 1024
Harga Pasaran:
Rp. 12.000.000,-
Canon IR 2420L
Harga Pasaran:
Rp. 17.600.000,-
Canon IR 2520
Harga Pasaran:
Rp. 19.800.000,-
Canon IR 2525
Harga Pasaran:
Rp. 31.500.000,-
Canon IR 2530
Harga Pasaran:
Rp. 44.500.000,-
Canon IR 2535
Harga Pasaran:
Rp. 55.500.000,-
Xerox DC
S1810 LCPS

Harga Pasaran:
Rp. 18.000.000,-
Xerox DC
S2010 LCPS

Harga Pasaran:
Rp. 20.000.000,-
Xerox DC
S2220 LCPS

Harga Pasaran:
Rp. 21.500.000,-
Xerox DC
S2220 CPS

Harga Pasaran:
Rp. 24.500.000 ,-
Xerox DC
S2420 LCPS

Harga Pasaran:
Rp. 23.600.000,-
Xerox DC
S2420 CPS

Harga Pasaran:
Rp. 26.500.000 ,-
By: Sahrudin – @SahrudinSaja DO you still remember the Indonesian Military or TNI‘s high ranking military officer known for his remark “aman dan terkendali” (literally, secure and controlled) in his […]
Boleh percaya boleh tidak, saya tak mempunyai kuku jempol kaki sebelah kiri. Kuku jempol saya berhenti tumbuh sejak saya kecil.



Dulu, saya pernah tersandung potongan dahan kayu tajam, saking kerasnya sandungan saya waktu itu, kuku jempol kaki saya sampai njeplak separoh. Saya menangis sejadi-jadinya. Bukan soal cengeng, tapi percayalah, seorang SBY pun kalau berada dalam posisi saya di usia yang sama, pasti beliau akan menangis sejadi-jadinya juga seperti saya, bahkan mungkin lebih keras.

Emak saya kaget, dan agak cemas, begitu melihat banyak sekali darah yang keluar dari sela kuku jempol kaki saya. Emak saya kemudian membasuh kaki saya dengan air hangat, rasa perih di sela kuku jempol terasa semakin pilu.

Setelah kering, sakit di bagian kulit bawah kuku saya hilang, namun rasa sakit itu akan muncul lagi tiap kali ujung kuku saya yang njeplak setengah itu mengenai sesuatu. Saya perlu waktu ekstra untuk memakai kaus kaki.

Emak saya kemudian punya gagasan gila untuk menghilangkan rasa sakit tersebut, gagasan yang terlalu spartan, sangat Barbar: "Copot saja kukumu seluruhnya, daripada cuma njeplak setengah seperti itu!". Mungkin ibu saya terlalu perfeksionis, beliau agaknya tak pernah rela melihat sesuatu yang setengah-setengah.

"Tapi nanti sakit mak!", kata saya setengah pasrah

"yo sakit tapi kan cuma sekali, setelah itu ndak lagi, daripada kukumu sakit terus tiap kali kena sesuatu, mending mana? lagipula, nanti kalau sudah dicabut seluruhnya, toh nanti bakalan tumbuh lagi!"

"Bener, mak, bakal tumbuh lagi?"

"Iya, nanti tumbuh lagi!", jawab emak penuh kepastian.

Saya akhirnya menuruti ide barbar emak, kuku jempol yang terlanjur njeplak itu dicopot seluruhnya oleh emak, sakitnya begitu luar biasa, tapi begitu dicopot dibersihkan lukanya. Sakitnya pun hilang. Lega rasanya, setidaknya kini, saya bisa memakai kaus kaki dengan cepat.

Waktu pun berlalu, saya dengan setia menunggu kuku jempol saya tumbuh, saya terus menunggu dan menunggu, menunggu sampai kuku jempol saya tumbuh, seperti yang emak katakan. Dan nyatanya, sampai sekarang, kuku itu belum juga tumbuh. Sungguh, ini PHP terlama yang pernah saya dapatkan.



Tidak adanya kuku di jempol kaki saya itu kemudian sering menjadi bahan ejekan kawan-kawan saya. Maklum lah, namanya juga anak kecil, belum tahu apa itu simpati.

"walah gus, kukumu diamputasi ya?", ledek salah satu kawan saya sambil terkekeh.

Saking seringnya saya diledek karena ketiadaan kuku jempol ini, saya sampai kebal dengan setiap ledekan yang meluncur.

Saya pernah menyalahkan emak saya atas tidak tumbuhnya kuku jempol saya ini, dan tahu apa jawaban ibu saya waktu itu?

"Justru bagus tho gus, kamu ndak perlu motong kuku, dan juga, besok kalau kamu hilang, bakalan mudah carinya, soalnya punya ciri-ciri fisik yang lain daripada yang lain!".

Agaknya memang saya harus merelakan kuku jempol saya. Anggap saja karya seni. Mutilasi tingkat mikro.

Kemarin sore, kawan sekaligus tetangga dekat saya, Sastro, berkunjung ke rumah. Sastro ini kawan saya sejak kecil. Dia dulu adalah salah satu kawan yang getol meledek saya karena kuku jempol kaki saya.

Dia cerita tentang musibah yang dialaminya di tempat kerja. Kakinya kejatuhan loker besi. Dan tahu apa yang terjadi dengan kakinya? Darah di jempol kakinya menggumpal dan membuatnya terpaksa mencongkel kukunya.

Saya pun prihatin, namun sedikit geli juga, soalnya sekarang, saya punya kesempatan untuk meledek dia perihal kuku jempolnya.

"Tro, Copotnya kukumu itu adalah bukti, bahwa pembalasan, cepat atau lambat, pasti akan datang, sungguhpun perlu menunggu, belasan tahun lamanya!", kata saya sambil tertawa kecil meledek jempol si Sastro yang kini sudah plontos tak berkuku. "Ingat lho tro, jempol kaki seperti itu, biasanya kukunya tak mau tumbuh lagi, dia kapok karena telah disia-siakan!", lanjut saya.

"Ndiasmu!", kata si sastro kecut.

Saya pun tertawa keras bahagia, bagai senopati, yang pulang dari medan perang, dan membawa kemenangan. Oh, ternyata keadilan masih tegak di bumi ini. Hehehe

Manusia mana mungkin dipisahkan dengan alam, apalagi anak-anak. Alam adalah ruang bagi anak untuk bermain. Belakangan, terutama di lingkungan perkotaan, alam sebagai ruang bermain untuk anak justru semakin terbatas bahkan hilang sama sekali. Anak-anak jaman sekarang semakin jauh dan terasingkan dari alam. Maka dengan semboyan back to nature, anak-anak kota kini banyak meminati aneka permainan berbasis alam yang dikemas dalam kegiatan out bond.

Out bond? Dari istilahnya yang menggunakan bahasa linggis (maksudnya sih English), terkesan out bond menjadi sangat modern dan mengkota. Padahal kalau kita lihat aktivitas-aktivitas anak-anak yang dikatakan sebagai out bond ya tidak jauh dari ngguyang kebo, mandi lumpur, mbajak sawah, main eggrang, gondal-gandul tali, juga penekan wit. Lho kok? Kalau contoh-contoh itu semua kan aktivitas yang sangat akrab bagi bocah dusun? Lha memang! Berarti memang out bond itu proses kembalinya manusia kota ke desa, dengan segala sifat alamiahnya. Secara luas, ya back to nature tadi!

Bagi wong ndeso, perilaku anak-anak kota yang out bond itu justru diarani ndeso. Hal yang menjadi kebiasaan sehari-hari mereka justru menjadi sebuah kekaguman, keluarbiasaan yang kayaknya sesuatu banget dech! Jika demikian bukankah sebuah nilai komparasi antara kota-desa dalam sudut pandang ini justru sudah terbalik? Kota yang identik dengan kemajuan, kemewahan, juga keunggulan, justru kini mengekor kepada desa.

Di sisi lain, masyarakat desa justru harus semakin bersyukur bahwa ukuran kemajuan dan keunggulan yang sejati sesungguhnya adalah apa yang telah mereka miliki selama ini. Hidup rukun, saling welas asih, kesederhaan, kebersamaan, guyub, gotong royong, justru menjadi semakin bernilai di tengah globalisasi jaman yang semakin menyeret manusia menjadi semakin tidak manusiawi. Keseluruhan sifat dan sikap hidup masyarakat desa itu sebenarnya merupakan refleksi timbal balik interaksi mereka yang intens dengan alam di sekitarnya. Dan manusia kota kini mau membayar berapapun untuk memiliki rasa dan perasaan sebagaimana orang desa yang senantiasai dekat dengan alam tersebut. Dunia memang sekedar cakramanggilan, roda kehidupan yang terus berputar.

Bercermin dari kenyataan tersebut di atas, alangkah sangat ruginya masyarakat desa yang hingga kini belum tersadar dan mengkiblatkan diri kepada semua hal yang berbau kota. Bukankah banyak diantara orang tua masa kini di lingkungan perdesaan yang justru merasa minder dengan “kedesaaan” yang mereke miliki. Dolanan tradisional dianggap kuno. Berjalan kaki atau ngepit onthel dianggap ketinggalan jaman. Anak-anak kampungpun jika tidak paham dengan play station, games hp atau ipad, tidak tahu facebook dianggap ndesit. Padahal jika kita resapi secara mendalam, semuanya itu hanya sekedar sawang-sinawang yang bersifat sangat relatif.

Bagi saya pribadi, sebagai orang tua, saya akan senantiasa memberikan kesempatan yang seluas-luasnya dan sebebas-bebasnya bagi anak-anak yang ingin bergelut atau bergumul sedekat-dekatnya dengan alam. Ingin ciblon di kali, ingin mandi lumpur bersama kebo, ingin nguber banyu blumbang, ingin main layangan, ingin blusukan di semak belukar, ingin nyuluh manuk, ingin turut ngluku-garu di sawah, juga angon sapi ndak masalah. Justru saya akan teramat sangat bangga jika anak-anak mau menyelami dan menghayati kehidupan bersama alam karena dari sanalah budi pekerti luhur, karakter serta kepribadian yang kuat dapat tumbuh sengan subur.

Maka demi memberikan kesempatan yang semerdeka-merdekanya kepada buah hati dan seorang keponakan, di sela-sela kunjungan keliling untuk bersilaturahmi ke beberapa simbah dan pakdhe pada lebaran kemarin, saya sempat angon bocah menikmati kesejukan air Kali Blongkeng yang berhulu di gunung Merapi. Aliran air yang jernih tanpa sampah, batu-batuan endapan erupsi yang halus dan licin, ditambah semilir angin sore yang sepoi-sepoi menjadikan kegembiraan kami semakin memuncak. Kami ambyur ke badan air dengan sebebas-bebasnya. Basah-basahanpun meninggalkan keasyikan tersendiri yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Intinya, Kali Blongkeng telah menenggelamkan kami dalam luapan kebahagiaan batin yang tiada tara.

Ulah si Ponang yang berpose ala petapa sakti yang tengah kungkum banyu mengharuskan saya untuk selalu ngguya-guyu tanpa henti. Demikian si Tia yang tekun menyusuri bebatuan sambil mencari lumut-lumut hijau untuk bahan masak-masakan benar-benar membuat hati trenyuh. Mereka nampak asyik dengan aktivitasnya masing-masing. Sesekali suasana gemericik aliran air diselang-selingi kecipak batuan kerikil yang saling dilempar oleh kedua bocah tersebut. Cengar-cengir, kadang mrengut, tetapi yang lebih sering terjadi adalah derai tawa riang yang lepas. Ah, betapa saya sungguh sangat bahagia menyaksikan detik-detik kegembiraan hari itu.

Ternyata untuk merasakan sebuah kebahagiaan tidak perlu harus jauh-jauh apalagi berbiaya mahal. Di lingkungan sekitar tempat tinggal kita, kita dapat kok menemukan sebuah suasana maupun wahana untuk menghadirkan sebuah kebahagiaan. Semua dihamparkan Tuhan sebagai anugerah alam terindah bagi segenap manusia. Maka nikmat apalagi yang masih kita ingkarkan dari-Nya?

Lor Kedhaton, 12 Agustus 2014


Filed under: Jagad Kenyung Tagged: dolanan bocah, Kali Blongkeng, magelang, Merapi, Muntilan, outbond

Ah, bagi saya hidup di perantauan bisa jadi hanyalah sekedar terhanyut di dalam aliran misterinya kehidupan. Wis dadi pepesthening Gusti. Semua sekedar menjalani sebuah cerita kehidupan. Jauh dari kampung halaman mengharuskan saya untuk mudik dalam momen-momen tertentu. Termasuk tentu saja dalam momentum lebaran setiap tahunnya.

Mendapati kenyataan sulitnya mendapatkan tiket mudik, terutama dengan kendaraan sepur, memaksa saya harus membuat strategi jitu untuk bisa tetap mudik tahun ini. Tentu saja bersama istri dan dua cindil abang buah hati kami. Demi mengantisipasi keruwetan macetnya jalur mudik pada hari-hari menjelang Idul Fitri, maka kedua cindil abang tersebut kami ‘paketkan’ mudik awal pada pertengahan Ramadhan. Untunglah para simbah dan biyung emban cukup trengginas menerima titipan para cucu-cucunya.

Beriringan dengan tragedi amblesnya Jembatan Comal Pemalang, kami justru diperjalankan kembali menuju ibukota. Akibat efek domino tragedi Comal menyebabkan truk-truk besar dan container yang biasa merajai jalur Pantura, terpaksa merayap di jalur-jalur sempit, naik turun nan menikung di wilayah jalur tengah dan selatan Jawa. Efek kemacetanpun menjadi semakin terdistribusi merata di seantero Pulau Jawa. Bus andalan kami yang biasa melintas Panturapun, malam itu terpaksa menempuh jalur tengah via Wonosobo, Purwokerto, Banjar, Ciamis, Garut, hingga Bandung melalui Tol Cipularang untuk menuju Jakarta.

Hanya beberapa hari menikmati masa akhir Ramadhan di ibukota, ritual mudik langsung memanggil kami untuk kembali ke timur, ke bumi Jawa. H-3 lebaran, masih dengan kendaraan bus, kami kembali bergulat dengan kemacetan Pantura. Dengan nekad, bus yang kami tumpangi tetap lurus-lurus dan lugu-lugu saja menempuh jalur Cikampek dan Pantura Jabar-Jateng. Untunge, perbaikan sementara Jembatan Comal usai sehingga salah satu jalurnya sudah bisa dilalui kendaraan meski secara terbatas. Berangkat dari Jakarta jam 17.00, akhirnya kami mendarat selamat di Magelang tercinta pada pukul 12.00 pada hari berikutnya. Lumayan 19 jam perjalanan menjadi rekor perjalanan mudik terlama kami.

H-2 lebaran merupakan momentum kempal manunggalnya Balatidar alias sedulur-sedulur blogger Magelangan dalam suasana buka bersama yang cukup sumringah. Masih sama seperti setahun sebelumnya, acara bukber dihelat di Rumah Makan Ayam Bakar Bu Tatik berseberangan dengan Artos Magelang. Meskipun tidak segenap jajaran Balatidar hadir, namun sekitar sepuluh sedulur telah merapat untuk saling menuntaskan rasa kangen. Ada Kang Ikhsan, GusMul, Ivan, Nahdhi, Yudha, Nikitomi, Kokoh, Andri dll. Obrolan ngalor-ngidul kas cakrukannya Balatidar berkisar dari maneges kabar dan kesibukan masing-masing, hingga ungkapan keprihatinan kendho-nya semangat ngeblog diantara teman-teman. Ayam goreng khas citarasa manis dan sajian es teh menuntaskan lapar dahaga kami pada saat dung Maghrib tepat berkumandang. Bagaimanapun momentum bukber seolah menjadi pelekat dan perekat paseduluran Balatidar yang sekian lama jarang gethukan ria di bawah rindangnya ringin tengah.

H-1 lebaran, tentu saja mundhi dhawuh Kanjeng Rama dan segenap kerabat, keluarga kecil kami merapat ke Tepi Merapi. Semenjak beberapa hari sebelumnya, Mbah Kakung sudah wanti-wanti menugaskan saya untuk mèmèt alias memanen ikan di kolam pekarangan belakang rumah. Keceriaan kekecehan  yang disertai derai tawa riang para bocah menghadirkan suasana kegembiraan yang membuncah kala itu. Para cucu Mbah Kakung dengan semangat gugur gunung, siang hingga sore itu saling bahu-membahu menangkap ikan mujahir, bawal, dan lele yang tekun dipelihara sekitar setahunan.

Masih H-1 lebaran, bedug Magrib menggema. Betapa lega segala dahaga. Momentum buka bersama di penghujung Ramadhan tahun ini kami tuntaskan dengan berkumpul bersama di Ndalem Mbah Kakung. Ada kami dari Tangerang, sedulur-sedulur dari Depok, Cilacap, juga Magelang kumpul manunggal menyambut Hari Fitri diiringi gema lantunan takbir yang berkumandang memenuhi seantero jagad raya.

Hari H lebaran, kesibukan pagi-pagi berkisar persiapan sholat Ied di halaman masjid kampung kami. Lelaki-perempuan, tua-muda, nenek-kakek, para bocah dan para remaja berbondong-bondong memenuhi tanah lapang tersebut. Rangkaian sholat Ied dan khutbah yang khitmad diakhiri dengan kemesraan saling bersalaman diantara sesama jamaah yang melingkar mengular. Selepas itu pesta para bocah, remaja dan pemuda mulai digelar. Ada among-among sego megono, pesta mercon hingga menerbangkan balon udara.

Saling memaafkan adalah nafas Idul Fitri. Silaturahmi diantara keluarga inti dan tetangga menjadi agenda utama di hari-hari masa lebaran. Para anak sungkem kepada bapak-ibunya. Para cucu ngabekti kepada para simbah, simbah buyut, pakde-bude, maupun paklik-buliknya. Tidak terbatas kepada saudara sedarah, silaturahmipun menjalar kepada segenap rekan handai taulan, teman sejawat, teman studi, teman main, bahkan siapapun yang dijumpai saling bersapa “sugeng riyadi“. Hal ini terus berlangsung kira-kira hingga H+5.

H+6 lebaran, suasana keceriaan dan kemeriahan lebaran sedikit berawan tatkala adik ipar harus menjalani proses kelahiran dengan operasi. Secara medis, perkembangan si jabang bayi sebenarnya terpantau normal dan sehat wal afiat. Namun, memang ndidalah sudah kersaning Gusti Allah, hingga hari-hari perkiraan kelahiran justru tak nampak tanda-tanda kelahiran. Hal ini bahkan terlewat hingga seminggu lebih. Pada pemeriksaan akhir, dokter menyimpulkan air ketuban sudah mulai keruh bahkan detak jantung si janin terekam datar lemah. Menghindari kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan, diputuskanlah jalan operasi untuk proses kelahiran keponakan kami tersebut. Tepat pukul 11.00 siang kabahagiaan kami kembali berderai dengan hadirnya sosok jabang bayi baru bagi keluarga besar kami. Sungguh Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang.

Dua hari berikutnya, H+7&8 keluarga kecil kami sengaja plesiran ke Jogja. Sebagaimana cita-cita yang sudah dicanangkan, kami telah mengagendakan untuk bersambang ke Candi Prambanan – Ratu Boko, Taman Pelangi Monjali, dan Makam Imogiri. Wira-wiri sepedaan motor benar-benar mengantarkan kami sowan ke situs-situs wisata yang bernilai sejarah tersebut. Dua hari di Jogja, tentu saja terasa sangat kurang bagi kami.

Hari-hari berikutnya kami tuntaskan untuk menikmati Magelang tercinta. Alun-alun, Artos, Kebonpolo, Badakan, bahkan jalur bekas rel Payaman Secang sempat kami sambangi. Bakso krikil, sop snerek, kupat tahu, bubur terik juga bubur ketan kinco menjadi menu makan kami sehari-hari. Sungguh luar biasa dan senantiasa menimbulkan rasa kangen yang seolah tiada pernah akan tertuntaskan.

Akhirnya, setelah dua minggu menikmati liburan lebaran di kampung halaman, dengan sangat berat hati semua kebahagiaan sejati tersebut harus segera berakhir. Siklus kehidupan mengantarkan kami untuk kembali ke tanah perantauan diiringi deru roda kereta yang membawa kami menjauhi kampung halaman tercinta. Moga lebaran tahun depan diperkenankan mereguk kembali nikmatnya ritual mudik ke kampung halaman. Magelang, I love you full!

Lor Kedhaton, 11 Agustus 2014


Filed under: Jagad Budaya Tagged: idul fitri, lebaran, tragedi idul fitri

Idul Fitri-1


Filed under: Jagad Budaya Tagged: idul fitri, lebaran, mudik, syawal

Pernah ke Kantor Pos?

-

Hamasah!

on 2014-8-10 8:25am GMT
http://www.pospay.biz/images/cover/POS2.jpg


Pernah ke Kantor Pos?

Bah, pertanyaan di atas cukup menggelikan. Pertanyaan nggak mutu. Tapi, pantas untuk ditujukan kepada saya-anak SMA era sekarang. Ha ha ha. Seingat saya (ya nggak ingat-ingat banget) pernah ke kantor pos Magelang saat dulu sekali, saya masih belia balita dan sekarang saya sudah 17 tahun. Potret yang saya ingat cuma kantor pos bercat oranye wortel, sedangkan hal lain mengenai sistematika (halah) pengiriman surat atau barang, saya nggak ngerti blas.

Keenggakngertian ini berakhir ketika saya berkenalan sama seseorang bapak, guru teater saya di SMA sekitar dua tahun yang lalu. Bapak guru tersebut adalah Pak Triman Laksana. Beliau aktif menulis sastra Jawa dan Indonesia. Pak Triman memberi tahu cara mengirim naskah puisi jawa (geguritan) ke koran Kedaulatan Rakyat dengan cara:

1.       Bakar (hehe bakar emang terjemahan dari “burning”) data Ms.Word yang berisi geguritan ke dalam CD.
2.       Bungkus pake amplop. (saya kirim pertama kali pake kertas HVS yang sedemikian rupa berbentuk amplop habis liat tutorial di internet)
3.       Kirim ke alamat KR.

Nah, saya iseng tahun lalu coba-coba aja kirim naskah via pos. Untuk pertama kalinya, saya diajarin cara ambil nomor urut sama bapak-bapak petugas pos yang bukain pintu “welcome”. Saya pencet tombol dan muncul deh kertas bernomor sekian. Saya duduk sambil nunggu antrian. Saya nonton kotak berlayar urutan nomor dan bersuara “antrian nomor sekian silakan ke loket sekian” memanggil pengantri. Wah, saya ndeso banget ha ha ha. Ruangannya dingin ber-AC dan bisa nonton tivi hehe. 

Sampailah nomor antrian dipanggil sama mesin kotak itu. Nah, langsung deh transaksi sama mas atau mbak di loket. Saya pernah dinasehatin sama mas-masnya, kalo ngirim CD pake tempatnya dong. 

Kemudian, lain hari...saya dipanggil ke ruang TU sekolah. Ta ra ra..saya dapet wesel pos dari KR alhamdulilah. Selembar kerta, dan saya harus ngapain? Oh saya ke pos lagi buat “mencairkan” uang tersebut. Saya antri lagi deh, tapi saya nggak ngerti saya harus bawa apa aja? Saya lirik pengantri pos lain yang bawa selembar kertas wesel. Ada mbak-mbak berseragam SMA bawa fotokopi kartu pelajar. Waduh? Untung antrian saya masih panjang. Saya langsung keluar ruangan dan alhamdulilah ada fotokopian di kantor pos. Lalu saya kasih kertas wesel tersebut ke mbak posnya plus fotokopian kartu pelajarnya, saya tanda tangan tanda terima dan dapet uang buat ngangkot hehe..

Nah, jadilah kini saya ngerti gimana cara ngirim dan mencairkan wesel di kantor pos. Ya lebih cepet e-mail lah ya jaman sekarang, tapi ternyata banyak persyaratan kayak ngirim lamaran, naskah lomba, dan sebagainya yang masih minta buat kirim dokumen via pos lho..(lirik-lirik pengantri soalnya hahaha).

Salam, 8 Agustus sore yang cerah 3.24 PM

Mia.

Pak SBY Kritik Rumah Transisi

-

Mas Ivan

on 2014-8-09 6:52pm GMT

Jika juru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha dikutip Okezone (Rabu, 6/8/2014) mengatakan, “Saya tidak mau komentar” terkait kabar kabur yang konon nyata “Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Kantor Transisi Jokowi-JK pada Senin (4/8/2014), yang terletak di Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat.

Pak SBY (panggilan akrab Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) pada 7 Agustus lalu justru memberikan pandangan dengan penjelasan yang cukup runtut dalam video yang diunggah ke YouTube di kanal Presiden SBY.

Seperti apa pandangan Pak SBY terhadap rumah transisi yang telah di resmikan Jokowi-JK ?, berikut videonya :

Mendadak JILBoobs

-

Mas Ivan

on 2014-8-09 6:28pm GMT

Ada ilustrasi menarik dilangsir beritagar yang pantas tersuguh ke masyarakat. Bukan tanpa alasan, hal ini mengingatkan kita sebuah fenomena JILboops akhir-akhir ini, dimana pakaian yang konon islami ternyata berbeda jauh dengan apa yang disyariatkan oleh Alloh Subahanahu wa Ta’ala melalui rasulNya (Muhammad Sholallohu’alaihi wasallam) dan jelas ini nampak di hadapan kita.

Jilboops Bukan Jilbab

Jilbab berbeda dengan JILBoobs. Jilbab adalah busana muslim terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan dan kaki serta wajah, yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim dengan kriteria tertentu. Sedangkan JILboobs adalah sebutan bagi mereka yang berjilbab sebatas fashion islami, dimana lekukan tubuh menonjol, dan bagian yang harusnya ditutupi justru dibiarkan begitu saja disebabkan alasan seni, keindahan tubuh sipemakai dan berbagai alasan lainnya.

Hazm rahimahullah mengatakan ; “Jilbab menurut bahasa Arab yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pakaian yang menutupi seluruh badan, bukan hanya sebagiannya.” Sedangkan Ibnu Katsir mengatakan, “Jilbab adalah semacam selendang yang dikenakan di atas khimar yang sekarang ini sama fungsinya seperti izar (kain penutup).” [Syaikh Al Bani dalam Jilbab Muslimah].

Dan tanggal 7 Agustus 2014 lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tegas mengeluarkan fatwa haram terkait pemakaian busana bagi muslimah yang masih memperlihatkan lekuk tubuh atau biasa disapa JILboobs. Fatwa MUI-pun menuai reaksi negatif seperti dilaporkan BBC Indonesia.

KPAI melihat fenomena ini sebagai proses adaptasi, dimana Komisioner bidang pendidikan Susanto saat dihubungi Detikcom via telepon, Jumat (8/8/2014) mengatakan, “Dari aspek keislaman, seharusnya semangatnya dihargai. Maksudnya semangat menjalankan ajaran keislaman”.

Memang JILboobs seakan tampak indah pun sebenarnya jadikan Islam tampil dalam bentuk yang nista, tampil dalam wajah yang penuh luka. Tak hanya bagi sipemakai dimana mereka bakal dipandang remeh lawan jenisnya. JILBoobs lambat laun akan menggerus mental generasi muda, dimana harusnya mereka kenakan jilbab sesuai dengan syariat yang ada.

Terlepas dari fenomena mendadak JILboobs, mari kembalikan semua kepada khitohnya dimana para wanita akan tampil lebih anggun, indah dan semakin dihargai yang berbalas pahala di surga Alloh Ta’ala. Fatwa JILboobs haram sebaiknya kita sepakat saja. Wahai para wanita JILboobs masuk keranah mubah (boleh) jika dikenakan pada tempatnya, untuk kalangan sendiri guna manjakan suami (khusus bagi yang telah bersuami).

Pecinta Ketinggian

-

Mas Ivan

on 2014-8-09 5:10pm GMT

Sebut saja semua ini adalah ujian, ujian bagi para pecinta ketinggian.  Karena jika Anda dapat melihat foto-foto ini dan menonton video yang ada sontak rasa was-was bakal mengintimidasi kecuali tatkala kecemasan mati dan tak tersuguh sama sekali. Saran saya, bawa segera ke psikiatri lantaran ada sedikit boleh juga banyak sebuah gangguan saraf juga psikologi.

© Image by. Google About Mustang Wanted

Apa ?, Anda sebut mereka gila…, ya…mereka memang gila dan suka dibilang gila karena aksi yang dilakoninya memang buat para penikmat dan penggila ketinggian.

Ini adalah fakta, dan tidak lebih ekstrem daripada eksploitasi pendakian gratis Alex Honnold berikut ini yang terlihat sangat ekstrim oleh siapa pun tanpa peralatan keamanan standar. Tapi entah bagaimana tampaknya lebih ekstrim karena justru hal seperti inilah yang menggoda para pemburu selfie gila di ketinggian.

Lihat lebih lengkap aksi pecinta ketinggian di Mustang Wanted dan rasakan sensasinya.

Ada banyak sekali jenis panggilan untuk pasangan suami istri, ada Bapak-Ibu, ada Ayah-Bunda, Papa-Mama, Abi-Umi, Mas-Dek, dan panggilan lazim sebagainya.

Bapak dan Ibu saya agaknya termasuk salah satu pasangan suami istri yang mempunyai panggilan satu sama lain dengan panggilan yang tak lazim.

Panggilan untuk bapak dan Ibu saya satu sama lain adalah 'Jo' (pelafalan huruf o nya dibaca penuh, dibaca seperti menyebut Ronaldo, bukan seperti menyebut Widodo).

Ibu saya memanggil bapak saya dengan pangilan Jo, begitu pula sebaliknya. Usut punya usut, Jo berasal dari kata Bojo, yang artinya istri/suami. Panggilan Jo ini kata bapak sudah dipraktekkan sejak hari pernikahan.

Kadang saya merasa geli juga dengan panggilan ini, Jo (dengan pelafalan o penuh) terdengar sangat barat, sangat identik dengan nama bule, Joe. Tentu semua tahu, banyak tokoh luar yang punya nama dengan awalan Joe ini: Joe Hart, Joe Satriani, Joe Cole, dsb.

Bagi orang lain, panggilan Jo ini mungkin terasa sangat aneh, namun bagi saya dan juga tetangga yang sudah sering mendengar percakapan bapak dan ibu saya, panggilan Jo ini terdengar biasa saja.

"Jo, masak opo dino iki?", begitu kata bapak kalau sedang menanyakan apa masakan hari ini kepada ibu saya.

Sebenarnya tak ada masalah bagi saya dengan panggilan Jo untuk bapak dan ibu saya ini, namun yang bikin saya mangkel adalah banyaknya kawan-kawan saya yang sering menanyakan perihal asal-usul panggilan Jo ini. Yang sering bertanya biasanya kawan-kawan yang memang jarang main ke rumah saya, sehingga merasa aneh dan tak biasa begitu mendengar percakapan antara bapak dan ibu saya. Kalau kawan-kawan Geng Koplo sih, sudah banyak yang tahu sejarahnya. Bahkan beberapa malah sering memanggil bapak saya dengan panggilan Jo juga.

Saking seringnya saya ditanya perihal asal-usul nama panggilan ini, saya sampai males dan kadang menjawab sekenanya.

Pernah suatu ketika kawan saya bertanya tentang asal-usul panggilan Jo ini kepada saya. Dan saya jawab saja dengan jawaban ngawur, saya katakan bahwa Jo adalah nama bapak dan ibu saya.

"Memangnya siapa nama bapak dan ibumu gus?", tanya kawan saya penuh penasaran.

"Jonathan dan Josephine!", jawab saya cuek.

Waktu jomblo, pengen punya pacar. Udah dikasih pacar, masih aja ngerasa kurang. Ya Allah, pacarku kok kurang ajar sih. Masak dibikin kangen mulu tiap hari. Kan capek nahan kangen muluuu.” Well, jelas bukan itu yang Bos maksud. Yang mau Bos bahas tu saat kamu mulai membanding-bandingkan kamu dengan pacar temenmu. Sedihnya lagi kalo kamu bandinginnya […]

The post Pacarku Ga Kaya Pacarnya; Cara Mudah Agar Lebih Mesra appeared first on Vampir Magelang | @BosVampir.

Tak terasa momen lebaran tahun ini telah lewat dari hadapan saya. Ya, beberapa saat yang lalu saya masih di kampung halaman bertemu dengan bapak-ibu, mbah kakung, paklik-bulik, adik sepupu, ponakan, dan sedulur-sedulur lain. Tak lain tak bukan, momen lebaran adalah satu-satunya momen berkumpulnya saudara-saudara saya yang di perantauan di satu tempat, kampung halaman. Kampung halaman […]

Aku Kembali..

-

KOKOH ON THE BLOG

on 2014-8-06 6:20pm GMT
Sebelumnya gue mau ngucapin minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir batin ya. Sorry kalau selama ini ada kata-kata gue yang kurang berkenan. Akhirnya gue nulis lagi setelah hampir sebulan gue ngebiarin blog ini gak keurus. Gue jarang banget buka blog ini, giliran buka, bingung mau nulis apa. Endingnya gue cuma main-maininin template blog ini, gue utak-atik sedemikian rupa dan hasilnya masih

2 Tanda Perhatian Cewe yang Bikin Cowo Sebel dan Solusinya Saat PDKT, biasanya cowo yang ngejar-ngejar cewe. Pas udah jadian, kebalikannya. Cowo cenderung cuek, sedangkan si cewe berlebihan perhatiannya. Seolah takut cowonya lari padahal dianya ga kemana-mana kecuali sibuk nge-game. Nah, perhatian dari cewe ini kalo ga diberikan dengan cara yang pas, malah jadi nyebelin […]

The post 2 Tanda Perhatian Cewe yang Bikin Sebel Cowo (dan Solusinya) appeared first on Vampir Magelang | @BosVampir.

Semakin Chrome Saja

-

Mas Ivan

on 2014-8-06 2:55am GMT

Terjajah peramban asing membuat saya tak begitu respect dengan peramban lokal sebagaimana Lightning Web Browser, MoMo web Browser, Alien force Broweser, hingga Tiger Broweser dan Kucing Hitam Broweser.  Bukan tak cinta produk dalam negeri yang nota bene produk anak-anak bangsa, . Lebih-lebih lantaran suguhan kemudahan, layanan serta fasilitas yang diberikannya dimana semua ini belum mampu dipenuhi oleh peramban lokal sebagaimana saya sebutkan diatas.

Satu diantara beberapa yang hari ini semakin menjadi candu tersebut Chrome yang tiada lain merupkan hasil olah kreasi google, yang hari demi hari selalu melakukan perbaikan, menaburkan inovasi-inovasi terbaiknya agar tak tergusur pesaingya seperti Mozilla, Opera, dan juga Bing pun masing-masing punya pangsa pasar pengguna yang berbeda-beda.

Pewajahan Screen Shoot Toko Web Google Chrome

_______

Seperti banyak orang tahu, layaknya tubuh peramban merupakan organ vital yang tidak boleh kita sepelekan keberadaannya. Sebuah aplikasi yang punya kegunaan melakukan pencarian atau menampilkan situs-situs di internet melalui komputer bertenaga Internet. Perampan menjadi ujung tombak suatupekerjaan sebab fungsinya mutlak dan tidak bisa dialihkan kecuali dengan aplikasi serupa yang kualitasnya berbeda, sebagaimana besutan anak-anak Indonesia (maaf).

Peramban dikatakan baik jika ia mampu terjemahkan keinginan penggunanya dan tampilkan aplikasi-aplikasi web baik atas bangunan berbahasa HTML, PHP, .Net, Java atau javascript.

Tak sekedar mewadahi fungsi utamanya sebagai peramban aneka situs, hadirnya inovasi baru dalam dunia peramban masa kini sekarang mampu dipadukan hingga penggunanya mampu disinergika dengan pernak-pernik sosial media seperti facebook, twitter, google+ dan juga YouTube, serta beragam aplikasi lainnya tersebut Game, Google Drive hingga plugin-plugin terbaru yang terintegrasi yang disediakn Gratis dan bisa diunduh saat ini juga.

Chrome jelas bukan peramban biasa. Selain Multi Bahasa, Google Chrome memungkinkan penggunanya menggunakan situs web apapun tanpa memandang bahasa. Dan alat penterjemah Chrome yang terpasang secara built in dan diupdate terus, telah mampu memanjakan para penggunaanya diseluruh dunia tanpa kecuali.

Tersaji satu paket itu kelebihan Google Chrome yang tidak disediakan peramban lainnya yang mana fitur transaltor harus di unduh secara terpisah berupa add-on atau plugins. Google Chrome secara otomatis akan mendeteksi jika website tersebut tidak disajikan dalam bahasa pilihanku dan menampilkan bar opsi yang menanyakan apakah aku ingin menerjemahkannya atau ingin seperti aslinya dengan bahasa bawaan.

Dan masih banyak lagi, dan masih banyak lagi, dan masih banyak lagi kenapa kini dari hari demi hari semakin Chrome saja diri ini. Setidaknya, salah tiga alasan lain kenapa Chrome adalah lantaran stabilitasnya, tampilan antara muka yang interaktif, juga kecepatannya yang tidak boleh kita sepelekan dimana setara dengan rival sepantarannya Mozilla Firefox, pun Google Chrome mampu berikan keunggulan lainnya seperti Toko Web gratis serta berbayar, yang hal ini luar biasa dan patut kita berikan apllause kecuali Anda masih meragukannya :D

_______

Bocoran saja yang menjadi fakta, Google Chrome dan Mozilla merupakan perpaduan apik peramban saat ini yang pelayanannya cukup istimewa dan layak kita coba.

Kenalan Dengan Dropbox

-

Mas Ivan

on 2014-8-05 11:57pm GMT

Banyak orang (mungkin) telah akrab dengan Dropbox dimana aplikasi besutan google ini tersuguh gratis bagi pengguna Chrome di seluruh dunia. Tergoda akan fungsinya sebagai tempat untuk semua foto, dokumen, video, dan file Gratis, pagi ini (Rabu, 06/08/2014) saya-pun tergoda untuk mengunduhnya langsung lantaran Dropbox punya tagline ; “Satu tempat untuk semua file, di mana pun Anda berada.”

Berlogo kardus terbuka, dalam turnya saat kita medaftar koala imut-pun nongol menemani daftar isi terkait : Apakah Dropbox itu, di mana pun kemudahan berbagi, selalu aman dan kejutan buat Anda.

Drob Box

 

Apakah Dropbox itu ?

Dropbox adalah tempat untuk semua foto, dokumen, video, dan file Anda. Apa pun yang Anda tambahkan ke Dropbox otomatis akan muncul di semua komputer, ponsel dan bahkan situs web Dropbox Anda – sehingga file Anda dapat diakses dari mana pun.

Dropbox sangat mempermudah berbagi dengan orang lain, baik sebagai pelajar atau profesional, orangtua atau kakek/nenek. Sekalipun laptop Anda tertumpah kopi latte tanpa sengaja, tidak perlu risau! Anda akan tenang karena tahu file Anda aman di Dropbox dan tidak akan pernah hilang.

Dropbox 2Dimanapun, Dropbox bekerja keras memastikan semua file Anda sama di mana pun Anda berada. Buat dokumen dari komputer di sekolah atau di tempat kerja, edit dengan ponsel saat Anda dalam perjalanan pulang, lalu sempurnakan dengan tablet di ruang tamu Anda.

Dengan aplikasi yang tersedia untuk semua komputer, ponsel, dan tablet, Anda dapat memamerkan video, otomatis mengunggah foto, atau membuka dokumen dari mana pun.

Drob Box 3

Karena itulah, Dropbox membuat penggunanya semakin mudah dalam berbagi file baik foto, video ataupun file-file lainnya. Kita juga dapat mengirimkan tautan ke file, foto, dan folder tertentu di Dropbox Anda kepada siapa pun. Ini menjadikan Dropbox sempurna untuk proyek tim, berbagi foto pesta dengan teman-teman, atau merekam debut album band Anda (jika punya).

Dan tentunya kita tak perlu merasa khawatir akan keamanan file jika seaktu-waktu piranti komputer rusak atau mengalami kendala. InsyaAlloh selalu aman, ini satu dari sekia manfaat utamanya. Sekalipun komputer rusak berat atau ponsel terendam air, file kita bakal terkaga apik di Dropbox dan bisa dipulihkan kembali dalam sekejap.

Yah anggap saja Dropbox bak mesin waktu yang memungkinkan kita membatalkan kesalahan dan bahkan membatalkan penghapusan file yang tanpa sengaja terbuang.

Drob Box 4Lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia mengandalkan Dropbox untuk membantu mereka mendesain bangunan, menggubah musik, menjalankan bisnis, dan bahkan mengorganisasi bantuan bencana. Apakah kita seorang wiraswasta atau guru, fotografer atau ahli astronomi, artis atau aktivis, Dropbox menyederhanakan hidup kita atas ragam aktivitasnya.

Jadi mengapa harus tunggu lain waktu jika saat ini saja bisa mencoba GRATIS. Saya telah mencobanya, dan jutaan orang juga. Lihat cara menarik lainnya orang menggunakan Dropbox dari negeri tetangga hingga Indonesia. Gak perlu mikir, mulai sekarang !

Agus Mulyadi

Foto di atas adalah foto diri yang pernah saya pajang di salah satu postingan di blog ini. Foto di atas memperlihatkan saya sedang bermain komputer (wis ngerti gus, rumangsamu aku picek po?).

Gara-gara foto saya di atas, banyak pembaca blog saya yang bertanya tentang dimana tempat saya biasa bermain komputer, pasalnya dalam foto di atas, ndilalah yang jadi background-nya adalah usuk (kerangka) genteng.

Tempat pengambilan foto di atas adalah di kamar saya. Letak posisi kamar saya memang berada persis di bawah genteng.

Jadi begini ceritanya.

Rumah saya terbilang sebagai rumah yang kecil, sempit. Kamarnya hanya ada dua, sedangkan satu rumah dihuni oleh 5 orang: Saya, Bapak dan ibu saya, serta kedua adik perempuan saya.

Kedua adik saya tidur di salah satu kamar, sedangkan kamar yang satunya dipakai bergantian, kalau bapak dan ibu saya tidur di kamar, maka saya tidur di ruang tengah, sedangkan kalau saya tidur di kamar, maka bapak dan ibu saya lah yang tidur di ruang tengah. Kondisi yang kurang ramah dengan stabilitas keluarga Sakinah.

Melihat kondisi yang sebegitu tidak kondusif, Maka, sebagai seorang kepala keluarga yang baik dan kreatif, bapak saya akhirnya berinisiatif untuk membuatkan kamar/ruangan tersendiri untuk saya.

Karena rumah saya sudah terlalu sempit, maka satu-satunya ruang kosong yang mungkin bisa digunakan sebagai kamar saya adalah loteng. Mungkin terinspirasi oleh film kartun Nickelodeon "Hey Arnold".

Akhirnya, dengan segala perencanaan yang ada, serta dengan blueprint sederhana, bapak saya mulai mengerjakan proyek pembangunan kamar di loteng rumah. Ndilalah bapak memang sudah lama ingin membuat ruangan di Loteng, agar bisa sekalian buat ruangan untuk Gudang. Jadi Nantinya, kamar saya bakal bersebelahan sama gudang.

Kira-kira, begini penampakan rencana pemetaan ruangan di rumah saya



Total biaya yang dibutuhkan untuk membuat proyek Kamar Loteng ini sekitar 600 ribu rupiah (saya dan bapak saya patungan setengah-setengah), dengan rincian 400 ribu untuk membeli kayu glugu, 150 ribu untuk membeli kayu papan, sedangkan 50 ribunya untuk biaya lain-lain.

Mula-mula, tembok rumah dilubangi, agar bisa dimasuki glugu (kayu pohon kelapa) sebagai penyangga utama. Bapak saya menggunakan empat gelondong glugu sebagai penyangga. Kemudian di atas glugu tersebut dipasangi kayu papan.

Proses pembuatan kamar loteng ini rupanya tak semudah yang dikira, banyak terjadi kesalahan, maklum, untuk urusan tata bangunan, bapak saya belum terlalu mahir, karir bapak saya dalam dunia perbangunan masih sekedar pada level laden (asisten tukang), belum sampai pada level tukang.

Setidaknya butuh waktu dua hari untuk menyelesaikan proses pemasangan glugu dan kayu papan.

Loteng
Hasil awal kamar Loteng saya. Masih cukup polos tanpa alas

Setelah kayu-kayu papan terpasang sempurna, proses selanjutnya adalah memasang instalasi listrik untuk kamar saya. Mulai dari membuat terminal sampai pemasangan lampu, semuanya dikerjakan oleh bapak sendirian, main single.

Jangan salah, walaupun bapak saya dulu ndak lulus SMP dan sewaktu jadi anak sekolah bandelnya setengah modar, tapi kalau urusan instalasi listrik, rasa-rasanya bapak saya ndak kalah sama yang lulusan SMA sekalipun.


Biar Kidal yang penting Handal, Pokoke aku bocahmu Pak.

Setelah urusan instalasi listrik selesai, Bapak pun menyerahkan kendali kamar sepenuhnya kepada saya. Terserah kamarnya mau diapakan, mau dihias bagaimana, mau diberi alas apa, mau diatur sedemikian rupa, pokoknya terserah saya.

"Saksakmu, aku ora urus!", begitu kata bapak.

Maka, langkah pertama yang saya lakukan pasca serah terima kependudukan adalah mengatur tata letak kamar ini. Saya atur senyaman dan se-efisien mungkin agar seluruh bagian ruangan bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Loteng
Setelah terkena sentuhan penataan ala kadarnya

Langkah selanjutnya adalah membuat hiasan untuk kamar baru saya ini. Dan hiasan yang saya pilih adalah hiasan letter sign, biar kamarnya jadi spesial sekaligus untuk memperjelas, siapa pemilik kamar spesial ini. Dan inilah letter sign yang saya buat dari gabus styrofoam sebagai penghias kamar saya.


Biar berasa Hollywood, walaupun cuma pakai Styrofoam.

Penataan sudah, hiasan sudah, maka langkah selanjutnya adalah memilih barang-barang yang diperlukan sebagai pendukung kamar ini.

Dengan bajet dana yang tak terlalu besar, pada akhirnya saya memilih untuk membeli lemari, dispenser, dan juga kipas angin. Lemari saya gunakan untuk menaruh pakaian serta buku-buku saya. Kipas angin untuk sedikit mendinginkan badan kalau saya ndilalah ada dines di siang hari yang terik. Sedangkan dispenser saya gunakan untuk menyeduh kopi.


Ndilalah, air di Galon sedang habis, jadi terpaksa pakai Plan B

Rasanya cukup menyenangkan punya kamar di sendiri di loteng. Pertama, kamar kita kesannya eksklusif dan unik, soalnya jarang ada yang punya. Kedua, kita bisa nyetel musik dengan volume cukup besar, tak perlu takut, karena dari bawah, suaranya tak terlalu kencang. Ketiga, walau rumah kita kecil, tapi kita tetap bisa mempraktekkan dialog khas orang kaya di Sinetron-sinetron: "Kamar gue di atas, lo langsung masuk aja!". Dan yang keempat, sampeyan bisa punya sedikit kebebasan kalau bawa pacar main ke kamar sampeyan (untuk yang ini, saya sendiri belum pernah mempraktekannya).

Namun begitu, tetap saja ada kekurangan dari kamar Loteng ini. Pertama, Kalau siang terik, panasnya ndak ketulungan, dan kalau malam, dinginnya begitu menusuk tulang. Dan yang kedua, sampeyan harus mengeluarkan tenaga yang cukup banyak untuk naik-turun tangga kalau ada urusan dengan negara bawah.

Tangga Loteng
Nek ibarat judul lagu, ini judulnya "Stairway to Heaven"

Tapi apapun itu, saya tetap merasa bahagia, bisa punya kamar loteng sederhana ini. yah, walaupun kecil, namun disinilah karya-karya saya lahir.

Kawan-kawan saya paling senang nongkrong di kamar loteng saya ini, karena selain tempatnya agak tersembunyi, fasilitas di kamar saya pun tergolong lengkap, yah, minimal untuk standar pemuda desa.

Di Kamar saya, wifi gratis, koneksi internet full, karena memang saya langganan speedy. Kopi selalu saya sediakan, yah, walaupun hanya sekedar kopi sachet. tersedia juga cukup banyak buku bacaan yang siap untuk dilahap. Sedangkan untuk penggemar permainan, sudah tersedia karambol yang siap untuk dimainkan. Cukup lengkap bukan?. Makanya, kalau ada pembaca yang ndilalah orang Magelang, jangan sungkan untuk mampir dan sowan ke rumah saya. Insya Alloh saya bisa bertindak sebagai tuan rumah yang baik kok.


Mampir dulu, ngenet dulu, ngopi dulu, udud dulu

Oh ya, Sebagai pamungkas, berikut ini saya tampilkan beberapa penampakan kamar saya. Monggo dinikmati.


kalau kamarnya belum berantakan, katanya belum jantan


Untuk saat ini masih karambol, besok kalau sudah kaya tak beliin meja Bilyard


Gudang di seberang kamar


Boleh lho mas kalau mampir, gratis kok, asal sampeyan bawa karcisnya


Urusan kopi dan beverages lainnya, Insha Alloh saya bisa memenuhi


Kalau hanya untuk buku dan baju, saya rasa ndak perlu pintu, yora?


Cah lanang, kudu sregep moco, Touch the Boobs, read more books


Nikmat mana lagi yang engkau dustakan?

Jadi, kapan sampeyan mau mampir ke kamar saya, cepetan lho ya, mumpung saya belum kawin. Soalnya nanti kalau saya sudah kawin, dijamin bakalan susah bokingnya.

Sebagaimana JILboobs yang katanya saat ini lagi laris manis  & populer dikalangan remaja dibarengi problematika yang berkembang dengannya, sungguh JILboobs atau sapaan akrab dari wanita pengguna Jilbab ala kadarnya sesungguhnya diperbolehkan asalkan untuk kalangan sendiri, wabil khusus untuk dikenakan sang istri dirumah-rumah mereka untuk memanjakan suaminya, dengan sebuah catatan ; meniatkan diri untuk menghibur mereka setelah seharian penuh beraktivitas agar hubungan makin harmonis,  semakin penuh rohmah, yang berujung sakinah dan mawaddah.

Selebihnya, hal ini masuk keranah lingerie yang pemakaiannya saat orang lain (bukan mahrom) tak bisa melihat, juga tatkala anak-anak tidak disekitar pemakainya tak ada. Hukumnya ; boleh untuk manjakan suami guna membahagiakannya & haram untuk ditunjukkan kepada orang lain sebagaimana menampakkan aurat kepada non mahram kita.

Nah, seperti apa JILboobs dan pemakaiannya yang konon “wah” dan memikat mata ? oopss… jangan disini, Anda bisa lihat sendiri disini atau disana asal siap dengan konsekuensinya (18+) atau sudah menikah.

Saatnya Wanita Memilih Sesuai Dengan Hatinya Antara Jilbab Vs JILboops

_______

Seputar JILboops

Awal mula ramai linimasa memperbincangkan JILboobs bermula dari akun facebook dengan nama serujurus yang menurut tanggal pendaftarannya 25/01/2014 atau sekitar akhir bulan januari 2014 lalu.

Gayung bersambut, seorang mahasiswi Universitas Hasanuddin yang mendengarnya pada tanggal (30/3/2014) pun penasaran hingga ia mencarinya di Google, dimana JILboobs merupakan istilah yang digunakan untuk menjuluki wanita berjilbab tetapi berpakaian ketat. Ada Sekitar 26.600 hasil dalam 0.30 detik di Google.

Ya, sungguh sebuah penistaan terhadap muslimah yang sebenarnya pun secara kasat mata “seakan” terlihat menarik dengan pesona yang memukau mata penikmatnya.

Dalam investigasi selanjutnya, kata “JILboobs” mulai terdokumentasikan melalui sebuah blog dengan isi kumpulan foto candid dari sosok para wanita “JILboobers” sejak tahun 2009. Entah apa ada penyengajaan istilah JILboobs dengan JIL dimana banyak orang tahu organisasi ini intens menyebarkan pemahaman bengkok seputar hjab syar’i yang telah Alloh Ta’ala terangkan dalam Al-Qur’an :

“..dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka…” (QS. An Nur: 31)

Dan sebuah keniscayaan, “JILboobs” seakan menjadi tren busana muslim masa kini, pun sebenarnya pakaian seperti ini jauh dari kata Syari apalagi Islami dan anggun bagi para penggunanya. Menjadi demonologi Islam (penyetanan Islam-red) barang tentu mengingat madhorotnya jauh lebih besar daripada harapan sesungguhnya (jika memang ada) “untuk mendekatkan diri kepadaNya”.

Fenomena JILboobs sungguh menjadikan Islam tampil dalam bentuk yang nista, tampil dalam wajah yang penuh luka. Betapa tidak, muslimah sebagai pemakainya nyata melabelkan diri  bak wanita yang tidak punya norma, kurang akal dan mengedepankan hawa nafsunya.

Sungguh, mereka rela menjadi bahan tertawaan dan konsumsi linimasa, sekaligus sumber malapetaka bagi dirinya juga keluarga. Kenapa ?, karena tak jarang adanya tindak pemerkosaan, pelecehan seksual dan hal serupa, diakibatkan oleh penampilan yang disuguhkannya, diikuti pewajahan centil dan gerak tubuh meliuk yang terang menggoda mereka para penikmat syahwat sesaat, yang tak pernah takut akan dosa serta siksa nerakaNya. Naudzubillah hi mindzalik. :(

Rupanya PR bagi kita semua untuk menaburkan benih pengajaran sedari kecil bermula dari keluarga. Tak cukup kita titipkan kesekolah-sekolah, pondokan-pondokan atau tempat ngaji  ustadz papan atas yang banyak dikenal media. Dakwah adalah tugas kita semua yang tidak boleh berhenti seiring selesainya masa pendidikan kita. Perlu digiatkan kembali agar saat ini juga muslimah menyadari betul hakikat akan jilbab yang sebenarnya, dimana jilbab syari adalah busana yang menutup aurat, bukan membungkus aurat seketat-ketatnya.

Lantas siapa yang salah dengan JILboobs saat ini ?

Berbaik sangka dengan semua ini, bukan saatnya menyalahkan siapa yang salah dengan munculnya fenomena JILboops berpadu ragam pernak-pernik dan bahayanya. JILboops adalah pengingat bagi kita akan kebesaran syariatNya. JILboops merupakan tamparan bagi kita agar selalu mawas diri bahwa ajaran Islam tak lekang zaman dan pas di setiap masa. Dan JILboops merupakan anugerah tersendiri bagi mereka, anugerah bagi para istri yang selalu ingin melayani suaminya optimal, menyuguhkan pewajahan elok rupawan untuk membahagiakannya. Dan memanjakan suami mereka setelah seharian penuh beraktifitas mengais rejeki untuk keluarga, karena ini adalah tugasnya.
_______

JILboops bagi wanita [boleh] asal tahu tempatnya. Kenakanlah, dan manjakan suami Anda saat ini juga ! Segeralah berikan layanan terbaik nan istimewa untuknya, agar bidadari surga palingkan diri dari karena engkaulah ratunya. Dirumah-rumah Anda, di kamar-kamar Anda. Trust me, its work !

Malam ini sedikit bebenah Tittle di Twitter dan juga Blog agar sedikit punya brand pun orang tak begitu banyak yang memperhatikan apa fungsi juga kelebihannya. Terlepas dari hal tersebut, saya akan memberikan resepnya dimana sedikit kode ini bakal makin manfaat jika kita tau dan bisa mempraktekkannya saat ini juga.

Nah, apa saja kode yang kita butuhkan untuk membuat simbol seperti Copyright ©, TradeMark ® atau
Degree yang berarti Derajat °, perhatikan berikut ini :

Copyright ©
Copyright menandakan hak cipta dari suatu website. Seperti ©Infoiki – All rights reserved. Kodenya : ©

TM atau TradeMark ®
TM adalah simbol dari suatu merek dagang. Seperti Infoiki®. Berarti, produk dagangnya adalah Infoiki. Kodenya : ®

Registered Trademark ™
Registered Trademark atau bisa juga disebut dengan ™. TM, merupakan simbol untuk mengenali merek dagang yang sudah terdaftar. Kodenya : ™

Em-Dash —
Simbol yang satu ini mirip dengan tanda kurang/minus. Kodenya : —

Double Right Pointing »
Simbol ini menandakan sebuah sub dari suatu menu untuk rician yang arahnya ke kanan. Kodenya : »

Double Left Pointing «
Kebalikan dari simbol diatas. Kodenya : «

Degree / Derajat °
Berikut Kodenya : °

Simbol per ½ dan ¼
Kode untuk 1/2 yaiutu : ½
Kode untuk 1/4 yaitu : ¼

Inverted Exclamation mark (IEM) ¡
IEM, merupakan sebuah tanda seru yang terbalik dan kodenya adalah : ¡

Yups, sekian resep dari Mas Ivan™ yang di racik dari berbagai sumber tanpa menyebut satu persatu alamat atau inisial penulisnya. Tanpa mengurangi rasa hormat, semoga dapat bermanfaat untuk menambah keilmuan kita dan segeralah mencoba !

Warga di daerah lereng Gunung Merbabu, Gejayan, Banyusidi, Pakis, Kabupaten Magelang mempunyai tradisi unik untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Jika warga payaman memiliki tradisi Lebaran Ketupat dan Festival Balon maka warga dikawasan ini setiap tahunnya mengadakan tradisi Sungkem Tomplak. Tradisi Sungkem Tomplak digelar warga setempat pada hari kelima Lebaran setiap tahunnya untuk mengirim doa […]

Lebih lengkap artikel tentang "Sungkem Tomplak: Tradisi Unik Dari Lereng Merbabu Magelang" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Hari pertama kerja setelah cuti panjang lebaran di lingkungan Pemkab Magelang diawali dengan apel pagi dan halal bihalal. Acara diisi dengan salam-salaman dengan Bupati, Wakil Bupati, pejabat serta karyawan dan karyawati yang bertempat di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Magelang, Senin (04/8/2014) Erie Sadewo selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menjelaskan, hasil rekap absensi kedatangan yang […]

Lebih lengkap artikel tentang "Hari Pertama Kerja 84 PNS Kabupaten Magelang Belum Masuk" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Arus mudik di Magelang tahun ini selalu memiliki cerita tersendiri setiap tahunnya. Seperti tahun ini setidak selama musim mudik 2014 di Magelang, 5 nyawa melayang dan 35 orang menderita luka ringan karena kecelakaan lalu lintas di jalan raya selama arus mudik-balik. Lima nyawa melayang diakibatkan oleh 17 kasus kecelakaan di wilayah hukum Polres Magelang. Dari […]

Lebih lengkap artikel tentang "Arus Mudik di Magelang Telan 5 Korban Jiwa" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

MAGELANG – Setidak lebih dari 150 balon udara tradisional dengan berbagai ukuran dan warna diterbangkan sebagai acara dimulainya Syawalan (Lebaran Ketupat) di Dusun Kauman, Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang senin (4/8/2014). Acara ini memang setiap tahun diadakan sepekan setelah hari raya idul Fitri. Acara pelepasan balon ini diadakan tepat didepan masjid Agung Kauman dan […]

Lebih lengkap artikel tentang "Festival Balon Warna-Warni Meriahkan Lebaran Ketupat di Magelang" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Taqobalallohu minna waminkum, siyama wasiyamakum.  Selamat Idul Fitri 1435 H. Mohon maaf lahir dan batin. Mohon doanya semoga SDN Salaman 1 ke depan semakin meningkat dalam melayani masyarakat khususnya dalam dunia pendidikan. Semoga saudara-saudaraku dimanapun berada selalu mendapat petunjuk dan bimbingan dari Allah dalam mengarungi kehidupan sehingga hidup kita menjadi hidup yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain.


Hari pertama masuk setelah libur lebaran yang bertepatan tanggal 4 Agustus 2014 dimanfaatkan warga SDN Salaman 1 untuk berhalal bil halal, saling memaafkan, saling bersalaman di halaman SDN Salaman 1.  Acara yang dihadiri pengurus komite sekolah tersebut berlangsung begitu hikmat walaupun dilaksanakan secara sederhana.

 Dewan guru bersama komite sekolah

 Komite sekolah (Bapak Moel Yoewono dan Bapak Kukuh)

 Kepala Sekolah dalam sambutannya


 Siswa-siswi SDN Salaman 1

 Para siswa Hikmat mengikuti acara

 Ketua Komite Sekolah dalam sambutannya


 Kultum oleh Ibu Endang (Guru Agama Islam)


 Sambutan dari siswa







Proses Halal bil halal
Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang

Gunung Andong, sebuah gunung kecil diantara gunung-gunug besar disekitar kawasan Kabupaten Magelang. Gunung ini terlihat mungil mengingat disekitarnya berjajar gunung-gunung besar seperti Merapi dan Merbabu. Namun ketinggiannya yang hanya 1780mdpl tidak mengurangi daya tariknya bagi para pendaki gunung. Tantangan seperti dataran vertikal setinggi 400mdpl membuat gunung ini memiliki tantangan tersendiri. Banyak pendaki menyebut gunung ini […]

Lebih lengkap artikel tentang "Wisata Pendakian Punuk Unta, Gunung Andong" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 2014!! Dengan artikel ini juga Team Magelang Online mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Mumpung masih musim lebaran pasti tidak akan jauh dengan acara silaturahmi, berkunjung ke rumah kerabat atau saudara, menikmati panganan lebaran khas dari daerah masing-masing. Kali ini yang Magelang Online bahas adalah beberapa kue […]

Lebih lengkap artikel tentang "5 Jajanan Lebaran Khas Magelang Yang “Ngangeni”" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Bisnis OnlineBISNIS ini tergolong baru lantaran kemunculannya tergolong anyar sejak sosial media mewabah dan menjangkiti penduduk dunia disetiap belahan bumi. Sebut saja bisnis online atau kerap disapa online shop. Tak hanya sebagai usaha sampingan, jika digeluti serius ternyata usaha ini mampu menjadi bisnis utama keluarga yang menjanjikan, dengan omset ratusan, jutaan, bahkan ratusan juta rupiah dalam waktu sehari semalam.

Membutuhkan skill (keterampilan) tertentu memang. Dan inilah inti dari bisnis online dimana skill umum sesuai jenis usahanya, sedangkan skill khusus menyesuaikan apakah ingin dijadikan sebagai usaha utama, usaha sampingan atau sekedar sebagai usaha rumahan.

Hanya saja, keterbatasan waktu, tenaga dan dana hendaknya tidak menyurutkan langkah kita dalam meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik, karena kemajuan teknologi dapat membantu meminimalkan keterbatasan tersebut.

Dan inilah yang harus digarap betul, sebab 3 Pilar Kesejahteran Keluarga dari Bisnis Online senafas dengan apa yang saya utarakan diatas seperti :

Pertama, bisnis online untuk usaha utama, alias menjadi tumpuan keluarga. Karena itu, bisnis online kita harus meningkat daya saingnya sejalan dengan pertumbuhan bisnis online pesaing kita.

Kedua, bisnis online untuk usaha sampingan ; maksudnya untuk menambah penghasilan di luar pekerjaan utama, misal sebagai karyawan.

Dan ketiga, bisnis online untuk usaha rumahan ; sepenuhya untuk melayani pelanggan. Mungkin ada beberapa yang bingung, kenapa ada istilah usaha rumahan ? Karena memang “rumah” bisa menjadi ikon bisnis, ciri dan daya tarik, karena dalam bisnis online, tidak selamanya pelanggan adalah manusia, namun sistem online yang mengelola secara otomatis.

Sumber Referensi : Pengusaha Muslim.com

_______

ZionisBIASANYA melakukan kebohongan publik secara masif, kali ini angkatan darat Israel pada Rabu (30/07/2014) mengatakan tiga tentaranya tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza.

“Tiga tentara meninggal hari ini di Jalur Gaza,” kata seorang juru bicara kepada AFP, Kamis (31/7) dilangsir Islam Pos.

Insiden itu terjadi ketika pasukan Tentara Zionis Israel sedang berupaya menutup terowongan buatan Hamas yang menghubungkan antara Gaza dan Israel. Dalam upaya tersebut pasukan Hamas melakukan perlawanan yang menyebabkan 3 tentara Zionis Israel tewas.

Tak hanya itu, serangan Hamas juga menyebabkan 15 tentara Zionis cedera. Mereka yang cedera lantaran tertimpa bahan material terowongan. Di bawah Brigade Izzudin Al Qassam-lah serangan itu dilakukan, ucap pejabat militer Israel.

Hamas melakukan serangan dengan memasang bahan peledak di dalam terowongan. Saat peledak berhasil di ledakkan, material terowongan-pun runtuh hingga menimbulkan korban jiwa bagi pasukan Israel.

“Mereka terjebak dalam terowongan yang sudah dipasang bahan peledak oleh Hamas,” ucapnya.

_______

Tak kalah kejam dengan Zionis Israel di Gaza Palestina, MILISI Syiah Irak Rabu (31/7/2014) mengeksekusi mati 15 orang Sunni di negara itu, kemudian menggantung mereka di tiang listrik di alun-alun di Baquba, kota timur laut Baghdad. Na’udzubillah hi mindzalik.

MilisiDilangsir Islam Pos, “Para korban yang diculik selama seminggu terakhir, ditembak di bagian kepala dan dada mereka dan kemudian mengikatnya dengan kabel telepon.”

Seorang petugas polisi di tempat kejadian mengatakan dia yakin tindakan itu dirancang untuk mencegah orang-orang Sunni dari mendukung Islamic State atau dulunya ISIS.

“Pasukan milisi melarang kru medis untuk menurunkan mayat mereka dari tiang listrik,” katanya kepada Reuters. Penggantungan dalam jangka waktu yang lama ini untuk mencegah populasi Sunni mendukung Islamic State.

_______

Bagi Anda yang hendak mudik atau sedang persiapan untuk kembali ketempat kerja setelah berpulang kekampung halaman, saran dari Konsultan Neurologis, dr. Manfaluthy untuk berkendara empat jam kemudian beristirahat sebaiknya diperhatikan benar. Untuk pengendara mobil atau sepeda motor diharapkan berhati-hati dengan risiko neuropati atau gangguan kerusakan syaraf.

Mudik

© Image : Motulz.com

Tahukah Anda jika lalu lintas saat ini yang terbilang padat denga pekatnya asap yang menyesakkan dada membuat beberapa bagian tubuh seperti telapak kaki, lengan dan jari-jari tangan merasakan ngilu, nyeri dan kesemutan ?

Karena itulah dr. Manfaluthy menyarankan agar “Pemudik sebaiknya maksimal sekali empat jam beristirahat dulu di pos-pos yang sudah disiapkan agar tidak berisiko neuropati,” dilangsir Dream.co.id.

Penyakit Neuropati atau gangguan kerusakan syaraf dapat menyerang saraf motorik, sensorik dan otonom.

“Aktifitas tangan dan kaki saat melakukan perjalanan mudik jika dipaksakan terus menerus akan rentan terkena penyakit ini, perbanyak konsumsi sayur dan buah,” ujarnya.

Tambahan vitamin Neutropik juga dianjurkan menurut Dr. Manfaluthy. Vitamin neutropik terdiri dari vitamin B1, B6, dan vitamin B12.

Selain sayur, buah dan vitamin, asupan cairan juga diperlukan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi berat.

“Mudik saat puasa tidak apa, asal asupan cairan konsumsi vitamin, sayur, buah tercukupi dan istirahat juga perlu diperhatikan. Jika sakit ditunda dulu untuk mudik,” kata Luthy.

_______

 

Semakin gencarnya Zionis Israel membombardir Kota Gaza, Palestina hingga hari ini (Kamis, 31 Juli 2014), semakin gencar pula perlawanan kaum muslimin diseluruh penjuru dunia tak terkecuali Indonesia, hingga bermunculan aksi boikot-memboikot ragam produk besutan Israel pun melalui panjang tangannya sebagaimana Unilever, Mac Donald, CarreFour, Cocacola, dsb.

Lantas, bagaimana sebenarnya hukum boikot tanpa ada perintah atau anjuran dari pemerintah, sedangkan kita saat ini berada di negeri yang punya pemimpin yang sah ? Apakah dibolehkan?

Boikot IsraelSyaikh Sholeh bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan anggota Al Lajnah Ad Daimah dan ulama besar di Kerajaan Saudi Arabia ditanya :

“Jika kami mengetahui bahwa pemerintah tidak melakukan pemboikotan terhadap produk-produk dari Denmark. Namun pemerintah tidak melarang kami melakukan pemboikotan secara individu. Apakah boleh bagi kami untuk memboikot produk mereka karena dengan melakukan pemboikotan seperti ini akan berdampak bahaya bagi mereka dan sekaligus akan menolong Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam karena sudah dihina oleh mereka ?”

Syaikh Sholeh Al Fauzan menjawab, “Masalah ini butuh perincian.

Jika pemerintah yang langsung memerintah untuk melakukan pemboikotan dari produk suatu negara, maka wajib bagi semua rakyat untuk melakukan pemboikotan. Karena hal itu akan membawa maslahat bagi mereka dan membawa dampak pada musuh. Itu pun wujud taat pada waliyul amri (pemerintah).

Adapun jika pemerintah tidak memerintah untuk melakukan pemboikotan, maka setiap orang punya pilihan. Kalau ia mau memboikot sendiri, itu pilihannya. Kalau tidak pun, itu pilihannya. Dalam hal ini -intinya- ada pilihan. (*)

Inilah fatwa beliau dalam Muhadhoroh Ushul Talaqqil ‘Ilmi wa Dhowabithuhu yang disampaikan oleh Syaikh Sholeh Al Fauzan pada hari Kamis, 11 Muharram 1427 H. (Fatwa Syaikh Sholeh Al Fauzan)

Di sini kita tahu bahwasanya yang lebih manfaat adalah jika pemerintah yang bersuara menyerukan pemboikotan. Kalau dilakukan secara individu, pengaruhnya tidak begitu besar. Namun bagi yang mau boikot, lakukanlah semampunya tanpa mesti memaksa yang lain melakukannya, apalagi menyerukan pada orang awam yang tidak mengerti. Lebih-lebih beberapa produk dihalalkan oleh pemerintah. Pemerintah pun membebaskan pemasarannya di negeri kita.

Semoga bermanfaat.

_______

Sumber Referensi : Ust. Muhammad Abduh Tuasikal / Rumaysho.com

 

Puasa Syawal Mulai Kapan ?

-

NGAOScom

on 2014-7-31 3:57am GMT

PuasaRamadhan telah berlalu dimana keistimewaannya masih senantiasa kita rasakan hingga saat lebaran tiba sebagaimana bulan syawal saat ini. Pun demikian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Menurut ulama Syafi’iyah, puasa enam hari di bulan Syawal disunnahkan berdasarkan hadits di atas. Disunnahkan melakukannya secara berturut-turut di awal Ramadhan. Jika tidak berturut-turut atau tidak dilakukan di awal Ramadhan, maka itu boleh. Seperti itu sudah dinamakan melakukan puasa Syawal sesuai yang dianjurkan dalam hadits. Sunnah ini tidak diperselisihkan di antara ulama Syafi’iyah, begitu pula hal ini menjadi pendapat Imam Ahmad dan Daud.” (Al Majmu’, 6: 276)

Dari penjelasan di atas menunjukkan bahwa puasa Syawal boleh dilakukan sejak awal Syawal. Boleh juga diakhirkan. Akan tetapi apabila kita masih ragu “mulai kapankah puasa syawal itu ?”

Imam Nawawi rahimahullah berkata, ”Para ulama madzhab Syafi’i mengatakan bahwa paling afdhol (utama) melakukan puasa syawal secara berturut-turut sehari setelah shalat ’Idul Fithri. Namun jika tidak berurutan atau diakhirkan hingga akhir Syawal maka seseorang tetap mendapatkan keutamaan puasa syawal setelah sebelumnya melakukan puasa Ramadhan. Karena seperti itu pun disebut menjalankan puasa enam hari Syawal setelah Ramadhan.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51)

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Kebanyakan ulama tidak memakruhkan puasa pada tanggal 2 Syawal yaitu sehari setelah Idul Fitri.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 385).

Syaikh Muhammad bin Rosyid Al Ghofiliy berkata, “Yang lebih utama adalah memulai puasa Syawal sehari setelah Idul Fithri. Ini demi kesempurnaan dan menggapai keutamaan. Hal ini supaya mendapatkan keutamaan puasa segera mungkin sebagaimana disebutkan dalam dalil sebelumnya. Namun, sah-sah saja puasa Syawal tidak dilakukan di awal-awal bulan Syawal karena menimbang mashalat yang lebih besar. Allah Ta’ala pun berfirman,

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah: 286).” (Ahkam Maa Ba’da Ash Shiyam, hal. 167).

Semoga Allah memudahkan kita menjalankan ibadah puasa enam hari di bulan Syawal sehingga bisa meraih keutamaan puasa setahun.

_______

Referensi : Ust. Muhammad Abduh Tuasikal / Rumaysho.com

 

Baru-baru ini HTC disebut-sebut sedang siapkan HTC One versi Windows Phone dimana banyak dinanti-nati para penikmatnya yang gila akan pernak-pernik seputar teknologi. Sebuah nama untuk handsetnya disiapkan dengan memilah-milah mana nama yang pas dan pantas. Sebuah perkiraan sekitar bulan November inovasi baru HTC akan dilempar kepasaran dan siap untuk dinikmati.

HTC OneTak perlu menahului apa kiranya nama yang bakalan disematkan untuk produk terbarunya. namun apa boleh buat, sejumlah situs dan blog teknologi mulai banyak yang memprediksi nama jagoan HTC yang berbasis Windows Phone 8 ini layaknya ahli nujum yang dahulu laris dipakai para pejabat kerajaan dimasanya.

Sebuah perkiraan nama diusung menyebut HTC One W8 kiranya akan dipilih oleh HTC. Dimana embel-embel W8 merupakan penanda bahwa handset tersebut berbasis Windows Phone 8 sejurus dengan kemampuannya.

Dilangsir detikINET bersumber Ubergizmo, Selasa (29/7/2014), nama ini pun dinilai sederhana dan langsung mengacu pada handset yang dimaksud. Namun sumber lain ada yang berpendapat, nama ini tidak mudah untuk diucapkan.

HTC sendiri tentu saja belum memberikan komentar apapun soal penamaan handset ini. Perusahaan asal Taiwan ini juga belum mengkonfirmasi kebenaran bocoran spesifikasi yang sudah beredar sejak lama.

HTC One versi Windows Phone disebut-sebut akan dibekali Snapdragon 600 quad core, dan layar 4,7 inch berteknologi Super LCD 3 dengan resolusi full HD (1920×1080 pixel).

Secara keseluruhan, spesifikasinya hampir serupa dengan versi Android. Mulai dari dua kamera dengan teknologi depth-sensing hingga speaker BoomSound. HTC One untuk Windows juga diperkirakan akan mendukung voice over LTE.

ooOOoo

Ada pengaruh yang signifikan terhadap kenaikan penunggang kereta api setelah sosial media mewabah, yang berpuncak tesedianya layanan Update dari PT.KAI seputar info reservasi tiket, layanan penumpang dan ragam info terkini lainnya.

Selfie #MudikNaikKeretaKini kala Lebaran tiba kereta api-pun jadi salah satu pilihan strategis pemudik terutama mereka yang berasal dari Pulau Jawa. Entah mulai kapan orang mulai mudik menggunakan kereta api ? Selain dipilih lantaran cepat dan murahnya yang berbonus minimnya polusi, kereta api kini juga sediakan layanan online untuk pesan tiket dan pantau hilir mudik angkutannya.

Awesometrics melakukan pemantauan terhadap kata kunci “Kereta Api”, serta “KAI” yang juga memuat “mudik”. Hasilnya, sebaran mention cukup merata, baik di media sosial (1.820 percakapan), maupun di media massa (1.839 pembicaraan). Puncak percakapan, di media massa terjadi pada Senin (21/7), dimana ada 494 mention. Adapun di media sosial, puncak percakapan baru terjadi pada Kamis (24/7), dengan torehan 538 mention.

Dari sana terpantau, berita-berita di media massa cenderung berisi informasi jumlah pemudik, keramaian penumpang, hingga layanan yang diberikan PT.KAI. Adapun di media sosial, percakapan memuat pernyataan terkait informasi kereta selama musim mudik, dan komentar para penumpang saat menggunakan kereta api.

Dilangsir beritagar, kicauan yang menyita perhatian masih berkisar pada sejumlah akun media massa yang berbagi tautan berita (gambar 2). Kicauan menarik lain datang dari akun @KAI121 (dipercaya milik PT. KAI) yang mengajak pelanggannya berbagi pengalaman dan cerita selama perjalanan mudik lewat tagar #MudikNaikKereta. Tagar itu meraih sekitar 651 kicauan, beberapa di antaranya memuat foto-foto selfie para pengguna kereta api.

_______

Pukis KentangBentuknya yang khas membuat orang mengenalnya lantaran panganan ini akrab kita jumpai di pasar-pasar, mini market, hingga warung-warung rumahan. Sebut saja pukis, kue setengah lingkaran yang cenderung oval ini punya tekstur empuk kombinasi dua warna (coklat dan kuning), dimana secara umum dibuat dengan bahan dasar tepung terigu bergarnis meises boleh juga keju.

Di langsungenak resep pukis dirombak ulang oleh Sugi Hartati yang bereksperimen dengan bahan dasar kentang. Bagaimana rasa dan pewajahannya, berikut tips yang disuguhkannya tanpa ada icip-icip untuk pembaca seperti Anda ataupun saya. Tak apalah, silahkan dicoba :)

Bahan utama :

  • 2 telur
  • 8 sendok makan gula pasir
  • 1½ kentang kukus
  • 250 gr tepung terigu
  • 400 ml santan kental
  • 1 sendok teh fernipan
  • 75 gr mentega
  • ½ sendok teh garam

Pelengkap :

  • Coklat meises

Cara membuat :

  1. Kocok telur dengan gula pasir hingga tercampur rata, sisihkan.
  2. Kukus kentang, haluskan, campur dengan telur kocok.
  3. Masukkan tepung terigu sedikit demi sedikit, bergantian dengan santan kental.
  4. Masukkan fernipan, aduk rata. Kemudian campur dengan mentega cair dan garam, aduk rata.
  5. Diamkan selama 30 menit.
  6. Panaskan cetakan, olesi dengan minyak, kemudian tuang adonan sebanyak ¾ cetakan, tutup.
  7. Setelah setengah matang, taburi coklat meises di atasnya, lalu tutup kembali.
    Setelah matang, angkat. Sajikan selagi hangat.

ooOOoo

Wanita ini kini bernama Alyssa. Sejak Mei, ia telah mengganti namanya dimana sebelumnya Therly Mainit dan kini telah mengikuti kelas bahasa Arab, Alquran dan studi Islam di Lembaga Pusat Muslim di Abu Dhabi.

Mualaf wanitaAlyssa merupakan mualaf asal Filipina yang sudah menjadi muslim sejak Agustus tahun lalu. Ini merupakan Ramadhan pertamanya, dan ia ingin menghabiskannya di Abu Dhabi.

Alyssa seorang sekretaris dari Cotabato City, juga ingin memperdalam ilmu agamnya. Dia ingin belajar bagaimana salat yang benar, membaca Alquran dan tahu lebih banyak tentang Islam.

“Saya ingat bertemu dengannya awal tahun ini,” kata guru Mainit, Nasser Raciles, di Pusat Muslim Abu Dhabi dikutip Dream.co.id dari laman The National, Senin 21 Juli 2014.

“Alyssa hanya belajar tentang Islam di sini tapi aku bisa melihat bahwa dia berdedikasi dan bersemangat untuk belajar lebih banyak.”

Ada sekitar 3.000 mualaf dari 48 kewarganegaraan yang belajar di lembaga tersebut. Dari mereka, 80 persen berasal dari Filipina. Alyssa mengatakan dia merasa lebih tercerahkan setelah berbulan-bulan menghadiri kuliah Islam di lembaga tersebut. Selain belajar agama, Alyssa ingin menghabiskan Ramadan pertamanya di Abu Dhabi. “Suami saya, seorang Muslim, tidak memaksa saya untuk memeluk Islam,” imbuhnya.

“Selama bertahun-tahun saya telah mencari kedamaian batin dan saya menemukannya dalam Islam. Iman saya telah membawa saya lebih dekat dengan Allah,” katanya. Orangtuanya dan tujuh saudara kandung Alyssa telah menerima keputusannya masuk Islam. “Mereka mengetahuinya lewat Facebook saat saya memakai hijab,” katanya.

ooOOoo

Saling memaafkan,berbagi kebahagiaan adalah pemandangan nyata saat idhul fitri.Setiap orang telah mengikrarkan segala kesalahannya.Dan setiap orang akan memberi maaf.Semua itu adalah keindahan.Sebuah pemandangan yang luar biasa.

Kedamaian hadir ditengah-tengah kita.Alangkah luar biasanya jika ini terjadi setiap saat.Selamat hari raya Idhul Fitri.Mohon maaf lahir dan batin.


aku mengenalmu saat kelas tiga rok merah
sekitar sembilan tahun yang lalu
puisi pertama yang kuhapal

aku mengenalmu lewat buah penamu
Aku, Chairil

"...berlari, berlari, berlari
hingga hilang pedih perih
dan aku lebih tak peduli
aku mau hidup seribu tahun lagi."

aku merapal, menyesapmu, menghirupmu
termangu,
Aku benar-benar melesak pada darahku.
mungkin benar, ku mau tak seorang kan merayu.

selamat hari puisi!

26 Juli, 2014.

Catatan:
26 Juli didepak jadi hari puisi nasional dan dirayakan tepat hari kelahiran Binatang Jalang, Chairil Anwar.
Ya, aku tak bisa melupakanmu, Chairil. Anakmu, Aku, kali pertama tanda yang mengajakku untuk masuk ke duniamu, puisi. Aku tak henti bertanya kala itu. Pertanyaanku mengalir dari rok merahku kelas tiga SD,
"Apa itu binatang jalang, Bu?"
"Kenapa mesti meradang, menerjang, Bu?"
"Apa Mia bisa hidup seribu tahun lagi?"
"Merayu itu apa, Bu?"
Waktu yang mengajarkanku kejalangan dan menjawab segala yang kutanyakan. Hmm..

aku

kalau sampai waktuku
'ku mau tak seorang, 'kan merayu
tidak juga kau

tak perlu sedu sedan itu

aku ini binatang jalang
dari kumpulannya terbuang

biar peluru menembus kulitku
aku tetap meradang menerjang

luka dan bisa kubawa berlari
berlari
hingga hilang pedih peri

dan aku akan lebih tidak perduli
aku mau hidup seribu tahun lagi.

mari berlari.

Nurings.


Salah satu parameter euforia bulan ramadhan yang paling kentara adalah iklan-iklan televisi yang mendadak jadi lebih Islami. Mendadak jadi lebih alim dengan aneka konsep khas bulan suci. Tapi itu wajar lah. Namanya juga strategi pasar, perlu adaptasi musim dan suasana.

Saya mengamati, selama bulan ramadhan, banyak iklan-iklan produk di televisi yang berusaha memasukan unsur ramadhan ke dalam materi iklannya. Hal ini bisa kita lihat dengan jelas melalui tagline iklan yang ditampilkan.

Misalnya, iklan salah satu produk pasta gigi. Selama Ramadhan, iklan produk ini kerap menggunakan tagline berbasis bulan puasa: "Menjaga kesegaran mulut selama berpuasa".

Ada juga iklan minuman isotonik yang kerap menggunakan tagline: "Menjaga cairan tubuh selama menjalankan ibadah puasa".

Atau, iklan obat suplemen dengan tagline andalannya: "Tetap kuat beraktivitas di bulan suci".

Beberapa iklan di atas saya anggap cukup berhasil karena memang materi iklan dan produknya ndilalah cukup kontekstual dengan bulan Ramadhan.

Namun tak selamanya iklan produk di televisi materinya kontekstual dengan nuansa Ramadhan, beberapa malah sering terlihat maksa untuk memasukan nuansa ramadhan ke dalam materi iklannya.

Iklan salah satu produk tablet, misalnya, tagline yang digunakan adalah "Serunya berkah ramadhan, makin besar dengan layar besar". Ini jelas wagu, memang apa hubungannya berkah ramadhan dengan ukuran layar gadget?, sungguh pemaksaan tema yang terlalu masif dan terstruktur #eh.

Untunglah selama ini saya belum pernah melihat ada iklan kondom berkonsep ramadhan. Kalau sampai ada, mungkin tagline yang digunakan adalah "Tetap melindungi di bulan penuh berkah".

Musim mudik kembali datang!! kali ini di tahun 2014 sepertinya musim mudik akan semakin ramai mengingat banyaknya pemudik yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Kebanyakan dari pemudik pasti adalah pemudik yang sudah terbiasa dengan kondisi jalan dan waktu perjalanan yang relatif panjang serta melelahkan. Sebagian besar pemudik pasti juga sudah hafal dengan arah jalan yang […]

Lebih lengkap artikel tentang "Peta Mudik 2014 Jawa Bali Lengkap (Google Map-PDF-JPG)" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Lebaran 2014 sudah diambang pintu, saatnya merayakan hari raya Idul Fitri setelah sebulan lamanya berpuasa menahan segala lapar dan nafsu, saatnya saling memaafkan atas segala dosa. Dan yang pasti harus ada setiap tahunnya termasuk tahun 2014 ada musim mudik. Mudik atau pulang kampung bukan suatu beban berat bagi yang kebetulan kampung halamannya bisa ditempuh dalam […]

Lebih lengkap artikel tentang "Catat! 10 Tips Penting Mudik 2014" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.

Saya selalu suka dengan film bernuansa Cowboy (Bukan Coboy seperti penulisan Coboy Junior). Bagi saya, Film Cowboy selalu nampak menarik. Tentu bukan melulu tentang kuda, namun juga tentang bar dengan pintu dorongnya yang teramat khas, tentang adu tembak dengan pistol antara dua jagoan, tentang jumawanya seorang sherif, tentang putaran tali lasso, dan tentang banyak hal yang berhubungan dengan Cowboy. Kesukaan saya pada Cowboy ini pula yang membuat saya sedikit banyak menyukai lagu-lagu country.

Berkali-kali menyaksikan film Cowboy, ada satu hal yang hingga kini selalu menjadi pertanyaan sulit bagi saya. Yaitu tentang benda berbentuk roda bergerigi yang kerap terpasang di belakang sepatu cowboy (semacam taji di sepatu cowboy). Sungguh Saya tak tahu benda ini namanya apa, dan fungsinya untuk apa.

Spurs sepatu Cowboy

Hal ini mungkin nampak sepele, namun sukses membuat saya penasaran dalam jangka waktu yang cukup lama. Mau saya cari di google tapi ndak tahu keyword apa yang harus saya masukkan.

Setelah menonton film Rango beberapa waktu yang lalu, tekad saya untuk mengetahui nama dan fungsi benda ini pun semakin besar dan seakan tak terbendung. Akhirnya saya cari di Yahoo answer, dan alhamdulillah, walau dengan bahasa linggis yang belepotan, akhirnya saya mendapat jawaban.

Usut punya usut, ternyata benda ini namanya Spurs. Fungsinya seperti yang sudah saya terka sebelumnya, yaitu untuk menepak bagian tepi pantat kuda saat kuda mulai berlari pelan, tepakan Spurs ini akan membuat kuda takut dan kembali berlari kencang.

Konon, Bentuk Spurs sengaja dibuat bergerigi agar si Cowboy tak perlu menepak terlalu keras (kadang malah cukup dengan menempelkan permukaan Spurs ke pantat si kuda), sehingga si Kuda tak terlalu merasakan sakit.

Spurs sepatu Cowboy

Penggunaan Spurs ini sekarang sudah mulai ditinggalkan, karena menurut banyak praktisi berkuda, penggunaan spurs bisa digantikan dengan pengoptimalan tali kekang kuda.

Bahkan untuk kuda yang sudah sangat terlatih dan dekat dengan penunggangnya, untuk memacunya berlari lebih kencang cukup dengan menggunakan isyarat sentuhan tangan dari sang penunggang. Tanpa harus menarik tali kekang dengan kencang ataupun menepak pantat kuda dengan cambuk ataupun spurs.

Penggunaan spurs ini setahu saya hanya populer di ranah Amerika, sedangkan di Asia, spurs jarang digunakan. Apalagi di Indonesia.

Buktinya, sampai sekarang, saya belum pernah lihat Pak Prabowo mengendarai kuda pakai Spurs. Iya kan? Dan rasanya, sampai kapanpun, Pak Prabowo tak akan pernah memakai spurs, karena saya yakin, Pak Prabowo tak perlu menggunakan spurs untuk menakut-nakuti kudanya agar mau berlari lebih kencang. Ayolah, Kuda manapun pasti sudah cukup takut dengan pak Prabowo. Jadi, Kalaupun beliau menggunakan spurs, mungkin fungsinya bukan untuk memacu kudanya, melainkan untuk mengiris pizza. (hehehe, becanda lho pak, becanda).

A good rider doesn't need reins, a good rider doesn't need spurs, a good rider doesn't need a saddle. A good rider, doesn't even need a horse.
Sudah sejak lama issue layanan menyebalkan oleh Rumah Sakit menjadi buah bibir masyarakat kelas bawah, sehingga keluar ungkapan ” Orang Miskin dilarang Sakit” karena saking menyebalkannya layanan yang diberikan, apalagi bila mengetahui bahwa Pasien tersebut adalah pasien Miskin yang biaya pengobatannya dibayar oleh Pemerintah, apakah itu Jamkesda, Kartu Jakarta Sehat maupun JKN BPJS. Namun, saya […]