Padepokan Pendekar Tidar

Jubah Pangeran Diponegoro adalah satu dari sekian koleksi di museum Bakorwil II Magelang yang cukup menarik perhatian. Jubah kebesaran itu tak hanya mewakili kekhasan busana sang pangeran, namun juga menjadi saksi sejarah perang Jawa hingga penangkapan Diponegoro. SEBUAH jubah berwarna kecoklatan nampak mencolok di balik gantungan almari ruangan bernama “Kamar Pengabadian Diponegoro”. Jubah yang menurut […]
Muntilan, sebuah kota kecil di selatan Magelang ini ternyata menyimpan beribu sejarah. Tidak hanya peninggalan di jaman Hindu dan Budha saja, akan tetapi juga peninggalan dari masyarakat Tionghoa dan masa kolonial. Kawasan Pecinan yang menjadi pemukiman Tionghoa menjadi nadi perekonomian dan perdagangan yang teramat penting. Sedangkan Kelenteng Hok An Kiong menjadi pusat budaya dan tempat […]
Mengenal Ko Kwat Ie, Sang Raja Cerutu (bagian pertama) Meskipun pertumbuhan industri di Magelang tidak sepesat industri di kota-kota besar lainnya, namun jejak sejarah menyatakan, pada masa Kolonialisme Belanda, Magelang mempunyai industri yang tidak kalah penting, yaitu Pabrik Cerutu Ko Kwat Ie, yang sangat besar dimasanya.   Bersama rombongan DJELADJAH SEDJARAH SANG RADJA TJEROETOE, dari […]

Magelang dari jaman ke jaman sudah tuoerkenal bin kondang kaloka dengan kesejukannya. Pertemuan angin gunung dari empat penjuru lima mata angin meliputi Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh yang dipadu dengan angin lembah Tidar inilah yang membawa hadirnya potongan surga di pusarnya Tanah Jawa. Tidak mengheran jika Rafles taupun Gubernur Jenderal penerusnya menjuluki Magelang sebagai Tuin di Java, Tamannya Tanah Jawa.

Di samping hawa udara yang sejuk sepanjang hari, panorama dan bentang alam datarang tinggi yang diapit Kali Progo di sisi barat dan Kali Elo di sebelah timur semakin menambah eksotika Magelang tercinta. Maka kondisi laksana surga ini membuat pemerintah Kolonial Belanda menjadikan Magelang sebagai pusat beberapa aktivitas vital, mulai dari pusat pemukiman, pendidikan, ekonomi, dan sarana penunjang kesehatan.

Hal-hal tersebut di atas masih tersisa bahkan terus lestari hingga masa kini. Lihat saja pengembangan Magelang sebagai pusat militer umpanya. Keberadaan tangsi-tangsi militer eks Belanda yang masih tetap difungsikan. Ada kompleks Rindam, Secaba, Kodim, bahkan Akademi Militer tepat di bawah Gunung Tidar. Ada pula kompleks rumah sakit tentara yang kini juga diperuntukkan untuk perawatan masyarakat umum.

Berkaitan dengan Magelang dan RST, hawa Magelang yang tenang dan sejuk menjadi pilihan tempat perawatan berbagai orang yang sedang sakit.   Bahkan seiring dengan redanya revolusi fisik Perang Kemerdekaan, Panglima Besar Sudirman yang menderita penyakit komplikasi paru-paru kemudian dirawat di salah satu rumah sakit yang ada di Magelang. Harapannya tentu saja, dengan ketenangan sekitar, dengan kesejukan hawa udara, dan juga dengan indahnya pemandangan sepanjang mata memadang, si sakit dapat menjalani perawatan dan peristirahatan dengan sebaik-baiknya, sehingga kesembuhan bisa segera terwujud.

Kita semua tahu fakta sejarah betapa gigih dan amanahnya Pak Dirman dalam memimpin perang gerilya melawan pasukan Belanda yang ingin berkuasa kembali di tanah air. Tak segan-segan, bahkan dalam kondisi sakit berat beliau sampai kemana-mana ditandu dengan kursi kayu yang dipikul oleh beberapa prajurit anak buahnya. Sungguh ia adalah sosok pahlawan yang sangat luar biasa jasa perjuangannya dalam penegakan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Takdir memang telah mencatatkan sejarah nyatanya. Dikarenakan komplikasi penyakit yang sudah sangat parah, Jenderal Sudirman tak mampu lagi bertahan. Beliau akhirnya mangkat meninggalkan alam fana dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta.

Meskipun dimakamkan di Yogyakarta, guratan sejarah yang menjadi saksi abadi perjalanan akhir jenderal pertama di republik ini tidak bisa dilepaskan dari Magelang. Alasan inilah yang menjadi latar belakang keberadaan Museum Sudirman di Magelang.

Meseum Sudirman menempati sebuah rumah tua berarsitektur Belanda di Jalan Ade Irma Suryani, tepatnya di samping Taman Badaan, Magelang Utara. Meskipun terkadang museum tidak terbuka sepanjang hari dan nampak sepi, akan tetapi di dalam museum tersimpan beberapa koleksi barang-barang pribadi maupun kelengkapan dinas kemiliteran Jenderal Sudirman. Nampak di dinding ruang utama tampak papan berbingkai kaca yang memahatkan tulisan mengenai silsilah keluarga besar sang jenderal.

Di ruang sisi kiri, tertata dengan anggun seperangkat meja kursi yang dulunya biasa dipergunakan untuk menjamu tamu maupun untuk duduk santai berkumpul dengan kerabat-keluarga. Di ruang yang lain, dipajang pula kursi tandu yang dulu dipergunakan untuk menggotong Jenderal Sudirman pada saat memimpin perang gerilya di tengah hutan dan kampung-kampung terpencil. Meskipun tidak sebegitu luas dan lengkap koleksinya, kehadiran Museum Sudirman tetap menjadi aset sejarah yang sangat penting dalam rangka memberikan pembelajaran semangat nasionalisme dan patriotisme kepada generasi muda yang akan menghadapi tantangan jaman yang semakin tidak ringan.

Ngisor Blimbing, 24 Februari 2015


Filed under: Jagad Magelangan Tagged: Jenderal Sudirman, magelang, museum, Museum Sudirman

[no title]

-

abuzhahira

on 2015-2-24 10:53pm GMT

Terimakasih .. Alhamdulillah #SelamatPagi – at Atria Hotel & Conference

View on Path


Dua minggu kedepan, tepatnya tanggal 7 Maret 2015, mungkin akan menjadi salah satu titik balik dalam hidup saya. Di hari tersebut, saya akan menjadi speaker dalam sebuah forum yang sangat istimewa, namanya Community & Society Summit 2015. Saya sebut istimewa karena selain event ini adalah salah satu event gathering komunitas terbesar di jogja, event ini juga akan menjadi ajang pertemuan antara saya, dengan musuh bebuyutan saya: Christian Sugiono.

Community & Society Summit 2015

Ini bukan soal eksistensi, ini soal pertarungan pribadi. Dulu kami sama-sama berjuang untuk mendapatkan hati Titi Kamal, namun apa daya, manuver Cristian benar-benar tak terduga. Padahal kalau soal tampang, kita berdua jelas tak jauh beda. Pada akhirnya, Saya kalah, dan telak. Christian akhirnya bisa menikahi Titi Kamal, sedangkan saya kini masih saja sendiri.

Oh ya, lupakan tentang persaingan yang tak sehat antara saya dan Tian. Akan jauh lebih baik kalau saya menjelaskan tentang event Community & Society Summit 2015 ini.

Jadi begini, Community & Society Summit 2015 (CSSummit 2015) adalah event gathering bagi komunitas dan pelaku dunia online yang dihelat oleh Ngonoo Media (atau yang lebih terkenal dengan situsnya ngonoo.com).

Event ini bertujuan untuk menjembatani dan memfasilitasi networking para pelaku dunia online, penggiat media sosial, dan komunitas online di Yogyakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya. Karena selama ini, belum ada wadah yang dinilai cukup memadahi untuk mempertemukan para pelaku dunia online dan penggiat media sosial yang justru lebih sering aktif di dunia maya.

CSSummit ini diharapkan akan menjadi ajang untuk berkomunikasi langsung, bertatap muka, bertemu, dan berkumpul untuk mengenal dekat sesama para pelaku dunia online dan penggiat media sosial, sehingga para peserta diharapkan bisa bertukar Ide untuk saling berkumpul, bertemu, berkalaborasi, bertukarpikiran, berbagi ide, dan bekerjasama antar para pelaku dunia online dan penggiat media sosial untuk membentuk simbiosis mutualisme.

CSSummit 2015 rencananya akan dijadikan acara annual Ngonoo Media. Untuk tahun pertama, event ini akan diselenggarakan pada tanggal 7 Maret 2015 di Grand Ballroom Eastparc Hotel Yogyakarta, pukul 9.00 WIB. Beberapa speaker yang sukses melalui dunia online dipastikan akan hadir untuk berbagi ilmu tentang proses dan pegalamannya dalam merambah dunia online. Beberapa speaker tersebut diantaranya adalah Christian Sugiono, Petra Jebraw, Babab Dito, Nawa Jtoku, dan saya sendiri.

Selain peserta undangan dari komunitas online, event ini juga menyediakan undangan bagi peserta umum yang tertarik untuk lebih mengenal dan mendalami tentang dunia online. Untuk yang berminat menjadi peserta, silahkan kunjungi website event Community & Society Summit 2015 di cssummit.co dan submit data di sana.

Acara ini free entry dengan kursi yang terbatas lho. Jadi, Sampai bertemu di CSS 2015!

Oh ya, Untuk Titi Kamal, kamu pasti menyesal karena dulu tidak memilihku.

Lihat videonya di link ini: Pengelolaan Sampah Kota


Download file presentasi (PPT) di link ini: Pengelolaan Sampah Kota


[no title]

-

abuzhahira

on 2015-2-22 2:31pm GMT

It’s us.. – with Novriyanti at Pantai Glagah

View on Path


Sampah diapers atau di sini orang lebih sering menyebutknya pampers melimpah. Hampir setiap bayi di Indonesia memakai diapers setiap hari sampai umur sekitar 3 tahunan. Diampers memiliki sifat yang unik, yaitu bisa menyerap air dan menyimpan air sampai beberapa ratus kali massanya. Sampah diapers ini bisa dimanfaatkan sebagai campuran media tanam untuk meningkatkan daya simpan air pada media tanam. Diapers non-toxic dan biodegradable, artinya aman bagi lingkungan dan tanaman.


PUAS KELILING KL DENGAN BAS PERCUMA

Bicara soal keragaman budaya dan keindahan alam, Indonesia boleh bangga dibandingkan negeri-negeri tetangga di kawasan ASEAN. Namun fakta membuktikan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke negeri kita masih jauh tertinggal dibandingkan Singapura dan Malaysia. Apa fakta di balik data tersebut?

Saya sengaja ingin membatasi pembahasan terhadap Kota Kuala Lumpur atau yang lebih keren dengan sebutan KL. Bagi penggemar sejarah, KL menyajikan beragam museum dan bangunan tua warisan masa lampau yang terutama tersebar di poros Dataran Merdeka. Untuk wisata bangunan spektakuler pencakar langit, pastinya KL Tower dan Twin Tower Petronas tidak bisa dikesampingkan. Untuk dunia satwa, ada KL Bird Park dan akuarium raksasa di KLCC. Pusat belanja murah meriah ada Pasar Seni dan China Town, serta kawasan Bukit Bintang. Semua tempat tujuan yang diburu para wisatawan manca tersebut terletak di pusat KL.

Semua tempat tujuan wisata di KL tersebut tentu dimiliki oleh Jakarta, bahkan mungkin jauh lebih baik dan lebih banyak. Sebut saja Jakarta memiliki Monas, dan berbagai museum, seperti museum Gajah, Fatahilah plus kawasan Kota Tua, Dirgantara, Tekstil, hingga museum Perjuangan Menteng untuk wisata sejarah. Ada Taman Satwa Ragunan. Ada pula kawasan Tanah Abang, Mangga Dua, Thamrin City, Sarinah untuk memanjakan hasrat shopping. Bahkan ada pula Taman Mini Indonesia Indah yang merangkum segala kebhinekaan adat istiadat dan budaya Nusantara. Menurut saya, Jakarta jauh lebih unggul dibandingkan KL dari sisi potensi wisata.

Tetapi infrastruktur penunjang wisata ternyata tidak kalah penting dalam menentukan minat wisatawan manca untuk berkunjung. Tidak perlu berpanjang lebar, kita batasi saja soal infrastruktur transportasi di KL. Mulai pada saat tiba di bandara KL International Airport, tersedia KLIA Express dan bus tujuan KL Sentral sebagai simpul penghubung semua titik di KL. Adapun di dalam KL, pengunjung dijamin nyaman dengan pelayanan moda transportasi massal, mulai dari kereta api LRT, kereta api komuter, monorail, hingga bus dan taksi.

Untuk angkutan umum jalan raya berupa bus, KL dilayani oleh RapidKL yang terintegrasi untuk semua rute dan tujuan. Bahkan ada suatu armada yang dikhususkan menjadi pengubung titik-titk pusat bisnis dan wisata di jantung KL. Bus berwarna khas pink muda dengan tulisan percuma alias free di sudut kaca depan tersebut memang benar-benar bus gratis untuk semua penumpang.

Bus GoKL saat ini memiliki empat rute atau jalur yang ditandai sebagai RedLine, BlueLine, GreenLine dan PurpleLine. Para wisatawan yang ingin mengunjungi tempat wisata ternama, seperti Dataran Merdeka, KL Tower, Menara Petronas, Bukit Bintang, juga Pasar Seni dan Pecinan tentu saja dapat mengandalkan bus ini secara gratis. Hal ini tentu saja sangat memanjakan wisatawan dan menghemat anggaran untuk transportasi selama berkelana di KL.

Meskipun gratis, tetapi pengelolaan layanan dan fasilitas bus tetap nomor wahid lho. Bus ber-AC ini dilengkapi dengan tempat duduk prioritas yang ditujukan untuk penumpang berkebutuhan khusus, para manula dan ibu dengan balita. Soal kedatangan bus juga menerapkan disiplin tinggi. Pada jam-jam sibuk bus akan mampir di setiap halte setiap 5 menit. Adapun pada saat-saat di luar jam sibuk, frekuensi kedatangan bus setiap 10-15 menit sekali.

Senada dengan GoKL, di Jakarta sebenarnya juga telah hadir bus tingkat City Tour atau yang dikenal akrab sebagai Mpok City. Tetapi di samping jumlahnya masih sangat terbatas, jalur yang dilayani juga masih berkisar di kawasan Monas dan Bunderan HI. Untuk soal bus gratis dalam rangka promosi program wisata, nampaknya Jakarta masih harus banyak belajar dari KL.

Ngisor Blimbing, 15 Februari 2015


Filed under: Jagad Wisata Tagged: GoKL, KL, KL Tower, Kuala Lumpur, Menara Petronas

Berbeda dengan Venesia yang tawarkan keindahan kota lewat wisata atas airnya, Indonesia (Jakarta) kini justru tawarkan kebersamaan masyarakat pribumi seiring bencana (banjir) yang kini jadi icon-nya kota Metropolutan.

http://ivanpurnawan.tumblr.com/post/111564034840/hanya-di-indonesia-jakarta-pusat-yang-bisa

Saran saya, “tak perlu salahkan siapa penyebabnya”. Yang jelas semenjak Jaman Hindia Belanda, Jakarta masa lalu dengan keren dengan sebutan “Batavia” populer dengan banjirnya. Buka file tersuguh, banjir pertama terjadi tahun 1621 yang setelahnya diwarisi hingga saat ini.

Karena itulah langkah terbaik adalah mencari solusi terbaik seperti yang pernah dilakukan Gubernur Jendral VOC ke-6, JP. Coen, dengan membuat kanal-kanal. Apakah berhasil ? sepenuhnya tentu saja belum lantaran tahun 1918 Batavia (Jakarta) kembali tenggelam oleh banjir. Akan tetapi melihat hasil jerih payah, oleh pikir dan meringat yang bercucuran, minimal ada keseriusan untuk mengatasinya dengan perencanaan dan penanggulangan yang sistematis.

Kini, siapapun tokoh yang memimpin Jakarta pasti bakal dipusingkan oleh banjir kecuali mantan Gubernur (Jokowi) yang kerap bersua #BukanUrusanSaya. Banjir memang bakal jadi isu garis depan di Jakarta yang terus diuri-uri. Sebab itulah jika Politisasi banjir diwariskan setiap alih masa pemerintahan, jalan terbaik adalah dengan menjadikan Jakarta bak Venesia “Kota wisata Air” asal jangan air mata masyarakatnya yang dipertontonkan.

Sekedar tanya ?

Pernahkah Pak Presiden yang terhormat ngobrol garing bareng Pak Gubernur DKI dan para ahli berpikir terbalik untuk melawan arus. Jika lumrahnya cara menanggulangi banjir adalah dengan revitalisasi daerah resapan, optimaliasasi daerah tampungan, juga pembenahan kanal-kanal tempat air mengalir melalui normalisasi sungai. Pernahkah panjenengan semua memikirkan bagaimana jika Jakarta ditenggelamkan saja. Iya..ditenggelamkan, jika Jakarta tenggelam otomatis bencana banjir bakalan sirna dan tuntas.

Serius, ini saran saya terkait penanggulangan banjir yang dilematis dan politis. Dipakai monggo ndak kepakai #BukanUrusanSaya. Setidaknya saya sebagai warga negara Indonesia yang taat hukum (ber-KTP) pernah ikut urut gagasan juga saran bagaimana memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia jadi Negeri Kelelep Reinkarnasi Indonesia, bukan menggerogotinya lewat program amburadul.

Keren bukan jika Indonesia punya kota air dan itu dijadikan pusat pemerintahan ? Tak perlu kita pikir bagaimana nasib asongan, pedagang pasar bahkan petani. Lha wong saat dipikirkan saja realisasinya gak keliatan lantaran mandeg dicak-cak’an (realisasi) program. Justru ketika Jakara Kelelep air (tenggelam) bakal terbuka lapangan pekerjaan menjanjikan. Apa saja ? bisa tanya Depnakertrans, ini ranahnya mereka. Dan jangan salah, seiring tenggelamnya Jakarta harapan menjadi matirim kian dekat dan semakin kuat.

_______

Ngisor wit rambutan, 21 Februari 2015 | #21

By: Sahrudin – @SahrudinSaja I HAVE been getting started into a new, inexpensive hobby in these last few days: walking workout. Every other day, I walk approximately 10 kilometers (more […]

“Bapak kamu penjual mPemPek yak?”
“Emang kenapa?”
“Ternyata emang bener kata orang-orang, Gadis Semarang Cantik banget.”
*gubrak*

Oke… selamat datang Februari Mblo! Gimana kabarnya, sehat? Udah seneng karena tanggal 14 udah lewat Mblo? Enggak kerasa udah masuk bulan Februari, dan skripsi gue masih belum ada progres, kampret. Padahal temen-temen gue udah pada seminar proposal, lah gue masih sibuk nungguin dosen, parah. Tapi dinikmati aja deh proses yang ada.


Berhubung kemarin tanggal Merah, gue dan keluarga traveling. Iya, udah lama banget enggak traveling sama keluarga. Kesibukan bokap nyokap, dan adik gue membuat gue jarang banget traveling sama keluarga.

Kemarin,gue traveling ke Semarang. Iya, Semarang yang terkenal dengan empek-empeknya. *digampar orang Semarang*. Oke, maksud gue Lompia. Gue pergi ke Semarang bukan untuk ketemu mantan, bukan juga mau ngajakin balikan, tapi gue emang bener-bener pingin liburan, eaa. Udah lama gue pingin pergi ke Lawang Sewu. So, tujuan traveling gue adalah ke Lawang Sewu.

Alasan gue ke sana karena gue suka banget sama bangunan sejarah, kayak candi, gedung tua dill, karena mereka punya sejarah yang keren. Inget kata-kata  Bung Karno, “Jasmerah”. Makanya orang yang suka sejarah itu gagal move on karena enggak boleh melupakan sejarah, eaa.

Kamis pagi, gue berangkat dari Magelang ditemani mendungnya langit. Gue ke Semarang lewat Kopeng-Salatiga, takut macet kalo lewat Temanggung. Sepanjang perjalan, gue  disuguhi keindahan gunung yang hijau dan indahnya sayur, bunga yang segar.

Setelah melewati tol, akhirnya gue sampe di Semarang, ibu kota provinsi Jawa Tengah. Gue dan keluarga langsung menuju Lawang Sewu yang terletak di dekat Tugu Muda.  Ini adalah 4 kalinya gue menginjakan kaki di Semarang. Gue masih inget, terakhir kali ke Semarang itu 8 bulan lalu. Waktu itu…. Ah sudahlah, lupakan… Back to the story.
*lawang Sewu Coeg

Guepun nyari tempat parkir, sumpah rame banget di Lawang Sewu. Pasti gara—gara hari libur, makanya banyak banget wisatawan. Setelah berjuang nyari lahan parkir, gue dan keluarga masuk ke Lawang Sewu. Gue enggak percaya kalo bisa nyampe ke Lawang Sewu. Setelah membeli tiket, kamipun masuk ke dalam bangunan khas Eropa ini.
*bangunan khas Eropa banget

Di dalam Lawang Sewu, gue disuguhi bangunan kuno dengan pintu yang banyak banget. Entah kenapa bangunan ini disebut Lawang Sewu (Pintu Seribu). Kalo gue perhatikan, pintu di sini enggak nyampe seribu. Mungkin karena jendela di sini besar banget kayak pintu, orang-orang menyebut Lawang Sewu.
*Lawang Sewu, Seribu Pintu

Tapi sayang banget, di sini sedang direnovasi. Gedung-gedung dicat dan diperbaiki. Setelah puas menyusuri ruangan, gue dan keluarga istirahat. Banyak ruangan yang masih kosong di Lawang Sewu.  Menurut gue, lebih baik ruangan-ruangan diberi foto atau barang-barang biar terlihat seperti museum. Masa pengunjung cuman disuruh menikmati ruangan yang kosong. Ruangan di lawang sewu kosong, udah mirip kayak hati gue ini, eaa. Di bagan luar terdapat lokomotif kereta uap yang dipajang. Kereta bewarna hitam dengan bahan bakar batu bara. Gue juga sempet naik ke lokomotif.
*Foto di lokomotof

*Lawang Sewu

Setelah puas, langit Semarang juga udah gerimis, gue pun keluar. Didepan Lawang Sewu, gue disambut Tugu Muda yang jadi ikon khas Semarang. Enggak afdol kalo enggak foto di Tugu Muda. Tapi, sebelum foto di Tugu Muda, gue foto di depan Lawang Sewu. Tapi, gue kedapatan moment yang enggak pas saat foto. Iya, gue sempat gagal foto gara-gara mobil yang lewat, kayak gini:
*Failed Photo..

Setelah berhasil foto di depan Lawang Sewu, gue foto-foto di depan Tugu Muda, dan enggak lama kemudian, Voilla… Hujan deres Meenn.

*gak afdol kalo belum foto di tugu muda

Guepun berlari ke tempat parkir. Hujan deras pun mengguyur Lawang Sewu menghapus jejak-jejak Kenangan masa lalu, Eaa. Setelah puas di Lawang Sewu, gue melanjutkan Traveling ke Sam Poo Khong. Hanya bermodalkan GPS, gue dan keluarga behasil ke Sam Pho Khong. Sepanjang Jalan cuman ada macet, macet dan macet. Sumpah nyesek banget. tapi perjuangan belum berakhir, dengan modal nekat gue dan keluarga berhasil belok ke kuil Sam Pho Khong.

Setelah membeli tiket, kami masuk ke dalam komplek kuil Sam Poo Khong. Mata gue dimanjakan dengan mbak-mbak Chinese. BUKAN!!! Disini disuguhi bangunan khas Beijing. Iya, kalo kalian udah pernah liat pilem Assalamualaikum Beijing, kalian pasti tau gimana bangunan di sini. Ya boleh dibilang miniatur Cina gitu deh.
*assalamualaikum Semarang, LOL

*Miniatur Cina 

Di Sam Poo Kong, gue cuman foto-foto di depan Kuil aja. Gue enggak foto di dalam kuil. Enggak enak, karena disini tempat ibadah, kurang bijaksana kalo foto-foto di dalam kuil. Kalo gue amatin, di sini isinya malah orang-orang yang lagi pacaran. Sumpah nyesek banget, disetiap sudut isinya orang lagi pacaran. #JombloNyesek
*Sayang, Payungnya gantian donk,

Gue enggak betah lama-lama ngeliat orang pacaran, puas foto-foto, gue balik ke Magelang. Lagian juga udah sore, takut kemalaman balik ke Magelang Menn.  *Alesan padahal enggak kuat liat orang Pacaran*

Yak, terimakasih Semarang, setidaknya gue udah enggak penasaran dengan Lawang Sewu lagi. Semarang yang indah, memberikan sepenggal kisah. Pokonya traveling ke Semarang asik deh, apalagi cewek-cewek Semarang cantik-cantik dan manis Menn. *digampar cewek Semarang.*



Makasih udah baca tulisan gue, sampe jumpa di tulisan berikutnya ya Gaes. Sukses selalu buat kalian dan semoga para Tuna Asmara di luar sana segera mendapatkan pasangannya (-_____-)
Feed burner

Komposisi penduduk Malaysia didominasi oleh etnik Melayu, China, dan India. Meskipun negara Malaysia secara resmi merupakan negara Islam, tetapi mereka tetap memberikan kebebasan penganut agama lain untuk melaksanakan ibadah, termasuk tradisi budaya yang berkaitan. Salah satu tradisi yang saya maksudkan adalah peringatan Tahun Baru China yang juga kita kenal sebagai Hari Raya Imlek.

Sebagaimana di tanah air, masyarakat Tionghoa dikenal sebagai kelompok perantau yang menyebar hampir di setiap negara yang ada di dunia. Mereka pada umumnya menempati area yang khusus dan dikenal sebagai Pecinan atau China Town. Keberadaan awal perkembangan masyarakat China di Malaysia tidak bisa dilepaskan dari kawasan Pecinan yang kini telah menjelma menjadi pusat perbelanjaan kaki lima di Kuala Lumpur yang berdekatan dengan Pasar Seni. Hal inilah yang menjadikan hampir semua wisatawan mancanegara yang mengunjungi KL senantiasa menyempat diri untuk bersambang ke China Town.

Berkaitan dengan Hari Raya Imlek tahun ini, persiapan penyambutan tahun baru tersebut sudah nampak sejak satu-dua bulan sebelumnya. Beberapa kelenteng atau wihara yang sempat kami lewati telah memperlihatkan kesemarakan hiasan dengan warna khas merah menyalanya. Tidak saja di kawasan China Town, di berbagai pusat perbelanjaan seperti mall-mall besar juga telah berhias dengan segala pernak-pernik Imlek.

Bukit Bintang merupakabn salah satu pusat perbelanjaan ternama di KL. Mulai dari supermarket, toko serba ada, galery hingga supermall banyak bertebaran di kawasan ini. Salah satu mall strategis yang banyak dikunjungi warga setempat maupun wisatawan mancanegara adalah the Pavilion.

Mall dengan ciri khas air mancur dengan mangkuk bertingkat tiga ini, semenjak bulan Januari telah mematut diri dengan nuansa merah ngejreng. Mulai dari gerbang utama, baik di sisi kanan dan kiri, telah penuh dengan gantungan lampion warna merah khas negeri tirai bambu. Ketika memasuki lobi utama, pengunjung akan dibawa ke nuansa merah meriah. Ada berbagai aneka bunga warna-warni yang tertata sangat apik. Ada pula pepohonan dengan dominasi bunga berwarna pink yang sangat mirip dengan deretan sakura di negeri Jepang.

Di ruang utama lobipun telah tertata dengan sangat menawan, sebuah panggung yang nampaknya dipersiapkan untuk berbagai keperluan, mulai dari promosi berbagai produk barang hingga pementasan seni. Di kanan-kiri panggung berdiri beberapa replika barongsai dengan tubuh warna merah, perak, biru, bahkan hijau. Sebagai pusat hiasan yang langsung menarik perhatian adalah keberadaan patung seekor kambing bertandung yang nampak kekar dan tegap seolah melambangkan semangat atau energi untuk menyambut tahun baru yang akan datang  secara lebih optimis untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Tema ini tentu saja sengaja disesuaikan untuk menyambut Tahun Baru yang bersio kambing kayu.

Melihat berbagai pernak-pernik khas Imlek yang telah dipersiapkan, tentu pada saat-saat berlangsungnya puncak tahun baru, tempat tersebut akan lebih semarak dengan gebyar pementasan seni atraksi khas China seperti barongsai dan liong. Suara dentuman genderang yang memberikan semangat optimisme, dipadu dengan bunyi gemerincing simbal yang diadu dengan nada dinamis pasti akan sangat menghidupkan suasana yang ada. Mungkin pula pementasan wayang potehi ataupun seni atraksi sirkus khas Beijing juga dapat ditemui di mall ternama ini.

Membayangkan segala gemerlap nuansa persiapan penyambutan Imlek di KL yang sempat saya amati di Pavilion Mall, saya dapat mengira-ira bahwa peringatan Tahun Baru Imlek di KL tentu memberikabn atraksi seni dan budaya tersendiri, di samping unsur ritual keagamaannya. Sayang kami belum diberikan kesempatan untuk dapat menyaksikannya secara langsung. Mudah-mudahan di kesempatan lain.

Lor Kedhaton, 20 Februari 2015


Filed under: Jagad Wisata Tagged: Bukit Bintang, GoKL, KL, KL Tower, Kuala Lumpur, LRT Kelana Jaya, Menara Petronas, Pavilion

Gong Xi Fa Cai

-

Sang Nananging Jagad

on 2015-2-19 2:12pm GMT
Ada baiknya sebelum kalian download template CV atau Curriculum Vitae, sebaiknya mengetahui pengertian CV itu sendiri. Menurut wikipedia, Curriculum vitae (CV; juga ditulis curriculum vitæ) atau daftar riwayat hidup adalah dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman sesorang dan kualifikasi lainnya. Di beberapa negara, suatu CV biasanya merupakan hal utama yang dijumpai seorang majikan potensial tentang pencari kerja dan sering digunakan untuk menyaring aplikan (orang-orang yang melamar kerja secara daring) ketika mencari pekerjaan, biasanya dilanjutkan dengan wawancara.
Nah jika anda sudah mengerti maka anda sudah paham apa gunanya template ini, secara singkat untuk memperindah tampilan cv yang biasa2 saja menjadi lebih unik dan kreatif. Paling tidak anda harus paham penggunaan tool photoshop atau coreldraw karena template berupa file gambar psd/vektor sehingga sangat dimungkinkan untuk diedit isinya.

Contoh Template CV
Link Download dan Previewnya :
  1. Ayu Curriculum Vitae [download][preview]
  2. Professional Resume [download][preview]
  3. Clean Resume and CV [download][preview]
  4. Blue Army CV [download][preview]
  5. Positive Resume [download][preview]
  6. Simple and Elegant [download][preview]

[no title]

-

abuzhahira

on 2015-2-18 9:57am GMT

Buat temen2 yang merayakan:
Gong Xi Fat Chai.. Happy New Year 2566!
May more Happiness, Healtiness and Prosperity ahead together…
Aamiin… – at Atria Hotel & Conference

View on Path


Wisata Arung Jeram di Sungai Progo kembali menggeliat. Kali ini salah satu Provider Arung jeram terbesar di Magelang “Progo Rafting” mendapat kepercayaan untuk memandu 250 wisatawan dari Solo. Trip yang diambil adalah Paket Progo Atas adalah trip yang paling aman tanpa kehilangan keseruan arung jeram di kali progo. Sebanyak 50 perahu dikerahkan untuk mengangkut peserta, […]

Lebih lengkap artikel tentang "250 Peserta Arung Jeram Membanjiri Kali Progo" dapat dibaca di Magelang Online - Informasi lengkap kota Magelang dan sekitarnya.



Masihkah kalian mau bersorak anti korupsi dan menyalahkan para koruptor jika anda masih melakukan hal yang saya lakukan diatas?
Jika kalian berpura2 tidak tau maka anda lebih buruk dari pada koruptor yang sedang dibui

Jokowi Bermain Api

-

Sang Nananging Jagad

on 2015-2-17 1:23am GMT

Nah kan, ternyata masalah justru semakin menjadi-jadi dan cenderung semakin sulit dikendalikan. Tambah runyam dan ruwet. Perkara yang semula relatif kecil dan bisa dikendalikan mudah bergulir liar semakin tak terkonrol. Ibarat orang Jawa mengatakan, “kriwikan telah menjadi grojokan“. Air limpahan dari atap rumah akibat hujan gerimis telah berubah menjadi air terjun niagara.

Lelakon ini berawal pada saat Presiden ingin mengganti posisi Kapolri yang masa pensiunnya masih sekian lama. Kontroversi mulai berkecambah tatkala hanya diusulkan calon tunggal yang ditengarai pada masa penjaringan nama calon pejabat negara, tokoh tersebut justru telah distabilo alias bermasalah dengan rekening gendut.

Pada saat Presiden benar-benar melayangkan satu nama tersebut untuk menjalani fit and proper test di hadapan para wakil rakyat, ndilalah melayang pula penetapan tersangka terhadap yang bersangkutan yang diterbitkan oleh KPK. Publik langsung mengendus ada dorongan-dorongan kepentingan politik yang bermain di balik usulan pencalonan Kapolri.

Beberapa pendukung fanatik Presiden sempat menyampaikan sanjungan atas kelihaiannya dalam memainkan peranan politik untuk melepaskan diri dari tekanan lingkaran partai-partai pendukungnya. Jokowi bermain cantik dengan nabok nyilih tangan. Ia sengaja meminjam kewenangan KPK untuk menolak pencalonan nama Kapolri yang didesakkan partai-partai yang digawangi si ibu suri. Pendukung tersebut berasumsi, pengajuan nama sekaligus proses fit and proper test di DPR akan dianulir oleh Presiden. Namun rupanya, tindakan Jokowi ternyata tetap tidak berubah haluan dengan tetap meneruskan proses pencalonan di DPR. Mungkin ia berasumsi DPR akan menolak calon tersebut.

Kemudian proses fit and proper test berlangsung. Publik tentu saja memiliki pengharapan para wakil rakyat berpikir jernih dan pro terhadap gerakan anti korupsi dengan tidak meloloskan nama calon Kapolri yang berstatus tersangka. Namun harapan itupun ternyata juga hanya sebuah isapan jempol karena terbukti pencalonan yang bersangkutan ternyata juga disetujui oleh DPR. Bola dikembalikan kepada Presiden untuk segera melantik BG.

Presiden jelas bimbang dan ragu. Ia kemudian membentuk Tim Tujuh yang kemudian genap menjadi Tim Sembilan. Tim yang dibentuk setengah hati tanpa Kepres tersebut diharapkan bisa memberikan masukan dan pertimbangan mengenai disharmonisasi hubungan Polri-KPP yang kemudian terus berkembang. Bahkan perseteruan itu bertambah runyam tatkala Polri menjadikan Bambang Wijayanto, salah seorang pimpinan KPK, menjadi tersangka kasus masa lalu, bahkan menangkap paksa di jalan raya. Aksi itu berlanjut dengan pelaporan-pelaporan terhadap pimpinan KPK yang tersisa dengan berbagai kasus ke Polri.

Di saat bersamaan, BG mengajukan gugatan praperadilan terhadap proses penetapan dirinya menjadi tersangka. Presiden kembali menunggu. Ia berkilah akan mengambil keputusan setelah perkara praperadilan tersebut diputuskan. Ia tentu masih berharap, pengadilan akan mementahkan tuntutan BG sehingga dengan kebulatan tekad ia dapat membatalkan pencalonan BG dan mengajukan ulang nama calon yang lain.

Adalah keputusan hakim praperadilan soal penetapan tersangka terhadap BG oleh KPK yang akhirnya secara awam dapat dipahami sebagai pengabulan tuntutan calon Kapolri yang penuh kontroversial ini. Beberapa hari persidangan berlangsung, para pengamat dan pakar hukum yang mencermati jalan persidangan, termasuk keterangan-keterangan para saksi ahli, meyakini bahwa hakim akan berpihak terhadap KPK. Namun kembali harapan tinggal sebuah harapan, karena fakta telah berbicara.

Terlepas dari upaya peninjauan kembali yang dapat saja diajukan KPK, kini bola panas kembali ke pangkuan Presiden. Ia kian tersudut dalam mengambil keputusan. Mungkin semestinya persoalan tidak akan berlarut-larut seandainya sedari awal ia tegas tidak mau diintervensi kekuatan lain dan berani tegas mengambil keputusan dengan berpihak kepada nurani atau common sense rakyat. Dengan ketidaktegasan pilihan Presiden, sebenarnya ia tengah memantikkan api. Berharap ia akan dapat bermain cantik dalam suatu dramatisasi yang mencitrakan ia menuruti kehendak partai pendukungnya, ternyata pihak lain yang diharapkannya dapat memadamkan api itu justru satu-satu menyiramkan bensin. Akhirnya yang terjadi adalah api yang semakin besar dan tidak terkendali. Sampai kapan persoalan ini akan tuntas? Biarlah waktu yang akan bicara.

Ngisor Blimbing, 16 Februari 2015


Filed under: Jagad Bubrah Tagged: BG, Cicak dan Buaya, Jokowi, KPK

Yang manis dan punya Vitamin C tinggi juga kaya kalium itu buahnya, buka melon 3 Kg yang kini punya HET Rp. 18.000,- dan banyak salah sasaran. Manis di pengusaha mungkin, tapi bohong jika manisnya sampai kebawah hingga nikmat dikonsumsi masyarakat. Belum lama ini saja harga naik tak tentu padahal Pemerintah kasih subsidi dan katanya jamin distribusi agar gas stabil di pasaran.

Bicara jujur saja, jika bukan ingin ikuti saran pemerintah (jaman Pak JK) alih-alih gas murah, mudah dan lebih bersih (polusi).  Sejak dulu, saya juga keluarga (termasuk Mamak) lebih suka lengo mambu (minyak tanah) lantaran murah, mudah, dan minim resiko (bahaya). Beda dengan saat ini,

Saya bilang ngoyo woro. Bagaimana tidak, janjinya ini itu nyatanya kualitas alah ora padahal diproduksi BUMN terkemuka yang tahun lalu punya untuk segunung hingga Rp. 32 Triliun. Baru-baru ini saja,

© image oleh : Masé | Gas Melon 3 Kg Tanpa Karet Pengaman

© image oleh : Masé | Gas Melon 3 Kg Tanpa Karet Pengaman

Cukup Dua Saja, Kolesterol !

-

Mas Ivan

on 2015-2-16 4:02pm GMT

Siapa bilang matang usia selalu menjadi beban buat mereka yang masih muda. Justru sebaliknya, saya menganggapnya berkah dan sering mendapat pelajaran berharga atas asam garam yang banyak dikonsumsi mereka. Tentang dunia kerja, politik, ekonomi, hingga urusan keluarga yang juntrungnya perkara ranjang turut menjadi topik hangat perbincangan.

Tak kalah menarik, bab kesehatan turut menjadi topik hangat selanjutnya yang hampir setiap kesempatan menjadi sorotan. Pak Didit sering mengeluhkan naik turunnya kolesterol, asam urat juga tensinya. Pak Edi sesekali tak nyaman dengan masalah pencernaanya, pernah juga jantung. Dan Pak Sukir mulai beberapa hari lalu sambat (mengeluh) jika kepalanya pusing, leher belakang pegal-pegal dan tengeng, sementara kaki dan jemarinya kaku sesekali berasa senut-senut. Tak pikir panjang, setelah resep didapat Pak Sukirpun langkah klipat untuk membelinya di apotik sebelah.

© image oleh : Masé

© image oleh : Masé | Semua resep diatas kurang dari Rp. 15.000,- (murah)

Memang, pola konsumsi makanan turut menyumbang dampak negatif kesehatan jika tidak diimbangi olahraga cukup dan pola hidup sehat yang lain.

Coba tebak, apalagi ada yang bisa menggantikan posisi gorengan ditemani nikmatnya kopi hitam, teh hangat, sesekali jahe susu, namun lebih sering white kofie ?. Mulut boleh berkata ada, namun kenyataannya…ketika terhidang gorengan dimeja tetap saja penikmatnya ngantri lantaran ngiler tergoda rayuan panas berminyak. “Gorengannya mas….masih panas lho!”

Alkisah gorengan, ketika tak ada dinanti, kini ketika tersaji dimeja justru dibalas kerutan dahi. Ini sajalah, “dua gorengan cukup, kolesterol…!”, kata Pak Edi. Rejeki yang lebih muda, karena masih ada sisa selebihnya #bungkus !

_______

Ngisor wit ringin, 16 Februari 2015 | #19


“Kok acara TV kayak gini semua… hmm.”
“Hari Minggu kok enggak ada acara anak-anak.”
“Nonton berita di TV kok bosen sendiri.”
“…”

Pasti kalian juga sempet mikir sama seperti gue. Mendadak bingung saat di depan TV, bingung memilih chanel mana yang akan ditonton gara-gara enggak ada acara yang bagus. Jika kalian merasakan hal yang sama, berarti kita  seumuran, tsah.

Bagi kalian yang pernah ngalamin hidup di tahun 90-an pasti merasakan perbedan yang nyata. Acara TV jaman sekarang lebih membosankan dari acara TV jaman dulu. Bahkan acara TV jaman sekarang lebih banyak “Enggak mutu”-nya ketimbang yang mutu. Ya meski TV jaman sekarang lebih menonjolkan sisi komersil ketimbang mutu acara TV. Yang penting  rating naik, enggak peduli acara TV mendidik atau enggak, masa bodoh.


Bisa deh kalian lihat tiap hati Minggu pagi. Coba kalian yang pernah hidup di tahun 90-an, pasti sampai hafal acara TV dari jam 5 pagi sampe jam 12 siang. Termasuk gue yang selalu udah siap nongkrong di depan TV dari jam 6 pagi. Kalau jaman gue kecil dulu, acara TV tiap hari Minggu pagi isinya acara anak. Bahkan sampe iklanpun pun iklan untuk anak-anak. Acara kartun dari Let’s an Go, Ultramen, Sinchan, Doraemon, Conan, Digimon, Dragon Ball, Hattori, Ninja Rantaro, Inuyasha pun menghiasi acara TV tiap hari Minggu.

Beda banget dengan sekarang, jam 9 pagi aja udah diisi sama acara musik-musik gaje. Boro-boro acara musik, tapi menurut gue malah lebih banyak ngomong dan ngehina orang ketimbang musik-musik deh. Tiap Minggu pagi acara TV cuman nyanyi-nyanyi, dangdut-dangdut gaje, dan yang lebih nyesek pagi-pagi udah disuguhi gosip-gosip. Pantes aja banyak anak-anak SD yang cepet dewasa.
*acara musik jaman sekarang

Selain acara TV tiap hari Minggu, jaman sekarang lebih banyak sinetron-sinteron yang enggak mendidik. Ya meskipun sinetron, tapi sinteron jaman sekarang lebih enggak mendidik daripada sinetron jaman dulu. Kalo jaman dulu, jaman gue kecil sinetron buat ibu-ibu dengan para pemain udah tua dan dewasa. Enggak kayak sekarang, sinetron yang main anak-anak sekolah. Otomatis yang nonton anak-anak muda, anak-anak kecil. Apa yang dilakukan para pemain sinetron pasti bakal jadi panutan anak-anak yang nonton. Dari gaya hidup yang ngajarin pacaran, pelukan, ciuman. Ya kayak gini yang bikin anak SD jadi lebih cepet dewasa, ya acara kayak gini yang bikin anak SD udah pacaran. Haduuh…
*peluk aku mass

Selain itu, beberapa waktu lalu juga ada tayangan TV yang super enggak penting. Iya, liputan pernikahan artis sampe seminggu. Acara paling enggak mutu banget kan. Buat apa coba ngeliput acara pernikahan artis sehari semalam. Emang tayangan live pernikahan kayak gitu ngaruh buat kita? Enggak lah, kecuali semua penonton di rumah dapat juga merasakan hasil pernikahan artis tadi. Seperti pernihakan putri Raja Jogja. Rakyat biasa juga merasakan langsung acara pernikahan tadi. Iya, beberapa waktu lalu ketika Raja Jogja mantu, seluruh rakyat jogja pesta, angkringan di Jogja gratis meen.
*Salah satu efek acara TV gak mutu

Sekali lagi, emang apa pentingnya ada acara tayangan live pernikahan artis. Daripada ngeliput acara resepsi mending nayangin liputan malam pertama mereka,tsah. Yang lebih enggak mutu lagi acara TV liputan live lahiran anak artis. Itu udah enggak masuk akal.

Berita di TV pun sekarang juga membosankan. Acara berita seharian cuman itu-itu aja. Apa enggak ada selingan? Bahkan menurut gue, berita di TV jaman sekarang lebih memihak pada kelompok tertentu. Berita udah jarang yang enggak netral.

Ya sangat memperihatinkan acara TV Indonesia sekarang. Bahkan sekarang, gue jarang banget nonton TV. Gue malah lebih sering menikmati radio ketimbang TV. Menurut gue, acara radio lebih bermutu, lebih banyak info yang didapat, dan dapat melatih otak kita. Ya semoga aja Acara TV di Indonesia kembali ke jaman kejayaannya seperti dulu lagi. Dimana pada hari Minggu isinya acara anak, dan lebih menayangkan acara yang berkualitas.

pic source:
protech-parabola.net
https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0CAYQjB0&url=http%3A%2F%2Fkaskushootthreads.blogspot.jp%2F2014%2F11%2Fmasa-anak-anak-yang-berbeda-di-zaman.html&ei=avXhVO-yEMSLuASb74D4Ag&bvm=bv.85970519,d.c2E&psig=AFQjCNFgjE6aD6czWWK3O68cubpBEIrAWg&ust=1424180923287654
Feed burner

[no title]

-

abuzhahira

on 2015-2-16 12:13pm GMT

Chef Akbar in action at Net.5 News
http://youtu.be/PmK9Oxxwp5w @atriamagelang
For your Imlek Dinner with family, @ Rp. 160.000 / couple
RSVP: 0293 3219999 ext: 1801/1805 – with itta, Djulia, Anastasia 🍒, Dimas Teplok, Novriyanti, Sungkowo, Bhaskara, koko, DrAyuKartika, Bintang, Isye, dewi, Sigit Biantoro, yuliyanti, Rudha, Angga, Dyah Meta, 🌀Ruth, Faldi, Andriyanti, Nuno, Amazia, Deny, Aditya, Mayang, anii, Nia, Didi, Mike, Irene, Rully, Diah, W, and Deva at Atria Hotel & Conference

View on Path


Bisa? Mau?

-

Hamasah!

on 2015-2-16 8:53am GMT
Banyak orang yang bisa, tapi sdikit orang yang mau.
Banyak orang yang bisa ngomong, tapi sdikit orang yang mau ngomong demi kemerdekaan dirinya atau orang lain.
Banyak orang bisa denger, tapi sdikit orang yang mau ngedengerin keluhan orang lain.
Banyak orang yang bisa nolong, tapi sdikit yang mau nolong.
Banyak orang yang bisa melihat, tapi sdikit orang yang mau melihat cerminan dirinya.
Banyak orang yang bisa baca, tapi sdikit orang yang mau membaca perasaan orang lain.
Banyak orang yang bisa tapi sdikit yang mau.

Kita butuh orang yang bisa atau yang mau? Atau dua-duanya?
Mari berbenah, saya tau nggak semua orang menginginkan perubahan.
Saya nulis karena saya sayang kamu.

One Who Wants

-

Hamasah!

on 2015-2-16 8:32am GMT
Firstly, sorry to the boys. But, you are my reason why I'm writing this post. I hope, we can pick the message from this post.

I'm  not talking about the equality/difference between girl and boy, lady and man, female and male, or woman and man. No.

I'm just.....feeling and thinking: where is your feeling to us-girls?
You are seeing and knowing that us-girls are waiting to come home. I know, that we-girls and boys-are lazy to move those motorcycles from the school garage. But, can you see? We-girls are strange and odd if we move those motorcycles alone without boys kan ya? -_-

May be some boys will think that: do girls not need our help to move out?
Or what hnggggg..but.
But why after knowing that we-girls are waiting you-boys to move out, you-boys are still sitting down instead.

I know we-girls-boys do not like and we are tired! But, its strange if girls with our rempongness to move out motorcycles alone. -_______________-

Nevertheless, thanks God! Some boys still want to help us-girls. Thanks thanks thanks.

Now, I'm understanding. We do not need one who can, but one who wants.
:)

One Piece – 3D2Y DOWNLOAD How to download: 1- Wait 5 seconds and click “SKIP AD” 2- Click “Direct download link” Source: http://www.imranxrhia.comFiled under: Download, One Piece, Related Post

Valentin Apaan?

-

Sang Nananging Jagad

on 2015-2-15 2:59pm GMT

Sembari nupang di boncengan onthel saat pulang sekolah si Ponang bertanya, “Pak emange Valentin itu nggak ada di Al Qur’an ya?” Sang Bapak tentu saja terhenyak. Ia hanya mbatin, kok tahu-tahunya anak kelas satu SD sudah ngomongin soal valentinan. Ketika didesak lebih lanjut si Ponang meneceritakan bahwa ibu gurunya baru menjelaskan hal ikhwal Hari Valentin. Katanya sih hari kasih sayang, tetapi tidak ada di dalam kitab suci.

Saya sendiri heran juga, kok setiap pertengahan bulan Februari pasti kita disibukkan dengan debat kusir soal Valentin yang konon katanya jauh dari nilai budaya bangsa kita. Tetapi ketika dijelaskan kepada anak kelas satu SD, jadi tergelitik juga untuk iseng-iseng urun rembug. Terlebih ketika disebut-sebut keterkaitannya dengan Qur’an.

Setahu dan sepemahaman saya, Al Qur’an yang berbahasa Arab tentu tidak memuat kata-kata valentin yang entah berasal dari bahasa latin, Yunani, atau Spanyol. Namun jika dikaitkan dengan nilai atau akhlak kasih sayang, tentu Al Qur’an sangat sarat dengan pesan-pesan kasih sayang dan kedamaian. Bahasa cinta, seperti hubb, mahabbah, tentu sangat banyak bertebaran di kitab suci tersebut. Dengan pemikiran awam sekalipun, Al Qur’an hadir sebagai pedoman hukum bagi ummat Islam dalam menjalankan segala macam amal ibadah yang ditujukan dalam rangka membentuk akhlakul karimah atau perilaku-budi pekerti yang luhur.

Nilai akhlak luhur yang diterapkan terhadap Tuhan, Rasul dan kitab suciNya akan berbuah dalam wujud ketaatan hamba terhadap Tuhan dan panutannya. Adapun esensi akhlak mulia berkaitan dengan hubungan antar sesama makhluk Tuhan, menurut hemat saya wujud ya kasih sayang sesama. Tidak mengherankan jika kitapun sejak dini sudah diajari bagaimana memiliki jiwa yang saling asah, saling asih dan saling asuh. Asah, asih dan asuh itulah manifestasi nilai kasih sayang. Jadi Qur’an, dan juga pastinya Islam jelas-jelas mengajarkan kasih sayang. Dan pastinya pula nilai kasih sayang merupakan sebuah nilai universal yang senantiasa didamba setiap insan manusia.

Lalu kemudian kenapa hari kasih sayang malah ditentang dan dilarang oleh sebagian ulama, ustadz, dan kemudian masyarakat awam juga mengamininya? Begini sedulur, sebagai sebuah produk tradisi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat barat yang notabene non muslim, Hari Valentin atau kasih sayang sebagai sebuah nilai universal mungkin tujuannya baik. Menautkan setiap hati manusia untuk saling kasih mengkasihi pasti semua orang juga setuju.

Seiring dengan globalisasi dan modernitas, terjadi pergeseran-pergeseran implementasi dari tradisi Valentin. Terutama di kalangan muda dan para penganut kebebasan individual sering kebablasan dalam pengagungan individu dan pembelaan hak asasi manusia. Prinsipnya segala hal bebas dilakukan secara personal asalkan tidak menganggu kepentingan orang lain. Orang bebas mabuk-mabukan asal di rumahnya sendiri. Orang bebas kaya raya asal tidak melanggar hukum formal.

Demikian halnya dengan tradisi Valentinan yang hangat diperdebatkan ini. Tradisi yang semula digagas untuk mengukuhkan kembali rasa kasih sayang sebagai perekat utama persaudaraan sesama manusia justru ternodai dengan dorongan kebebasan individu yang ingin bebas lepas dari segala aturan dan tatanan nilai kehidupan. Valentin di kalangan muda-mudi banyak diwarnai dengan praktik-praktik kumpul kebo dan free sex, ataupun minum mabuk-mabukan. Di sinilah letak awal asal-muasal perdebatan pro-kontra valentinan berawal.

Agama manapun, tata nilai apapun, dasar hukum apapun tentu tidak membenarkan perilaku kumpul kebo dan free sex yang menghancurkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kasih sayang sendiri sangat berhubungan erat dengan nilai dan ajaran agama manapun. Hanya saja sebuah nilai positif yang cukup terhenti menjadi teori atau keyakinan dogmatis, tetapi perlu pula perwujudan dalam sikap dan tindakan yang positif pula.

Soal kasih sayang, tidak semata-mata soal Valentin. Kasih sayang yang universal itu dimensinya juga sangat luas dan tidak semata-mata urusan laki-laki dan perempuan. Kasih sayang menyangkut hubungan antara suami dan istri, antara anak dan orang tua, antara pemimpin dengan rakyatnya, antara guru dan murid, antara majikan dan karyawannya, bahkan antara manusia dengan makhluk Tuhan yang lainnya. Dari titik sini, nampaknya kita harus sedikit lebih maju tidak hanya mempersoalkan secara hitam-putih mengenal tardisi Valentin. Intinya bahwa soal kasih sayang ini akan proporsional dan menjadi bermanfaat jika ditempatkan dalam ruang dan waktu yang setepat-tepatnya.

Kasih sayang Ok, tetapi jangan sampai dicampuradukan dengan perilaku madat, main, maling, madon, karena hal ini berarti memposisikan nilai kebaikan di tempat yang tidak seharusnya. Kebaikan tidak bisa dicampuradukkan dengan nilai kebatilan. Kemanfaatan jangan pernah dicampur dengan kemudharatan. Nilai positif jangan diblender dengan nilai negatif. Inilah kepastian hukum apabila memang manusia ingin menegakkannya dalam rangka menyangga nilai-nilai kehidupan.

Ngisor Blimbing, 15 Fabruari 2015


Filed under: Jagad Budaya Tagged: valentin
Tahun ini, momen Valentine dibuat panas dengan adanya pemberitaan promo penjualan cokelat bonus kondom di salah satu kota di Jawa timur. Promo ini jelas banyak dihujat. Walau sesungguhnya, promo ini banyak dimanfaatkan oleh manusia-manusia beringas-pemalu yang ngebet pengin beli kondom tapi malu setengah mati sama kasirnya, terutama kalau kasirnya perempuan.

“Aduuuh, saya ndak tahu je kalau ternyata ada bonus kondomya. Tapi ya sudahlah, sudah kadung beli ini,” begitu mungkin pembelaan yang akan digunakan di depan kasir.

Lho, kok malah ngomongin kondom ya?

Oke, Ini blog yang sangat religius. Sangat tidak beretika jika saya membahas tentang kondom di blog yang suci ini :). Nah, daripada saya kena tulah, tentu akan lebih baik jika saya membahas cokelatnya saja, bukan kondomnya.

Entah sejak kapan, cokelat identik dengan hari Valentine. Cokelat selalu menjadi komoditas utama yang dijadikan sebagai hadiah antar-pasangan di hari Valentine. Padahal, kalau dipikir-pikir, cokelat itu sangat tidak ramah untuk kantong. Lha bayangkan, satu balok kecil cokelat harganya bisa sampai puluhan hingga ratusan ribu. Hambok daripada buat beli cokelat, mendingan buat beli gula jawa saja; manisnya lebih alami, lebih sederhana, harganya murah, lebih cinta produk dalam negeri, dan yang pasti Pro-UMKM. Ya ndak, Mas, Mbak?

Tapi herannya, masih saja banyak orang yang tetep ngotot buat membeli cokelat sebagai pemberian di hari valentine. Katanya, cokelat dinilai pas untuk merepresentasikan keromantisan. Bah, argumen yang agak maksa dan defensif. Padahal dalam pengamatan saya, masih banyak hadiah selain cokelat yang jauh lebih romantis dan mungkin bisa dipertimbangkan sebagai hadiah Valentine.

Nah, barusan, bekerja sama dengan Mojok Institute, saya berhasil membuat daftar 4 hadiah romantis yang mungkin bisa anda berikan sebagai pengganti cokelat di hari valentine untuk gebetan, pacar, atau mungkin istri Sampeyan. Apa sajakah? Monggo disimak:

1. Novel Romantis

Jangan pernah sepelekan buku. Seandainya dulu Tuhan tidak menciptakan bunga mawar, mungkin bukulah yang saat ini menjadi benda paling romantis di dunia. Sampeyan harus ingat, banyak kisah romansa cinta yang terjalin karena buku. Salah satu yang paling terkenal tentu kisah Rangga dan Cinta di film Ada Apa dengan Cinta? (AADC).

Melalui sebuah buku, Anda tentu saja bisa mengulang kisah sukses Rangga-Cinta dalam menjalin asmara. Tapi Anda harus pintar memilih dan memilah buku yang pantas dihadiahkan untuk si doi. Asmara memang tak dapat diprediksi, tapi untuk urusan hadiah, segmentasi Anda harus jelas.

Karena valentine adalah momen romantis, maka berikanlah buku romantis, khususon novel bergenre romansa, semisal Dilan-nya Pidi Baiq, atau Cinta tak Pernah Tepat Waktu-nya Puthut EA. Jangan berikan buku silat kolosal yang penuh dengan kata “kisanak”, “bajingan tengik”, atau “haram jadah”. Yakinlah, ketika Anda memberikan buku Wiro Sableng kepada pacar Anda, Anda akan kena gampar (bisa di pipi, bisa juga di biji) atau minimal kena semprot: “Kamu ini mau kita menjalin asmara apa mau membangun kembali Padepokan Lembah Tengkorak?”

2. Sebuah tulisan di Mojok.co

Kita semua tahu, Mojok.co adalah situs yang sedang ngetop dan paling populer di kalangan sosialita baik tua maupun muda. Sehingga tak heran jika situs ini banyak dikunjungi oleh banyak pria dan wanita di seantero jagat nusantara. Fakta ini menjanjikan satu hal: Menulislah di Mojok.co dan terimalah takdirmu sebagai persona yang penuh pesona luar biasa.

Percayalah, tak ada gadis yang tak terkintil-kintil pada jejaka yang tulisannya bisa lolos dari kurasi penjaga gawang Mojok.co.

“Sudah baca tulisanku di Mojok.co pagi ini?”

“Sudah. Tulisannya bagus banget. Aku suka…”

“Tulisan itu aku persembahkan untukmu, sebagai hadiah kencan valentine kita!”

Maka, wanita manakah yang tak akan lumer hatinya mendengar pengakuan yang maha romantis ini?

3. Alat Musik

Ini mungkin agak berlebihan dan lumayan hedonis karena rata-rata alat musik harganya jauh lebih mahal ketimbang sebalok cokelat (non Ichiban). Kecuali jika Anda adalah pria yang cukup tega untuk menghadiahi pacar Anda sebuah peluit wasit.

Meski begitu, bagi saya, alat musik adalah hadiah yang sangat romantis. Terutama untuk pasangan muda-mudi LDR yang baru punya waktu untuk bertemu di hari Valentine. Terserah mau apa alat musiknya. Bisa harmonika, biola, suling, atau gitar. Yang penting jangan piano, terlalu berat di ongkos. Kalau mau mudah dan murah, saya sarankan memilih gitar saja.

Sampeyan masih ingat kan, betapa gagahnya Wak Haji Rhoma Irama saat memberikan gitar tua-nya kepada Ani?. Walaupun gitar tua, tapi hadiah itu tetaplah nampak romantis. Bayangkan, gitar tua saja romantis, apalagi kalau gitarnya masih gres.

Keromantisan itu semakin bertambah tatkala Wak Haji berdendang dalam syairnya:

“Hanya gitar tua ini yang aku berikan… Pabila kau rindu padaku, petiklah dan menyanyilah…”

Bayangkan kalau ternyata dulu Wak Haji tidak memberikan gitar kepada Ani, mungkin syair yang ia dendangkan akan berubah menjadi:

“Pabila kau rindu padaku, keploklah dan menyanyilah…”

4. Seperangkat alat sholat.

Sudahlah, tak ada yang perlu diperdebatkan dengan hadiah yang satu ini.

Karena hanya pria karbitan yang ngasih cokelat, pria sejati ngasihnya seperangkat alat sholat.

------------

Terbit pertama kali di Mojok.co

Tolong mengerti, saya adalah salah satu pihak yang akan selalu berada di garda depan barisan penolak perayaan hari valentine... tapi, berhubung saya juga berada di garda depan barisan penulis yang mencari duit dari nulis artikel di mojok.co, maka tolong maklumi tulisan saya yang satu ini.

Tapi tenang, Mojok.co itu situs selo kok, jadi jangan terlalu dianggap serius... hehehehe
14 Februari merupakan hari valentine, memang pada dasarnya tidak ada yang salah. Hanya saja orang yang gagal paham akan sejarah memaknainya sebagai hari kasih sayang. Jika anda pernah membaca asl-usul ceritanya pasti anda tidak akan berpura2 lupa untuk melakukan hal bodoh seperti memberi coklat dan bunga pada kekasih anda. Dalam sejarah tidak ada hubungan yang terkait dan signifikan antara kematian pendeta Santo Valentinus dengan coklat dan bunga. Yuk jangan sampai anda menjadi orang yang GAGAL paham akan sejarah, tidak ada yg salah dengan harinya. Namun anda yang salah dalam memaknainya.

Hari Kasih Sayang - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas14 Februari: 'Sejarah Kelam' Hari ValentineKisah Tragis di Balik Perayaan Cinta Hari Valentine

Terima Kasih

-

Hamasah!

on 2015-2-15 3:07am GMT

Matur nuwun, Bu.

Betapa banyak orang yang berjasa dalam hidup kita, sejak kita lahir sampai segede ini. Orang-orang pertama yang berjasa ya orang tua kita tercinta di rumah. Dan lebih dari itu, kita pun hidup di luar rumah. Di tempat-tempat tersebut, kita berinteraksi dengan orang lain, lak nggak mungkin diem aja ta?
Apakah kita sudah mengucapkan “terima kasih?” kepada:
Guru/dosen tiap selesai mengajar di kelas?
Mbak/masnya tiap selesai ngisiin bensin di tank?
Teman-teman kita yang bertanggung jawab atas suatu kelompok?
Pak/Bu/Mbak/Mas yang jualan jajanan setelah kita bayar?
Mbak-Mbak kasir?
Mbak/Mas yang ngambilin nomor sepatu/baju?
Mbak/Mas yang ngejagain tas/jaket di loker?
Mbak/Mas yang ngebikinin nota di toko buku?
Pak yang ngejagain motor/mobil di tempat parkir?
Pak motor ojek udah nganterin kita sampe rumah?
Pak yang udah nyopirin/ngondekturin angkot/bis/taksi?
Pak yang nyapu di kelas?
Dsb dsb dsb dsb, tak terhingga.

Banyak sekali, banyak sekali nggak kehitung. Tujuan dari saya nulis ini apa ta sebenernya?
Sadar nggak sih, kalo tanpa ada mereka, kita nggak bisa ngedapetin apa yang kita butuhin? Ya emang kita ngasih upah ke mereka, tapi apa ya semua kebahagiaan itu bisa dibeli pake uang aja?

Ucapan “terima kasih” kesannnya emang sederhana banget, saking sesederhananya terus tergelincir dari pikiran kita. Saya pernah diceritain sama seseorang, dengan mengucap “terima kasih”, kita bisa meninggikan derajat orang lain. Dengan kata lain, kita bisa membahagiakan orang lain dengan menghargai usaha mereka.
Mirisnya, nggak semua orang bisa bilang “terima kasih”. Kenapa saya bisa bilang kayak gitu? Ya iya, karena ngucapin “terima kasih” belum jadi kebiasaan.

Kebiasaan memengaruhi hidup kita, semacam kayak mindset. Mindset will kill you, dude. Kalo misal kita udah termindset: saya bayar dia dengan upah pun udah cukup, jadi nggak perlu ngomong terima kasih, ya udah gitu-gitu aja yang ada di pikiran kita. Stuck.

Saya punya cerita tentang kekuatan ucapan terima kasih. Suatu saat, di kelas saya ada project. Project ini ngebutuhin skill yang nggak semua anggota kelas kuasai. Jadilah seorang teman saya, sebut saja X, untuk  ngerjain project kelas tersebut. Saya angkat tangan untuk hal ini, karena saya sadar project tersebut bukan bidang saya. Saya akui memang, si X tersebut punya skill yang hebat dan dia perfeksionis dalam melakukan bidang tersebut.

Kendala dari project ini adalah deadline. Deadline yang ada di depan mata, ngebikin si X ini spaneng lah. Hingga suatu sore, kelas kami masih mempersiapkan ruangan kelas. Si X masih ngerjain project di depan monitor laptop sampai larut sore. Saat saya mau pulang duluan, saya bilang, “Makasih ya, X. Maaf aku nggak bisa bantuin wong aku nggak bisa mainin software itu,” terus dia bilang “Ya nggakpapa kok, Mi.”
Malam harinya, si X ini nge-Whatsapp saya. Dia ngucapin terima kasih ke saya, lhah kan saya bingung? Emang saya kerja apa? -_- Oh ternyata karena saya ngucapin “makasih” ke dia sore tadi. Dia bilang, kelas saya belum ngerespek atas kerja dia. Begitulah.

Kesimpulannya, ngucapin terima kasih itu penting banget dalam kehidupan kita di mana aja. Ayo jadiin kebiasaan buat ngucapin terima kasih!
Filed under: Games, Related Post, Videos
Filed under: Related Post, Tutorial, Videos
Filed under: Related Post, Tutorial, Videos
Liburan merupakan cara saya untuk menyalurkan rasa ingin tau pada sebuah tempat yang mengarah pada petualangan yang terbatas pada tempat-tempat wisata karena ada kemungkinan tersesat jika melakukan petualangan ke hutan apalagi dengan pacar.
image by http://www.eccireland.ie/
Liburan bersama pacar juga identik dengan mengabadikan sebuah momen, entah itu coret-coret nama di tembok pake spidol atau sekedar menyayat pohon dengan nama kita berdua (metode kuno). Sekarang ini sudah gak pake cara seperti itu, pernah suatu kali saya melakukan survei lokasi bersama teman di daerah kaliurang, tujuannya mau mencari tempat untuk foto buku tahunan SMA. Suatu saat kami ingin menuju goa jepang, menurut papan petunjuk jaraknya 100m dengan jalan kaki tapi rasanya itu mustahil karena 30 menit kami bejalan tidak sampai juga ke goanya. Sesampainya kita disana kita nemuin goa jepang itu ada coretan pake love2 gt ada nama budi lope jupe kayak gt dan gak cuma satu tapi buanyak banget. Sumpah disana bau dan suasanya ngeri,soalnya goa jepang di kaliurang terletak di hutan2 dan berkabut pula. Mengabadikan momen dengan cara yang salah dan tempat yang salah, ngapain juga mereka kesan.. Udah sepi, bau, gelap, hmmmm kalian bisa menyimpulkan sendiri.hehe

Melanjutkan topik yang sebenarnya saya mau sedikit memberi tips liburan buat yang berduan aja, sebagai berikut :
  1. Bawalah Ransel dan amunisisnya
    Ingat liburan juga kita harus memikirkan bagaimana kita makan lho, seperti yang kita ketahui di tempat wisata makannya mahal-mahal dan yang paling nyebelin gak bisa ditawar. Ini sangat menghawatirkan bagi kita seorang cowok yang punya pacar gampang laper, maka dari itu bawa ransel besar danhttp://www.eccireland.ie/wp-content/uploads/2013/06/HOlidays.jpg masukin semua toples cemilan yang ada dirumah buat bekal saat liburan nanti.
  2. Gunakan Powerbank dengan solar energy
    Untuk memaksimalkan update ke media sosial kamu saat liburan perlu bawa powerbank, karena penggunaan smartphone akan menghabiskan banyak daya terutama menggunakan internet belum lagi kalau pakai GPS untuk menuju lokasi wisata. Kelebihan powerbank ini cukup menjemurnya di terik matahari maka daya akan bertambah, lebih bagus lagi jika mendapat parkir liar ditempat wisata yang tanpa eyup-eyupan cukup taruh diatas jok motor dan kita tinggal saja untuk masuk ke tempat wisata. Setelah kembali pasti sudah penuh itu juga kalo gak ilang ya, maklum kan parkir liar yang ala kadarnya.
  3. Gunakan Tripod/Monopod (tongsis) untuk mengambil momen
    Jadi yang sudah saya jelaskan tadi moment itu sangat penting, maka dari itu bawalah tripot untuk berfoto bersama pacar. Coba bayangin kalo kita gak bawa, kan cuma berdua masa mau minta tolong satpam buat fotoin kita.
  4. Bawalah Payung dikala tidak hujan sekalipun
    Walaupun tidak hujan tidak ada salahnya kita membawa alat ini. Tapi disesuaikan juga tempat yang akan kita kunjungi, semisal tempat yang dikunjungi indoor/semi indoor membawa ini cukup merepotkan. Coba bayangin kalau kalian jalan-jalan ke gang sempit di malioboro sambil pake payung??. Payung juga membantu buat menghindari keluhan pacar kalian yang takut item, memang repot tapi beginilah solusinya.
  5. Cari lebih dalam informasi lokasi wisata yang dituju
    Pentingnya informasi ini juga menentukan liburan kalian bisa menyenangkan, ini berkaitan erat dengan kemampuan anda menyenangkan hati pacar. Karena pacar anda bakal sebel kalo anda malah nyasar dan g nyampe tempat tujuan, belum lagi kalau tempat yang kita tuju malah tutup dikarenakan suatu hal bisa dipastikan kamu akan capek sebelum malakukan liburan entah itu capek karena perjalanan atau omelan pacar kamu sendiri.
Oke mungkin itu saja dari saya, sekelumit pengalaman liburan terselip dalam rangkuman postingan ini. Mudah-mudahan anda paham dan semoga liburan anda menyenangkan bersama pacar anda tersayang.

NB: tips ini berlaku kalau anda punya pacar, jika anda jomblo mungkin anda akan sia2 membaca postingan ini.

    [no title]

    -

    abuzhahira

    on 2015-2-14 5:08am GMT

    @atriamagelang Management Team bersama Pak @sbyudhoyono dan Ibu @aniyudhoyonno … Matur sembah nuwun Bapak dan Ibu tindak ke Atria Hotel Magelang. Semoga Konsolidasi Partai Demokrat terus maju dan sukses di tahun mendatang.. Aamiin – with itta, Djulia, Anastasia 🍒, yuliyanti, Aditya, Sungkowo, Bhaskara, koko, DrAyuKartika, Bintang, Isye, dewi, Sigit Biantoro, Dimas Teplok, Rudha, Diah, Dyah Meta, 🌀Ruth, Faldi, Andriyanti, Nuno, Deny, Novriyanti, anii, Nia, Didi, Robby, Irene, Rully, Mayang, W, and Deva at Atria Hotel & Conference

    View on Path


    [no title]

    -

    abuzhahira

    on 2015-2-14 5:00am GMT

    @atriamagelang Management Team bersama Pak @sbyudhoyono dan Ibu @aniyudhoyono … Matur sembah nuwun Bapak dan Ibu tindak ke Atria Hotel Magelang. Semoga Konsolidasi Partai Demokrat terus maju dan sukses di tahun mendatang.. Aamiin – with itta, Djulia, Anastasia 🍒, Dimas Teplok, Novriyanti, Sungkowo, Bhaskara, Rully, koko, DrAyuKartika, Bintang, Isye, dewi, Sigit Biantoro, yuliyanti, Rudha, Mayang, 🌀Ruth, Faldi, Andriyanti, Nuno, Deny, Aditya, anii, Nia, Didi, Robby, Irene, Dyah Meta, Diah, W, and Deva at Atria Hotel & Conference

    View on Path


    Selamat hari kasih sayang!

    Ada dua film pendek yang saya shoot untuk menyambut valentine’s day kali ini . Film pertama berjudul “Antara Dua Dunia (A World Between)”, dan film kedua berjudul “Job Interview”.

    “Antara Dua Dunia (A World Between)” saya produksi bersama  teman-teman Last Day Production (LDP). Di sini saya bertugas menjadi penata sinematografi yang istilah kerennya adalah Director of Photography. Tapi karena naskah baru diterima sehari sebelum syuting dan tidak ada recce, semua shot saya desain langsung di set sebelum syuting dimulai (tidak ada shot list). Persis sebelum syuting dimulai, saya langsung mendesain di mana sudut penempatan kamera, pergerakan kamera, frame size, lampu, dan blocking aktor/aktris agar sesuai dengan konsep story telling. Proses syuting selama 2 hari yang disponsori oleh hujan dan mengantuk karena syuting dari pagi ketemu pagi.

    Di produksi ini saya hanya dibantu oleh 1 orang assistant camera dan 1 orang sound recordist. Tanpa kru yang lain-lain.  Film ini saya syut menggunakan Sony A7s dan lensa-lensa prime Canon L series dengan focal length 24mm, 35mm, 50mm, dan 100mm (macro).

    Foto-foto Behind The Scenes

    “Job Interview” saya produksi bersama teman-teman SOS Project. Di sini saya bertugas sebagai sinematografer, sutradara, sekaligus editor.  Karena naskah sudah saya terima beberapa hari sebelum syuting, saya masih sempat untuk membuat shot list agar proses syutingnya lebih rapi dan efektif.

    Screenshot shot list yang saya buat.

    Khusus untuk film “Job Interview” ini, selain menggunakan kamera Sony A7s, saya memakai external recorder Atomos Shogun untuk mendapatkan resolusi gambar 4K(3840 x 2160). Saya memutuskan memakai alat ini karena banyak dialog dalam film ini dan saya tidak ingin aktor & aktris  take berkali-kali demi mendapatkan beberapa frame size untuk dialog yang sama. Karena output yang saya pakai adalah 1080p,  maka saya bisa crop dari resolusi 4K menjadi beberapa frame size namun dengan kualitas gambar yang tetap tajam (axial cutting).

    Lensa-lensa yang saya pakai dalam  video ini adalah full set Canon CN-E 35mm Cine Prime (14mm, 24mm, 35mm, 50mm, 85mm, 135mm).

    Foto-foto Behind The Scenes

    Komentar yaaa… :D

    The post Valentine’s Day Short Films appeared first on GoenRock's VLog®.

    Silahkan Hujan…

    -

    Mas Ivan

    on 2015-2-13 9:05am GMT

    Bersyukur siang ini udah sampai rumah dan tak lagi kehujanan seperti kemaren. Istri udah pulang, anak-anak telah dijemput dari tempat Mbah Utinya selepas sekolah, dan sayurpun telah siap menunggu terhidang disamping meja untuk makan keluargaku.

    Sempat beberapa waktu lalu ketika masih di kantor untuk packing hujanpun turun sesaat seakan berkata, “kosek disik Mas Ivan…tak sirami sak untoro ben dalane ra mbleduk”.

    Menunggu sesaat dengan sabar, tak lebih 15 menit hujan-pun kurangi debit air produksinya dan gerimis nan lembut kumanfaatkan untuk bersegera tekan starter tunggangan dan kutarik gas menggilas jalanan aspal agar segera sampai dirumah.

    Kini tak mengapa jika hujan mau turun dan mengguyur bumi juga pepohonan dengan deras. Silahkan hujan…minimal saya udah di rumah dan dapat bercengkrama bersama keluarga sambil beraktivitas.

    _______

    Ngisor wit rambutan, 13 Februari 2015 | #18

    KC Feb 2015Gratis, Lesehan, dan Barokah.


    Filed under: Jagad Maiyyah Tagged: Cak Nun, CNKK, kenduri cinta, Kiai Kanjeng, Padhang Bulan

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia ensiklopedia bebas, Captcha adalah suatu bentuk uji tantangan-tanggapan (challange-response test) yang digunakan dalam perkomputeran untuk memastikan bahwa jawaban tidak dihasilkan oleh suatu komputer.

    Punya sajian berformat huruf dan angka, captcha ter / dibikin atas maksud keamanan supaya pemakainya tahu bahwa pengguna adalah manusia dan bukan robot atau komputer yang biasanya meninggalkan racun berupa SPAM via komentar dan atau semisal.

    Captcha 1Beberapa pekan lalu pasukan robot berjumlah ratusan menginvasi blog ini melalui kolom komentar dan berulang, dan terus berulang. Merasa tak puas, invasi-pun kian membabi buta hingga mereka mampu posting mandiri dalam jumlah masal disatu waktu.

    Sempat dibikin dongkol memang atas ulah para pasukan robot entah siapa mereka punya tuan yang tak tahu permisi dan uluk salam. Alhamdulillah, setelah googling berhari-gari sambil konsultasi ke admin Idwebhost senjata ampuhpun kumiliki dimana satu diantaranya tersebut nama Captcha. Terima kasih Captcha tanpa diminta engkau ajari aku berhitung + bahasa Inggris praktis pun sebenarnya dirimu #maksa.

    _____

    Ngisor wit rambutan, 13 Februari 2015 | #17

    Travel Tips = Persiapan

    -

    Mas Ivan

    on 2015-2-12 4:34pm GMT

    Agenda tertulis sejak awal tahun Januari lalu yang akhirnya molor sampai dengan saat ini. Berharap dapat segera menjamah alam pegunungan nan hijau, sebab intensitas hujan masih tinggi sayapun putuskan untuk menunda sejenak sementara temen-temen tetep nekat menjamah puncak Sindoro di Malam tahun baru 2015 lalu.

    Setelahnya agenda jatuh untuk traveling dan mengerucut menuju jalur timur Pulau Jawa menuju daerah Pacitan mencicipi eksotisnya Pantai Klayar dan beberapa destinasi wisata lainnya seperti Sungai Maron yang katanya jadi “Green Canyon” nya Pacitan. Sudah masuki rembug tuo atau perencanaan nan matang, kamipun berencana untuk menggilas jalanan beraspal menunggangi kendaraan bermotor pada tanggal 18 Maret 2015 nanti, yang rencananya akan bermalam di perjalanan dengan membuka tenda dan menikmati setiap jengkal panorama tersaji.

    Well…tak ingin melewatkan sensasi traveling juga jelajah alam bulan Maret nanti (insyaAlloh), kami-pun harus banyak belajar dari pengalaman di pendakian Gunung Ungaran tahun 2014 lalu, dimana saya yang berangkat fit dengan bekal cukup mendadak loyo dan demam akibat Cikungunya. Boro-boro dapat rasakan sejuknya udara pegunungan dan indahnya panorama, saat yang lain tertidur pulas dan having fun sambil selfie berburu foto terbaik saya justru menggigil di tenda dan terdiam menahan dinginnya tubuh sementara panas semakin meninggi.

    Karenanya pun tubuh kita fit dan perlengkapan turing/traveling cukup, sebaiknya kita lebih persiapkan diri supaya selama perjalanan hingga berpulang selalu dalam kondisi prima dan perjalananpun menyenangkan. Berikut beberapa tips yang saya rekomendasikan setelah hunting kesana kemari yang akhirnya nemu di efenerr. Yup, semoga dapat membantu :

    1. Kenalilah Kondisi Diri Sendiri

    Hal paling penting sebelum traveling adalah dengan mengenali kondisi diri sendiri, jika dirasa sudah tidak fit atau kesehatan terganggu atau gejala-gejala sakit, lebih baik pikir ulang rencana trip atau traveling kita. Bisa jadi traveling justru memperburuk kondisi kesehatan seseorang. Jangan memaksakan diri, traveling dalam kondisi tidak fit justru tidak akan maksimal. Ingat, kesehatan diri lebih penting daripada sekedar traveling.

    2. Perlengkapan P3K Yang Cukup

    Mencegah lebih baik daripada mengobati, itu prinsip yang efenerr pegang begitupun saya. Melakukan persiapan yang cukup untuk mengantisipasi kejadian saat traveling. Untuk itu dalam tas rangsel saya, selalu ada satu set obat-obatan yang lengkap, baik obat dalam atau obat luar. Susunan obat-obatan saya terdiri dari obat perut, obat demam, obat batuk, obat tidur, obat luka, alkohol, hand sanitizer dan minyak angin.

    © Ilustrasi by. s860.photobucket.com

    © Ilustrasi by. s860.photobucket.com

    Selain itu saya juga membekali diri dengan kassa, plester dan kain segitiga untuk pertolongan pertama jika sewaktu-waktu ada fraktur. Kain segitiga seukuran hasduk pramuka, terkadang saya samarkan untuk asesoris, saat acara #wegohangout kemarin, kain segitiga tersebut saya samarkan jadi arm-band. Perlengkapan P3K ini sudah menjadi barang bawaan wajib bagi saya. Jika kesulitan untuk menyusun perlengkapan P3K, sekarang di beberapa supermarket besar sudah dijual tas P3K lengkap dengan isinya.

    3. Mapping Lokasi

    Sebelum menuju lokasi traveling, saya biasanya searching lokasi rumah sakit/puskesmas terdekat dari tempat tersebut, jadi ketika membutuhkan layanan kesehatan / evakuasi dengan cepat, saya tahu harus kemana.

    4. Kenali Gejala

    Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi gejala. Gejala berupa pusing, demam, lemas adalah gejala awal tubuh mengalami gangguan. Kita perlu mengenali gejala-gejala tersebut agar tahu tindakan selanjutnya apa yang kita lakukan. Untuk gejala khusus seperti benturan, kita perlu memisahkan apakah terjadi fraktur, atau hanya benturan biasa. Untuk fraktur, biasanya disertai demam / bahkan sampai pingsan, untuk benturan biasa hanya berbentuk lebam biasa.

    5. Teknik Pertolongan Pertama

    Teknik pertolongan pertama menyumbang keberhasilan pada keberhasilan penanganan berikutnya. Seorang traveler ada baiknya tahu dan mengerti teknik P3K, jadi ketika menghadapi kejadian yang membutuhkan P3K maka tidak panik, tahu cara bersikap dan bertindak kemudian bisa menyelematkan dan mengevakuasi korban.

    Beberapa dasar P3K adalah teknik pengenalan dasar, Resusitasi Jantung dan Mulut, penanganan terhadap luka, fraktur dan pembebatan. Teknik P3K cukup mudah untuk dipelajari, jika ingin belajar bisa menghubungi PMI, secara berkala PMI mengadakan pelatihan teknik P3K untuk umum atau untuk pengenalan apa itu P3K, bisa mendownload slide tentang pengenalan P3K disini.

    6. Evakuasi

    Proses terakhir dimana korban bisa mendapatkan pertolongan medis yang lebih baik. Jika traveler bukan orang medis atau mengerti dasar-dasar medis, maka tindakan terbaik yang dilakukan setelah melakukan P3K adalah membawa korban secepat mungkin ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan dengan cepat. Sebaiknya evakuasi dilakukan dengan cepat dan tepat, namun jika korban mengalami keadaan khusus, seperti fraktur atau tempat yang sulit atau kondisi tidak memungkinkan evakuasi. Maka evakuasi diperlukan dengan teknik khusus , yang bisa dilakukan adalah menghubungi RS /pihak terkait setempat untuk minta pertolongan evakuasi, sementara korban harus dijaga agar tetap sadar serta tandai luka pada korban untuk disampaikan pada tenaga medis.

    Oke, demikian beberapa tips jempolan yang bisa kita pelajari dan aplikasikan supaya traveling kita sukses dan berkesan. Ribet memang harus mempelajari detail teori dan teknis seputar P3K hingga cara melakukan evakuasi terhadap korban. Tak mengapa, yang lebih utama jangan pernah kita terlupa untuk menunaikan kewajiban  (shalat) dan berdoa guna kelancaran.

    _______

    Ngisor wit rambutan, 12 Februari 2015 | #16

    [no title]

    -

    abuzhahira

    on 2015-2-11 5:42pm GMT

    Pak @SBYudhoyono dan Ibu @AniYudhoyono matur nuwun sanget sudah tindak ke @atriamagelang … Semoga Water Torren landmark Kota Magelang selalu memberikan kenangan agar kembali lagi dimasa yang akan datang.. Aamiin
    #AyoKeMagelang2015 Foto By: Mas Sigit Biantoro – with itta, Djulia, Anastasia 🍒, Dimas Teplok, Sungkowo, Bhaskara, koko, DrAyuKartika, Bintang, Isye, dewi, Sigit Biantoro, yuliyanti, Rudha, Dyah Meta, 🌀Ruth, Faldi, Andriyanti, Nuno, Deny, Aditya, anii, Nia, Didi, Irene, Rully, Diah, W, and Deva at Atria Hotel & Conference

    View on Path


    Pengantar
    Saya suka memotret dengan HP Smartphone dan mengolah foto langsung dari HP. Smartphone Android yang saya pakai sekarang Samsung Note2. Ada beberapa aplikasi fotografi yang sering saya gunakan. Salah satu yang saya suka adalah Adobe Lightroom Mobile. Sebelumnya saya biasa menggunakan Adobe Lightroom di laptop atau PC. Applikasi adiknya Photoshop ini sudah lebih dari cukup untuk mengolah foto. Makanya saya antusias ketika Adobe merilis LR untuk smartphone (Android, iPad, iPhone).

    Saya ingin menuliskan catatan2 saya ketika menggunakan LR Mobile. Saya juga pengguna baru LR Mobile, jadi masih belajar juga. Catatan ini merekam langkah demi langkah tentang pemakaian LR Mobile. Karena saya memakai Android, sementara catatannya khusus untuk Android. Untuk OS lain (iPhone, iPad) saya rasa sama saja. Bedanya hanya source untuk menginstall.

    Semoga bermanfaat.


    INSTALL LR MOBILE

    Install LR Mobile sangat mudah sekali. Sama seperti menginstall applikasi Android lainnya. Pertama buka dulu Google Play Store.

    image

    Kebetulan di HP saya sudah terinstall, jadi tombolnya tertulis . Kalau belum terinstall akan tertulis . Klik saja tombol itu.

    Smartphone Android akan mendonwnload applikasinya dan menginstall ke HP. Kalau koneksi lancar proses instalasi berjalan cepat.

    Setelah proses instalasi selesai, buka aplikasi LR Mobile. Sebelum bisa menggunakan LR Mobile Anda diminta untuk mendaftar terlebih dahulu. Ini yang sedikit berbeda dengan aplikasi sejenis lainnya yang bisa digunakan tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu.

    Lengkapi form yang ada dengan alamat email dan password. Prosesnya cukup singkat dan Anda tidak perlu khawatir.

    Lanjutamnya: Mengenal Tampilan LR Mobile


    Pengantar
    Saya suka memotret dengan HP Smartphone dan mengolah foto langsung dari HP. Smartphone Android yang saya pakai sekarang Samsung Note2. Ada beberapa aplikasi fotografi yang sering saya gunakan. Salah satu yang saya suka adalah Adobe Lightroom Mobile. Sebelumnya saya biasa menggunakan Adobe Lightroom di laptop atau PC. Applikasi adiknya Photoshop ini sudah lebih dari cukup untuk mengolah foto. Makanya saya antusias ketika Adobe merilis LR untuk smartphone (Android, iPad, iPhone).

    Saya ingin menuliskan catatan2 saya ketika menggunakan LR Mobile. Saya juga pengguna baru LR Mobile, jadi masih belajar juga. Catatan ini merekam langkah demi langkah tentang pemakaian LR Mobile. Karena saya memakai Android, sementara catatannya khusus untuk Android. Untuk OS lain (iPhone, iPad) saya rasa sama saja. Bedanya hanya source untuk menginstall.

    Semoga bermanfaat.


    INSTALL LR MOBILE

    Install LR Mobile sangat mudah sekali. Sama seperti menginstall applikasi Android lainnya. Pertama buka dulu Google Play Store.


    Namanya juga musim hujan. Tentu saja air berlimpah dimana-mana, bahkan banyak daerah yang kini mengalami kelebihan air alias banjir. Dibilang banjir datang akibat hujan yang berlebih, apakah demikian? Konon katanya jumlah air, baik yang berwujud air, es, uap, maupun gas di jagad raya ini dalam suatu kesetimbangan. Kesetimbangan dimaksud tentu saja berkaitan dengan volume total air yang konstan. Nah kalau volume air sudah konstan kok terjadi “kelebihan” air dan banjir?

    Dengan volume total air yang konstan tadi dan dengan asumsi curah hujan merata sepanjang musim hujan, maka kejadian banjir harus dipahami sebagai penanda telah terjadinya perubahan bentang alam. Hutan yang dulu rimbun telah banyak gundul. Sungai yang lebar dan dalam telah menjadi sempit nan dangkal. Sawah, pekarangan, kebun, rawa, dan ruang terbuka hijau yang lain telah menjadi beton semua. Belum lagi perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan di got, selokan, dan sungai-sungai. Lagi-lagi persoalan bersumber dari perilaku manusia sendiri!


    Filed under: Jagad Alam Tagged: katak, kodok, musim hujan

    Berikut ini adalah update untuk Permentan No. 70 Tahun 2011 Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah yang lengkap. Dokumen ini lengkap berserta lampiran-lampirannya, termasuk syarat pendaftaran, pentunjuk pengujian, baku mutu, dll.

    View this document on Scribd

    [no title]

    -

    abuzhahira

    on 2015-2-11 1:31am GMT

    @atriamagelang ready to welcome Bpk @sbyudhoyono dan Ibu Ani Yudoyono plus Mas Ibas in Magelang… #AyoKeMagelang2015 – at Atria Hotel & Conference

    View on Path


    [no title]

    -

    abuzhahira

    on 2015-2-10 5:53pm GMT

    Eh, ada ilmunya toh Kupat Tahu #AyoKeMagelang2015
    http://efenerr.com/2012/12/19/pat-gulipat-kupat/

    View on Path



    Urine hewan bisa dimanfaatkan menjadi MOL dengan bantuan Aktivator Promi. MOL ini bisa dimanfaatkan sebagai POC (Pupuk Organik Cair) untuk tanaman apa saja. Urine binatang yang bisa dipakai antara lain urine sapi, kelinci, domba atau binatang lain yang bisa dikumpulkan urinenya.

    Bahan-bahan:
    1. Urine binatang
    2. Promi
    3. Molases atau gula jawa
    4. Empon2: kunyit, temu ireng, temu lawak

    Peralatan:
    1. Bak atau drum penampung
    2. Aerator aquarium
    3. Selang
    4. Botol atau jerigen penampung

    Cara pembuatan:
    1. Tampung urine ke dalam drum atau bak penampung.
    2. Beri aerasi selama kurang lebih satu hari satu malam.
    3. Siapkan empon2 kurang lebih 10-25% dari volume urine. Jadi jika urine yang digunakan sebanyak 100 L, empon2 yang ditambahkan kurang lebih 10-15 kg. Parut/haluskan empon2 tersebut.
    4. Masukkan empon2 ke dalam drum.
    5. Tambahkan molasea atau gula jawa sebanyak 5%  dari volume urine. Misal, urine yang tersedia 100 L, maka volume molases yang diberikan sebanyam 5 L atau 5 kg gula jawa. Jika menggunakan gula jawa, parut atau haluskan terlebih dahulu gula jawa tersebut.
    6. Tambahkan aktivator Promi sebanyak 1-5% dari volume urine. Misal; urine yang tersedia 100L, maka aktivator Promi yang ditambahkan sebanyak 1- 1,5 kg..
    7. Aduk hingga semua bahan tercampur merata.
    8. Tutup drum.
    9. Tambahkan selang aerasi untuk pengeluaran udara. Masukkan ujung selang ke dalam botol air untuk menjaga masuknya udara luar ke dalam drum.
    10. Beri aerasi drum tersebut selama kurang lebih satu minggu. Aerasi bisa diperpanjang sampai 10 hari.
    11. Setelag satu minggu MOL siap digunakan. Saring larutan MOL untuk memisahkan antara larutan dan endapan.
    12. Tampung larutan MOL ke dalan botol atau jerigen.

    Cara pemakaian:
    1. MOL Urine bisa diberikan ke daun atau dikocorkan ke tanaman.
    2. Encerkan MOL Urine dengan dosis 50 ml untuk 1 L air bersih/air sumur. Aduk hingga tercampur merata.
    3. Larutan dikocorkan ke daerah perakaran sebanyak atau disemprotkan ke tanaman. Banyaknya larutan yang dikocorkan adalah 150-200 ml (satu gelas air mineral) untuk tanaman semusim/hortikultura atau 2-3 L untuk tanaman tahunan.
    4. Penyiraman/penyemprotan diulang seminggu s/d dua minggu sekali untuk tanaman semusim atau sebulan s/d 2 bulan sekali untuk tanaman tahunan.

    Silahkan dicoba.

    Kumpulan resep MOL: Resep MOL


    Anda mungkin juga bakal lakukan hal serupa jika karya terproduksi diambil alih orang padahal credit karya telah tersuguh. Begitu juga yang dilakukan Dwikoen Sastro melalui akun facebooknya dua hari lalu ( 7 Februari 2015) lantaran kesal dengan ulah Jawa Mbeling.

    Ceritanya Foto gadis menggendong kayu (asli) besutan mas Dwikoen pernah diunggah pada 7 Maret 2013 lalu lewat akun facebook-nya. Tak sekedar upload, beliau-pun membubuhinya dengan watermark hak cipta (copy right) di pojok kanan bawah seperti pewajahan si embak dibawah ini.

    © Image by. Dwikoen Sastro at Facebook

    © Image by. Dwikoen Sastro at Facebook

    Tanpa kelanuwun atau permisi pada 30 Januari tepatnya pukul : 03:49, 2015, foto ini diunggah di akun Jawa Mbeling dengan editan seenaknya hilangkan watermark siempunya di pojok kanan bawah. Hasilnya apa ? iapun tambahkan watermark pribadi “Jawa Mbeling” di kiri bawah biar seakan-akan ada kesan jika foto tersebut hasil karyanya pun sebenarnya asal pungut (baca : maling).

    Tambah nyesek lagi Dwikoen Sastro lantaran Foto diunggah untuk tujuan bisnis berupa promosi kaos Jawa mbeling yang cantumkan official website, nomer hp, no hp untuk reseller dan pin BB.

    Lantaran bersponsor, siempunya meminta kepada pemilik akun Jawa Mbeling agar dalam tempo 1 x 24 jam dirinya dapat selesaikan persoalan ini dengan pemilik hak cipta, atau jika tidak ada itikad baik persoalan tersebut akan dilaporkan kepada pihak berwajib.

    Bagaimana akhirnya ?, entahlah. Hingga artikel ini kutulis sembari menonton film Unbroken garapan Mbakyu Jolie (sapaan akrab Agus Mulyadi menyebut Angelina Jolie), saya hanya berfokus pada inti dari pelajaran yang tersemat “Jangan asal pungut, berilah apresiasi tinggi atas karya orang lain”.

    Karena itulah, dari pada kita membuang waktu berurusan dengan hukum atau minimal membuat dosa kepada orang lain, mari kita belajar menghargai karya dengan bermohon ijin atau minimal tetap tempatkan watermark hak cipta (copy right) tanpa sedikitpun mengedit tampilan kecuali ukuran. Apa salahnya credit karya orang lain selalu kita tunjukkan pun link ke sumber off semisal yang kupakai saat ini ?

    Buat mas Dwikoen, saya dukung aksi panjenengan berikan peringatan kepada Jawa Mbeling disertai tempo rujuk jika itikad baik dilakukan entah bagaimana purwarupa itikad yang dimaksud. Sekedar masukan, moga panjenengan berdua tansah sabar pun jalur hukum harus di tempuh (nantinya) sebagai bentuk apresiasi karya yang tak boleh disepelekan. Tagline bagus yang harus direalisasikan mas Jawa Mbeling, “sanadyan mbelin nanginh iseh eling”.

    _______

    Ngisor wit rambutan, 9 Februari 2015 | #15

    Antara Serbet dan Lawakan

    -

    Mas Ivan

    on 2015-2-09 2:25pm GMT

    Beda masa beda pula konsep lawakan dan audiennya. Saya menyebut lebih berkesan lawakan lawas lantaran branding nangkring pun pemirsanya menganggap kuno dan sebagiannya (mungkin) berasumsi punah. Blangkon, serbet, celana cingkrang, dan tak lupa style hansip yang kini ikut diadaptasi dan diuri-uri rumah produksi lokal.

    © Image : Pusat Kain Majalaya

    © Image : Pusat Kain Majalaya

    Menyorot atasnya saya tertarik dengan serbet yang mana kala itu suguhkan peran jongos dengan serbet tersampir diatas bahu yang kerap lari kesana kemari (terdzolimi). Srimulat, satu dari sekian wadah yang menaunginya sajikan hiburan. Masih ingat siapa saja tokoh yang sering pakai serbet untuk mendukung lawakan ? Sebut nama Gepeng, Polo, Pak Bendot, Timbul dan banyak lagi pelawak lawas pun kini sebagiannya undur diri (pensiun) karena habis masa pakai nyawa di dunia.

    Penasaran, apa sebetulnya merek serbet yang mereka pakai karena dirumahpun ada, dikantorpun lebih dari tiga disimpan Pak Sukir untuk mengelap aneka perkakas seperti piring, gelas, sendok, mungkin juga muka. Oiya…Pak Sukir itu tenaga kebersihan dikantorku yang beberapa hari lalu sambat pusing dan kini mulai membaik.

    Kembali ke serbet, siapa menyangka hingga hari ini masih terproduksi dan berani beradu jual juga manfaat dengan penyeka sintetis semisal kanebo. Sejenak ngalamun, “mungkin kian lucu jika pelawak lawas sampirkan kanebo untuk ganti serbet”.

    Ahh…ngawur saja. Tapi berprasangka baik, lawakan mereka berkelas lantaran sematkan promosi “cintailah produk-produk Indonesia semisal #Serbet”.
    _______

    Ngisor wit rambutan, 9 Februari 2015 | #14

    Tidak dipungkiri popularitas korea membuat saya kepo terhadap drama korea, sebenarnya saya sudah menonton drama korea mulai sejak SMP saat itu drama bernuansa kolosal yang tayang di Indosiar. Jika yang belum pernah menonton drama korea pasti yang ada dipikiran kalian itu bertema percintaan dan sedih2 belaka. Memang saya akui mereka hebat dalam membuat cerita yang membuat penonton merasa terlibat dalam situasi itu apalagi didukung soundtrack yang mendukung pada setiap ceritanya.
    Tapi tunggu dulu bagi saya yang sedikitnya tau mengenai security baik komputer dan internet pasti akan tertarik dengan drama Ghost. Ceritanya berlatar dari kepolisian unit cyber crime yang menagani kasus besar dibalik pembunuhan artis yang misterius. Dalam cerita melibatkan hacker yang diincar polisi yaitu Hades yang tidak lain sahabat dari ketua tim kepolisian unit cyber crime 1 ,yang dulu melakukan pendidikan di akademi kepolisian korea dan keluar dari akademik secara mendadak.
    Dalam drama tersebut juga terjadi serangan DDOS pada sebuah kantor bursa efek yang dilakukan oleh sindikat hacker Hongkong, jangan salah mereka menggunakan Sistem operasi backtrack, ubuntu juga dalam melakukan aksi peretasan. Menurut saya penulis cerita benar-benar paham dalam dunia cyber security sehingga setiap cerita, kita akan hanyut terbawa, walaupun keseluruhan cerita 40% mengenai komputer dan 60% konspirasi.

    mau download atau nonton ke http;//nontondrama.tv


    Melawan Arus untuk LULUS

    -

    ./erphidi

    on 2015-2-09 11:05am GMT
    Banyak sekali ide dan gagasan akhir-akhir ini mendekati skripsi dan selesainya KP. Paling enjoy sih kalau mengangkat judul skripsi sesuai kemampuan dan kesukaan. Beberapa waktu yang lalu saya sudah memperlihatkan tugas membuat Home Monitoring dengan Raspberry Pi dan terintegrasi dengan Smarphone Android. Dan pembuatannya tidak susah juga karena saya sejeak awal semester mulai memperlajari perintah dasar linux dan mencoba ikut membuat dan mengkonfigurasi server yang berbasis linux.
    Seperti yang diketahui Raspberry Pi mengguanakan dan didukung OS Linux, yang saya gunakan waktu itu adalah Raspbian, dan tentunya masih banyak lagi.
    Seperti dikampus lain jurusan Teknik Informatika skripsi selain laporan harus disertakan program.produknya. Saya terinspirasi dari beberapa kampus yang kebetulan e-librarynya bisa diakses dan boleh diunduh, kemudian saya mencari beberapa refrensi dan tidak banyak yang mengankat judul yang serupa yaitu Sistem Pemantau Ruangan dengan motion detection
    Karena saya tertarik maka saya cari-cari yang namanya motion, ternyata itu program yang dapat digunakan merekam seperti mjpg streamer namun bisa untuk mendeteksi gerak. 
    image by zarafirsty.files.wordpress.com
    Kita balik lagi dikampus tercintaku ini, pada jadwal mencantumkan pengumpulan proposal adalah tanggal 31 Januari 2015 sementara laporan KP belum selesai saat pengumuman itu ada. H-4 ternyata laporan yang mendapat revisi yang bertubi2 akhirnya selesai juga dan proposal TA sudah siap untuk dikumpulkan. Namun banyak isu yang beredar jika judul TA harus sesuai konsentrasi jurusan. Dikampus saya dibagi 3 kubu, yaitu kubu sistem cerdas, kubu sistem database dan kubu web, kebetulan saya di kubu web yang mayoritas banyak anak cowoknya. Menurut saya kalo dipikir2 judul yang saya ambil tidak sesuai konsentrasi jurusan saya, karena saya merancang sistem dan hardwarenya dan berkutat dengan script pyhon serta mengkonfigurasikan dari raspberry pi ke google drive.
    Sempat ada rasa takut dan pesimis dengan judul yang saya ajukan, tapi mau gmana lagi karena saya anggap belum ada judul yg serupa dikampus saya..ya saya yakin aja maju dengan judul tersebut. namun beberapa teman juga mengambil judul dengan menggunkan Raspberry Pi. Ya mereka jenuh membuat sistem informasi belaka dan ingin membuat sesuatu yang beda. 

    Sesungguhnya kami hanya ingin membuat apa yang kami bisa dan kami suka

    *Jika ada yang merasa bingung bagaimana membuat proposal TA bisa dibajak di sini , pada dasarnya sama persis dengan proposal KP yang pernah saya pos disini. Ada baiknya sebelum membuat proposal yang baik dan benar, bisa mempelajari panduan penulisan KP/TA terbitan kampus tahun 2010, jika belum punya bisa unduh dimari
    image

    Portrait Yusuf diolah dengan Lightroom Mobile

    Memotret dalam kondisi low light dengan kamera HP susah-susah gampang. Dengan sedikit ketelatenan dan diolah dengan Lightroom Mobile, foto portrait bisa dibuat menjadi lebih menarik. Foto portrait Yusuf ini contohnya.

    Foto ini saya ambil sekitar pukul 1 dini hari. Yusuf belum tidur dan asik melihat film  larva  di YouTube. Lampu kamar dimatikan agar dia segera tidur. Saya lihat cahaya iPad menerangi wajah Yusuf dan terlihat artistik. Saya segera ambil fotonya. Posisinya agak sulit dan Yusuf tidak mau diarahkan.

    Memotret dalam kondisi low light dengan smartphone seperti ini kuncinya adalah memotret dengan stabil. Lampu flash kamera saya matikan. Fokus diset makro. Iso otomatis. Tangan dibuat sestabil mungkin. Kalau perlu kamera diperintah dengan suara untuk mengurangi goyangan tangan. Saya ambil foto Yusuf beberapa kali sampai saya dapatkan posisi yang pas. Ada tiga foto yang cukup bagus hasilnya.

    image

    image

    image

    Foto aslinya sudh cukup bagus. Tapi masih kurang menggigit. Saya olah lagi menggunakan applikasi Android Adobe Lightroom Mobile. Sebelumnya saya pernah pakai Photoshop versi Mobile. Tapi saya kurang suka. Hasilnya tidak sebaik aplikasi sejenis. Namun, LR Mobile jauh lebih baik dari kakaknya.

    Langkah2nya simple saja. Pertama, foto saya cropping Square. Lalu ditambahkan ke library LR Mobile. Baru di-otak-atik fotonya. Karena foto aslinya sdh cukup baik, saya tidak banyak melakukan olah foto. Untuk white balance saya set auto. Saya naikkan sedikit Clarity.

    Foto diubah ke BW–>Contrast 75; Detail –> Clarity (hight); Effect –> Vignette (Heavy). Hasilnya disimpan jadi foto baru. Silahkan coba.

    image

    image

    image


    Kuala Lumpur memang identik dengan Menara Kembar Petronas atau Twin Tower. Menara yang dimiliki Proton, perusahaan perminyakan nasional Malaysia tersebut, telah diresmikan semenjak tahun 1999. Keberadaan gedung bertingkat 88 ini memiliki beberapa fungsi sekaligus, meliputi bisnis, wisata, dan hiburan. Di samping Petronas yang menempati menara 1, menara 2 banyak dijadikan kantor oleh perusahaan ternama semisal Al Jazeera, Shell, Bloomberg, Microsoft, Reuters dll. Adapun Suria KLCC menjadi mall pusat perbelanjaan yang terbesar di KL.

    Di samping menikmati panorama ketinggian KL dari jembatan penghubung menara di lantai 41-42, kawasan menara kembar ini juga dilengakapi dengan area pertamanan yang luas. Berada tepat di pintu belakang Suria KLCC, terhampar sebuah kolam air yang sangat luas yang dilengkapi dengan air mancur spesial. Dikatakan spesial karena air mancur tersebut bisa menari dan menampilkan pantulan cahaya lampu warna-warni khususnya di saat malam hari.

    Atraksi tarian air mancur selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Menara Petronas. Kami sekeluargapun sengaja mendatangi menara ini dengan tujuan utama ingin menyaksikan atraksi tarian air mancur, apalagi si Genduk sangat menyukai air mancur dan apapun yang berbau air terjun. Apalagi ditambah informasi bahwa untuk naik ke atas Menara Petronas diperlukan biaya tikat yang tidak murah, dan antrinya harus sedari ba’da Subuh. Maka air mancur dan taman seputaran menara menjadi pilihan utama untuk dikunjungi.

    Selepas waktu pagi hari kami pergunakan menungjungi Batu Cave di sisi utara KL, perjalanan dari KL Sentral kami sambung dengan LRT Kelana Jaya menuju KLCC. Naik dari stasiun bawah tanah, menjulanglah dua buah menara kembar yang beberapa waktu sebelumnya hanya kami amati dari kejauhan. Setelah sedikit berjalan mengitari Suria KLCC di kaki menara, kamipun melangkah menuju pintu belakang yang tepat menghadap sebuah kolam yang cukup luas. Sayangnya, justru ketika kami datang nampak beberapa petugas sedang melakukan maintenance dan pembersihan batang-batang penyembur air mancur.

    Mengobati kekecewaan si Genduk yang gagal menjumpai atraksi tarian air mancur, kami memutuskan untuk menjelajahi taman-taman di seputaran KLCC. Setelah sejenak menikmati kerimbunan pepohonan di sisi kanan, dengan berjalan melingkari telaga, nampak anak-anak justru ceria dan sumringah. Ternyata tepat di sisi belakang telaga terhampar area khusus taman anak. Hal utama yang paling menarik perhatian si Ponang dan si Genduk adalah keberadaan kolam bermain yang nampaknya sengaja dirancang untuk memanjakan anak-anak keciblon ria.

    Tanpa menunggu penawaran dan izin kami, si Ponang bergegas langsung melepas baju dan celana luar. Alhasil, dengan mengenakan kaos dan celana dalam ia langsung menceburkan diri ke dalam kolam yang dangkal untuk bergabung dengan anak-anak sebayanya yang lain. Gendukpun tak mau kalah dari kakanya. Ia terus merengek dan meronta dari gendongan. Meskipun tanpa persiapan dan rencana untuk berbasah-basah ria, akhirnya kami ikhlaskan keduanya menikmati kesegaran air di tengah terik selepas tengah hari itu.

    Namanya juga anak-anak, dimanapun mereka berkesempatan ketemu kolam renang pecahlah segala keceriaan dan kehebohannya. Siang yang memang terasa gerah tersebut nampaknya sangat pas sekali jika kami berbasah-basah di dalam kolam air. Hal serupa tentunya dirasakan pula oleh anak-anak lain yang juga bermain air. Nampak siang itu kolam yang ada terisi dengan ratusan para bocah bagaikan lautan cendol yang penuh warna-warni. Jadilah kami yang mendapat tugas tambahan untuk ekstra mengawasi dan menjaga mereka. Namun dengan kegembiraan yang terpancar dari raut muka anak-anak yang penuh tawa dan celotehan menjadikan semua orang nampak menemukan kebahagiaanya.

    Satu jam, bahkan mungkin dua jam juga pastinya akan terasa amat kurang bagi anak-anak untuk bermain air. Namun demi melihat telapak dan jejari tangan si Genduk yang keriput serta mulai membiru, mau tak mau permainan harus segera diakhiri. Tentu saja mana anak yang mau dihentikan dari permainan yang mengasyikkannya? Akhirnya demi menghibur dan nylimur Genduk, setelah berganti dengan pakaian kering dan diblonyo minyak putih seluruh tubuhnya, ia saya bawa lari ke area wahana permainan anak yang tidak seberapa jauh dari kolam.

    Sejenak tengok kanan-kiri, e ternyata di taman itu terdapat beragam wahana permainan anak, mulai dari ayunan, plosotan, odong-odong, terowongan, jembatan gantung dll. Melihat ada satu ayunan yang kosong sayapun langsung menghamburkan diri ke ayunan tersebut. Dengan memangku si Genduk, sayapun perlahan-lahan mengayunkan diri. Manurnya, si Genduk dapat segera lupa dengan keasyikan kecipak air kolam yang dengan terpaksa ditinggalkannya.

    Belum seberapa lama saya memangku Genduk yang menikmati sepoi ayunan, sekonyong-konyong ada muka hitam yang melotot di belakang saya. Tersadar dari suara lengkingan sebuah peluit, sayapun menengok ke belakang. Ternyata seorang satpam perempuan mengacungkan tongkatnya ke arah muka saya sampil meniup peluit. Ia nampak tak ramah dengan  pelototan mata bulanya. Sejurus kemudian ia berteriak, “Tak boleh!”

    Haduh, gek saya ini salahnya apa to yo! Lha namanya ngenengi bocah balita naik ayunan, masak si anak harus dilepas sendirian. Meskipun saya mencoba menjelaskan bahwa saya hanya sekedar memangku bocah bayi, si satpam tetap saja tak mau paham dan bersikukuh bahwa hal itu tetap tak boleh. Tentu saja daripada urusan panjang, sayapun akhirnya ngalah juga. Sedikit merasa dongkol, sudah pasti. Tidak ada tulisan larangan dlsb kok dinyatakan bersalah. Tetapi yo wislah, namanya juga tamu di negeri orang.

    Namun jujur, saya sedikit ewuh pekewuh bin menahan malu dipersalahkan demikian di depan umum. Apes bener nasib saya siang itu. Ditambah lagi si Ponang justru malah turut mengolok bapaknya dan mendukung si satpam perempuan. Mau gimana lagi coba? Akhirnya saya ajak si Genduk beralih ke wahana permainan yang lain. Untung pula tidak jauh dari area ayunan ada odong-odong kecil yang mampu mengalihkan perhatian Genduk sehingga ia tidak merajuk.

    Belum seberapa lama kami tenggelam dalam permainan yang baru lagi, ternyata di tempat ayunan yang baru kami tinggalkan nampak beberapa mbak-mbak yang justru menggusur para bocah dan menguasai beberapa deret ayunan. Saya hanya mbatin, “nah ini dia para korban selanjutnya”. Saya bayangkan para mbak yang kelihatannya muka-muka saudara setanah air itu akan disemprit oleh satpam perempuan yang uring-uringan dengan saya tadi. Namun memperhatikan semenit-dua menit, hingga melewati lima menit, kok nggak ada satpam nongol. Padalah mereka nampak bergerombol di pos kebersihan. Hingga sekian lama tak ada tindakan apapun. Lho, katanya orang dewasa tak boleh pakai ayunan. Lha kok ini serombongan mbak-mbak dibiarkan merajalela! Dan memang apa yang saya alami tidak dialami oleh mbak-mbak itu. Lah piye to iki! Memang dasar saya yang kena sial, dikerjai, atau memang aturan mulai berpihak dan mengenakan pakaian gendernya? Ah, ya sudahlah!

    Lor Kedhaton, 9 Februari 2015


    Filed under: Jagad Wisata Tagged: GoKL, KL, KL Twin Tower, KLCC, Kuala Lumpur, LRT Kelana Jaya, Menara Petronas

    Well, My Blog!

    It’s February already! Time flies so soon.

    Some Of us, enjoying the swimming pool at hotel

    IMG_2809

    Some Of us, enjoying meeting with new people to widened your knowledge

    IMG_2845

    But As planned, also enlarging your hospitality plus friendship, we may consider this as 3in1 action wellplanned.

    IMG_3097

    IMG_3113

    IMG_3167

    IMG_3210

    IMG_3070

    IMG_3170

    IMG_3202

    IMG_3095

    IMG_3089

    IMG_3249

    Another thing was, as human, we have to admit that our body is on His hand… Some got sick, alhamdulillah, we got tHE bless

    IMG_3372

    IMG_3374

    IMG_3368

    IMG_3376

    Now, it’s our turn to Thanks Him on His creation…

    IMG_3424

    IMG_3417

    IMG_3433

    IMG_3446

    IMG_3449

    IMG_3476

    IMG_3431

    IMG_3443

    IMG_3484

    IMG_3466

    IMG_3494

    IMG_3491

    IMG_3518

    IMG_3498

    IMG_3504

    IMG_3523

    IMG_3510

    IMG_3505

    IMG_3512

    IMG_3520


    Ini cerita jaman dulu waktu aku masih SMP. Perasaan marah, dendam, jengkel, mangkel yang membuatku dapat NEM terbaik di sekolahku.

    Aku sekolah di sekolah ‘pinggiran’. Ketika SD aku sekolah di SD Inpres Cacaban 2 di kaki gunung sukorini. SD Inpres adalah konotasi untuk SD pinggiran. SDku sekarang sudah “almarhum”. Nilai sekolahku biasa2 saja, tidak cukup untuk masuk sekolah negeri. Akhirnya aku terdampar di sekolah SMP “luar negeri” alias SMP swasta; SMP Purnama Magelang. Sekolahnya “ndompleng” di SMP N 5. Masuknya siang, ketika anak2 SMP Negeri sudah pulang. Jaraknya dari rumahku 3-4 km. Aku ke sekolah naik sepeda.

    Tahu sendirilah anak2 SMP swasta rendahan. Kualitasnya juga biasa2 saja, malah cenderung bandel2. Ketika kelas 1 aku punya geng yang anggotanya beberapa orang. Nama2 anggota gengku yang masih aku ingat: Witono, Agus A, Sugito dan Agus B. Biasalah anak2 jadi biang kerok keributan dan kegaduhan di kelas. Beberapa kali kami di-strap oleh kepala sekolah atau guru kelas.

    Pernah suatu hari guru pelajaran tidak ada. Kami hanya disuruh mengerjakan tugas. Jam kosong menjadi kesempatan anak2 ribut di kelas. Pas kebetulan Bapak kepala sekolah sedang keliling. Langsung beliau masuk kelasku. Mukanya merah padam. Matanya melotot. Sampai2 seperti mau keluar bolan matanya. Hidungnya membesar dan keluar asepnya.

    Tampa komando anak2 langsung terdiam semua. Pak kelapa sekolah marah dan menanyakan siapa yang ribut tadi. Pertanyaan konyol menurutku, karena hampir semua anak gaduh semua. Pak kepala sekolah mengancam kalau tidak ada yang mengaku, semua anak tidak boleh pulang. Sampai berapa lama tidak ada yang mengaku, semua tertunduk.

    Aku tunjuk jari.
    “Maju kamu!!” hardiknya.
    “Siapa lagi???”
    Aku sebutkan nama2 beberapa anak yang paling gaduh di kelas. Ada 4 anak.

    Pak kepala sekolah darahnya masih tinggi. Satu persatu kami ditempelengnya.

    Mungkin kalau jaman sekarang, tindaka ini melanggar HAM. Dan pak Kepala sekolah bisa dilaporkan ke polisi.

    Ketika Pak Kepala sekolah meninggalkan kelas. Aku datangi teman2ku yang ribut tapi tidak mau maju. Gantian aku tempeleng mereka.

    Beberapa kali gengku betantem. Biasanya hanya masalah sepele; ejek2kan atau lempar-lemparan kapur dan ballpoint.

    Nah, suatu hari gengku dapat tugas bersih2 kelas. Ketika bersih2 ada seorang anak terpandai di kelasku masuk dan menginjak2 kotoran yang sedang kami sapu. Terang saja aku marah. Anak ini sombong banget. Mentang2 dia anak terpandai dan disayang guru. Aku adu mulut dengan dia. Akhirnya aku tantang dia.

    “Nanti pulang sekolah kita teruskan di lapangan belakang!” tantangku.

    Pulang sekolah sekitar pukul 5.30. Menjelang magrib dan hari mulai agak gelap, aku tunggu dia di pintu belakang sekolah. Dari jauh aku lihat dia menuju ke luar. Rupanya dia menerima tantanganku. Mungkin dia nggak ingin kehilangan muka di depan2 teman2 yang lain, terutama teman2 perempuan yang mengidolaka dia.

    Kami hadap2an di lapangan belakang sekolah. Teman yang lain menyoraki kami dari pinggir lapangan. Tidak perlu nunggu komando langsung saya serang dia.

    Aku pukul dan aku tendang. Aku ikut pencak silat Kembang Setaman dan SH. Latihan 2-3 kali seminggu. Aku bayangin anak ini seperti kantong pasir yang buat latihan. Bag….big…bug…. pokoknya pukul dan tendang terus. Beberapa kali dia jatuh.

    Mungkin ada anak yang lapor ke guru. Kepala sekolah dan beberapa guru melerai kami dan membawa kami ke ruang guru. Sekali lagi saya kena marah guru dan sempat ditempeleng lagi.

    Namun, si anak emas ini tidak dimarahi. Di depanku dia dielus2 guru. Wajahnya yang sedikit memar dioles dan dipijit.

    Bener… bener tidak adil. Dia diperlakukan beda. Kalau aku ditempeleng, dia dielus2. Hatiku panas banget. Marah… jengkel…. benci…. numpuk jadi satu.

    Keesok harinya Bapakku dipanggil ke sekolah. Aku diancam akan dikeluarkan kalau berantem lagi. Bapakku pun sempat menghajarku. Ampun deh..

    Perasaan marah, dendam, jengkel, benci seperti meluap2 di dalam dada ini. Ada semacam tekad: aku harus mengalahkannya.

    Entah mengapa sejak peristiwa itu aku lebih giat belajar. Perasaan aku jadi lebih cepat mudeng dan cepat menyerap pelajaran di sekolah. Nilaiku semakin baik. Aku masih dengan gengku. Aku masih latihan silat. Beberapa kali aku berantem lagi.

    Akhirnya, ketika EBTANAS, aku lulus dengan nilai tertinggi. Bahkan nilaiku tidak kalah dengan anak2 SMP negeri.

    Meski awalnya tidak PD, aku mendaftar ke SMA N 1 Magelang. SMA terfavorit waktu itu. Alhamdulillah diterima. Mungkin aku satu2nya anak SMP Purnama yang bisa lolos ke SMANSA Magelang. Karena setelah beberapa tahun kemudian SMP Purnama Magelang akhirnya “almarhum” juga.

    *****
    Aku mengenang kembali masa2 itu. Aku ingin kembali membalik energi negatif dalam diriku ini menjadi energi pendorong ke arah yang positif. Aku ingin kembali bisa menjadikan energi negatif menjadi bahan bakar untuk melaju lebih cepat lagi. Insha Allah.


    kuntilanak hantu ghost

    Cerita Horor

    Pernah ketemu tidak dengan orang penakut, tetapi suka lihat film horor? Yang lebih menyebalkan dia selalu minta ditemani ketika melihat film horor itu. Aneh memang.

    Awalnya saya juga heran dengan kelakuan teman yang penakut ini. Penakutnya ruar biasa. Ruangan gelap saja takut. Lihat pohon atau daun bergoyang di gelap2 saja takut. Denger suara aneh sedikit saja takut. Tapi  suka lihat film horor. Suka baca buku horor. Dan serius kalau diceritain kisah2 horor.

    Mungkin rasa takut bisa memicu andrenalin di otak manusia. Andrenalin ini yang merangsang otak dengan sensasi rasa yang sulit diceritakan dengan kata-kata. Sama seperti naik gunung atau melawan kemacetan ketika mudik. Rasa capek, kesal, dan marah akan membangkitkan sensasi tersendiri di otak kita. Sensasi rasa ini yang membuat ketagihan.


    Ah, negeri ini memang semakin tidak jelas.  Harapan pergantian presiden akan dapat membawa perubahan baru ke arah yang lebih baik kok justru semakin meredup. Mulai dari wacana penghapusan identitas agama di KTP, kurikulem 2013, naik turun harga BBM yang melambungkan semua harga dan tak pernah turun lagi, isu rakyat nggak jelas, KPK vs Polri, kini mobil nasional petronas. Entah apa lagi besok pagi?

    Sebagai bagian wong cilik yang sudah pasti tidak “tedjo” saya kok jadi mikir. Ini para pejabat yang ngurus negara ini pada seriuskah menjalankan pemerintahan? Atau jangan-jangan mereka tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menjadi birokrat? Lho kok malah jadi tendesius ya? Tapi memang kalau dipikir-pikir coba, berapa banyak kebijakan yang kontroversial telah dilahirkan dan hanya sangat sedikit perbaikan yang dirasa rakyat. Atau jangan-jangan rakyat justru telah salah memiliki orang untuk menjadi pemimpin dan pejabat ya? Inginnya dapat ratu adil, e malah dapat KW-1, KW-2 atau bahkan KW-sekian!

    Bicara ratu adil, sikap tegas Pangeran Diponegoro tatkala menjauhi kenikmatan hidup di istana dan memilih mengangkat senjata serta bersatu bersama rakyat. Tak mengherankan bila kalangan rakyat jelata kala itu mempercayai Diponegoro sebagai sang herucokro alias ratu adil yang akan membebaskan tanah Jawa dari belenggu penjajahan Kompeni Belanda. Beberapa hari ini saya kebetulan tengah menggali kembali kesenian Kobra Siswo yang konon dirancang oleh para simbah di wilayah Magelang sebagai kesenian yang menyamarkan para pemuda yang tengah berlatih olah keprajuritan, seperti baris-berbaris dan perang-perangan. Setidaknya spirit dan semangat kejuangan Diponegoro dan pasukannya masih hidup serta dihayati banyak generasi hingga kini.

    Tatkala siang ini tengah nglaras beberapa tembang koleksi Ebiet G Ade dan Iwan Fals, si Ponang tiba-tiba bertanya, “Pak, emang Iwan Fals punya lagi Pangeran Diponegoro?” Sontak tentu saja saya kaget dengan pertanyaan tersebut. Darimana si thole ini tahu ada puisi Diponegoro, batin saya. Namun tentu saja menjawab pertanyaan tersebut saya menyampaikan jawaban tegas dengan penuh keyakinan. Ya, ada!

    Memang sebenarnya lagu Pangeran Diponegoro itu tidak dinyanyikan secara langsung oleh Iwan Fals, tetapi satu kelompok musik yang memang turut digawangi Iwan Fals. Masih ingat dengan Kantata? Ya, pada album ke tiga bertajuk Kantata Revolvere yang turut menandai datangnya masa orde reformasi, ada salah satu lagu bertajuk Pangeran Diponegoro. Lagu yang dibawakan dengan penuh enerjik dan penjiwaan yang sangat dalam oleh Sawung Jabo dan diselingi pembacaan puisi oleh Rendra tersebut sesungguhnya merupakan bait-bait syair puisi yang dikarang oleh Chairil Anwar di masa perebutan kemerdekaan. Di masa bangku SD dulu, sayapun ingat pernah diminta oleh guru untuk menghapal dan mendeklamasikan puisi tersebut di depan kelas.

    Ok, jika Anda semua lupa dengan dengan bait puisi Pangeran Diponegoro, berikut saya ketengahkan kembali:

    Di masa pembangunan ini, tuan hidup kembali,
    Dan bara kagum menjadi api,
    Di depan sekali tuan menanti,
    Tak gentar, Lawan banyaknya seratus kali.
    Pedang di kanan, keris di kiri
    Berselempang semangat yang tak bisa mati.
    MAJU

    Ini barisan tak bergenderang-berpalu
    Kepercayaan tanda menyerbu.
    Sekali berarti
    Sudah itu mati.
    MAJU

    Bagimu Negeri
    Menyediakan api.
    Punah di atas menghamba
    Binasa di atas ditindas
    Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
    Jika hidup harus merasai

    Maju……Serbu…….
    Serang…….Terjang……….

    Menyelami kembali syair-syair penggugah semangat perang ini kok saya menjadi merinding. Andaikan para pemimpin dan pejabat kita memiliki semangat api perjuangan sebagaimana Diponegoro dalam menumpas koruptor, dalam menegakkan hukum, dalam menciptakan keadilan, sudah pasti negeri akan jaya. Atau kalau para pemimpin dan pejabat yang kita amanati kekuasaan itu tidak mau dan mampu untuk menjalankan amanat rakyat, ayolah rakyat bergerak untuk menegakkan republik ini!

    Ngisor Blimbing, 7 Februari 2015


    Filed under: Jagad Nusantara Tagged: Chairil Anwar, Ebit G Ade, Iwan Fals, Kantata, Pangeran Diponegoro
    Kuliner warung sederhana Dadali Bogor

    Warung Sederhana Dadali Bogor

    Dari luar tampak biasa-biasa saja. Namanya Warung Sederhana yang terletak di Jl. Dadali samping SPBU Dadali, Bogor. Jangan terkecoh dengan tampilan luarnya. Meski tampak biasa-biasa saja, warung ini menyediakan menu masakan sunda yang mengoyang lidah. Warungnya selalu ramai, apalagi pas jam makan siang. Penuh. Full. Pelanggannya tidak bukan orang biasa-biasa saja. Pelanggannya datang pakai mobil Fortuner atau Pajero Sport.

    Kuliner warung sederhana dadali bogor

    Ikan mas, lalapan, dan sambal. Menu warung sederhana dadali Bogor

    Menu makanan yang disediakan tidak jauh berbeda dengan warung sunda pada umumnya. Ada ikan mas goreng, ayam goreng, oncom, leunca, bunga pepaya jantang, pepes, paru goreng, dan tidak lupa lalapan. Yang istimewa adalah sambalnya. Sambal inilah yang menurut saya membuat masakan di warung ini semakin nikmat. Sambalnya tidak terlalu pedas, tidak terlalu asin atau manis. Sambalnya pas. Cocok dengan lalapan dan goren ikannya. Sambal ini yang membuat air liur terus mengucur dan makanan terasa nikmat di mulut. Setiap tamu yang datang akan diberi semangkok sambal. Sambal ini cukup untuk dua orang.

    Kuliner warung Sederhana Dadali Bogor

    Sambal yang enak dan segar di Warung Sederhana Dadali Bogor

    Harga menu di warung ini juga miring. Murah meriah untuk ukuran di Bogor. Semua orang suka makan di sini, dari mulai tukang becak sampai bos-bos di kantor seputaran Jl. A. Yani dan Dadali.

    Kalau Anda sedang di Bogor dan bosan dengan menu makanan fast food ala barat. Silahkan datang saja ke Warung Dadali. Kuliner alternatif di Kota Bogor. Warungnya tepat di sebelah SPBU Dadali. Kalau dari jalan memang tidak terlalu kelihatan. Warung Dadali relatif mudah ditemukan.

    Mangga


    Kuliner Jogja Istimewa itu memang tiada habisnya, mulai dari level angkringan sampai level resto hotel all you can eat ada di sini, Pilihan kuliner malampun sangat beragam. Salahsatu Kuliner yang sudah lama dan sampai sekarang semakin banyak penikmatnya adalah Nasi Goreng Sapi ditrotoar selatan Padmanaba Kota Baru, terakhir saya menikmati kuliner ini adalah pada tahun […]

    Kenapa gatesnotes ?

    -

    Mas Ivan

    on 2015-2-05 5:30pm GMT

    Tak ingin berbicara detail terkait pewajahan, isi, tata letak hingga orang dibalik gatesnotes. Sejenak kunjungi laman yang ada. Untuk sosok sekelas Bill Gates terlihat melalui penjelasan singkat di footer ; ” This is my personal blog, where I share about the people I meet, the books I’m reading, and what I’m learning. I hope that you’ll join the conversation”.

    Ini adalah blog pribadi saya, di mana saya berbagi mengenai orang-orang yang saya temui, buku yang sedang saya baca, dan apa yang saya pelajari. Saya berharap bahwa Anda akan bergabung melalui percakapan di komentar.

    Sebuah rekomendasi dari Masé, perlu di contoh.

    We’re betting that better seeds, fertilizer, and education will make a world of difference for millions of farmers: http://t.co/a4h4xY9X10

    — Bill Gates (@BillGates) January 26, 2015


    _______

    Ngisor wit rambutan, 6 Februari 2015 | #13

    Duet Maut Gorengan dan Kopi

    -

    Mas Ivan

    on 2015-2-05 4:48pm GMT

    Beneran nolak jika tersuguh gorengan dimeja sementara doi lambaikan tangan sambil berkata genit “ayo mas…sini makan aku, masih anget lho !”. Bersamanya, aroma kopi bergoyang manja keluar masuk hidung menggoda, menginfiltrasi otak untuk bersegera mencicipinya. Wait..tunggu dulu, awas kolesterol dan hipertensi lantaran keduanya potensi produksi penyakit. Berbahaya saudara !

    Sebab itulah siang ini sambil nunggu hujan mereda saya tulis efek buruk gorengan dan kopi jika dikonsumsi berlebih tanpa aturan pakai yang tepat. Kenapa ? karena pola konsumsi dua panganan tersebut dapat meningkatkan tingginya kadar gula darah ditubuh yang sebabkan diabetes. Tak hanya itu, duet maut gorengan dan kopi juga sumbang peningkatan hipertensi, asam urat juga kolesterol jika dikonsumsi berlebih lantaran ikuti hawa nafsu berdalih “nikmat”.

    © Image by. sharingdisini.com

    Tak berniat menakut-nakuti, terbukti seharian ini Pak Sukir (tenaga kebersihan kantor) sambat jika kepalanya pusing, leher belakang pegal-pegal dan tengeng, sementara kaki dan jemarinya kaku sesekali berasa senut-senut.

    Mbatin saja alias berkata dalam hati, “ini dia…gejala hipertensi, asam urat dan kolesterol”. Dan benar, setelah beliau berkonsultasi dengan Pak Edi juga Pak Didit yang pernah dan sering mengalaminya, keduanya mengiyakan jika Pak Sukir sedang terkena hipertensi, Asam urat dan kolesterol.

    Apa indiksinya ? Hipertensi lantaran kepala pusing dengan intensitas sering, asam urat sebab kaki dan jemarinya kaku sesekali berasa senut-senut. Sedangkan kolesterol ditandai dengan leher cengeng juga pegal yang disertai dengan tanda-tanda lain atas kondisi fisik yang menurun (kurang begitu fit).

    Karenanya resep-pun segera mereka berikan merujuk pengalaman Pak Edi dan Pak Didit ketika asam urat, darah tinggi dan kolesterol mereka naik. Setelahnya, bersegeralah Pak Sukir langkah klipat pergi ke apotik belakang kantor untuk membeli resep tertulis dan didapatnya apa yang dibutuhkan dengan harga kurang dari Rp. 15.000,-.

    Murah bukan ? memang, tapi apa mau kesehatan kita terganggu lantaran salah konsumsi panganan tinggi lemak juga kolesterol yang bahayakan tubuh ?

    Hehehe…jadi mikir dua kali mau ngembat (sikat habis) gorengan dan kopi pun tersaji gratis setiap hari. Pak Sukir berani nekad lagi ?
    _______

    Ngisor wit ringin, 5 Februari 2015 | #12

    Tak mengapa terlambat mengetahui fitur anyar google translate dimana kini semakin pintar optimalkan kinerja dan layanan. Dapat info pertama lewat blog Yeni Setiawan. Pun hasil terjemahan masih dapat kritikan dari beberapa kalangan, autorun saya acungi jempol atas inovasinya.

    The new @Google Translate app makes traveling outside of your comfort zone more comfortable. http://t.co/9xhoge7eHZ pic.twitter.com/I6F52cHzgR

    — Google Play (@GooglePlay) January 31, 2015

    Sudah lupa kapan kali pertama saya mengunakan fasilitas translate terproduksi google. Dan update per 15 Januari 2015 lalu, kini aplikasi anyar yang tersuguh mampu terjemahkan kata juga kalimat di dalam foto, video, bahkan suara, dan tulisan tangan dimana sebelumnya baru bisa bekerja pada teks dalam artikel. Semakin mantab kinerja Google Translate anyar lantaran kini penerjemahannya bisa dilakukan tanpa koneksi internet.

    Sayang, gadget saat ini sedang opname lantaran sebab (rusak). Tak bisa langsung mencoba, minimal saya tahu terlebih dahulu cara pakai aplikasinya yang menurut penerawangan cukup sederhana dan mudah. Teorinya, download terlebih dahulu via Apps Store atau layanan serupa. Instal aplikasi tersuguh ke smartphone atau gadget, lantas tap ikon kamera yang ada di aplikasi kemudian arahkan kamera ke tulisan yang ingin diterjemahkan.

    Dilangsir beritagar @Googleplay dalam kicauannya (31/1) mengatakan, aplikasi ini sangat berguna untuk para penjelajah (traveller). Katakanlah Anda sedang mengunjungi Moskow dan menemukan rambu jalan dalam bahasa Rusia berhuruf Cyrillic. Anda hanya perlu mengarahkan kamera ke rambu itu dan Google Translate akan menerjemahkannya.

    Perlu diketahui, fitur Google Translate saat ini baru belaku untuk bahasa Jerman, Spanyol, Perancis, Italia, Portugal dan Rusia ke bahasa Inggris, begitu juga sebaliknya. Atasnya, pantas kita sedikit belajar bahasa Inggris agar tak begitu gagap ketika menggunakan aplikasi tersuguh.

    Perlu juga dicermati, terjemahan tidak sepenuhnya lancar jika penggunaan kamera kurang optimal. Bahasa lain saya tulis begini : Google Translate akan kesulitan temukan kata lantaran bias lan bingung. Tapi tak mengapa, lebih dari cukup karena aplikasi ini tersuguh gratis tak berbayar.

    Nah, terus kapan mulai nyoba wong saat ini gadget masih opname ?

    _______

    Ngisor wit ringin, 5 Februari 2015 | #11

    MBLUSUK - MBLUSUK MEN!!!

    Setelah banyak temen yang berseliweran berfoto di tempat eksotis ini, maka saya putuskan juga untuk memblusuki tempat ini. Terkenal dengan sebutan Blue Lagoon, maka saya jabanin tempat ini untuk mengobati penasaran. 

    Blue Lagoon Tirta Budi


    DESTINATION UNLOCKED!! Blue Lagoon !!

    BLUE LAGOON atau bernama resmi Pemandian Blue Lagoon Tirta Budi terletak di dusun Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Yogtakarta. Tidak jauh dari kota Yogyakarta. Untuk menuju kesini dari arah kota Yogyakarta, bisa melewati jalan Kaliurang. Lewatlah Jalan kaliurang ke utara. Sampai di jalan Kaliurang KM 12, terdapat pertigaan. Sebagai penanda, di sebelah kiri (barat) pertigaan terdapat minimarket Ind*maret. Di pertigaan itu kemudian beloklah ke kanan (timur). Rute yang dimaksud adalah Jl. Besi Jangkang atau Jl. Besi Raya. Di jalan Besi Jangkang ini, kita akan melewati sungai dengan jembatan besi besar. Tidak jauh dari pertigaan Pasar Jangkang, sekitar 200 meter di sebelah kiri, terdapat gang yang memasuki perkampungan dengan gapura berwarna kuning dan putih. Ingat, gapura berwarna kuning dan putih. Berhadapan dengan gang, atau di sebalah kanan jalan, terdapat gardu berwarna putih. Di gardu itu terdapat penunjuk arah menuju Pemandian Blue Lagoon Tirta Budi.

    The journey begins..
    Pagi itu jumat pagi, sekitar jam 6  pagi, sebelum berangkat kerja saya putuskan untuk mblusuki Blue Lagoon. Seperti biasa partner in crime buat mblusuk di area Jogja adalah Kang Sept dan base camp sebelum mblusuk adalah di KOMISARIAT HMI FEB UGM. Kali ini Kang Sept mengajak satu orang kawan dari KOM yaitu Farchan yang sudah beberapa kali main ke Blue Lagoon. Sekitar jam setengah 7, kami bertiga cuss ke Blue Lagoon.

    Detik-detik sebelum berangkat ke Blue Lagoon.

    Perjalanan ke Blue Lagoon menawarkan panorama yang maha asyik. Merapi, sawah, dan aktivitas khas daerah pedesaan Jogja bagian utara yang istimewa memberikan kesan yang ngangeni.

    View menuju Blue Lagoon. Merapi, sawah dan aktivitas khas pagi hari disuguhkan sepanjang perjalanan.

    On the Hot Spot
    Lama perjalanan dari sekitar kampus UGM adalah 15-20 menit dengan motor berkecepatan rata-rata 60 km/jam. Kami tiba di TKP sekitar pukul 7, dan  keadaan masih sepi. Di pintu masuk Blue Lagoon sudah tersedia tempat parkir dan loket masuk. Untuk parkir berbandrol 2000,- dan tiket masuk 1000,-. Karena masih pagi, kami langsung masuk saja, karena loket masih belum ada yang jaga, dan tukang parkirnya masih tidur. hehe..

    Pintu masuk dan loket tiket Blue Lagoon.

    Dari loket masuk ke lokasi Blue Lagoon, Kami disuguhi pemandangan khas desa berupa sawah, rumpun bambu dan sungai yang bersih. Disepanjang jalan ini juga sudah mulai dibangun lapak-lapak pedagang yang dibangun warga sekitar.

     Jalan setapak menuju Blue Lagoon yang melewati persawahan dan rumpun bambu.

     Sungai yang bersih sumber air Blue Lagoon.

    Lapak pedagang disekitar Blue Lagoon.

    Tak lama menyelusuri jalan setapak tibalah kami di Blue Lagoon. Tempat eksotis ini mungkin lebih tepat disebut 'Kedung' dalam bahasa jawa. 

     Blue Lagoon is on my sight


    Tak perlu waktu lama, tanpa komando kami pun langsung nyemplung di "kedung" ini. Jadi inget waktu kecil dulu, bernostalgia menikmati kebahagiaan main air di kali. Nilai plus dari Blue Lagoon adalah adanya ikan kecil-kecil yang suka gigitin kita pas kita "jeguran' disini.  Jadi jangan kaget kalo ada yang geli-geli gitu dikaki. Itu si ikan-ikan kecil lagi nerapi kita. 

    We're ready !!

    Farchan yang lompat dari atas.

     Ada beberapa air mancur juga disana. Berlagak yoga dulu. 


    Beberapa pengunjung lain yang datang

    Pesepda yang mampir ke Blue Lagoon.

    Mungkin bagi sebagian orang hal seperti ini adalah hal yang biasa saja dan mungkin merasa risih untuk nyemplung dikali semacam ini. "Jeguran" macam ini mungkin sudah jarang dilakukan bagi sebagian kita yang sudah gede ini. Sempatkanlah untuk bermain air di kali, rasakan kembali sensasi nostalgia masa kecil bagi teman-teman yang dulu sempat merasakan nikmatnya "keceh" di kali. It'll refresh you a lot..


    Masjid IndiaMeskipun tidak seberagam Indonesia, bangsa Malaysia juga terdiri atas beberapa etnik. Etnik utama yang paling besar meliputi suku Melayu, China, dan India. Nah berkaitan dengan etnik India ini, konon nenek moyang mereka dulunya sebagian besar dibawa oleh Kolonial Inggris untuk dipekerjakan dalam pertambangan timah maupun pertanian. Meski demikian sebagian kecil diantara mereka ada pula yang sengaja merantau mencari peruntungan hidup di Semenanjung Malaya.

    Jika di tanah asal usulnya sebagian besar orang India menganut agama Hindu ataupun Budha, maka masyarakat India di Malaysia justru didominasi India muslim. Mungkin mereka terdiri atas anak turun Dinasti Moghul di India Selatan yang memang telah menganut agama Islam, maupun yang baru mengenal dan masuk Islam setelah berada di Tanah Melayu Malaysia.

    Beberapa kawasan pemukiman masyarakat India atau biasa dikenal juga sebagai Little India juga didominasikan masyarakat India muslim. Salah satu contoh yang saya maksudkan adalah Kawasan Masjid India di pusat KL. Kawasan ini berada di seberang wilayah Masjid Jamek yang dipisahkan oleh aliran Sungai Klang. Sebagian besar warga India muslim di sini berprofesi sebagai pedagang tekstil, dan ada pula yang menjajakan makanan khas India, ataupun penjaja jasa yang lain. Tidak mengherankan jika penampakan Kawasan Masjid India sangat mirip dengan pusat perdagangan kain di Tanah Abang, Jakarta.

    Kenapa kawasan Little India yang satu ini dikenal sebagai Kawasan Masjid India? Sudah pasti kita semua dapat menebaknya dengan sangat tepat. Karena di kawasan inilah berdiri Masjid India. Betul 100% untuk Anda!

    Masjid India merupakan bangunan tiga lantai yang telah berdiri semenjak tahun 1863 M atau bertepatan tahun 1280 H. Arsitektur masjid ini tidak mencirikan kekhusuan sebagaimana masjid umumnya di Indonesia. Dengan dominasi balutan keramik berwarna ckolat di sisi luar, Masjid India dicirikan dengan keberadaan kubah dan menara di atas atapnya. Keberadaan masjid ini menjadi pusat kegiatan warga muslim India, terutama untuk pelaksanaan sholat lima waktu secara berjamaah ataupun ibadah sholat Jum’at.

    Masjid India1    Masjid India2

    Dikarenakan tempat menginap kami berada tepat di samping Masjid India, maka kesempatan untuk mengikuti sholat berjamaah pada waktu Maghrib dan Isya’ beberapa kali sempat kami ikuti. Pada kesempatan pertama kami mengikuti jamaah melaksanakan sholat Isya’. Setidaknya di lantai satu, jamaah memenuhi semua shof yang ada. Kira-kira tidak kurang dari 500-an jamaah sholat dengan khusyuk.

    Di deretan sisi pinggir tersedia kursi-kursi yang disediakan bagi jamaah dalam kondisi fisik sulit untuk melakukan gerakan sholat secara sempurna, baik berdiri, ruku’, ataupun sujud. Rata-rata kursi tersebut banyak dipergunakan oleh para manula, orang sakit ataupun pera jamaah penyandang kebutuhan khusus. Meskipun tidak dilengkapi dengan AC, dengan arsitektur bukaan jendela yang banyak di sepanjang sisi ruang utama dan ditambah dengan puluhan kipas angin di langit-langit masing-masing lantai, suasana di dalam masjid tetap nyaman, sejuk dan tidak gerah.

    Masjid India3Perbedaan waktu antara Jakarta dan KL memang terpaut satu jam. Namun demikian, secara siklus rotasi bumi, keberadaan di garis bujur yang berdekatan menjadikan suasana matahari terbit dan tenggelam tidak terlampau terasa perbedaannya. Pada kesempatan di KL, waktu sholat Isya’ tiba kira-kira pukul 20.33 malam. Saat berksempatan jamaah Isya’ yang kedua kalinya, kami smepat menunggu sekian lama hingga suara adzan dikumandangkan. Bahkan si Ponang sempat tertidur di pangkuan saya dan tergagap tatkala suara iqomat didengungkan sebagai pertanda sholat segera akan dimulai.

    Jumlah jamaah yang banyak menjadikan suasana sedikit hiruk-pikuk tatkala sholat telah selesai dilaksanakan. Bersama anak saya, sayapun segera bergegas keluar dari masjid. Nah, ini dia tragedi kecil yang mengganjal di hati. Saat mencari sandal kami di teras depan masjid, sekian lama saya lirik kanan-kiri, saya tidak dapat menemukan keberadaan sepasang sandal kulit berwarna coklat yang dibelikan istri saya itu. Hingga tengak-tenguk menunggu hingga jamaah tinggal beberapa orang tidak ada pula tanda-tanda ada orang yang mungkin meminjam sandal tersebut dan mengembalikannya.

    SandalAkhirnya saya simpulkan dan putuskan bahwa saya tidak lagi berjodoh dengan sandal saya tersebut. Meskipun sesek di dada, saya mencoba berpikir jernih dan sumeleh. Mungkin sandal tersebut lebih diperlukan dan bermanfaatan bagi orang lain. Namun demikian tentu saja saya langsung dihadapkan permasalan nyata, apakah saya harus nyeker keluar masjid dan kembali ke penginapan. Padalah sandal yang hilang itu ya satu-satunya alas kaki yang saya miliki.

    Akhirnya dengan pertimbangan cepat, istri saya memutuskan untuk membeli sekedar sandal jepit. Ndilalahnya, mencari kedai atau kios penjual kasut di jam malam demikian juga sedikit repot karena kebanyakan diantaranya telah tutup. Puji syukur, setelah sekian menit menunggu, istri saja menjinjing sebuah sandal jepit biru yang dibelinya seharga RM10. Nikmatnya beribadah dengan nuansa khusyuk di negeri orang atau dimanapun mudah-mudahan tidak melupakan Anda untuk tetap waspada dan hati-hati menjaga semua barang bawaan, termasuk sandal yang berperan sangat vital.

    Lor Kedhaton, 5 Februari 2015


    Filed under: Jagad Wisata Tagged: Dataran Merdeka, KL, KL Tower, KLIA, KLIA Ekspress, Kuala Lumpur, Masjid India, Masjid Jamek, Menara Petronas, Twin Tower

    MBLUSUSK - MBLUSUK MEN!!!

    Terletak dipinggir Jalan Magelang persis diperempatan Palbapang, sebuah monumen perjuangan yang kurang terperhatikan diam membisu. Mungkin oleh pengendara yang melintas, mereka tidak begitu "ngeh" kalau ada sebuah monumen dipinggir jalan itu. Dan lebih fokus pada lampu lalu lintas yang berada disebelah monumen ini. Adalah monumen Palbapang yang menyimpan kisah pejuang yang gugur ditangan tentara Belanda pada waktu Agresi Militer Belanda II. 


    Monumen Palbapang


    DESTINATION UNLOCKED!! Monumen Palbapang!!

    Monumen palbapang berada persis di persimpangan/perempatan jalan Palbapang yang menghubungkan Turi-Magelang-Jogja-Wates. Lengkapnya berada di Dusun Palbapang Tempel, Lumbungrejo, Tempel, Sleman. Monumen ini berbentuk berupa bangunan berundak dengan monumen utama yang berbentuk semacam bidak catur berupa Benteng. Dimonumen tersebut, terukir nama pahlawan-pahlawan yang gugur dalam tragedi palbapang.


    Bentuk bidak catur  benteng

    Monumen yang bersebelahan dengan padatnya lalu lintas Jalan Magelang

    Dari sudut lain gunung Merapi bisa terlihat dari Monumen Palbapang

    Syahdan,
    Pada waktu Class II tahun 1949, tentara Belanda menduduki kota Yogyakarta, sehingga pasukan–pasukan tentara RI menyingkir keluar kota. Satu batalyon tentara yang menyingkir/ lari dari kota Yogyakarta bermarkas di dukuh Tempel, Desa Lumbungrejo tepatnya di Balai desa Lumbungrejo. Baru sekitar tiga hari di desa Lumbungrejo mereka mengirimkan dua tentara penghubung ke kota untuk mencari informasi situasi. Tetapi dua tentara penghubung tertangkap Belanda di daerah Palbapang, keduanya dibunuh dengan dipenggal kepalanya oleh Belanda. Sehingga pejuang yang bermarkas di desa Lumbungrejo kehilangan kontak/informasi tentang keberadaan tentara Belanda. Kemudian desa Lumbungrejo diserbu tentara Belanda dari arah kota secara mendadak dan terjadi kekacauan karena kehilangan penghubung, pasukan pejuang kita bergerak mundur ke arah Selatan (arah Godean) tetapi ada 8 orang yang tertinggal di utara jalan raya di perempatan Palbapang dan bersembunyi di parit bawah jalan raya. 


    Para pejuang yang berjaga-jaga menghadang Belanda yang datang dari arah Magelang

    Pada saat itu ada kuda yang terjebak didepan konvoi tentara Belanda. Karena menghalangi jalannya konvoi maka kuda ditembak oleh Belanda dan bangkainya diseret ke pinggir/parit, sehingga pejuang yang sedang bersembunyi di selokan/parit bawah jalan ketahuan Belanda dan gugur ditembak. Penduduk sekitar tidak berani merawat mayat karena Belanda bermarkas di sebelah timur jembatan Krasak. Kurang lebih selama 3 bulan mayat pejuang yang tidak dirawat tersebut hilang terbawa air parit/selokan (air hujan). Identitas ke delapan pejuang yang gugur tidak diketahui pasti, sehingga pada saat pendirian monumen nama yang tercantum dalam monumen bukan nama yang sebenarnya gugur di Palbapang.


     Ilustrasi tentara Belanda oleh komunitas Djokjakarta 1945

      Ilustrasi oleh komunitas Djokjakarta 1945

     Ilustrasi pejuang yang gugur oleh komunitas Djokjakarta 1945

    Nama-nama yang gugur yang tertera di monumen :
    1. Komari
    2. Radimin
    3. Abu Darto
    4. Kasimin
    5. Dulhadi

    Hitler berkata, "The man who has no sense of HISTORY, is like a man who has no eras or eyes"
    Sumber: Djokjakarta1945.blogspot.com

    Masih ragu dengan hukum jabat tangan yang sering kita lakukan selepas shalat jamaah usai. Adakah tuntunan, ataukah sekedar kebiasaan baik saja yang harus diuri-uri hingga kini ?

    Berfokus pada jabat tangan, jelas perihal amalan ini positifl lantaran punya tuntunan apalagi ketika bertemu dengan saudara sesama muslim. Jika kita tahun didalamnya terdapat keutamaan akan diampuninya dosa setiap kita. Dari Al Bara’ bin ‘Azib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    “Tidaklah dua muslim itu bertemu lantas berjabat tangan melainkan akan diampuni dosa di antara keduanya sebelum berpisah.” (HR. Abu Daud no. 5212, Ibnu Majah no. 3703, Tirmidzi no. 2727. (Syaikh Al Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih).

    Jadi misalnya ketika kita bertemu, lalu berjabat tangan, itu adalah suatu hal yang baik. Begitu pula ketika bertemu di masjid baik sebelum shalat dimulai ataukah sesudah shalat, lalu berjabat tangan saat itu karena baru bersua lagi, itu termasuk amalan baik.

    Namun satu hal yang patut dipahami dan kita garis bawahi, untuk masalah ibadah shalat, apakah ada kekhususan berjabat tangan setelah itu yaitu setelah salam ?

    Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc menjawab : tidak ada kebiasaan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum berjabat tangan setelah salam seperti itu. Yang ada, mereka punya kebiasaan berdzikir setelah salam, yaitu dengan membaca istighfar sebanyak tiga kali dan dzikir-dzikir lainnya.

    Namun patut dipahami bahwa ada dua keadaan yang dibolehkan untuk berjabat tangan setelah salam:

    berjabat tangan karena baru bersua lagi dengan kerabat, teman atau rekan kerja, lalu berjabat tangan setelah salam bukan karena kebiasaan setelah salam, namun karena baru berjumpa kembali.

    meladeni orang yang menyodorkan tangannya setelah salam karena yang melakukannya tidak tahu akan hukumnya. Hal ini dilakukan demi melembutkan hatinya karena dakwah dibangun dengan kesantunan dan kelemah lembutan.

    Bagaimana, paham bukan ihwal jabat tangan selepas shalat terkait hukum syar’i yang membalutnya ? hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah kepada setiap hamba. Wallohu’alam…
    _______

    Ngisor wit rambutan, 4 Februari 2015 | #10

    alfamart parangtritis yogyakarta
    Beberapa waktu yang lalu, seperti biasa saya dan teman-teman satu kerjaan sedang ada meeting di derah Argomulyo Bantul. Karena meetingnya selesai lebih cepat dari yang seharusnya, dan sayang kalau hanya sekedar meeting langsung pulang, masih banyak waktu yang bisa di manfaatkan untuk sekedar jalan-jalan menghilangkan beban di tempat kerja.
    Jalan-jalan ke Pantai Parangtritis Yogyakarta
    Pantai Parangtritis menjadi tujuan kami untuk sekedar jalan-jalan sore menghilangkan penat dengan melihat matahari tenggelam di Parangtritis. Karena dari Argo mulyo ke Pantai Parangtritis tidak terlalu jauh, dan beberapa dari kami, termasuk saya sudah lama tidak menginjakan kaki di Pantai Parangtritis, salah satu pantai di Jogja yang paling banyak di kunjungi,karena terkenal dengan deburan ombaknya yang besar, hamparan pasir hitam dan aroma spiritual yang masih di percaya turun temurun oleh masyarakat Yogyakarta.
    Jalan-jalan ke Pantai Parangtritis Yogyakarta
    Selain deburan ombaknya yang tinggi, Hamparan pasir hitamnya. Gundukan pasir di sekitar pantai menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, karena Gundukan pasir di pantai di pantai Parangtritis ini satu-satunya yang ada di Indonesia, karena Gundukan pasir seperi ini hanya ada di pantai-pantai di Afrika.
    Orang Jawa dan Jogja khususnya masih percaya bahwa Pantai Parangtritis merupakan pintu gerbang kerajaan gaib laut selatan, Mereka percaya bahwa Parangtritis merupakan salah satu kekuatan trimurti Yogyakarta, selain Gunung Merapi dan Keraton Jogja sebagai penyeimbang keduanya.  Di hari-hari tertentu sering diadakan acara labuhan seperti memperingati naik tahtanya Sultan, atau saat Keraton Jogja akan punya hajat seperti pernikahan keluarga Keraton.
    Jalan-jalan ke Pantai Parangtritis Yogyakarta
    Pantai Parangtritis berjarak sekitar 30 Kilometer dari Kota Jogja. Untuk menuju ke Parangtritis selain menggunakan kendaraan pribadi kita juga bisa naik kendaraan umum yang langsung menuju ke Parangtritis dari terminal Giwangan. Tiket masuk ke pantai Parangtritis hanya Rp. 5000 saja. Sedangkan tarif parkirnya yang agak mahal, 10.000 untuk mobil dan 5000 untuk sepeda motor.
    Jalan-jalan ke Pantai Parangtritis Yogyakarta
    Selain duduk-duduk, atau bermain di bibir pantai menikmati dentuman ombak dan semilir angin pantai, kita juga bisa menyaksikan anak-anak pantai yang sedang berselancar, ada juga yang bermain layang-layang. Karena pantainya yang luas kita bisa naik delman atau menyewa ATV motor beroda tiga untuk berkeliling menyusuri Pantai Parangtritis. Setelah capek berkeliling pantai kita juga bisa beristirahat sambil menikmati jagung bakar atau kelapa muda yang di jajakkan di sekitar pantai.

    Sebagian orang menyebut Central Market. Sebagian yang lain mengistilahkannya Pasar Seni. Dari dua istilah ini saja kita bisa melihat ketidak-konsistenan penggunaan bahasa. Jika memang Central Market, kenapa tidak dimelayukan menjadi Pasar Pusat. Atau jika memang Pasar Seni kenapa tidak diinggriskan menjadi Art Market. Lho kok kita jadi membahas ilmu bahasa. Ya, sudahlah. Lha wong mereka sepakat dengan bahasa komunikasi tersebut, kok kita yang dibuat ribut. Ikuti sajalah.

    Central Market konon sudah dibangun semenjak pendudukan Kolonialis Inggris, tepatnya tahun 1888. Pada saat itu Central Market berfungsi sebagai pasar basah untuk sayur-mayur serta buah-buahan segar produk pertanian lokal. Di samping itu pasar tersebut juga menjadi pusat bursa perniagaan timah yang di masa lalu Malaysia sempat menjadi produsen utama timah di dunia.

    Semenjak pelaksanaan pemugaran dan perluasan pasar pada tahun 1970-an, bangunan Central Market ditetapkan sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang harus dilestarikan. Menjadi satu kesatuan dengan area China Town membuat kawasan ini dikenal sebagai salah satu landmark sejarah kota tua KL sebagaimana deretan bangunan sepanjang tepian Dataran Merdeka.

    Pasar SeniLalu apa saja yang ditawarkan oleh Central Market? Tentu saja sesuai dengan namanya, pasar ini menjajakan berbagai benda-benda produk kerajinan tangan dan seni. Ada pernak-pernik, mulai dari gantungan kunci dengan berbagai corak, magnet tempel, baju dan kain batik khas Melayu, kaos-kaos dengan lukisan berbagai landmark KL dan Malaysia. Banyak pula kerajinan patung, gelang-gelangan, serangga awetan, hingga lukisan dengan berbagai media lukis. Ada pula jajaran kios-kios yang menjual aneka cindera mata dengan corak atau nuansa China yang dikenal sebagai Straits Chinese dan India yang kondang sebagai Little India.

    Bagaimana soal harga? Jangan khawatir, sebagai sebuah pusat oleh-oleh cinderamata yang menjadi ikon wisatanya KL, Pasar Seni menyediakan berbagai produk dengan berbagai ragam harga. Istilahnya, ono rego ono rupo. Ingin yang murah meriah, ada! Ingin yang mahal dan berkelas juga bisa dicari. Sebagai contoh, harga satu renteng berisi enam gantungan kunci khas Malaysia bisa didapatkan dengan RM10. Bandingkan dengan gantungan kunci khas Jakarta, seperti model Monas, mungkin paling murah seharga Rp 25.000,-. Bahkan kaos-kaos sederhana dengan sablonan berbagai landmark KL dan Malaysia bisa didapat dengan harga kisaran RM5-10. Ya, pandai-pandai memilih barang sesuai keinginan dan kemampuan kantong kita tentu sebuha langkah bijaksana.  

    Central Market merupakan paduan sebuah gedung dua lantai dan area terbuka di sisi kanan gerbang utama. Untuk memanjakan pengunjung yang sekedar hanya ingin melihat-lihat ataupun yang ingin memborong aneka rupa souvenir khas Malaysia, gedung utama dirancang sebagai ruang tertutup yang dilengkapi dengan sistem AC pendingin dan sirkulasi udara yang menjadikan suasana di dalam pasar senantiasa sejuk. Di samping itu, tatanan berbagai kios dan kedai dibelah dengan lorong-lorong berlantai keramik yang bersih serta terlihat rapi sehingga menjadikan pemandangan tersendiri yang sangat menarik.

    Central Market dapat diakses dengan mudah oleh setiap wisatawan yang mengunjungi KL. Lokasi pasar ini sebenarnya masih di dekat kawasan Dataran Merdeka. Tepatnya berada di belakang Menara Dayabumi. Dengan bus GoKL atau rapidKL bisa diakses dari berbagai asal, seperti dari Bukit Bintang, Masjid Jamek, juga KL Sentral. Untuk jalur kereta api, kita bisa mempergunakan LRT Laluan Kelana Jaya yang hanya berjarak satu stasiun dari KL Sentral.

    Bertandang ke KL? Tentu harus mborong oleh-oleh di Central Market.

    Lor Kedhaton, 3 Februari 2015


    Filed under: Jagad Wisata Tagged: Central Market KL, Dataran Merdeka, GoKL, KL, KL Sentral, KLIA, Kuala Lumpur, LRT Kelana Jaya

    If there’s too much stuff coming down the pipe, there is a bottleneck. Typically, managed dedicated servers can handle large traffic spikes with ease because their resources are not being pushed to the limit by server overcrowding. The second and Hostgator Vouchers probably most common form of web hosting is shared hosting. You will get the most trustworthy and valuable information from the hosting reviews. Suppose a website requires large bandwidth or space from the beginning only then it would be a wrong option to consider shared hosting just to cut cost.

    With all the technical humbug, the most important thing here to understand is the importance it renders to start up websites looking for some ground to get hosted. If you loved this post and you would certainly like to get even more details regarding Hostgator Coupon Codes kindly browse through the webpage. Shared hosting delivers the capability to have cheap hosting as an alternative to dedicated hosting. It would be impossible for a company to make this choice in haste, and it needs to consider many things before taking a final call. Keyword stuffing made content unreadable, and the quest for more and more content for less and less money led to pages and pages of writing with little actual information, inaccurate information, and inaccurately-translated English (which can actually be pretty funny). When you first decide to invest in a hosting plan for your website, shared hosting options are often the most cost-effective solutions out there.

    Generally the lowest plan offers limited features, while the top plan gives you more power. Therefore there are high possibilities that the server will go down. However, the main difference is – In Web hosting, there are number of website companies who shares the server at one platform, whereas in dedicated servers, only one company has control over server, there is no sharing with other website companies. There are many directories from where people can download web hosting server free as well as on cheap rate of trial basis.

    The last thing you can do is, you call their office and have a casual chat with them about the company, or hosting features, or anything, just to find how good the support staff are. If you look at dedicated servers and their prices, you might be discouraged at how much you would have to pay to make your business available online to a wide range of customers. In case you need a different module or a customized version, then shared hosting is not meant for you. Buildings that are set up with backup power, climate control, and staff technicians ensure that, no matter what the circumstances, your sites are up and running as they should be. That depends on what business you are operating.

    In other cases, it may be best for you to increase the level of host support that you are leasing from the provider. In this question of shared and also dedicated hosting, dedicated has many differences which can be beneficial to a website owner.

    hostgator couponsFor customer support, there are toll-free numbers to call, round the clock email and live chat support to troubleshoot the hosting problems. The operating system used is mostly Linux. Either way, the hosting company alone would be able to help one’s business site with its accessibility and smooth functioning. Having considered the above, make it a point to look through the websites reviews as well to be sure of the investment. Suppose a website requires large bandwidth or space from the beginning only then it would be a wrong option to consider shared hosting just to cut cost.

    Godaddy’s Virtual or Dedicated Servers Godaddy’s virtual or dedicated servers give you the best bang for your buck that I have found on the Internet. Perhaps you are one of those businesses that want to do it. When you select a virtual hosting company, make sure that the company is able to serve your present and future needs while being able to advise you on the best technology available and has sufficient man power. The very best hosting to begin with would be shared enviroment because it is used by lots of newcomers over the internet. In case you have any kind of concerns about in which along with tips on how to work with Hostgator Coupon Codes, you possibly can contact us on our own web site. The beauty of shared hosting could be the affordable cost. But does shared hosting really make any difference to your search engine rank?

    There’s also the potential for theft of your data and code. Here are a few points that you need to keep in mind while choosing a service provider. However, the main difference is – In Web hosting, there are number of website companies who shares the server at one platform, whereas in dedicated servers, only one company has control over server, there is no sharing with other website companies. Conclusion A bad web host can spoil your dreams.

    They are functionally equivalent to a dedicated server. This application has reliable and efficient services that mean the sites cannot hang or go down due to poor service provision. Thus, we can see that having a website has now opened up a variety of avenues for companies wanting to expand their business, cut their costs, and increase their global presence, due to the various web hosting services available on the Internet. If that is true, you are probably even more discouraged at paying hundreds of dollars for dedicated hosting. If you are planning to embark on your very first website, you would need a service in the internet industry called website hosting.

    This means that the data center for the website is free to use and there would be no form of payment or lease involved. The final reason as to why you should choose a dedicated website Hosting service is because of storage.

    Sumpah Gak Penting

    -

    Penjara Mahasiswa

    on 2015-2-02 10:52am GMT
    ya elah sapa guweh... ada kabar gembira sebenernya
    ini teaser lagi males nulis

    Hari ke dua di KL, selepas Jum’atan di Masjid Negara kami sejenak berjalan-jalan di seputaran area yang sama. Di wilayah ini, sebagaimana tercantum di peta wisata KL, sebenarnya banyak tempat tujuan yang sepertinya menarik untuk dikunjungi. Sebagaimana rencana yang telah kami susun, inti perjalanan kali ini ingin menuju KL Birds Park. Inginnya sih di tengah terik sinar matahari selepas tengah hari, kami bisa ngadem di taman-taman rimbun yang segar nan menyejukkan.

    Dari ujung jalan Masjid Negara, perjalanan jalan kaki dimulai dengan menaiki tanjakan berkelok. Selepas naik di kelokan, nampaklah Museum Islamic. Suasana sangat sepi sehingga sama sekali tidak mengundang minat kami untuk menyinggahinya. Sekelok kemudian, di sisi kanan bawah terdapat gerbang Museum Polis Negara. Adapun di sisi kiri jalan sebelah lereng atas, terdapat kawasan Planetarium Negara. Untuk kedua spot tersebut jelas kurang mendapat perhatian kami. Paling tidak kami pernah berkunjung ke Planetarium di TIM Cikini, sehingga teramat sayang jika momentum mengunjungi KL kali ini hanya dihabiskan mampir di planetarium.

    Menapaki sebuah pertigaan, kami mengambil langkah arah kanan. Pada seruas jalanan yang sangat lengang, sisi kiri yang berkontur lereng rendah memperlihatkan rangkaian jalan-jala sebagai sangkar burung raksasa. Di lembah inilah KL Birds Park berada. Adapun di sisi kiri berdiri dengan anggun sebuah kompleks bangunan dengan papan bertuliskan Tun Abdul Razak Memorium. Nama tokoh yang satu ini saya kenali sebagai salah seorang penggagas dan deklarator ASEAN. Dia adalah Perdana Menteri Malaysia kala itu. Tetapi bangunan memorial itu saya sama sekali tidak tahu pasti, apakah itu sebuah museum khusus untuk beliau ataukah makam? Sayangnya kami tidak sempat singgah.

    Di saat melintas di depan Tun Abdul Razak Memorium, ada sesuatu yang menarik perhatian kami. Di tepian jalan sebelah kanan, terpampang rambu bergambar monyet. Tanpa tahu pasti apa yang dimaksdukannya, saya langsung menyimpulkan bahwa rambu tersebut memberi peringatan kepada para pelintas untuk berhati-hati terhadap monyet-monyet yang sering berkeliaran hingga di jalanan tersebut. Tentu saja si Ponang langsung bergidik, merinding, dan super ketakutan. Kamipun berjalan bergegas agar kekhawatiran si Ponang tidak menjadi kenyataan.

    Akhirnya tibalah kami di depan area KL Birds Park. Mula-mula kami memang bersemangat empat lima untuk beranjangsana ke KL Bird Park ini. Tetapi ketika sampai di muka loket, nyali kami untuk memasuki menjadi padam seketika. Sebagaimana sebuah taman di tengah kota yang ditujukan untuk area publik biasanya dibuka untuk umum secara gratis. Kalaupun mesti berbayar setidaknya tidak dikenakan tarif retribusi yang mahal, hanya ala kadarnya. Tetapi taman yang satu ini sangat lain. Dari papan di atas loket tertera, para pengunjung dikenakan tarif masuk RM38. Tentu saja ini terlalu mahal. Akhirnya kami hanya melihat-lihat profil taman burung ini dari beberapa brosur dan papan-papan informasi dan peta yang dipampang di depan pintu masuk. Terlebih jalanan menurun ke lembah yang hanya satu pintu masuk-keluar menjadi pertimbangan kami karena tentu akan sangat melelahkan bagi anak-anak.

    Akhirnya tanpa berpikir panjang lebar, setelah kiranya waktu istirahat kami rasa telah cukup, kami segera menyewa taksi untuk melanjutkan pelancongan kami di KL. Kali ini ke Pasar Seni atau Central Market dan China Town. Tarif teksi yang kami tumpangi tidak menerapkan sistem argo, tetapi enaknya tarif teksi dari tempat ini telah jelas dari awal berdasarkan tempat tujuan. Untuk rute KL Bird Park ke Central Market dikenakan tarif RM14, dengan nota pembayaran resmi.

    Ngisor Blimbing, 1 Februari 2015


    Filed under: Jagad Wisata Tagged: Bukit Bintang, Central Market KL, Dataran Merdeka, KL, KL Birds Park, KL Sentral, KL Tower, KLIA, Kuala Lumpur, Masjid Jamek, Masjid Negara Kuala Lumpur, Petronas
    Kami berdua bertemu di sebuah Cafe kecil di pinggiran kota Manhattan. Saya agak terhenyak begitu tahu bahwa si pria yang sedang berdiri di panggung kecil di pojokan sambil menyanyikan lagu terkenal 'Englishman in New York' itu ternyata adalah penyanyi aslinya, Sting. Saya kaget, kok sekelas Sting mau-maunya manggung di cafe sekecil ini.

    Belakangan baru saya tahu, kalau ternyata Mas Sting ini memang sedang menyumbangkan suara emasnya untuk si pemilik cafe yang rupanya adalah kawan kecilnya.

    Kesempatan bertemu dengan Sting pun tidak saya sia-siakan, saya langsung menghampirinya dan meminta beliau untuk berfoto dengan buku saya, Bergumul Dengan Gusmul.

    "Mas Sting, nek umpomo, umpomo lho yo iki, umpomo. Umpomo aku njaluk sampeyan pose karo bukuku sing anyar kiro-kiro gelem ra?" pinta saya pada sang vokalis The Police ini.

    "Yo aku sih gelem wae, lha tapi aku oleh opo nek gelem pose karo bukumu?" jawab Mas Sting sambil melempar tanya.

    "Hasyah, rasah koyo wong susah ngono tho mas, wis dadi artis internesyenel kok seh pamrih!"

    "Pamrih ndasmu, lha jaman saiki ki nek ra pamrih ra mangan je,"

    Akhirnya, setelah nyang-nyangan yang cukup alot, beliau akhirnya mau berpose dengan buku saya. Tentu dengan catatan, karena saya harus mentraktirnya dengan segelas jahe susu dan dua bonggol jagung godhog.

    Lho, memangnya Sting doyang makan jagung Godhog? Halah, ya jelas doyan tho, kisah ini kan terjadi di dunia pararel, jadi semua bisa terjadi, termasuk Sting yang mau pegang buku saya tadi.

    #EdisiApusApusan
    “Nu…besuk datang ke sempropku yak…”
    “Aku udah nyampe BAB III, minggu depan semprop.”
    “Elo udah nyampe mana Nu, pasti nyampe mana-mana.”
    “…”

    Kata-kata mainstream di atas udah jadi makanan sehari-hari di kampus. Bahkan gue sampe terbawa mimpi gara-gara skripsi. Januari udah hampir berakhir, dan gue masih aja stuck. Rencana Januari akhir udah harus sampe bab III ternyata cuman sebatas mitos.

    Sebenarnya dari gue awal udah semangat bikin skripsi, tapi di tengah jalan banyak faktor yang bikin gue stuck, dari harga gorengan yang enggak turun, serta kisruh yang melanda KPK dan POLRI. Terus apa hubungannya skripsi gue sama KPK? Enggak Ada!!!


    Meskipun gue telat, tapi gue berusaha menyelesaikan skripsi. BAB demi Bab gue kerjakan. Meskipun Bab 1 belum gue konsultasikan sama pembimbing gue. Ya maklum, Pembimbing gue bukan tipe dosen yang gampang ditemuin. Pasti ada aja alasan sibuk.

    Meski kampus libur, gue masih setia ke kampus dan setia jadi penunggu kos. Anak-anak kos udah pada balik, cuman gue dan kedua senior kos yang masih setia di kosan. Tapi gue tetep semangat di kamar ngerjain skripsi dan setia nyari literatur, hina banget. Andai aja ada yang ngasih semangat , bawain nasi sayur ke kos pasti gue makin semangat. #Ngarep.

    Udah semester atas, masih aja galau. Tapi di balik kegalauan mahasiswa, terutama mahasiswa cowok, pasti akan ada inpirasi dan karya yang akan dihasilkan. Jadi beberapa hari kemarin, gue mendadak gelisah karena kepikiran skripsi gue. Mendadak nafsu makan jadi naik. Sore yang dihiasi hujan, perut gue terpuaskan sama nasi padang lauk telor. Setelah kenyang, gue kembali duduk manis di depan laptop. Tangan kanan memegang literatur, tangan kanan pegang cemilan. Lagi asik ngemil sambil baca referensi, tiba-tiba gue mendadak ingin bikin lagu. Entah kenapa tiba-tiba gue ingin bikin lagu.


    Akhirnya, gue mengambil gitar yang tergeletak di ruang TV, depan kamar gue. Mumpung ada inspirasi bikin lagu, gue bikin lagu. Sebenarnya gue suka bikin lagu sejak kelas 3 SMP. Bukan kali ini aja bikin lagu tiap lagi gelisah. Dulu gue juga bikin lagu seperti cerita ini. Hanya bermodalkan gitar pinjaman dan kertas bekas proposal skripsi yang gagal, gue mulai merangkai nada dan kata.
    Langsung aja, nih lagu hasil kegalaun gue.

    Bimbang

    Kau datang saat ku sendiri
    Setelah ditinggal pergi
    Seribu harapan kau beri
    Membuat hatiku tersenyum kembali
    Hari-hari kita lalui
    Dengan perasaan yang tersembunyi
    Kita mencinta dalam diam
    Karena bayang-bayang masa silam

    Isyarat cinta yang kau terima
    Hanya kau acuhkan
    Harapan yang ku inginkan
    Semua tak terbalaskan

    Mengapa kau datang
    disaat ku ingin pergi
    mengapa kau menghilang
    disaat ku mencarimu
    Tolong jangan permainkan aku

    Mungkin semua ini hanya mimpi
    Kenangan indah bersamamu
    Jika Tuhan berkata lain
    Semoga kita bisa bersatu

    Nih, rekaman suara gue pake HP. Tapi siap-siap sedia obat merah dan kalpanak setelah mendengarkan suara gue. Owh iya, suara gue fals, jadi enggak usah komentar. Maklum, gue bukan seorang vokalis, gue gitaris. Jadi kalo suara fals harap dimaklumi. Nih suara ancur gue:




    Gimana setelah mendengarkan jeritan hati gue. Bagi mahasiswa, enggak selamanya gelisah itu buruk, tinggal kita menyikapi kegelisahan hati dan menkonversi menjadi hal yang positif. Makasih udah baca tulisan gue, selamat Sabtu malam Mblo. Gue kurang baik apa coba, nemenin pembaca blog gue yang enggak bisa malem mingguan, tsah. Happy holiday guys, dan terus berkarya yak. Jangan menyerah, dan semoga skripsi gue kelar.
    Feed burner

    Sehubungan dengan rencana pelancongan  ke KL kami di hari-hari akhir pekan, maka salah satu kegiatan yang direncanakan adalah mengikuti Jum’atan di Negeri Jiran. Hampir sepuluh tahun yang lalu, saya memang pernah diberikan kesempatan Jum’atan di Melaka, salah satu negeri bagian Malaysia. Namun demikian, Jum’atan di KL mungkin memberikan nuansa yang berbeda. Hal inilah yang menguatkan tekad kami sekeluarga. Dengan demikian, sedari awal saya mewanti-wanti ke si Ponang bahwa pelancongan kami sekedar untuk Jum’atan di Malaysia.

    Semenjak matahari naik sepenggalah, kami memang beranjang sana seputaran Dataran Merdeka. Setelah sekian lama menikmati suasana dan nuansa yang tersuguh dari berbagai bangunan warisan kolonial yang bersejarah, kami menepi di tempat pemberhentian GoKL. GoKL merupakan bus angkutan kota yang mengantarkan setiap pelancong untuk berkeliling KL secara percuma, alias gratis. Siapa yang menolak naik bus gratisan coba?

    Akhirnya naiklah kami GoKL RedLine yang menuju Daya Bumi, KTM, KL Sentral, Museum Negara, Masjid Negara, kembali melewati Dataran Merdeka, Menara DBKL, terus ke arah timur hingga berakhir di pool Titiwangsa. Kami memang sengaja ingin megeksplor KL pagi menjelang siang itu. Tokh kami berpikir waktu Jum’atan masih lumayan panjang. Dengan mencapai pool akhir, kami berniat kembali mengikuti GoKL balik menuju Masjid Negara.


    Filed under: Jagad Wisata Tagged: Dataran Merdeka, KL, KL Express, KL Tower, KLIA, Kuala Lumpur, Masjid Negara Kuala Lumpur
    PETUALANGAN JALUR KERETA API: BEDONO – CANDI UMBUL Sepertinya sudah cukup lama event ini berlangsung, namun baru “sempat” saya ulas secara pribadi. Lebih tepatnya, mood ini baru datang…. biar lambat asal selamat…. hehe…. Magelang tidak akan pernah kehabisan cerita, baik masa lalu, sekarang, maupun masa depan. Pada hari Minggu 28 September 2014 adalah kali ketiga […]
    Selain sebagai kawasan pertanian dan perkebunan, Magelang juga di kenal sebagai tempat berkembangnya berbagai jenis usaha. Berbagai jenis usaha baik skala kecil, sedang dan besar tersebut tumbuh dan berkembang seperti salah satunya adalah pabrik cerutu. Pabrik cerutu ternama saat itu adalah Sigarenfabrieken “KO KWAT IE & ZONEN”. Dimana pabrik ini lahir di tahun 1900 di […]
    MBLUSUK - MBLUSUK MEN!!!

    Sebagai orang yang dilahirkan di Magelang, pasti tidak asing dengan yang namanya gunung. Magelang sendiri mungkin satu-satunya kota di Indonesia yang dikelilingi oleh 5 gunung berapi. Istimewa kan? Bangga lah kalian yang dilahirkan atau sempat tinggal dan menghirup udara negeri 5 gunung ini. Karena ke eksotisan gunung - gunung yang menggelangi Magelang ini lah, sebagai orang asli Magelangadalah suatu kewajiban maha penting untuk bisa "sowan" ke gunung - gunung ini. Saya sebagai mblusuker sejati adalah suatu kehormatan bisa "bercinta" dengan gunung-gunung ini. So the quest of climbing all of these mountains is the ultimate objective to be unlocked!! Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo, dan Sumbing, I'm Coming!!!

    View Merapi dan Merbabu saat sunrise dari Bandongan


    Tertarik dengan kata-kata mbah Surono di TV, "Merapi Tak Pernah Ingkar Janji", saya bersama 3 orang teman berencana untuk sowan ke gunung Merapi. Jadi, berangkatlah 4 orang laki-laki ganteng, keren, gagah , awesome nan jomblo (kecuali satu) untuk memuncaki Gunung yang disemayami oleh Mbah Petruk ini. Pertama - tama akan saya kenalkan dulu siapa saja partner in crime saya dalam pendakian kali ini.

    1. Septian Dwi Wijaya alias Kang Sept 
    Manusia pecinta outdoor activity, Aktivis HMI FEB UGM, yang paling sepuh dan berpengalaman dalam hal naik gunung, seneng banget olah raga, kehidupan percintaan misterius dan sedang berusaha merampungkan study nya. Gear naik gunung dan urusan koordinasi ada di Kang Sept. Dan ini yang paling penting, Kang Sept lah tukang fotonya. hahaha.. 

    2. Merza Annas alias Mersa
    Manusia pecinta Ayam dan yang berbau ternak, Koki nya anak-anak kalau pas ada acara ngumpul, kadang jadi donatur kalo pas lagi balik dari Kalimantan, sedang berusaha mencari pasangan hidup. Ayam adalah yang ia kangenin kalau pas mudik ke Jawa. Orang yang gak mau kalah kalau soal foto-foto.. hahaha


    3. Arif Purwa Adi alias Aad


    Satu-satu nya cowok yang ber cewek diantara kami bertiga, jadi menurut teori relativitas jomblo, Aad lah yang paling ganteng karena dia punya cewek, penyuka gending jawa dan campur sari, tipe family man, dan manusia bijak di jawa karena dia lah yang sering ngasi semacam wejangan. 



    The Journey begins..
    Atas instruksi Kang sept, perjalanan akan dilakukan malam hari karena pertimbangan logistik, barang yang dibawa dan kenyamanan dalam mendaki. Karena ini One Night Climb, jadi barang yang dibawa sedikit saja, tiap personel harus bertanggung jawab atas barang bawaannya sendiri. In case of emergency, baru logistik kawan lain bisa disubsidikan. Karena waktu itu ada yang sudah ada di Magelang dan ada di Jogja, maka diputuskan untuk ketemu di starting point, dan diputuskan lah untuk bertemu di Alfamart perempatan ketep di Blabak Magelang. Pendakian akan melalui jalur Selo, Boyolali. Kami semua bertemu di Alfamart  Blabak jam 8 malam. 

     Final Checking: Situasi di depan Alfamart Blabak sebelum ke pos pendakian di Selo, Boyolali.

    Perjalanan kami lakukan dengan menggunakan sepeda motor dari Blabak, Magelang menempuh waktu sekitar 2 jam perjalanan. Selama perjalanan kami sedikit mendapat guyuran hujan tapi akhirnya sampai juga di Base camp Selo, Boyolali sekitar pukul 10 malam. Tak disangka basecamp cukup ramai dengan pendaki yang ingin menaiki Merapi waktu itu. Kami registrasi dan istirahat sebentar sembari menyesuaikan suhu tubuh dengan iklim gunung. Kami mulai perjalanan kira-kira pukul 11 malam. 

    The Climb.. 
    Kami langsung disambut dengan jalan menanjak dari awal perjalanan, pada awalnya jalanan masih beraspal karena masih melewati perkampungan warga, lalu naik lagi sampai kami ditempat wisata SELO dimana disana ada warung-warung dan gardu pandang dengan view Merbabu. Track setalah gardu pandang selo didominasi oleh jalan yang disemen dengan kiri - kanan tanaman perkebunan milik warga. Perjalanan kami lanjutkan terus sampai memasuki hutan gunung merapi. Melewati beberapa pos dan bertemu beberapa pendaki selama perjalanan. Menjelang pasar bubrah, vegetasi sudah mulai jarang dan lebih didominasi oleh krikil dan pasir.

    The Cold..
    Ditengah perjalanan, salah satu kawan kami, Aad, memang sudah agak tergopoh-gopoh tertinggal dibelakang sejak awal. Sepertinya sudah sejak lama Aad tidak berolah raga, makanya stamina nya seperti banyak terkuras dalam pendakian ini. Saya dan Merza yang berjalan didepan menunggu Aad untuk menyusul kami. Sementara Kang Sept selalu menemani Aad dibelakang. Mendekati pasar bubrah, Aad sudah mersa tidak kuat. Sepertinya selain badanya yang kurang fit, jaket yang dipakainya berbahan parasit menahan dingin dan basah ditubuhnya, sehingga ia mendapat gejala Hipotermia. Karena sudah tidak kuat lagi, Aad kami sarankan untuk istirahat dan tidak usah sampai puncak. Kami antar Aad untuk berlindung dibawah ceruk batu. Melihat kondisinya, memang lebih baik Aad tidak muncak dan istirahat, kami sarankan ia untuk menghangatkan diri dan tinggal disana. Setelah sedikit beristirahat, dan menghangatkan diri, Kami lanjutkan perjalanan ke puncak merapi tanpa Aad.

    The Final Battle
    Tahap terakhir pendakian Merapi adalah yang paling berat. Kondisi dipasar bubrah dan jalan naik ke puncak yang hanya berisi pasir dan kerikil membuat perjalanan sangat berat. Pijakan yang tidak stabil membuat perjalanan sangat susah. Tenaga yang dikerahkan harus dua kali lipat karena pasir yang dipijak akan terus membawa turun dari posisi pijakan. Semacam pasir hisap boleh dibilang. Karena kami tidak ngecamp, stamina dan kelelahan adalah kendala untuk bisa mencapai puncak. Menjelang subuh, kami masih belum bisa mencapai puncak. Kurang sepertiga perjalanan menuju puncak, matahari sudah terbit.

    Cahaya matahari yang mulai kelihatan. Jauh di cakrawala kelihatan Gunung Muria.

    Karena kami ingin menikmati sunrise dipuncak, kami terus mencoba menuju puncak secepat mungkin. Tapi apa daya, matahari keburu terbit duluan. Terpaksa kami menikmati sunrise dari lereng puncak. Walaupun belum sampai ke puncak, pemandangan yang diperoleh sungguh Maha Epic!!

    Matahrinya sudah kelihatan. Awesome

    Merza yang gak mau kalah soal foto-foto.
     Ehem..

    Rasanya memang sedikit kurang puas, ketika matahari sudah terbit tapi kami belum sampai puncak. Sekitar jam setengah 6, sudah ada beberapa pendaki yang mulai turun dari puncak, dan kami masih mencoba naik ke puncak. Disekitar jalur menuju puncak ini, pasir sudah tidak banyak lagi. Jalur menuju kawah terdiri atas batuan rapuh yang cukup kuat untuk pijakan. Jadi kami sedikit ngebut. 

     


    Menjelang pukul 6 pagi, kami sudah sampai dipuncak merapi. Luar Biasa!! Akhirnya, kami sampai dibibir kawah merapi. Kawahnya masih mengeluarkan asap sulfatara. Lebar bibir kawah yang datar hanya setengah meter. Jadi memang harus sedikit berhati-hati. Kanan kami kawah yang menganga, kiri nya batu-batu jalur pendakian. Salah langkah sedikit bisa Game. 

     Kawah Merapi dengan kubah lava baru ditengah. Mengeluarkan asap sulfatara



    Untung saja pagi itu cuaca cerah dengan langit biru sempurna tanpa awan.  Kami bisa menikmati pemandangan yang luar biasa dari puncak. Perjalanan luar biasa untuk bisa mensyukuri nikmat Tuhan.



    Setalah puas menikmati pemandangan, kami buka bekal kami dan sarapan di puncak merapi. Sarapan di bibir kawah, kurang extreme pie jal? haha

    Warung Nasi Padang tertinggi se-Jawa.

    Ada sedikit cerita pas naik kepuncak, setiba kami dipuncak, dibelakang kami  ada beberapa pendaki anak-anak muda. Macam muka-muka mahasiswa baru gitu. Eh, sampai dipuncak, mereka ngibarin bendera ISIS terus foto-foto dipuncak merapi. Sayang gak sempat ke foto. Dipuncak kami juga bertemu pendaki lain. Dia pendakin lain yang sampai puncak sendirian. katanya sih sama temennya, tapi temaenya istirahat dulu dibawah, si mas bro ini nik sendiri ke puncak. Berkat mas nya ini lah kami bertiga bisa foto di puncak. Walaupun tanpa Aad yang harus terpaksa tinggal di pasar bubrah..




    Penampakan mas pendaki random.

    Setelah puas, sekitar jam setengah delapan, kami putuskan turun. Perjalanan turun dari puncak adalah bonus selama pendakian merapi. Tinggal nge-slide aja di pasir-pasir bisa langsung cepet turun. Tapi yang di waspadai adalah debu dari hasil plesetan kita ini bisa kemana-mana. Dan yang harus di waspadai waktu naik atau turun dari puncak merapi adalah luncuran batuan rapuh dari atas. Karena batu-batu itu lunak dan mudah rapuh, jadi waspadalah!! waspadalah!! Satu-satunya korban waktu perjalanan kebwah adalah sepatu saya. Baru saja beli khusus buat naik merapi, ehh.. sol sepatunya malah sobek buat nge-slide turun..


    Jalan turun dari puncak

    Setelah sampai pasar bubarh kami bisa ketemu Aad lagi. Dia sudah seger lagi karena sudah "kekaring". Syukurlah dia baik-baik saja. Tak lupa kami mengabadikan moment-moment disekitar pasar bubrah bareng Aad.








    Barulah, setelah itu, kami turun dari merapi dan menuju perjalanan kembali pulang ke rumah.



    Perjalanan pendakian ke merapi menawarkan pengalaman baru bagi saya pribadi. Perjalanan spiritual yang sangat luar biasa! Mendakilah, maka kamu akan mengenal dirimu! Merapi Tak Pernah Ingkar Janji..

    Serangan Sasta #1

    -

    KOKOH ON THE BLOG

    on 2015-1-28 8:00am GMT
    Malam minggu katanya adalah malam yang paling dinanti-nanti oleh pasangan muda-mudi buat ketemuan. Namun, apa yang bisa diharapkan oleh seorang tuna asmara macam gue. Biasanya kalau malam minggu selalu gue habiskan buat kencan buta tidur, atau paling nggak gue habiskan buat nonton tv, itupun kalau sedang ada acara yang bagus. Gue prihatin sama acara tv sekarang yang kebanyakan nggak mendidik. Lo

    Hari ke dua kami di KL bertepatan dengan Hari Jum’at. Sehubungan dengan itu, rencana keliling KL sengaja kami fokuskan di sepanjang Dataran Merdeka. Di samping mengunjungi beberapa titik bersejarah di area ini, selepas tengah hari kami ingin turut merasakan suasana Jum’atan di Masjid Negara.

    Dataran Merdeka atau Merdeka Square merupakan jantung Kota KL. Kawasan ini bisa disetarakan Area Monas di Jakarta. Konon Dataran Merdeka menjadi pusat pergolakan pada detik-detik menjelang pemberian kemerdekaan Malaysia oleh Pemerintah Kolonial Inggris pada 31 Agustus 1957. Dari Hotel Citin MJ tempat kami menginap, Dataran Merdeka dapat dicapai dalam 5 menit jalan kaki saja. Keluar dari lorong Jalan Melayu, langkah kaki langsung belok kiri menjejaki ujung Jalan Tuanku Abdul Rahman. Menyeberangi perempatan lampu merah, tibalah segera di depan Sultan Abdul Samad Building. Gedung bersejarah yang mengadopsi gaya arsitektur India ini dibangun semasa Pemerintahan Inggris dan sempat menjadi pusat pemerintahan di saat-saat awal kemerdekaan Negeri Jiran ini. Tepat di seberang gedung inilah terhampar Dataran Merdeka.

    Pada awalnya saya membayangkan sebuah hamparan lapangan yang maha luas, lengkap dengan taman-taman yang tertata indah mengelilinginya. Namun tatkala benar-benar sampai di depan Sultan Abdul Samad Building justru kami tidak percaya bahwa ternyata kami telah benar-benar tiba di Dataran Merdeka. Hal ini tidak terlepas karena yang kami temukan berupa sebuah lapangan tidak melebihi ukuran lapangan sepak bola dengan sebuah bendera besar yang berkibar pada suatu puncak tiang setinggi 100 meter di tengahnya.

    Meski dari segi ukuran luas, Dataran Merdeka di luar perkiraan saya ketika membandingkan dengan Lapangan Monas, namun landscape pusat KL ini menawarkan keunikan tersendiri dengan berbagai bangunan kuno yang mengelilinginya. Di sisi utara lapangan terdapat sejumlah gerbang pilar berwarna putih yang berdiri tegak membentuk garis lengkung seolah mengesankan sebagai pintu gerbang Dataran Merdeka. Keberadaan pilar-pilar ini seolah mengukuhkan perbawa pengaruh arsitektur gaya Yunani atau Romawi Kuno. Gerbang pilar ini bertambah anggung dengan paduan kolam air manjur pada suatu kolam dengan dasar didominasi warna biru yang meneduhkan.

    Di samping Sultan Abdul Samad Building yang sudah saya singgung, Dataran Merdeka dikelilingi oleh Kelap Diraja Selangor di sisi barat sudut utara,  KL City Gallery dan Museum Sejarah Nasional di sisi selatan, serta KL Library di sudut barat daya.


    Filed under: Jagad Wisata Tagged: Dataran Merdeka, KL, KL Express, KL Sentral, KL Tower, KLIA, Kuala Lumpur, Malaysia

    Akhirnya, (flat base) video fluid head incaran saya ini sudah mulai dijual di toko-toko dan online seller di Indonesia walaupun sudah dirilis produknya sejak April 2014 lalu di NAB 2014.

    Yang membuat saya sangat tertarik dengan fluid head ini, dengan harga jauh di bawah Manfrotto 504HD, fluid head ini ternyata menawarkan kemampuan counterbalance yang lebih optimal dari pada 504HD. Dengan maximum load 8 kg, inilah fluid head yang cocok dengan pekerjaan saya di video & filmmaking. 

    Silaken tonton kemampuan counterbalance dari fluid head ini yang saya tumpangi beban kamera plus asesorisnya seberat 6 kg pada video di bawah.

    Beberapa hal penting lain yang saya suka dari produk ini adalah:

    1. Plate yang kompatibel dengan Manfrotto 501PL/501PLONG.
    2. Pan Drag Control (type S6 belum ada fitur ini)

    Ada yang sudah mencoba fluid head ini dan ingin berkomentar? Monggo…

    The post Benro S8 (Flat Base) Fluid Head – CounterBalance Test appeared first on GoenRock's VLog®.


    “Udah nyampe BAB berapa Nu?”
    “Udah nyampe latar belakang.”
    “Kok lambat banget sih?”
    “Iya, soalnya enggak ada yang menggerakan sih, hatinya maksudnya.”
    “Y ud, bye.”
    “…”

    Ya beginilah keadaan gue, mahasiswa tingkat akhir. Udah enggak ada kuliah, kerjaanya cuman nongkrong di depan ruang dosen, nungguin dosen. Entah si dosen hari itu datang apa enggak, yang penting menunggu. Meskipun mahasiswa lain libur di kampung halaman, gue tetep nongkrong di kampus. Agenda konsultasi gue sama dosen cuman seminggu sekali. Dosen kayaknya enggak mau terlalu sering ketemu gue, kemarin pas gue mau minta konsultasi seminggu dua kali gue ditolak dengan indahnya.  Ditolak gebetan aja udah sakit, tapi lebih sakit lagi ditolak dosen, eaa.


    Karena di kosan enggak ada orang, setelah konsultasi dengan dosen, gue balik ke rumah. Di rumah ada nyokap, adik dan bokap. Mau makan enggak perlu ke warung, kalo lagi kesepian selalu ngajakin bercanda. Lah kalo di kosan gue sendiri, masa gue mau ngajakin bercanda pemilik kos, lucu. Andai aja gue punya temen cewek yang siap nemenin gue, eaa. #KodeKerass

    Gue ini suka banget yang namanya traveling. Jadi beberapa hari kemarin gue lagi pingin refereshing, menikmati hasil maha karya Tuhan. Stuck skripsi juga jadi alasan gue ingin traveling. Oke, fix, gue butuh piknik, tapi lokasi jangan terlalu jauh. Gue jadi inget lokasi deket rumah yang belum gue kunjungi. Iya, gue belum jadi pergi ke Punthuk Setumbu. FYI, Punthuk Setumbu adalah bukit untuk melihat Sunrise di Borobudur. Di sini kalian juga akan disajikan keindahan gunung yang mengelilingi Magelang.
    *Borobudur di atas  awan

    Lokasi Punthuk Setumbu enggak jauh dari Gereja Ayam yang gue kunjungi beberapa minggu lalu. Bagi yang belum tau, bisa baca ini. Lokasinya masih satu deret dengan bukit gereja Ayam. Hanya berjarak 600 meter dari gereja ayam.
    Sore hari, gue ngajakin sohib yang juga kuliah di Solo. Berhubung rumah temen gue ini deket dengan lokasi sekalian gue ajak. Maklum karena belum ada yang nemenin, jadi sama sohib dulu deh. *kode*

    “Bro… besuk pagi ada acara?”
    “Kalo jadi sama temen mau ke Puthuk Setumbu, piye?”
    “Wah kebetulan, gue juga ikut, gue mau ngajakin ke sana juga.”
    “Ya udah gabung aja, setelah subuh berangkat.”
    “…”

    Malem harinya, gue enggak begadang. Biasanya gue tidur diatas jam 12 malem, tapi malem itu gue tidur jam 11. Lagian mau begadang juga enggak ada yang nemenin SMS, eaa. #Jones

    Jam 3 pagi, gue udah bangun seerti biasanya. Sambil nunggu azan subuh, gue ngontak temen , barangkali dia lupa. Tapi untung aja sohib enggak lupa. Setelah terdengar azan subuh, gue cabut ke rumah temen gue yang berada 2 kilo dari rumah. Jam menunjukan 4.20, kalo gue enggak cepet-cepet berangkat bisa-bisa matahari keburu naik. Udara di Magelang juga dingin seperti biasa, tapi demi traveling, gue tetep berangkat.
    *sunrise yang tertutup awan ;'(

    Sampe di rumah Sohib, gue dan sohib langsung menuju lokalisasi, eh maksud gue lokasi. Sampe di lokalisasi, lokasi, gue shock banget. udah banyak orang yang ada di sana. Owh, pantes aja, hari ini hari Minggu. Setelah memarkirkan motor, gue masuk, tapi di depan, orang-orang sedang antrei tiket masuk. Dis ana tertulis:
    Asing : 30.000
    Domestik : 15.000

    Wah, gue cuman mangap-mangap. Gue kan enggak bawa dompet. Tapi berhubung ada sohib gue yang rumahnya deket dari lokasi, Dia langsung ngomong sama enjaga pintu.

    “Pak orang desa sebelah.” Kata sohib.
    “Ya udah mas masuk aja.” Kata petugas gerbang.
    “…”

    Akhirnya duit 15 ribu terselamatkan. Bagi anak kos, duit 15 ribu bisa buat makan 3 hari.

    Kami berdua naik ke atas bukit, menunggu pagi. Sampe di atas, banyak banget wisatawan-wisatawan yang juga menunggu pagi. Ada turis asing dan turis lokal. Enggak sedikit dari mereka yang datang sama pasangan mereka. Wah, romantis banget bisa melihat matahari terbit bersama pasangan. Sambil menunggu sunrise, gue melihat segerombolan ababil-ababil. Salah satu dari ababil ulang tahun, dan ababil yang lain berencana memberikan surprise. Sambil membawa brownis yang udah dikasih lilin, temen-temen ababil memebrikan surpirise dari belakang.

    “Happy birhday… happy birthday.”
    “Kyaaa…”
    “Tunggu, lilinya enggak mau nyala..’
    “…”

    Gue ngakak ngeliat kejadian ini. lha jelas lilinya enggak mau nyala, lha lilinya aja basah kena embun.
    ***

    Jam udah menunjukan 6, langit juga udah terang banget. Pagi ini gue gagal melihat sunrise gara-gara tertutup awan. Kampret banget. ditambah lagi, gue juga enggak bisa melihat gunung merapi dan merbabu dari sini gara-gara tertutup awan.
    *BAnyak juga lho yang nonton

    Tapi, dibalik kekecewaan gue, gue dapat melihat keindahan candi Borobudur yang berkabut. Kalo gue lihat seperti candi di atas awan. Menurut warga sekitar, bulan Maret-Mei adalah bulan yang cocok untuk melihat surise. Karena pada bulan Maret-Mei matahari tepat berada di tengah candi borobudur.

    Sambil menikmati pemandangan candi dari kejauhan, gue enggak lupa foto-foto. Berhubung ada yang mau motoin, ya kenapa enggak foto. Dari foto sesat, selfie, bahkan sampe foto alay pake jari. Enggak tau kenapa gue lagi pingin foto jari membentuk tulisan L-O-V-E. ya mungkin dunia butuh cinta kalee.
    *From Magelang with Love to You

    *NEgeri di atas awan

    Setelah puas foto-foto, gue dan sohib balik ke rumah.
     *Belahan jiwa mana... mana...


    Traveling itu menyenangkan, bisa membuat pikiran fresh lagi. Traveling enggak perlu jauh-jauh, kalo yang deket ada, kenapa enggak yang deket aja. Punthuk Setumbu bisa jadi referensi traveling kalian. Jika kalian bosen dengan padatnya kota, tempat ini bisa jadi rekomendasi kok. Makasih udah baca tulisan gue yang absurb ini. semoga gue bisa traveling, menjelajahi bumi Tuhan yang mengagumkan ini. Salam Traveling.
    Feed burner
    MBLUSUK - MBLUSUK MEN!!!
    Setelah puas ngorek informasi soal Benteng Belanda, Bapak yang tadi nganter memberi informasi bahwa nggak jauh dari situ terdepat sebuah sendang (mata air) yang konon cukup Mistis bin Horror. Karena penasaran, saya coba deh mblusuk buat nyari sendang itu.

    DESTINATION UNLOCKED!! Sendang Sempor !!


    Sendang ini terletak dikiri jalan dari Jalan Magelang kalau Sampean dari Magelang. Jikalau dari pertigaan jalan ke Turi, maju sedikit Sampean coba perhatikan, tak jauh dari situ terdapat sebuah POHON BERINGIN MAHA GEDE yang letaknya agak masuk kedalam. Nah, dibawah pohon itu lah, Sendang (mata air) Sempor muncul.


    Penampakan POHON BERINGIN MAHA GEDE tempat Sendang Sempor muncul. 



    Bisa dilihat kan, betapa guwede nya pohon beringin itu. Saya sendiri awalnya cukup agak mikir buat nyamperin sendang ini karena mitos-mitos yang berseliweran, tapi ya ndak apa lah, modal nekat, Hajar aja! 

    Ketika sampai dibawah pohon beringin, kesan dan hawa yang muncul adalah adem dan sedikit bikin merinding. Mungkin gara-gara sugesti saya saja. Saat saya samperin, ternyata sendang ini masih dipakai untuk kegiatan sehari-hari seperti mandi. Terdapat tempat pemandian dan tempat berteduh dikala hujan juga disitu, tapi ya agak kotor gitu.

    Sulur-sulur pohon beringin yang bikin nambah mistis sendang sempor. 

    Menurut penuturan narasumber, sendang ini sudah ada sejak dulu, tapi baru mulai dibangun secara permanen pada saat era kolonial Belanda. Makanya kalau dilihat terdapat bangku semen lama dan beberapa bangunan lain yang kelihatan tua. Selain itu, sendang ini juga cukup terkenal diantara para praktisi ilmu kejawen, Setiap malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon, Sendang Sepor cukup ramai didatangi orang. Ada bekas kemenyan dan bakaran dupa di akar bawah pohon beringin ini. 

    Bangku lama dan bekas bakaran dupa dan kemenyan diakar pohon meninggalkan bekas hitam diakar pohon.


    Sebenarnya mau icip airnya bentar, tapi setelah dipikir-pikir lagi nggak usah lah. Sebagai syarat terakhir, foto dulu biar sah udah mampir ke Sendang Sempor.

    Masih ada beberapa spot lain di jalan Magelang yang bisa dikunjungi. Pokoknya akan diagendakan lagi mblusuk-mblusuk di seputaran Jalan Magelang. Salam Mblusuk-Mblusuk Men!!!








    Selepas penerbangan yang sempat mengalami penundaan selama dua jam dari jadwal yang semestinya, akhirlah mendaratlah keluarga kami untuk pertama kalinya di negeri tetangga. KLIA2 merupakan pengembangan area bandara Kuala Lumpur yang sebelumnya. Selepas keluar dari kabin pesawat, penumpang selanjutnya diarahkan menyelusuri lorong-lorong terminal yang cukup panjang dan sesekali berbelok. Sebagai rombongan yang baru pertama kali menginjakkan kaki kami di bandara ini, kami sekeluarga mengambil langkah aman dengan mengikuti penumpang pesawat yang lain untuk menuju pintu ketibaan.

    Sekian langkah berjalan, kami menuruni eskalator yang membawa ke lantai dasar. Tempat di samping tangga berderetanlah beberapa jalur pemeriksaan passport dari Keimigrasian Diraja Malaysia. Sejenak mengantri, akhirnya tibalah giliran kami untuk mendapatkan stempel kedatangan dari petugas. Pada saat memindai kedua jari telunjuk di mesin sensor, si Ponang juga nyerobot ingin menempelkan jarinya. Sekejap petugas menyampaikan informasi, “Budak-budak tak perlulah!” Pikiran saya langsung teringat suara Kak Ros di serial Upin-Ipin. Yakinlah kami bahwa kami telah tiba di Malaysia.

    Dari counter imigrasi kami bergegas menuju Stasiun KLIA Express dengan penunjuk arah warna pink. Sempat ragu mengikuti petunjuk yang justru mengarah ke lantai atas, saya bertanya kepada seorang petugas, “Pak Cik, stasiun kereta ekspress sisi mana?” Yang saya tanya justru nampak bengong. Akhirnya saya teringat, di negeri Jiran kereta berartai mobil. Akhirnya saya mengulangi pertanyaan dengan kata trein stesien. Alhamdulillah dia paham dan langsung menunjuk sisi kanan dimana lokasi stasiusn bandara berada.

    KLIA TicketMelihat gerbang stasiun kereta tentu saja anak-anak demikian girangnya. Segera saya bergegas menuju loket penjualan tiket, saya pesan tiket untuk dua dewasa dan satu anak masing-masing seharga RM35 dan RM15. Untuk bayi tentu saja digratiskan. Dengan mentap kartu pada portal masuk, tibalah kami di area dalam stasiun KLIA Express. Belok kanan dan kemudian turun tangga eskalator, sampailah di peron kereta. Ternyata kereta khusus yang menghubungkan KLIA2, KLIA1, hingga KL Sentral stesien telah menunggu.

    Dengan bergegas kami masuk gerbong dan mencari tempat duduk yang tersedia. Melihat kabin kereta tentu saja saya sangat terkesima. Kereta ini memang dirancang khusus untuk memanjakan para pelancong jauh yang biasanya memang membawa barang bawaan, baik tas maupun koper. Di antara beberapa deret tempat duduk, saling bersilang ditempatkan rak dan bagasi yang dikhususkan untuk menempatkan barang bawaan. Kereta ini terkesan sangat lux sehingga membuat siapapun penumpangnya merasa nyaman dan aman. Sejenak kemudian berangkatlah kereta membawa kami ke pusat KL.

    Sepanjang awal perjalanan sisi kanan kiri rel dipenuhi dengan deretan hutan sawit yang tumbuh pada dataran bekas rawa-rawa dengan kontur tanah gambut bercampur lapisan gamping putih yang sangat khas Semenanjung Malaya. Beberapa saat berselang kereta melwati sisi Kota Putrajaya. Kota ini merupakan kota satelit yang dimekarkan menjadi ibukota tempat pemerintahan Malaysia berkantor. Selain kantor perdana menteri dan beberapa jawatan penting, kota ini dilengkapi dengan sebuah masjid megah yang sering dikenal sebagai Masjid Ungu. Menambah keanggunan Putrajaya, di salah satu sudutnya terlihat jembatan berarsitektur modern menjadi salah satu ikon landmark Putrajaya.

    Sepanjang perjalanan ada sesuatu yang saya rasakan janggal. Jaringan rel yang menghubungkan bandara dengan pusat KL ini sama sekali tidak memiliki perlintasan kereta dengan jalanan raya. Kalaupun ada persimpangan, maka jalan raya yang ada biasanya berada di atas sebagai flyover atau justru di bawah menjadi under pass. Mungkin ini salah satu rancangan jaringan infrastruktur terpadu antara rel kereta api dan jalan raya yang dibangun untuk mengindari terjadinya kemacetan sebagaimna banyak terjadi pada perlintasan kereta api di ibukota Jakarta.

    Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit, tibalah KLIA Express di KL Sentral stesien. Stasiun ini merupakan stasiun modern terpadu di pusat KL. Dari stasiun ini penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai sudut KL menggunakan berbagai pilihan moda angkutan, seperti LRT(Light Rail Transit), KTM Komuter, bas ataupun teksi.

    kv-integrated-mapUntuk kereta dalam kota tiket atau token karcis kebanyakan dilayani dengan mesin tiket. Kita tidak perlu bingung mempergunakan mesin ini karena terdapat layar sentuh lebar yang akan memandu cara pemesanan tiket. Pembayaran bisa dilakukan dengan uang tunai, namun beberapa mesin hanya melayani penggunaan card. Untuk tiket sekali jalan tekanlah “Token Sehala”. Selanjutnya akan ditampilkan peta jalur kereta. Pilih stasiun tujuan. Akan tampil harga tiket sekali jalan untu satu orang. Tentukan berapa jumlah tiket yang dipesan, kemudian tekan pembayaran. Masukkan uang kertas atau koin pada slot yang tersedia. Tunggu transaksi sejenak, maka keluarlah token koin plastik berwarna biru di sisi bawah mesin. Ambil token tersebut beserta uang kembalian jika ada. Dengan token biru inilah kita dapat memasuki peron dan menaiki kereta sesuai tujuan kita. Hal penting yang harus diingat, sepanjang perjalanan simpanlah token biru kita dengan baik. Token ini nantinya akan berguna untuk membuka portal pitu keluar peron dan akan ditelan oleh mesin portal. Jadi jangan harap kita bisa mengoleksinya sebagai kenang-kenangan.

    Selama berlibur di KL, keluarga kecil kami menginap di Citin Hotel Masjid Jamek, sebuah hotel berbudget yang lumayan nyaman di bilangan Masjid Jamek yang sangat strategis. Dari KL Sentral, stesien Masjid Jamek yang berselang stesien Pasar Seni. Tiketnyapun sangat murah, sekali jalan hanya RM1,3. Maka dimulailah pengelanaan kami untuk mengenal sudut-sudut KL.

    Lor Kedhaton, 27 Januari 2015


    Filed under: Jagad Wisata Tagged: KL, KL Express, KL Sentral, KL Tower, KLIA, Kuala Lumpur, Petronas

    From Where I Was Born

    Tak Kenal Maka Tak Sayang. Tulisan ini merupakan tulisan perdana saya dalam Blog. Seperti judul tulisan saya, saya akan membahas sedikit mengenai tempat kelahiran saya. Saya tinggal di dusun Krajan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Bandongan sendiri kata ayah saya berasal dari kata "Ngemban Nggendong Pangan" atau bisa diartikan suatu daerah yang menjadi lumbung pangan. Kenapa dikatakan demikian? Menurut ayah saya, dulu semasa perang Jawa, Pangeran Diponegoro menjadikan wilayah Bandongan ini sebagai tempat logistik pasukannya dalam melawan Belanda. Karena tanahnya yang subur dan air yang melimpah, tak aneh memang Bandongan sangat baik untuk menanam padi. Maka dari itu, daerah tersebut diberi nama Bandongan (ngemban nggendong pangan/tempat  persediaan pangan). Sampai sekarang Bandongan masih terkenal dengan berasnya yang enak.

    Area persawahan semasa panen di Bandongan dengan latar belakang Gunung Sumbing



    Bandongan mempunyai banyak tempat dan lokasi yang sangat indah untuk dikunjungi. Areal persawahan yang luas dan pemandangan yang Maha Epic bisa ditemukan di Bandongan. Saya sendiri sampai sekarang masih terpesona dengan kemolekan kampung halaman saya ini. 

     Awal masa bercocok tanam padi. 


    Kerbau masih digunakan dalam membajak sawah


    Pagi hari saat matahari baru saja muncul dan kabut masih menyeliuti areal persawahan di Bandongan



    Siap-siap untuk bekerja, tidak lupa rokok dulu 


    Hamparan sawah yang siap panen dengan latar belakang Gunung Sumbing dan Pegunungan Giyanti 


    Saluran irigasi sawah dan Semburat merah dipuncak Sumbing dikala matahari terbit


    Matahari yang mengintip dibalik gunung, dari kanan - kiri (Merapi, Merbabu, Andong, Telomoyo)


    Yang saya khawatirkan sekarang adalah ekspansi perumahan yang mulai menggerogoti lahan persawahan di Bandongan, lamabat laun view seperti ini pasti akan digantikan oleh perumahan.. 




    .

    KL TowerKuala Lumpur, siapa yang belum pernah mendengar seronoknya ibukota Malaysia ini. Sebagai warga negara tetangga yang baik, sudah pasti kita sesekali perlu juga menengoknya. Bagaimanapun sebagai saudara serumpun kita harus sesering mungkin menjalin tali silaturahim sebagaimana pernah dilakukan oleh para pendahulu dari kedua bangsa, Indonesia dan Malaysia. Malaysia, khususnya Kuala Lumpur nampaknya semakin menjadi salah satu tujuan wisata terkemuka di Asia sebagaimana ikon Malaysia Truly Asia yang gencar diiklankan satu dekade terakhir.

    Keluarga kecil Ngisor Blimbing sangat beruntung diberikan kesempatan melakukan pelancongan ke Kuala Lumpur. Kota yang lebih keren dengan sebutan KL (qi-el) ini konon merupakan kota ramah wisatawan dengan berbagai tujuan wisata yang sangat menarik. Dari dengar cerita kabar burung hingga berbagai liputan berita di televisi, menjadikan keluarga kami bertekad untuk suatu saat ingin mengunjungi KL.

    Jauh hari sebelum menjelang akhir tahun, kami sudah mulai berburu tiket promo bin murah-meriah. Sebagai salah satu maskapai penerbangan terkemuka yang memasang motto “Now Everyone Can Fly”, Air Asia banyak memberikan kesempatan tiket promo kepada banyak orang. Dengan biaya penerbangan yang terjangkau, Air Asia juga turut mendukung peningkatan kunjungan ke Negeri Jiran, khususnya ke KL. Melalui pinjaman kartu kredit seorang teman, terbookinglah empat tiket tujuan KL untuk 4 anggota keluarga kami untuk tanggal 22 Januari 2015 dengan QZ200.

    Detik-detik menjelang akhir tahun, justru kami dikejutkan dengan lost contact Air Asia QZ8501 rute Surabaya-Singapura pada 28 Desember 2014. Mendengar dan kemudian mengikuti perkembangan pencarian lokasi pesawat jatuh hingga evakuasi penumpang yang menjadi korban, sempat miris juga perasaan kami. Terlebih perkembangan hari-hari selanjutnya layar televisi terus mengekspos berita mengenai tragedi tersebut. Sementara itu perkembangan cuaca baik di tempat tinggal kami maupun tanah air secara umum juga menunjukkan trend ekstrimnya yang ditandai dengan curah hujan tinggi, angin kencang, serta badai. Hari-hari yang kurang nyaman untuk sebuah penerbangan, dengan maskapai yang sama lagi.

    Di dera rasa khawatir dan was-was akibat dari suatu kecelakaan udara yang mengerikan, kami masih sempat menghibur hati, bukankah penerbangan kami masih cukup lama berselang. Dua-tiga minggu pasca tragedi QZ8501, kami hanya berharap bahwa segalanya sudah lebih tenang. Warta berita sudah tenang, demikian halnya cuaca juga lebih tenang dan bersahabat. Sesekali kami mengecek kondisi prakiraan cuaca di KL, trendnya sih baik-baik saja. Suhu berkisar sekitar 30 derajat Celcius dengan curah hujan yang jarang-jarang. Untuk memastikan informasi tersebut, bahkan kami sekali-kali mengontak rekan di KL.

    Akhirnya hari yang dinantikan dengan penuh harap cemas tiba di depan mata. Kamis, 22 Januari 2014, satu hari berselang setelah ulang tahun si sulung, justru semenjak fajar matahari tidak menampakkan sinarnya. Sembari mempersiapkan keberangkatan, justru hujan lebat turun mendera. Dengan tentengan beberapa tas perbekalan, kami dengan susah payah berangkat dengan diantar sbeuah taksi.

    Sesampai di bandara Soekarno-Hatta, hujan belum juga reda. Bahkan sesaat setelah kami melakukan check-in dan memasuki ruang tunggu setelah proses meja imigrasi, hujan turun semakin deras. Jelas perasaan kami kian bercampur-aduk. Inilah perjalanan kami sekeluarga dengan penerbangan di tengah suasana dan cuaca yang serba tidak mengenakkan. Sekian lama menunggu, justru pengumuman yang diperdengarkan pesawat kami mengalami penundaan dua jam. Hal itu semakin menambah keringat dingin bercucuran justru di tengah dinginnya suasana hujan lebat. Tentu saja perasaan kami semakin tidak karuan.

    Sekian lama tenggelam dalam perasaan cemas, muncul sebuah pengumuman untuk calon penumpang QZ200 untuk mengambil invesement di counter petugas. Dengan segera saya mengikuti barisan penumpang yang lainnya. Rupanya invesment yang diberikan oleh pihak maskapai akibat penundaan tersebut berupa lunch box berisi nasi putih, sayur dan potongan lauk ditambah segelas air putih. Lumayan juga sekedar meregangkan ketegangan pikiran dan perut. Segera saya memulai untuk menyantap sajian makan siang tersebut. Belum habis setengah hidangan, datang pengumuman lanjutan. Pesawat sudah siap dan penumpang dipersilakan segera boarding. Welha dalah, dengan bergegas kami menuju pintu boarding. Dan syukurnya lagi, hujan sudah reda. Meski langit masih tetap tertutup mendung tetapi suasana sudah sedikit lebih terang. Terus terang hal ini sangat menenangkan kami.

    KLCCSetelah sekian lama persiapan di jalur runway bandara, akhirnya pesawat take-off dengan sempurna dari Soekarno-Hatta. Namun demikian, rasa was-was tentu saja belum sama sekali sirna. Sepanjang perjalanan, gumpalan awan dan mendung menghadang laju pesawat. Beberapa kali sempat terjadi guncangan cukup kencang. Pesawat yang tidak sepenuhnya terisi penumpang tersebut nampak lengang dengan para penumpang yang memilih terpekur di kursi masing-masing. Mungkin banyak diantaranya yang tertidur atau merenung dalam doa.

    Sekira dua jam kurang sedikit, akhirnya QZ200 mendarat selamat di KLIA2 sebagaima waktu normal penerbangan. Hatipun serasa plong dan terasa amat sangat lega. Welcome to KL, happy nice days in Kuala Lumpur. Inilah saatnya memulai dan menikmati pelancongan keluarga kami.

    Lor Kedhaton, 26 Januari 2015


    Filed under: Uncategorized

    Saya rakyat nggak jelas dukung KPK #SAVEKPK

    Generated picture di meoncover.com