Padepokan Pendekar Tidar

Memang sih kita selalu diberi pencerahan bahwa Ramadhan bulan penuh berkah, bulan penuh ampunan, dan bulan penuh keistimewaan. Saking istimewanya bulan ini, setiap amalan wajib diganjar dengan pahala berlipat ganda. Amalan sunnah diberikan pahala sebagaimana amalan wajib. Setan dibelenggu untuk menggoda manusia, pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Betapa bulan ini seharusnya menjadi ladang panen pahala dan keberkahan bagi setiap ummat Islam.

Namun demikian, keistimewaan bulan Ramadhan bukan sesuatu yang hadir dengan sendirinya tanpa ada usaha dan ihtiar manusia. Meskipun berbagai discount atau bonus kemurahan digelar murah meriah oleh Allah, namun jika si manusianya sendiri tidak memiliki itikad dan niat untuk lebih rajin lagi beribadah dalam bertaqarub kepadaNya tentu saja Ramadhan hanya akan berlalu tanpa makna sama sekali.

Untuk urusan puasa, mungkin sebagian dari kita bisa utuh menjalankannya dari awal bulan hingga akhir bulan Ramadhan. Namanya juga bulan puasa, puasa menjadi amalan wajib maka wajar jika ibadah utama yang mengisi bulan Ramadhan ya ibadah puasa itu sendiri. Lalu bagaimana dengan amalan ibadah lainnya? Terutama yang sunnah-sunnah? Bagaimana dengan sholat tarawihannya, dengan tadarusannya, dengan qiyamul lailnya?

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa setiap awal bulan Ramadhan, masjid-masjid dan mushola disesaki oleh jamaah pada saat pelaksanaan sholat tarawih. Tidak hanya menempati ruang utama sholat, jamaah tidak jarang tumpah hingga ke halaman bahkan jalanan di seputar masjid. Namun seiring bergulirnya hari-hari Ramadhan, barisan jamaah sholat tarawih bisa dipastikan senantiasa mengalami kemajuan dalam arti jumlah jamaah yang turut beribadah semakin sedikit. Demikian halnya untuk amalan-amalan ibadah yang lain. Ummat Islam senantiasa semangat di saat awal, tetapi seolah kehabisan stamina justru semakin mendekati saat-saat puncak Ramadhan.

Kondisi sebagaimana tergambar di atas, sebenarnya merupakan sebuah cermin bahwa meski segala rahmah dan kemurahan Allah telah digelar dengan murah meriah di sepanjang Ramadhan tetapi ternyata tanpa setan menggodapun manusia tetap menghadapi godaan dari kemalasannya sendiri. Dan bukankah Kanjeng Nabi sekalipun sangat menekankan pesan bahwa jihad terbesar bagi insan manusia adalah mengalah hawa nafsunya sendiri. Bukan mengalahkan setan atau iblis lho ya? Camkan ini!

Ndalem Peniten, 30 Juni 2015


Filed under: Jagad Budaya Tagged: puasa, Ramadhan, tradisi Ramadhan

anak tobelo Halmahera Utara pala

Wajah ceria anak-anak desa Dokulamo yang bermain-main di kebun pala.

anak tobelo Halmahera Utara pala

Anak-anak di Tobelo sedang mengupas fuli dari biji pala. Mereka lalukukan di saat libur sekolah.

anak tobelo Halmahera Utara pala

Anak-anak di Tobelo sedang mengupas fuli dari biji pala. Mereka lalukukan di saat libur sekolah.

anak tobelo Halmahera Utara pala

Anak-anak di Tobelo sedang mengupas fuli dari biji pala. Mereka lalukukan di saat libur sekolah.

anak tobelo Halmahera Utara pala

anak tobelo Halmahera Utara pala

Anak-anak di Tobelo sedang mengupas fuli dari biji pala. Mereka lalukukan di saat libur sekolah.

anak tobelo Halmahera Utara pala

Anak-anak dari Tobelo malu-malu ketika akan difoto.

anak tobelo Halmahera Utara pala

Anak-anak Tobelo menunjukkan biji pala yang mereka temukan berjatuhan di kebun pala.

anak tobelo Halmahera Utara pala

anak tobelo Halmahera Utara pala

Keceriaan anak-anak di Tobelo di sebuah saung di kebun Pala. Sambil bermain mereka mengumpulkan biji-biji pala yang jatuh dari pohon.

anak tobelo Halmahera Utara pala

Anak-anak desa Dokulamo menunjukkan biji pala yang berhasil dikumpulkan hari ini. Satu cupa/kaleng susu dihargai Rp. 5000rb.



Batu Bacan Palamea

Batu Bacan Palamea

Batu Bacan Palamea

Batu bacan palamea yang sudah mulai mengkristal

Batu Bacan Palamea

Batu bacan palamea yang sudah mulai mengkristal.b

Batu Bacan Palamea

Batu bacan palamea yang sudah mulai mengkristal.

Batu bacan palamea yang sudah mulai mengkristal.

Batu bacan palamea yang sudah mulai mengkristal.

Batu Bacan Palamea

Batu Bacan Palamea

Batu akik halmahera utara

Batu obi yang sangat langka warna kuning golkar. Batu obi ini jarang sekali ditemukan dan harganya setara Bacan.

Batu akik halmahera utara

Batu akik fosil kayu dari Maluku Utara

Batu akik halmahera utara

Batu akik dari Maluku Utara/Halmahera. Dari jempol: lavender, fosil kayu, Obi Merah, Obi Kuning, Obi Leci.

batu akik Halmahera Utara

Batu akik dari Maluku Utara/Halmahera. Dari jempol: lavender, fosil kayu, Obi Merah, Obi Kuning, Obi Leci.

Batu Bacan Palamea

Batu Bacan Palamea

Batu Bacan Palamea

Batu Bacan Palamea

Batu giok haltim

Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.

batu giok haltim

Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.

Batu bacan doko

Batu bacan doko kembang. Mungkin dari bagian pingiran batu bacan. Ada pola warna kuning dan biru.

batu bacan doko

Batu bacan doko kembang. Mungkin dari bagian pingiran batu bacan. Ada pola warna kuning dan biru.

batu obi kuning langka

Batu Obi warna kuning.

batu obi merah

Batu Obi warna merah yang cukup langka.

Batu bacan doko

Batu bacan doko kembang. Mungkin dari bagian pingiran batu bacan. Ada pola warna kuning dan biru.

Batu bacan kembang

Doko kembang. Dulu batu ini tidak diperhatikan dan tidak ada harganya. Kini mulai diliirik dan coraknya juga sangat menarik.

batu pancawarna haltim

Batu pancawarna haltim yang dibuat liontin. Coraknya bagus, sayang pemasangannya melintang.

Batu bacan palamea

Cincin dari batu bacan palamea. Bukan kualitas terbaik, tetapi harganya bersahabat.

batu akik giok haltim

Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.

batu giok hijau haltim

Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.

batu giok hijau haltim

Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.

batu giok hijau haltim

Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.

batu giok hijau haltim

Batu giok hijau tua dari Haltim (Halmahera Timur), Maluku Utara.

Batu Obi Leci Maluku

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

Batu akik cincin Obi Maluku Utara

Cantiknya cincin batu Obi dari Maluku Utara

batu akik lavender Maluku

Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.

batu akik lavender Maluku

Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.

batu akik lavender Maluku

Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.

Batu Obi leci Maluku

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

Batu Obi Leci Maluku

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

wpid-akik_maluku_3-1-8.jpg.jpeg

batu akik lavender

Batu akik lavender setelah digosok. (Foto koleksi pribadi)

batu akik lavender Maluku

Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.

batu akik lavender Maluku

Batu akik lavender asal Haltim (Halmahera Timur) Maluku Utara.

wpid-20150521_065622-1.jpg

wpid-20150521_065557-1.jpg

batu akik obi maluku

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

batu akik obi maluku

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

Batu akik obi maluku

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

batu akik obi

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

batu akik obi

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

Batu giok haltim maluku

Batu giok Haltim warna hijau asli dari pulau Hamahera, Maluku Utara. Batu giok ini sedikit tembus cahaya.

batu akik obi maluku

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

Batu obi maluku

Batu obi warna putih leci asli dari pulau Obi, Maluku Utara. Pulau Obi itu dekatnya pulau Bacan.

å


kompos pelepah sawit promi

Sisa pangkasan pelepah yang bisa dimanfaatkan untuk bahan pengomposan dengan menggunakan aktivator Promi.

Salah satu limbah biomassa yang banyak terdapat di kebun sawit adalah sisa pangkasan pelepah sawit. Pelepah sawit yang sudah tua dan menguning akan dipangkas dan ditumpuk di kebun sawit. Sisa pangkasan ini hanya dibiarkan saja dan tidak dimanfaatkan. Sisa pangkasan pelepah sawit bisa dibuat kompos dan digunakan untuk memupuk tanaman sawit. Pengomposan pelepah sawit dengan Promi sangat sederhana dan mudah dilakukan. Berikut ini adalah cara pengomposan pelepah sawit dengan menggunakan Promi yang dilakukan oleh Bp. Cut Zaini di Aceh. Bapak Cut Zaini memiliki kebun sawit seluas 40 ha dan sudah berumur kurang lebih 15 tahun dan ada juga yang masih TBM. Dalam pengomposan ini Bapak Cut Zaini juga menggunakan kotoran sapi, karena kebetulan harga kotoran sapi di tempat tersebut sangat murah dan tersedia melimpah. Pengomposan pelepah sawit bisa dilakukan tanpa menggunakan kotoran sapi, namun jika ada bahan tambahan seperti kotoran sapi akan lebih baik.

Cara pengomposan pelepah sawit mirip dengan cara pengomposan jerami (baca di sini: Kompos Jerami). Peralatan yang diperlukan untuk pengomposan pelepah sawit:

  1. Parang
  2. Cetakan bambu, ukuran 2m x 1m x 1 m yang bisa dipasang dan dilepas
  3. Ember atau drum volume 150 liter
  4. Gayung
  5. Cangkul atau garpu
  6. tali untuk mengikat
  7. plastik mulsa atau terpal untuk menutup kompos

kompos pelepah sawit promi

Persiapan cetakan dan bahan-bahan pengomposan pelepah sawit.


Bahan-bahan untuk pengomposan:

  1. Pelepah sawit, dicincang untuk mengecilkan ukuran.
  2. Promi
  3. Kotoran sapi

Cara pengomposan:

  1. Pemasangan cetakan bambu
  2. kompos pelepah sawit promi

    Persiapan cetakan dan bahan-bahan pengomposan pelepah sawit.

  3. Pengenceran Promi
  4. Promi, aktivator untuk mempercepat pengomposan pelepah sawti. Info Promi: http://isroi.com/promi/

    Promi, aktivator untuk mempercepat pengomposan pelepah sawti. Info Promi: http://isroi.com/promi/

    Promi terdiri dari tiga bagian, semua bagian dipakai untuk pengomposan. Dosis yang dipakai adalah satu kg Promi untuk 0,5 s/d 1 m3 bahan. Jadi untuk satu kotak cetakan membutuhkan Promi 2 s/d 3 kg Promi. Promi diencerkan dengan kurang lebih 50 s/d 100 Liter air. Air yang digunakan bisa menggunakan air apa saja, asalkan tidak beracun bagi tanaman dan mikroba. Air limbah sawit juga bisa digunakan untuk pengenceran.
    Siapkan juga air untuk membasahi pelepah sebanyak kurang lebih 200 – 300 liter. Semakin kering bahannya semakin banyak air yang dibutuhkan.
    Informasi tentang Promi silahkan kunjungi http://isroi.com/promi/

  5. Pencincangan pelepah sawit
  6. Pangkasan sawit perlu dipotong-potong secukupnya agar ukurannya menjadi lebih kecil dan mudah dimasukkan ke dalam cetakan dan dipadatkan di dalam cetakan. Pencacahan cukp dengan menggunakan parang.

  7. Memasukkan pelepah sawit ke dalam cetakan selapis
  8. kompos pelepah sawit promi

    Proses pembuatan kompos pelepah sawit dengan menggunakan aktivator Promi.

    kompos pelepah sawit promi

    Pembuatan kompos pelepah dengan menggunakan promi dan pupuk kandang sapi.

    Masukkan pelepah sawit ke dalam cetakan selapis. Injak-injak sampai benar-benar padat.

  9. Memasukkan kotoran sapi ke dalam cetakan selapis
  10. kompos pelepah sawit dengan Promi

    Pembuatan kompos pelepah selapis demi selapis sampai cetakan penuh.

    kompos pelepah sawit promi

    Kotorsan sapi dimasukkan selapis demi selapis hingga cetakan penuh.

  11. Proses diulang sampai cetakan penuh
  12. kompos pelepah sawit promi

    Bahan yang dimasukkan harus diinjak-injak sampai benar-benar padat.

    kompos pelepah sawit promi

    Proses pembuatan kompos pelepah sawit dengan Promi.

    kompos pelepah sawit promi

    Bahan-bahan pelepah dimasukkan ke dalam cetakan dan diinjak-injak sampai padat.

  13. Membuka dan menutup kompos dengan plastik
  14. kompos pelepah sawit promi

    Kompos yang sudah penuh dan dibuka. Tampak lapisan pelepah sawit dan kotoran sapi.

    kompos pelepah sawit promi

    Kompos yang sudah penuh dan dibuka. Tampak lapisan pelepah sawit dan kotoran sapi.

    kompos pelepah sawit promi

    Tumpukan kompos ditutup dengan terpal plastik selama satu bulan. Tinggi tumpukan akan menurun selama proses pengompoan berlangsung.

Catatan:
1. Bagian bawah tidak perlu dialasi dengan plastik
2. Tidak perlu dilakukan pembalikan
3. Tidak harus menggunakan kotoran sapi
4. Air harus cukup, apalagi jika pelepah kering

Pengamatan selama proses pengomposan
Proses pengomposan berlansung kurang lebih satu bulan. Selama waktu tersebut, tumpukan kompos perlu dicek secara berkala. Pengamatan dilakukan penurunan tinggi tumpukan kompos, kelembaban kompos, dan suhu kompos. Selama proses pengomposan suhu kompos akan naik sampai 70oC dan tinggi tumpukan akan menurun hingga setengahnya. Jika tidak terjadi peningkatan suhu atau penurunan tinggi tumpukan, kemungkinan proses pengomposan tidak berjalan dengan baik. Lakukan pengecekan kelembaban kompos. Apabila kompos kering, kemungkinan kurang air. Siram tumpukan kompos dengan air secukupnya dan tutup kembali tumpukan kompos.

Pengomposan dengan Promi tidak perlu dilakukan pembalikan. Cukup dibiarkan saja selama kurang lebih satu bulan.

Kendala yang mungkin dihadapi di lahan sawit adalah ketersediaan air. Di kebun sawit tidak selalu tersedia sumber air yang cukup. Terutama di musim kering seringkali tidak ada air. Proses pengomposan sangat membutuhkan air yang banyak, jika air kurang proses pengomposan tidak akan bisa berlansung secara optimal.

Panen dan Aplikasi Kompos

pangkasan sawit kompos promi

Sisa pangkasan pelepah sawit yang bisa dimanfaatkan untuk bahan kompos dengan menggunakan Promi.

kompos pelepah sawit promi

Kompos pelepah sawit yang sudah matang. Pelepah hancur dan lunak.

Kompos pelepah sawit promi

Kompos pelepah sawit yang sudah matang. Pelepah hancur dan lunak.

Kompos dipanen setelah berumur kurang lebih satu bulan. Tinggi tumpukan kompos turun kurang lebih setengahnya dan pelepah sudah hancur.

Kompos diaplikan di sekitar piringan atau daerah sekitar pokok tanaman. Bersihkan terlebih dahulu piringan sawit dari rumput dan gulma. Kompos ditaburkan secara melingkar kurang lebih dalam jarak ditengah-tengah antara pokok dengan ujung tajuk, atau kurang lebih 1 s/d 1.5 meter dari pokok tanaman.

Kompos pelepah sawit promi

Kompos pelepah sawit yang sudah matang. Pelepah hancur dan lunak.

Kompos pelepah sawit promi

Kompos pelepah sawit yang sudah matang. Pelepah hancur dan lunak.

kompos pelepah sawit promi

Aplikasi kompos pelepah yang sudah matang.

Aplikasi kompos pelepah sawit di piringan sawit.

Aplikasi kompos pelepah sawit di piringan sawit.

Kompos pelepah sawit promi

Aplikasi kompos pelepah sawit di piringan sawit.

Manfaat Aplikasi Kompos

Ini adalah pengalaman Bapak Cut Zaini selama mengaplikasikan kompos pepelah sawit. Manfaat yang dirasakan setelah kurang lebih 3-4 bulan aplikasi kompos antara lain adalah:

  • tanaman sawit yang selama ini buahnya jarang menjadi lebat buahnya,
  • peningkatan berat/massa tandan, tandan sawit menjadi lebih besar dan lebih berat,
  • peningkatan pertumbuhan sawit, tanaman yang sebelumnya daunnya mulai mengining kini menjadi hijau kembali,
  • tanaman sawit lebih tahan terhadap kekeringan,

*)Semua foto-foto di atas adalah kiriman dari Bapak Cut Zaini


GERAH melihat ulah Belanda dan gaya hidup ala Barat di Kesultanan Yogyakarta, Diponegoro menyingkir. Selain menggalang kekuatan, dia mempersiapkan kebutuhan logistik. Salah satunya dengan memborong persediaan beras di pasar-pasar di daerah Kedu dan Yogyakarta. Karena menolak bertanggungjawab, Residen Yogyakarta Smissaert memerintahkan pasukannya menyerang dan membakar markas Diponegoro di Tegalrejo pada 21 Juli 1825. Tiga minggu […]
Setelah masuk ke terowongan, mendaki gunung melewati bukit dan melewati lembah. Akhirnya kereta api kelas ekonomi yang membawaku bersama ketiga kawanku mendarat dengan selamat di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. sebelum kembali ke kampung halaman kami di Magelang, kami memutuskan untuk mampir ke kostan salah satu teman kami terlebih dahulu. Selain untuk mengusir lelah selama perjalanan juga
Sejatinya menunggu adalah kegiatan yang samat angat membosankan, apalagi menunggu bimbingan dosen yang tak kunjung datang. Tidak aja jadwal yang pasti membuat kita seakan ragu, apakah penantian kita ini akan bermakna ACC bab 1 ataupun 2.
Pernahkan kalian menunggu selama berjam-jam dan ada niat untuk pulang saja karena merasa dosen tak datang? Namun saat kita jalan pulang eh tiba2 dosen nonggol diparkiran. Pernah juga seorang kawan mengantri bimbingan dengan nomor antrian, dia mendapat nomor 16 saat gilirannya tiba sang dosen berkata "Bimbingan hari ini cukup sampai disini, saya ada keperluan". Dan akhirnya kawan saya ini besok harus kembali antri lagi untuk bimbingan. Skripsi memang perjuangan yang berat tapi lebih berat lagi jika kita menunda-nunda untuk bimbingan yang sama saja menunda kelulusan. Ketauhilah dosen anda sangat senang kalau mahasiswanya menyandang gelar, maka dari itu jangan pernah menyerah dalam antri dan menunggu dosen.
Simak video yang saya temukan di channel youtube yang begitu Awesome bagi mahasiswa yang sedang menempuh Tugas Akhir a.k.a Skripsi


Sedang Shalat Tarawih

-

ikhsan.web.id

on 2015-6-30 11:00am GMT
SEDANG SHALAT TARAWIH
Berkah Ramadhan begitu sering kita sering menyebutnya bila mendapatkan rejeki selama bulan ramadhan. Bukan masalah rejeki saja selama bulan Ramadhan, semua yang kita lakukan selama itu baik insha Allah termasuk ibadah yang akan mendapatkan pahala berlipat ganda begitu kata pak Ustad dalam setiap tausyiahnya setiap kali bulan Ramadhan tiba.

Tidak hanya masalah ibadah saja yang mendapatkan berkah berkali lipat selama Ramadhan, Dunia usaha juga ikut mendapatkan berkah dengan datangnya bulan suci ramadhan sampai lebaran nanti. Di bulan ini saatnya panen bagi para pedagang kaki lima sampai pelaku usaha dengan modal besar  di Indonesia. Omset bisa naik seratus persen di banding dengan hari-hari biasa. Pelaku usaha di bidang Pakaian, Makanan, minuman bahkan sampai sektor transportasi juga ikut panen dengan datangnya bulan ramadhan dan lebaran nanti. Bahkan banyak pelaku usaha yang mengeluarkan produk barunya di bulan ini. Karena di bulan ini perputaran uang sedang tinggi-tingginya, terutama setelah pembagian uang tunjangan hari raya, Uang mengalir trilyunan rupiah hampir ke semua pelosok negri, yang biasanya hanya di kota-kota besar saja.

Termasuk di tempat saya jaga barang dagangan, omset juga ikut naik di banding dengan hari-hari biasa bahkan bisa naik sampai seratus persen lebih.  Bahkan bisa di katakan kalau berhasil atau tidaknya target penjualan selama setahun di tentukan di bulan Ramadhan dan hari raya lebaran nanti. Kalau di bulan ini penjualan jeblok bisa di katakan target penjualan selama setahun juga tidak akan tercapai. Segala persiapan di lakukan untuk menjual barang sebanyak-banyaknya, seperti penambahan stok barang, sampai jumlah karyawan, diskon besar-besaran dan lain sebagainya. 

Untuk mencapai omset yang di targetkan selama bulan ramadhan segala macam cara dan strategi di lakukan, seperti outlet tutup lebih malam, buka saat waktu saur tiba, promosi besar-besaran item-item lebaran. Tidak mengherankan kalau para pelaku usaha terutama yang bermodal besar mengejar omset sebesar-besarnya mengingat biaya yang mereka keluarkan juga tidak sedikit selama bulan Ramadhan ini, antara lain untuk Tunjangan hari raya, Buka buasa bersama, Sumbangan ke yayasan sosial dan lain sebagainya.

Tapi yang menarik di bulan Ramadhan ini di tengah-tengah para pelaku usaha berlomba-lomba mengejar omset sebesar-besarnya, jual barang sebanyak mungkin. Ada juga beberapa pelaku usaha yang lebih mementingkan aspek spiritualitas karyawannya di banding dengan hanya sekedar mengejar omset. Di dekat saya jaga barang dagangan ada penjual Kebab Turki kalau saat waktu Tarawih tiba menutup outletnya sampai Shalat Tarawih selesai untuk memberi kesempatan bagi karyawannya ikut Shalat Tarawih. Di Gerobak dagangannya tertulis pengumuman kalau saat shalat arawih tiba outletnya tutup sementara sampai waktu Tarawih selesai.

Hebatnya pemilik waralaba kebab tersebut punya 20 outlet tersebar di wilayah Jogja. Dan semua outletnya tersebut tutup saat waktu Tarawih. Ketika saya tanya, mengapa tutup sementara para pedagang lain buka lebih awal dan tutup lebih malam selama ramadhan. Jawabnya : Bulan Ramadhan kan setahun sekali, Sementara jualan bisa kapan saja, Ngapain juga ngejar omset tinggi kalau gak berkah, rejeki sudah ada yang ngatur gak bakalan ketuker. Subhanallah...

Semoga semakin banyak para pelaku usaha macam pemilik waralaba kebab tadi di Indonesia, Jadi selain fokus bagaimana menjual dan mendapat omset sebanyak-banyaknya karyawannya juga masih bisa menjalankan ibadahnya di bulan Ramadhan ini. 
Kemarin, Mahkamah Agung Amerika Serikat akhirnya mengetok palu untuk melegalkan pernikahan sesama jenis di Seluruh Negara Bagian Amerika. Sejarah baru akhirnya terukir. Publik pun kemudian menyambut dan merayakan putusan ini dengan aneka bentuk visual pelangi, yang merupakan bendera resmi komunitas homoseks. Bagi kebanyakan kaum LGBT, keputusan ini tentu menjadi sebuah kemenangan besar. Bagi

Selangkah Lagi...

-

KOKOH ON THE BLOG

on 2015-6-29 1:34pm GMT
Wah, nggak nyangka aku bisa melangkah sejauh ini. Tinggal selangkah lagi aku akan menguasai dunia  menyelesaikan tantangan dari nulisbuku.com, yakni Nulis Random 2015. Bukan, bukan berarti setelah aku menyelesaikan tantangan ini aku berhenti nulis. Aku akan tetap nulis, nulis dan nulis kok. Setelah ini mungkin aku akan rehat sejenak. Tetapi nggak menutup kemungkinan juga kalau aku menemui cerita
Menunggu waktu berbuka puasa di Masjid Agung kauman Magelang
Salah satu tempat favorit masyarakat kota Magelang dan sekitarnya untuk menunggu waktu berbuka puasa adalah Masjid Agung Kauman Magelang. Masjid Agung Kauman Magelang merupakan salah satu masjid tertua di Magelang, masjid ini di bangun sekitar tahun 1650 M oleh seorang ulama dari daerah Jawa timur yang bernama Kyai Mudakir. Kyai Mudakir akhirnya menetap di daerah Kauman sampai wafat dan di makamkan di belakang Masjid Agung Kauman ini.

Awal mulanya masjid ini hanya berupa sebuah mushola kecil yang oleh orang Jawa sering di sebut dengan Langgar.  Seiring dengan berjalannya waktu Masjid ini di pugar oleh Bupati Danuningrat dan keturunannya, Bupati Danuningrat sendiri merupakan Bupati pertama Magelang yang di tunjuk oleh pemerintah Hindia Belanda waktu itu.

Sekarang Masjid Agung Kauman Magelang terlihat besar dan megah dengan arsitektur masih seperti dahulu kala saat Masjid ini pertama kali di pugar oleh Bupati Danuningrat dan keturunannya. Masjid Agung Kauman Magelang merupakan masjid kebanggaan masyarakat Magelang yang usianya sudah ratusan tahun, hal tersebut  menjadi alasan banyaknya masyarakat Magelang dan sekitarnya untuk menunggu waktu berbuka puasa di masjid ini di lanjutkan dengan Iktikaf sampai waktu shalat tarawih tiba. 

Seperti halnya di masjid-masjid lain, sebelum waktu berbuka puasa tiba di adakan tausyiah ramadhan oleh imam masjid, tausyiah-tausyiahnya biasanya berhubungan dengan tata cara ibadah sehari-hari seperti cara Wudhu, Shalat, Puasa dan lain sebagainya. Setelah waktu berbuka puasa tiba para jamaah juga mendapatkan takjil, berupa makan dan minum. 

Setiap harinya ratusan jamaah yang menghadiri Masjid Agung Kauman Magelang untuk mendengar Tausiyah ramadhan dari imam masjid Agung Kuaman.  Beliau menyampaikan tausyiahnya dengan santai, dengan bahasa yang mudah di pahami dan bahkan kadang-kadang di sertai dengan guyonan lucu yang membuat jamaah tertawa lebar. Supaya jamaah tidak lupa dengan apa yang sudah di sampaikan di sampaikan, beliau jadikan materi tausyiahnya jadi sebuah lagu dan di nyanyikan bersama-sama, di selingi dengan iringan shalawat nabi sampai waktu berbuka puasa tiba.
Mendengarkan tausyiah imam besar masjid agung kauman magelang
Jadi tidak ada salahnya bagi warga Magelang atau anda yang sedang berada di Magelang selama bulan puasa ini untuk menunggu waktu berbuka puasa tiba di Masjid Agung Kauman Magelang sambil mendengarkan tausiyah ramadhan yang akan di sampaikan oleh imam besar masjid agung Kauman. Masjid Agung Kauman berada di jalan alun-alun barat kota Magelang.
Tadi di grup facebook Blogger Energy ada seorang kawan gyerz (sebutan bagi anggota Blogger Energy) ngebagiin wallpaper karyanya. Gue pun langsung download aja. Lumayan bikin tampilan android gue agak keren dan ada manis-manisnya gitu, kayak yang punya. Hehe. Contohnya kayak dibawah ini : Gimana keren kan? Oh ya kalau kamu mau kamu juga bisa download secara gratis disini. Nah, kalau

Istilah ngabuburit pada awalnya memang hanya dikenal di lingkungan masyarakat Priangan atau Sunda. Namun seiring dengan kemajuan media komunikasi, istilah ngabuburit sempat diangkat melalui beberapa program acara di beberapa stasiun televisi swasta semenjak beberapa tahun silam. Akhirnya kata ngabuburit seolah melebur dan diadop menjadi kosa kata dalam bahasa Indonesia yang hampir dipahami oleh semua warga tanah air dari Sabang sampai Merauke.

Dari beberapa sumber, ngabuburit dalam bahasa Sunda berasal dari kata burit yang berarti waktu menjelang sore hari saat matahari terbenam. Istilah ini kemudian memiliki makna khusus berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan dalam rangka menunggu waktu tibanya buka puasa alias adzan Maghrib di bulan suci Ramadhan.

Bagi sebagian masyarakat dusun di wilayah pedesaan kampung halaman kami, tidak ada aktivitas khusus berkaitan dengan ngabuburit ini. Seperti biasa warga beraktivitas di rumah masing-masing. Sebagian warga yang berprofesi sebagai petani pada umumnya sudah pulang dari ladang atau sawah semenjak waktu Ashar. Kaum ibu atau wanita pada umumnya sibuk di dapur mempersiapkan hidangan buka puasa.

Nah, bagi anak-anak dan para remaja, waktu selepas Ashar hingga waktu menjelang Maghrib biasa diisi dengan rangkaian kegiatan takjilan di masjid atau mushola. Acara ini biasa diisi dengan aktivitas mengaji, pelajaran ibadah, bahkan berdongeng dan menyanyi. Secara bergilir para warga membuatkan hidangan takjil. Hidangan takjil yang sering menjadi pembuka puasa anak-anak tadi sering juga disebut sebagai jaburan. Ada sajian mulai dari dawet, es buah, makanan ringan, arem-arem, hingga nasi kluban dan lain sebagainya. Inilah mungkin satu-satunya aktivitas ngabuburit bagi anak-anak di kampung kami.

Sedikit bergeser ke wilayah perkotaan, khususnya di Kota Magelang. Waktu ngabuburit biasa diisi oleh warga kota dengan kongkow-kongkow, nongkrong alias thethek di beberapa titik ruang publik. Di antara titik ngabuburit paling ramai di Kota Magelang tentu saja alun-alun kota di pusat kota.


Filed under: Jagad Budaya Tagged: ngabuburit, Ramadhan, tradisi Ramadhan
MAGELANG CAR FREE DAY LAPANGAN RINDAM IV DIPONEGORO
Adanya Car Free Day di Magelang mungkin tidak begitu menarik seperti Car Free Day di kota-kota besar  di Indonesia, selain karena Magelang kotanya tidak begitu besar. Juga tingkat partisipasi warga dalam Car Free Day ini tidak terlalu antusias, seperti halnya Car Free Day di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Jogja dan kota-kota lainnya.

 Di kota-kota besar di hari biasa saja agak susah untuk sekedar jalan santai ataupun bersepeda keliling kota apalagi di hari libur, selain jalannya macet oleh ratusan kendaraan bermotor yang lalu lalang setiap harinya, jadi adanya Car Free Day sangat di tunggu dan di nantikan. Beda halnya dengan di Magelang, di hari-hari biasanya masyarakatnya masih bisa bersepeda dan jalan santai keliling kota tanpa khawatir kena macet dengan kendaraan bermotor.

Salah satu tempat favorit warga Magelang untuk beraktifitas di pagi hari sekedar lari pagi  ataupun jalan santai adalah Lapangan Rindam IV Diponegoro, selain karena tempatnya yang luas dan asri juga ada track khusus bagi warga untuk berjoging ria. Selain adanya fasilitas tersebut Lapangan Rindam IV Diponegoro juga tenang dan sejuk karena letaknya tidak terlalu dekat dengan jalan raya besar.

Dulu saat beberapa bulan di adakannya Magelang Car Free day adalah di sepanjanng jalan Alun-Alun dan jalan Pemuda Magelang. Tapi entah kenapa seiring dengan berjalannya waktu acara Magelang Car Free day di alihkan di Lapangan Rindam IV Diponegoro, salah satu lapangan kepunyaan jajaran Rindam IV Diponegoro yang selain di gunakan untuk internal Rindam IV Diponegoro juga masyarakat Magelang untuk berolahraga seperti lari, joging ataupun jalan santai.

Sebelum acara Magelang Car Free Day di alihkan ke Lapangan Rindam, Lapangan ini juga sudah ramai, Dengan adanya Car Free Day ini lapangan Rindam semakin ramai. Lapangan Rindam IV Diponegoro menjadi salah satu tempat favorit saya untuk menghabiskan waktu minggu pagi bersama anak dan istri. Selain tempanya tidak terlalu jauh dari rumah, di sela-sela acara Car Free Day  kita juga bisa memilih beraneka barang yang di jual di sepanjang jalan menuju lapangan, dari pakaian, Sepatu, alat-alat rumah tangga, bahkan batu akikpun juga tersedia selama acara Car Free Day ini.

Selain aneka barang di atas, berbagai macam kuliner Magelang juga tersedia di sini, tidak hanya Kuliner dari Magelang saja, banyak juga makanan khas dari luar Magelang bisa kita nikmati di sini dengan harga yang murah meriah, salah satunya adalah Bubur Ayam Khas Cianjur. Mie Aceh dan lain sebagainya, uniknya para penjualnya juga berasal dari daerah tersebut yang sudah lama merantau ke Magelang.
CAR FREE DAY  LAPANGAN RINDAM IV DIPONEGORO MAGELANG
Bagi warga Magelang ataupun anda yang berniat ke Magelang di hari minggu, jangan lewatkan acara Car Free Day di lapangan Rindam IV Diponegoro, selain badan sehat dan bugar dengan berolahraga di sini, kita juga bisa menyicipi aneka kuliner khas Magelang bahkan dari luar Magelang.
Terlalu manis untuk dilupakan kenangan yang indah bersamamu tinggalah mimpi... Penggalan lagu Slank diatas kiranya cukup menjawab pertanyaan teman-teman yang menanyakan kenapa aku ngeblog. Jadi teman-teman tinggal dengerin aja lagunya Slank itu ya. Entar kalau aku jawab, "Aku pengin membekukan kenangan." Udah pasti teman-teman bakalan bilang kalau aku ini lebay. Iya, biasanya itu jawaban yang
Jika selama ini anda hanya mengenal komputer secara fisik namun dalam mata kuliah ini anda akan memepelajari apa yang jarang ditemui, sebagai awalan ini lah makalah mengenai arsitektur dan organisasi komputer.
Storage device merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suatu sistem komputer,tanpa adanya storage device suatu sistem komputer mustahil untuk bias beroperasi. Fungsinya yang berperan sebagai penyimpan data juga bermanfaat bagi user yang menggunakan komputer. Pada awal ditemukannya, external storage device hanya dapat menyimpan data berupa file-file/data pada OS komputer yang kapasitas kecil. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya komputer external storage device yang dibuat juga semakin berkembang, external storage device tidak hanya dapat menyimpan file-file/data dan OS komputer yang ukurannya kecil tetapi juga dapat menyimpan data gambar, data suara, dan data video yang kapasitasnya besar.

password file: www.erphidi.com
Semua orang pasti setuju kalau kucing itu hewan yang lucu dan imut, bagi yang takut aneh rasanya mereka bersikap seperti itu. Walaupun tidak sepintar anjing, kucing yang katanya punya 9 nyawa ini hewan favorit Rasulluah lho mungkin karna itu dia diberi spesial give (hmm kata orang ya). Tapi pengalaman saya sendiri kalau kucing lagi sakit parah ya mau tidak mau dia tidak mempunyai backup nyawa seperti yang terjadi kepada mini, molly, dan ke 4 anak monik (kucingku) yang telah pergi duluan :(

Montik my female cat
Ada yang menarik dari kucing ini bila kita sedang duduk sendiri tiba2 si kucing mendakati kita ada pertanda lho sebenarnya.

  1. Mungkin Allah sedang memberi tahu makanan kita sebenarnya hak milik kucing itu. Tidak ada salahnya kita memberikan makanan walaupun sisa-sisa makanan kita. Tapi akan lebih mulia lagi kalau kamu memberinya cat food yang sesuai porsi si kucing.
  2. Mungkin Allah ingin menguji kita apakah kita akan berbagi makanan kepada kucing itu. Karena 1 kebaikan yang kita lakukan kepada mahluk hidup akan dibalas 10 kali lipat pahala yang kita dapat. Jadi jangan pernah kamu menyakiti makluk lain, terkadang manusia sendiri lebih kejam dari pada hewan karena hanya manusia yang dapat membunuh sesamanya tanpa alasan.
  3. Yang terakhir adalah mungkin melewati kucing itu pertanda jika kita menolak rejeki baru karena kita tidak memberi makan pada kucing itu. Ciri ciri beriman salah satunya adalah shodaqoh jika dalam konteks mudahnya adalah saling berbagi.
Dikutip dari berbagai sumber :)



Judul                     : Napoli
Pengarang          : Riskaninda Maharani
Penerbit              : DIVA Press
Tebal                     : 268 halaman
Cetakan               : Pertama, Mei 2015
ISBN                      : 978-602-255-893-4                 

“Sebuah novel yang membuka jendela dunia, sekaligus memperluas cakrawala.”
Rangga Almahendra,
Co-author “99 Cahaya di Langit Eropa”

“Kau tahu ada sebuah mitos dunia? Barang siapa melempar sebuah koin ke air mancur itu akan kembali ke Roma? Barang siapa melempar dua koin akan menemukan cinta? Dan, barang siapa melempar tiga koin, dia akan segera menikah”
“Sebenarnya jika ada sebuah air mancur yang bisa membuatku menjadi seorang warga negara Italia, aku akan lebih suka pergi mengunjunginya.”
Mulai dari sinilah perjalanan Revina dimulai. Perkenalannya dengan para morenomembuat hidupnya penuh dilema. Pengalaman bersama Fancesco membuatnya cukup takut untuk mengakui perasaannya, keadaannya. Kehidupannya berputar di negeri orang, bersama bayangan kegagalan masa lalu. Persimpangan selalu menghadirkan kekuatan tersendiri: antara Italia dan Indonesia. Stefano dan Alejandro, bahkan antara Revina dan egonya.
Napoli, ketika jatuh di pelukanmu….
***

Bermula dari kedatangannya di bandara, lalu bertemu dengan teman dari dunia mayanya, Revina pun memulai kisah hidupnya di Italia. Apartemen Stefano menjadi tempat singgah pertama Revina untuk beberapa hari. Namun, karena satu dan lain hal, Revina memutuskan untuk tinggal di apartemen Pablo.
Tak banyak yang bisa diceritakan dari buku ini. Intinya hanyalah sosok Revina yang bingung menentukan pilihan untuk hatinya.
Hal ini terjadi karena terlalu banyaknya plot dan tokoh di dalam cerita. Banyak plot dan tokoh yang tidak penting yang turut tertuang di dalam cerita. Seharusnya setiap tokoh dan plot menyumbang satu poin untuk tokoh utama. Namun, justru plot dan tokoh yang ada justru mempetegas bahwa Revina adalah sosok wanita yang cukup murahan. Terbukti dengan kebiasaannya berplesir dan dijemput oleh lelaki yang baru dikenalnya dalam hitungan hari dan hanya lewat media sosial. Contohnya Danilo dan Giorgio. By the way, aku tidak terlalu paham apa fungsi Danilo dan Giorgio dalam cerita ini.
Sinopsis dan ending yang disajikan terkesan maksa. Penulis seolah-olah tidak tahu dan tidak bisa menunjukkan para pembaca tentang poin untama dari cerita yang ditulisnya. For me, it’s too far from good.

@aninditaninda
Judul                     : Meant to Be
Pengarang          : Zee
Penerbit              : PING!!!
Tebal                     : 232 halaman
Cetakan               : Pertama, 2015
ISBN                      : 978-602-7695-95-5

Kepalaku berderu ketika mataku menangkap sosok itu, duduk sendirian di sana sepertiku, tampak hamper tembus pandang di sisi jendela. Kepalaku berderu ketika otakku berputar brutal, mencoba memutuskan satu di antara dua pilihan. Haruskah aku menyapanya? Atau, aku harus tetap menjaga kewarasanku dan tetap dduduk di sini?
Kedua pilihan itu berkeliaran di pikiranku, berkelebat dan berputar tanpa henti. Lalu, kilasan-kilasan bayangan dan kemungkinan mengalir di kepalaku, menyuguhkan hasil dari kedua pilihanku.
Jika menyapanya hari itu, akan banyak hal baru yang akan kulakukan bersama Vali dan teman-temannya. Tapi, juga ada banyak hal yang akan terkuak.
Jika tidak menyapanya hari itu, karierku akan bersinar bersama The BlackKit. Namun, akan banyak hujaman tepat di hatiku.
Tapi, Tuhan selalu punya cara untuk membuat segalanya menjadi yang terbaik.
***

Jika menyapanya hari itu, Reo akan memiliki teman baru yang mungkin akan membuat hari-harinya terasa semakin terasa indah. Namun, jika tidak menyapanya hari itu, Reo akan memulai kariernya dari panggung ke panggung bersama The Black Kit.
Jika menyapanya hari itu, kehidupan Reo akan berubah. Ia akan terus mencoba untuk membahagiakan dan melakukan hal-hal romantis bersama Vali. Jika tidak menyapanya hari itu, Reo akan berkenalan dengan Vali ddengan cara dan waktu yang berbeda. Dan mereka pun akan memiliki ending yang berbeda.
Ya itulah yang ada di dalam angan Reo. Jika ia menyapanya dan jika ia tidak menyapanya hari itu. Dia terus memikirkan apa yang akan terjadi jika ia menyapanya atau jika ia tidak menyapanya. Berbagai kelebat bayangan pun muncul. Namun, manakah yang sebenarnya terjadi? Apakah semuanya akan sama seperti yang dibayangkan oleh Reo?
Hidup punya skenario. Skenario-Nya selalu misterius. Dan, sutradaranya adalah sutradara terbaik yang bisa kau harapkan: Tuhan. Dia selalu membuat kisah penuh aksi dengan pelintiran heboh di akhir ceritanya. Seberapa sering pun menerkanya, kau tidak akan pernah bisa mendapat akhir yang tepat hanya dengan dugaanmu. (Reo)
***
Yah, begitulah Reo dengan segala angannya. Buku ini tidak bercertia tentang kehidupan Reo. Buku ini hanya ingin menceritakan bagaimana jika Reo menyapanya hari itu dan bagaimana jika Reo tidak menyapanya hari itu.
Sebuah penyajian kisah yang unik mengingat kita lebih sering dicecoki dengan ragam kisah romansa yang biasa-biasa saja. Kehidupan yang hadir di dalam angarn Reo membuat kita sadar bahwa sebenarnya kehidupan memiliki berbagai sisi dengan konsekuensinya masing-masing. Dan itulah yang dilakukan Reo. Ia menimbang apa yang konsekuensi yang akan terjadi jika kita memilih salah satu di antara beberapa opsi yang tersedia.
Namun, rumitnya gaya bercerita membuat penulis sedikit ‘terpeleset’ ketika ingin menceritakan salah satu angan Reo. Mungkin, hal ini bisa diperbaiki lagi dengan membaca ulang naskah dan pengecekan ulang ketika proses editing berjalan.
Secara keseluruhan, cerita ini sangat menarik dan membuka pinta bagi para penulis untuk mecari gaya baru lagi yang unik dan menarik dalam menentukan gaya cerita apa yang akan digunakannya. Congrats!

@aninditaninda
Judul                     : Kahve
Pengarang          : Yuu Sasih
Penerbit              : de TEENS
Tebal                     : 240 halaman
Cetakan               : Pertama, Mei 2015
ISBN                      : 978-602-255-894-3

“Saat orang sudah putus asa, hal seremeh apa pun akan dijadikan pegangan harapan.”
Kencana pergi ke ibu kota untuk kuliah sekaligus mencari jawaban atas alasan Saras, kakaknya, bunuh diri. Dia menemukan gambar shamrock(semanggi berhelai tiga) di buku harian kakaknya yang bertanggalkan empat bulan sebelum hari kematiannya, yang juga menjadi entri terakhir di sana. Isi dari halaman yang dipenuhi gambar semanggi itu menyatakan bahwa kakaknya baru saja mendapatkan hasil ramalan yang bagus dari Black Dreams, kedai kopi dekat kampusnya.
“Hari ini di Black Dreams aku dapat shamrock di cangkir kopiku. Tentu aku nggak lihat apa-apa di canngkir kopiku selain ampas hitam, tapi si barista kelihatan yakin saat mengatakannya. Katanya itu pertanda akan terkabulnya keinginan terbesar orang yang mendapatannya. Dia juga bilang kalau gambar itu jarang ditemukan saat pembacaan. Memang cuma ramalan biasa, tapi akan menyenangkan kalau benar.”
***

Kencana memutuskan untuk datang mengunjungi Black Dreams. Mungkin dari situ ia kan menemukan jawaban atas kematian kakaknya. Namun, bukan jawaban yang ia dapat. Ia justru memaki sang barista atas kematian kakaknya. Apa gunanya mendapat shamrock kalau memang sudah putus asa dengan kehidupannya dan memutuskan mengakhiri hidupnya dengan ‘terbang’ dari kampus?
Namun, pada akhirnya Kencana kembali. Ia kembali dan sang barista membacakan tasseo dari cangkir Kencana yang masih disimpannya. Sang barista juga mengatakan bahwa ia salah membaca cangkir Saras, kakak Kencana, dengan alasan prinsip. Kencana terdengar tidak peduli. Namun, sang barista tetap menahannya dan mengatakan yang sebenarnya pada Kencana.
Time goes by, Kencana pun beberapa kali datang ke Black Dreams bersama Linda dan Rasy, teman-teman barunya di kampus. Ia pun membantu sang barista untuk mengelola Black Dreams. Kencana tidak pernah menyangka bahwa kedekatannya dengan Linda dan Rasy akan membawanya untuk menyingkap tabir kematian Saras. Namun, ia harus rela kehilangan Linda dan hidup dalam ilusinya demi mengetahui semua jawabannya.
***
Seru dan bikin penasaran banget. Teka-teki kematian Saras dipaparkan dengan jelas, rinci, dan menegangkan. Alur maju-mundur yang tersaji tidak membuat saya sebagai pembaca bingung untuk menyatukannya. Justru dengan alur maju-mundur seperti ini, hawa yang tersaji di dalam cerita benar-benar terasa dan tersampaikan kepada pembaca. Setiap detil cerita tersaji dengan rapih dan apik sehingga membuat pembaca tidak ingin beranjak barang sedetik pun.
Kehadiran novel The Picture of Dorian Gray karya Oscar Wilde menambah feel dari cerita tersebut. Sisi baiknya, bagi saya yang sudah pernah membaca Dorian Gray (walaupun versi terjemahan), saya bisa mendapatkan feel yang lebih dalam lagi tentang kehidupan para tokoh di cerita ini. Namun, bagi yang belum pernah membaca satu-satunya novel karya Oscar Wilde ini, tentu mereka akan bingung kenapa Kencana diibaratkan sebagai Dorian Gray dan Linda adalah Lord Henry. Mungkin, hal ini bisa menjadi referensi bagi mereka yang belum membacanya agar bisa mendapatkan feel yang lebih dalam dan intens lagi.
Entah apa lagi yang harus disampaikan. Saya hanya kagum dan lega bahwa akhirnya de TEENS menerbitkan novel yang menurut saya memang layak terbit. Bukan seperti biasanya yang hanya menyajikan kisah romansa yang picisan. Minta rating? Saya berikan lima bintang saya untuk buku ini. Congrats!


@aninditaninda

Jalan-jalan? Siapa yang tidak suka atau mau diajak jalan-jalan? Terlebih bagi manusia yang berjiwa petualang, jalan-jalan merupakan suatu cara untuk menyalurkan naluri menghibur diri ataupun menambah wawasan dan pengalaman. Jalan-jalan dan petualangan tentu membutuhkan stamina prima serta tenaga ekstra. Tuntutan kekuatan badan secara fisik tentu menjadi perhatian utama. Lalu seiring dengan bulan Ramadhan, apakah hasrat jalan-jalan Anda harus ditunda sementara waktu? Bukankah tatkala siang hari pada saat kita berpuasa, tenaga dan stamina tubuh jelas turun tidak seperti biasanya.

Sebenarnya kembali kepada model jalan-jalan apa yang kita lakukan. Jalan-jalan ringan sekitar tempat tinggal, taman kota, keliling kampung, atau jelajah alam hingga jelajah antar negara antar benua. Bukankah banyak pilihan?

Sebagaimana kebiasan di kampung halaman kami, justru yang namanya jalan-jalan di jalanan sekitar kampung eksis dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan. Tentu saja jalan-jalan yang saya maksudkan benar-benar aktivitas berjalan kaki.

Selepas sholat dan sekedar ceramah kuliah Subuh di masjid atau mushola, para remaja, muda-mudi, dan sebagian besar lagi terdiri atas golongan para bocah, menikmati cerahnya udara hawa pagi dengan berjalan-jalan di jalanan aspal antar desa yang membelah daerah kami. Jarak 3-4 km menjadi menu perjalanan yang terasa dalam nuansa yang sungguh sangat berbeda daripada nuansa di bulan-bulan yang lainnya.

Di samping aktivitas dalam rangka olah raga ringan, menikmati sejuknya hawa pagi, merasakan suasana pemandangan yang khas, jalan-jalan pagi sekaligus menjadi ajang silaturahmi diantara pemuda-pemudi, remaja-remaji, bahkan para bocah antar desa antar kampung. Melalui jalan-jalan pagi, tidak jarang kami saling diperkenalkan atau berkenalan dengan para pemuda-pemudi, remaja-remaji, dan para bocah dari kampung lain. Dengan demikian jalan-jalan pagi membawa hikmah bertambahnya teman dan kenalan di beberapa desa tetangga.

Aktivitas jalan-jalan pagi khas bulan Ramadhan pada umumnya ya hanya sebuah aktivitas berjalan bersama-sama dengan teman sebaya yang diisi dengan obrolan ringan ngalor-ngidul penuh ketawa-ketiwi khas anak muda. Beberapa pemuda terkadang juga menyandang gitar yang digenjrang-genjreng menyanyikan lagu ndangdut, campur sari, hingga keroncongan dan kasidahan.

Di samping para pejalan jalan-jalan pagi yang “santun nan sopan”, sebenarnya tidak sedikit pula diantara mereka yang berjalan pagi sambil membawa petasan. Istilah di dusun kami adalah long atau mercon. Ada yang berukuran mulai sebesar batang korek api yang disebut long ipret, hingga sebesar gelas minum. Kini bahkan telah banyak anak-anak yang menyulut kembang api yang juga dilengkapi dengan obat petasan sehingga menghasilkan ledakan menggelegar di angkasa tatkala percikan kembang api mengudara. Jangan heran jika pagi buta di bulan Ramadhan dipecahkan dengan suara dentuman atau ledakan petasan. Sepanjang hal ini tidak menciderai pihak lain atau menjadi sarana mengganggu pihak lain, secara umum masyarakat telah menganggapnya sebagai sebuah kewajaran.

Di samping keunikan, kemeriahan, keceriaan jalan-jalan pagi di bulan Ramadhan, aktivitas ini terkadang menjadi rawan jika sampai terjadi ejek-ejekan yang berujung kepada permusuhan diantara para pemuda antar desa. Pernah terjadi karena saling senggol, saling bercanda, saling mengejek lucu-lucuan, dua kelompok pemuda sempat beradu mulut, bahkan hingga berkelahi. Untuk hal terakhir ini, tentu saja kita semua sepakat sebagai sebuah ekses negatif yang harus dihindarkan sejauh mungkin.

Selain aktivitas jalan-jalan yang memang berjalan kaki dalam arti yang sesungguhnya, tidak ada salahnya pula jika Ramadhan diisi dengan perjalanan mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang berkaitan dengan syiar dan penyebaran agama Islam. Mengunjungi berbagai masjid, bersilaturahmi ke berbagai pesantren, hingga perjalanan ziarah di makam-makan para wali dan aulia bisa menjadi alternatif perjalanan yang mendukung pendalaman makna ibadah puasa kita. Dengan tanpa mengabaikan kewajiban dan amalan ibadah di bulan Ramadhan, jalan-jalan semacam ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan keberagamaan kita dan lebih jauh lagi dapat mempertebal rasa iman dan taqwa kita kepada Tuhan YME.

Apakah Anda juga memiliki pengalaman berjalan-jalan di bulan Ramadhan?

Ndalem Peniten, 16 Juni 2015


Filed under: Jagad Budaya Tagged: bulan Ramadhan, Ramadhan, tradisi Ramadhan

Ha Be De Lunna

-

KOKOH ON THE BLOG

on 2015-6-26 12:38am GMT
Hari ini, hari yang kau tunggu Bertambah satu tahun, usiamu, Bahagialah slalu Yang kuberi, bukan jam dan cincin Bukan seikat bunga, atau puisi, Juga kalung hati Maaf, bukannya pelit, Atau nggak mau bermodal dikit Yang ingin aku, beri padamu Do'a s'tulus hati ... Smoga Tuhan, melindungi kamu Serta tercapai semua angan dan cita citamu Mudah mudahan diberi umur panjang Sehat selama lamanya..
Setiap orang pasti memiliki impian, apapun itu, termasuk memiliki kendaraan pribadi yang praktis dan mampu memudahkan setiap urusan. Seperti misalnya, ingin berkunjung ke rumah saudara yang jauh atau liburan ke tempat wisata yang yahud is very good . Kita nggak perlu repot-repot lagi naik kendaraan umum yang pastinya ribet. Dan nggak perlu khawatir lagi kalau pas musim hujan karena nggak bakal
Awalnya saya mendapat share ini disebuah Grup Whatsapp, lalu ada teman yang share di FB juga, namun ketika saya telusuh di fanspage dan web rumahperubahan kok nggak ada, maka saya memberanikan diri bertanya via akun twitter beliau dan mendapat konfirmasi bahwa itu adalah kultwit beliau, saya sudah minta ijin untuk membagikan via blog ini, silahkan […]
SEMARAK RAMADHAN DI MASJID GEDHE KAUMAN  KRATON YOGYAKARTA
Salah satu yang menarik dan di tunggu-tunggu selama bulan Ramadhan adalah Ngabuburit, atau menunggu waktu berbuka puasa tiba. Sudah menjadi tradisi di Indonesia saat detik-detik menunggu waktu berbuka puasa tersebut di isi dengan berbagai kegiatan, dari yang hanya jalan-jalan ke tempat-tempat keramaian seperti alun-alun, taman kota dan sebagainya.

Tapi alangkah baiknya mengisi waktu menunggu detik-detik waktu berbuka puasa adalah di Masjid atau Mushola, mengisinya dengan membaca Al-qur'an, mendengarkan ceramah, dan lain sebagainya yang sifatnya positif. Menunggu waktu berbuka puasa atau yang sekarang di sebut dengan ngabuburit di Masjid adalah anjuran Rosul, selain ilmu agama islam kita bertambah, kita juga masih mendapat pahala atas apa yang kita kerjakan tersebut, Inshaa Allah.

Hampir semua masjid di awal-awal bulan ramadhan selalu penuh oleh para jamaah yang mendengarkan tausyiah menjelang berbuka puasa dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Terutama masjid- masjid besar yang mempunyai nilai sejarah tentang perjuangan penyebaran agama Islam di daerah tersebut.

Salah satu Masjid yang selalu ramai oleh jamaah setiap mau berbuka puasa sampai waktu shalat tarawih tiba adalah Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Masjid yang di bangun oleh keraton Yogyakarta sekitar dua abad yang lalu dan sampai sekarang masih berdiri dengan kokoh. Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta ini juga menjadi saksi sejarah kegiatan keagamaan di Yogyakarta, perkembangan dakwah KH. Ahmad Dahlan dalam mengembangkan Muhammadiyah hingga besar seperti sekarang ini.

Jamaah yang ngabuburit di Masjid Gedhe Kuaman ini setiap harinya ratusan orang jumlahnya baik dari warga Yogyakarta sendiri dan juga dari daerah lain seperti Magelang, Purworejo, Temanggung, Klaten, Solo. Tidak mengherankan memang kalau masjid Gedhe Kauman ini selalu ramai, selain usia masjid yang telah berabad-abad, berbagai kegiatan keagamaan seperti Sekaten  tiap tahun diadakan di masjid ini turun temurun ratusan tahun yang lalu.

Para penceramah acara menjelang berbuka puasa dan kultum menjelang shalat Tarawih di masjid Gedhe Kauman ini di isi oleh para Kyai yang sudah terkenal dan mempunyai jam terbang tinggi juga dari berbagai latar belakang disiplin ilmu. Seperti kemaren saat menjelang waktu shalat Tarawih, pengisi tausiyahnya adalah Prof, Dr, dr Zainnal Muttaqien. Beliau ini selain sebagai ulama juga seorang dokter. Dalam tausyiahnya beliau tidak hanya berbicara mengenai ibadah dan muamalah saja tetapi juga di sertai dengan berbagi pengalaman beliau selama menjadi dokter dengan ayat-ayat suci Alquran.

Salah satu tausyiah beliau yang paling menyentuh adalah, ternyata dari hasil penelitian orang yang sering membaca Al-quran dengan tartil, sesuai dengan tajwidnya, di lagukan mempunyai kecenderungan untuk panjang umur di bandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah membaca Al-quran. hal tersebut bisa terjadi karena saat kita membaca A-quran dengan tartil, kita menahan nafas yang hal tersebut mengakibatkan peredaran darah di jantung menjadi lancar, dan apabila hal tersebut sering di lakukan terus menerus, aliran darah di jantung menjadi lancar, secara tidak langsung tubuh kita juga akan sehat dan membuat panjang umur. Itu sebabnya mengapa para muadzin, imam masjid yang saat adzan dan membaca Al-quran dengan tartil rata-rata panjang umur.
SUASANA RAMADHAN DI MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
Salah satu tips dari Prof, Dr, dr Zaenal Muttaqien untuk selalu sehat, setelah bangun tidur langsung semangat adalah, setiap bangun tidur jangan langsung bangun dari tempat tidur, tapi geser posisi dari telentang jadi miring ke kiri atau ke kanan, di lanjut dengan duduk sebentar di tempat tidur dan berikutnya jalan kaki dengan jinjit sembilan langkah. Inshaa Allah, saat buang air akan lancar.

Pagi itu seperti biasa sebelum kembali ke Magelang, aku dan beberapa kawan lainnya menunggu diparkiran mobil, menunggu seorang kawan yang sedang menyetorkan uang hasil jerih payahnya selama semalaman berdagang. Sembari menunggu aku pun berniat untuk ke minimarket terdekat yang letaknya berada di seberang jalan untuk membeli sampo, karena seingatku stok sampo dirumah habis. Aku pun keluar dari

Masih melanjutkan serial tulisan mengenai Ramadhan di Kampung. Kali ini kaitan antara keberadaan bulan Ramadhan dan keamanan kampung. Ramadhan sebagai bulan pelaksanaan puasa justru terkadang tidak dimaknai dengan pola makan yang lebih sederhana. Dikarenakan seharian penuh tidak makan dan minum, sebagaian besar ummat justru ingin menuntaskan segala hasrat soal makan begitu tanda berbuka puasa tiba. Kolak, es teh, es buah, es kelapa muda, sirup merupakan beberapa contoh minuman yang ingin segera disambar tatkala Maghrib tiba. Demikian halnya dengan menu makan besar, seperti opor, sate, gulai, ayam bakar, nasi rendang, dll, seolah ingin segera dipindahkan dari wadahnya langsung ke perut. Pelajaran puasa yang memiliki inti terhadap penahanan hawa nafsu, seketika jebol begitu adzan Magrib berkumandang.

Ramadhan yang segera akan diikuti

Bersamaan bulan Ramadhan, perondaan di kampung-kampung justru diaktifkan.


Filed under: Jagad Budaya Tagged: bulan Ramadhan, Ramadhan, tradisi Ramadhan
Semalam saya merasakan sakit dan kaku disekujur badan, terutama di bagian dada dan paha. Sampai sekarang pun masih terasa. Saya kemudian mencari tahu apa penyebabnya yang membuat badan saya merasa nggak nyaman. Setelah saya pikir-pikir, mungkin saya merasakan sakit seperti ini gara-gara melakukan gerakan O7W kemarin, beberapa gerakan seperti push up dan squat. Benar saja, setelah saya

Orang Salah Juga Manusia

-

Exploration!

on 2015-6-22 3:46pm GMT

Pagi tadi, seperti biasa saya berusaha untuk tidak tidur selepas imsak. Bagi sebagian orang barangkali sudah terbiasa selepas sholat subuh tidak tidur kembali. Tetapi bagi saya menjadi agak berat ketika dalam kondisi perut terisi. Pagi tadi pun, sepertinya keinginan saya masih kalah dengan rasa kantuk (alesan bae).

Berbeda dengan tiga hari puasa sebelumnya yang selepas imsak dan sholat subuh langsung blek sek tidur, pagi tadi saya cukup kuat menahan rasa kantuk hingga sekitar pukul 05.30 (lupa tepatnya) akhirnya tertidur. Ternyata efeknya menjadi agak lumayan tidak mengenakkan, saya baru tersadar kembali menjelang pukul delapan.

Saya pun buru-buru mandi mengingat jam masuk kantor selama puasa masih seperti biasanya, pukul 8.00. Meski untuk urusan standby di kantor cukup fleksibel, tetapi karena kebetulan pagi ini tidak ada rencana ngompreng ke perusahaan kontraktor jadi langsung standby di kantor menjadi pilihan utama.

Baru saja saya keluar dari gang dekat kontrakan (rumah Kos) yang di jalan utamanya cukup lumanyun macet, saya cukup dikagetkan dengan suara nyaring sekaligus kejadian mengagetkan beberapa meter di hadapan saya, seorang pengendara sepeda motor jatuh. Sebenarnya saya cukup agak heran, dengan kondisi semacet itu pun masih ada senggolan sepeda motor dan mobil yang menyebabkan korban luka.

Sebenarnya sebagai saksi mata, saya sedikit tahu bahwa yang salah pengendara sepeda motor karena nekat nyerobot mobil yang hendak putar balik disaat pengendara lain sudah berhenti untuk memberi ruang bagi mobil untuk putar balik. Saya cukup heran dengan pengendara di sekitarnya yang cuek dan justru memaki pengendara sepeda motor yang jatuh padahal terlihat jaket si pengendara motor sampai sobek dan nampak luka-luka di lengan sampai berdarah. Emang sih, pengendara sepeda motor yang salah. Tapi sesalah apapun, dengan kondisi demikian ya tetep sebaiknya ditolong kan?

Pun akhirnya hanyalah pak sopir angkot 05 jurusan WR Buncit – Pasar Minggu Baru dan seorang sekuriti dari seberang jalan yang mau turut serta membantu menggeser motor dan memasukkan si korban luka ke dalam angkot 05-nya. Baru beberapa saat kemudian ada bapak tentara yang mendorong motor milik si jatuh tadi sampai di SPBU Shell Pasar Minggu, sepertinya menitipkan. Kemudian si bapak-bapak itu ikut mengantarkan ke polipiknik di sekitar Jalan Siaga. Cukup jauh dibandingkan polipiknik sekitar TMP Kalibata, tapi karena berlawanan arah dengan arus angkatan berangkat kerja, saya rasa pasti tidaklah terlalu macet.

Sopir mobil yang putar balik tertabrak sepeda motor tadi kemana? Asudahlah, mbuh sudah maju beberapa ratus meter dari TKP. Yang penting pengendara motor segera ditulungi supaya nggak kelamaan meringis sendu.

Belajar dari kejadian pagi ini, rupanya memang saya sedang diingatkan supaya lebih berhati-hati. Jangan sampai kondisi macet serta waktu yang mepet membuat grusah-grusuh dan tidak mau ngalah. Masih ada segelintir orang yang masih tidak care dengan kondisi orang lain yang kena musibah. Tapi saya yakin di seberang jalan sana masih jauh lebih banyak orang yang mau peduli dan memanusiakan manusianya.

Orang salah tidak selalu jahat. Pun sejahat orang tetap senang diperlakukan baik.
*ranyambung*

Menikah adalah hal yang paling didambakan oleh semua orang, tak terkecuali gue. Hehehe. Namun yang namanya menikah itu banyak banget yang kudu dipersiapkan. Salah satunya adalah calon pasangan. Yaiyalah kalo calonnya nggak ada, bagaimana kita mau nikah. Bukan, gue bukannya ngebet pengen nikat, tapu gue cuma mau ngasih info buat kalian yang merencanakan menikah habis Ramadhan. Kalo emang udah ada


Kenangan akan sebuah tempat memang tak selalu berasal dari segala sesuatu yang indah-indah. Ada kalanya, saat kita berada di tempat yang baru, tempat yang teratur, dengan segala ritme kehidupan yang efisien, taktis, dan nyaman, kita justru rindu pada tempat lama, yang penuh dengan ketidakteraturan dan seringkali membuat kita repot lagi tidak menyamankan diri.

Dalam salah satu tulisannya (kalau tidak salah, judulnya Sebuah Warung Kopi Di Lucky Plaza, Singapura), Umar Kayam bahkan pernah menuliskan tentang kerinduan akan Jogja, saat ia berada di Singapura. Dimana yang dirindukan oleh Umar Kayam saat itu justru bukan suasana yang hangat dari Jogja, atau keramahan orang-orangnya. Melainkan aroma khas dari bekas sampah yang baru saja disapu.

Seperti halnya kenangan, Kerinduan juga tak melulu tentang sesuatu yang indah-indah.

Maka jangan heran jika banyak laki-laki yang begitu meratapi perpisahannya dengan wanita yang sangat ia cintai, sungguhpun wanita tersebut adalah wanita yang doyan selingkuh dan sering sekali menyayat hati si laki-laki.

Alasanya satu: Mungkin Laki-laki memang selalu rindu untuk disakiti.
Yang namanya olahraga itu udah pasti penting banget buat tubuh kita, karena meskipun puasa, tubuh kita juga butuh latihan fisik supaya tetap sehat dan fit. Selain itu olahraga juga bisa bikin kita lebih segar dan malahan bisa bikin badan kita nggak lemes. Biasanya sebelum bulan puasa gue pasti menyempatkan diri buat berolahraga, yah meski cuma olahraga ringan. Sepulang kerja sekitar pukul

Ada sebuah kejadian buruk yang menimpa saya di bulan penuh berkah ini. Kejadiannya masih hangat, fresh, tapi menyakitkan. Mungkin ini ujian di bulan Ramadhan, yaaa anggap saja begitu.

Jadi ceritanya gini:

Sabtu, 20 Juni 2015, jam setengah 1 siang, saya ngambil jemuran dengan kepala yang masih keliyengan, maklum badan lagi ga fit. Waktu itu, ada cewek pakai motor diem di bawah pohon jambu. Saya sih cuek-cuek aja, ga nyapa sama sekali. Nggak lama dia nyamperin saya, nanya bengkel terdekat. Berhubung ada sodara yang punya bengkel, saya anter ke rumah sodara, tapi ternyata bengkelnya tutup, orangnya juga lagi sibuk jadi ga bisa benerin motornya. Balik lagi dah ke rumah (masih di bawah pohon jambu). Dia cerita dari grabag mau ke magelang, baru kali ini lewat tegalrejo. Motornya mogok mulai dari terminal tegalrejo, nyari-nyari bengkel pada tutup, dia pun terdampar di halaman rumah. Dia juga bilang lagi nunggu masnya, sambil nunggu, dia duduk di teras samping rumah. Iya, cuma di teras (semacam tangga-tanggaan), ga sampai masuk rumah.

Ga lama masnya dateng pake motor trail. Dan entah gimana ceritanya (saya tinggalin ke kamar. Udah males aja sih nungguin dia, apalagi badan lagi ga fit, pengennya tidur), dia bilang motornya udah dibawa ke bengkel temen masnya. Dia ga bisa ikut pulang bareng masnya gara-gara masnya mau langsung kerja dan motornya ga bisa buat boncengan, akhirnya dia “nunut” nunggu temannya yang masih kerja. Saya sama ibu ngerasa kasihan kalau dia nunggu di luar, makanya disuruh nunggu di teras samping lagi. Selama nunggu hampir 4,5 jam, dia masih duduk di teras, saya juga full nungguin dia karena ibu saya sibuk di dapur, bapak saya di belakang, feeling saya udah ga enak, jadi saya ga ninggalin orang itu sendirian.

Gelagatnya sama sekali ga mencurigakan. Orangnya terkesan ramah, melas, sok akrab, dan supel. Dia cerita banyak sama saya. Katanya namanya Risty, tinggal di Susukan Grabag, punya anak udah gede (saya ga nanya anaknya berapa), ngakunya suaminya tentara. Memang waktu itu saya sempat mengeluarkan hp karena dia tertarik order jam tangan. Sebagai penjual, ketemu orang yang bisa diprospek pasti kesempatan banget kan. Dia lihat katalog dari hp saya (hp tetep saya pegang). Entah kenapa, tiba-tiba saya ga niat nanyain stok jam ke supplier, makanya saya selalu beralesan “nanti stoknya saya cek dulu ya mba, kalau ada saya kabarin”. Si cewek itu mengiyakan, bahkan dia ngasih nomer hpnya. Setelah itu hp saya simpan di kamar.

Obral obrol ngalor ngidul, ga kerasa udah jam 4 sore. Saya niat mau mandi. Agak ga enak sih ninggalin dia sendiri (mulai ada rasa suudzon), meski cuma di teras, tapi posisi saat itu ruang tengah kosong. Semua sibuk dengan aktifitas masing-masing. Saya pun tetap memutuskan mandi, maklum dari pagi belum mandi. Agak-agak cemas juga sih ninggalin orang asing sendirian. Baru masuk kamar mandi, saya langsung keluar lagi, masuk kamar, cek hp masih aman. Sengaja hp itu saya sembunyiin di belakang monitor. Suwer, ga kepikiran nyimpen di lemari. Mandi juga buru-buru, ga tenang aja rasanya.

Habis mandi, seingat saya hp masih ada di meja. Yang saya pegang cuma bb. Mungkin saya ga ngeh kalau hp yang android sebenarnya udah ga ada. Saya lempeng aja keluar dari kamar. Ga lama dia pamit mau nyari angkot, soalnya temennya nunggu di canguk (batas kota dan kabupaten magelang). Dia minta tolong sama saya buat nyetopin angkot. Saya nurut-nurut aja. Baru beberapa detik di pinggir jalan, dia balik lagi ke dalem mau ambil helm. Saya ga curiga sama sekali wong helmnya masih dekat pintu (agak ke dalem dikit sih). Saat itu ibu dan bapak masih di dapur jadi ga tau kalau dia masuk. Ga lama dia keluar lagi. Lama nunggu angkot, ternyata temennya mau jemput ke tegalrejo. Ya sudah, kita tunggulah temennya selama hampir setengah jam. Pas temannya datang, dia buru-buru pulang.

Begitu masuk rumah, saya ke kamar mau ambil hp. Ternyata hp udah ga ada. Saya coba miskol udah ga aktif, padahal seinget saya hpnya aktif, baterai full. Paniklah saya. Namanya orang panik, mana kepikiran langsung ngelacak hp dan ngunci hp pake akun google. Obrak abrik sambil mewek ga ketemu. Bingung, kaget, panik, gelisah.

Ponakan saya sempat nelpon dan masih nyambung. Teman saya sempat bbm juga masih “D”. tapi ga lama setelah itu hpnya mati. Mungkin saat itu hpnya di reset. Hilanglah kesempatan saya ngelacak hp.

Iseng-iseng saya coba sms orangnya, saya suruh balik lagi, pura-pura ada barangnya yang ketinggalan. Dia bales mau balik lagi. Lama ditunggu, saya berkali-kali nanya, dia juga berkali-kali alasan. Terakhir bilang masih di bengkel. Saya makin jengkel, akhirnya saya pancing aja dengan sms “oiya mbak, stok jamnya tar aku kabarin ya, soalnya kontak supplier ada di android”. Dan setelah itu semua hilang. Di telpon ga diangkat, sms ga dibalas. Yasudah, fix pikiran saya mengatakan, dialah pelakunya.

Ada 2 kemungkinan waktu yang tepat dia ngambil hp. Pertama pas saya lagi mandi, kedua pas dia ambil helm. Entahlah semua terjadi begitu cepat. Meski sempat suudzon, tapi saya singkirkan perasaan itu, apalagi bulan puasa. Mau gimana lagi, mungkin hp itu sudah bukan rejeki saya. Feeling saya sih hpnya dijual, dia kan butuh duit buat bayar bengkel. Yasudahlah, semoga hidupnya ga tenang *eh*. Semoga Alloh memberikan hidayah buat dia, memberi dia kesadaran atas perbuatannya. Niat saya cuma mau nolong, tapi malah kecolongan. Pelajaran berharga untuk selalu waspada dan waspada. Jangan terlalu baik sama orang. Hihi.

Memang sesuatu yang kita dapatkan dengan cara bersusah payah, begitu sudah didapatkan belum tentu akan menjadi milik kita selamanya. Semua hanya titipan, Alloh pemilik segalanya, dia pun berhak mengambilnya kapan saja. Sekarang saya berusaha untuk ikhlas saja. Semoga ada gantinya. Hikzzzz…..

Ini beberapa data si pencuri yang saya tau

Nama: Risty (entah nama asli atau palsu)

Alamat: Susukan, Grabag, Magelang

HP: 085743336888 / 085727897677

Kerja di dealer (entah dealer mana), ngaku suaminya tentara

Ciri-ciri: cewek, agak gempal, rambut agak panjang, giginya ada item-item ditengahnya, umur kisaran 25-30, kulit sawo overcook, motornya mio putih (oke, ciri-cirinya ga spesifik banget, yaaa siapa tau aja ada orang grabag yang nyasar ke blog ini trus kenal dia. hahaha).

Sore kemarin tanggal 19 Juni 2015, Relawan TIK Magelang kembali mengadakan pertemuan lanjutan, melanjutkan pertemuan sebelumnnya yang pernah saya tulis disini, guna membahas dan mematangkan materi agenda Relawan TIK Magelang, yakni pelatihan ngeblog di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Magelang, sekaligus ngabuburit di Alun-alun Kota Magelang. Adapun yang hadir pada pertemuan
Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan teknologi, berkembang pula dengan kebutuhan manusia dalam berbagai hal. Tentunya kebutuhan itu tidak lepas dari peran teknologi. Salah satu pemanfaatan teknologi yang banyak digunakan saat ini adalah kamera pengawas atau CCTV (Closed Circuit TeleVision) yang biasa digunakan pada perkantoran, gudang, industri  perbelanjaan dan rumah yang masih menggunakan teknologi CCTV. Padahal teknologi sekarang sudah beralih keperangkat bergerak atau mobile karena lebih praktis.
Pemanfaatan video streaming untuk pemantauan ruangan biasanya hanya sebatas merekam dan menampilkan kembali ke layar. Sistem pemantauan seperti ini lebih cocok untuk daerah dengan mobilitas tinggi seperti pusat perbelanjaan atau jalan raya. Sedangkan untuk daerah dengan tingkat mobilitas rendah seperti gudang, sekolah saat malam atau rumah yang ditinggal penghuninya tentu sistem pemantau seperti yang disebut diatas menjadi kurang cocok.
Pemantauan secara terus menerus akan membebani storage pada server, karena ukuran filevideo hasil rekaman akan sangat besar. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut dengan membuat agar webcamhanya merekam pada saat tertentu saja. Salah satu contohnya adalah saat seseorang memasuki ruangan. Karena itu dibutuhkan sistem pemantauan yang dapat melakukan deteksi gerakan pada suatu ruangan.
Setelah terdeteksi gerakan dan dilakukan perekaman, dibutuhkan sebuah peringatan terhadap pemilik ruangan bahwa telah terdeteksi gerakan. Email menjadi solusi yang mudah dan cocok sebagai pemberi peringatan pada sistem pemantauan. Saat ini email sudah dapat dicek melalui handphon edari mana saja, dan biasanya selalu dibawa kemana saja oleh penggunanya. Peringatan yang diberikan berupa emaildengan attachment citra yang diambil saat terdeteksi gerakan, dan teks bahwa telah terdeteksi gerakan.

Oleh karena itu untuk membuat sistem pengawasan ruangan yang dapat melakukan pengolahan video streaming sekaligus sebagai server untuk aplikasi mobile yang digunakan pemilik untuk memantau keadaan ruangan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut bisa digunakan Single Board Computer (SBC) sebagai server dari sitem pemantau tersebut. Salah satu contoh SBC yang dapat digunakan untuk membangun sistem pemantauan ini adalah Raspberry Pi. Raspberry Pi dipilih karena diklaim mampu menjalankan berbagai aplikasi dan softwarelayaknya sebuah PC. Dengan dilakukannya penelitian ini, dapat diketahui sejauh mana kemampuan Raspberry Pi sebagai server sistem monitoring, sehingga dapat diketahui kondisi yang dibutuhkan agar sistem dapat berjalan dengan baik.
Masalah
Rumusan masalah yang diperoleh dalam penelitian ini adalah diperlukan sistem pemantauan yang akan merekam secara otomatis saat terdeteksi gerakan dan dapat diakses oleh klien dari tempat terpisah serta bisa memberi notifikasi kepada pemilik melalui email bila terdeteksi gerakan di tempat yang dipantau.
Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem video pemantauan menggunakan server Raspberry Pi yang dapat secara otomatis merekam dan memberi peringatan melalui email jika terdeteksi gerakan di tempat yang dipantau serta meneliti kemampuan Raspberry Pi sebagai server sistem pemantauan.
Gambaran umum sistem monitoring ruangan
.

LAPORAN KEGIATAN “DJELADJAH DIPONEGORO” 14 JUNI 2015 bersama Komunitas KOTA TOEA MAGELANG I. PENGANTAR Komunitas KOTA TOEA MAGELANG adalah sebuah komunitas yang bergerak di bidang penggalian sejarah/history dan pelestarian cagar budaya/heritage di wilayah Magelang. Komunitas ini selalu aktif mengadakan berbagai kegiatan baik bersifat indoor maupun outdoor. Berbagai kegiatan sudah di laksanakan dengan tema yang beragam. […]
AGENDA KEGIATAN KTM – 14 Juni 2015 185 tahun tahun sudah perlawanan Sang Pangeran telah berakhir. 5 tahun perlawanan itu mampu membuat bangkrut Belanda. Beribu-ribu korban berjatuhan di kedua belah pihak. Strategi perang gerilya Diponegoro sangat menguras energi Belanda. Area perjuangan yang sangat luas di tanah Jawa terutama di bagian selatan seperti halnya di kawasan […]
OENDANGAN ATJARA MAGELANG TEMPO DOELOE Mohon kehadiran Kerabat KTM dalam sub acara Remboeg Sedjarah di pameran MAGELANG TEMPO DOELOE. #ACARA – Nama Acara : Remboeg Sedjarah #PELAKSANAAN – Hari/Tanggal: Jumat 15 Mei 2015 – jam : 18.30 WIB #TEMPAT – Tempat : panggung utama Pameran MAGELANG TEMPO DOELOE di Aloon-aloon Kota Magelang. #NARASUMBER – Ki […]




Gunung Prau terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Secara administratif Gunung Prau masuk dalam wilayah Kabupaten Kendal, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Batang dan Kabupaten Banjarnegara. Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565mdpl merupakan gunung yang terkenal dengan keindahannya terlebih di pagi hari Gunung Pru terlihat cantik dan eksotis.

Selamat Pagi Indonesia





Dari puncak Gunung Prau akan kalian dapati indahnya matahari terbit yang menyinari Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, dari kejauhan akan nampak pula Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.


Golden Sunrise Gunung Prau  (1)


Golden Sunrise Gunung Prau (2)


Jangan pernah melewatkan pagi hari di Gunung Prau, karna kalian akan dihadiahi indahnya "Golden Sunrise" yang begitu spektakuler.

Golden Sunrise Gunung Prau (3)

Sunshine

Selain itu kita juga akan menjumpai bukit-bukit teletubbies dengan padang rumput berbunga yang menejukkan mata.

Bukit-bukit teletubbies dengan padang rumput berbunga

Jalur Gunung Prau bisa melalui dieng plateau atau desa patak banteng dan kalilembu dieng.
Nah untuk mencapai puncak jalur  harus kita lewati dimulai dari dieng plateau, bukit bucu, plintangan, tower anjir, padang ruput telaga wurung, dan puncak prau.  


Amazing Gunung Prau

Untuk mencapai puncak, jika perjalanan lancar kalian membutuhkan sekitar kurang lebih 2,5 jam. Bawalah perlengkapan secukupnya, karna jalur menuju pos terakhir semakin sulit dengan jalur yang terus menanjak pastikan stamina dalam keadaan fit. Karna medan yang sedikit sulit sebaiknya gunakan sandal atau sepatu gunung, hindari menggunakan sepatu kets. Gunung Prau sendiri memiliki 4 pos dengan jalur terakhir yang paling sulit namun sesampai di puncak perlahan jalur terasa semakin landai disambut dengan padang rumput berbunga.

View Gunung Prau

Nah, beberapa barang yang tidak boleh terlupakan seperti jaket, sarung tangan, kaos kaki atau sejenisnya yang dapat menghangatkan badan jangan sampai tertinggal ya, karna udara di sana sangatlah dingin. hehehe

Memasak adalah hal yang paling aku suka, biasanya kami hanya membawa beberapa bahan makanan yang memang mudah diolah. Biasanya menu andalan yang sering aku buat adalah oseng dengan lauk tempe goreng tepung. Pastikan persediaan air kalian mencukupi, karna di atas tidak ada sumber air.

I'm a good chef.. lol
Berikut adalah tips memasak ala aku :p

Menu masakan kali ini adalah oseng buncis dengan bakso jamur dan wortel, atau bisa juga kalian ganti dengan kacang panjang karna memang mudah dicari dan mudah diolah... hehehehe

Nah karna diatas minim air sebaiknya sebelum kalian kemas cuci terlebih dahulu, akan lebih baik jika kalian potong-potong lebih dulu. :)
Seperti biasa siapkan bawang merah, bawang putih dan cabai. Jangan lupa tambahkan saos tiram
Untuk lauknya kami biasa membuat tempe goreng tepung, bawalah tempe dan tepung saji. Larutkan tepung dalam sedikit air, potong tempe, campurkan kemudian goreng.. Simple :')


Tara sarapan sudah siap :D
Jangan lupa untuk mengisi perut ya, karna kalian juga butuh tenaga ketika turun.



Our Breakfast

Hey, guys! Jika kalian akan turun sebaiknya sebelum pukul 09.00 ya, antara pukul 08.00-09.00 agar hari tidak terlalu panas.




Akan terasa sangat menyenangkan ketika kalian ke sana beramai-ramai bersama para sahabat.. Indonesia terlalu indah untuk kalian yang hanya berdiam di rumah. Let's Adventure Guys and Keep Clean!

Togetherness is power
Pesan:

Hal yang harus selalu kalian ingat, jangan buang sampah sembarangan ya.. Kemas kembali sampah dalam plastik dan bawalah turun. Jaga alam kita dengan tidak buang sampah sembarangan! Jadilah penikmat alam yang cerdas ya guys...
#LoveIndonesia #JanganBuangSampahSembarangan #BawaTurunSampahmu #KeepClean

Salam Indonesia

Santi
Penerimaan Siswa Baru yang serentak dilaksanakan 19 Juni sampai 1 Juli 2015 ini hampir tidak ada perbedaan dari tahun-tahun yang lalu, baik syarat pendaftaran maupun model pelaksanaannya bisa dikatakan sama.

Secara umum syarat pendaftaran meliputi pengisian formulir pendaftaran,  pengumpulan akte kelahiran asli, serta mengumpulkan ijasah TK jika mempunyai. Dalam hal ini pendaftar tidak dikenai biaya sepeserpun karena sudah dibiayai oleh negara.
Pada hari ke dua ini, pendaftar sudah mencapai tigapuluh lebih calon siswa. Sementara sekolah menyediakan dua kelas, yaitu sekitar 25 siswa perkelasnya. Jika pendaftar melebihi kuota, maka kemungkinan besar akan diseleksi berdasarkan usia calon siswa.


 Ayo, daftar!!!!


Sedang konsultasi




 Mengisi formulir pendaftaran


Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang
Assalamualaikum... Masih pada semangat kan puasanya? Ohya tadi siang di grup whatsapp ada salah seorang teman yang nge-share link yang menyajikan gambar Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Pas saya buka mirip kayak Google Views gitu. Kita akan bisa melihat lebih dekat di depan Ka'bah atau naik ke atas Ka'bah. Nah, kalau teman-teman penasaran langsung akses aja laman 
Televisi jadul

Salah satu parameter euforia bulan Ramadhan yang paling kentara adalah iklan-iklan televisi yang mendadak jadi lebih Islami. Mendadak jadi lebih alim dengan aneka konsep khas bulan suci. Tapi itu wajar lah. Namanya juga strategi pasar.

Saya mengamati, Selama bulan ramadhan, banyak iklan-iklan produk di televisi yang berusaha memasukan unsur Ramadhan (atau minimal unsur islami) ke dalam materi iklannya. Hal ini bisa kita lihat dengan cukup jelas melalui tagline iklan yang ditampilkan.

Iklan salah satu produk pasta gigi, misalnya, selama bulan Ramadhan, iklan yang tayang biasanya menggunakan tagline berbasis bulan puasa, contohnya "Jaga kesegaran mulut selama ramadhan". Ada juga iklan minuman isotonik, yang kerap menggunakan tagline "Menjaga cairan tubuh selama berpuasa". Kemudian iklan salah satu minuman bersoda, yang tagline-nya "Segarkan Ramadhanmu". Atau yang paling mainstream, iklan minuman suplemen, dengan tagline andalannya "tetap kuat beraktivitas di bulan suci".

Beberapa iklan tadi saya anggap cukup berhasil, karena memang materi iklan dan produknya ndilalah sangat kontekstual dengan Bulan Ramadhan.

Namun tak selamanya iklan produk di televisi materinya relevan dengan nuansa Ramadhan, beberapa malah sering terlihat terlalu maksa karena mencoba memasukan nuansa ramadhan ke dalam materi iklannya.

Iklan salah satu produk tablet misalnya, tagline yang digunakan adalah "Serunya berkah ramadhan, makin besar dengan layar besar", ini jelas wagu, memangnya apa hubungannya berkah ramadhan dengan ukuran layar gadget? Oke, Memang sih, dengan layar gadget yang besar, sampeyan bisa melihat twitpic jadwal imsak dengan ukuran yang lebih besar pula. Tapi mbok ya please, itu bukan kontekstual namanya. Itu namanya... ah, sudahlah

Tapi itu pun masih mending, karena ternyata, masih ada iklan yang lebih maksa lagi, yaitu iklan pembalut. Tagline-nya "Tetap kering dan lincah di bulan Ramadhan". Hadeuuuh.

Untunglah selama ini saya belum pernah melihat ada iklan kondom berkonsep ramadhan, karena kalau sampai ada, mungkin tagline yang digunakan adalah "Bermain aman di bulan penuh berkah".

*terbit pertama kali di kolom Kompas Ramadhan

Ramadhan dan Ujian

-

Sang Nananging Jagad

on 2015-6-19 1:20am GMT

UjianMasa kedatangan bulan Ramadhan tahun ini bersamaan dengan masa kenaikan kelas atau kelulusan bagi anak-anak sekolah. Sebelum masa tersebut tentu saja anak-anak harus menghadapi serangkaian tes atau ujian. Nah, apakah ada hubungan hikmah yang lebih mendalam antara Ramadhan dan serangkaian ujian bagi anak-anak kita tersebut?

Shahibul hikmah, setiap kejadian atau rangkaian kejadian yang dijalani oleh manusia senantiasa terkandung hikmah mulia sebagai tanda-tanda kebenaran ayat-ayat Allah SWT. Sebagaimana kita ketahui bersama, ayat-ayat Allah dapat dibedakan menjadi ayat-ayat kauliyyah dan ayat-ayat kauniyyah. Ayat-ayat kauliyyah merupakan ayat-ayat yang difirmankan dalam kitab suci Al Qur’an melalui pewahyuan kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Adapun ayat-ayat kauniyyah merupakan bukti-bukti kebesaran Allah yang dihamparkan di alam semesta, termasuk peristiwa apapun yang terjadi di dalamnya. Ujian anak sekolah bisa dimaknai sebagai salah satu ayat kauniyyah tersebut.

Seorang siswa yang akan menghadapi ujian, tentu saja ia harus mempersiapkan bekal ilmu dan pengetahuan yang mencukupi. Untuk dapat lulus dari sekolah dasar, sejatinya seorang siswa sudah mempersiapkannya semenjak di bangku kelas satu. Bayangkan, masa enam tahun persiapan yang sungguh panjang dan melelahkan untuk menghadapi serangkaian ujian penentuan yang hanya berlangsung seminggu dua minggu. Demikian halnya seorang siswa sekolah menengah, butuh persiapan tiga tahun untuk menjalani ujian kelulusan.

Di dalam masa persiapan, tentu saja banyak latihan dan gemblengan yang harus ditempuh. Rangkaian pembelajaran dan pelatihan harian, pekerjaan rumah, ulangan, hingga dipuncaki dengan tes atau ujian.

Kita bergeser ke seorang olahragawan yang akan mengikuti suatu kejuaraan atau lomba. Untuk sekedar mengikuti perlombaan, terlebih untuk bisa menjadi pemenang, merekapun menggembleng diri dengan serangkaian proses latihan yang sangat panjang. Menggembleng fisik agar prima dan terjaga staminanya, menggembleng mental dan psikis agar kuat, juga berbagai teori permainan dan seluk-beluk pertandingan harus dipahami. Dan waktu, tenaga, biaya, pikiran harus dicurahkan hanya untuk sebuah perlombaan yang berlangsung dalam hitungan menit atau jam saja.

Seorang petinju profesional yang akan naik ring untuk merebut atau mempertahankan suatu gelar juara, berbulan-bulan ia sudah menggembleng diri. Latihan lari marathon untuk menjaga ritme dan stamina tubuh, latihan beban untuk meningkatkan tenaga dan daya hantam pukulan, mendalami teknik bertinju yang sempurna, melatih pukulan hook, jap, upper cut dan lain sebagainya adalah proses yang tidak ringan serta “berdarah-darah”. Namun semua proses itu secara sadar dijalani dengan penuh ketekunan demi sebuah prestasi, sebuah keberhasilan sebagai puncak pencapaian sebuah usaha. Hal yang sama berlaku pula untuk berbagai bidang kegiatan manusia.

Bagaimana dengan Ramadhan kita? Dengan puasa dan dan rangkaian ibadah yang mengiringinya? Sedari kecil kita mungkin senantiasa mendengarkan nasihat atau ceramah dari para kyai dan ustadz yang menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan latihan untuk menghadapi sebelas bulan yang lainnya. Di bulan Ramadhan kita dilatih dengan puasa untuk membangkitkan rasa empati, rasa welas asih, rasa cinta dan kasih sayang sesama manusia. Dengan amalan sholat tarawih kita dilatih untuk memperkuat jamaah, untuk mengamalkan ibadah sunnah dan menghidupkan malam dengan sholat malam, untuk mempererat tali silaturahmi. Dengan tadarus Qur’an kita dilatih untuk membaca, menyelami, menggali, mengkaji, dan kemudian mengamalkan perintah-perintahNya dengan lebih baik. Ramadhan dengan puasanya menjadi sarana latihan menuju kualitas manusia yang bertaqwa, menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

Jika kita cermat membandingkan latihan atau gemblengan seorang siswa untuk menghadapi ujian, ataupun kisah petinju sebelumnya, ada dua pendekatan pemikiran yang berbeda jika tidak dapat dikatakan bertolak belakang sama sekali. Seorang siswa, seorang petinju, menghabiskan sekian lama waktunya dengan penggemblengan diri untuk menghadapi puncak penentuan dengan waktu yang teramat singkat. Adapun Ramadhan justru rentang waktu yang pendek untuk mempersiapkan sebuah perjalanan yang panjang, satu bulan berbanding dengan sebelas bulan.

Jika seorang siswa digembleng selama berbulan-bulan, bahkan dalam bilangan tahun, setelah melalui masa tes atau ujian ia akan menggapai kenaikan kelas ataupun kelulusan untuk selanjutnya menempati peringkat kualitas yang lebih tinggi. Seorang petinju tadi, setelah sekian lama menempa diri dengan latihan yang keras, maka ketika bertanding ia mendapatkan kesempatan diri untuk membuktikan bahwa dirinya layak menyandang gelar juara, atau setidaknya layak berada di jajaran kelas para juara. Sebuah pencapaian prestasi kualitas yang lebih berkelas.

Adapun ummat Islam yang selama Ramadhan melatih diri dengan puasa, dengan tarawih, dengan tadarus dan lain sebagainya, apa yang tersisa di sebelas bulan selanjutnya? Dari seorang yang setiap hari rajin ke masjid, bersembahyang jamaah, bertadarus Qur’an setiap hari, apakah di sebelas bulan selanjutnya prestasi-prestasi ibadah itu masih bertahan atau dipertahankan? Adakah setelah Ramadhan berlalu masjid-masjid masih tetap makmur dengan aktivitas ibadah para jamaahnya? Apakah kemudian nilai-nilai ajaran Islam benar-benar bisa membumi dan menjadi rahmatan lil’alamin dalam kehidupan sehari-hari? Apakah selanjutnya tindak keji dan kemungkaran menjadi berkurang? Apakah korupsi di negeri dengan mayoritas kaum muslim ini kian susut? Secara jujur kita harus katakan bahwa pasca Ramadhan prestasi kita justru turun. Setelah Ramadhan kualitas kita kembali terpuruk. Setelah Ramadhan rem kita menjadi blong dan kita tabrak lagi segala aturan dan perintah agama. Inikah hikmah Ramadhan di jaman edan ini? Adakah sesuatu yang kurang tepat sehingga harus dimaknai dengan cara yang berbeda?

Bagaimana jika Ramadhan dipandang sebagai bulan ujian, sedangkan sebelas bulan yang lain hanyalah merupakan bulan latihan. Dengan cara pandang ini, kita mendudukan Ramadhan sebagaimana cara pandang seorang siswa, atau seorang olahragawan, atau seorang petinju, sebagai puncak ujian, sebagai laga perlombaan untuk meraih kelas yang lebih tinggi, untuk menggapai derajat yang lebih mulia, untuk meningkatkan kualitas diri menjadi insan yang lebih bertaqwa dan lebih bermartabat. Bukankah di Ramadhan ini segala pintu kebaikan menuju surga dibuka lebar-lebar dan segala pintu kemaksiatan menuju neraka ditutup rapat-rapat? Bukankah di bulan ini setan dan iblis dibelenggu untuk menggoda manusia? Bukankah kini semua amalan wajib dilipatgandakan pahalanya? Yang wajib lebih berpahala, yang sunnah diganjar pahala wajib. Alangkah ruginya jika bulan nan suci ini hanya dimaknai sebagai latihan. Bukankah lebih baik jika Ramadhan dimaknai sebagai saat panen pahala? Saat ujian untuk menentukan peningkatan derajat ketaqwaan kita di mata Allah SWT. Semoga bisa menjadi perenungan bersama? Wallahualam!

Ndalem Peniten, 19 Juni 2015


Filed under: Jagad Religi Tagged: puasa, Ramadhan

Puasa sebentar lagi… puasa sebentar lagi.. (*cemplung)

Enggak terasa sebentar lagi bulan puasa, bukan… kemungkinan besuk pagi sudah puasa ramadhan. Lha sore ini aja para petinggi agama lagi sidang isbat. Kalo besuk udah puasa, besuk gue kudu beli snack enggak buat dosen? gue galau… *nangis dibawah siraman gayung

Itulah perasaan yang gue alamin kemarin sebelum puasa. Alhamdulilah, hasil sidang isbat mengatakan kalau puasa jatuh pada hari Kamis. Jadi udah diputuskan gue harus beli snack buat dosen. Oke..oke… lagi ngomongin apaan sih? Kok ada snack? Jadi gini, sebelum puasa, gue ada ujian Seminar Kimia. Gue galau, mau beli snak buat dosen dan peserta apa enggak. Kalau hari Rabu kemarin jadi puasa, gue beli jajanan yang bisa di bawa pulang aja, tapi kalau hari Rabu beneran jadi puasa mau enggak mau gue kudu beli snack yang dibawa pulang dan snack yang dimakan saat ujian.


Sebagai mahasiswa senior, tugas akhir menjadi momok yang mengerikan. Apalagi tugas akhir yang enggak cuman satu membuat mahasiswa senior kayak gue ini semakin galau. Bahkan lebih galau daripada ditolak gebetan sebelum nembak, nyesek. Mau makan keinget tugas akhir, mau tidur keinget Dosen pembimbing, hina banget. Selain skripsi, tugas akhir yang harus gue laluin adalah Seminar Kimia, atau anak-anak lebih suka menyebut SEMKIM. Semkim ini hukumnya wajib bagi mahasiswa Pendidikan Kimia kayak gue. FYI, semkim itu seperti penelitian Science yang dilakukan di lab. Setelah selesai ngelab, juga harus membuat laporan Bab 1, sampai daftar pustaka yang kemudian di seminarkan didepan mahasiswa kimia dan dosen penguji. Singkatnya ya bisa dibilang Skripsinya anak Fakultas Mipa, Pertanian. Semkim lebih ke scince, sedangkan Skripsi lebih ke penelitian sosial.

Setelah ditunda seminggu dari jadwal yang udah disepakati, akhirnya gue akan ujian Semkim. Sore hari setelah makan malam, gue belanja makanan buat peserta dan dosen penguji. Gue lebih memilih belanja ketimbang balajar buat ujian besuk, hina banget. Gue udah pusing banget mau belajar, ya anggep aja seperti presentasi biasa. Kalau enggak bisa pas ditanya, ya jawab aja “Wanita”. Lhoh… kok wanita? Iya, karena wanita selalu  benar, dan cowok selalu salah.

Setelah pulang dari belanja, saatnya mempersiapkan administarasi dan berkas ujian SEMKIM. Salah satunya adalah presensi hasil mengikuti minimal 10 Semkim. Gue baru boleh ujian semkim kalo gue udah ikut 10 Semkim temen dan kakak tingkat. Setelah gue siapkan presensi, tiba-tiba ada keganjilan. Gue hitung jumlah presensi, ternyata kurang 1, padahal gue udah merasa ikut 10 semkim. Mendadak busa segar keluar dari mulut gue gara-gara shock.

Setelah gue inget-inget lagi, ternyata ada satu presensi yang belum gue minta dari temen gue. Tanpa menunggu Annisa kembali ke grup CherryBelle, gue mengirim SMS ke temen-temen dan temen gue punya presensi tapi enggak ada nama gue disitu. *nangis makin kenceng.* gue juga enggak lupa nelpon si pemilik presensi, tapi,  teen gue cumab bisa bilang.

“Maap Wis… absennya lupa naroh. Gue cari kok enggak ketemu.”
“…”

Gue segera tiduran di Zebra Cross dan menunggu lampu menyala hijau. Apa yang harus gue lakuin? Masa gue harus bikin absen palsu. Tapi entar enggak Varokah. Masih belum kapok ya sama yang palsu-palsu, bahkan sampe mantan yang cintanya palsu Nu? *Curhat*

*Kring..*
Tiba-tiba hape gue berdering dengan indahnya. Padahal hape gue dalam kondisi Silent, indah dari mananya?

“Wis… presensiku udah ketemu… mau diambil kapan?”
“Beneran? Makasih ya… Sekarang gue ke kosmu”
“…”

Alhamdulilah, ternyata Allah masih sayang sama gue. Malam itu juga gue pergi ke kos belakang kampus untuk mengambil presensi Semkim temen. Malam itu juga segala persiapan udah beres dari power point, makalah, lembar acara, dan enggak lupa Snack.

Keesokan harinya, ujian Semkim dimulai jam 9 pagi. Temen-temen banyak yang datang meskipun enggak masuk ke dalam. Hanya beberapa temen seangkatan dan adik tingkat yang masuk ke dalam ruangan. Suport dan semangat dari temen-temen seangkatan membuat gue makin mantep untuk ujian. Enggak lupa, keluar KKN juga enggak lupa memberikan suport. Mesti cuman lewat media sosial, tapi tetep aja hal kecil itu menjadi spirit buat gue.


Ujian yang berlangsung sejam, akhirnya berakhir dengan revisian, dan gue dinyatakan LULUS. *tepok tangan*. Meski sebelumnya gue dibantai dengan pertanyaan sesat dari adik tingkat ketimbang temen seangkatan. Dasar adik tingkat  durhaka, hahaha.  Selesai ujian, masalah baru muncul. Gue enggak tahu apa yang harus gue revisi. Meskipun dosen udah menuliskan beberapa catatan revisi, tapi kalau seperti ini gue kudu gimana?



Seminar proposal udah, Seminar kimia juga udah, tinggal satu langkah lagi, UJIAN SKRIPSI. Ya semua dinikmati aja prosesnya, pokoknya tahun ini kudu lulus, malu sama temen-temen gue yang udah pada wisuda.
Feed burner
Hallo gaes... Aku cuma mau ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa. Mohon maaf lahir batin ya kalau ada salah-salah kata yang disengaja maupun nggak disengaja. Masih pada semangat kan menjalankan ibadah puasanya? Pokoknya semangat menjalankan ibadah puasa buat teman-teman semua. Semoga kita diberi kekuatan, kesabaran, dan berkah di Bulan Ramadhan ini. Dan semoga kita masih diberi kesempatan

Dulu sekali, sewaktu masih menjalani episode jadi mahasiswa di kampus, menjelang dan pada saat bulan suci Ramadhan sering mendengar sebuah akronim sakti khas bulan puasa. Bagi rata-rata mahasiswa muslim, tentu tidak asing dengan istilah RDK! Ya, RDK Ramadhan di Kampus. RDK merupakan sebuah program kemasan para aktivis muslim di kampus. Setidaknya untuk Kampus Biru Bulaksumur, RDK merupakan gawe tahunannya aktivis dan keluarga besar Jamaah Shalahuddin.

Di jaman itu, kampus semegah Gadjah Mada belum sama sekali memiliki Masjid Kampus. Untuk kegiatan rohani dan peribadatan civitas akademika muslim di masing-masing fakultas ataupun jurusan rata-rata telah memiliki mushola sendiri. Bahkan Jamaah Shalahudin sebagai organisasi kemahasiswaan otonom masih turut numpang di Gelanggang Mahasiswa samping Boulevard Bulaksumur. Namun dengan segala keterbatasan tersebut tidak pernah mengurangi gebyar dan makna kesakralan kegiata RDK.

Jika pada hari-hari biasa, puncak kegiatan Jamaah Shalahudin berpusat pada penyelenggaraan sholat Jum’at di Gelanggang, maka pada bulan Ramadhan banyak digelar acara bernuansa religius dan islamis. Sebagai menu utama tentu saja ibadah sholat tarawih dan subuh dengan masing-masing ceramahnya. Acara ceramah selalu menjadi perhatian para mahasiswa maupun masyarakat umum yang bergabung. Kultum maupun kuliahh subuh pada RDK di Gelanggang selalu menampilkan para tokoh ulama dan kaum cendekiawan muslim Jogja bahkan yang berkaliber nasional juga bertebaran.

Di samping program ibadah dan kajian-kajian spesial, kegiatan RDK lain yang paling diminati para mahasiswa adalah acara buka bersama alias bukber. Ratusan bahkan ribuan mahasiswa senantiasa antusias menunggu saat Maghrib dengan bergabung di acara bukber tersebut. Alasan yang sering terungkap dari celotehan mahasiswa kala itu sebenarnya bukan dalam rangka acara ceramah dan kajian pendahulunya, tetapi banyak yang didasari karena sajian takjilannya yang gratis. Maklum para mahasiswa yang anak kos tentu sangat tertarik dengan segala hal yang berbau gratis. Termasuk saya, tentu saja!

Cerita Ramadhan dengan RDK-nya memang tinggal kenangan di masa lalu. Di berbagai kampus di era jaman sekarang mungkin masih ada yang menggelar acara Ramadhan dengan istilah RDK atau mungkin telah menggantinya dengan istilah yang lain. Selepas merantau dan tenggelam dalam kesibukan dunia kerja, tentu saja RDK menjadi sebuah keistimewaan yang kini tidak bisa sembarang dinikmati oleh kaum yang kebetulan tidak lagi berstatus sebagai mahasiswa ataupun civitas akademika.

Mirip dengan RDK, terkadang para pemuda kampung kala itu juga sering memplesetkan RDK dengan Ramadhan di Kampung. Nah, untuk RDK yang satu inipun merupakan hal yang sangat mustahil untuk dirasakan nuansanya bagi para perantauan. Namun demikian, khusus untuk Ramadhan tahun 1436 H ini kami sekeluarga sengaja mudik kampung untuk kembali menyelami dan menikmati suasana Ramadhan di Kampung halaman. Tarawih ramai-ramai, tadarusan tanpa absen, ngangklang bangun sahur dengan kemeriahan thethek kenthongan, kuliah Subuh penuh hikmah, jalan-jalan pagi muda-mudi, hingga tradisi takjilan dan jaburan yang selalu memikat hati. Siapa yang tidak ingin menikmatinya setelah sekian lama di rantau.

Marhaban Ya Ramadhan. Semoga Ramadhan tahun lebih baik bagi kita semua.

Ndalem Peniten, 17 Juni 2015


Filed under: Jagad Budaya Tagged: bulan Ramadhan, Ramadhan, RDK

Bagi yang terbiasa dengan pengaturan layout atau pembuatan template, barangkali sudah kenal dengan dummy text. Dummy text pada dasarnya berguna supaya pengguna fokus pada layout atau tata letak dari suatu halaman, bukan pada kontennya. Dummy text yang sangat terkenal yaitu lorem ipsum, atau biasanya hanya disingkat lipsum saja.

Microsoft Office sebagai penyedia word processor, presentation, spreadsheet pun menyadari bahwa beberapa penggunanya juga seringkali bermain dengan layout. Maka disediakanlah dummy text di dalam softwarenya, yaitu di Microsoft Office Word 2013. Berbeda dengan mainstream layouter yang menggunakan lipsum sebagai dummy text, Microsoft justru menyediakan dummy text serupa tetapi berupa dummy text yang readable, dan memiliki makna dalam kata-kata dan kalimatnya. Microsoft sendiri menyebutnya random text generator.

Bagaimana caranya?

Cobalah membuka blank document, atau edit salah satu dokumen Microsoft Word anda di Software Microsoft Word 2013. Ketikkan “=rand(4,5)” (tanpa tanda petik) di awal paragraf, atau pada saat membuat paragraf baru, kemudian tekan enter. Microsoft Office 2013 akan dengan sendirinya membuat dummy text (random text) sejumlah 4 paragraf dengan masing-masing paragraf terdiri dari 5 kalimat.

Formula yang digunakan adalah =rand(<jumlah_paragraf>,<jumlah_kalimat>) dengan rincian <jumlah_paragraf> dalam angka integer dan <jumlah_kalimat> juga dalam angka integer. Misal, untuk generate tiga paragraf dengan masing-masing paragraf berisi empat kalimat maka menggunakan formula =rand(3,4).

=rand(3,4)


Video provides a powerful way to help you prove your point. When you click Online Video, you can paste in the embed code for the video you want to add. You can also type a keyword to search online for the video that best fits your document. To make your document look professionally produced, Word provides header, footer, cover page, and text box designs that complement each other.

For example, you can add a matching cover page, header, and sidebar. Click Insert and then choose the elements you want from the different galleries. Themes and styles also help keep your document coordinated. When you click Design and choose a new Theme, the pictures, charts, and SmartArt graphics change to match your new theme.

When you apply styles, your headings change to match the new theme. Save time in Word with new buttons that show up where you need them. To change the way a picture fits in your document, click it and a button for layout options appears next to it. When you work on a table, click where you want to add a row or a column, and then click the plus sign.


Seperti itulah kira-kira dummy text yang akan dibuat oleh Microsoft Office.

Setelah beberapa waktu Relawan TIK Magelang tidak mengadakan pertemuan, akhirnya minggu, tanggal 13 Juni lalu Relawan TIK Magelang mengadakan kopdar guna membahas agenda Relawan TIK Magelang. Sebelumnya melalui pesan di whatsapp, ketua RTIK Magelang, Mas Yudha Karyadi menyampaikan bahwa Relawan TIK Magelang diminta untuk kembali mengisi acara di Festival Buku (Fesbuk) seperti pada tahun
Aku tertegun menatap matanya.

Sayu. Namun tajam. Melemparkan ingatanku pada masa lalu, ketika aku pertama kali belajar bagaimana caranya mencintai.

Ketika aku pertama kali belajar bagaimana caranya merelakan, dan bagaimana caranya berdamai dengan hati dan memori. 

Bagaimana ini, Tuhan?

Setelah sekian lama aku menutup hatiku, setelah sekian lama aku berdamai dengan kenangan menyakitkan di masa lampau, setelah akhirnya aku merelakan Engkau ambil dia dari sisiku, bagaimana bisa Engkau tega-teganya menghadirkan seorang lagi, yang sialnya, memiliki mata yang persis sama dengan mata seseorang yang Kau ambil paksa dariku sekian tahun lalu? Bagaimana bisa Engkau tega-teganya menghadirkan mata dengan tatapan yang dapat meruntuhkan benteng pertahanan yang telah aku bangun berdarah-darah bertahun-tahun lamanya, hanya dalam waktu sepersekian detik saja? Bagaimana bisa Engkau setega ini, Tuhan?

Aku benci keadaan ini.
Aku benci dengan hatiku yang begitu lemah.
Aku benci tatapan itu.
Aku benci tatapan yang, ya Tuhan, membuatku jatuh hati sekali lagi.

Apakah aku berdosa mencintai seseorang hanya karena matanya memiliki pesona yang sama dengan seseorang di masa lampau?

Ya Tuhan, aku sungguh benci dengan keadaan ini.

Meski segenap akalku melakukan penolakan, mereka bilang, "Ini bukan cinta, ini sama sekali bukan cinta. Kau hanya terjebak dalam kenangan. Ini sama sekali bukan cinta."

Namun secuil hatiku katakan, "Jika ini bukan cinta, apakah ada penjelasan atas seluruh sistem syarafku yang mogok bekerja seketika hanya dengan menatap matanya saja? Jika ini bukan cinta, apakah ada penjelasan atas degup jantungku yang berpacu begitu cepat hanya karena mengingat senyumnya? Jika ini bukan cinta, apakah ada penjelasan mengapa sorot matanya selalu hadir tiap aku menutup mata meski hanya sepersekian detik saja?"

Ya Tuhan..

Apa yang harus kulakukan?

***

Pun pagi ini Kau tega sekali, Tuhan. Mempertemukanku kembali dengan pemilik mata itu, aku tak tahu apakah ini anugerah atau bencana. Yang aku tahu hanyalah, jelas-jelas pertemuan ini kembali mengobrak-abrik seluruh pertahananku.

Aku tersihir sekali lagi.

Ia diam saja, menengadah menatap langit pagi. Sama sekali tak menyadari ada seseorang terpaku hanya karena sorot matanya, meski dari radius belasan meter. Napasku tertahan. Otakku macet. Ya Tuhan, bagaimana ini? Aku tak bisa menggerakkan anggota tubuhku sama sekali.

Matanya terpejam beberapa lama. Terlihat dari tempatku berdiri, ia menarik napas panjang, lalu menghembuskannya pelan-pelan. Ia membuka matanya, lalu menoleh ke arahku.

Matanya. Ya Tuhan. Sepertinya aku benar-benar jatuh hati lagi.

***

Ralat. Aku bukannya jatuh hati lagi, tapi hatiku jatuh lagi, terbanting keras dan hancur berkeping-keping. Sakitnya tak terperikan. 

Mungkin ini hukuman karena aku menjatuhkan hatiku pada sepasang mata hanya karena mata itu mirip dengan mata milik seseorang di masa lalu. Mungkin ini hukuman karena aku tak bisa membersihkan memori dengan baik, dan mengulangi kesalahan yang sama.

Pemilik mata itu, ia telah memiliki seseorang untuk menemani harinya, seseorang untuk mengisi hatinya. Orang itu selalu ada di sisinya, tertawa bersamanya, mendukungnya --secara nyata. Dan orang itu bukan aku. Bukan aku yang hanya bisa memandanginya dari jauh, bukan aku yang bahkan tak bisa bergerak hanya karena matanya.

Sekali lagi. Aku jatuh hati lalu tersakiti.

Sepertinya aku memang tidak Kau bolehkan untuk jatuh hati lagi, ya, Tuhan?

***

Ditulis untuk Di, kura-kura jantan milik Gus Adys (gus kecil HQ, 5th), dan teman hidupnya, Aira, si betina. Terima kasih telah membuka luka lama dan kenanganku tentang alm.Totong.

Who's Totong? Cek di sini
Sebagai penulis dan blogger yang merasa moncer (hehe, sombong dikit boleh lah, blog saya ini), saya merasa cukup populer di beberapa lingkungan pergaulan. Apalagi riwayat kiprah saya sebagai orang yang suka mengotak-atik foto artis telah membuat wajah saya sempat beberapa kali nampang di berbagai media online, cetak, maupun televisi.


Saya bersama Kiwil dan Tukul, Trio Pedang akhir zaman.

Maka tak heran jika kemudian saya sering kali merasa 'tegak' kalau pas di jalan ada orang yang menyapa (atau bahkan sambil minta foto bareng, hehe), “Eh, ini Mas Agus Mulyadi yang blogger itu ya?”, atau “Eh, mas ini yang suka ngedit foto bareng artis itu kan?”

Namun belakangan, baru saya sadar, bahwa untuk urusan kepopuleran, agaknya saya masih cukup inferior kalau dibandingkan dengan bapak saya.

Pernah suatu kali, sehabis menghadiri acara di Jogja, saya terpaksa pulang kemalaman. Sampai di Artos (nama mall di Magelang yang sering digunakan untuk lokasi jujugan naik turun penumpang Magelang-Jogja) sudah sekitar jam 9 malam, sudah tidak ada angkot yang melayani trayek ke arah rumah saya (di Magelang, angkot lokal cuma beroperasi sampai jam delapan malam).

Rumah saya berada di Kampung Seneng (iya, nama kampung saya memang kampung Seneng, Kampung bahagia). Jarak dari Artos ke Seneng sebenarnya cukup dekat, kalau memang niat, bisa ditempuh dengan jalan kaki. Namun karena waktu itu barang bawaan saya cukup banyak, dan lagi juga sudah malam, maka tak elok rasanya kalau seorang Agus Mulyadi harus jalan kaki (hehe). Akhirnya saya putuskan untuk naik ojek.

“Mas, Seneng-nya sebelah mana?” tanya Si Tukang ojek di tengah-tengah perjalanan

“Seneng Kulon kali pak, deket Mushola Nurul Hidayah” jawab saya mencoba memberi ancer-ancer

“Kalau sama rumahnya Pak Trimo mananya?”

“Lha saya ini anaknya pak Trimo pak!”

Si Tukang ojek tercekat, “Oalah, jebul anake pak Trimo tho!”

Kali lain, akun facebook saya pernah pernah di add sama orang Surabaya, saya tak tahu apa alasan orang tersebut menambahkan saya sebagai teman. Mungkin ia pernah membaca blog saya, mungkin. Maka, sebagai orang yang menjunjung tinggi Pancasila terutama sila ke tiga, permintaan pertemanan beliau langsung saya terima. Tak berselang lama, beliau ini langsung mengirimkan pesan chat pada saya.

“Mas, sampeyan Magelangnya mana?” Kata beliau

“Seneng mas, depan Kompleks perumahan akademi militer,” jawab saya

“Heee, Seneng? Kalau sama Pak trimo sebelah mananya?”

“Saya ini anaknya pak Trimo mas!”

Pada kesempatan lain, Sewaktu saya bertugas menjadi gaet untuk bule yang ingin berlibur ke Borobudur, si sopir yang mengantarkan kami dari Hotel ke Borobudur berbincang singkat dengan saya.

“Mas, sampeyan kursus bahasa inggrisnya berapa lama?”

“Wah, saya ndak pernah kursus pak, saya belajarnya cuma lewat internet, lagian, saya ini bahasa inggrisnya juga masih ecek-ecek, ndak mudeng sama tenses dan tata bahasa, yang penting bule yang diajak ngomong bisa ngerti”

“Apa rumah sampeyan memang di deket Borobudur?”

“Ah, ndak kok pak, rumah saya di daerah Mertoyudan sini kok, sama Hotel juga ndak jauh”

“Memangnya rumah sampeyan mana, mas?”

“Seneng, dekat perumahan akademi militer?”

“Oalah, Seneng tho” kata pak Sopir sambil kelihatan merenung “Kalau ndak salah, saya punya temen di Seneng!” lanjutnya

“Siapa pak, barangkali saya kenal” tanya saya penasaran.

“Trimo, kamu kenal sama Trimo?”

“Saya anaknya!!!”

Semenjak saat itu, saya semakin sadar, bahwa tokoh yang sanggup mengguncang dan membahayakan eksistensi saya di Kampung Seneng, agaknya adalah bapak saya sendiri.

Padahal setahu saya, karir bapak dulu sebagai pemain ketoprak juga ndak moncer-moncer amat, terlebih lagi, saya juga yakin, bapak saya tak punya Klout Score yang mumpuni.

Awas kau pak, tunggu pembalasanku.


Trimo "Franky" Mulgiyanto (kiri), Agus "Banderas" Mulyadi (kanan). 
Udah pada tahu tentang klub baca Ulat Buku Magelang kan? Ah masa belum tahu padahal aku pernah nulis tentang komunitad kece tersebut loh disini. Komunitas Ulat Buku merupakan sebuah komunitas yang mewadahi para pecinta dan pembaca buku di Magelang. yang mau meramaikan kegitan Ulat Buku, Ulat Buku terbuka bagi siapa saja. Kalau kamu mau gabung, kamu tinggal datang aja pas acara. Kegiatan Ulat Buku

WhatsApp (WA) salah satu aplikssi messenger yang paling sering saya pakai. Banyak fitur-fitur bermanfaat WA yang memudahkan komunikasi dan berinteraksi dengan teman atau grup. WA awalnya hanya tersedia di gadget atau Smartphone saja. Kini WA meluncurkan applikasi yang bisa diakses melalui laptop maupun PC.

Hadirnya layanan ini sangat bermanfaat sekali, terutama untuk orang-orang yang banyak bekerja dengan laptop dan komputer. Kita tetap bisa berinteraksi, menerima, membaca, maupun mengirimkan pesan tanpa sering membuka-buka gadgetnya. Cukup buka browser dan mengetik di keyboard.

WA versi web bisa diakses di http://web.whatsapp.com/. Setelah membuka website itu akan muncul barcode. Untuk bisa menggunakan WA versi web, kita harus menscan barcode itu dengan WA yang ada di gadget. Caranya mudah saja. Sentuh menu WA>Whatsapp Web. Begitu barcode discan, WA Web langsung login ke akun kita.

Kita bisa menggunakan WA seperti biasa.

Selamat mencoba.




Agenda tahuna SDN Salaman 1 berupa acara seremonial pelepasan siswa kelas 6 berlangsung pagi hari, Senin 15 Juni 2014. Acara yang seperti tahun-tahun sebelumnya ini berlangsung cukup meriah.
Beraneka kreatifitasnya ditampilkan dari tari-tarian sampai pertunjukan ular. Decak kagum tersirat pada para pengunjung.
Kegiatan ekstra kurikuler yang ditampilkan diantaranya seni kosidah yang sangat menawan penampilannya. Hal ini tidak lepas dari usaha pelatih dan guru pembimbing yang selalu gigih dalam berlatih. Begitu juga beraneka tarian yang disuguhkan atas usaha siswa sendiri dalam berlatih dan wali siswa yang dengan kesadaran mengembangkan potensi siswa untuk melatih secara mandiri.
Pada kesempatan tersebut, kepala sekolah berpesan kepada siswa kelas 6 untuk tidak bosan menyapa para guru jika bertemu di manapun mengingat guru semakin tua dan keriput. Selain itu kepala sekolah juga ber4pesan untuk selalu menjaga nama baik almamaternya.




















































































Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang

Meragukan Kepercayaan

-

Exploration!

on 2015-6-16 1:56am GMT

Golongan darah 0 sangat kuat ketika menghadapi krisis kepercayaan, terlebih ketika ada orang lain meragukan kemampuannya.

Tanpa Judul

-

Mangga Dibaca :D

on 2015-6-16 12:24am GMT

Sejuknya tetes embun yang tertinggal pada kelopak-kelopak bunga dengan lembut membasahi tanganku. Kupu-kupu berterbangan dengan riangnya seolah menyambut kedatanganku. Aih, sudah lama aku tak merasa setenang ini. Mungkin sekitar…tiga bulan? Entahlah—aku tak begitu peduli. Aku sudah terlarut dalam sejuknya embun pagi dan hangatnya mentari yang mulai bersinar dengan lembut.
“Asyel!”
Tahu-tahu keningku sudah terantuk lantai. Aduh. Tunggu— lantai?
 “Asyel!” sentakan Ustadzah Lia sekali lagi membangunkanku, “Ayo sing mole mau turu berarti wis paham, to? Ayo kene maju![1]
Mati aku. Aku baru saja ketiduran di kelas mengaji kitab imrithi.
“A, anu, ustadzah—“
“Ayo ndang[2]maju, Asyel!” sentak Ustadzah sekali lagi, “Iku ilere diusap sek[3].
Seketika aku menyadari seluruh pipi dan tanganku basah penuh dengan cairan-kau-tahu-apa. Maka tawa yang begitu keras memecah gendang telingaku.
***
Tiga bulan. Bayangkan. Tiga bulan penuh derita di tempat kotor alias pondok pesantren ini, berjejalan dengan makhluk menyebalkan tukang ghosob bernama santri—dan sayangnya kini aku termasuk salah satu dari mereka. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Papa atas jasa beliau yang tak ternilai, dengan keputusan konyolnya memasukkanku ke tempat seperti ini. Keputusan sepihak yang kejam. Papa bilang aku harus belajar ilmu agama apalah, menghafal Quran apalah, omong kosong dengan itu semua. Aku tahu ia hanya tak sudi merawatku di rumah, makanya aku dibuang ke tempat ini. Aku juga sangat tahu bahwa ia malu memiliki putri nakal dan urakan sepertiku, maka ia menyembunyikanku dari semua koleganya dengan dalih “Asyel sedang mondok di sebuah pesantren di Jawa Timur”, pasti terdengar “wah” sekali. Haha. Papaku itu memang pintar.
Sekarang aku terjebak di sini, sementara Papa menikmati masa-masa tenangnya tanpa aku di rumah. Pasti ia sedang menyeruput kopi panas dengan nyaman di depan rumah sambil membawa Quran buluknya, sementara aku mengantri mandi di sini.
Sore ini, bel pulang telah berbunyi namun aku malas sekali kembali ke asrama. Di luar mendung menggelayut manja, membuat semua orang semakin tergesa meninggalkan sekolah. Aku? Menyetel musik keras-keras dari laptop. Tak ada yang peduli. Yah, memang tak ada yang peduli padaku. Aku pun tak repot-repot peduli pada orang lain. Kini, jam di laptopku menunjukkan pukul 17.21. Hujan yang tadi sempat turun kini telah reda, namun langit mulai menjingga. Aku segera menyimpan laptopku dan berjalan dengan santai kembali ke asrama.
Adzan maghrib berkumandang tepat ketika aku memasuki gerbang asrama. Di saat yang sama pula, segurat wajah yang amat kukenal menyambutku dengan tangan terlipat. Ialah Ustadzah Lia dengan alisnya yang bertaut.
Aku tahu aku akan ditakzir lagi.
***
 “….Dengar mboten[4], Mbak Asyel?”
“Hah?” aku tersadar dari lamunanku dan aku tak mendengar apapun yang Ustadzah katakan dari tadi.
“Astaghfirullahal’adzim..” Ustadzah mengelus dadanya, “Bingung aku kudu ngandani sampean koyok opo maneh[5],mbak..”
Aku diam.
Wes, mene takziran nyapu mushalla lanang, sekalian bapak sampean tak panggil mrene, cek weruh koyok opo sampean ndek kene[6],” ujar Ustadzah lalu meninggalkanku sendirian.
Bagus, lah. Biar Papa tahu, kemanapun aku pergi, sejauh apapun ia membuangku, aku tak akan membuatnya bangga. Tak akan pernah.
Lagipula.. menyapu mushalla laki-laki? Gampang.
***
Esoknya, Jumat pagi yang tenang, aku kembali dipanggil ustadzah. Dibekali sebuah sapu, aku dikawal dua ustadzah menuju mushalla laki-laki.
“Sapu dulu seluruh mushalla ya, Mbak Asyel. InsyaAllah dua jam lagi ayah sampean datang.” Ujar Ustadzah Annis.
Satu jam. Seluruh mushalla sudah selesai kusapu bersih. Lalu ustadzah membawaku ke mushalla putri untuk menjalani takziran tahap kedua, menulis surat al-Kahfi dalam sekali duduk.
Dua jam. Surat al-Kahfi sudah sempurna tersalin di lembar folioku. Sudah dua jam, seharusnya Papa sudah datang sekarang. Tapi, peduli apa. Datang maupun tidak, aku sungguh tidak peduli.
Lima jam. Ternyata aku ketiduran tiga jam di mushalla. Apa Papa belum datang juga? Atau ia memang tidak datang? Aku melamun saja di mushalla, menunggu seseorang menjemputku, menjatuhiku hukuman lain, atau membawaku ke ndalem menghadap Papa dan Ummi, namun tak ada. Papa benar-benar tak datang. Aku tahu ia tak akan rela membuang waktunya yang berharga untuk memenuhi panggilan atas kenakalanku, aku tahu ia tak akan mau mempermalukan dirinya sendiri karena ulahku. Aku tahu.
Tujuh jam. Aku sungguh-sungguh tahu bahwa Papa tak akan datang. Ia tak akan pernah datang. Dan aku sungguh-sungguh tidak akan peduli.
***
Baru saja aku merebahkan tubuhku di pojokan kamar ketika salah seorang pengurus berteriak di pintu memanggil namaku.
“Cepat ke ndalem sekarang!” teriaknya sekali lagi. Seisi kamar yang tadinya riuh rendah seketika hening dan semua orang menatapku dengan tatapan jangan-melongo-saja-dan-cepat-berdiri-sana. Maka aku cepat-cepat mengenakan kerudung dan mengikutinya menuju ndalem.
Sesampainya di ndalem, Ummi segera mengalihkan pandangan dari tamunya---tunggu! Itu Tante Ani!
“Ayo ikut tante pulang sekarang,” tiba-tiba adik Papaku itu berdiri dan meremas pundakku keras.
Tak mengerti apa yang terjadi, aku menatap semua orang di ruang tamu; tante, Ummi, Abi, kedua ustadzah, seorang pengurus yang tadi menjemputku, semua menatapku dengan pandangan yang tak dapat kumengerti. Katakan padaku apa yang terjadi.
***
Maka tante mengatakan padaku apa yang terjadi, tepat ketika aku kebingungan melihat gang masuk rumahku terdapat bendera putih berkibar sendu.
Dan ketika Tante Ani mengatakannya, jantungku terasa seperti melorot ke perut.
Semua berjalan begitu cepat; aku masuk rumah disambut histeria tangisan dari keluargaku, mereka memelukku, mengatakan agar aku sabar dan sebagainya, mengantarkanku ke kamar tempat Papa baru saja dimandikan dan dikafani, aku berganti pakaian serbahitam, ikut mengantarkan Papa ke persemayaman terakhirnya, lalu tiba-tiba sekarang aku ada di ranjang lama Papa yang masih bau kapur barus, ditemani Tante Ani. Kami sama-sama diam. Semenjak datang tadi aku tak merasakan apa-apa, hatiku kebas, otakku berhenti bekerja, aku tak dapat mencerna apapun yang orang-orang sekitarku katakan kecuali bahwa Papa meninggal dalam perjalanan menuju pondokku karena bertabrakan dengan truk pengangkut kayu gelondong. Papa tewas di tempat.
“Asyel,” Tante Ani menepuk pundakku, “Kamu baik-baik saja, kan?”
Entahlah. Aku tak bisa merasakan apa-apa. Sudah kubilang, hatiku kebas.
“Sebelum berangkat ke pondokmu, sebenarnya Papamu hendak mengirim surat ini melalui pos. Tapi… yah, Tante rasa surat ini tetap harus kau baca.”
Aku menerima amplop putih yang disodorkan Tante Ani. Tante lalu meninggalkanku sendirian di kamar Papa, dan aku pun mulai membaca.
Assalamualaikum, anakku.
Bagaimana kabar Asyel di pondok? Ini bukan basa-basi karena selama tiga bulan di pondok Asyel sama sekali tak memberi kabar. Papa sudah beberapa kali menelepon melalui telepon asrama, tapi entah kenapa Asyel tak pernah ada. Maka Papa kirim surat ini sebagai gantinya. Tak banyak yang akan Papa tulis.
Papa hanya ingin meminta maaf. Mungkin Asyel masih marah pada Papa karena Papa memasukkanmu ke pondok. Belakangan Papa sadar, keinginan Papa agar Asyel tumbuh menjadi hafidzah dan ustadzah seperti Mamamu, tak sejalan dengan keinginan Asyel. Padahal Asyel ingin jadi arsitek, ya? Ternyata Papa egois. Maafkan Papa, nak.
Maafkan Papa karena Papa terlalu sibuk mengurusi yayasan, sehingga tidak cukup mengerti Asyel dengan baik. Papa juga memaksakan kehendak agar Asyel bisa menjadi hafidzah dan ustadzah. Papa sadar, keinginan Papa ini hanyalah bentuk kerinduan Papa yang terlalu besar pada Mama di surga dan melampiaskannya pada Asyel. Papa sungguh-sungguh minta maaf.
Maafkan Papa, Asyel. Sekarang Papa akan mendengarkan Asyel. Katakan saja pada Papa, apa yang Asyel inginkan. Karena Asyel satu-satunya alasan Papa sulit tidur setiap malam. Memikirkan Asyel kesulitan di pondok, Papa benar-benar kacau.
Terakhir, meskipun Asyel tidak ingin jadi ustadzah, Papa masih benar-benar berharap Asyel menjadi hafidzah. Papa ingin Asyel selamat di dunia maupun akhirat. Tapi Papa tidak akan memaksa. Apa yang Asyel inginkan, katakan pada Papa dan Papa akan mengusahakannya untuk Asyel.
Terima kasih Asyel sudah membaca surat Papa sampai akhir. Terima kasih telah menjadi putri kesayangan Papa selama ini. Terima kasih telah menjadi semangat Papa, motivasi Papa, dan sahabat kecil Papa.
Papa sayang Asyel.
Semoga Asyel sehat dan baik-baik saja. Telepon Papa, ya. Papa kangen suara cempeng Asyel.
Wassalamualaikum.
Papa
Kertas putih di tanganku sudah basah dimana-mana. Aku tak bisa menahan tangisku. Semua ini terlalu kejam. Kenapa aku baru menyadarinya setelah Papa telah pergi? Papa tidak membuangku. Sama sekali tidak membuangku.
Aku meremas surat Papa dan menangis meraung-raung di ranjang Papa, memeluk bantal Papa, memeluk guling Papa, namun aku tau, sekuat apapun aku memeluk bantal guling Papa, Papa tak akan kembali.
Maafkan Asyel juga, Pa. Asyel akan berjuang mulai sekarang, melanjutkan mondok, dan Asyel akan menjadi hafidzah suatu saat nanti. Lihat bagaimana Asyel mewujudkannya, ya, Pa.
Asyel juga sayang Papa.



[1] “Ayo yang dari tadi tidur berarti sudah paham, kan? Ayo sini maju!”
[2] cepat
[3] Itu air liurmu dibersihkan dulu
[4] tidak
[5] Aku bingung harus menasehatimu seperti apa lagi
[6] Sudahlah, besok takziran menyapu mushalla laki-laki, sekalian bapakmu kupanggil ke sini agar tahu seperti apa kamu di sini
Meski saya sudah ngeblog udah lumayan lama, tetapi saya ini masih merasa sebagai seorang blogger pemula. Banyak banget blogger-blogger hebat diluar sana. Itulah mengapa saya lebih banyak diam ketika ada beberapa teman yang sering bertanya tentang hobi saya ngeblog yang menurut mereka nggak ada gunanya dan buang-buang waktu. Kalo ada yang mau ditanyakan tentang blog sih pasti akan saya jawab
Sejatinya, Saya dan beberapa personel Cah Cinta Enterpres* (Paijo, Gembus, Abed, Nico, Pitik, dan Kebo) sudah berkali-kali berencana untuk mengadakan acara 'bakar-bakaran' di depan rumah saya. Namun entah mengapa, rencana demi rencana yang kami susun selalu saja kandas di tengah jalan. Menguap begitu saja, tak pernah terlaksana.

Dan agaknya Tuhan benar-benar tahu dengan kegelisahan kami atas problema yang sedemikian pelik ini.

Maka, dengan segenap kasih sayangnya, Tuhan akhirnya memberikan kesempatan bagi kami untuk bisa menghelat acara bakar-bakaran di depan rumah saya. Alhamdulillah, setelah menunggu sekian lama, acara bakar-bakaran yang sudah kami nanti-nantikan akhirnya terlaksana juga.


Anglo, salah satu peranti tercanggih untuk bakar-bakaran

Acara bakar-bakaran ini terlaksana justru karena sama sekali tidak direncanakan. Sama persis seperti Cinta, yang sering hinggap tanpa pernah direncanakan sebelumnya, dan justru sering kandas saat berada dalam hati yang penuh perencanaan. #Eh...

Oke, saya cerita sedikit ya.

Jadi ceritanya begini. Kemarin itu, Saya berkunjung ke rumah nenek saya, karena memang sudah cukup lama saya tidak menengok nenek di kampung. Ealah, Jagad dewa bathara, lha kok ternyata momennya pas. Pas saya kesana, pas kolam ikan di tempat nenek saya sedang dikuras dan dipanen ikannya. Duh Gusti, indah sekali hidup ini.

Maka, segera saja saya keluarkan jurus andalan saya, Jurus 2M: Mekso dan Melas.

Dan hasilnya ternyata tak terlalu mengecewakan, jurus 2M saya masih cukup ampuh dan mumpuni. Nenek saya berbaik hati mengoleh-olehi saya sebagian dari hasil panen ikannya. Alhasil, Satu kresek penuh ikan nila pun berhasil saya kudeta.

Saya pun langsung menghubungi kawan-kawan saya untuk segera patungan uang untuk membeli ubo rampe bakar-bakaran. Kawan-kawan pun mengiyakan. Dan acara bakar-bakaran pun kelihatanya bakal berlangsung seru (Namun sayang, Paijo dan Pitik kelihatannya absen karena sedang ada kepentingan yang lebih krusial. Jadilah tersisa hanya kami berlima: Saya, Gembus, Abed, Niko, dan kebo).

Sore harinya, begitu saya pulang dengan membawa satu kresek ikan nila, kawan-kawan saya langsung menyambut saya dengan wajah-wajah sumringah khas pribumi nusantara. Dan tanpa menunggu komando, kami langsung bergerak taktis membeteti ikan-ikan nila yang saya bawa. Dengan cekatan, kami mengeluarkan jeroan nila-nila malang tersebut.

Paman saya yang ndilalah melihat kami sedang membeteti ikan-ikan nila pun langsung bersimpatik dan ikut terjun membantu. Beliau bahkan sempat ingin ikut menyumbang tambahan ikan nila pada kami. Namun sumbangan beliau langsung kami tolak, karena rupanya ikan nila sumbangan paman saya adalah ikan nila yang masih hidup, sehingga kami enggan menerimanya. Maklum saja, kami tidak tega kalau harus menghabisi dan membeteti ikan nila yang masih hidup, soalnya ada beban mental tersendiri. Lagipula, Kami berlima memang sudah kadung terlahir sebagai makhluk yang sentimentil dan terlalu berperasaan. Jangankan membunuh nila, menyentil semut pun kami tak tega :)

Alhamdulillah, tak sampai setengah jam, seluruh ikan nila berhasil kami beteti.

Perkara ikan nila selesai. kini urusan alat yang harus segera diusahakan.

Dan, Beruntung bagi saya karena punya kawan-kawan yang cekatan dan dapat diandalkan. Walau dengan persiapan yang sangat-sangat mepet (karena tidak direncanakan sebelumnya), ternyata kawan-kawan saya bisa mengusahakan beberapa peralatan standar untuk bakar-bakaran, antara lain luweng, penampang bakaran, arang, kipas, dan lain sebangsanya. Perkara bumbu-bumbu dapur juga tak terlalu jadi soal.

Urusan meracik bumbu dan sambal? Ah, itu urusan Kebo. Si beringas yang satu ini, walau tampangnya gahar, tapi jiwanya adalah jiwa pawon. Ia adalah tipe manusia yang hatinya senantiasa terpaut dengan dapur. Jadi jangan heran kalau si Kebo ini piawai dalam meracik sambal dan bumbu ikan bakar yang nikmatnya setengah modiar.


Kebo (kiri) dan Abed (kanan), menjaga api agar tetap menyala


Sambal kecap racikan Kebo, manis pedasnya tak ada lawan 

So, sama sekali tak ada masalah yang berarti. Dan urusan bakar-bakaran ini pun akhirnya bisa terlaksana dengan sangat sukses.

Kami sengaja membakar ikannya pas sore hari, sekitar jam lima-nan lah, agar nanti si nila bisa kami santap tepat saat bada maghrib. Maklum, biar ada sensasi berbuka puasa, hehehe.


Dalam hal apapun, pembagian tugas adalah salah satu perkara mutlak


Bergaya di sela-sela tugas, salah satu metode agar kerja tidak spaneng

Prediksi kami rupanya tak meleset, tepat pas maghrib, ikan-ikan nila ini sudah berbaris rapi di atas nampan.


Nila bakar yang begitu menggoda iman

Dan sepulang dari mushola, saya langsung menyergap si nila yang sedari tadi sudah mengundang birahi ini.

Rasanya? tentu saja enak dan nikmat, saya saja sampai nambah dua kali saking laparnya nikmatnya.


Kebo, dengan segala kelebihan dan kekurangannya


Abed, bukti bahwa penggemar sepakbola latin tidak cuma doyan piranha bakar


Gembus, intan permata dalam dunia kernet dan perkondekturan


Niko, si makhluk Tuhan yang paling cengeng

Agaknya memang benar, bahwa makan ikan bakar yang diusahakan sendiri, rasanya jauh lebih nikmat ketimbang makan ikan bakar dari restoran. Apalagi kalau disantap bareng-bareng bersama kawan dekat.

Jan maknyus tenan.


Agus, Sorry, the description was not found

Yah, untuk saat ini, mungkin hanya sebatas ikan nila yang bisa kami bakar, tapi jika suatu saat anda berkenan untuk ikut bergabung dengan kami, tentu saya dan kawan-kawan akan dengan senang hati mencarikan cicak untuk anda.

Atau, kalau anda merasa sebagai pemuja demokrasi, kami juga tak keberatan untuk mencarikan ban bekas untuk anda.

- - - - - - - -
*Cah Cinta Enterpres, adalah geng yang beranggotakan beberapa personel Geng Koplo yang sering nongkrong di rumah saya. Anggota Cah Cinta Enterpres sudah pasti anggota Geng Koplo. Tapi anggota Geng Koplo, belum tentu anggota Cah Cinta Enterpres (geng di dalam geng). Cah Cinta Enterpres bergerak secara independen, dan tidak berafiliasi pada partai apapun, baik partai besar maupun eceran.
Sebenernya ini postingan buat hari kemarin, tapi karena kemarin nggak sempet yaudah gue posting sekarang. Secara seharian kemarin gue lagi ada urusan. Oke, kali ini gue cuma mau share video. Udah pada tahu kan Grand Theft Auto? Bagi para gamers pasti udah pada tahu. Om Gugel Grand Theft Auto (GTA) adalah game PlayStation 2 (PS2) bikinan Rockstar Games. Game yang satu ini menjadi salah satu

[no title]

-

SDN SURODADI 1

on 2015-6-14 10:52am GMT

Selamat menikmati masa purna tugas Pak Purwadi & Pak Zaini…



Pak Purwadi dan Pak Zaini, sosok bapak yang sederhana, santun, baik hati dan mengayomi, itu sedikit yang bisa saya sampaikan mengenai beliau, mulai tanggal 1 April 2015 Pak Zaini dan tgl 1 Juni 2015 ini beliau sudah tidak lagi mengajar secara rutin di SDN Surodadi 1, karena secara administratif sudah purnatugas atau pensiun, dengan berat hati pula Keluarga besar SDN Surodadi 1  melepaskan lagi anggota terbaiknya untuk menjalani masa pensiun, semoga beliau selalu mendapatkan rahmat dari Alloh untuk menjalani hari-hari.
Sebagai seorang lelaki 'normal' aku mudah banget buat suka sama lawan jenis. Iya, hanya sekedar suka. Utamanya sih dari parasnya. Namun kali ini berbeda. Aku ketemu dia dan mungkin aku telah jatuh kembali. Aku jatuh lagi pada pandangan pertama. Mungkin lagu dari Nidji ini mampu mewakilkan perasaanku saat ini.


Saya menjalani masa-masa kecil yang teramat sangat indah. Masa-masa hangat dalam belaian kasih sayang orang tua dan lingkungan yang sedemikian ramah pada saya.

Menonton serial Jiban dan Sailormoon di pagi hari sambil ngemil astor dan kacang telor, beradu kelereng dengan kawan-kawan sebaya (walau lebih banyak kalahnya ketimbang menangnya), berlagak mabuk sambil menenggak minuman (padahal yang ditenggak cuma orson bening), ikut berkumpul dengan ibu-ibu arisan sambil berdiri dan menyanyikan Mars PKK, atau berteriak “montor mabur aku njaluk duite!” dengan penuh kegirangan saat ada pesawat terbang melaju rendah di atas rumah.

Sungguh sebuah kebahagiaan masa kecil yang amat-sangat indah. Kebahagiaan masa kecil yang cukup berwarna untuk mengantarkan saya tumbuh menjadi dewasa dan kemudian mengenalkan saya pada kebahagiaan lain yang bernama jatuh cinta.

Namun ternyata, setelah dewasa, barulah saya menyadari, bahwa ternyata, tidak semua anak punya masa kecil yang seindah masa kecil saya.

Dan Angeline adalah segelintir dari bagian antitesa tersebut.

Betapa tidak, Di usia yang masih sangat merah, ia harus lepas dari asuhan orang tua kandungnya hanya karena masalah biaya persalinan. Ia kemudian hidup dalam lingkungan yang asing dan psikopat. Dipaksa bekerja memberi makan ayam, tidak dirawat dengan baik, diperlakukan tidak senonoh, hingga klimaksnya, ia dibunuh dengan sangat kejam di usia yang baru delapan tahun (dan sialnya, tersangka pembunuh Angeline ternyata punya nama yang sama dengan saya, Agus)

Maka, siapapun pasti akan sangat teriris hatinya kala mengetahui gadis mungil nan cantik ini harus tumbang tak berdaya, tewas di dalam lingkungan yang sepatutnya menjadi lingkaran hangat keluarga.

Miris. Keluarga yang seharusnya menjadi benteng teraman bagi seorang anak ternyata justru menjadi medan pertempuran yang paling sengit dan dipenuhi oleh pembunuh-pembunuh beringas yang siap kapan saja menhunuskan pedangnya, Tanpa rasa ampun, tanpa hati nurani.

Oooo, Tidak… tidak, saya tidak akan menghujat si pembunuh Angeline dengan kata Asu ataupun Bajingan, karena saya sadar, kata Asu dan Bajingan masih terlalu mulia untuk seorang pembunuh gadis kecil yang tak berdosa. Lagian, tidak puas rasanya kalau si pembunuh hanya dihujat, lebih dari itu, ia harusnya disiksa.

Andai dunia ini adalah drama silat klasik, dan saya lah yang jadi pendekarnya, tentu ingin sekali saya turun tangan menyiksa si pembunuh Angeline, menyayatnya dengan pedang naga puspa, dan kemudian meneteskan air perasan jeruk nipis di setiap luka di kulitnya, agar ia mendapatkan luka yang seperih-perihnya. Semata hanya untuk membalaskan dendam Angeline. Tapi agaknya itu tak mungkin, karena saya percaya, gadis manis sekecil dan sepolos Angeline, pasti tak pernah punya dendam.

Lagipula, saya sadar. Agus hanyalah eksekutor, sedangkan pelaku pembunuhan terhadap Angeline yang asli sejatinya adalah kita. Ya, kita. Kita yang kurang peka dan selalu bersikap terlalu biasa pada tindak kekerasan pada anak. Kita yang mendaku sebagai bagian dari Indonesia, negara yang katanya kaya raya, tapi untuk menjamin biaya persalinan para wanita-nya pun tak berdaya.

Ya, Pembunuh Angeline adalah Kita. Sekali lagi, Pembunuh Angeline adalah Kita.

Selamat jalan dek Angeline, selamat Jalan. Agaknya langit memang menjadi taman bermain terbaik untuk dirimu (semoga di langit ada prosotan dan jungkat-jungkit). Kami semua berharap, semoga pelukan manis dari Tuhan senantiasa menghangatkan hari-harimu di sana. Oh ya, Titip salam untuk Bung Karno di sana ya dek, bilang sama beliau, Biaya persalinan di Indonesia sekarang mahal.

Terbit pertama kali di Mojok.co

Ponsel kini sudah menjadi gadget yang sangat personal sehingga sudah selayaknya pengguna care terhadap keamanan ponsel. Kegunaannya tentu saja untuk melindungi data-data, membatasi akses orang lain terhadap ponsel yang kita miliki, dan yang lebih penting supaya data-data kita di dalam ponsel tetap aman sekalipun ponsel hilang. Pastikan anda selalu mengaktifkan fitur pengunci layar pada ponsel anda.

Bagi pengguna Windows Phone, berikut saya tunjukkan melalui video cara mengaktifkan pengunci layar ponsel (lock screen). Pada intinya, cara ini berlaku untuk seluruh ponsel Windows Phone baik itu ponsel low end semacam Lumia 420, 430, 435, atau ponsel Lumia 535, 540, 640, 640XL, dan bahkan juga untuk kelas high end semacam Lumia 920, 925, 930, 1020, dan 1520 dengan sistem operasi Lumia Denim 8.1.

Pada intinya adalah masuk ke Settings (Pengaturan), lock screen (pengunci Layar), dan aktifkan Password. Pilihan untuk password untuk Windows Phone berupa kombinasi angka dengan batasan minimal 4 karakter angka.

Menurut petuah para bijak, ada dua kenikmatan yang seringkali terlupakan oleh manusia. Kedua nikmat tersebut terkadang baru terasa betapa sangat berartinya tatkala kita tidak menjumpainya. Nikmat apakah itu? Tidak lain dan tidak bukan, nikmat tersebut adalah ashikhatu ‘ala waktiha. Nikmat sehat dan waktu luang? Anda setuju dengan petuah para bijak tersebut?

Betapa kita setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap waktu senantiasa disibukkan oleh kegiatan duniawi. Kerja, kerja, dan kerja lagi. Terkadang kita bekerja hingga melupakan waktu. Banting tulang, kerja peras keringat, bahkan hidup-mati seolah tidak ada lagi kegiatan lain di luar kerja dan kerja. Dalam arti positif dan berimbang, tentu saja semangat kerja yang tinggi merupakan suatu kebaikan. Akan tetapi jika kerja keras yang dilakukan hingga melupakan banyak hal yang lain dan tidak berimbang, maka justru dampak negatif yang seringkali kita tuai. Bisa berupa stress, bisa berupa kelelahan jiwa raga, bahkan sakit. Nah tatkala sakit inilah baru kita sadari bahwa nikmat sehat itu terasa amat mahal harganya.

Pengalaman seorang sahabat yang memiliki atasan di tempat kerjanya dengan posisi deputi yang bisa dikatakan setingkat di bawah jabatan menteri. Mungkin karena tugas yang diembannya menuntut pencurahan seluruh waktu, tenaga, dan pikirannya, maka Beliau hampir tidak lagi memiliki waktu untuk memikirkan kesehatan badan atau raganya. Olah raga rutin yang dulu senantiasa dilakukan menjadi tidak sempat lagi dilakukan karena kesibukan yang tinggi. Demikian dengan pola makan yang kian sulit teratur dengan menu makanan sehat dan bernilai gizi seimbang. Ujung-ujungnya pejabat tersebut terdiagnosa menderita penyempitan pembuluh darah yang memicu penyakit jantung.


Filed under: Jagad Alam Tagged: nikmat sehat

Pilih Sendiri Ponsel Androidmu

-

Invent.

on 2015-6-12 12:08pm GMT

Mau beli smartphone Android baru tapi bingung dengan berbagai pilihan yang ditawarkan produsen smartphone? Aplikasi web Google Android ini dapat membantumu menemukan ponsel yang tepat untuk kebutuhanmu.

Android sebagai sistem operasi smartphone dengan basis pengguna terbanyak di dunia telah menjadi daya tarik para produsen smartphone untuk memproduksi smartphone berbasis Android. Sasarannya pun kini bukan lagi sekedar pengguna smartphone pemula. Banyak smartphone android yang dijejali fitur-fitur advance yang merupakan kebutuhan ‘tambahan’ bagi pengguna smartphone Android.

Smartphone tak lagi berkutat dengan texting, messaging, phone, dan basic application. Banyak pengguna smartphone yang sudah mempertimbangkan fungsi tambahan dari sebuah smartphone misal katakanla tambahan fungsi keamanan fingerprint, audio system tersertifikasi, sensor detak jantung, kamera bermega-megapixel, dan sebagainya. Tentu sebenarnya tidak semua fitur itu benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Seringkali calon pembeli smartphone dilema dalam menentukan pilihan saat akan membeli smartphone. Google Android mengerti bagaimana kebimbangan calon pembeli ini mengingat sangat banyak smartphone di pasar yang bersistem operasi Android. Untuk itu Google Android menyediakan “bantuan” kepada calon pembeli smartphone Android untuk menentukan pilihannya, sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna. Untuk mencobanya, silakan mengunjungi halaman web Android WhichPhone.

Halo guys, nggak usah pada bingung ya sama judul tulisan gue diatas. Bukan, gue bukan sedang praktek ngomong kayak Vicki Prasetyo lho. Gue cuma mau cerita aja tentang keharmonisan dalam hubungan teman. Jangan sampai gagal paham ya? Punya banyak temen itu emang mengasyikkan, gue nggak bisa ngebayangin kalo gue sampai nggak punya temen. Kalian juga pasti punya banyak temen kan? Temen yang beragam
Nggak terasa sudah hari kesebelas #NulisRandom2015 bergulir. Mungkin saat ini saya sedang mengalami yang namanya kejenuhan, buntu ide dan merasa konyol dengan tulisan sendiri. Padahal tujuan awal diadakannya nulis random ini adalah supaya mampu membuat kita bersenang-senang dalam menulis tanpa takut dianghap bodoh dan nggak inspiratif dan lain sebagainya. Kita dibebaskan menulis apapun setiap

Tulisan ini bisa jadi tidak teralalu penting, terlebih bagi orang yang sudah sangat melek teknologi dan cukup mengenal Windows Phone. Bagi pengguna pemula Windows Phone, barangkali cara ini bermanfaat untuk getting started Windows Phone. Cara ini berlaku untuk semua jenis ponsel Windows Phone mulai dari Lumia 430, Lumia 435, Lumia 540, Lumia 640, Lumia 730, hingga seri Lumia 1520 dengan Lumia Denim (Windows Phone 8.1).

Secara sederhana, yang perlu dilakukan adalah membuka daftar aplikasi (swipe ke kiri), kemudian cari aplikasi People, tekan tanda (+) di bagian bawah, masukkan informasi kontak, dan tekan gambar diskette/simpan.

Membuat Kontak di Windows Phone
Membuat Kontak di Windows Phone

Ya, memang cara tradisionalnya se-simple itu.



Marilah hai semua Rakyat Indonesia membangun segera
Membangun keluarga yang sejahtera dengan PKK

Hayatilah dan amalkan Pancasila untuk Negara
Hidup gotong royong, makmur pangan dan sandang
Rumah sehat sentosa

Tata laksana di dalam rumah tangga rapi dan indah
Didiklah putra berpribadi bangsa trampil dan sehat

Kembangkan koprasi jagalah lingkungan dan sekitarnya
Aman dan bahagia kluarga berencana
Hidup jaya PKK
Perut udah mulai lapar lagi. Padahal baru dipake jalan sepanjang Malioboro tapi udah merasa lapar. Ya jelas laper, tadi pagi sarapannya dikit banget. rasa kenyang yang dihasilkan bukan dari makanan yang dimakan, tapi dari harga yang ditawarkan, hina banget. Setelah perut temen gue udah enggak memberontak, kami berdua melanjutkan perjalan. Jam juga udah menunjukan angka 9, Benteng Vredeburg juga udah buka pastinya.



Selama duduk–duduk di depan Benteng, gue sempet ngoborol sama tukan becak di sana, Gue ditawari paket muter-muter keraton, pabrik Dagadu, dan toko Bakpia. Emang dikira gue orang jauh yang enggak tahu jogja. Gue emang orang jauh, jauh dari gebetan, sial. Gue cuman ingin menikmati tiap sudut Jogja dengan berjalan kaki. Namanya juga  backpacker masa naik becak. Karena gagal membujuk  kami, akhirnya si tukang becak frustasi dan meninggalkan gue dengan wajah depresi.

Waktu udah makin siang, gue dan temen kos buru-buru masuk ke Benteng Vredeburg. Sekitar benteng juga rame banget, ada banyak mobil polisi, dan mobil pribadi. Padahal hari ini kan bukan hari libur. Usut punya usut, ternyata hari ini ada lomba drumband TK se Jogja di Benteng Vredeburg. Gue kira ada Raisa, eh yang ada malah anak TK, ah sudahlah. Gue segera membeli tiket dan masuk ke benteng.

Ini pertama kalinya gue masuk ek Benteng Vredeburg. Sebenarnya udah sering banget sih lihat benteng satu ini dari kendaraan, tapi baru sekarang masuk ke dalam Benteng. Lebih baik terlambat daripada enggak sama sekali. Hanya dengan 2 ribu rupiah, gue udah dapet tiket masuk yang ada peta Jogja. Lumayanlah, bisa jadi petunjuk arah tanpa GPS.
Guepun segera masuk ke ruang yang ada. Di Benteng Vreburg, gue disuguhi diorama-diorama perjuangan masa lalu, perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Jadi enggak cuman berjuang melawan mantan aja, tapi perjuangan melawan penjajah ya. Kalo gue lihat, diorama-dioarama ini seperti yang ada di Monumen Jogja Kembali (Monjali). Selain diorama, disini juga terdapat peninggalan-peninggalan masa lalu. Iya peninggalan masa lalu, bukan peninggalan mantan lho. Terdapat replika senjata, gelas, kursi, jam dinding, sepeda, meja , dan barang-barang peninggalan rektor pertama UGM, DR Sarjito, bahkan disini juga terdapat replika baju pangeran Revolusi yang gugur di Jogja.
*Diorama-diorama masa lalu


*Barang-barang peninggalan masa lalu

Setelah capek melihat diorama-diorama, gue dan temen istirahat. Terlihat didepan mata kami tulisan “PEMUTARAN FILM” rasanya pas banget deh, badan capek, saatnya istirahat sambil nonton bioskop. Gue masuk ke ruang FILM, dan viola.. ternyata mini bioskop dengan LCD proyektor.  Kami berisitirahat sambil menikmati film sejarah. Tapi sayang, disini enggak ada yang nonton, cuman ada bapak-bapak yang tidur. Gue yakin, kalo bapak-bapak yang disini enggak nonton film yang diputer, tapi cuman istirahat sambil nungguin anaknya Drum band. Enggak lama kemudian, bapak-bapak yang (seperti) nonton Film keluar ruangan. Tinggal gue, temen kos, dan bapak-bapak operator. Bioskop serasa milik kami bertiga, dan gue menikmati film yang diputer. 
*berasa bioskop pribadi

Banyak benget ilmu yang gue dapatkan dari film ini. ya seperti inilah intisari dari traveling. Enggak cuman capek aja yang didapet, tapi ilmu pengetahuan juga. Belajar kan enggak harus dari buku, tapi dari sekitar kita.

Selesai menonton, FILM, gue dan temen melanjutkan perjalanan lagi. Enggak lupa, gue foto-foto dulu. Enggak afdol kalo enggak foto. Ada pepatah, No Pic= Hoax. Ya ini beberapa foto yang berhasil gue abadikan.

Gue melanjutkan perjalanan menuju Keraton Jogja. Tapi, sebelumnya, gue berhenti dii titik Nol Jogja. Gu baru tahu kalo perempatan depan depan Bank BNI adalah titik nol Jogja, sumpah Hina banget kan. Gue enggak lupa foto-foto di titik nol Jogja ini. Udara juga semakin panas, menunjukan kalau hari semakin siang. Gue melanjutkan perjalanan menujur alun-alun Jogja.  (To be continued)



Feed burner
Pada saat ngantor di Qwords.com Bandung setelah acara FestivalTIK 2015 di Sabuga, saya berkesempatan untuk mengikuti event #TechnicalThursday di #BandungDigitalValley. Technical Thursday kali ini yang jadi pemateri adalah Dr Adel Youssef dari Wireless Stars, detail profile beliau : Dr. Adel Youssef has a PhD in Computer Science from University of Maryland. He is a former […]

Motivasi dan Konsistensi

-

Exploration!

on 2015-6-10 4:03pm GMT

Bagi orang bergolongan darah 0 seperti saya, motivasi merupakan sesuatu yang dinamis, apapun bisa memotivasi. Terkadang dengan perkataan kecil yang bagi orang lain dianggap “opo to, mung koyo ngono tok” ternyata bisa membuat saya on fire, bersemangat menggebu. Terlebih dalam aliran darah kami juga membawa kebiasaan tidak mau kalah, terutama menghadapi golongan darah B. Makanya ketika ada teman berani pasang target sehari satu posting, saya pun tidak mau kalah buat sehari dua posting. Tapi kemudian motivasi untuk menang hilang seketika begitu memikirkan “njuk nek wis menang meh nggo opo“, kalau sudah menang mau buat apa.

Mengenai keteraturan, tentu saya tak bisa dibandingkan dengan A atau AB yang sangat teratur dan konsisten, itulah kenapa kadang muncul diract ataupun menulis dengan frekuensi tinggi (sering) tetapi kadang very low frequency. Ya, itu semua tergantung motivasi, bukan mood.

Bagi saya segala hal itu bekerja dalam fungsi waktu. Segalanya ada batasan mulai kapan dan selesai kapan, begitu terus menerus, termasuk motivasi menulis pun saya percaya itu fungsi waktu dan dikendalikan oleh berbagai variabel. Variabel dengan pengaruh terbesar dari motivasi adalah variabel U, variabel yang tidak dapat didefinisikan atau biasa orang menyebutnya faktor X.

M(t) = (((ax + by + cz)*t)^U) + K

M adalah motivasi, t adalah waktu, a,b,c adalah gradien bla-bla-bla, x,y,z adalah variabel terdefinisi, U adalah faktor X, dan K adalah konstanta.

Eh, bisa jadi jodoh juga fungsi waktu ya?

Sabtu pagi yang cerah, meskipun matahari masih belum menampakan sinarnya. Lha iya jelas masih gelap, lha wong masih jam 3 pagi. Pagi ini gue emang bangun pagi-pagi sekali karena hari ini gue berencana mau traveling. Udah lama sekali gue enggak traveling, apalagi minggu depan gue akan segera ujian seminar kimia. Sungguh ide yang sangat bijaksana sekali kan traveling sebelum ujian. Biasanya orang-orang piknik setelah ujian atau ulangan, tapi kalo gue mah piknik dulu baru ujian, gue mah gitu orangnya. Sebenarnya piknik sebelum piknik bukan ide yang buruk juga. Menyegarkan otak biar ujian tokcer, itulah yang ada difikiran gue saat itu.

Agenda traveling ini udah gue rencanakan beberapa minggu lalu sebelum bulan puasa tiba. Destinasi yang akan gue tuju enggak terlalu jauh, hanya Jogja. Kali ini gue akan pergi bersama sahabat kos gue, iya berdua aja. Karena gue seorang tuna-asmara, jadi gue enggak pergi sama cewek gue. Oke… lupakan urusan jomblo meskipun jomblo, tapi gue masih tetep bisa tersenyum, iya tersenyum dalam tangis.


Pagi-pagi, jam 5 gue udah mandi. Gue dan temen bakal naik kereta menuju TKP. Rencananya sih mau ikut prameks jam 5.15. tapi, sepertinya cuman mitos aja deh, lha wong jam 5 aja baru selese mandi. Ya udah deh naik kereta Sriwedari aja jam 6 pagi. Setelah semua persiapan selesai, gue juga udah siap berangkat, tiba-tiba aja gue baru inget kalo jadwal kereta kan udah berubah sejak April kemarin. Busyet…  gue terakhir kali naik kereta api tahun lalu, makanya jadwal kereta masih belum update. Secepatnya gue browsing-browsing tentang jadwal kereta yang baru. Jadwal Kereta sriwedari terbaru baru  kini jam 8 pagi. Enggak mungkin kan kalo gue berangkat jam segitu. Setelah lihat-lihat kereta yang berangkat jam 6, akhirnya gue berencana naik kereta Joglo Express. Meski lebih mahal, 13 ribu yang penting gue nyampe Jogja.

Gue dan temen kos berangkat dari Solo Balapan. Dengan kecepatan tinggi, kami  memacu motor gue dengan kecepatan tinggi. Waktu udah menunjukan 06.00 pagi, dan kereta jam 06.15 udah berangkat. Voilla, akhirnya tepat waktu juga. Setelah membeli tiket kamipun naik kereta Joglo dengan rasa kantuk yang amat sangat.
*Selamat pagi Jogja

Sejam kemudian, jam 07.20 kami nyampe Jogja. Kami berhenti di Stasiun Tugu karena gue berencana ingin mengunjungi Benteng Vreedeburg. Ini pertama kalinya gue turun di stasiun Tugu. Sebenarnya gue udah udah sering lewat daerah Stasiun Tugu, tapi gue belum pernah masuk ke dalamnya, hina banget kan. Guepun merasa seperti alien yang enggak tahu arah setelah keluar dari stasiun Tugu. Enggak apa-apa lah, karena HP gue android, guepun meminta bantuan GPS yang ada diHP. Voila… gue dan temen kos  enggak jadi tersesat. Gue udah trauma tersesat, tersesat di hati gebetan, eaa. Terimakasih GPS… *peluk*

Guepun tiba di daerah Malioboro dengan selamat tanpa nyasar ke Pasar Kembang. Entah kenapa perut gue merasa berkontraksi, padahal tadi pagi udah boker lho. Ternyata gue belum sarapan. Jelaslah, lha jam 6 kita udah berangkat. Gue pun segera mencari tempat makan di sepanjang Malioboro. Pagi-pagi gini enaknya makan yang seger-seger. Sepenjang jalan Maliboro terlihat penjual yang menjajakan jajannya. Ada nasi Padang, Bakso, ada ayam goreng, dan ada juga kenangan, eaa.

Semakin jauh kaki melangkah, semakin lapar pula perut terasa, semakin kuat juga kenangan yang hadir di sini, halah. Sampe akhirnya gue dan temen kos berhenti sejenak di depan warung makan bewarna merah. Kamipun langsung masuk  dan memesan makanan tanpa melihat harga. Ah… yang penting makan sampe akhirnya temen gue bilang,

“Nu… coba deh lihat ini.” *sambil menunjukan menu
“BUSYET….DEMI APA AURA KASIH CANTIK BANGET…”
“…”
Guepun melihat daftar harga yang tertulis jelas. Guepun langsung tiduran di trotoar setelah melihat harga yang ada. Gimana enggak shock kalo harga makanannya kayak gini:
 *Kalo kaya gini anak kos kudu gimana?

Sebagai anak kos, sepetinya gue bakal puasa selama seminggu deh setelah makan disini. Nasi udah terlanjur jadi bubur, pacar udah terlanjur jadi mantan, mau keluar warung udah terlanjur pesan. Ya udah deh, akhirnya kami berdua pesan yang paling murah, yaitu gudeg. Ampun banget deh, gudeg 14 ribu ditambah teh anget 4ribu, dikit banget, dan rasanya bukan gudeg tapi sayur Gori, hina banget pokonya. Demi apa juga harga teh anget 4 ribu. Ditempat gue mah teh anget paling mahal 2 ribu. Sumpah hina banget. Gue saranin, jangan salah jajan di daerah Malioboro bagi anak kos, mahal. Guepun segera cepet-cepet pergi dari warung makan sesat satu ini.


Setelah kenyang akan harga makanan, gue dan temen kos melanjutkan perjalanan. Kamipun meniti jalanan Malioboro sampai  Pasar Beringharjo, sampai tiba di depan Benteng Vredeburg. Enggak lupa, gue foto-foto di sepanjang jalan Malioboro.

Sampe di depan Istana Presiden, gue dan temen kos berhenti sejenak. Gue berhenti gara-gara temen kos merasakan kontraksi yang hebat pada perutnya. Yang jelas , temen gue bukan hamil, mungkin gara-gara habis makan langsung jalan kaki.  Kejem banget yak. Ya udah sambil istirahat, kami juga menunggu sampe benteng Vredeburg buka.. (To be continued)
Feed burner
Kejenuhan pasti datang ketika pekerjaan datang terus-menerus dan menumpuk. Bisa jadi orang menjadi stres dan kacau pikirannya jika hal ini tidak segera diatasi. Tanda-tanda dapat dilihat ketika seseorang secara fisik kelihatan loyo dan kecapaian, ngantuk yang terus-terusan dan tidak bersemangat serta kurang bergairah.


Tidak terkecuali para guru SDN Salaman 1 yang rasa-rasanya telah memenuhi syarat tanda-tanda kejenuhan datang. Untuk mengatasi hal tersebut dan supaya tidak berkelanjuta maka semua guru dan karyawan mengadakan penyegaran kembali menuju lokasi wisata Dieng sekedar menikmati pemandangan di beberapa tempat dan makan bersama. Penyegaran ini berlangsung Selasa 9 Juni 2015 lalu. Berangkat dari sekolah sekitar pukul 10.15 setelah kegiatan siswa di sekolah dipastikan selesai dan siswa dipulangkan.

Semoga bermanfaat Bapak Ibu Guru !!! yas!!!!!


Persiapan berangkat






Sesampainya di Dieng
 Langsung pada makan

 Ayo ngumpul!

 tak nganbil ya!

 hik..hik!
 Tuh ada burung!
 Nih, yang di gigi ga mau pergi !
 Sholat tidak lupa lho!

 













 Hi..hi..!
 Mana pisangnya!!!!


 kasihan, kasihan!

















 bobok kok sambil jalan!
 3 JK















Salah satu sekolah tua yang masih tegak berdiri yaitu SDN Salaman 01 yang berada di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut merupakan sekolah tertua di Kabupaten Magelang
Judul                     : Senja yang Mendadak Bisu
Pengarang          : Lugina W. G., dkk.
Penerbit              : de TEENS
Tebal                     : 240 halaman
Cetakan               : Pertama, April 2015
ISBN                      : 978-602-0806-06-2

Bah Kanta masih ingat apa yang dikatakan calon bupati berambut pitak kala itu, “Sst…, bukan buat dimakan…,”bisiknya pelan, mata culasnya melirik ke kiri dan kanan, takut ada yang mendengarkan. “Buat syarat, Ki… ehm buat… anu, sesajen. Minta berkahnya begitu lho, Ki. Namanya juga ikhtiar, sebentar lagi Pilkada Ki.” Begitu katanya, sambal matanya bergerak-gerak tak mau diam. Barangkali begitulah gelagat manusia yang tidak bisa dipercaya, batin Bhak Kanta.
Bah Kanta tak pernah mengira bahwa senja bisa tiba-tiba bisu.

Pembaca mungkin akan beberapa kali berhenti sejenak selama membaca antologi ini. Selain menikmati suguhan pesona budaya dari berbgai daerah di Indonesia, cerpen-cerpen ini akan meninggalkan jejak untuk direnungkan.
***

Seperti yang tertulis pada halaman belakang buku, saya sebagai pembaca beberapa kali menutup buku hanya untuk membayangkan situasi dan kondisi yang ada. Namun sayang, ada beberapa cerita yang tidak terlalu kuat dalam mengimajinasikan setting-nya.
Saya terkesan dengan beberapa kisah tentang pernikahan yang tersaji. Tak perlu dipungkiri, Indonesia dengan adat istiadatnya yang melimpah juga memiliki kepercayaan dan ritual tersendiri dalam melakukan pernikahan. Namun, banyak pula pernikahan yang gagal justru karena adat dan budaya itu sendiri. Seperti halnya suku A yang tidak boleh menikahi suku B, pernikahan satu kasta atau derajat sosial, atau bahkan hitungan weton untuk menentukan hari pernnikahan yang bisa saja membatalkan pernikahan itu sendiri karena weton kedua mempelai tidak cocok.
Percaya atau tidak, namun itulah yang menjadi sugesti banyaknya kasus perceraian di Indonesia. Mereka bersikukuh melawan adat, namun di lubuk hati terdalamnya mereka sebenarnya sangat takut dengan berbagai ramalan yang ada. Ketika menemui konflik di dalam rumah tangga, mereka pun akan otomatis tersugesti bahwa pertengkaran itu memang ada untuk menghancurkan rumah tangga mereka. yaaah,, itulah Indonesia.
Beberapa kisah juga menjadi favorit saya karena mengusuk tema olitik yang ada di Indonesia. Mereka menggabungkan isu-isu politik dengan ragam budaya yang ada di Indonesia. Seperti tertampar pada fakta, bahwa untuk menjadi pemimpin di Indonesia, para kandidat lebih memilih untuk meraihnya melalui jalan belakang, yaitu mencari sesajen agar kemenangannya diberkati. Miris memang, namun sekali lagi. Itulah Indonesia.
Selamat menikmati ragam budaya Indonesia dari segala perspektif kasus yang berbeda.

@aninditaninda
Judul                     : Learning from Butterflies
Pengarang          : Karina Nurherbyanti
Penerbit              : PING!!!
Tebal                     : 244 halaman
Cetakan               : Pertama, 2015
ISBN                      : 978-602-255-835-4

Olga:
“Gue sedang salam proses mengejar mimi gue, Ju. Menjadi anak yang membagakan orang tua gue, dan menjadi cewek yang pantas buat elp. …I’ll be brave and strong. I’ll work smartly and be the best in my field….”
Juandra:
“Gue merasa gue hanyalah cowok slengean yang bersembunyi di balik kedok anak NTU-nya, gue bahkan nggak berani ngasih egg tart itu sendiri.”

Sama-sama pintar dan kuliah di Singapura.
Olga anak fashion management dan Juandra anak mathematical sciences. Keduanya berjuang untuk meraih impian. Lalu, setelah serangkaian momen ang tadinya membuat mereka sering bertengkar, saat itulah the-so-called chemistry menghampiri….
***

Olga dan Juandra saling mengenal satu sama lain ketika mereka berkumpul di berbagai acara PPI dan gala dinner yang diadakan oleh Kedubes RI di Singapura. Namun, tanpa Juandra tahu, Olga selalu menguntit dan mengikuti perkembangannya melalui blog Juandra. Olga beberapa kali meninggalkan komentar di blog Juandra dengan jahil dan menggunakan nama samaran.
Namun, keisengannya itu berlanjut. Tak disangka Olga justru semakin aktif untuk stalking Juandra. Dan tanpa Olga sadsari pula, ia mulai jatuh cinta dengan Juandra.
Juandra pun merasakan hal yang sama. Semakin ia mencibir Olga, semakin ia merasa kehilangan Olga ketika Olga tidak bersamanya. Takdir yang dipaksa terjadi pun semakin menguatkan mereka bahwa mereka memang tercipta untuk saling melengkapi.
***
Buku ini jauh dari kesan rapi. Pemakaian bahasa Inggris yang cukup banyak bukanlah menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini kustru semakin membuat cerita ini semakin terlihat ‘kualitasnya’. Entah memang itu aksen Singlish atau bukan, tapi saya menemukan banyak kesalahan pada grammaryang digunakan.
Cerita yang disuguhkan pun terasa dipaksa untuk ada. Tidak mengalir apa adanya. Saya heran kenapa buku ini diberi judul ‘Learning from Butterflies’. Kupu-kupu yang ditemukan Juandra bukanlah hal utama yang disajikan di buku ini. Hal itu hanya tersaji secara kebetulan saja. Subtitle ‘Orchard Road’ juga bukanlah ide utama dari kisah ini. So, actually both the title and the subtitle are not the main idea of the story. But, why can it be a title?
Rating? No rating at all!

@aninditaninda
Masih dalam rangka #NulisRandom2015 kali ini gue nggak mau nulis panjang-panjang, cuman mau share cerita doang. Emang lagi nggak ada ide nulis yang cakep yaudah daripada nggak nulis. Oke, kayak judulnya diatas kali ini gue mau nulis tentang tebak-tebakan yang bikin gondok. Eit, yang gue maksud gondok disini bukan penyakit pembengkakan pada leher ya, tapi dalam artian yang berbeda. Suatu

Judul                     : Dear Mantan
Pengarang          : Rina Kartomisastro
Penerbit              : Senja
Tebal                     : 224 halaman
Cetakan               : Pertama, 2015
ISBN                      : 978-602-255-880-4

Jika kenangan seumpama benda, aku memilih membuang semuanya. Namun, jika ada satu yang harus disimpan, aku memilihmu, kamu adalah kenangan terindah sejauh apa yang kuingat.
Mungkin terdengan berlebihan. Tetapi, kenyataannya, perasaanku kepadamu selalu berlebih. Sekeras apa pun kumelupakan, sejauh apa pun ku berlari, kamu teteap menghantui.
Tetapi… aku bisa apa, jika kamu tak lebih dari mantan saja?

Di antara sekian banyak orang yang tidak menyadari bahwa mantan adalah bagian dari masa lalu, siapa sangka bila selebriti cantik papan atas seperti Alea Pita termasuk di dalamnya.
Mantan yang sudah lama menghilang, tiba-tiba saja muncul. Alea mulai mengabaikan karier dan orang-orang yang peduli padanya, hanya demi sang mantan. Duh!
Tetapi, apa jadinya, bila sang mantan membuat kehidupannya yang sempurna, sedikit demi sedikit mulai hancur berantakan?
***
Alea Pita, seorang selebriti yang sedang naik daun digembar-gemborkan sedang berpacaran dengan lawan mainnya, Arlan Peters. Semua fansnya dan fans dari Arlan pun mendukungnyaa. Mereka menyebutnya Arleans. Namun, hal itu ternyata hanyalah setting-an. Semua orang dikejutkan dengan rumor bahwa Alea sebenarnyaa masih belum bisa melupakan mantan kekasihnya.
Ya, Alea memang belum bisa melupakan bayang-bayang mantannya. Mantan yang sudah menemaninya selama beberapa tahun dan hilang begitu saja tanpa ada kabar yang jelas. Namun, sang mantan justru hadir ketika Alea dan Arlan sedang melakukan konferensi pers. Focus Alea pun terpecah. Ia akhirnya memutuskan untuk mengikuti bayangna WIsnu daripada menyelesaikan masalahnya sendiri.
Kehadiran Wisnu yang tidak diduganya justru membuat kariernya semakin berantakan. Semua kontak kerja mendadak dibatalkan secara sepihak. Alea merasa berada di titik terendah dalam kariernya. Namun, Alea justru melakukan tindakan lainnya. Ia memilih untuk pulang padahal ia tahu resikonya jika ia memilih pulang.
Dunia keartisan memang tidak semegah dan semenarik angan kita. Selalu saja ada konflik di setiap karya yang dihasilkan. Hal itu pulalah yang dialami oleh Alea. Namun, dia belajaar dan memilih untuk berubah.

@aninditaninda

Barongsai memang dikenal sebagai tarian dari negeri Tirai Bambu. Namun demikian, seiring dengan ekspansi perantauan masyarakat etnik Tionghoa ke berbagai belahan dunia, barongsai muncul di berbagai Pecinan dan telah menjadi budaya dunia. Di antara negara-negara yang memiliki kesenian barongsai, negara-negara di kawasan Asia Tenggara nampak lebih semarak. Hal ini sudah barang tentu berkaitan dengan kedekatan secara geografis dan sejarah negara-negara tersebut dengan China sebagai negeri asal-usul seni barongsai.

Perkembangan awal seni barongsai  tidak lepas dari unsur kepercayaan masyarakat China dan seni bela diri, baik taichi maupun shaolin. Barongsai merupakan perpaduan unsur kebudayaan dan olah raga. Dan kini barongsai secara resmi telah diakui sebagai salah satu cabang olah raga yang di Indonesia diwadahi dalam Federasi Olah Raga Barongsai Indonesia, disingkat FOBI.

Semenjak berdirinya, FOBI terus mensosialisasikan barongsai sebagai olah raga. Salah satu event yang sudah digelar secara rutin setiap tahunnya adalah Lion Dance Championship. Penulis sendiri sudah tiga tahun terakhir secara berturut-turut dapat turut menyaksikan perlombaan yang biasanya diadakan di mall Living World, Kawasan Alam Sutera Tangerang. Untuk tahun ini, Lion Dance Championship digelar di @mall Alam Sutera dari tanggal 5-7 Juni 2015.

Berbeda dengan penyelenggaraan Lion Dance Championship sebelumnya, tahun ini nampak lebih semarak dan ramai dengan kepesertaan yang lebih banyak. Di samping tentu saja Indonesia sebagai tuan rumah, turut berlomba tim barongsai dari Malaysia, Singapura, Philipina, China, Hongkong, Macao, dan China Taipei. Beberapa negara tersebut bahkan ada yang menyertakan lebih dari satu tim barongsai.

Lebih cermat mengamati seni tari barongsai, kita tentu saja diundang kagum dan terpana tatkala menyaksikan aksi dua pemain yang masing-masing bertindak sebagai kepala dan ekor barongsai. Bagaimana kekompakan, kelincahan, ketangkasan, kecermatan, koordinasi, kegesitan, dan sudah pasti keindahan tarian yang sungguh luar biasa. Terlebih semua hal tersebut dilakukan di atas tonggak-tonggak besi setinggi 1-2 meter dengan pijakan yang hanya selebar lingkaran piring makan.

Kemasan sebuah penampilan kelompok barongsai tentu saja tidak tercipta dalam satu  kejapan mata. Butuh proses dan waktu panjang dalam mempersiapkan sebuah penampilan. Sebagai gabungan antara seni dan olah raga, barongsai membutuhkan ketekunan latihan yang luar biasa. Ketangguhan dan kekuatan fisik para pemain barongsai menjadi sebuah persyaratan utama yang tidak bisa ditawar-tawar. Mereka digembleng secara fisik dengan latihan-latihan yang tidak ringan.


Filed under: Jagad Budaya Tagged: barongan, barongsai, festival barongsai
Beberapa waktu yang lalu, saya diundang sebagai pembicara di acara talkshow yang diselenggarakan oleh forum diskusi kampus di salah satu Universitas di Yogyakarta. Saya diminta untuk membawakan materi tentang sesuatu yang sebenarnya saya kurang menguasai.

Saya sih maklum, soalnya saya sadar, saya memang biasa diundang bukan karena faktor derajat keilmuan, melainkan karena saya dianggap lucu.

Ini wajar, karena dalam sebuah talkshow, selama pembicaranya lucu, audien biasanya akan tetap khusyuk mengikuti talkshow, seburuk apapun materi yang disampaikan.

Mungkin saya memang sudah dikenal sebagai pembicara yang goblok, tapi rodo lucu (yang di jaman sekarang semakin susah dicari, hehehe).

Padahal saya sendiri sih sebenarnya merasa ndak lucu-lucu amat (kalau elegan sih iya). Kalaupun di blog saya ini ndilalah banyak postingan lucu, itu sebenarnya yang lucu temen-temen dan keluarga saya (yang kisahnya saya tulis di blog).

Jadi aslinya, yang lucu itu bukan saya, tapi temen-temen dan keluarga saya.

Tapi tak apa lah, sudah kadung ini.

Maka, sebagai pembicara yang diharapkan "kelucuannya" (bukan keilmuannya), pas talkshow, saya pun berusaha membawakan materi dengan se-jenaka mungkin dan penuh semangat (terlebih setelah tahu ternyata audien-nya cantik-cantik). Saya bahkan sengaja banyak menggunakan bahasa jawa untuk menambah nuansa kejenakaan lokal. Harapannya satu, agar audien setidaknya bisa mudeng sedikit materi yang saya sampaikan, dan tetap terhibur dengan guyon yang saya bawakan.

Beberapa kali saya menyisipkan cerita tentang kawan-kawan saya yang masih ada memang saya anggap lucu.

Namun ternyata, krik-krik. Banyak audien yang terdiam, tak banyak yang tertawa.

Saja jadi salah tingkah dan penuh tanya. "Perasaan, saya sudah mencoba membawakan materi dengan sense of humor yang cukup berkelas, tapi kok sedikit ya yang tertawa?"

Batin saya mulai berkecamuk. Apakah saya salah dalam membawakan materi? atau memang humor yang saya bawakan materinya cukup jayus? Ah, perasaan ndak deh. Soalnya beberapa materi humor yang saya bawakan, pernah saya bawakan juga acara talkshow saya yang lain, dan hasilnya audien tertawa tergelak.

Apa yang salah ya? Saya kok merasa jadi garing begini.

Kondisi yang penuh kegaringan ini pun kemudian membuat tenggorokan saya kering. Dan saya pun meminta air pada panitia.

"Mbak, aku njaluk wedange yo, ngelak je, cangkemku garing iki!"

Si mbak Panitia pun hanya mengerutkan dahinya dengan wajah penuh tanya. Saya mencoba menebak, apa yang terjadi, dan sekelebat, saya baru menyadari, si mbak panitia ternyata ndak mudeng bahasa Jawa.

Bagai disambar geledek, saya kemudian tersadar pada sesuatu yang lain.

"Disini siapa yang bisa bahasa Jawa?" tanya saya pada audien.

Dan dari sekitar 50 audien, Tak sampai 10 orang yang mengangkat tangan.

Kini terjawab sudah pertanyaan saya. Pantes saja ndak ada yang tertawa dengan materi saya, lha jebul banyak yang ndak bisa bahasa jawa.

Cuuuk, Tiwas cangkemku ngasi mumpluk le ngomong je.

Trembelane


Agaknya Sun Tzu memang benar, bahwa senjata terbaik dalam sebuah perang adalah "pemahaman yang mendalam tentang musuh"
Taxi yang membawa kami akhirnya sampai di Stasiun kereta api Kiaracondong. Kami berempat pun keluar dari taxi dan melangkahkan kaki  kedalam kompleks stasiun. Meski sang surya masih telelap, namun suasana di stasiun sudah lumayan ramai. Jam menunjukkan pukul 05.10 WIB. Masih ada waktu 10 menit  sebelum keberangkatan. Waktu 10 menit itupun dimanfaatkan oleh kedua temen gue buat sholat subuh.

Ketika kamu meletakkan mimpi di ujung batas langit, kamu mempercayai bahwa mimpimu itu adalah sesuatu yang sulit diraih. Percayalah, mimpi hanya beberapa langkah didepanmu. Untuk mencapainya, kamu cukup menggerakkan kaki langkah demi langkah dan lakukan dengan benar.

Welcome Juni, enggak terasa Mei udah lewat begitu saja. Serasa waktu begitu cepet banget.  Enggak terasa gue udah sebulan sama Zenny. Bagi yang belum tau Zenny, silahkan baca ini dulu.

Karena Si Zenny ini terkenal karena tahan gores. Menurut iklan, si wajah si Zenny ini terbuat dari  Gorilla Glass yang terkenal akan tahan goresan benda tajam, tapi enggak tahan akan goresan rindu, eaa. So, sampe sekarang gue enggak ngasih si Zenny pelindung.


Tapi, kemarin gue shock berat banget. Bukan  karena melihat gebetan jalan sama pacarnya, tapi gara-gara gue melihat ada goresan pada tubuh Zenny.  Dalam hati cuman bisa nangis. Kenapa ada goresan sih? Katanya tahan gores, jangan-jangan si Zenny terluka karena tajamnya rindu. Ah masa bodohlah.  Setelah melihat ada luka pada Zenny, gue segera cepet-cepet cari pelindung buat Zenny. Kasian kalo bakalan ada luka lagi di tubuh cantik Zeny.

Malam hari, setelah makan malam, gue dianter anak kos pergi ke toko yang terletak di belakang kampus. Karena hari Minggu, banyak banget toko yang tutup. Daripada nunggu tubuh Zenny terluka lebih banyak lagi, ya udahlah beli di toko belakang kampus. Demi kenyamanan bersama, nama toko gue samarkan menjadi toko Pegasus (*Nama toko sebenarnya).

Sampe di Toko Pegasus, gue merasakan aura yang engak enak. Mbak-mbak petugas tokopun menyambut gue dengan muka cemberut dengan expresi “lelah”. Perasaan gue juga udah enggak enak, ah gue menciba berfikir positif aja.

“Mbak mau beli pelindung nich…”sapa gue kepada mbak-mbak yang ada di kasir.
“Buat siapa mas?”
“Buat si Zenny mbak.” Jawab gue dengan sante.
“…”

Voilla, ternyata barangnya tinggal satu doank. Guepun beli pelindung buat si Zenny.  Mbak-mbak yang lelah tadipun menawarkan kepada gue. Mau dipasang sekalian apa enggak. Karena gue sibuk, ya udah deh gue minta dipasangin sekalian. Mbak-mbak yang nawarin tadipun menyerahkan tugas pemasangan pelindung kepada orang lain. Anjrit…. Udah kaya bos aja nih orang.

Guepun menyerahkan si Zenny kepada  mbak-mbak yang ada di depan gue. Mula-mula si Mbak mulai melepas pakaian si Zenny. Dengan perlahan dan penuh kelembutan, mbak-mbak melepas baju Zenny. Setelah terlepas, mbak-mbak menaruh si Zenny di atas meja toko. Gue sempet was-was karena meja tempat menaruh Zeny sangat kecil. Maklum saja, karena meja yang dipake Zeeny adalah meja kasir.

Mbak-mbak yang melepas baju Zeeny tadi pergi ninggalin gue. Kayaknya dia lagi nyari sesuatu. Enggak lama kemudian dia balik dengan membawa lap dan semprotan. Yang jelas bukan Baygon maupun Wipol. Mbak-mbak bawa semprotan cleaner. Mbak-mbak tadi kembali ke depan meja tempat diletakannya si Zenny. Kemudian mbak-mbak ini sibuk mencari sesuatu. Entah apa yang sedang dicarinya. Tiba-tiba tangan Si Mabk menyetih Si Zenny dan…

“Gubrak…..”
*brug……*

Terdengar suara benda jatuh dua kali. Apa itu tadi? Tiba-tiba mbak-mbak pertama yang ada diseberang gue menunduk sambil mengambil sesuatu dari lantai. Perlahan-lahan mbak satu ini berdiri sambil membawa Zenny di tangannya. Anjrit…, si Zeny jatuh? Kampret padahal gue udah hati-hati malah orang lain yang bikin Zeeny Jatuh.  Tanpa mengatakan sepatah kata apapun mbak yang memungut Zennny memberikan Zenny ke mbak-mbak yang membuat Zenny Jatoh. Tanpa mengucapkan kata-kata, si mbak-mbak melanjutkan memasang pelindung buat Zenny.

Mau marah, udah terlanjur jatuh. Lagian kalo gue marah, bisa-bisa mbak-mbak malah sakit hati dan bisa-bisa si Zenny malah dibanting lagi. Kan malah berabe. Ya udahlah. Orang yang kuat itu bukan orang selalu menang kalo berkelahi. Orang yang kuat juga bukan orang yang tetep tegar meskipun dia melihat gebetannya jalan sama orang lain. Tapi, orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan amarah.


Si mbak-mbak melanjutkan pekerjaannya tanpa kata. Boro-boro minta maaf, eh malah diam aja. Sumpah maunya apa sih cewek satu ini. Apa sih susahnya minta maap, dasar enggak peka nih cewek satu ini. Kalo aja si mbak satu ini mirip Raisa, bakal gue cium deh, kamprett.

Enggak lama kemudian si Zenny udah selesai dipasangin pelindung. Guepun segera mengambil uang dan menyerahkan ke mbak-mbak kasir tanpa mengucapkan keta-kata. Kalo sampe terjadi apa-apa sama Zenny pasti gara-gara toko Pegasus.  Mbak-mbak yang tadi menjatuhkan si Zenny memberikan uang kembalian sambil berkata, “Mas…. Maaf buat tadi..”

Feed burner

Mobilitas manusia masa kini sudah sangat tinggi. Meskipun dunia telekomunikasi sudah memberikan alternatif solusi akibat kendala jarak dan waktu, namun tetap saja ada suatu kegiatan manusia yang tidak bisa atau belum bisa dilakukan secara jarak jauh. Sebagai contohnya adalah mobilitas masyarakat dari tempat tinggal menuju tempat kerja. Masyarakat sub-urban dari pinggiran ibukota Jakarta, tentu saja banyak yang memerlukan menuju tempat kerja di kawasan pusat ibukota. Hal ini menjadikan perlunya ketersediaan sarana transportasi yang handal.

Bagi masyarakat kalangan menengah ke atas, untuk menuju tempat aktivitas sehari-hari tentu saja telah banyak yang memiliki sarana kendaraan pribadi, apakah roda dua maupun roda empat. Adapun bagi masyarakat kalangan bawah, sarana transportasi massa seperti bus antar kota, bus kota, angkot dan kereta api sudah menjadi santapan sehari-hari.

Persoalan nyata yang kini terjadi di ibukota adalah terus meningkatnya jumlah kendaraan pribadi, sementara pertumbuhan sarana transportasi massa berjalan begitu lambat. Kereta api lokal atau yang lebih dikenal sebagai commuter line sebagai alternatif sarana transportasi massa memang menjadi pilihan termurah. Akan tetapi peningkatan minat pengguna belum diimbangi dengan bertambahnya jumlah rangkaian kereta. Hal ini mengakibatkan, pada jam-jam sibuk kereta api senantiasa dijejali dengan penumpang yang membludak. Permasalahan antrian penumpang saat keluar dari stasiun juga menyisakan masalah yang kian mendesak. Bisa dikatakan layanan kereta api lokal saat ini belum memenuhi harapan banyak penggunanya, bahkan belum bisa dikatakan memanusiakan manusia.

Bagaimana dengan layanan bus kota. Nah ini dia, saya ingin sedikit berkisah mengenai salah satu armada bus yang melayani sisi barat ibukota menuju pusat kota Jakarta. Perkembangan jumlah kendaraan pribadi, khususnya roda empat, telah semakin memperparah kemacetan di jalan tol ruas Tangerang – Tomang. Jarak tempuh yang tidak lebih dari 20 km, di saat jam macet harus ditempuh selama 2-3 jam. Tentu saja hal ini sudah sangat tidak sehat bagi konsep suatu jalan tol. Maka tidak mengherankan jika ada anekdot jalan TOL dipanjangkan menjadi “tetep ora lancar“.

Di tengah kondisi kemacetan yang semakin parah, justru komitmen layanan dari armada bus yang saya kisahkan ini semakin rendah. Sering armada berulah dengan mogok massal, berkaitan dengan protes terhadap pihak manajemen. Namun dalam aksi mogok tersebut seringkali tidak diumumkan kepada penumpang sebagai pelanggan setia. Seringkali penumpang yang akan berangkat kerja tiba-tiba “kecele” di pangkalan bus karena ketiadaan bus. Beberapa kali aksi pemogokan juga dilakukan berkaitan dengan kenaikan tarif jalan tol. Di setiap ujung aksi mogok, yang sering terjadi sebagai efeknya adalah kenaikan tarif secara sepihak tanpa instruksi ataupun keputusan organda, dinas perhubungan, dll. Akibatnya, para pelanggan semakin kecewa dengan layanan bus yang satu ini.

Kekecewaan penumpang setia dengan armada bus diperparah dengan keadaan jalan tol yang kian padat dan macet. Akhirnya banyak diantara penumpang setia yang beralih ke alternatif sarana transportasi yang lainnya. Yang memiliki kendaraan pribadi, mungkin terpaksa pulang-pergi ke tempat aktivitas dengan kendaraannya. Adapun yang tidak memiliki kendaraan pribadi, banyak diantaranya yang beralih dengan kereta commuter line. Ongkos transportasi tentu saja menjadi berlipat dengan kondisi seperti di atas.

Kedua keadaan yang tidak kondusif telah benar-benar menjadikan bus kota yang saya maksudkan ini mengalami kemunduran yang sangat berarti. Jika dulunya dengan masih banyaknya jumlah penumpang, mereka bisa memberangkatkan bus setiap 10-15 menit. Kini di jalam berangkat kerjapun belum tentu bus bisa penuh dalam waktu satu jam. Jika di jam pagi dulu bus terakhir sudah berangkat jam 06.45-07.00, kini hingga jam segitu masih banyak bus yang antri diparkir rapi. Terlebih di luar jam pergi-pulang kantor, bus semakin tidak jelas. Bisa dikatakan armada untuk trayek yang satu ini sudah benar-benar mati suri dan tinggal menunggu saat kepunahannya.

Namun yang menurut saya anehnya, perkembangan keadaan yang semakin tidak kondusif yang cenderung akan semakin merugikan banyak pihak, seperti penumpang, perusahaan bus, ataupun kru bus ini seolah tidak mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait. Tidak ada tanda-tanda tindakan dari dinas perhubungan setempat untuk mempertahankan atau justru mengganti layanan bus “bermasalah” ini dengan armada yang lain. Hal ini penting mengingat bahwa ratusan penumpang setia  menjadi telantar dan tidak mendapatkan pelayanan yang layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Lor Kedhaton, 8 Juni 2015


Filed under: Jagad Bubrah Tagged: commuter line, transportasi darat, transportasi masal
Jamu... Jamu... Siapa yang suka minum jamu? Mungkin bagi sebagian orang sudah jarang meminum jamu (termasuk saya sendiri. Hehe). Padahal  jamu mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan badan, tentunya jamu yang terbuat dari bahan-bahan alami tanpa mengandung bahan kimia ya. Ngomong-ngomong soal jamu, siang tadi saya menyambangi alun-alun Kota Magelang demi menyaksikan Festival Jamu dan Kuliner

Ini lumayan telat untuk membahas batu akik, booming batu akik sudah mulai sejak beberapa bulan yang lalu dan sekarang baru mau bahas? Helloooo….

Batuan
Batuan

Yes, tulisan ini sudah masuk draft sekitar beberapa bulan yang lalu, yaitu ketika ada berita tentang batu akik di tongkat komando-nya seorang perwira polisi di Daerah Istimewa Aceh sana yang katanya dihargai 3M. Saya menjadi tergelitik sebagai orang yang agak lebih fokus pekerjaannya dengan bebatuan. Ketika banyak heboh tentang batu akik yang harganya sampai eM-eM-an saya ya cuma manggut-manggut tapi ya gumun dengan nilai rupiahnya. Ah, coba dulu pas praktikum saya nggondol itu batu-batu. Dipoles dikit, dibumboni dengan cerita-cerita kan bisa jadi mahal.

Saya perna menulis (yang entah ilang di mana) bahwa “setiap batu punya cerita”. Ya, bagi geologist tentu setiap batuan punya cerita. Entah itu pembentukannya, proses yang dialaminya, pindah dari mana ke aman, sampai ditemukan saat ini nyembul konangan di permukaan (istilahnya singkapan).

Setiap batu menyimpan berbagai informasi, ini batu apa, terbentuknya kapan, terbentuknya di mana, bagaimana prosesnya, siapa yang terlibat, dan sebagainya. Ibarat kata, seorang geologist itu harus terbiasa “mewawancarai” batuan.

Jadi ketika penggemar batu akik fokus pada keindahan dan nilai-nilai rupiah fantastis-nya, bagi geologist fokusnya justru informasi yang dibawanya. Ibarat flashdisk, penggemar batu akik itu menyukai bentuk fisik-nya, geologist menyukai isi folder-folder di dalamnya. Eh siapa tahu nemu filem bagus kan. *ups

Untuk apa informasinya? Ya tergantung si geologist itu sendiri mau lihat apanya. Bisa untuk informasi mitigasi bencana, pemetaan geospasial, geoteknik untuk konstruksi, mencari emas semacam di Papua Barat, mencari mineral-mineral tambang semacam di Kalimantan, mencari munyak bumi atau gas bumi semacam di lepas pantai Natuna, atau mencari geotermal semacam yang di Kamojang.

Seorang geologist ketika menemukan singkapan di permukaan, biasanya bisa sedikit cerita ini batuan bisa disini kenapa, kok ada garis-garis miring, kok sebelah sini ada yang kepotong patah, kok sebelah sana melengkung, sampai bisa cerita bagaimana ada tulang ikan nempel di batuan dan kesasar di puncak gunung.

Yang paling populer saat ini, geologist rela nguplek-uplek batuan itu untuk cari energi, cari mineral tambang, atau mitigasi bencana.

Ada yang sudah dapat buku Silabus Menulis Fiksi dan Nonfiksi? Buku  tutorial menulis, Silabus Menulis Fiksi dan Nonfiksi ini disusun oleh Edi Akhiles, CEO Diva Press Group, berdasarkan pengalaman beliau menulis sejak tahun 1995-sekarang dan mengikuti berbagai pelatihan menulis hingga acara temu penulis berskala dan nasional. Buku tutorial menulis yang praktis ini dibagikan secara gratis kepada

Blitar atau Surabaya?

-

Agus Mulyadi Blog

on 2015-6-05 8:30am GMT
"Setiap kali saya berada di Blitar, kota kelahiran proklamator kita, bapak bangsa kita, penggali Pancasila, Bung Karno, hati saya selalu bergetar..."

Begitulah potongan pidato presiden Jokowi pada peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2015 di Blitar, Jawa Timur. Pidato tersebut sontak membuat polemik yang menghebohkan, karena Jokowi menyebut kota kelahiran Bung Karno adalah Blitar. Padahal yang benar adalah Surabaya

Sang Putra Fajar sejatinya memang lahir di Gang Pandean IV Nomor 40, Peneleh, Surabaya. Kalau ada yg salah mengira bahwa Beliau lahir di Blitar, ya maklum saja, soalnya banyak buku pelajaran yang menulis begitu.

Tapi walau demikian, Saya tak ingin menyalahkan dan ikut-ikutan menghujat kesalahan Jokowi yang kesleo lidah dan kesleo pikir karena menyebut Blitar sebagai tempat kelahiran Bung Karno. Bukan, bukan karena saya mendukung Jokowi, tapi karena saya sadar, saya sendiri dulu pun begitu, mengira bahwa Blitar adalah kota kelahiran Bung Karno. Saya tahu kalau Bung Karno itu lahir di Surabaya juga baru beberapa tahun yang lalu, itupun setelah membaca blog-nya pak Roso Daras.

Nah, karena saya merasa punya salah paham yang sama, saya jadi ndak enak untuk ikut-ikutan menghujat pak Jokowi. Lagipula, Saya juga tak ingin menganggu persiapan hajatan nikahan anaknya.

Nah, sebagai rakyat biasa yang manutan, yang bisa kita lakukan hanyalah berbaik sangka, Mungkin saja Pak Jokowi sengaja salah menyebut Blitar sebagai tempat kelahiran Bung Karno, semata agar rakyat mampu bersikap kritis dan empiris. Mungkin saja lho ya, mungkin saja. Hehehe

Lagian jujur deh, sebenarnya selain Jokowi, banyak juga tho dari kalian yang taunya kalau Bung Karno itu lahir di Blitar? Bukan di Surabaya.

Alah, ngaku sajalah... jangan mendadak jadi sok historik dan sok "Jas Merah" gitu, ndak baik buat kesehatan.


Kata orang malam jum'at kliwon itu identik sama hal-hal gaib dan selalu dikait-kaitkan sama hal mistis. Tetapi bagi saya sendiri semua itu hanyalah mitos. Malahan jum'at kliwon itu merupakan hari yang baik bagi saya. Jum'at kliwon sendiri sebenarnya mempunyai arti yang baik lho. Kliwon adalah nama hari pasaran dalam penanggalan  Jawa yang berarti kasih. Jadi jum'at kliwon itu adalah hari yang
Banyak cara untuk menjadi berani di dunia ini. Terkadang keberanian menuntutmu mengorbankan diri untuk sesuatu yang lebih besar dari dirimu sendiri atau demi orang lain. Terkadang, keberanian mencakup menyerahkan semua yang kau pernah ketahui, semua orang yang pernah kau cintai, untuk sesuatu yang jauh lebih berarti. Namun terkadang tidak demikian. Kadang-kadang, keberanian tak lebih menggertakkan gigimu melawan rasa sakit, menyelesaikan pekerjaanmu, serta menjalani hidup hari demi hari menuju kehidupan yang lebih baik. Itulah keberanian yang harus kumiliki sekarang. (Tobias)



Penasaran dengan kelanjutan dari Insurgent, akhirnya saya membeli Allegiant. Suatu hal yang kurang menarik apabila sudah menonton film nya kemudian membaca novelnya. Imajinasi kita terbawa oleh pemeran dan setting yang telah dilihat. 

Novel ini menyajikan dengan dua sudut pandang yaitu Tris dan Tobias. Bahasa yang sederhana mudah dipahami dan hanya menghabiskan waktu 12-14 jam untuk menyelesaikan buku tersebut. 

Orang yang selalu berharap akhir cerita akan Happy Ending, akan kecewa setelah membaca novelnya. Karena Veronica Roth, membuat sang hero nya berakhir dipenghujung perjuangannya. 


review lainnya : http://www.goodreads.com/book/show/18710190-allegiant


Perhatian! Postingan ini adalah lanjutan dari postingan saya sebelumnya. Biar nggak bingung ada baiknya baca postingan saya sebelumnya ini dan ini. Peace.^^ Hari ketiga dan terakhir di Bandung... Acaranya masih sama seperti hari sebelumnya, bangun pagi -> mandi -> ganti baju -> sholat subuh -> sarapan, dan siap-siap ke Sabuga lagi naik bis sekolah. Sampai di Sabuga masih seperti hari sebelumnya
 Hari kedua di Bandung... Sampai dimana kemarin? Oh iya, malam itu kami menginap di Wisma Graha Yudha Ksatria. Acara Festival TIK baru berlangsung keesokan harinya. Kami pun hanya bisa duduk-duduk di kamar sambil berbincang-bincang dengan beberapa penghuni kamar lainnya. Kami berkenalan satu sama lain. Banyak banget yang datang dari luar Pulau Jawa, ada yang dari Sumatera, Kalimantan dan Sulawes
Pacar sewaan
ilustrasi Pacar sewaan, gambar asli dari Merdeka.com


Membaca berita tentang fenomena pacar sewaan yang sedang hangat di media akhir-akhir ini sedikit banyak membuat saya mengelus dada. Prihatin.

Dulu saya meyakini, urusan pacar adalah perkara yang punya level tersendiri. Tak bisa dibaurkan dengan aneka rupa perkara lain yang sifatnya materil. Namun nyatanya, keyakinan saya ini pun akhirnya tumbang di tangan para pebisnis jasa pacar sewaan.

Bedebah!!!

Bisnis sewa pacar ini membuat nilai seorang pacar turun drastis ke level yang jauh lebih rendah. Dari “Pendamping hati” menjadi sebuah “komoditi”. Dan yang pasti, bisnis ini membuat pacar tak lagi sakral.

Pacar tak ubahnya seperti PS 2, yang bisa disewa kapan pun setiap jam-nya (Bedanya, sampeyan tak boleh mencolokkan stik dengan sembarangan).

Tapi, Fenomena ini kiranya memang sudah diramalkan. Semakin pesatnya perkembangan dunia start-up membuat segala sesuatu sangat mungkin untuk dibisniskan. Tak terkecuali pacar. Wajar toh, Lha wong kita ini hidup di zaman dimana sebutir beras pun sudah bisa dipalsukan, maka jangan heran jika pacar pun sekarang bisa disewakan. Tentu ini tak terlepas dari teori ekonomi Supply and demand, dimana ada permintaan, disitu ada semut, eh, penawaran.

Tentu kita mahfum, karena jaman sekarang, pacar semakin susah didapatkan. Maka tak aneh jika kemudian pacar menjadi barang sewa yang bisa dikomersilkan.

Bisnis pacar sewaan ini jelas bisa berjalan dengan baik, karena para pelaku bisnis ini sadar betul, bahwa mereka menjalankan bisnis ini di atas prinsip perniagaan yang tepat. Mereka menyadari benar bahwa segala sesuatu yang terlalu mahal untuk bisa dibeli, biasanya selalu menyisakan celah untuk bisa disewa. Uang memang tak bisa membeli kebahagiaan, tapi kalau menyewa, kelihatannya sih bisa.

Mereka juga paham benar, bahwa para pria dan wanita jomblo yang sudah muak dengan ejekan kawan-kawannya akan selalu berusaha mencari jalan pintas yang longgar. Rasa malu dan jengkel membuat mereka royal dan rela merogoh kocek cukup dalam hanya untuk membuktikan bahwa mereka bisa dan mampu untuk mendapatkan seorang pacar, yah, walau statusnya hanya nyewa.

Faktor-faktor itulah yang kemudian membuat bisnis pacar sewaan ini tumbuh dengan sebegitu suburnya.

Menurut salah satu pengusaha pacar sewaan, omset bisnis ini sangat-sangat menggiurkan. Lha betapa tidak, dalam satu hari, mereka bisa mendapatkan penghasilan kotor hingga dua juta rupiah, dimana nilai profit sharing-nya bisa mencapai 40-50 persen. Siapa yang tergoda dengan jumlah sebesar itu?

Dengan omset segitu besar, tentu banyak orang yang tertarik untuk menggeluti bisnis pacar sewaan ini, tak terkecuali saya. Jujur, Saya sendiri pun sebenarnya pernah punya niatan untuk membuka bisnis jasa pacar sewaan ini, dimana nanti sebagai inventaris awalnya, saya sendiri lah yang bakal turun tangan dengan menjadi pacar sewaan tersebut. Tapi kelihatannya itu bakal sulit. Lha wong mencari cewek yang mau jadi pacar saya secara gratis saja susahnya minta ampun, apalagi sewa.

Untunglah, saya masih cukup sadar dan tahu diri, sehingga niatan saya untuk membuka bisnis pacar sewaan hanya sekadar bayangan saja.

Karena bagaimanapun, Bisnis ini jelas merusak semangat militan para Jomblo dalam perburuan mencari seorang pacar. Semangat membara seorang jomblo yang senantiasa berusaha keras mempraktekan alur metodis sebuah perburuan yang diawali dengan nyepik dan diakhiri dengan penembakan.

Tentu kita harus sadar, bahwa yang istimewa dari seorang pacar bukanlah kecantikan, kebaikan, atau perhatiannya. Lebih dari itu, yang paling istimewa dari seorang pacar sejatinya adalah sensasi saat berusaha untuk mendapatkannya. It’s all about the process, not the result.

Dan bisnis sewa pacar ini telah merusak kerangka proses ini.

Saya berharap, agar para jomblo yang membaca tulisan ini sadar, dan tak terpengaruh dengan promosi massif bisnis sewa pacar yang ramai beredar di sosmed. Percayalah, lebih baik menyendiri dalam kejujuran daripada punya pacar tapi dalam kepalsuan.

Sudah Jomblo, pendusta pula, apa yang bisa sampeyan harapkan?

Untuk para pebisnis pacar sewaan, ayolah, tak bisakah kalian mencari bisnis lain yang lebih menghormati kesakralan sebuah hubungan. Yakinlah, masih banyak kok ceruk usaha lain yang omsetnya tak kalah mengiurkan dari bisnis sewa pacar, misalnya membuka bisnis penerbitan buku indie seperti yang dilakukan Irwan Bajang, atau membuka usaha angkringan Modern seperti yang dilakukan oleh Puthut EA dan Anang Batas.

Dan untuk para pria atau wanita yang mau-maunya dijadikan sebagai obyek pacar sewaan. Segera sadarlah, kalian itu bukan Komik Silat koo Ping Ho, yang bisa dengan begitu mudahnya disewakan di taman-taman bacaan partikelir. Kalian itu terhormat, maka bersikaplah layaknya seperti insan yang terhormat.

Daripada jadi pacar sewaan, hambok mending jadi pacar saya saja. Insha Alloh terpenuhi nafkah lahir batin. Tapi yo itu, isi di luar tanggung jawab percetakan.

*Terbit pertama kali di Mojok.co
Homestay murah dan asri di Magelang menjadi pilihan favorit bagi wisatawan maupun keluarga yang hendak berlibur di Magelang. Keleluasan dan kenyamanan dalam satu rumah membuat Homestay lebih diminati...

Like us on https://www.facebook.com/MagelangOnline
Tanggal 27 Mei kemarin saya beserta beberapa teman dari Magelang berangkat ke Bandung demi menghadiri Festival TIK 2015 yang berlangsung tanggal 28-29 Mei lalu, acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Relawan TIK Indonesia. Acara yang berlangsung di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Bandung memang sungguh luar biasa. Ini adalah pengalaman

Nifsu SyabanSenja itu petang segera menjelang. Ketika saja tiba di Ndalem Ngisor Blimbing, rupa-rupa dua bedhes sudah riuh dengan isu nipsu sya’ban. Entah mendengar wejangan dari siapan, entah menerima pengajian dari ustadz mana, lha ini kok tiba-tiba saja anak-anak seumuran satu dan tujuh tahun pada merengek-rengek nipsu sya’banan. Mereka  meminta kami sekeluarga bergegas untuk turut berkumpul di mushola. Selepas magrhib hingga Isya akan digelar peringatan nifsu sya’ban. Saya sedikit heran dengan “keanehan” anak-anak ini.

Tapi kalau menurut diagnosis awal, saya kira kampung dimana kami tinggal memang memiliki tradisi unik setiap kedatangan pertengahan bulan Sya’ban. Seluruh warga kampung turut berperan mengikuti acara nifsu sya’an. Jadilah tidak mengherankan, bahkan di mata anak-anak kecilpun sudah demam nifsu sya’ban sejak pagi hari.

Akhirnya, selaku orang tua yang melihat antusiasme anak-anak dengan niat kebaikan, maka sayapun tidak bisa tidak ya harus menuruti keinginan duo bedhes kami. Bahkan tanpa sempat mandi dan sekedar berganti baju, saya hanya punya sedikit waktu untuk berwudlu. Maklum petang itu kepulangan saya ke rumah memang sudah sangat mepet dengan waktu Maghrib. Dengan menggendong si Noni, kamipun bergegas menuju mushola dekat tempat tinggal kami.

Rupanya petang itu memang petang istimewa. Gang-gang dan jalan-jalan kampung menuju mushola nampak penuh dengan jamaah yang ingin jamaah Maghrib. Hal ini memang sedikit berbeda dengan hari-hari biasa dimana jamaah mushola hanya terbatas yang itu-itu saja. Petang itu kampung kami seolah menjelma menjadi kota santri. Sungguh suasa yang penuh dengan kekhitmatan dan kesyahduan.

Tatkala memasuki mushola, tak salah lagi, ruang utama dan ruang tambahan untuk jamaah putri telah penuh sesak dengan jamaah. Bapak-bapak, kakek-kakek, anak-anak dan para bocah, juga ibu-ibu sudah gemrengeng bagaikan suara ratusan lebah yang tengah mengerumi sarang madunya. Semuanya nampak sumringah menyambut nifsu sya’ban. Hal ini juga ditandai dengan bawaan air putih, baik dalam kemasan botol, galon, hingga ceret dan panci yang segera memenuhi sudut mushola.

Selepas sholat Maghrib berjamaah ditunaikan, mulailah proses nifsu sya’ban dimulai. Rangkaian acara diawali dengan ceramah dari Pak Uztadz mengenai seluk-beluk nifsu sya’ban. Nifsu sya’ban bukan suatu ibadah wajib. Tidak ada tuntunan untuk menunaikan sholat tertentu. Acara ini hanyalah sebuah tradisi di dalam menyambut akan datangnya bulan suci Ramadhan.

Selepas ceramah, acara inti nifsu sa’ban diisi dengan pembacaan Surat Yaasin sebanyak tiga kali. Di masing-masing sela bacaan Yaasin, dipanjatkanlah doa nifsu sya’ban yang dipandu oleh Pak Ustadz. Arahan bagi kami waktu itu agar berdoa meminta tiga hal, masing-masing adalah kekuatan iman islam, kesehatan jiwa dan raga, serta kelimpahan dan keberkahan rejeki.

Selepas doa terakhir dipanjatkan, ndilalahlah seketika terlihat kilatan cahaya. Pada awalnya saya mengira ada seseorang yang memotret kami dengan pancaran sinar blitz-nya. Namun seketika juga pecah petir menggelegar yang diiringi dengan guyuran air hujan yang teramat deras. Tanpa menunggu komando, para jamaah yang sebelumnya telah mempersiapkan air putih segera mengambil air putih masing-masing. Mereka masih sangat meyakini bahawasanya air putih yang telah diolah dengan pancaran gelombang ayat suci dan doa dapat membawa keberkahan, bahkan dapat menyembuhkan penyakit dan memperlancar rejeki. Tentu saja atas izin dan perkenan Allah SWT.

Rangkaian peringatn nifsu sya’banpun berakhir dan ditutup dengan sholat Isya berjamaah. Hanya itu acaranya? Ya, memang hanya itu!

Beberapa tahun silam, selain menyiapkan air putih untuk didoakan, warga kampung juga membawa ketupat dan sayur lodeh yang khusus dipersiapkan untuk acara nifsu sya’ban. Saya tidak tahu persis makna dibalik simbolisasi ketupat dan sayur lodeh, tetapi satu sama lain diantara warga saling membagi-bagikan kedua jenis makanan tersebut. Di sana ada semangat kebersamaan yang terbangun. Di sana ada nilai saling berbagi asih. Di sana satu sama lain saling memberikan perhatian kepada para tetangga. Di sana terjalin ukhuwah dan silaturahim yang semakin erat.

Saya tidak tahu persis kenapa nifsu sya’ban beberapa tahun terakhir sudah tidak lagi diwarnai dengan ketupat dan sayur lodeh. Namun bagaimanapun, sebagai sebuah tradisi kebaikan kita tentu sepakat untuk melestarikannya.

Ngisor Blimbing, 2 Juni 2015


Filed under: Jagad Budaya Tagged: adat dan tradisi, Kampung Kosong, nifsu sya'ban

By: Sahrudin – @SahrudinSaja MAGELANG (Municipality) is only a relatively small city. With a population of less than 130,000 distributed over a land area of just 18.12 square kilometers, making […]
Usaha Laundry kiloan sekarang menjadi salah satu primadona bisnis rumahan. Pangsa pasar yang tak pernah habis dan pola hidup yang serba cepat membuat bisnis ini masih dapat terus berkembang. Tapi...

Like us on https://www.facebook.com/MagelangOnline

Microsoft baru saja mengirimkan notifikasi kepada pengguna Windows 7, Windows 8, dan Windows 8.1 mengenai tawaran free upgrade ke Windows 10. Notifikasi ini membuktikan bahwa tak lama lagi Windows 10 akan dirilis untuk commercial release kepada pengguna.

Tunggu, sebelum menentukan untuk automatic update, pastikan terlebih dahulu kompatibilitas hardware yang anda miliki.

Meski gue suka nulis, namun gue juga terkadang sering menemui kesulitan dalam menulis. Dan banyak banget alasan mengapa gue jarang menulis di blog. Maklum selain penulis newbie, gue emang kadang sering males buat nulis.  So, mulai hari ini, senin 1 Juni 2015 hingga akhir bulan nanti gue bakal mencoba buat nulis di blog kesayangan gue ini setiap hari. Selama Sebulan penuh. Semoga gue bisa! Dan gue